Anda di halaman 1dari 34

SEKILAS TENTANG MEKANISME KOPING

Dr. Suparyanto, M.Kes

SEKILAS TENTANG MEKANISME KOPING

1. Definisi Mekanismie Koping
Mekanisme koping merupakan tiap upaya yang di tujukan untuk penatalaksanaan
stress, termasuk upaya penyelesaian masalah langsung dan mekanisme pertahanan
ego yang di gunakan untuk melindungi diri (Gail. W. Stuart, 2006)

Mekanisme koping merupakan cara yang dilakukan oleh individu dalam
menyelesaiakan masalah, menyesuaikan diri terhadap perubahan, respon terhadap
situasi yang mengancam. Upaya individu ini dapat berupa kognitif , perubahan perilaku
dan perubahan lingkungan yang bertujuan untuk menyelesaikan stress yang dihadapi.
Kemampuan koping diperlukan manusia untuk mampu bertahan hidup di lingkungannya
yang selalu berubah dengan cepat. Koping merupakan pemecahan masalah dimana
seseorang menggunakannya untuk mengelola kondisi stress. Dengan adanya
penyebab stress / stressor maka orang akan sadar dan tidak sadar untuk bereaksi
untuk mengatasi masalah tersebut. Dalam keperawatan konsep koping sangat perlu
karena semua pasien mengalami stress, sehingga sangat perlu kemampuan untuk
mengatasinya dan kemampuan koping untuk adaptasi terhadap stress yang merupakan
faktor penentu yang terpenting dalam kesejahteraan manusia ( Keliat, 2007)

Mekanisme koping merupakan perilaku tidak sadar yang memberikan perlindungan
psikologis terhadap peristiwa yang menegangkan. Mekanisme ini digunakan seseorang
untuk membantu melindungi terhadap perasaan yang tidak berdaya dan ansietas,
kadang mekanisme pertahanan diri menyimpang dan tidak lagi mampu untuk
membantu seseorang seseorang dalam menghadapi stressor. (Patricia & Anne Griffin,
2005)

Mekanisme pertahanan ego adalah reaksi individu untuk memperlunak kegagalan,
menghilangkan kecemasan, mengurangi perasaan yang menyakitkan karena
pengalaman yang tidak enak dan juga untuk mempertahankan perasaan layak serta
harga diri. (W.F.Maramis. 2005)
Koping itu sendiri dimaknai sebagai sebagai apa yang dilakukan oleh individu untuk
menguasai situasi yang dinilai sebagai suatu tantangan atau luka atau kehilangan atau
ancaman. Jadi koping lebih mengarah pada yang orang lakukan untuk mengatasi
tuntutan – tuntutan yang penuh dengan tekanan atau yang membangkitkan emosi. Atau
dengan kat lain koping adalah bagaimana reaksi orang ketika mengahadapi stress atau
tekanan.(siswanto, 2007)

Koping adalah semua aktivitas kognitif dan motorik yang di lakukan ole orang sakit
untuk mempertahankan integritas tubuh dan psikisnya, memulihkan fungsi tubuh yang
rusak dan membatasi kerusakan yang tidak bisa di pulihkan.( Z.J.Lpowski. 2011)

Koping adalah perubahan kognitif perilaku secara konstan dalam upaya mengatasi
tuntutan internal dan atau eksternal khusus yang melelahkan atau melebihi sumber
individu. (Lazarus, 1976 dikutip siswanto)

Mekanisme koping adalah peroses yang dilalui oleh individu dalam menyelesaikan
situasi yang mengancam dirinya baik fisik maupun psikologis.(Rasmun, 2004)

2. Macam-macam koping
Koping dapat diidentifikasi melalui respon manifestai ( tanda dan gejala) koping dapat
dikaji melalui beberapa aspek yaitu fisiologis dan psikologis (Kelliat, 2007) koping yang
efektif menghasilkan adaptif sedangkan yang tidak efektif menyebabkan maladaptif.

1. Fisiologis
Manifestasi stress pada aspek fisik bergantung pada:
a.Persepsi/ penerimaan individu pada stress
b.Keefektifan pada strategi koping

2. Psikologis
Dalam aspek ini di bagi menjadi dua yaitu cara penyesuaian yang berorientasi pada
tugas dan berorientasi pada pembelaan ego

a. Cara penyesuaian yang berorientasi pada tugas
Cara penyesuaian ini bertujuan menghadapi tuntutan secara sadar, realistic, obyektif,
rasional.

Cara ini mungkin terbuka atupun mungkin terselubung dan dapat berupa:
1). Serangan atau menghadapi tuntutan secara frontal
2). Penarikan diri atau tidak tahu akan hal itu
3). Kompromi

Umpamanya bila seseorang gagal dalam suatu usaha, maka mungkin ia akan bekerja
lebih keras(serangan) atau menghadapinya secara terang terangan ataupun menarik
diri dan tidak mau berusaha lagi(penarikan diri) atau mengurangi keinginannya lalu
memilih jalan tengah (kompromi)

b. Cara penyesuaian yang berorientasi pada pembelaan ego atau pembelaan diri.
Sering disebut mekanisme pertahanan mental. Reaksi ini berguna untuk melindung diri
yang merupakan garis pertahanan jiwa pertama.

3. Jenis-jenis koping
Lazarus membagi koping menjadi dua jenis, yaitu:
1. Tindakan langsung (Direct Action) koping jenis ini adalah setiap usaha tingkah laku
yang dijalankan oleh individu untuk mengatasi kesakitan dan luka. Ancaman atau
tantangan dengan cara mengubah hubungan yang bermasalah dengan lingkungan.
Individu menjalankan koping jenis direct action atau tindakan langsung bila dia
melakukan perubahan posisi terhadap masalah yang di alami.

Ada empat macam koping jenis tindakan langsung:
a. Mempersiapkan diri untuk menghadapi luka
Individu melakukan langkah aktif dan antisipatif (beraksi) untuk menghilangkan atau
mengurangi bahaya dengan cara menempatkan diri secara langsung pada keadaan
yang mengancam dan melakukan aksi yang sesuai dengan bahaya tersebut.

b. Agresi
Agresi adalah tindakan yang dilakukan oleh individu dengan menyerang agen yang
dinilai mengancam atau akan melukai. Agresi dilakukan bila individu merasa atau
menilai dirinya lebih kuat atau berkuasa terhadap agen yang mengancam tersebut.

c. Penghidaran (Avoidance)
Tindakan ini terjadi bila agen yang mengancam dinilai lebih berkuasa dan berbahaya
sehingga individu memilh cara menghindari atau melarikan diri dari situasi yang
mengancam tersebut

d. Apati
Jenis koping ini merupakan pola orang yang putus asa. Apati dilakukan dengan cara
individu yang bersangkutan tidak bergerak dan menerima begitu saja agen yang
melukai dan tidak ada usaha apa-apa untuk melawan ataupun melarikan diri dari situasi
yang mengancam tersebut.

2. Peredaan atau Peringanan (pallitation) koping jenis ini mengacu pada
mengurangi atau menghilangkan atau mentoleransi tekanan-tekanan kebeutuhan atau
fisik, motorik atau gambaran afeksi dari tekanan emosi yang dibangkitkan oleh
lingkungan yang bermasalah. Atau bisa di artikan bahwa bila individu menggunakan
koping jenis ini, posisinya dengan masalah relatif tidak berubah, yang berubah adalah
diri individu, yaitu dengan cara merubah persepsi atau reaksi emosinya.

Ada 2 macam koping jenis peredaan atau pallitation:
a. Diarahkan pada gejala (Symptom Directed Modes)
Macam koping ini digunakan bila gejala-gejala gangguan muncul dari diri individu,
kemudian individu melakukan tindakan dengan cara mengurangi gangguan yang
berhubungan dengan emosi-emosi yang disebabkan oleh tekanan atau ancaman
tersebut.

b. Cara Intrapsikis ( Intrapsykis Modes)
Koping jenis ini peredaan dengan cara intra psikis adalah cara-cara yang menggunakan
perlengkapan-perlengkapan psikologis kita, yang biasa dikenal dengan istilah defense
mechanism ( mekanisme pertahanan diri)

Macam-macam mekanisme pertahanan diri (defense mechanism atau pembelaan ego)
1. Fantasi: Memuaskan keinginan yang terhalang dengan prestasi dan khayalan.

2005) Pada dasarnya mekanisme pertahanan diri terjadi tanpa disadari dan bersifat membohongi diri sendiri terhadap realita yang ada. Penyekatan emosional: Mengurangi keterlibatan ego dan menarik diri menjadi pasif untuk melindungi diri sendiri dari kesakitan.F. meskipu gagal. sering dengan melarikan diri seperti menjadi sakit atau kesibukan dengan hal-hal lain. Pelepasan: Menebus dan dengan demikian meniadakan keinginan atau tindakan yang tak bermoral. Represi: Mencegah pikiran yang menyakitkan atau berbahaya masuk ke alam sadar.Maramis. Simpatisme: berusaha memperoleh simpati dari orang lain dan demikian menyokong rasa harga diri. baik realita yang ada diluar (fakta atau kebenaran) maupun realita yang ada di dalam ( dorongan atau impuls atau nafsu).2. 14. 3. Penyangkalan: Melindungi diri sendiri terhadap kenyataan yang tak menyenangkan. 6. dengan tembok-tembok yang tahan logika. Proyeksi: menyalahkan orang lain mengenai kesukarannya atau keinginannya yang tidak baik. Kompensasi: Menutupi kelemahan. Pemeranan: Menurangi kecemasan yang dibangkitkan oleh keinginan yang terlarang. . 10. Rasionalisasi: Berusaha membuktikan bahwa perilakunya itu masuk akal dan dapat dibenarkan sehingga dapat di setujui oleh diri sendiri dan masyarakat. 16. 7. dengan menolak menghadapi hal itu. 4. (W. Penyusunan reaksi: Mencegah keinginan yang berbahaya. Regresi : Mundur ke tingkat perkembangan yang lebih rendah. Salah pindah: Melepaskan perasaan yang terkekang. Identifikasi: Menambah rasa harga diri. Mekanisme pertahanan bersifat menyaring realita yang ada sehingga individu bersangkutan tidak bisa memahami hakekat dari keseluruhan realita yang ada. 8. dengan menyamakan dirinya dengan orang atau institusi yang mempunyai nama 5. Sublimasi: Mencari pemuasan atau menghilangkan keinginan sexual dalam kegiatan non sexual 11. 17. dengan membiarkan ekspresinya. Isolasi: memutuskan pelepasan afektif karena keadaan yang menyakitkan atau memisahkan sikap-sikap yang bertentangan. 12. biasanya permusuhan. Ini membuat sebagian besar ahli menyatakan koping jenis mekanisme pertahanan diri merupakan yang tidak sehat kecuali sublimasi. bila di ekspresikan dengan melebih-lebihkan sikap dan perilaku yang berlawanan dan menggunakannya sebagai rintangan. pada obyek yang tidak begitu berbahaya seperti yang pada mulanya membangkitkan emosi itu. dengan respon yang kurang matang dan biasanya dengan aspirasi yang kurang. 9. Introyeksi: Menyatukan nilai dan norma luar dengan sturktur egonya sehingga individu tidak tergantung pada belas kasihan. 15. dengan menonjolkan sifat yang dinginkan atau pemuasan secara berlebihan dalam suatu bidang karena mengalami frustasi dalam bidang lain. 13. hal-hal itu yang dirasakn sebagai ancaman luar.

Penalaran (Reasioning) Yaitu pengguanaan kemampuan kognitif untuk mengeksplorasi berbagai macam alternatif pemecahan masalah dan kemudian memilh salah satu alternative yang di anggap paling menguntungkan. sehingga perspektif persoalan tersebut menjadi lebih luas. wajar dan dialami oleh orang lain juga. 3. terang dan tidak terasa sebagai menekan lagi ketika dihadapi dengan humor. Dengan cara begitu individu bisa mengetahui jenis meekanisme pertahanan diri yang biasa dilakukan dan kemudian menggantikannya dengan koping yang lebih konstruktif. Kemampuan untuk melakukan koping jenis ini masyarakat individu yang bersangkutan memiliki kemampuan untuk mengelola emosinya sehingga individu mampu memilah dan membuat keputusan yang tidak semata di dasari oleh pengaruh emosi. 5. Supresi Yaitu kemampuan untuk menekan reaksi yang mendadak terhadap situasi yang ada sehingga memberikan cukup waktu untuk lebih menyadari dan memberikan reaksi yang lebih konstruktif. 4. Jenis-jenis koping yang konstruktif atau yang sehat Harber & Runyon (1984) yang di kutip dalam siswanto menyebutkan jenis-jenis koping yang di anggap konstruktif. Koping supresi juga mengandaikan individu memililki kemampuan untuk mengelola emosi sehingga pada saat tekanan muncul . Konsentrasi Yaitu kemampuan untuk memusatkan perhatian secara penuh pada pesoalan yang sedang di hadapi. Individu secara sadar mengumpulkan berbagai informasi yang relevanberkaitan dengan persoalan yang di hadapi. pikiran sadarnya tetap bisa melakukan control secara baik 6. 2. Humor memungkinkan individu yang bersangkutan untuk memandang persoalan dari sudut manusiawinya. kemudian membuat alternatif-alternatif pemecahannya. maupun tingkah laku. Humor Yaitu kemampuan untuk melihat segi yang lucu dari persoalan yang sedang dihadapi. Objektifitas Yaitu kemampuan untuk membedakan antara-antara komponen emosional dal logis dalam pemikiran. yaitu: 1. penalaran.Mekanisme pertahanan tidak dapat disadari. kemudian memilh alternatif yang paling menguntungkan dimana resiko kerugiannya paling kecil dan keuntungan yang di peroleh paling besar. 4. yaitu sebagai persoalan yang biasa. Ambiguitas . akan dapat disadari melalui refleksi diri yang terus menerus. sehingga persoalan di artikan secara baru.

Yaitu kemampuan untuk memahami bahwa banyak hal dalam kehidupan yang bersifat tidak jelas dan oleh karenanya perlu memberikan ruang bagi ketidakjealasan tersebut. Empati Yaitu kemampuan untuk melihat sesuatau dari pandangan orang lain. 5. Sumber koping Menurut Wiscar dan Sandra Sumber koping terdiri menjadi 2 faktor. 2. sifat sendiri. Ketika individu berhadap dengan konflik – konflik emosional atau pemicu stress baik dari dalam maupun dari luar. yaitu individu melakukan pengujian secara objektif peroses – peroses kesadaran sendiri atau mengadakan pengamatan terhadap tingkah laku. luas dan memeiliki rasa aman yang cukup. Penegasan diri (self assertion) Individu berhadapan dengan konflik emosional yang menjadi pemicu stress dengan cara mengekspresikan perasaan dan pikiran secara langsung tetapi dengan cara yang tidak memaksa atau memanipulasi orang lain. dia mampu mengantisipasi akibat dari konflik atau stress tersebut dengan cara menyediakan alternatif respon atau solusi yang paling sesuai. 3. Afiliasi Afiliasi berhubungan dengan kebutuhan untuk berhubungan atau bersatu dengan orang lain dan bersahabat dengan mereka. Maka jenis koping yang sehat lainnya adalah: 1. Kemampuan empati ini memungkinkan individu mampu memperluas dirinya dan mengahayati perspektif pengalaman orang lain sehingga individu yang bersangkutan menjadi semakin kaya dalam kehidupan batinnya. Pengamatan diri( self observation) Pengamatan diri sejajar dengan introspeksi. Antisipasi Antisipasi merupakan berkaitan dengan kesiapan mental individu untuk menerima suatu perangsang. APA (1994) yang menerbitkan DSM-IV juga menyebutkan sejumlah koping yang sehat merupakan bentuk penyesuaian diri yang paling tinggi dan paling baik dibandingkan dengan jenis koping lainnya. 4. Faktor dari dalam (internal) dan faktor dari luar (eksternal). . Dia mampu mencari sumber-sumber dari orang lain dan mendapatkan dukungan dan pertolongan. motif. 7. dan setrusnya untuk mendapatkan pemahaman mengenai diri sendiri yang semakin dalam. ciri. 5. Altruisme Merupakan salah satu bentuk koping dengan cara mementingkan kepentingan orang lain. Kemampuan melakukan toleransi mengandaikan individu sudah memiliki perspektif hidup yang matang.

motivasi 2. media massa. perasaan memiliki dalam sebuah kelompok. pertumbuhan.Melakukan aktifitas yang kurang sehat seperti obat-obatan dan alkohol. control dan kemahiran. keterampilan. kepercayaan. Mekanisme Koping Adaptif Mekanisme koping yang mendukung fungsi integrasi. system kepercayaan termasuk kepercayan ekstensial (iman.1.Dapat memecahkan masalah secara efektif b. jenis kelamin perempuan lebih sensitive dari laki-laki. Faktor dari dalam meliputi : umur dimana semakin tinggi umur koping individu semakin baik. b. agama) komitmen atau tujuan hidup.Melakukan aktifitas yang kontruktif 3.Dapat menerima dukungan dari orang lain 5. dukungan harga diri dimana mendapat pengakuan dari orang lain akan kemampuan yang dimiliki. jika memenuhi keriteria sebagai berikut: 1. pengalaman masa lalu. 1995).Memiliki persepsi yang luas 4.Maladaptif 1. Strategi koping Para ahli menggolongkan dua strategi koping yang biasanya di gunakan oleh individu: . menurunkan otonomi dan cenderung menguasai lingkungan. kesehatan dan energi . belajar dan mencapai tujuan.Perilaku cenderung menghindar atau menarik diri 5. pemecahan masalah. yaitu: a. (Stuart & Sudden. pengaruh dari orang lain. Teknik pertahanan.Masih mengontrol emosi pada dirinya dengan cara berbicara pada orang lain 2.Tidak mampu menyelesaikan masalah. perasaan seseorang seperti harga diri.Tidak mampu berfikir apa-apa atudisorientasi 4. Mekanisme Koping Maladaptif Mekanisme koping yang menghambat fungsi integrasi. Faktor dari luar meliputi: dukungan sosial.Perilaku cenderung merusak 2. Menurut Stuart & Sudden rentang mekanime koping digambarkan sebagai berikut: Sekema Mekanisme Koping Jadi karakteristik mekanisme koping adalah sebagai berikut: a.Adaptif. Dukungan sosial sebagai rasa memiliki informasi terhadap seseorang atu lebih dengan tiga ktegori yaitu dukungan emosi dimana seseorang merasa dicintai. sumber material atau pekerjaan. 3. 6. Penggolongan mekanisme koping Mekanisme koping berdasarkan penggolongannya dibagi menjadi 2 (dua) (Stuart dan Sundeen. tingkat pengetahuan atau pendidikan semakin tinggi individu mudah untuk mencari informasi. memecah pertumbuhan. 2008) 7.

Materi atau Pekerjaan Lingkungan pekerjaan dapat menjadikan sesorang memperoleh pengalaman dan pengetahuan baik secara langsung maupun tidak langsung. Kesehatan fisik Merupakan hal yang penting karena dalam hal mengatasi stress individu dituntut menggunakan energy yang lebih besar. Problem-solving focused coping Dimana individu secara aktif mencari penyelesaian masalah untuk menghilangkan kondisi atau situasi yang menimbulkan stress. petugas kesehatan.1. 7. 3. 4. Keterampilan memecahkan masalah Ketrampilan ini meliputi kemampuan untuk mencari informasi. dengan tujuan untuk alternative tindakan. yaitu: 1. menganalisa situasi. 2. Umur Umur mempengaruhi daya tangkap dan pola pikir seseorang. Semakin bertambah umur akan semakin berkembang pula daya tangkap dan pola pikirnya sehingga pengetahuan yang diperoleh semakin membaik 8. Keterampilan sosial Keterampilan ini meliputi kemampuan berkomunikasi dan bertingkah laku sesuai norma sosial di masyarakat 5. 8. Dukungan sosial Dukungan ini meliputi pemenuhan kebutuhan informasi dan emosional serta pengaruh dari orang lain( teman. 2. guru. Faktor yang mempengaruhi koping Cara individu menangani situasi yang mengandung tekanan ditentukan oleh sumber daya individu. dll) 6. keluarga. mengidentifikasi masalah. Jenis kelamin Bahwa jenis kelamin adalah faktor penting dalam perkembangan koping seseorang. . Emotion-focused coping Dimana individu melibatkan usaha-usaha untuk mengatur emosinya dalam rangaka menyesuaikan diri dengan dampak yang akan di timbulkan suatu kondisi dari suatu tekanan. Keyakinan atau pandangan positif Keyakinan menjadi sumber daya psikologis yang sangat penting yang akan mengarahkan individu pada ketidak berdayaan yang akan menurunkan kemampuan strategi koping.

(ahyarwahyudi. tetapi tidak efektif untuk di gunakan dalam jangka panjang. Melamun atau fantasi 3. Mencoba melihat asoek humor dari situasi yang tidak menyenangkan 4. 2010). Beralih pada aktifitas lain agar dapat melupakan masalah. Menggunakan alcohol atau obat 2. sehingga alat ukur tersebut bila digunakan dalam pengukuran akan menghasilkan data kuantitatif (Sugiyono. 3. Mengambil pelajaran dan peristiwa atau pengalaman masa lalu. Metode koping Ada dua metode koping yang digunakan oleh individu dalam mengatasi masalah psikologis seperti yang dikemukakan oleh Bell. 5. keluarga. Berbicara dengan orang lain”curhat” (curah pendapat dari hati ke hati) dengan teman. Banyak merokok 7. Melakukan latihan fisik untuk mengurangi ketegangan atau masalah. Tipe Skala Pengukuran Koping Skala pengukuran merupakan kesepakatan yang digunakan sebagai acuan untuk menentukan panjang pendeknya interval yang ada dalam alat ukur. cara ini adalah konstruktif dan merupakan cara efektif dan realistis dalam menangani masalah psikologis dalam kurun waktu yang lama. Metode jangka pendek. Mencoba mencari informasi lebih banyak tentang masalah yang di hadapi. 1977 yang di kutip Rasmun. (Rasmun. Menangis 8. Contohnya adalah: 1. 4. atau profesi tentang masalah yang di hadapi.2010) 9. 2. Pada umumnya makin tinggi pendidikan seseorang makin mudah menerima informasi. Contohnya adalah: 1. dua metode tersebu antara lain: 1. Metode koping jangka panjang. Tidak ragu. Banyak tidur 6. 9. Pendidikan Bimbingan yang diberikan seseorang terhadap perkembangan orang lain menuju kearah cita-cita tertentu yang menentukan manusia untuk berbuat dan mengisi kehidupan untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan. cara ini digunakan untuk mengurangi stress atau ketegangan psikologis dan cukup efektif untuk waktu sementara. dan merasa yakin bahwa semua akan kembali stabil. Membuat berbagai alternatif tindakan atau untuk mengurangi situasi 6.2004) 10. 5. 2. . Menghubungkan situasi atau masalah yang sedang dihadapi dengan kekuatan supranatural.

Sangat negative d. Baik c. yang dapat berupa kata-kata antara lain: a.Ragu-ragu/ Kadang-kadang/ Netral di beri skor 3 4.Tidak setuju/ Hampir tidak pernah/ negative di beri skor 4 5. Selalu b.Tidak setuju d. Kadang-kadang d. fenomena sosial ini telah di tetapkan secara spesifik oleh peneliti.Tidak setuju/ Hampir tidak pernah/ Negatif di beri skor 2 5. Sangat tidak baik Untuk keperluan analisis kuantitatif.Ragu. maka jawaban itu dapat di beri skor. yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian. Agar perbandingan itu mempunyai arti.Sangat setuju a. Sering c.Sangat positif a.Berbagai skala koping yang dapat digunakan untuk penelitian Administrasi. haruslah dinyatakan dalam satuan deviasi standar kelompok itu sendiri yang berarti harus mengubah skor individual menjadi skor standar. misalnya: 1.Setuju / Sering / Positif di beri skor 2 3. yaitu : Keterangan : . dan persepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial. pendapat.ragu c.Setuju b.Setuju / Selalu / Sangat positif diberi skor 1 2.Sangat tidak setuju a. Tidak pernah e. pendidikan dan sosial antara lain adalah: 1. Jawaban setiap instrument yang menggunakan skala likert mempunyai gradasi dari sangat positif samapai sangat negative. Tidak baik d. Kemudian indicator tersebut di jadikan sebagai titik tolak untuk menyusun item-item instrument yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan. Dengan skal likert.Setuju / Sering / positif diberi skor 4 3.Sangat tidak setuju/ Tidak pernah di beri skor 1 Pernyataan negatif 1.Setuju/ Selalu/ Sangat positif diberi skor 5 2. Sangat baik b.Ragu-ragu / Kadang-kadang / Netral di beri skor 3 4. maka variabel yang akan di ukur di jabarkan menjadi indicator variabel.Sangat tidak setuju/ Tidak pernah di beri skor 5 Tingkatan koping dinilai dari hasil jawaban kuesioner dengan Model Skala Likert yang dikategorikan menjadi koping positif atau adaptif dan negatif atau maladaptif.Negatif c. Dalam penelitian.Positif b.Skala likert Skala likert di gunakan untuk mengukur sikap. Salah satu skor standar yang biasanya digunakan dalam skala model likert adalah skor T.

Marwali. Ahyarwahyudi. (Ed. aziz. 2007. 2008 (Ed. Nursalam.com(Online)(diaksespadatang11 februari2010) 2. (Edisi 2). 3. (Online) http://library. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Prosedur Penelitian. Harahap. proses. 12.pdf (diakses : tanggal 10 April 2012) . 2000. 2007.usu. Djuanda. (Edisi 2). 2006. 2006. Riset Keperawatan & Teknik Penulisan Ilmiah. Jakarta: Bhakti Husada. Andi Offeset. 2010. Kualitatif. Syahrial. Rois.2010. Nursalam. Ilmu Kedokteran Jiwa. 2011. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. Stres. Jakarta: Rineka Cipta.detik. dan R&D. Universitas Sumatera Utara. Jakarta: Penerbit FK Universitas Indonesia 7.Cet 1). Siswanto. Zulkifli. Suharsimi. (Online). Buku Pedoman Nasional Pengendalian Penyakit Kusta. 2004. http://surabaya. http://repository. Penyakit Kusta dan Masalah yang Ditimbulkannya. Jakarta: Penerbit Hipokrates 9. Notoadmojo. 2008. Airlangga University Press: Surabaya 19. Anne Griffin. Arikunto. Buku Saku Keperawatan jiwa. Stuart. CV. Adhi. 3). Jakarta : Salemba Medika. Konsep dan Penerapan Metodologi Penelitian Ilmu Keperawatan. 15. Jatim Peringkat Pertama Jumlah Penderita Kusta di Indonesia. Jakarta: Salemba Medika 13. Soekidjo. Yogyakarta 16. Buku Ajar Fundamental Keperawatan: konsep. Prosedur Penelitain Suatu Pendekatan Praktik. Perry. 2011). Sagung Seto.Wordpress. 2005. 2005. Alimul. Jakarta. Potter. Ilmu Penyakit Kulit. 5.id/download/fkm/fkm-zulkifli2. Metodologi Penelitian Kesehatan. 11. Cet. Depkes RI. cakupan dan perkembangannya..ac.F.2004 Kesehatan Mental. 17. DAFTAR PUSTAKA 1.com (diakses: tanggal 6 April 2012) 10. Skor responden pada skala koping yang hendak diubah menjadi skor T = Mean skor kelompok s = Deviasi standar skor kelompok Untuk mengetahui koping responden relatif lebih positif atau adaptif bila nilai T > mean T sedangkan pada koping relatif negatif atau maladaptif bila T≤ mean T. Arikunto. Jakarta: Rineka Cipta 4. (Online). Metode Penelitian Kuantitatif. H. Jakarta: Penerbit EGC 14. dan praktik. 5. Sugiono. Chapter I. Jakarta: Rineka Cipta. Suharsimi. Gail W. Sumatra Utara: Fakultas Kesehatan Masyarakat. 2011. 5. yaitu kopinf adaptif jika T skor > 50. Rasmun. Bandung: Alfabeta. W. 6. Koping dan Adaptasi. 2003. konsep. Jajeli.usu. 2010.idf (diakses: 29 April 2012) 18. Jakarta: Salemba Medika. Jakarta : EGC 8.ac. Patricia A. 2010. 2012.Maramis. Konsep Diri dan Mekanisme Koping dalam Proses Keperawatan. koping maladaptif jika T skor ≤ 50 (Azwar.

dan kompromi. Sedangkan tindakan yang konstruktif adalah upaya individu dalam menyelesaikan masalah secara asertif. polusi. barang. Koping psiko-sosial yang biasa dilakukan individu dalam psiko-sosial adalah menyerang. Yaitu mengungkapkan dengan kata-kata terhadap rasa ketidaksenangannya.Tulisan tiga Pengertian coping dan jenis-jenis stress coping (koping) stress Ψ Definisi Coping Strategi coping merupakan suatu upaya individu untuk menanggulagi stress yang menekan akibat masalah yang dihadapinya dengan cara melakukan perubahan kognitif maupun perilaku guna memperoleh rasa aman dalam dirinya sendiri. dan marah yang memanjang. 1. pendiam dan munculnya perasaan tidak berminat yang menetap pada individu. tetapi jika sebaliknya dapat mengakibatkan gangguan kesehatan fisik maupun psikologis. menjauhi sumber beracun. 2. orang atau bahkan terhadap dirinya sendiri. dendam. keefektifan strategi koping yang digunakan oindividu. yaitu: 1. . Destruktif yaitu tindakan agresif (menyerang) terhadap sasaran atau objek dapat berupa benda. Ψ Jenis-jenis Koping Stress a. jadi secara fisik dan psikologis individu secara sadar meninggalkan lingkungan yang menjadi sumber stressor. b. 2. jika strategi yang digunakan efektif maka menghasilkan adaptasi yang baik dan menghasilkan suatu pola baru dalam kehidupan. artinya dalam menghadapi stressor. Coping yang efektif untuk dilaksanakan adalah coping yang membantu seseorang untuk mentoleransi dan menerima situasi menekan dan tidak merisaukan tekanan yang tidak dapat dikuasainya (lazarus dan folkman). Koping psikologis pada umunya gejala yang ditimbulkan akibat stress psikologis tergantung pada dua factor. artinya seberapa berat ancaman yang dirasakan individu tersebut terhadap stressor yang diterimanya. dan sumber infeksi. bagaimana persepsi atau penerimaan individu terhadap stressor. menarik diri. Misalnya: individu melarikan diri dari stress. Sedangkan sikap bermusuhan yang ditampilkan adalah berupa rasa benci. perilaku menarik diri Menarik diri adalah perilaku yang menunjukkan pengasingan diri dari lingkungan dan orang lain. Perilaku yang ditampilkan dapat merupakan tindakan konstruktif maupun destruktif. Sedangkan reaksi psikologois individu menampilkan diri seperti apatis. perilaku menyerang Individu menggubakan energinya untuk melakukan perlawanan dalam rangka mempertahankan integritas pribadinya.

secara umum kompromo dapat mengurangi ketegangan dan masalah dapat diselesaikan. Kemampuan ini juga meliputi kemampuan untuk membedakan antara pikiran-pikiran yang berhubungan dengan persoalan dengan yang tidak berkaitan. Konsentrasi Yaitu kemampuan untuk memusatkan perhatian secara penuh pada persoalan yang dihadapi. Penegasan diri (self assertion) Individu berhadapan dengan konflik emosional yang menjadi pemicu strss dengan cara mengekspresikan perasaan-perasaan dan pikiran-pikirannya secara langsung tetapi dengan cara yang tidak memaksa atau memanipulasi orang lain. (harber dan runyon. Objektifitas Yaitu kemampuan untuk membedakan antara komponen-komponen emosional dan logis dalam pemikiran. kemudian memilih alternative yang paling menguntungkan resiko kerugiannya paling kecil dan keuntungannya yang diperoleh paling besar. 2. Penalaran (reasoning) Yaitu penggunaan kognitif untuk mengeksplorasi berbagai macam alternative pemecahan masalah dan kemudian memilih salah satu alternative yang dianggap paling menguntungkan.individu secara sadar mengumpulkan berbagai informasi yang relevan berkaitan dengan persoalan yang dihadapi. dipikiran oleh individu yang bersangkutan. Ahli lain melihat antara koping dan mekanisme pertahanan diri sebagai dua hal yang berbeda. Perhatian mereka malah terpecah-pecah dalam berbagai arus pemikiran yang justru membuat persoalan yang menjadi semakin kabur dan tidak terarah. Pada kenyataanya. 1976).3. 3. lazimnya kompromi dilakukan dengan cara bermusyawarah atau negosiasi untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. 1984). Kompromi Kompromi adalah merupakan sikap konstruktif yang dilakukan oleh individu untuk menyelesaikan masalah. . justru banyak individu yang tidak mampu berkonsentrasi ketika menghadapi tekanan.dan penalaran maupun tingkah laku. menjadi assertif tidak sama dengan tindakan agresi. Kemampuan untuk melakukan koping jenis obyektifitas mensyaratkan individu yang bersangkutan memiliki kemampuan mengelola emosinya sehingga individu mampu memilih dan membuat yang tidak semata didasari oleh pengaruh emosi. Kaitan antara koping dengan mekanisme pertahanan diri (defense mechanism). Ψ Jenis-jenis koping yang konstruktif dan positif (sehat) Jenis-jenis koping yang konstruktif atau positif (sehat) Harmer dan Ruyon (1984). menyebutkan jenis-jenis koping yang dianggap konstruktif yaitu: 1. kemudian membuat alternative-alternatif pemecahannya. 4. Konsentrasi memungkinkan individu untuk terhindar dari pikiran-pikiran yang mengganggu ketika berusaha untuk memecahkan persoalan yang sedang dihadapi. ada ahli yang melihat defense mechanism sebagai salah satu jenis koping (lazarus. Sertif adalah menegaskan apa yang dirasakan.

blogspot. sifat sendiri. yaitu kemampuan untuk membuat jarak antara diri yang diamati dengan diri yang mengamati. dewasa ini pelatihan- pelatihan dibidang asertifitas mulai banyak dilakukan untuk memperbaiki relasi antar manusia.com/2012/10/17/strategi-coping-dalam-psikologi http://edwardedo10.cirri. Perkembangan kognitif dan latihan-latihan melakukan introspeksi yang dilakukan sejak remaja. 5.blogspot. akan mempertajam untuk melakukan pengamatan diri.namun dengan menghormati dengan pemikiran dan perasaan orang lain. Sumber http://azmisahabudin.com . dan seterusnya untuk mendapatkan pemahaman mengenai diri sendiri yang semakin mendalam.wordpress. yaitu individu melakukan pengujian secara objektif proses-proses kesadaran sendiri atau mengadakan pengamatan terhadap tingkah laku. Pengamatan diri mengandaikan individu memiliki kemampuan untuk melakukan transedensi.com/2011/03/mekanisme-koping.html http://bpi-uinsuskariau3.motif.blogspot.html http://siskamega. Pengamatan diri (self observation) Pengamatan diri sejajar dengan introspeksi.com/2013/04/tulidan-3.

bahkan dapat menimbulakn gangguan dalam pikiran dan kejiwaannya. stres dan gila Coping ini secara bahasa mempunyai makna menanggggulangi. menghindari. diantaranya dengan model penyesuaian. Strategi coping itu sendiri dapat diartikan sebuah cara atau prilaku individu untuk menyelesaikan suatu permasalahan. seperti depresi. . menghadapi. Untuk mengendalikan emosi bisa dilakukan dengan banyak cara. strategi pendekatan (approach strategy) yaitu usaha kogntif untuk memahami penyebab stres atau stressor dan usaha untuk menangani hal tersebut dengan cara menghadapinya 1. akan tetapi tidak jarang kta menemui seseorang yang takut menghadapi suatu permasalahan dan tidak mencari jalan keluar yang bijak. menerima menguasai segala sesuatuyang berangkutan dengan diri kita sendiri. strategi menghindar (avoidance strategy) yaitu usaha kognitif untuk menyangkal atau meminimalisir stessor yang muncul dalam prilaku dengan cara menghindar dari hal tersebut Bentuk-bentuk strategi coping yaitu : 1. Jika seorang indivdu salah atau kurang tepat dalam mengcoping suatu permasalahan. maka hasilnyapun akan kurang memuaskan. 2011 PENDAHULUAN 1. ataupun meminimalisir suatu masalah. pengalihan dan coping. dari yang terkecil sampai yang terbesar.sedangkan macam-macam copng itu sendiri menurut Santrock (1996) 1. perilaku coping yang beorientasi pada masalah (problem focused coping-PFC) yaitu strategi kognitif dalam penanganan stress/ strategi kognitif yang digunakan individu dalam rangka menangani masalahnya. Semuanya tergantung akan indvidu yang menjalani. Ada berbagai metode dalam menyelesaikan. LATAR BELAKANG Setiap manusia pasti mempunyai masalah.Strategi Coping Dalam Psikologi Ditulis pada Oktober 17.

untuk menguasai. bisa diartikan strategi coping menunjuk pada berbagai upaya . perilaku coping yang berorientasi pada emosi (emotion focused coping-EFC) yaitu strategi penanganan stress dimana individu memberikan respon terhadap situasi stress dengan cara emosional. . Dengan perkataan lain strategi coping merupakan suatu proses dimana individu berusaha untuk menanggani dan menguasai situasi stres yang menekan akibat dari masalah yang sedang dihadapinya dengan cara melakukan perubahan kognitif maupun perilaku guna memperoleh rasa aman dalam dirinya. atau minimalisasikan suatu situasi atau kejadian yang penuh tekanan. Untuk mengetahui tentang pengertian strategi coping 2. Lazarus mendefinisikan coping sebagai suatu cara suatu individu untuk mengatasi situasi atau masalah yang dialami baik sebagai ancaman atau suatu tantangan yang menyakitkan. faktor yang mempengaruhi coping 1. baik mental maupun perilaku. faktor lingkungan 3. Untuk mengetahui tentang jenis-jenis coping Untuk mengetahui faktpr-faktor yang mempengaruhi PEMBAHASAN Ψ “Definisi Strategi Coping” Ψ Banyak definisi yang dilontarkan oleh para pakar psikolo0gi guna mengartikan coping. apa pengertian strategi coping? 2. 2. apa saja jenis-jenis coping? 3. dan coping dipandang sebagai suatu usaha untuk menguasai situasi tertekan. karena tidak semua situasi tertekan dapat benar-benar dikuasai. mentoleransi. faktor-faktor apa yang mempengaruhi coping? Tujuan Masalah 1. mengurangi. Namun ingat coping dukanlah suatu usaha untuk menguasai seluruh situasi yang menekan. faktor personal atau perbedaan individu Rumusan Masalah 1. karakteristik situasional 2. tanpa memperhatikan akibat dari tekanan tersebut. Umumnya coping strategi dapat didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk mengatasi berbagai permasalahan yang melingkupi kehidupannya.

dan dipaparkan para ahli bahwa aspek-aspek yang digunakan individu di bagi menjadi lima. merupakan suatu bentuk dalam penyelesaian masalah dengan cara mengendalikan dri. sebagai berikut: ü Distancing . maksudnya selalu teliti dan tidak tergesa dalam mengambil tindakan. ü Positive Reapraisal. bisa berupa simpati dan perhatian. ü Planful Problem Solving. Coping yang efektif umtuk dilaksanakan adalah coping yang membantu seseorang untuk mentoleransi dan menerima situasi menekan dan tidak merisaukan tekanan yang tidak dapat dikuasainya (lazarus dan folkman). individu membentuk suatu strategi dan perencanaan menghilangkan dan mengatasi stress. atau perencanaan. menahan diri. strategi coping merupakan suatu upaya indivdu untuk menanggulangi situasi stres yang menekan akibat masalah yang dihadapinya dengan cara melakukan perubahan kogntif maupun prilaku guna memperoleh rasa aman dalam dirinya sendiri.Kesimpulannya. seperti merokok. yaitu usaha untuk menghindar dari permasalahan dan menutupinya dengan pandangan yang positf. maksudnya selalu teliti dan tidak tergesa dalam mengambil tindakan. Berikut adalah aspek-aspeknya: ü Self Control. dan stategi ini terkadang melibatkan hal-hal religi. berhati-hati. makan banyak dll v Emotion-Focused Coping. ada 2 jenis strategi coping. dengan melibatkan tindakan yang teliti. usaha untuk menghilangkan stress dengan melarikan diri dari masalah. ü Self Control. Ψ “Jenis-Jenis Strategi Coping” Ψ Menurut lazarus dan folkman. . ini adalah suatu bentuk coping yang sering kita temui. yaitu: v problem-solving focused coping. narkoba. dimana individu melibatkan usaha-usaha untuk mengatur emosinya dalam rangka menyesuaikan diri dengan dampak yang akan diitmbulkan oleh suatu kondisi atau situasi yang penuh tekanan. mengatur perasaan. merupakan suatu bentuk dalam penyelesaian masalah dengan cara menahan diri. dimana individu secara aktif mencari penyelesaian dari masalah untuk menghilangkan kondisi atau situasi yang menimbulkan stress. ü Seeking Social Support (For Emotional Reason). adalah suatu cara yang dilakukan individu dalam menghadap masalahnya dengan cara mencari dukungan sosial pada keluarga atau lingkungan sekitar. dan beralih pada hal-hal lain. mengatur perasaan. ü Escape. dan seperti menganggap remeh/lelucon suatu masalah . yaitu usah untuk mencar makna positif dari permasalahan dengan pengembangan diri. bertahap dan analitis.

individu menerima apa yang terjadi padanya atau pasrah. Ψ “Faktor Yang Mempengaruhi Strategi Coping” Ψ . pengingkaran. karena dia sudah beranggapan tiada hal yang bisa dilakukannya lagi untuk memecahkan masalahnya. sebaliknya ia akan cenderung menggunakan strategi emotion-focused coping ketika dihadapkan pada masalah-masalah yang menurutnya sulit dikontrol seperti masalah-masalah yang berhubungan dengan penyakit yang tergolong berat seperti kanker atau Aids. dalam literatur tentang coping juga dikenal dua strategi coping . Faktor yang menentukan strategi mana yang paling banyak atau sering digunakan sangat tergantung pada kepribadian seseorang dan sejauhmana tingkat stres dari suatu kondisi atau masalah yang dialaminya. Avoidant Coping merupakan strategi yang dilakukan individu untuk menjauhkan diri dari sumber stres dengan cara melakukan suatu aktivitas atau menarik diri dari suatu kegiatan atau situasi yang berpotensi menimbulkan stres.ü Positive Reinterpretation. respon dari suatu individu dengan cara merubah dan mengembangkan dalam kepribadiannya. 1984). atau mencoba mengambil pandangan positif dari sebuah masalah (hikmah). Hampir senada dengan penggolongan jenis coping seperti dikemukakan di atas. suatu cara individu dengan berusaha menyanggah dan mengingkari dan melupakan masalah-masalah yang ada pada dirinya. Permasalahan akan semakin menjadi lebih rumit jika mekanisme pertahanan diri tersebut justru menuntut kebutuhan energi dan menambah kepekaan terhadap ancaman. berserah diri. ü Acceptance. Apa yang dilakukan individu pada avoidant coping strategi sebenarnya merupakan suatu bentuk mekanisme pertahanan diri yang sebenarnya dapat menimbulkan dampak negatif bagi individu karena cepat atau lambat permasalahan yang ada haruslah diselesaikan oleh yang bersangkutan. Contoh: seseorang cenderung menggunakan problem-solving focused coping dalam menghadapai masalah-masalah yang menurutnya bisa dikontrol seperti masalah yang berhubungan dengan sekolah atau pekerjaan.yaitu active & avoidant coping strategi (Lazarus mengkategorikan menjadi Direct Action & Palliative). Hasil penelitian membuktikan bahwa individu menggunakan kedua cara tersebut untuk mengatasi berbagai masalah yang menekan dalam berbagai ruang lingkup kehidupan sehari-hari (Lazarus & Folkman. ü Denial (avoidance). Active coping merupakan strategi yang dirancang untuk mengubah cara pandang individu terhadap sumber stres.

yaitu:  Kesehatan Fisik Kesehatan merupakan hal yang penting. kemudian mempertimbangkan alternatif tersebut sehubungan dengan hasil yang ingin dicapai. karena selama dalam usaha mengatasi stres individu dituntut untuk mengerahkan tenaga yang cukup besar  Keyakinan atau pandangan positif Keyakinan menjadi sumber daya psikologis yang sangat penting. keterampilan sosial dan dukungan sosial dan materi. keterampilan memecahkan masalah. dan lingkungan masyarakat sekitarnya  Materi .Cara individu menangani situasi yang mengandung tekanan ditentukan oleh sumber daya individu yang meliputi kesehatan fisik/energi. menganalisa situasi.  Keterampilan sosial Keterampilan ini meliputi kemampuan untuk berkomunikasi dan bertingkah laku dengan cara-cara yang sesuai dengan nilai-nilai sosial yang berlaku dimasyarakat. seperti keyakinan akan nasib (eksternal locus of control) yang mengerahkan individu pada penilaian ketidakberdayaan (helplessness) yang akan menurunkan kemampuan strategi coping tipe : problem- solving focused coping  Keterampilan Memecahkan masalah Keterampilan ini meliputi kemampuan untuk mencari informasi. anggota keluarga lain. teman. Menurut lazarrus dan folkman faktor yang mempengaruhi strategi coping dari luar atau dari dalam ada enam. dan pada akhirnya melaksanakan rencana dengan melakukan suatu tindakan yang tepat. mengidentifikasi masalah dengan tujuan untuk menghasilkan alternatif tindakan.  Dukungan sosial Dukungan ini meliputi dukungan pemenuhan kebutuhan informasi dan emosional pada diri individu yang diberikan oleh orang tua. saudara.

walaupun kita harus mengoptimalkan kekuatan pada dir kita untuk mengatasi hal tersebut. barang barang atau layanan yang biasanya dapat dibeli. penuls menyimpulkan. KESIMPULAN Dengan keterangan yang telah dipaparkan diatas. . Dan jenis strategi copingterbagi menjadi dua yaitu : problem solvingfocused coping dan emotion focused coping. Jadi setiap masalah seseorang harus bisa mengendalikannya.Dukungan ini meliputi sumber daya daya berupa uang. bahwa strategi coping merupakan suatu usaha untuk mengatasi tuntutan nternal maupun eksternal yang dinilai membebani atau menekan emosi individu.

Pada dasarnya. . Bahkan stress dapat membuat produktivitas menurun. Coping yang efektif umtuk dilaksanakan adalah coping yang membantu seseorang untuk mentoleransi dan menerima situasi menekan dan tidak merisaukan tekanan yang tidak dapat dikuasainya (lazarus dan folkman). stress adalah sebuah bentuk ketegangan. artinya seberapa berat ancaman yang dirasakan oleh individu tersebut terhadap stressor yang diterimanya. Bentuk ketegangan ini mempengaruhi kinerja keseharian seseorang. 2014 BY LIANURBAITI 1. Pengertian Stress Stress adalah bentuk ketegangan dari fisik. Koping psikologis Pada umumnya gejala yang ditimbulkan akibat stress psikologis tergantung pada dua factor yaitu: 1. Sumber stress disebut dengan stressor dan ketegangan yang di akibatkan karena stress.  Arti Penting Strees : Stress menurut Hans Selye 1976 merupakan respon tubuh yang bersifat tidak spesifik terhadap setiap tuntutan atau beban atasnya. Berdasarkan pengertian tersebut dapat dikatakan stress apabila seseorang mengalami beban atau tugas yang berat tetapi orang tersebut tidak dapat mengatasi tugas yang dibebankan itu. sehingga orang tersebut dapat mengalami stress. Respons atau tindakan ini termasuk respons fisiologis dan psikologis. Bagaimana persepsi atau penerimaan individu terhadap stressor. rasa sakit dan gangguan-gangguan mental. Jenis-jenis coping(koping stress) 1. psikis. baik fisik maupun mental. emosi maupun mental. disebut strain. Tugas Kedua: Pengertian dan Jenis-jenis Coping Stress dan Teori Kepribadian Sehat April 26.  Pengertian dan jenis-jenis coping stress : Definisi Coping : Strategi coping merupakan suatu upaya indivdu untuk menanggulangi situasi stres yang menekan akibat masalah yang dihadapinya dengan cara melakukan perubahan kogntif maupun prilaku guna memperoleh rasa aman dalam dirinya sendiri. maka tubuh akan berespon dengan tidak mampu terhadap tugas tersebut.

2. artinya dalam menghadapi stressor. secara umum kompromi dapat mengurangi ketegangan dan masalah dapat diselesaikan. Perilaku menyerang Individu menggunakan energinya untuk melakukan perlawanan dalam rangka mempertahan integritas pribadinya. Yaitu mengungkapkan dengan kata-kata terhadap rasa ketidak senangannya. . Keefektifan strategi koping yang digunakan oleh individu. jadi secara fisik dan psikologis individu secara sadar meninggalkan lingkungan yang menjadi sumber stressor misalnya . jika strategi yang digunakan efektif maka menghasilkan adaptasi yang baik dan menjadi suatu pola baru dalam kehidupan. Prilaku yang ditampilkan dapat merupakan tindakan konstruktif maupun destruktif. b. tetapi jika sebaliknya dapat mengakibatkan gangguan kesehatan fisik maupun psikologis. dan sumber infeksi. Koping psiko-sosial Yang biasa dilakukan individu dalam koping psiko-sosial adalah. barang atau orang atau bahkan terhadap dirinya sendiri. individu melarikan diri dari sumber stress. pendam dan munculnya perasaan tidak berminat yang menetap pada individu. 3. dendam dan marah yang memanjang. 2. menjauhi sumber beracun. Kompromi Kompromi adalah merupakan tindakan konstruktif yang dilakukan oleh individu untuk menyelesaikan masalah. Destruktif yaitu tindakan agresif (menyerang) terhadap sasaran atau objek dapat berupa benda. lazimnya kompromi dilakukan dengan cara bermusyawarah atau negosiasi untuk menyelesaikan masalah yang sedang sihadapi. polusi. menyerang. 1. Perilaku menarik diri Menarik diri adalah prilaku yang menunjukkan pengasingan diri dari lingkungan dan orang lain. Sedangkan tindakan konstruktif adalah upaya individu dalam menyelesaikan masalah secara asertif. menarik diri dan kompromi. Sedangkan reaksi psikologis individu menampilkan diri seperti apatis. Sedangkan sikap bermusuhan yang ditampilkan adalah berupa rasa benci.

Karena orang selalu gagal dalam usahanya. 1984). Mempersiapkan diri untuk menghadapi luka Individu melakukan langkah aktif dan antisipatif (bereaksi) untuk menghilangkan atau mengurangi bahaya dengan cara menempatkan diri secara langsung pada keadaan yang mengancam dan melakukan aksi yang sesuai dengan bahaya tersebut. dan orang yang melalakukan serangan secara kasar. Agresi dilakukan bila individu merasa atau menilai dirinya lebih kuat atau berkuasa terhadap agen yang mengancam tersebut. Misalnya. ada ahli yang melihat defense mechanism sebagai salah satu jenis koping (Lazarus.Kaitan antara koping dengan mekanisme pertahanan diri (defense mechanism). Individu menjalankan koping jenis direct action atau tindakan langsung bila dia melakukan perubahan posisi terhadap masalah yang dialami.  Lazarus membagi koping menjadi dua jenis yaitu: 1. tindakan penggusuran yang dilakuakan oleh pemerintah Jakarta terhadap penduduk yang berada dipemukiman kumuh. Tono lalu mempersiapkan diri dengan mulai belajar sedikit demi sedikit tiap-tiap mata kuliah yang diambilnya. Contoh dari koping jenis ini lainnya adalah imunisasi. dengan jalan yang tidak wajar. Ahli lain melihat antara koping dan mekanisme pertahanan diri sebagai dua hal yang berbeda. ancaman atau tantangan dengan cara mengubah hubungan hubunngan yang bermasalah dengan lingkungan. dalam rangka menghadapi ujian. karena dia hanya mempersiapkan diri menjelang ujian saja. Tindakan langsung (direct Action) Koping jenis ini adalah setiap usaha tingkah laku yang dijalankan ole individu untuk mengatasi kesakitan atau luka. (Harber dan Runyon. Tindakan tersebut bias dilakukan karena pemerintah memilki kekuasaan yang lebih besar disbanding dengan penduduk setempat yang digusur. 1976). reaksinya sangat . b. Agresi juga sering dikatakan sebagai kemarahan yang meluap-luap. Ada 4 macam koping jenis tindakan langsung : a. Ini dia lakukan supaya prestasinya baik disbanding dengan semester sebelumnya. sebulan sebelum ujian dimulai. Imunisasi merupakan tindakan yang dilakukan oleh orang tua supaya anak mereka menjadi lebih kebal terhadap kemungkinan mengalami penyakit tertentu. Misalnya. Agresi Agresi adalah tindakan yang dilakukan oleh individu dengan menyerang agen yang dinilai mengancam atau akan melukai.

Peredaan atau peringatan (palliation) Jenis koping ini mengacu pada mengurangi. Atau bisa diartikan bahwa bila individu menggunakan koping jenis ini. Seperti tingkah laku yang suka mentolerir orang lain. berupa seranngan. tidak melawan dan berlaku pasrah terhadap kejadian biadab yang menimpa mereka. berupa kemarahan dan luapan emosi kemarahan dan luapan emosi kemarahan yang meledak- meledak. orang-orang cina sering kali dan berulangkali menjadi korban ketika terjadi kerusuhan sehingga menimbilkan reaksi apati dikalangan mereka. Penghindaran (Avoidance) Tindakan ini terjadi bila agen yang mengancam dinilai lebih berkuasa dan berbahaya sehingga individu memilih cara menghindari atau melarikan diri dari situasi yang mengancam. motorik atau gambaran afeksi dan tekanan emosi yang dibangkitkan oleh lingkungan yang bermasalah. Kemarahan-kemarahan semacam ini pasti menggangu frustasi intelegensi. pada kerusuhan Mei. agresi maupun advoidance sudah tidak memungkinkan lagi dan situasinya terjadi berulang-ulang. Misalnya. yaitu dengan cara merubah persepsi atau reaksi emosinya. d.primitive. berlaku sewenang-wenang dan sadis terhadap pihak-pihak yang lemah. penduduk yang melarikan diri dari rumah-rumah mereka karena takut akan menjadi korban pada daerah-daerah konflik seperti aceh. . tindak sadis. Orang- orang Cina yang menjadi korban umumnya tutup mulut. Pola apati terjadi bila tindakan baik tindakan mempersiapkan diri menghadapi luka. sehingga harga diri orang yang bersangkutan jadi merosot disebabkan oleh tingkah lakunya yang agresif berlebih-lebihan tadi. Apati Jenis koping ini merupakan pola orang yang putus asa. Misalnya. menghilangkan dan menoleransi tekanan-tekanan ketubuhan atau fisik. Kadang-kadang disertai prilaku kegilaan. Dalam kasus diatas. Agresi ialah seseperti reaksi terhadap frustasi. posisinya dengan masalah relatif tidak berubah. 2. dan usaha membunuh orang. tingkah laku bermusuhan terhadap orang atau benda. Apati dilakukan dengan cara individu yang bersangkutan tidak bergerak dan menerima begitu saja agen yang melukai dan tidak ada usaha apa-apa untuk melawan ataupun melarikan diri dari situasi yang mengancam tersebut. c. yang berubah adalah diri individu. dan lain-lain.

Orang yang semakin . Tidak cukup sekadar berinteraksi dengan sesuatu atau seseorang di luar diri. ia harus memiliki partisipasi yang langsung dan penuh. Cara intra psikis Koping jenis peredaan dengan cara intrapsikis adalah cara-cara yang menggunakan perlengkapan- perlengkapan psikologis kita. Penggunaan obat-obatan terlarang. atau sungguh berarti bagi orang tersebut. narkotika. Namun tidak selamanya cara ini bersifat negative. 2. mengerjakan pekerjaan itu sebaik-baiknya akan membuat kita merasa enak. merokok. yang oleh Allport disebut “partisipasi otentik”. b. alcohol merupakan bentuk koping dengan cara diarahkan pada gejala. ia mengembangkan perhatian-perhatian di luar diri. yang biasa dikenal dengan istilah Defense Mechanism (mekanisme pertahanan diri). Lebih dari itu. Berikut adalah tujuh kriteria dari Allport tentang sifat-sifat khusus kepribadian yang sehat: 1. Melakukan relaksasi. kemudian individu melakukan tindakan dengan cara mengurangi gangguan yang berhubungan dengan emosi-emosi yang disebabkan oleh tekanan atau ancaman tersebut.  Ada 2 jenis koping peredaan atau palliation: a. Hal ini akan memberikan kepuasan bagi diri kita. dan berarti kita menjadi partisipan otentik dalam pekerjaan itu. Perluasan Perasaan Diri ketika seseorang menjadi matang. Teori Kepribadian Sehat  Gordon Allport Kepribadian yang matang Oleh Gordon Allport: Saat ini teori-teori Allport (tentang kepribadian yang sehat) tetap relevan. meditasi atau berdoa untuk mengatasi ketegangan juga tergolong kedalam symptom directed modes tetapt bersifat positif. Diarahkan pada gejala (Symptom Directid Modes) Macam koping ini digunakan bila gangguan muncul dari diri individu. Jika menurut kita pekerjaan itu penting. Disebut sebagai defence mechanism atau mekanisme pembelaan diri. karena individu yang bersangkutan selalu mencoba mengelak dan membela diri dari kelemahan atau kekerdilan sendiri dan mencoba mempertahankan harga dirinya: yaitu dengan jalan mengemukakan bermacam-macam dalih atau alasan. Dalam pandangan Allport. aktivitas yang dilakukan harus cocok dan penting.

orang. cinta dari orang yang sehat adalah tanpa syarat. Kualitas lain dari kepribadian sehat adalah “sabar terhadap kekecewaan”. Orang-orang neurotis harus menerima cinta lebih banyak daripada yang mampu diberikannya kepada orang lain. Relasi Sosial yang Hangat Allport membedakan dua macam kehangatan dalam hubungan dengan orang lain. Hal ini menunjukkan bagaimana seseorang bereaksi terhadap tekanan dan hambatan atas berbagai keinginan atau kehendak. 4. Orang sehat memiliki kapasitas untuk memahami kesakitan. 3. merupakan hasil pemahaman terhadap kondisi dasar manusia dan perasaan kekeluargaan dengan semua bangsa. Ini merupakan hasil dari perasaan perluasan diri dan perasaan identitas diri yang berkembang dengan baik. kebutuhan. Pengendaliannya tidak dengan cara ditekan. tidak melumpuhkan atau mengikat. orang-orang neurotis kerapkali memahami realitas disesuaikan dengan keinginan. pasangan. Sebaliknya. ketakutan. tetapi diarahkan ke dalam saluran yang lebih konstruktif. yaitu kapasitas untuk mengembangkan keintiman dan untuk merasa terharu. Jenis kehangatan yang lain. dan sahabat. Orang-orang yang sehat tidak bebas dari perasaan tak aman dan ketakutan. Namun. agama. Selain itu. sehingga tidak mengganggu hubungan antarpribadi. Mereka memahami realitas sebagaimana adanya. Mereka menerima semua segi keberadaan mereka. Orang sehat tidak meyakini bahwa orang lain atau situasi yang dihadapi itu jahat atau baik menurut prasangka pribadi. atau ide. Adaperbedaan hubungan cinta antara orang yang neurotis (tidak matang) dan yang berkepribadian sehat (matang). Mereka mampu memikirkan cara yang berbeda untuk mencapai tujuan yang sama. 5. ia lebih sehat secara psikologis. mereka tidak terlalu merasa terancam dan dapat menanggulangi perasaan tersebut secara lebih baik daripada kaum neurotis. dan ketakutan mereka sendiri. itu diberikan dengan syarat-syarat.terlibat sepenuhnya dengan berbagai aktivitas. termasuk kelemahan-kelemahan. kepribadian yang sehat tidak tertawan oleh emosi-emosi mereka. dengan tidak menyerah secara pasif terhadap kelemahan tersebut. Padahal. 2. penderitaan. dan keanggotaan dalam politik. anak. Bila mereka memberikan cinta. dan tidak berusaha bersembunyi dari emosi- emosi itu. dan kegagalan yang merupakan ciri kehidupan manusia. kegemaran. Mereka dapat mengendalikan emosi. Orang yang sehat secara psikologis mampu mengembangkan relasi intim dengan orangtua. Persepsi Realistis Orang-orang sehat memandang dunia secara objektif. dan sebagainya. Hal ini berlaku bukan hanya untuk pekerjaan. yaitu perasaan terharu. Keterampilan dan Tugas . melainkan juga hubungan dengan keluarga dan teman. Keamanan Emosional Kualitas utama manusia sehat adalah penerimaan diri.

Ini memerlukan usaha memahami diri sendiri sepanjang kehidupan secara objektif. Keterarahan itu membimbing semua segi kehidupan seseorang menuju suatu  Carl Rogers Teori Kepribadian Sehat Pendapat Rogers : Memahami dan menjelaskan teori kepribadian sehat menurut rogers yang meliputi 1. Pemahaman Diri Memahami diri sendiri merupakan suatu tugas yang sulit. Perkembangan kepribadian “self” 2. Jika gambaran diri yang dipahami semakin dekat dengan keadaan sesungguhnya. 7. berarti ia semakin matang. didorong oleh tujuan dan rencana jangka panjang. sehingga sanggup menenggelamkan semua pertahanan ego. Orang yang sehat terbuka pada pendapat orang lain dalam merumuskan gambaran diri yang objektif. Dedikasi terhadap pekerjaan berhubungan dengan rasa tanggung jawab dan kelangsungan hidup yang positif. 6. Untuk mencapai pemahaman diri yang memadai dituntut pemahaman tentang dirinya menurut keadaan sesungguhnya. Ia juga mampu menertawakan diri sendiri melalui humor yang sehat. dan biasanya ia diterima dengan baik oleh orang lain. komitmen. Demikian juga apa yang dipikirkan seseorang tentang dirinya. bila semakin dekat (sama) dengan yang dipikirkan orang-orang lain tentang dirinya. Pekerjaan dan tanggung jawab memberikan arti dan perasaan kontinuitas untuk hidup.Allport menekankan pentingnya pekerjaan dan perlunya menenggelamkan diri di dalam pekerjaan tersebut. Ia memiliki perasaan akan tujuan. Tidak mungkin mencapai kematangan dan kesehatan psikologis tanpa melakukan pekerjaan penting dan melakukannya dengan dedikasi. Filsafat Hidup Orang yang sehat melihat ke depan. Orang yang memiliki objektivitas teradap diri tak mungkin memproyeksikan kualitas pribadinya kepada orang lain (seolah orang lain negatif). perasaan akan tugas untuk bekerja sampai tuntas sebagai batu sendi kehidupannya. Ciri-ciri orang yang berfungsi sepenuhya . Komitmen pada orang sehat atau matang begitu kuat. Peranan positive regard dalam pembentukan kepribadian individu 3. dan keterampilan. Ia dapat menilai orang lain dengan seksama. dan lebih dari itu harus menggunakan keterampilan itu secara ikhlas dan penuh antusiasme. individu tersebut semakin matang. Kita perlu memiliki keterampilan yang relevan dengan pekerjaan kita. Allport menyebut dorongan-dorongan tersebut sebagai keterarahan (directness).

Mereka tidak akan menyakiti orang lain hanya untuk kepentingan pribadi. penerimaan. kasih. manusia masa depan akan tetap percaya terhadap kemampuan diri mereka untuk merasakan hubungan yang hamonis dengan orang lain. dan kelembutan mereka. diterima. marah. penghargaan. Dan seorang ibu bisa memperhatikan perkembangan anak. dan sayang dari orang lain.teori Rogers yaitu individu memiliki kemampuan dalam diri sendiri untuk mengerti diri.kecewa. serta akan merasa agresi. dan menangani masalah. Dalam setiap bertambahnya umur . disayangi.masalah psikisnya asalkan konselor menciptakan kondisi yang dapat mempermudah perkembangan individu untuk aktualisasi diri. dari manusia masa depan adalah kecenderungan untuk hidup sepenuhnya pada masa sekarang. Pribadi yang berfungsi sepeuhnya adalah pribadi yang mengalami pengharagaan positif tak bersyarat. manusia masa depan akan lebih mendengar dirinya dan memperhatikan perasaan bahagia. manusia masa depan akan lebih terintegrasi. . anpa batasan-batasan buatan antara proses kognitif yang dilakukan secara sadar ataupun yang tidak. Perkembangan kepribadian “self” Inti dari teori. Rogers menerima istilah self dari pengalaman. dari waktu ke waktu dan seorang ibulah yang memelihara dan mendidiknya dan tidak di serahkan kepada baby sister B. akan mengalami kemarahan. Kedua. Keempat. Merujuk kecenderungan untuk hidup pada masa sekarang sebagaikehidupan eksistensial. dicintai sebagai seseorang yang berarti tentu akan menerima dengan penuh kepercayaan.anak bisa berubah sifat dan perilaku. Manusia masa depan tidak mempunyai kebutuhan untuk menipu diri mereka sendiri ataupun alasan untuk mencoba membuat orang lain kagum.masing individu. Mengapa? Karena ini penting. C. yang terbagi lagi menjadi 2 yaituconditional positive regard (bersyarat) dan unconditional positive regard (tak bersyarat).ketakutan. dihargai. Kelima. Peranan positive regard dalam pembentukan kepribadian individu Setiap manusia memiliki kebutuhan basic akan kehangatan. orang yang sehat secara psikologis akan lebih mudah beradaptasi Karena orang psikologis bisa melihat dan menilai sifat-sifat seeorang maka dari itu dia mudah beradaptasi. menentukan hidup. pengagungan. manusia masa depan mempunyai kepercayaan pada kemanusiaan.A.pengalaman realita masing. manusia –manusia masa depan akan lebih terbuka atas pengalaman-pengalaman mereka. tetapi akan mengalihkannya kea rah yang sepatutnya . Ketiga. lebih utuh. Kebutuhan ini disebut need for positive regard. Ciri-ciri orang yang berfungsi sepenuhnya Menurut pendapat Rogers Pertama. peduli pada orang lain dan akan siap membantu apabila diperlukan. Keenam. cinta. tetapi dapat dipercaya bahwa mereka tidak akan menyerang secara tidak asuk akal melawan orang lain.

psikologi pertumbuhan : model – model kepribadian sehat.Terakhir.blogspot. Yogyakarta: kanisius. Kreatifitas Sumber : Schultz. http://bpi-uinsuskariau3. karena manusia masa depan terbuka dengan semua pengalaman. Mereka tidak mendistori stimulus internal ataupun menahan emosi mereka .html .com/2011/03/mekanisme-koping. Perasaan bebas e. Rogers meberikan lima sifat orang yang berfungsi sepenuhnya : a. Kehidupan eksistensial c. Kepercayaan terhadap organism sendiri d. Keterbukaan pada pengalaman b. D.com/2013/04/pengertian-stress. 1991.blogspot.html http://dedeh89-psikologi. mereka akanlebih menikmati kekayaan hidup dri pada orang lain.

individu dapat menanggulangi stres dan kecemasan dengan menggunakan sumber koping dari lingkungan baik dari sosial. yaitu yang terdiri dari. projeksi yaitu mekanisme perilaku dengan menempatkan sifat-sifat batin sendiri pada objek di . kemampuan memecahkan masalah. Mekanisme koping adalah usaha individu untuk mengatasi perubahan yang dihadapi atau beban yang diterima tubuh dan beban tersebut menimbulkan respon tubuh yang sifatnya nonspesifik yaitu stres. mekanisme koping yang digunakan yaitu menangis. memaki. Dengan sumber tersebut individu dapat mengambil strategi koping yang efektif. merokok. berat dan panik ada dua yaitu: 1. yang dimulai sejak awal timbulnya stressor dan saat mulai disadari dampak stressor tersebut. perilaku menarik diri. 2. mengingkari atau meniadakan kecemasan dengan mengembangkan pola koping. 2005). olahraga. dan keyakinan budaya. mengurangi kontak mata dengan orang lain. dukungan sosial. Mekanisme koping untuk mengatasi kecemasan sedang. Menurut Suliswati dkk (2005) dan Stuart dan Sundeen (1997). tidur. Mekanisme koping merupakan cara pemecahan masalah. 2010). dan berorientasi pada tindakan untuk memenuhi secara realistik tuntutan situasi stres denagan cara perilaku menyerang. persepsi. Apabila individu sedang mengalami kecemasan ia akan mencoba menetralisasi. Pada kecemasan ringan. dalam Suliswati. seseorang akan dapat beradaptasi terhadap perubahan atau beban tersebut (Ahyar. Kemampuan belajar ini tergantung pada kondisi eksternal dan internal. membatasi diri dengan orang lain. denial ( menyangkal) menghindarkan realitas ketidak setujuan dengan mengabaikan atau menolah untuk mengenalinya. berkhayal. Mekanisme koping bersumber dari ego. Koping ini tidak selalu sukses dalam mengatasi masalah. menyesuaikan diri dengan perubahan. serta respon terhadap situasi yang mengancam. Reaksi yang berorientasi pada tugas yaitu upaya yang disadari. sehingga yang berperan bukan hanya bagaimana lingkungan membentuk stressor tetapi juga kondisi temperamen individu. mekanisme koping adalah cara yang dilakukan individu dalam menyelesaikan masalah. perilaku kompromi. Apabila mekanisme koping ini berhasil. Mekanisme pertahanan ego. sering di sebut sebagai mekanisme pertahanan mental. Menurut Keliat (1999. intrapersonal dan interpersonal. makan. tertawa. Mekanisme ini seringkali digunakan untuk melindungi diri sendiri. serta kognisi terhadap stressor tersebut. Sumber tersebut adalah aset ekonomi. Mekanisme Koping dan Strategi Koping Mekanisme koping terbentuk melalui proses belajar dan mengingat.

Strategi koping adalah cara yang dilakukan untuk merubah lingkungan atau situasi atau menyelesaikan masalah yang sedang dirasakan/dihadapi (Rasmun. keluarga berusaha mencari sumber-sumber komunitas dan menerima bantuan orang lain. mencari dukungan sosial seperti keluarga mencari dukunga atau bantuan dari kelurga. pendiam dan munculnya perasaan tidak berminat yang menetap pada individu (Ramun. dan yang terakhir adalah menggerakkan keluarga untuk dapat menerima bantuan. Sedangkan mekanisme koping yang berorientasi pada tugas di gunakan untuk menyelesaikan masalah. dan kompromi (Rasmun.luar diri atau melemparkan kekurangan diri sendiri pada orang lain. Sedangkan reaksi psikologis individu menampilkan diri seperti apatis. 2004). berdoa. Sedangkan tindakan konstruktif adalah upaya individu dalam menyelesaikan masalah secara asertif. tetangga. Selain mekanisme koping. Menurut Stuart dan Sundeen (1995) Mekanisme koping juga dapat di golongkan menjadi 2 (dua) yaitu: mekanisme koping adaptif dan mekanisme koping maladaptif. prilaku menarik diri (withdrawl). menemui pemuka agama atau aktif pada pertemuan ibadah. menjauhi sumber beracun. reframing yaitu mengkaji ulang kejadian stres agar lebih dapat menanganinya dan menerimanya. mencari dukungan spiritual seperti mencari dan berusaha secara spiritual. displacement (mengisar) yaitu mengalihkan emosi yang seharusnya diarahkan pada orang atau benda tertentu ke benda atau orang yang netral atau tidak membahayakan. juga di kenal istilah strategi koping. Seperti kompromi juga merupakan tindakan konstruktif yang dilakukan oleh individu untuk menyelesaikan masalah. Secara umum kompromi dapat mengurangi ketegangan dan masalah dapat diselesaikan. polusi dan sumber infeksi. 2004). menyelesaikan konflik dan memenuhi kebutuhan dasar. . dapat berupa benda. individu melarikan diri dari sumber stres. Perilaku menarik diri adalah perilaku yang menunjukkan pengasingan diri dari lingkungan dan orang lain. yaitu dengan kata-kata terhadap rasa ketidak senangannya. individu menggunakan energinya untuk melakukan perlawanan dalam rangka mempertahankan integritas pribadinya. regresi yaitu menghindarkan stres terhadap karakteristik perilaku dari tahap perkembangan yang lebih awal. Lazimnya kompromi dilakukan dengan cara bermusyawarah atau negosiasi untuk menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi. 2004). jadi secara physik dan psikologis individu secara sadar pergi meninggalkan lingkungan yang menjadi sumber stressor misalnya. prilaku menyerang (Fight). Pada perilaku menyerang. Prilaku yang di tampilkan dapat merupakan tindakan konstruktif maupun destruktif yaitu tindakan agreesif (menyerang) terhadap obyek. Terdapat 3 macam reaksi yang berorientasipada tugas yaitu. teman atau keluarga jauh. barang. orang lain atau bahkan terhadap diri sendiri.

menghindar dan aktivitas destruktif (mencegah suatu konflik dengan melakukan pengelakan terhadap solusi). memecahkan masalah secara efektif. menyebutkan faktor-faktor yang mempengaruhi strategi koping. menganalisa situasi. Para ahli menggolongkan dua strategi coping yang biasanya digunakan oleh individu. 1. Ahyar (2010). yaitu: problem-solving focused coping. dukungan sosial dan materi. menurunkan otonomi dan cenderung menguasai lingkungan. kemudian mempertimbangkan alternatif tersebut sehubungan dengan hasil yang ingin dicapai. Kesehatan merupakan hal yang penting. yaitu. Pada sisi lain keterampilan juga menjadi salah satu sumber koping. kesehatan fisik. keyakinan atau pandangan positif. dimana individu secara aktif mencari penyelesaian dari masalah untuk menghilangkan kondisi atau situasi yang menimbulkan stres. seperti keyakinan akan nasib (external locus of control) yang mengerahkan individu pada penilaian ketidakberdayaan (helplessness) yang akan menurunkan kemampuan strategi coping tipe : problem-solving focused coping. pertumbuhan. mengidentifikasi masalah dengan tujuan untuk menghasilkan alternatif tindakan. teknik relaksasi. Keterampilan memecahkan masalah meliputi kemampuan untuk mencari informasi. Sedangkan keterampilan sosial meliputi kemampuan untuk berkomunikasi dan bertingkah laku dengan cara-cara yang sesuai dengan nilai-nilai sosial yang . Hasil penelitian membuktikan bahwa individu menggunakan kedua cara tersebut untuk mengatasi berbagai masalah yang menekan dalam berbagai ruang lingkup kehidupan sehari-hari (Lazarus & Folkman. 2. keterampilan sosial. dan emotion-focused coping. 1984). bekerja berlebihan. Mekanisme koping adaptif merupakan mekanisme yang mendukung fungsi integrasi. karena selama dalam usaha mengatasi stres individu dituntut untuk mengerahkan tenaga yang cukup besar. keterampilan memecahkan masalah. Kategorinya adalah berbicara dengan orang lain. Kategorinya adalah makan berlebihan / tidak makan. dimana individu melibatkan usaha- usaha untuk mengatur emosinya dalam rangka menyesuaikan diri dengan dampak yang akan diitmbulkan oleh suatu kondisi atau situasi yang penuh tekanan. Sementara itu keyakinan menjadi sumber daya psikologis yang sangat penting. latihan seimbang dan aktivitas konstruktif (kecemasan yang dianggap sebagai sinyal peringatan dan individu menerima peringatan dan individu menerima kecemasan itu sebagai tantangan untuk di selesaikan). belajar dan mencapai tujuan. Mekanisme koping maladaptif adalah mekanisme yang menghambat fungsi integrasi. yaitu keterampilan memecahkan masalah dan keterampilan sosial. dan pada akhirnya melaksanakan rencana dengan melakukan suatu tindakan yang tepat.

saudara.berlaku dimasyarakat. anggota keluarga lain. teman. Sedangkan materi merupakan dukungan sumber daya berupa uang. . dan lingkungan masyarakat sekitarnya. Dukungan sosial meliputi dukungan pemenuhan kebutuhan informasi dan emosional pada diri individu yang diberikan oleh orang tua. Dukungan sosial dan materi juga merupakan faktor strategi koping. barang barang dapat dibeli.