Anda di halaman 1dari 14

1. Apa yang dimaksud dengan ekstraksi metalurgi?

Jelaskan pembagiannya dan jelaskan apa yang


membedakan ketiganya?

Penyelesaian:
 Pengertian ekstraksi metalurgi
Metalurgi ekstraktif adalah studi mengenai proses yang digunakan untuk memisahkan logam
berharga dalam konsentrat dari material lain. Metalurgi ekstraksi juga dapat diartikan sebagai
praktik menghapus logam berharga dari sebuah biji dan pemurnian logam mentah yang
diekstrak ke dalam bentuk murni. Dalam rangka untuk mengubah logam oksida, atau
sulfida untuk sebuah logam murni, bijih besi harus dikurangi secara fisik, kimiawi atau
elektrolisasi.
Metalurgi didefinisikan sebagai ilmu dan teknologi untuk memperoleh sampai
pengolahan logam yang mencakup tahapan dari pengolahan bijih mineral,pemerolehan
(ekstraksi) logam, sampai ke pengolahannya untuk menyesuaikan sifat-sifat dan
perilakunya sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam pemakaian untuk pembuatan
produk rekayasa tertentu.

 Pembagian Ekstraksi Metalurgi


Macam-macam ekstraksi metalurgi berdasarkan tahapannya:
1. Hidrometalurgi.
Hidrometalurgi merupakan cabang tersendiri dari metalurgi. Secara harfiah hidrometalurgi
dapat diartikan sebagai cara pengolahan logam dari batuan atau bijihnya dengan
menggunakan pelarut berair (aqueous solution). Atau secara detilnya proses
Hydrometalurgi adalah suatu proses atau suatu pekerjaan dalam metalurgy, dimana
dilakukan pemakaian suatu zat kimia yang cair untuk dapat melarutkan suatu partikel
tertentu.
2. Pirometalurgi
Suatu proses ekstraksi metal dengan memakai energi panas. Suhu yang dicapai ada yang
hanya 50º - 250º C (proses Mond untuk pemurnian nikel), tetapi ada yang mencapai 2.000º
C (proses pembuatan paduan baja). Yang umum dipakai hanya berkisar 500º - 1.600º C ;
pada suhu tersebut kebanyakan metal atau paduan metal sudah dalam fase cair bahkan
kadang-kadang dalam fase gas.
3. Elektrometalurgy
Elektrometalurgi merupakan proses ekstraksi metalurgi yang menggunakan sumber listrik
sebagai sumber panas. Tujuan dari proses ini adalah untuk mengendapkan logam dari
suatu larutan sebagai hasil pelindian.

Macam – Macam Metalurgi :


1. Metalurgi Ekstraksi : suatu ilmu yg mempelajari cara - cara mendapatkan metal dari ore,
konsentrat, serap, slag sehingga bermanfaat bagi manusia.
2. Metalurgi fisik : upaya memadukan 2 logam / lebih agar hasil perpaduan ini mempunyai
sifat fisik sesuai dengan yang diinginkan.
3. Metalurgi Mekanik : pembentukan logam dengan struktur tertentu agar dapat dimanfaatkan
atau upaya pemrosesan logam lebih lanjut agar dapat dimanfaatkan oleh manusia, misal
untuk jembatan yang mempunyai daya dukung tertentu.

 Perbedaan ketiga jenis ekstraksi metalurgi


- Yang membedakan ketiga jenis ekstraksi metalurgi ini adalah media pemisahnya, yakni
dengan menggunakan zat cair, panas dan juga sumber arus.
- Pyrometalurgy dilakukan pada logam, besi dan baja.
Hydrometallurgy dilakukan pada emas, perak, dan tembaga.
Elekrometalurgy dilakukan pada aluminium, magnesium.

Perbedaan ketiga jenis metalurgi adalah :


1. Metalurgi Ekstraksi: Pada bagian pengolahan mineral, konsentrat yang
mengandung logam berharga dipisahkan dari pengotor yang menyertainya.
Sedangkan ilmu metalurgi ekstraksi adalah untukmemisahkan logam berharga
dalam konsentrat dari material lain.
2. Metalurgi Fisik : Metalugi fisik adalah pengetahuan-pengetahuanmengenai fisika
dari logam-logam dan paduan-paduan umpamanya tentang sifat-sifat mekanik,
sifat-sifat teknologi serta pengubahan-pengubahan sifat-sifat tersebut yang
umumnya menyangkut segi-segi pengembangan atau development, pada
penggunaan dan pengolahan atau teknologi logam- logam dan paduan-paduan.
3. Metalurgi Mekanik : Proses pengerjaan secara mekanik untuk mencapai bentuk
tertentu termasuk proses pembentukan dan proses lainnya yang tidak merubah
komposisi kimia, termasuk sifat mekanik dan cara ujinya.

2. Jelaskan keterkaitan antara aspek mining, aspek processing mineral dan aspek ilmu
pengetahuan dengan ekstraktif metalurgi. Buat skema dan kriteria apa yang mendasari
keterkaitan tersebut?
Penyelesaian :

 Aspek-aspek ekstraksi metalurgi


a. Aspek mining
Aspek Mining (Pertambangan) menjadi suatu hal yang sangat penting
dikarenakan didalamnya termasuk kegiatan survey tinjau, eksplorasi dan eksploitasi.
Dari kegiatan survey tinjau dan eksplorasi, didapatkanlah jumlah cadangan, jenis
cadangan dan kadar cadangan. Jumlah cadangan menentukan apakah kegiatan
ekstraksi dapat kontinyu (supply bahan tambang terpenuhi), sedangkan jenis cadangan
(apakah cadangan primer, sekunder, atau tersier) dan kadar (low grade deposit dan
high grade deposit) akan menentukan metode penambangan dan bagaimana cara
penambangan. Untuk dilakukan ekstraksi atau peleburan maka dipilihlah kadar yang
tinggi (high grade deposit) dan jumlah yang besar.
Selain itu, aspek mining juga berpengaruh terhadap ekstraksi metalurgi karena
untuk menentukan metode ekstraksi apa yang akan digunakan.Selain itu, aspek
mining juga berpengaruh dalam pembangunan smelter untuk peleburan bijih logam.
Apabila bijih logam yang ditambang tidak memiliki kadar yang tinggi maka
pembangunan smelter akan menyebabkan produk yang dihasilkan tidak memiliki
kualitas yang bagus. Ditambah dengan jumlah logam yang dihasilkan sedikit,
pembangunan smelter akan menyebabkan naiknya biaya operasi karena supply logam
untuk dileburkan tidak baik.
Aspek pertambangan (mining) tidak bisa terlepas dari ekstraksi metalurgi karena
yang akan dilakukan peleburan berasal dari pertambangan. Logam yang akan dilebur
pun harus memiliki kualitas, kuantitas dan kadar yang baik. Selective Mining dapat
dilakukan untuk menambang logam yang hanya memiliki kadar yang baik. Supply
logam yang akan dilebur pun harus berjalan dengan baik agar pabrik smelter dapat
beroperasi terus menerus. Selain itu, aspek pertambangan juga menentukan metode
peleburan seperti apa yang sesuai dengan sifat logam yang akan di lebur dan biaya
yang akan dikeluarkan. Maka, Aspek pertambangan (mining) sangat penting dalam
proses pembangungan pabrik smelter dan proses ekstraksi metalurgi.

b. Aspek processing
Pengolahan mineral (mineral dressing) adalah pengolahan mineral secara fisik.
Tujuan dari pengolahan mineral adalah meningkatkan kadar logam berharga dengan
cara membuang bagian-bagian dari bijih yang tidak diinginkan. Secara umum, setelah
proses mineral dressing akan dihasilkan tiga kategori produk, yaitu :
1. Konsentrat, dimana logam-logam berharga terkumpul dan dengan demikian
kadarnya menjadi tinggi.
2. Tailing, dimana bahan-bahan tidak berharga (bahan ikutan, gangue mineral)
terkumpul.
3. Middling, yang merupakan bahan pertengahan antara konsentrat dan tailing.
Aspek processing merupakan aspek yang penting di dalam ekstraksi metalurgi,
karena pada proses inilah bahan baku yang sudah di dapat akan di siapkan sebelum
akhirnya dilakukan peleburan.
Aspek processing disini ialah kegiatan sebelum dilakukannya peleburan atau
dengan kata lain proses pengolahan untuk meningkatkan kadar. Bahan tambang yang
sudah ditambang akan dilakukan pengolahan untuk menaikkan nilai tambah. Dari
pengolahan (processing) inilah dapat diketahui mineral apa saja yang terkandung
didalam logam tersebut. Apakah masih banyak mineral ikutan didalam logam tersebut
yang apabila dilakukan peleburan kembali akan menguntungkan karena kadar yang
tinggi atau nilai jualnya yang tinggi.

c. Aspek ilmu pengetahuan


Aspek ilmu pengetahuan ini berpengaruh pula pada proses ekstraksi metalurgi misalnya
saja dengan ilmu termodinamika dan termokimia. Dari kedua ilmu tersebut kita bias
merencanakan proses ekstraksi dengan tepat berdasarkan logam yang akan kita lebur, dimana
kita bias mengetahui titik melting dengan suhu yang tepat, perubahan fase, energy yang
dibutuhkan dan sebagainya.
 Skema keterkaitan aspek – aspek tersebut

ASPEK LEGALITAS

ASPEK PROCESSING ASPEK MINING

EKSTRAKSI
METALURGI

ASPEK ILMU
PENGETAHUAN ASPEK MINERALOGI

 Kriteria yang mendasari aspek tersebut adalah


a. Aspek Mining : hal yang mendasarinya adalah kegiatan prospeksi, eksplorasi,
studi kelayakan dan eksploitasi
b. Aspek Mineral processing : hal yang mendasarinya adalah kegitan crushing,
grinding screening, untuk meningkatan nilai kadar dari mineral
c. Aspek Ilmu Pengetahuan : hal yang mendasarinya adalah ilmu fisika dan kimia
yang berkaitan dengan kalor atau panas seperti hukum termodinamika, hukum
termokimia, asas black.

3. Jelaskan apa saja ilmu pengetahuan yang mendukung dalam ekstraksi metalurgi? Dan apa
peranan masing-masing ilmu pengetahuan tersebut dalam peleburan logam?

Penyelesaian :

 Ilmu pengetahuan yang mendukung dalam ekstraksi metalurgi adalah :


a. Perubahan fase
-gas  liquid/liquid  gas (kondensasi)
- gas  solid / solid  gas (retorting)
-liquid  solid/solid  liquid (smelting)
b. Termodinamika
Ilmu yang membahas tentang hubungan panas dan kerja
Tahap pembangunan pabrik ekstraksi :
-thermodinamika : berhubungan dengan kemungkinan kelangsungan proses kimia
serta keadaan akhir yang akan dicapai
-kinetika : mempelajari laju/ kecepatan reaksi dan pengendaliannya.
-transport fenomena : mempelajari tentang perpindahan massa dan kalor dari
reaksi
-perekayasaan : hubungan dengan perencanaan dan perancangan pembangunan
peralatan/ reaktor dan sarana pendukung yang diperlukan untuk merealisasikan
proses yang direncanakan.
Peranan thermodinamika:
1. Tahap preparasi : termodinamika diterapkan pada diagram kesetimbangan
logam-sulfur - oksigen
2. Tahap ekstraksi : termodinamika dipakai untuk memperkirakan
berlangsungnya proses redoks logam baik menggunakan reduktor C, H2, logam
lainnya ( metallothermik) berdasar data kesetimbangan pembentukan oksida
berbagai logam dapat dibentuk diagram ellingham 4M/X + O2 = 2/X M2OX
3. Tahap pemurnian :
-pada tahap ekstraksi reduksi merupakan reaksi kimia yang sangat penting pada
salah satu metode pemurnian, secara pirometalurgi justru sebaliknya yaitu reaksi
oksidasi.
-pada metode ini unsur pengotor diubah menjadi oksida yang secara fisik dapat
dipisahkan dari logam utamanya baik sebagai oksida leleh, padatan maupun
dalam bentuk gas
-diagram ellingham juga dapat untuk menentukan penghilangan unsur tertentu
dengan cara oksidasi selektif
-proses pemurnian dilakukan untuk menurunkan kandungan unsur-unsur pengotor
-pemurnian dapat dilakukan dengan elektrolitik
c. Entropi
Suatu fungsi keadaan yg mrpkn uk/keteraturan/ ketidakteratruran struktur atom
suatu system. Entropi naik bila system mengalami proses menurunnya keteraturan
struktur atomnya. Pelelehan, penguapan merupakan proses yang disertai kenaikan
entropy.
Secara kuantitatif kenaikan entropy besarnya = jumml kalor yang diserap secara
isotermik dan reversible dibagi oleh T absolut system pada waktu proses
berlangsung. Suatu proses berlangsung secara reversible apabila pada setiap saat
selama berlangsung, system pada keadaan hanya sedikit menyimpang dari
keadaan setimbang.
Mis : peleburan pada titik leburnya.

d. Diagram ellingham
Merupakan diagram yang menggambarkan harga Δ˚G (energi bebas)
pembentukan oksida berbagai unsur/ logam sebagai fungsi temperatur.
Informasi yang terdapat didalamnya:
-bila harga Δ˚G<0 mk reaksi berlangsung spontan, suatu oksida akan stabil
-bila grafik perubahan energi bebas berada di bwh grs Δ˚G = 0 mk oksida logam
akan stabil.

4. Jelaskan apa yang anda ketahui tentang “geometalurgy” dan buat skema keterkaiatannya dengan
ekstraksi metalurgi?

Penyelesaian :

Geometalurgy merupakan ilmu yang menghubungkan geologi dan block mode ke


pengolahan metalurgi dan perencanaan produksi. Dalam pengertian lain, Geometalurgi
Adalah disiplin ilmu dari integrasi pendekatan analisa data geologi, perencanaan , dan
metalurgi (ekstraktif – pemrosesan bijih), yang menghasilkan informasi dan knowledge
untuk optimasi profitabilitas sumberdaya mineral. Geometalurgy juga merupakan disiplin
ilmu dari integrasi pendekatan analisa data geologi, perencanaan tambang dan metalurgi yang
menghasilkan informaasi dan pengetahhuan untuk optimasi profit sumberdaya mineral.
 Skema keterkaitan geometalurgy dengan ekstraksi metalurgi

BAHAN GALIAN

GEOLOGI-EKSPLORASI PENAMBANGAN METALURGI

GEOMETALURGI

5. a. Sebutkan dan jelaskan tahapan proses peleburan logam secara umum pyrometalurgi ? apa saja
4 persiapan yang harus dilakukan sebelum peleburan logam serta apa fungsi dati tanur
(furnace), flux, coke dan refractory dalam proses peleburan?
b. Dalam proses peleburan logam kita mengenal primary impurities dan secondary impurities
jelaskan!

Penyelesaian :

a. 1. Tahapan proses peleburan logam secara umum pyrometalurgi


Suatu proses ekstraksi metal dengan memakai energi panas. Suhu yang dicapai ada yang
hanya 50º - 250º C (proses Mond untuk pemurnian nikel), tetapi ada yang mencapai 2.000º
C (proses pembuatan paduan baja). Yang umum dipakai hanya berkisar 500º - 1.600º C ;
pada suhu tersebut kebanyakan metal atau paduan metal sudah dalam fase cair bahkan
kadang-kadang dalam fase gas. Umpan yang baik adalah konsentrat dengan kadar metal
yang tinggi agar dapat mengurangi pemakaian energi panas. Penghematan energi panas
dapat juga dilakukan dengan memilih dan memanfaatkan reaksi kimia eksotermik
(exothermic). Sumber energi panas dapat berasal dari :
1. Energi kimia (chemical energy = reaksi kimia eksotermik).
2. Bahan bakar (hydrocarbon fuels) : kokas, gas dan minyak bumi.
3. Energi listrik.
4. Energi terselubung/tersembunyi, panas buangan dipakai untuk pemanasan awal
(preheating process).
Peralatan yang umumnya dipakai adalah :
1. Tanur tiup (blast furnace).
2. Reverberatory furnace.
Sedangkan untuk pemurniannya dipakai :
1. Pierce-Smith converter.
2. Bessemer converter.
3. Kaldo cenverter.
4. Linz-Donawitz (L-D) converter.
5. Open hearth furnace.
Proses pirometalurgi terbagi atas 5 proses, yaitu :
1. Drying (Pengeringan) Adalah proses pemindahan panas kelembapan cairan dari
material. Pengeringan biasanya sering terjadi oleh kontak padatan lembap
denganpembakaran gas yang panas oleh pembakaran bahan bakar fosil. Pada beberapa
kasus, panas pada pengeringan bisa disediakan oleh udara panas gas yang secara tidak
langsung memanaskan. Biasanya suhu pengeringan di atur pada nilai diatas titik didih
air sekitar 120ºC.pada kasus tertentu, seperti pengeringan air garam yang dapat larut,
suhu pengeringan yang lebih tinggi diperlukan.
2. Calcining (Kalsinasi) Kalsinasi adalah dekomposisi panas material. Contohnya
dekomposisi hydrate seperti ferric Hidroksida menjadi ferric oksida dan uap air atau
dekomposisi kalsium karbonat menjadi kalsium oksida dan karbon diosida dan atau
besi karbonat menjadi besi oksida.Proses kalsinasi membawa dalam variasi
tungku/furnace termasuk shaft furnace, rotary kilns dan fluidized bed reactor.
3. Roasting (Pemanggangan) Adalah pemanasan dengan kelebihan udara dimana udara
dihembuskan pada bijih yang dipanaskan disertai penambahan regen kimia dan
pemanasan ini tidak mencapai titik leleh (didih). Kegunaan Roasting adalah : -
Mengeluarkan sulfur, Arsen, Antimon dari persenyawaannya - Merubah mineral sulfida
menjadi oksida dan sulfur 2 ZnS + 3O2 2 ZnO + 2 SO4 - Membentuk material menjadi
porous - Menguapkan impurity yang foltair. Dapur yang digunakan pada proses
roasting, yaitu : - Hazard Vloer Oven - Suspensi roasting oven - Fluiized bed roasting
Jenis-jenis roasting, yaitu :
a. Oksida Roasting Biasanya dilakukan terhadap mineral-mineral sulfida pada
temperatur tinggi (direduksi langsung). Pada temperatur rendah : - sulfida logam
dapat direduksi dengan Carbon membentuk CS dan CS2. - Tidak dapat direduksi
langsung karena sulfida logam-logam lebih stabil
b. Reduksi Roasting Adalah suatu proses pemanggangan dimana suatu oksida
mengalami proses reduksi oleh suatu reduktor gas yang dimaksudkan untuk
menurunkan derajat oksidasi suatu logam. Peristiwa reduksi ini tidak dapat tercapai
untuk suatu oksida yang sangat stabil.
c. Chlor Roasting Dalam proses ini, bijih/konsentrat dipanggang bersama senyawa
klorida (CaCl2,NaCl) atau dengan gas Cl2. Tujuan chlor roasting adalah : -
Menghasilkan senyawa klorida logam dalam air (di ekstraksi) Menghasilkan
senyawa klorida logam-logam yang mudah menguap agar dapat dipisahkan dari
mineral-mineral pengganggu (Metalurgi Halida).
d. Fluor Roasting Pemanggangan ini menggunakan reagent F2. e. Yodium Roasting
Pemanggangan ini menggunakan reagent I2.
4. Smelting Adalah proses peleburan logam pada temperatur tinggi sehingga logam ,leleh
dan mecair setelah mencapai titik didihnya. Oven yang digunakan, yaitu :
a. Schacht Oven
b. Scraal Oven (revergeratory Furnace
c. Electric Oven (Electric Furnace)
Dalam pemakaian oven yang perlu diperhatikan, yaitu :
a. Ketahanan mekanis dari feeding
b. Kemurnian dari bahan bakar.
Smelting terbagi beberapa jenis, yaitu :
a. Reduksi smelting
b. Oksidasi smelting
c. Netral smelting
d. Sementasi smelting
e. Sulfida smelting
f. Presipitasi smelting
g. Flash smelting (peleburan semprot)
h. Ekstraksi timbal dan seng secara simultan.
5. Refining (Pemurnian) Pemunian adalah pemindahan kotoran dari material dengan
proses panas. Contoh Proses Ekstraksi Metaluri Secara Pirometalurgi.

2. 4 persiapan sebelum peleburan logam, yaitu:


a. Drying ( pengeringan ) adalah suatu proses yang bertujuan untuk
menghilangkan / mengurangi kandungan air bebas.
Tujuan dari drying :
- Mengeluarkan H2O
- Merubah dari fase padat ke fase cair tetapi tidak terjadi peleburan
b. Kalsinasi Temperatur kaslinasi harus lebih tinggi dari drying dan
membutuhkan panas untuk menguraikan air hidrat
Tujuan kalsinasi :
- Penguraian karbonat
- Penguraian hydrant (air kristal)
c. Roasting ( pemanggangan ) adalah suatu proses pemanasan suatu material /
konsentrat tanpa disertai peleburan, yang bertujuan untuk mengubah
senyawa-senyawa yang terkandung menjadi senyawa-senyawa lain yang
sesuai untuk proses selanjutnya.
d. Aglomerasi, Suatu proses penggumpalan dari partikel yang kecil menjadi
partikel yang lebih besar. Biasa dilakuakan pada bijih, konsentrat dan
partikel-partikel yang mengalami roasting. Aglomerasi diperlukan apabila
diumpankan butiran yang terlalu halus dapat terjadi penyumbatan aliran-
aliran gas terganggu.

3. fungsi alat
1. Tanur (Furnace) : suatu alat sejenis oven berukuran besar, berupa ruangan
dengan penyekat termal yang dapat dipanaskan hingga mencapai suhu tertentu,
untuk menyelesaikan tugas atau proses tertentu seperti pengeringan,
pengerasan, atau perubahan kimiawi. Berbagai industri dan perdagangan
memanfaatkan berbagai jenis dan bentuk tanur, misalnya untuk mengolah
tanah liat menjadi gerabah, batu bata, keramik dan lain-lain. Juga untuk
memproses bijih logam, batu gamping, pembuatan semen, pengeringan kayu,
dan sebagainya.
2. Fluk : bahan yang digunakan untuk membantu penggabungan logam atau
mineral tertentu. Bahan tersebut diterapkan pada sisi atau permukaan benda
yang akan digabungkan melalui proses welding, soldering, atau brazing.
Penambahan bahan fluks berguba untuk mencegah , melarutkan atau
memudahkan penghilangan pengotor (oksida-oksida tertentu atau zat-zat
lainnya) dan membantu proses penyatuannya.
3. Refractory : mineral yang tahan terhadap penguraian oleh panas, tekanan, atau
serangan kimia. Ini paling sering mengacu pada mineral yang
mempertahankan kekuatan dan terbentuk pada suhu tinggi. Refraktori
digunakan untuk tungku, klin, insinerator, dan reaktor. Selain itu juda
digunakan untuk membuat cawan lebur dan cetakan untuk pengecoran kaca
dan logam untuk memaparkan siste deflektor api untuk struktur peluncuran
roket. Saat ini, sektor besi dan baja industri dan pengecoran logam
menggunakan sekitar 70% dari semua refraktori yang dihasilkan.
4. Coke : adalah bahan karbon padat yang berasal dari distilasi batubara rendah
abu dan rendah sulfur, batubara bitumen. Digunakan sebagai bahan bakar dan
sebagai agen pereduksi dalam peleburan bijih besi dalam blast furnace. Kokas
ini digunakan untuk mengurangi oksida besi (hematite) untuk mengumpulkan
besi.

b. 1. Primary impurities merupakan pengotoe utama dalam proses peleburan.


2. secondary impurities merupakan pengotor sampingan didalam peleburan.

6. a. apa yand dimaksud dengan diagram Ellingham dan apa hubungannya dengan proses
peleburan?
b. apa hubungan diagram Ellingham dengan daftar periodik yang anda ketahui?
c. bila diketahui: reaksi suatu logam alumina (Al2O3) dan magnesium oksida (MgO) mana yang
lebih stabil pada suhu 1.200 oc dan hitung berapa free gips energi (∆GO) dalam kaitannya
dengan gas yang dihasilakan (CO2) dan pembentukan Cu2O (lihat diagram Ellingham)
bagaimana reaksi yang terjadi antara: Al dengan Cu2O dan reaksi antara Al2O3 dan
magnesium oksida.

a. 1. Diagram Ellingham adalah diagram yang menunjukkan berbagai macam kuantitas energy
gibs dari beberapa jenis logam yang ditunjukkan di dalam suatu reaksi kimia terhadap
fungsi temperature dan tekanan. diagram yang diplot berdasarkan ΔG (energy bebas gibbs)
vs temperatur. Karena nilai ΔH (entalpi) dan ΔS (entropi) pada dasarnya bersifat konstan
terhadap temperatur kecuali terjadi permubahan fasa, sehingga energi bebas Gibbs (ΔG) vs
temperatur dapat digambarkan sebagai persamaan garis lurus dengan ΔS sebagai gradien
dan ΔH sebagai konstanta. Perubahan gradien akan terjadi ketika terjadinya perubahan fasa
pada material yang meliputi pelelehan ataupun penguapan. Adapun informaasi yang daapt
kita ambil pada diagram Ellingham adalah:
o bila harga ∆Gl<0, maka reaksi berlangsung spontan dan suatunoksida akan stabil
o bila grafik perubahan energy berada dibawah garis ∆G = 0, maka oksida juga dapat
kita katakana stabil.

2. hubungan diagram Ellingham dengan proses peleburan yaitu:


- Posisi garis dari suatu reaksi pada diagram Ellingham menunjukan kestabilan
oksida sebagai fungsi dari temperatur. Reaksi yang berada pada bagian atas
diagram adalah logam yang bersifat lebih mulia (contohnya emas dan platina),
dan oksida dari logam ini bersifat tidak stabil dan mudah tereduksi. Semakin
kebawah posisi garis reaksi maka logam bersifat semakin reaktif dan oksida
menjadi semakin stabil. Suatu logam dapat digunakan untuk mereduksi oksida
jika garis oksida yang akan direduksi terletak diatas garis logam yang digunakan
sebagai reduktor.
- untuk menentukan temperature minimum pada suatu logam agar dapat direduksi oleh
oksigen sehingga menjadi logam.
- memperkirakan reaksi redoks antara logam dan oksigen hiongga dilakukannya proses
peleburan.
- untuk mengeksploitasi semua jenis logam yang cocok digunakan sebagai pereaksi
pereduksi untuk oksigen logam dari logam lainnya.
- menentukan penghilangan unsure tertentu yang dilakukan dengan cara oksida selektif.
- Diagram Ellingham juga dapat digunakan untuk menentukan rasio antara CO
dan CO2 yang dibutuhkan untuk dapat mereduksi logam oksida menjadi logam.
Selain itu diagram ini dapat digunakan untuk mengetahui kesetimbangan dari
tekanan partial oksigen dari logam atau oksida saat temperatur tertentu.

b. 1. hubungan diagram Ellingham dengan table periodic unsur merupakan diagram yang
diplot berdasarkan ∆G dan temperature suatu bahan, untuk dapat memplotkannya kita
harus mengetahui sifat dari material atau unsure yang ingin kita ketahui. Sifat-sifat ini
dapat kita lihat pada tabel periodik unsure.
2. Untuk meplot energi bebas sebagai fungsi temperatur untuk mengamati kondisi
pada reaksi redoks yang mungkin terjadi.
3. Untuk mengetahui titik leleh dan titik lebur dari mineral logam tersebut
4. Untuk mengetahui sifat kimia dari mineral logam yang akan dilebur.

c. reaksi suatu logam alumina (Al2O3) dan magnesium oksida (MgO) mana yang lebih stabil pada
suhu 1.200o.
dari grafik yang lebih stabil adalah Al2O3 karena berada diatas grafik MgO, sehingga MgO
akan mereduksi 2CuO dengan reaksi sebagai berikut:
4/3 Al + O2 → 2/3 Al2O3 2Mg + O2 → 2MgO
4Cu + O2 → 2 Cu2O 4/3 Al + O2 → 2/3Al2O3
4/3 Al + 2Cu2O → 4Cu + 2/3 Al2O3 2Mg + 2/3 Al2O3 → 4/3 Al + 2MgO

Free gibs energy (∆GO) dalam kaitannya dengan gas yang dihasilkan (CO2) dan pembentukan
Cu2O
Cu + CO2 → CuO2 + C
∆GO1000 = ∆GO CuO2- ∆GOCO2
= (-200)-(-400)
= 200
Reaksi yang terjadi antara: Al dengan Cu2O dan reaksi anatara Al2O3 dan MgO
Al2O3 + MgO2
3MgO2 + 4Al → 2Al2O3 + 3Mg
T < 1500Oc → spontan, Al2O3 stabil
T > 1500oc → tidak spontan, MgO2 satbil