Anda di halaman 1dari 3

A.

Perkembangan Peradaban Islam


Peradaban Islam adalah dari kebudayaan islam yang meliputi berbagai aspek seperti
moral, kebudayaan, dan ilmu pengetahuan yang luas. Peradaban islam telah di mulai sejak
masa Rsulullah, khulafaurrasyidin, dan terus berkembang pada Dinasti Umayyah dan
Abbasiyah.

1. peradaban islam pada masa Dinasti Umayyah

Dinasti Umayyah berdiri setelah berakhirnya masa ke khalifahan Ali bin Abi
Thalib. Dinasti Bani Umayyah didirikan oleh Muawiyah bin Abi Sufyan bin Flarb bin
Umayyah (Klaifah pertama).
Dinasti bani Umayyah berdiri ± 90 tahun (40-132 H / 661-750 H) dengan damaskus
sebagai pusat pemerintahanya. Dinasti Umayyah sangat bersifat arab orientalis,
artinya dalam segala hal dan segala bidang para pejabatnya berasal dari keturunan
arab murni, begitupula dengan corak yang dihasilkan pada masa dinasti ini. Pada
masa pemerintahan Dinasti ini banyak kemajuan, perkembangan dan perluasan daerah
yang di capai, terlebih pada masa pemerintahan khalifah walid bin abdul malik
( 86-96 H / 705 - 715 M).
Wilayah kekuasaan Dinasti Umayyah berkembang di wilayah timur sampai oxus,
bagian barat india sampai punjab dan lahore. Di utara Pubu Rhodes, Cretta. Dan di
bagian barat menguasai seluruh Afrika utara, Aljurair, Tangeis, Dan spanyol.

2. Peradaban islam pada masa Dinasti

Dinasti Abbsiyah berkuasa selama kurang lebih enam abad (132-656 H / 750- 1258
M). Abbasiyah merupakan kelanjutan dari pemerintah daulah Umayyah yang lebih
hancur dari damaskus. Dinamakan Abbasiyah karena para pendiri dan penguasa
dinasti ini merupakan keturunan Abbas paman Nabi Muhammad SAW. Dinasti
Abbasiyah disamping bercorak arab murni, juga terpengruh dengan pemikiran dan
peradaban Persia, Ramawi Timur, Mesir dan sebagainya juga Dinasti Abbasiyah ini
sistem pilitiknya lebih bersifat demokratis dari pada Dinasti Umayyah yang bersifat
oriental.
Pada masa Dinasti ini pula kekuasaan islam sangat luas yang meliputi wilayah
yang lebih dikuasai Bani Umayyah antara lain Hijjaz, Taman utara dan selatan,
Olman, Kawit, Iran (persia), Irak, Tordenia, Palestina, Libonan, Mesir, Tunasia,
Spanyol, Afganistan, Maroko, pakistan, dan Al- Jurair. Juga mengalami perluasan
kedaerah turki, wilayah-wilayah armenia dan sekitar laut kaspia yang sekarang
termasuk wilayah Rusia. Wilayah bagian barat India dan Asia Tengah serta wilayah
perbatasan China sebelah barat.
B. Contoh - contoh kemajuan perkembangan peranan Islam pada
masa kejayaan.
1. Peradaban Islam pada Masa Dinasti Umayyah
a. Ekonomi
Pada masa Khalifah Muawiyah, didirikan percetakan uang yang bertuliskan bahas
arab yang terbuat dari perunggu. Lalu disempurnakan oleh Khalifah Abdul Malik bin
Marwan. Mata uang tersebut terbuat dari emas, perak, dan perunggu. Untuk kepentingan itu,
Khalifah Abdul Malik bin Marwan mendirikan pabrik percetakan uang di Damaskus.
Dalam bidang teknologi, dinasti ini telah mampu menciptakan senjata-senjata perang
yang canggih pada masanya, sarana transportasi darat maupun laut, serta sistem pertanian dan
pengairan.
b. Sosial dan Budaya
Pada masa ini telah banyak bangunan hasil rekayasa umat Islam dengan mengambil
pola Romawi, Persia, dan Arab. Contohnya adalah bangunan masjid Damaskus yang
dibangun pada masa pemerintahan Walid bin Abdul Malik.
Kebijakan lain dari peninggalan pemerintahan Dinasti Umayyah adalah mendirikan
lembaga Mahkamah Agung guna mengadili para pejabat tinggi negara yang melakukan
tindakan yang merugikan bangsa dan negara. Ia juga membangun Kubah Baru (Qubbah al-
Sakhra) di Yerussalem.
Dalam bidang sosial budaya, Khalifah pada masa Bani Umayyah banyak memberi
kontribusi yang cukup besar dengan dibangunnya rumah sakit (mustasyfayat) di setiap kota
oleh Khalifah Walin bin Abdul Malik.
Seni sastra berkembang dengan pesat dan bermutu tinggi. Seni suara adalah seni baca
al-Qur'an, qasidah, musik dan lagu-lagu yang bernapaskan cinta kepada Allah.
c. Ilmu Pengetahuan
Ilmu pengetahuan yang berkembang pada masa Dinasti Umayyah sebagai berikut :
1) Ulumul lisaniyah, yaitu ilmu yang diperlakuan untuk memastikan Al-qur’an, menafsirkan,
dan memahaminya.
2) Tarikh (sejarah), yang meliputi tarikh kaum muslimin dan segala perjuangannya, riwayat
hidup pemimpin-pemimpin mereka, serta tarikh umum, yaitu tarikh bangsa-bangsa lain.
3) Ilmu qiraat, yaitu ilmu yang mebahas tentang membaca Al-Qur’an.
4) Ilmu tafsir, yaitu ilmu yang mebahas tentang undang-undang dalam menafsirkan Al-Qur’an.
5) Ilmu hadis, yaitu ilmu yang ditujukan untuk menjelaskan riwayat dan sanad hadis, karena
banyak hadis yang bukan berasal dari Rasulullah.
6) Ilmu nahwu, yaitu ilmu yang menjelaskan cara membaca suatu kalimat di dalam berbagai
posisi.
7) Ilmu bumi (al- jughrafia), yaitu ilmu yang mebahas tentang keadaan letak wilayah.
8) Ulumud dakhilah, yaitu ilmu0ilmu yang disalin dari bahasa asing ke dalam bahasa Arab dan
disempurnakan untuk kepentingan kebudayaan Islam. Contohnya ilmu-ilmu pengobatan dan
kimia.
d. Politik
Politik telah mengalami kemajuan dan perubahan sehingga lebih teratur dibandingkan
masa sebelumnya, terutama dalam hal kepemimpinan dngan dibentuknya sekretariat negara,
ajudan, organisasi keuangan, organisasi kehakiman, dan organisasi tata usaha negara.
Pada masa itu juga telah dibangun armada laut dengan sempurna yang berhasil
menaklukkan Pulau Rhodus dengan panglimanya Laksamana aqabah bin Amir. Muawiyah
juga membentuk armada yang bisa bertempur dalam segala musim.

2. Peradaban Islam pada Masa Dinasti Abbasiyah

a. Bidang Sosial ddan Budaya


Kemajuan ilmu pengetahuan dan sosial budaya yang ada pada Dianasti Abbasiyah
adalah seni bangunan dan arsitektur. Kemajuan juga terjadi pada bidang sastra, bahasa, dan
seni musik. Pada masa inilah lahir seorang sastrawan dan budayawan terkenal, seperti Abu
Nawas, Abu Athahiyah, al-Mutanabby, dan Abudullah bi Muqaffa.
b. Bidang Politik dan Militer
Pemerintah Dinasti Abbasiyah membentuk departemen pertahanan dan keamanan
yang disebut Diwanul Jundi. Departemen inilah yang mengatur semuayang berkiatan dengan
kemiliteran dan pertahanan keamanan.

c. Bidang Ilmu Pengetahuan


Di antara sejarawan muslim pertama yang terkenal yanh hidup pada masa ini adalah
Muhammad bin Ishaq (152H/768M). Astronom pertama muslim, Muhammad bin Ibrahim al-
Farazi (777M), membuat astrolobe atau alat ukur ketinggian bintang. Di bidang kimia,
muncul Jabir bin Hayyan sebagai Bapak Ilmu Kimia Islam. Tokoh kedokteran lainnya adalah
Ibnu Sina. Ilmu yang lain juga dikembangkan pada masa pemerintahan Dinasti Abbasiyah
adalah ilmu hisab/matematika.
d. Bidang Ilmu Agama
Di antara ilmu pengetahuan agama Islam yang berkembang pesat pada masa itu
adalah ilmu tafsir dengan tokoh yang terkenal al-Subhi, Muqatil bin Sulaiman, Muhammad
bin Ishaq, Abu Bakar al-Asham, dan Abu Muslim al-Asfahani.
Dalam bidang fiqih ulama yang terkenal pada masa ini adalah Imam Abu Hanifah,
Imam Malik, Imam Syafi’i, dan Imam Hanbali.