0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
199 tayangan14 halaman

Motif Batik Geometri dengan Parabola

Tulisan ini membahas tentang pembuatan motif batik baru menggunakan persamaan grafik fungsi parabola. Langkah-langkah yang dijelaskan meliputi membuat sketsa grafik fungsi parabola, membatasi daerah parabola dengan garis, dan merapikan pola yang dihasilkan menjadi desain motif batik baru.

Diunggah oleh

Keke Febrian
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
199 tayangan14 halaman

Motif Batik Geometri dengan Parabola

Tulisan ini membahas tentang pembuatan motif batik baru menggunakan persamaan grafik fungsi parabola. Langkah-langkah yang dijelaskan meliputi membuat sketsa grafik fungsi parabola, membatasi daerah parabola dengan garis, dan merapikan pola yang dihasilkan menjadi desain motif batik baru.

Diunggah oleh

Keke Febrian
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

KARYA TULIS ILMIAH

Pembuatan Motif Batik Versi Geometri dengan


Persamaan Grafik Fungsi Parabola

DISUSUN OLEH
KEKE FEBRIANSARI

PROGRAM STUDI TADRIS MATEMATIKA


FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN THAHA SAIFUDDIN
JAMBI
1

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan puji syukur kehadirat Allah SWT atas

terselesaikannya karya tulis ilmiah dengan judul : “pembuatan motif batik versi

geometri dengan (kombinasi) lingkaran dan persamaan grafik fungsi parabola”

yang merupakan salah satu hasil karya ilmiah yang telah dibuat pada saat semester

III.

Selama menyelesaikan tugas ini, penulis telah banyak menerima

bimbingan, pengarahan, petunjuk, dan saran, serta fasilitas yang membantu

hingga akhir dari penulisan karya tulis ilmiah ini. Untuk itu penulis

menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Ibu Aisyah

selaku dosen mata kuliah geometri analitik yang telah memberikan bimbingan dan

pengarahan dalam menyelesaikan karya tulis ilmiah. Serta media massa yang

telah membantu untuk mempermudah sekaligus mempercepat dalam pembuatan

karya tulis ilmiah ini.

Akhirnya penulis berharap semoga karya tulis ilmiah ini dapat bermanfaat

bagi semua pihak yang membantu, meskipun dalam karya tulis ilmiah ini masih

banyak kekurangan. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun tetap

penulis harapkan.

Jambi, Maret 2018

Penulis
2

DAFTAR ISI

Kata Pengantar ......................................................................................... 1


Daftar Isi.................................................................................................. 2

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang .................................................................................. 3
B. Rumusan Masalah ............................................................................. 3
C. Tujuan .............................................................................................. 4
D. Manfaat............................................................................................. 4

BAB II PEMBAHASAN
A. Bentuk Umum Grafik Fungsi Parabola .............................................. 5
B. Membuat Motif Batik dengan Persamaan Grafik Fungsi Parabola ..... 5

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan .................................................................................. 12
B. Saran ............................................................................................ 12

Daftar Pustaka ......................................................................................... 13


3

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Batik merupakan karya seni warisan budaya bangsa milik Indonesia.
Keindahan batik telah diakui dunia melalui penetapan UNESCO sejak 2
Oktober 2009 bahwa batik merupakan salah satu warisan kemanusiaan untuk
karyalisan dan non bendawi (Master pieces of the Oral and Intangible
Heritage of Humanity). Karya seni batik tidak hanya didominasi dari budaya
Jawa, karena sesungguhnya daerah-daerah lain di Indonesia juga memiliki
karya seni lukis kain (jika boleh disebut demikian) atau batik. Lukisan
bernilai seni tinggi dapat kita jumpai pada ornamen kain ulos (batak),
sasirangan (Kalimantan Selatan), maupun dari belahan Indonesia lainnya
yaitu batik Papua, batik Sulawesi dan sebagainya. Hal ini menunjukkan
bahwa betapa kayanya budaya kita.
Bentuk geometri yang dapat dijumpai pada batik berupa titik, garis
dan bidang datar. Bidang datar tersebut misalnya lingkaran, elips, segiempat
dan sebagainya. Bentukan artistik pada batik dihasilkan melalui transformasi
titik, garis atau bidang datar tersebut melalui translasi (pergeseran), rotasi
(perputaran), refleksi (pencerminan) atau dilatasi (perkalian). Dalam hal ini
saya akan membuat motif batik terbaru dengan menggunakan rumus grafik
fungsi. Dengan penggunaan rumus diharapkan agar dapat menunjukkan
adanya pola batik yang sudah ada dan menginspirasi.

B. Rumusan Masalah
Dalam pembuatan karya ilmiah dapat diajukan masalah yaitu
bagaimanakah persamaan dan grafik fungsi untuk membentuk motif batik ?
4

C. Tujuan
Adapun tujuan dari karya ilmiah ini yaitu :
1. Untuk mengetahui persamaan dan grafik fungsi yang membentuk motif
batik.

D. Manfaat
Dengan menggunakan grafik fungsi kita dapat membuat motif batik
terbaru yang mungkin belum pernah ada. Selain kita dapat membuat motif
batik, kita juga dapat menambah kecintaan terhadap jenis kain khas bangsa
Indonesia yakni batik.
5

BAB II
PEMBAHASAN

A. Bentuk Umum Grafik Fungsi Parabola


Kurva fungsi kuadrat y = f( x ) = ax2 + bx + c, dengan a  0 berbentuk
parabola.

A >0 A< 0

 Jika nilai a > 0 maka parabola terbuka keatas dan mempunyai nilai
ekstrem minimum.
 Jika nilai a < 0 maka parabola terbuka kebawah danmempunyai nilai
ekstrem maksimum.

B. Membuat Motif Batik Versi Geometri dengan Persamaan Grafik Fungsi


Parabola
Sebelum kita membuat motif batik, terlebih dahulu kita membuat
sketsa grafik fungsi parabola. Langkah-langkah dalam membuat sketsa grafik
fungsi parabola ( y = ax2 + bx + c ) :
 Menentukan titik potong grafik dengan sumbu x → y = 0

𝒂𝒙𝟐 + 𝒃𝒙 + 𝒄 = 𝟎
kemudian difaktorkan sehingga diperolehakar-akarnya yaitu x1 dan x2 . jika
kesusahan dalam memfaktorkan coba di cek dahulu nilai D nya.
1. Jika D < 0 maka fungsi tersebut memang tidak mempunyai akar-akar
persamaan fungsi kuadrat sehingga sketsa grafik fungsi
kuadrat tidak memotong sumbu x.
2. Jika D > 0 maka fungsi tersebut mempunyai akar-akar persamaan fungsi
kuadrat namun kita kesulitan dalam menentukannya, bisa jadi karena
6

angkanya yang susah difaktorkan atau faktornya dalam bentuk desimal.


Akar-akarnya dapat kita cari dengan rumus abc :

−𝒃 ± √𝒃𝟐 − 𝟒𝒂𝒄
𝒙𝟏.𝟐 =
𝟐𝒂

Setelah kita mendapatkan nilai x1 dan x2 maka titik potong grafik fungsi
kuadrat dengan sumbu x : ( x1 , 0 ) dan ( x2 , 0 )
 Menentukan titik potong grafik dengan sumbu y → x = 0
karena x = 0 maka y = c dan titik potong dengan sumbu y = ( 0 , c )
 Menentukan sumbu simetri ( xp ) dan titik ekstrem ( yp )
Dari penentuan sumbu simetri ( xp ) dan nilai eksterm ( yp ) diperoleh
titik puncak grafik fungsi kuadrat/parabola : ( Xp , Yp )

Posisi grafik fungsi kuadrat/parabola terhadap sumbu x


mengulang pembahasan mengena ititik potong sumbu x → y = 0 ada 3
kemungkinan :

 D > 0 → grafik fungsi kuadrat memotong sumbu x di dua titik


 D = 0 → grafik fungsi kuadrat menyinggung sumbu x di satu titik
 D < 0 → grafik fungsi kuadrat tidak memotong sumbu x
7

Dengan menggabungkan dengan nilai a nya dapat dibuat sketsa grafik


fungsi kuadrat/parabola :

Dalam membuat motif batik kita gunakan beberapa persamaan fungsi


parabola yaitu :
a. 𝑥 2 − 4𝑦 + 4 = 0
b. 𝑥 2 + 4𝑦 + 4 = 0
c. 𝑦 2 − 2𝑥 − 2𝑦 + 2 = 0
d. 𝑦 2 − 2𝑥 + 2𝑦 + 2 = 0
e. 𝑦 2 + 2𝑥 − 2𝑦 + 2 = 0
f. 𝑦 2 + 2𝑥 + 2𝑦 + 2 = 0
Yang mana persamaan fungsi parabola diatas dibuat dalam satu grafik,
sehingga hasilnya seperti dibawah ini.
8

Karena ujung parabola itu tak terhingga batasnya, maka kita akan
membatasinya untuk mendapatkan pola batik yang diinginkan. Dengan
menambahkan persamaan garis , yaitu ;
1. Parabola 𝑥 2 − 4𝑦 + 4 = 0 (parabola terbuka ke atas) dan garis 𝑦 = 5
2. Parabola 𝑥 2 + 4𝑦 + 4 = 0 (parabola terbuka ke bawah) dan garis 𝑦 =
−5
3. Parabola 𝑦 2 − 2𝑥 − 2𝑦 + 2 = 0 dan 𝑦 2 − 2𝑥 + 2𝑦 + 2 = 0 (parabola
terbuka ke kanan) dan garis 𝑦 = 10
4. Parabola 𝑦 2 + 2𝑥 − 2𝑦 + 2 = 0 dan 𝑦 2 + 2𝑥 + 2𝑦 + 2 = 0 (parabola
terbuka ke kiri) dan garis 𝑦 = −10
9

Kita ambil bagian daerah parabolanya telah di batasi oleh persamaan


garis tersebut, sehingga menjadi seperti gambar dibawah ini

Kemudian perbanyakan hasil gambar diatas dengan mengecilkan


ukuran gambar sehingga membentuk sebuah pola.
10

Karena gambar pola diatas masih banyak dengan penuh coretan,


sekarang kita rapikan kembali.
v
11

Jika kita memberikan warna pada pola tersebut, mungkin akan lebih
menarik. Bisa jadi seperti gambar dibawah ini.
12

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Geometri merupakan salah satu cabang dalam ilmu matematika.
Dengan pengembangan titik dan garis, serta dengan penggunaan persamaan
dan grafik fungsi parabola kita dapat membuat motif batik terbaru dengan
menggabungkan bidang yang ada di dalam geometri. Dengan kecintaan
terhadap batik, yang merupakan jati diri bangsa, kita dapat mengangkat derajat
bangsa.

B. Saran
Dengan adanya ilmu pengetahuan khususnya geometri, penggunaan
titik dan garis, serta penggunaan persamaan dan grafik fungsi parabola kita
dapat menemukan ide untuk membuat motif batik dan mengkombinasikannya
dengan bidang yang ada dalam materi geometri, sehingga memperoleh hasil
motif batik yang sangat indah. Diharapakan semoga dengan ide-ide yang
sifatnya membangun, kita dapat menggunakan ilmu matematika, khususnya
geometri untuk mengungkapkan kreasi kita dalam pembuatan motif batik.
Selanjutnya kepada generasi muda, janganlah malu memakai baju batik,
karena batik merupakan ciri khas bangsa kita. Jangan sampai, batik kita
diakui oleh negara lain. Gerak dan kreasi pemuda diharapkan untuk dapat
mengubah bangsa yang lebih baik.
13

DAFTAR PUSTAKA

Wirodikromo, Sartono. 2002. Matematika untuk SMA Jilid 1. Jakarta: Penerbit


Erlangga.
http://www.rumusmatematika.net/lingkaran-dan-unsur-unsurnya.html.
Diakses pada tanggal 29 November 2016 Pukul 8.52 WIB

Anda mungkin juga menyukai