Anda di halaman 1dari 7

Soal Nomor 4

Air yang mengandung nikotin dengan fraksi massa 0,01 (sebanyak 100 kg/jam) akan
diekstraksi dengan menggunakan kerosin yang mengandung nikotin 0,0005 fraksi massa
nikotin (sebanyak 200 kg/jam) secara lawan arah (counter-current) dalam kolom bahan isian
(D=0,4 m). Air dan kerosin tidak saling larut (immiscible). Tujuan sistem tersebut adalah
untuk mengurangi kadar nikotin dalam air menjadi 0,001 fraksi massa nikotin. Diketahui kxa
adalah 0,586 kg/(s.m3. mass fraksi) dan kya sebesar 0,2 (s.m3.mass fraksi)-1.
Pertanyaan
Hitunglah tinggi menara bahan isian yang diperlukan dengan menjabarkan neraca
massannya!
Data kesetimbangan yang diketahui:
xA 0,00101 0,00246 0,005 0,00746 0,00988 0,0202
yA 0,000806 0,00196 0,00454 0,00682 0,00904 0,0185
Keterangan :
x = fraksi massa nikotin dalam air
y = fraksi massa nikotin dalam kerosin
Jawab
Ilustrasi Menara Bahan Isian

Gambar 1. Skema Aliran di Menara Bahan Isian


Asumsi
1. Kondisi operasi menara bahan isian: isotermal dan adiabatis.
2. Aliran fluida yang masuk menara bersifat steady-state.
3. Fluida cair yang masuk hanya terdiri dari air dan nikotin saja, sedangkan kerosin hanya
mengandung nikotin. Selain itu air bersifat inert terhadap kerosin begitu pula
sebaliknya. Air lebih larut dalam kerosin daripada di dalam air.
4. Tidak terjadi permasalahan aliran fluida, seperti flooding, coning, weeping, dan
entrainment.
5. Counter-current flows dengan cross sectioanal areanya konstan berupa lingkaran.
6. Tidak terjadi reaksi kimia di dalam kolom, tetapi hanya terjadi perpindahan massa
nikotin dari media air ke media kerosin.

Bagian atas : Bagian bawah :


xA1 = 0,01 G2 = 200 kg/jam
L1 = 100 kg/jam yA2 = 0,0005
xA2 = 0,001

Data Pendukung lain:


kxa = 0,586 kg/(s.m3.mass fraksi)
kya = 0,2 kg/(s.m3.mass fraksi)
D = 0,4 m

Dimisalkan: Air = B = fase X


Nikotin = A Kerosin = C = fase Y

Perhitungan Rasio Nikotin Masuk dan Keluar Packing


Rasio Nikotin masuk (di dalam air):
𝑥𝐴1 0,01
𝑋𝐴1 = = = 0,0101
1 − 𝑥𝐴1 1 − 0,01
Rasio Nikotin masuk (di dalam kerosin):
𝑦𝐴2 0,0005
𝑌𝐴2 = = = 0,0005025
1 − 𝑦𝐴2 1 − 0,0005
Rasio Nikotin keluar (di dalam air):
𝑥𝐴2 0,001
𝑋𝐴2 = = = 0,001
1 − 𝑥𝐴2 1 − 0,001

Menentukan Laju Massa Kerosin Bebas Menentukan Laju Massa Air Bebas
Nikotin Nikotin
𝐺𝑆 = 𝐺2 . (1 − 𝑦𝐴2 ) 𝐿𝑆 = 𝐿2 . (1 − 𝑥𝐴2 )
𝐺𝑆 = 200 . kg/jam. (1 − 0,005) 𝐿𝑆 = 100 . kg/jam. (1 − 0,01)
𝐺𝑆 = 199,9 kg C bebas Nikotin/jam 𝐿𝑆 = 99 kg B Bebas Nikotin/jam

Menentukan Nilai “YA1”

Gambar 2. Skema Aliran Untuk Perhitungan Neraca Massa Nikotin Overall

Neraca massa Nikotin (A) total di packing tower (Gambar 2):


Rate of mass input – Rate of mass output +Rate of Generation = 0
(𝐺𝑠 𝑌𝐴2 +𝐿𝑠 . 𝑋𝐴1 ) − (𝐺𝑠 𝑌𝐴1 + 𝐿𝑠 𝑋𝐴2 ) = 0
𝐺𝑠 𝑌𝐴2 − 𝐺𝑠 𝑌𝐴1 +𝐿𝑠 . (𝑋𝐴1 − 𝑋𝐴2 ) = 0
𝐺𝑠 𝑌𝐴2 +𝐿𝑠 . (𝑋𝐴1 − 𝑋𝐴2 )
𝑌𝐴1 =
𝐺𝑠
199,9 . 0,0005025 + 99. (0,0101 − 0,001)
𝑌𝐴1 =
199,9
𝑌𝐴1 = 0,005007

Menentukan Persamaan Untuk Mencari Tinggi Packed Column

Gambar 3. Ilustrasi Untuk Perhitungan Neraca Massa di Elemen Volume


Neraca massa Nikotin (A) dalam Media Kerosin di elemen volume (Gambar 3):
Rate of mass input – Rate of mass output +Rate of Generation = 0
𝐺𝑠 𝑌𝐴 |𝑧 − 𝐺𝑠 𝑌𝐴 |𝑧+∆𝑧 − 𝑁𝐴 . 𝑆. ∆𝑧 = 0
( 𝐺𝑠 𝑌𝐴 |𝑧+∆𝑧 − 𝐺𝑠 𝑌𝐴 |𝑧 )
lim = −𝑁𝐴 . 𝑆
∆𝑧→0 ∆𝑧
𝑑( 𝐺𝑠 𝑌𝐴 |𝑧+∆𝑧 − 𝐺𝑠 𝑌𝐴 |𝑧 )
= −𝑁𝐴 . 𝑆
𝑑𝑧
di mana, NA = K 𝑦 α (YA*-YA)
𝐺𝑆 𝑑(𝑌𝐴 )
. = K 𝑦 α (𝑌𝐴 ∗ − 𝑌𝐴 )
𝑆 𝑑𝑧
𝑌𝐴1 𝑇𝑖𝑛𝑔𝑔𝑖 𝑀𝑒𝑛𝑎𝑟𝑎
𝑑(𝑌𝐴 ) 𝑆
∫ = . K α. ∫ dz
𝑌𝐴2 (𝑌𝐴 ∗ − 𝑌𝐴 ) 𝐺𝑆 𝑦 0
𝑌𝐴1
𝐺𝑆 𝑑(𝑌𝐴 )
Tinggi menara = .∫
𝑆. K 𝑦 α 𝑌𝐴2 (𝑌𝐴 ∗ − 𝑌𝐴 )
Mencari nilai cross sectional area di dalam menara (lingkaran):
𝜋
𝑆 = . 𝐷2
4
𝜋
𝑆 = . (0,4 𝑚)2
4
𝑆 = 0,1257 𝑚2

Mencari nilai Konstanta Henry untuk menentukan persamaan Y*:


Asumsi larutan ideal dengan tekanan parsial rendah, dapat digunakan persamaan Henry untuk
mencari hubungan antara fraksi massa A di B dan fraksi massa A di C.
y=H.x
nilai H dapat ditentukan dengan regresi linear (trendline) menggunakan Ms.Excel.
Tabel 1. Data Untuk Regresi Linier antara YA dengan XA
xA 0,0000 0,0010 0,0025 0,0050 0,0075 0,0099 0,0202
yA 0,0000 0,0008 0,0020 0,0045 0,0068 0,0090 0,0185
XA 0,0000 0,0010 0,0025 0,0050 0,0075 0,0100 0,0206
YA 0,0000 0,0008 0,0020 0,0046 0,0069 0,0091 0,0188

0.0200
YA, Rasio massa Nikotin dalam Kerosin

YA = 0,9206 XA
R² = 0,9998
0.0150

Keterangan:
0.0100
Data Percobaan
Linear (Data Percobaan)

0.0050

0.0000
0.0000 0.0050 0.0100 0.0150 0.0200 0.0250
XA, Rasio massa Nikotin dalam Air

Gambar 4. Grafik Data Percobaan yang dilengkapi Fitur Trendline dan Equation
Berdasarkan Gambar 5 dapat diperoleh nilai H adalah 0,9206 dengan R-square of error
mendekati 1 yang menunjukkan bahwa data hasil percobaan sudah sangat mendekati tebakan
persamaan yang bersifat linier YA = 0,9026 . XA.

Mencari persamaan XA sebagai Fungsi YA supaya Integrasi dapat dilakukan

Gambar 5. Ilustrasi Aliran Massa Fluida pada Loop


Neraca Massa Nikotin (A) di Loop (Gambar 5):
Rate of mass input – Rate of mass output +Rate of Generation = 0
(𝐺𝑠 𝑌𝐴2 +𝐿𝑠 . 𝑋𝐴 ) − (𝐺𝑠 𝑌𝐴 + 𝐿𝑠 𝑋𝐴2 ) = 0
(𝐺𝑠 𝑌𝐴 + 𝐿𝑠 𝑋𝐴2 ) − 𝐺𝑠 𝑌𝐴2
𝑋𝐴 =
𝐿𝑠
𝐺𝑠 ((𝑌𝐴 − 𝑌𝐴2 )+𝐿𝑠 𝑋𝐴2
𝑋𝐴 =
𝐿𝑠
199,9((𝑌𝐴 − 0,005025) + 99.0,001
𝑋𝐴 =
99
𝑋𝐴 = 2,0192. 𝑌𝐴 − 9,1.10−6

Menentukan nilai Koefisien Transfer Massa Overall di Lapisan Film dalam Air (Fase
1 1 𝐻
= +
𝐾𝑦𝑎 𝑘𝑦𝑎 𝑘𝑥𝑎
𝑘𝑔
𝐾𝑦𝑎 = 0,1491
𝑠. 𝑚3 . 𝑚𝑜𝑙 𝑓𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖
Semua data telah diketahui untuk mencari tinggi menara. Adapun perhitungan tinggi
menara berdasarkan persamaan hasil neraca massa di elemen volume dengan substitusi data-
data yang ada dan telah dicari, sebagai berikut:
𝑌𝐴1
199,9 𝑘𝑔/𝑗𝑎𝑚 1 𝑗𝑎𝑚 𝑑(𝑌𝐴 )
Tinggi menara = . .∫
𝑘𝑔 3600 𝑠 𝑌𝐴2 (𝑌𝐴 ∗ − 𝑌𝐴 )
0,1257 𝑚2 . 0,1491
𝑠. 𝑚3 . 𝑚𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑓𝑟𝑎𝑘𝑠𝑖
0,005007
𝑑(𝑌𝐴 )
Tinggi menara = 2,9628 𝑚. ∫ −6 − 𝑌 )
0,0005025 (2,0192. 𝑌𝐴 − 9,1.10 𝐴

Tinggi menara = 6,7664 meter


Simpulan:
Berdasarkan hasil perhitungan dengan mempergunakan asumsi-asumsi yang telah dipaparkan
dapat diperoleh tinggi menara adalah 6,7664 meter untuk memperoleh kandungan nikotin
dalam air sebesar 0,001 fraksi massa.