Anda di halaman 1dari 33

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Listrik merupakan salah satu utilitas utama perumahan yang harus di penuhi di
dalam pembangunan suatu perumahan baik perumahan sederhana maupun di dalam
pembanguan rumah susun. Permasalahan yang ada saat ini adalah terbatasnya suplai
tenaga listrik yang mengakibatkan krisis energi tenaga listrik.
Dalam kemajuan teknologi sekarang ini banyak dibuat peralatan-peralatan yang
inovatif dan tepat guna. Salah satu contoh dalam bidang teknik mesin terutama dalam
bidang konversi energi dan pemanfaatan alam sebagai sumber energi. Diantaranya
adalah pemanfaatan air yang bisa digunakan untuk menghasilkan tenaga listrik. Alat
tersebut adalah berupa turbin yang digerakan oleh air yang disambungkan dengan
generator. Dalam suatu sistim PLTMH, turbin air merupakan salah satu peralatan utama
selain generator. Turbin air adalah alat untuk mengubah energi air menjadi energi
puntir. Energi puntir ini diubah menjadi energi listrik oleh generator.
Mini hidro adalah istilah yang digunakan untuk instalasi pembangkit listrik yang
menggunakan energI air. Kondisi air yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber daya
(resources) penghasil listrik adalah memiliki kapasitas aliran dan ketinggian tertentu
dari instalasi. Semakin besar kapasitas aliran maupun ketinggiannya dari instalasi maka
semakin besar energI yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan energi listrik.
Sumberdaya air Bangunan terjun dan bangunan got miring saluran irigasi di
Kawasan Subak Jatiluwih sangat berpotensi dikembangkan sebagai sumber energi
listrik baru terbarukan untuk penerangan jalan usaha tani melalui pembangunan
pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH). Debit saluran irigasi yang umumnya
tetap memiliki kelebihan untuk pembangkit listrik tenaga air dibandingkan dengan
sungai yang debitnya berfluktuasi. PLTMH memiliki keunggulan dalam aspek teknologi
dan lingkungan. PLTMH dari aspek teknologi memiliki keuntungan dan kemudahan
dalam pembangunan dan pengelolaannya karena konstruksi yang relatif sederhana,
perawatan dan penyediaan suku cadang yang mudah, operasional dan perawatan dapat
dilakukan masyarakat, dan biaya operasional dan perawatan yang relatif rendah. Dilihat
dari aspek lingkungan adalah teknologi ramah terhadap lingkungan karena tidak

1
menimbulkan polusi udara dan tidak menggangu ekosistem saluran irigasi. Selain itu,
dapat lebih mendorong masyarakat untuk memelihara daerah tangkapan air dalam upaya
menjamin kelangsungan air bagi irigasi dan operasional PLTMH.

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang diatas dapat dibuat beberapa rumusan masalah yaitu:
1. Apa pengertian dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH)?
2. Bagaimana prinsip kerja Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH)?
3. Apa saja bagian-bagian Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH)
Jatiluwih?
4. Apa saja jenis-jenis turbin pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro
(PLTMH) Jatiluwih?
5. Apa saja keuntungan dan kelemahan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro
(PLTMH) Jatiluwih?

1.3 Tujuan Pelaksanaan Kegiatan


Tujuan diadakannya kegiatan kunjungan ke PLTMH Jatiluwih adalah sebagai
berikut:
1. Menjelaskan pengertian dari Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).
2. Mendeskripsikan prinsip kerja Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro
(PLTMH).
3. Menjelaskan bagian-bagian Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH)
Jatiluwih.
4. Menjelaskan jenis-jenis turbin pada Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro
(PLTMH) Jatiluwih.
5. Menjelaskan keuntungan dan kelemahan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro
Hidro (PLTMH) Jatiluwih.

2
1.4 Manfaat
Adapun manfaat yagn di harapakan dari makalah tentang PLTMH Jatiluwih ini
adalah:
1. Mengetahui sistem kerja dari PLTMH Jatiluwih.
2. Menambah kemampuan praktis dalam bidang kelistrikan.
3. Memenuhi tugas UAS mata kuliah Energi Terbarukan.
4. Mampu Mengerti Efektifitas Sebuah PLTMH

1.5 Waktu Dan Tempat Pelaksanaan Kegiatan


Adapun waktu dan tempat pelaksanaan kegiatan kunjungan ini adalah:
Hari, Tanggal : Sabtu, 26 Mei 2018
Tempat : PLTMH Jatiluwih
Alamat : Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan, Bali

1.6 Metode Penulisan


Pada penulisan makalah ini, penulis menggunakan metode kupustakaan dan
mencari sumber-sumber yang berhubungan dengan PLTMH dari media baca berupa
buku dan media internet. Baik itu berupa jurnal-jurnal maupun bahan bacaan.Penulisan
makalah ini juga berdasarkan hasil kunjungan dari penulis di PLTMH Jatiluwih.

3
BAB II
KAJIAN PUSTAKA

2.1 Pengertian dan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH)


Mikrohidro atau biasa disebut dengan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro
(PLTMH), adalah suatu pembangkit listrik skala kecil yang menggunakan tenaga air
sebagai tenaga penggeraknya seperti saluran irigasi, sungai atau air terjun alam dengan
cara memanfaatkan tinggi terjunan (head) dan jumlah debit air. Mikrohidro merupakan
sebuah istilah yang terdiri dari kata mikro yang berarti kecil dan hidro yang berarti air.
Secara teknis, mikrohidro memiliki tiga komponen yaitu air (sebagai sumber energi),
kincir dan generator. Mikrohidro mendapatkan energi dari aliran air yang memiliki
perbedaan ketinggian tertentu. Pada dasarnya, mikrohidro memanfaatkan energi
potensial jatuhan air (head). Semakin tinggi jatuhan air maka semakin besar energi
potensial air yang dapat diubah menjadi energi listrik (Gunawan, 2013 ).
Berdasarkan besar daya output-nya, PLN mengklasifikasikan pembangkit listrik
tenaga air menjadi 3 macam, yaitu: pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH),
pembangkit listrik tenaga minihidro (PLTM) dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA).
PLTMH memiliki daya output kurang dari 100 kW, PLTM memiliki daya output 100-
1000 kW dan PLTA memiliki daya output lebih dari 1000 kW (Ibrahim, 2006 dalam
Arya, 2012).
Pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) merupakan tipe pembangkit
tenaga air yang sesuai diterapkan di lokasi-lokasi yang memiliki tinggi jatuh rendah dan
aliran air yang tidak terlalu banyak. Sebagai sumber energi terbarukan, PLTMH bisa
menjadi salah satu alternatif penyediaan energi listrik yang ramah lingkungan dan untuk
menjangkau daerah-daerah yang sulit terlistriki melalui gridline (Harsarapama, 2012).

2.2 Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH)


Pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) menggunakan potensi daya
yang dimiliki air untuk menghasilkan listrik. Potensi daya yang dimiliki air dipengaruhi
oleh debit dan tinggi jatuh (head). Biasanya PLTMH menggunakan debit dan tinggi
jatuh air pada aliran sungai, air terjun dan saluran irigasi. Air yang bergerak (karena

4
perbedaan ketinggian) akan menggerakkan kincir air dan memutar poros kincir. Poros
kincir yang berputar juga akan memutar poros pada generator dan menghasilkan listrik.

Gambar 2.1 Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro

2.3 PLTMH Subak Jatiluwih


Tabanan memiliki saluran irigasi yang ternyata berpotensi menghasilkan listrik.
Lewat kerjasama dengan pemerintahan kota Toyama Jepang, pemkab Tabanan berhasil
merealisasikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) di Warisan Budaya
Dunia Jatiluwih. Ada empat mesin PLTMH yang dibangun di subak Jatiluwih yaitu satu
ditempek Telabah Gede yang menghasilkan 300 watt listrik, dua mesin di tempek Uma
Dwi yang menghasilkan 500 watt listrik dan satu mesin di tempek Uma Kayu yang
menghasilkan 1003 watt listrik. PLTMH di kawasan Subak Jatiluwih memiliki empat
turbin terdiri dari dua turbin yang berbentuk seperti Turbin Pelton ( Kicir ), satu turbin
Turbin Screw dan satu Turbin Cross Flow, dan memiliki kontrol panel dan Pipa
Penstock.
Bantuan asal Jepang ini diharapkan bisa dimamfaatkan untuk kepentingan
penerangan jalan di 200 titik di kawasan Subak Jati Luwih. Lampu penerang jalan itu
juga merupakan bantuan dari Pemerintah Toyama yang didanai JICA. Ke depan
tehnologi terbarukan ini diharapkan bisa diterealisasi di seluruh Bali.
Kota Toyama dan Kabupaten Tabanan mulai melakukan kerjsama sejak Maret
2014. Setelah tiga setengah tahun melalui proses yang cukup panjang, akhirnya PLTMH
bisa diresmikan. Ini tidak lepas dari dukungan Pemerintah Republik Indonesia, Pemprov
Bali, Pemkab Tabanan, dan masyarakat subak. Peresmian dilakukan pada tanggal 28

5
November 2017 yang diresmikan langsung oleh Bupati Tabanan, Ni Putu Eka
Wiryastuti, dan Wali Kota Toyama, Jepang, Masashi Mori.
Jatiluwih telah ditetapkan sebagai bagian dari bentang alam Subak di Bali yang
telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO. Sesuai kebijakan
energi nasional, pada 2025 ditargetkan ada 45 ribu megawatt yang dihasilkan oleh
pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan.

2.4 Bagian-bagian Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH)

Gambar 2.2 Sistem PLTMH

Berikut merupakan bagian-bagian dari PLTMH:


1. Bendungan (Weir)
Bendungan (weir) atau waduk dapat adalah bangunan yang berada melintang
sungai yang berfungsi untuk membelokkan arah aliran air. Konstruksi
bendungan (weir) bertujuan untuk menaikkan dan mengontrol tinggi air dalam
sungai secara signifikan sehingga elevasi muka air cukup untuk dialihkan ke
dalam intake pembangkit listrik tenaga mikrohidro.
2. Saluran Penyadap (Intake)
Saluran penyadap adalah bagian dari konstruksi sipil yang digunakan untuk
masuknya air dari sungai menuju saluran pembawa dengan dilengkapi
penghalang sampah.
3. Saluran Pembawa (Headrace)
Saluran pembawa berfungsi untuk mengalirkan air dari intake sampai ke kolam
penenang. Selain itu, saluran ini juga berfungsi untuk mempertahankan

6
kestabilan debit air. Saluran air untuk sebuah pembangkit skala kecil cenderung
untuk memiliki bangunan yang terbuka.
4. Saluran Pelimpah (Spillway)
Saluran pelimpah berfungsi untuk mengurangi kelebihan air pada saluran
pembawa.
5. Kolam Penenang (Forebay)
Kolam penenang berfungsi untuk mengendapkan dan menyaring kembali air
agar kotoran tidak masuk dan merusak turbin. Selain itu, kolam penenang ini
juga berfungsi untuk menenangkan aliran air yang akan masuk ke dalam pipa
pesat.
6. Pipa Pesat (Penstock)
Pipa pesat (penstock) adalah pipa yang yang berfungsi untuk mengalirkan air
dari kolam penenang (forebay) menuju turbin air.
7. Rumah Pembangkit (Power House)
Pada rumah pembangkit ini terdapat turbin, generator dan peralatan lainnya.
Bangunan ini menyerupai rumah dan diberi atap untuk melindungi peralatan dari
hujan dan gangguan-gangguan lainnya.
8. Saluran Pembuang (Tailrace)
Saluran pembuang berfungsi untuk mengalirkan air keluar setelah memutar
turbin.
9. Turbin
Turbin berfungsi untuk mengubah energi potensial menjadi energi mekanik. Air
akan memukul sudu-sudu dari turbin sehingga turbin berputar. Perputaran turbin
ini dihubungkan ke generator. Turbin terdiri dari berbagai jenis seperti turbin
Francis, Kaplan, Pelton, dan lain-lain.
10. Generator
Generator dihubungkan ke turbin dengan bantuan poros dan gearbox,
memanfaatkan perputaran turbin untuk memutar kumparan magnet di dalam
generator sehingga terjadi pergerakan elektron yang membangkitkan arus AC.
Hampir semua energi listrik dibangkitkan dengan menggunakan mesin sinkron.
Generator sinkron (sering disebut alternator) adalah mesin sinkron yang
digunakan untuk mengubah daya mekanik menjadi daya listrik. Generator

7
sinkron dapat berupa generator sinkron tiga fasa atau generator sinkron AC satu
fasa tergantung dari kebutuhan.
11. Sistem Kontrol
Sistem kontrol berfungsi untuk menyeimbangkan energi input dan energi output
dengan cara mengatur input (flow) atau mengatur output (listrik) sehingga
sistem akan seimbang. Perubahan beban terhadap waktu peran sistem kontrol
sangat penting untuk menjaga stabilitas sistem terutama kualitas listrik yang
dihasilkan pembangkit (tegangan dan frekuensi). Tujuan pengontrolan pada
PLTMH adalah untuk menjaga sistem elektrik dan mesin agar selalu berada
pada daerah kerja yang diperbolehkan. Flow control dapat diartikan sebagai
pengaturan besarnya daya hidrolik berupa debit air yang masuk ke turbin dengan
mengatur katup turbin (guide vane).
12. Panel Hubung dan Lemari Hubung
Jenis dan pengaturan suatu panel hubung (switch board) ditentukan dengan
memperhatikan jumlah unit peralatan, jumlah rangkaian saluran transmisi,
sistem kontrol, jumlah petugas kerja (operating personel) serta skala dan
pentingnya pusat listrik yang bersangkutan.
13. Jaringan Distribusi
Jaringan distribusi terdiri dari kawat penghantar, tiang, isolator, dan
transformator. Jaringan tersebut dapat menggunakan kawat penghantar berbahan
aluminium atau bahan campuran lain. Pada jaringan distribusi tegangan rendah
biasanya digunakan kawat penghantar berisolasi. Tiang pada saluran distribusi
dapat berupa tiang baja, beton atau kayu. Isolator digunakan untuk memisahkan
bagian-bagian yang aktif atau bertegangan jika penghantar yang digunakan
merupakan konduktor tanpa isolasi.

2.5 Pengertian Turbin Air


Turbin secara umum dapat diartikan sebagai mesin penggerak mula yang
menggunakan energi fluida sebagai pemutar roda turbin. Fluida kerja berupa air, uap air
dan gas. Dengan demikian turbin air dapat diartikan sebagai suatu mesin penggerak
mula yang fluida kerjanya adalah air. Air mengalir dari tempat tinggi ke tempat rendah.
Dalam hal tersebut air memiliki energi potensial. Dalam proses aliran di dalam pipa

8
energi potensial berangsur-angsur berubah menjadi energi kinetik. Di dalam turbin,
energi kinetik air diubah menjadi energi mekanis, di mana air memutar roda turbin.
Energi ini dapat dirubah menjadi tenaga listrik dengan menggunakan generator listrik
atau dapat digunakan langsung untuk menggerakkan mesin penggiling, mesin gerinda
dan lain sebagainya . Kalau ditinjau dari daya yang dihasilkan turbin air, maka dikenal
istilah Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) yang maksudnya adalah turbin
air yang dapat menghasilkan daya kurang dari 100 kW dan sumber airnya relatif kecil.

2.6 Jenis- jenis Turbin Di Kawasan Subak Jatiluwih


2.6.1 Turbin Impuls
Turbin impuls merubah aliran semburan air. Semburan turbin membentuk sudut
yang membuat aliran turbin. Hasil perubahan momentum (impuls) disebabkan tekanan
pada sudu turbin. Sejak turbin berputar, gaya berputar melalui kerja dan mengalihkan
aliran air dengan mengurangi energi. Sebelum mengenai sudu turbin, tekanan air (energi
potensial) dikonversi menjadi energi kinetik oleh sebuah nosel dan difokuskan pada
turbin. Tidak ada tekanan yang dirubah pada sudu turbin, dan turbin tidak memerlukan
rumahan untuk operasinya. Hukum kedua Newton menggambarkan transfer energi
untuk turbin impuls. Turbin impuls paling sering digunakan pada aplikasi turbin
tekanan sangat. Pada turbin jenis ini, proses ekspansi (penurunan tekanan) fluida terjadi
pada sudu-sudu tetap turbin. Contohnya : Turbin Pelton, Crossflow dan Screw.
A. Turbin Pelton (Kincir)

Gambar 2.3 Turbin Pelton (Kicir) di Jatiluwih

9
Turbin Pelton merupakan turbin impuls. Turbin Pelton pertama kali ditemukan
oleh insinyur dari Amerika yaitu Lester A. Pelton pada tahun 1880. Turbin pelton
adalah salah satu dari jenis turbin air yang paling efisien. Turbin ini dioperasikan pada
tinggi jatuh air (head) sampai 1800 m, turbin ini relative membutuhkan jumlah air yang
lebih sedikit dan biasanya porosnya dalam posisi mendatar. Turbin pelton sering disebut
dengan turbin tekanan sama karena selama mengalir di sepanjang sudu-sudu turbin
tidak terjadi penurunan tekanan, sedangkan perubahan seluruhnya terjadi pada bagian
pengarah pancaran atau nosel, dimana air yang semula mempunyai energi potensial
yang tinggi dirubah menjadi energi kinetis. Pancaran air yang keluar dari nosel akan
menumbuk bucket yang dipasang tetap di sekeliling runner dan garis pusat pancaran air
menyinggung lingkaran dari pusat bucket. Setelah membentur sudu, arah kecepatan
aliran berubah sehingga terjadi perubahan momentum (impuls). Kecepatan keliling dari
bucket akibat tumbukan yang terjadi tergantung dari jumlah dan ukuran pancaran serta
kecepatannya. Kecepatan pancaran tergantung dari tinggi air di atas nosel serta
effisiensinya. Turbin pelton memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan yaitu :
1. Kelebihan :
 Daya yang dihasilkan besar
 Konstruksi yang sederhana
 Mudah dalam perawatan
 Teknologi yang sederhana mudah diterapkan di daerah yang terisolir.
2. Kekurangan :
 Memerlukan investasi yang lebih banyak

B. Turbin Crossflow

Gambar 2.4 Turbin Crossflow di Jatiluwih

10
Salah satu jenis turbin impuls ini juga dikenal dengan nama Turbin Michell-
Banki yang merupakan penemunya. Selain itu juga disebut Turbin Osberger yang
merupakan perusahaan yang memproduksi turbin crossflow. Turbin crossflow dapat
dioperasikan pada debit 20 liter/sec hingga 10 m3/sec dan head antara 1 s/d 200 m.
Turbin aliran pemasukan air ke sudu turbin secara radial. Air dialirkan melewati
sudu-sudu jalan yang membentuk silinder, pertama-tama air dari luar masuk ke dalam
silinder sudu-sudu dan kemudian dari dalam ke luar. Jadi kerjanya roda jalan turbin ini
adalah seperti turbin pelton yaitu hanya sebagian sudu-sudu saja bekerja mebalikkan
aliran air.
Turbin Crossflow menggunakan nozel persegi panjang yang lebarnya sesuai
dengan lebar runner. Pancaran air masuk turbin dan mengenai sudu sehingga terjadi
konversi energi kinetik menjadi energi mekanis. Air mengalir keluar membentur sudu
dan memberikan energinya (lebih rendah dibanding saat masuk) kemudian
meninggalkan turbin. Runner turbin dibuat dari beberapa sudu yang dipasang pada
sepasang piringan paralel. Kelebihan dari turbin Crossflow yaitu pemanfaatan air 2x
membuat Efektivitas & Efisiensi Meningkat, sedangkan kelemahannya yaitu perputaran
turbin yang sangat lambat

C. Turbin Screw

Gambar 2.5 Turbin Screw di Jatiluwih

Turbin screw merupakan salah satu turbin yang sangat spesial karena dapat
beroperasi pada daerah yang memiliki head yang sangat rendah. Pada penggunaannya
turbin screw ini posisi sudunya tergantung dari kondisi head yang ada di lapangan.

11
Turbin screw bekerja pada head rendah dengan ketinggian air jatuh antara 2– 15 m.
Sudut untuk penentuan head turbin berada antara 30𝑜 - 60𝑜 . Turbin screw terdiri dari
beberapa tipe yaitu Type Steel trough dan Type Closed compact installation.
Adapun beberapa keunggulan dari turbin screw dibandingkan dengan jenisturbin
air lainnya yaitu:
1. Baik dikembang pada daerah yang memiliki sumber air dengan debit yangcukup
besar (sungai) namun hanya memiliki head yang rendah.
2. Tidak memerlukan sistem merlukan sistem kontrol yang sangat rumitseperti
turbin lainnya.
3. Tekanan air yang terjadi pada tidak merusak ekologi dalam hal ini
dampakterhadap makhluk hidup air (ikan).
4. Tidak membutuhkanndraft tube, sehingga dapa mengurangi pengeluaranuntuk
penggalian pemasangan draft tube
5. Memiliki efisiensi yang tinggi, dengan variasi debit yang besar dan sangat baik
untuk debit air yang kecil
6. Tidak memerlukan jaring-jaring halus sebagai pencegah masuknya puing- puing
ke dalam turbin, sehingga dapat mengurangi biaya perawatan.
Adapun proses perubahan energi pada turbin screw hingga menjadi energi listrik
yaitu dimana energi yang berasal dari energi mekanik yang terdapat pada air dan
perubaan tekanan yang terjadi pada sudu mengakibatkan sudu berputar dan memutar
poros. Selanjutnya daya dari poros ditransmisikan ke generator yang nantinya diubah
menjadi energi listrik. Energi listrik yang dihasilkan oleh generator nantinya
didistribusikan ke konsumen setelah melalui inverter.

2.7 Kriteria Pemilihan Jenis Turbin


Pemilihan jenis turbin dapat ditentukan berdasarkan kelebihan dan kekurangan
dari jenis-jenis turbin, khususnya untuk suatu desain yang sangat spesifik. Faktor tinggi
jatuhan air efektif (Net Head) dan debit yang akan dimanfaatkan untuk operasi turbin
merupakan faktor utama yang mempengaruhi pemilihan jenis turbin, sebagai contoh :
turbin pelton efektif untuk operasi pada tinggi jatuhan air (head) tinggi, sementara
turbin propeller sangat efektif beroperasi pada tinggi jatuhan air (head) rendah. Faktor
daya (power) yang diinginkan berkaitan dengan tinggi jatuhan air (head) dan debit yang

12
tersedia (Ismono, 1999). Kecepatan (putaran) turbin yang akan ditransmisikan ke
generator. Sebagai contoh untuk sistem transmisi direct couple antara generator dengan
21 turbin pada head rendah, sebuah turbin reaksi (Propeller) dapat mencapaiputaran
yang diinginkan, sementara turbin pelton dan crossflow berputar sangat lambat (low
speed) yang akan menyebabkan sistem tidak beroperasi. Pada dasarnya daerah kerja
operasi turbin menurut (Keller2, 1975) dikelompokkan menjadi:
1. Low head power plant
2. Medium head power plant
3. High head power plant

2.8 Kecepatan Spesifik Masing-masing Turbin


Kecepatan (putaran) turbin yang akan ditransmisikan ke generator. Sebagai
contoh untuk sistem transmisi direct couple antara generator dengan turbin pada head
rendah, sebuah turbin reaksi (Propeller) dapat mencapai putaran yang diinginkan,
sementara turbin pelton dan Cross Flow berputar sangat lambat (low speed) yang akan
menyebabkan sistem tidak beroperasi. Faktor tersebut seringkali diekspresikan sebagai
"kecepatan spesifik, Ns", yang didefinisikan:
𝑁 √𝑃
NS = 5 ....................................................(2.1)
𝐻𝑒𝑓𝑠 4
dimana :
Ns = kecepatan spesifik turbin (rpm)
N = kecepatan putaran turbin (rpm)
Hefs = tinggi jatuh efektif (m)
P = daya turbin output (Hp)
Output turbin ditentukan dengan persamaan (Fox dan Mc Donald, 1995).
P = ρ x Q x g x H x η………………...………… (2.2)
dimana :
P = daya turbin (Watt)
ρ = massa jenis air (kg/m3)
Q = debit air (m3/s
g = gaya grafitasi (m/s2)
H = head efektif (m)

13
η = efisiensi turbin
Kecepatan spesifik setiap turbin memiliki kisaran (range) tertentu berdasarkan
data eksperimen. Setiap turbin air memiliki nilai kecepatan spesifik masing-masing,
tabel 2.1 menjelaskan batasan kecepatan spesifik untuk beberapa turbin kovensional.
Tabel 2.1 Kecepatan Spesifik Turbin Konvensional
No. Jenis Turbin Kecepatan Spesifik
1. Pelton dan kincir air 10 ≤ Ns ≤ 35
2. Francis 60 ≤ Ns ≤ 300
3. Cross-Flow 40 ≤ Ns ≤ 200
4. Kaplan dan propeller 250 ≤ Ns ≤ 1000

2.9 Head dan Debit Masing-masing Turbin


Dalam hal ini pengoperasian turbin air disesuaikan dengan potensi head dan
debit yang ada yaitu :
1. Tinggi jatuh yang rendah yaitu dibawah 40 meter tetapi debit air yang besar,
maka turbin Kaplan atau propeller cocok digunakan untuk kondisi seperti ini.
2. Tinggi jatuh yang sedang antara 30 sampai 200 meter dan debit relatif cukup,
maka untuk kondisi seperti ini gunakanlah turbin Francis atau cross-flow. 12
3. Tinggi jatuh yang tinggi yakni di atas 200 meter dan debit sedang, maka
gunakanlah turbin impuls jenis Pelton.

2.10 Turbin Di Kawasan Jatiluwih Dan Komponen-komponennya


2.10.1 Unit Pertama PLTMH Jatiluwih

Gambar 2.6 Turbin Pada Unit Pertama PLTMH Jatiluwih

14
Unit pertama PLTMH Jatiluwih berada tepat di balik Monumen UNESCO.
Penggunannya masih untuk skala kecil yaitu menerangi lampu jalan pada terasering
Jatiluwih. Berikut merupakan lampu penerangan tersebut.

Gambar 2.7 Lampu Penerangan Jalur Tracking

Pada unit pertama ini dilengkapi dengan turbin, generator, beban, panel beserta
baterainya dan juga komponen untuk pendistribusian listrik yang dihasilkannya.
Prinsip kerjanya yaitu tergantung dari kapasitas air yang mengalir pada
turbinnya. Pertama air akan mengalir melaluli turbin, dari sinilah muncul energi
mekanis yang kemudian oleh generator diubah menjadi energi listrik. Energi listrik ini
tidak langsung dimanfaatkan tetapi pertama disimpan terlebih dahulu pada baterai yang
ada di belakang panel. Karena kerja PLTMH sangat bergantung pada kapasitas air yang
mengalir maka pada saat musim kemarau listrik yang dihasilkan tidak akan optimal,
tetapi pada saat musim hujan ketika kapasitas air yang melalui turbin melebih batasnya
maka turbin akan berhenti bekerja karena plang kayu yang ada pada turbin akan
terangkat dan menyebabkan turbin terangkat dan berhenti bekerja. Plang kayu yang
terangkat ini bisa diturunkan kembali ketika kapasitas air yang melalui turbin sudah
kembali normal. Cara menurunkannya yaitu masih manual menggunakan tenaga
manusia dengan cara menariknya ke bawah.
Berikut merupakan gambar – gambar dari komponen yang ada pada unit
pertama:

15
1. Turbin

Gambar 2.8 Turbin Unit Pertama PLTMH Jatiluwih

Spesifikasi turbin bisa dilihat pada tabel 2.2 berikut.


Tabel 2.2 Spesifikasi Turbin Air Unit Pertama
Spesifikasi Turbin Air

Tipe Tipe terbuka aliran melingkar

Jumlah penggunaan air 0,014 m3/s

Ketinggian efektif 2,1 m

Efisiensi pembangkitan 55%

Output pembangkitan 0,16 kW

Diameter 2,5 m

2. Generator

Gambar 2.9 Generator Unit Pertama PLTMH Jatiluwih

16
Generator pada unit pertama digunakan untuk mengubah tenaga mekanik
yang dihasilkan dari putaran turbin menjadi tenaga listrik sebelum disimpan ke
dalam baterai.

3. Panel

Gambar 2.10 Panel Unit Pertama PLTMH Jatiluwih

Panel pada unit pertama ini digunakan untuk mengontrol penggunaan


dari unit ini sendiri, terlihat pada layar indikatornya menunjukkan 127 V, 1,45 A
dan 0,180 kW.

4. Baterai

Gambar 2.11 Baterai Unit Pertama PLTMH Jatiluwih

17
Baterai pada unit pertama ini digunakan untuk menyimpan listrik yang
dihasilkan sebelum dimanfaatkan. Salah satu pemanfaatannya yaitu untuk
menerangi lampu jalan pada terasering.

2.10.2 Unit Kedua PLTMH Jatiluwih

Gambar 2.12 Turbin Pada Unit Kedua PLTMH Jatiluwih

Unit kedua PLTMH Jatiluwih terletak di Terasering Jatiluwih yang dimana


berjarak sekitar 2,5 km dari unit pertama, akses menuju unit kedua ini bisa dijangkau
melalui jalan kaki atau dengan berkendara seperti sepeda motor atau dengan
menggunakan mobil.
Prinsip kerja unit kedua juga sama dengan prinsip kerja unit pertama yang
dimana air akan mengalir melaluli turbin, dari sinilah muncul energi mekanis yang
kemudian oleh generator diubah menjadi energi listrik. Energi listrik ini tidak langsung
dimanfaatkan tetapi pertama disimpan terlebih dahulu pada baterai yang ada di belakang
panel.
Komponen – komponen pada unit kedua ini tidak jauh berbeda dari unit pertama
yang dimana terdiri dari turbin, generator, beban, panel beserta baterainya dan juga
komponen untuk pendistribusian listrik yang dihasilkannya.namun ukuran dari turbin
kedua berbeda dengan ukuran pada turbin pertama, dimana ukuran turbin kedua lebih
kecil dibandingan dengan turbin pada unit pertama. Berikut merupakan gambar –
gambar dari komponen yang ada pada unit kedua :

18
1. Turbin

Gambar 2.13 Turbin Unit Kedua PLTMH Jatiluwih

Spesifikasi turbin bisa dilihat pada tabel 2.3 berikut.


Tabel 2.3 Spesifikasi Turbin Air Unit Kedua
Spesifikasi Turbin Air

Tipe Tipe terbuka aliran melingkar

Jumlah penggunaan air 0,03 m3/s

Ketinggian efektif 1m

Efisiensi pembangkitan 55%

Output pembangkitan 0,16 kW

Diameter 1,2 m

2. Generator

Gambar 2.14 Generator Unit Kedua PLTMH Jatiluwih

19
Generator pada unit kedua digunakan untuk mengubah tenaga mekanik
yang dihasilkan dari putaran turbin menjadi tenaga listrik sebelum disimpan ke
dalam baterai.

3. Panel

Gambar 2.15 Panel Unit Kedua PLTMH Jatiluwih

Panel pada unit kedua ini digunakan untuk mengontrol penggunaan dari
unit ini sendiri, terlihat pada layar indikatornya menunjukkan 129 V, 3,75 A dan
0,490 kW. Panel ini digunakan oleh dua unit yaitu unit kedua dan ketiga.

4. Baterai

Gambar 2.16 Baterai Unit Kedua PLTMH Jatiluwih

20
Baterai pada unit kedua ini digunakan untuk menyimpan listrik yang
dihasilkan sebelum dimanfaatkan. Salah satu pemanfaatannya yaitu untuk
menerangi lampu jalan pada terasering.

2.10.3 Unit Ketiga PLTMH Jatiluwih

Gambar 2.17 Turbin Pada Unit Ketiga PLTMH Jatiluwih

Unit ketiga PLTMH Jatiluwih terletak sekitar 500 meter dari unit kedua, akses
menuju unit ketiga ini yaitu dengan cara berjalan kaki. Komponen yang ada pada unit
ketiga ini pun sama seperti yang ada pada unit pertama dan unit kedua, tetapi yang
membedakan adalah bentuk dari turbinnya. Terlihat perbedaannya yaitu pada unit
pertama dan kedua memiliki bentuk yang sama tetapi pada unit pertama memiliki
ukuran yang lebih besar dibandingkan dengan turbin pada unit kedua, sedangkan pada
unit ketiga bentuk tubin berbeda dengan unit pertama dan kedua. Bentuk turbin pada
unit ketiga berbentuk spiral. Panel pada unit ketiga pun dijadikan satu dengan panel unit
kedua sehingga satu panel digunakan untuk dua unit yaitu unit kedua dan unit ketiga.
Prinsip kerjanya yaitu tergantung dari kapasitas air yang mengalir pada
turbinnya. Pertama air akan mengalir melaluli turbin, dari sinilah muncul energi
mekanis yang kemudian oleh generator diubah menjadi energi listrik. Energi listrik ini
tidak langsung dimanfaatkan tetapi pertama disimpan terlebih dahulu pada baterai yang
ada di belakang panel. Karena kerja PLTMH sangat bergantung pada kapasitas air yang

21
mengalir maka pada saat musim kemarau listrik yang dihasilkan tidak akan optimal,
tetapi pada saat musim hujan ketika kapasitas air yang melalui turbin melebihi batasnya
maka turbin akan berhenti bekerja karena plang kayu yang ada pada turbin akan
terangkat dan menyebabkan turbin terangkat dan berhenti bekerja. Plang kayu yang
terangkat ini bisa diturunkan kembali ketika kapasitas air yang melalui turbin sudah
kembali normal. Berikut merupakan gambar – gambar dari komponen yang ada pada
unit ketiga :
1. Turbin

Gambar 2.18 Turbin Unit Ketiga PLTMH Jatiluwih

Spesifikasi turbin bias dilihat pada Tabel 2.4 berikut.


Tabel 2.4 Spesifikasi Turbin Air Unit Ketiga
Spesifikasi Turbin Air

Tipe Spiral

Jumlah penggunaan air 0,03 m3/s

Ketinggian efektif 2,5 m

Efisiensi pembangkitan 55%

Output pembangkitan 0,4 kW

Diameter 0,47 m

22
2. Generator

Gambar 2.19 Generator Unit Ketiga PLTMH Jatiluwih

Generator pada unit ketiga ini digunakan untuk mengubah tenaga


mekanik yang dihasilkan dari putaran turbin menjadi tenaga listrik sebelum
disimpan ke dalam baterai.

3. Panel

Gambar 2.20 Turbin Unit Ketiga PLTMH Jatiluwih

Panel pada unit ketiga ini digunakan juga untuk unit kedua, jadi unit
kedua dan ketiga menggunakan satu panel dalan pengoperasiannya.

23
4. Baterai

Gambar 2.21 Baterai Unit Ketiga PLTMH Jatiluwih

Baterai pada unit ketiga ini digunakan untuk menyimpan listrik yang
dihasilkan sebelum dimanfaatkan. Salah satu pemanfaatannya yaitu untuk
menerangi lampu jalan pada terasering.

2.10.4 Unit Keempat PLTMH Jatiluwih

Gambar 2.22 Turbin Pada Unit Keempat PLTMH Jatiluwih

Unit keempat PLTMH Jatiluwih berada di Air Terjun Yeh Ho. Komponen yang
ada pada unit keempat ini yaitu hampir sama dengan unit lainnya memiliki turbin,
panel, generator, baterai, komponen untuk pendistribusian litrik yang dihasilkan serta
pada unit keempat ini memiliki gate valve yang digunakan untuk mengatur kapasitas air
yang masuk ke dalam turbin sehinggga ketika kapasitas air yang masuk ke dalam turbin
tidak melebihi batasnya jadi kerusakan pada turbin dapat dihindari . Prinsip kerjanya

24
juga hampir sama yaitu air diputar oleh turbin yang kemudian dari hasil putaran ini
menghasilkan energi mekanis yang kemudian oleh generator diubah menjadi energi
listrik lantas disimpan pada baterai. Berikut merupakan gambar – gambar dari
komponen yang ada pada unit keempat :
1. Turbin

Gambar 2.23 Turbin Unit Keempat PLTMH Jatiluwih

Spesifikasi turbin bisa dilihat pada tabel 2.5 berikut.


Tabel 2.5 Spesifikasi Turbin Air Unit Keempat
Spesifikasi Turbin Air

Tipe Tipe propeller

Jumlah penggunaan air 0,07 m3/s

Ketinggian efektif 12 m

Efisiensi pembangkitan 60%

Output pembangkitan 4,9 kW

Diameter 150 mm

25
2. Generator

Gambar 2.24 Generator Unit Keempat PLTMH Jatiluwih

Generator pada unit keempat ini digunakan untuk mengubah tenaga


mekanik yang dihasilkan dari putaran turbin menjadi tenaga listrik sebelum
disimpan ke dalam baterai.

3. Panel

Gambar 2.25 Layar Indikator Panel Keempat PLTMH Jatiluwih

Panel pada unit keempat ini digunakan untuk mengontrol penggunaan


dari unit ini sendiri, terlihat pada layar indikatornya menunjukkan 116 V, 1,60 A
dan 0,190 kW.

26
4. Baterai

Gambar 2.26 Generator Unit Keempat PLTMH Jatiluwih

Baterai pada unit keempat ini digunakan untuk menyimpan listrik yang
dihasilkan sebelum dimanfaatkan. Salah satu pemanfaatannya yaitu untuk
menerangi lampu jalan pada air terjun

2.11 Analsia PLTH Jatiluwih Berdasarkan Data Yang Diperoleh


2.11.1 Analisis Perhitungan Daya Yang Dibangkitkan PLTMH
Perhitungan daya yang dibangkitkan pada masing - masing unit bisa dilakukan
dengan menggunakan rumus 2.2. Berdasarkan rumus tersebut didapatkan perhitungan
pada masing – masing unit sebagai berikut.
1. Perhitungan Daya Unit Pertama
P1 = ρ x Q x g x H x η
= 1000 x 0,014 x 9,8 x 2,1 x 0,55
= 158,46 Watt
Berdasarkan perhitungan dengan persamaan 2.2 maka didapatkan hasil sebesar
158,46 Watt, jika dibandingkan dengan daya sebenarnya pada saat kunjungan
didapatkan hasil 180 Watt jadi besar daya pada saat kunjungan lebih besar daripada
besar daya yang dihitung secara teori, hal ini disebabkan oleh debit air pada saat
kunjungan lebih besar daripada debit air yang sudah diukur sebelumnya.
2. Perhitungan Daya Unit Kedua dan Ketiga

27
A. Daya Yang Dibangkitakan Pada Unit Kedua
P2 = ρ x Q x g x H x η
= 1000 x 0,03 x 9,8 x 1 x 0,55
= 161,7 Watt
B. Daya Yang Dibangkitakan Pada Unit Ketiga
P3 = ρ x Q x g x H x η
= 1000 x 0,03 x 9,8 x 2,5 x 0,55
= 404,25 Watt
Berdasarkan perhitungan dengan persamaan 2.2 maka didapatkan hasil
perhitungan daya pada unit kedua sebesar 161,7 Watt dan hasil perhitungan daya pada
unit ketiga sebesar 404,25 Watt. Unit kedua dan ketiga diparalelkan sehingga daya yang
dibangkitkan pada unit kedua dan ketiga dijumlahkan dan totalnya sebesar 565,95 Watt,
sedangkan daya yang terukur pada panel saat kunjungan sebesar 490 Watt. Jadi daya
yang diukur dengan perhitungan teori lebih besar dibandingkan dengan daya yang
terukur pada panel saat kunjungan. Hal ini disebabkan karena debit air pada saat
kunjungan lebih kecil dibanding dengan debit air yang sudah terukur sebelumnya.

3. Perhitungan Daya Unit Keempat


P4 = ρ x Q x g x H x η
= 1000 x 0,07 x 9,8 x 12 x 0,60
= 4.939,2 Watt
Berdasarkan perhitungan dengan persaman 2.2 didapatkan hasil perhitungan
daya pada unit keempat sebesar 4.939,2 Watt. Sedangkan daya yang terukur pada panel
saat kunjungan sebesar 190 Watt jadi jika dibandingkan antara daya perhitungan secara
teori dengan daya terukur pada panel maka daya terukur pada panel lebih kecil
dibandingkan daya perhitungan secara teori. Hal ini dikarenakan debit air pada saat
kunjungan lebih kecil dibandingkan dengan debit air yang sudah terukur sebelumnya.

2.12 Perbandingan Prinsip Kerja Turbin PLTMH Jatiluwih


A. Pembangkit I dan II Pelton
Prinsip Kerja kedua pembangkit ini sama yaitu dengan menggukan turbin yang
berbentuk seperti kincir yang di tempatkan di aliran air kemudian turbin berputar untuk

28
memutar generator dan menghasilkan listrik. Penggunaan Pembangkit ini digunakan
pada medan aliran air yang lebar penamapangnya cukup luas, dan tidak terlalu curam,
dan debit air yang tidak terlalu besar diabnding turbin skrew dan cross flow.
Pembangkit ini biasanya lebih umum ditemukan karena tidak perlu memerlukan tempat
-tempat yang spesifikasi seperti turbin lainnya. Perawatan Turbin ini juga lebih muda
karena bentuknya yang berada diluar dan lebih mudah di lihat apabila terjadi kerusakan
fisik. Selain ini Pemabangkit jenis ini lebih mudah dibersihakan apabila ada sampah
yang menghampat pada turbin, cukup dengan menutup arus sungai smentara dan
membersihkannya dengan muda. Jika diabandingkan dengan dengan kedua turbin
lainnya umumnya benda-benda asing lainnya akan akan lebih muda melewatinya
melihat ukurunnya yang besar dan berputar dengan arah vertical dari pada kedua
pembangkit lainnya.

B. Pembangkit Screw
Penggunaan skrew umumnya lebih hemat lokasi peraian dan juga memerlukan
lokasi yang lebih curam guna memperoleh debit air yang lebih tinggi. Pengguana turbin
skrew juga tidak memerlukan ketingginan air yang lebih tinggi disbanding kedua turbin
lainnya untuk mampu memutar turbin ini, hal ini dikarenalkan bentuknya yang
berbentuk spiral akan menciptakan gerakan puratarn horizontal denan gaya dorogan
oleh aliran air.

C. Pembangkit Crossflow
Pemebangkit Jenis ini merupakan pembangkit yang memerlukan debit air yang
tinggi namun tidak memerlukan luas permukaan yang luas cuman memerlukan
ketinggian air yang lebih disbanding kedua pembangkit lainnya. Bentuknya yang
menyerupai bentuk turbin pledon cuman dengan bentuk yang pipih dan lebih Panjang
membuat turbin ini menghasilkan arah putaran vertikal. Turbinya juga dapat berada di
tenggelam dengan air. Karena bentuk turbinnya yang tertutup maka akan susuah melihat
jika ada hambatan pada turbin, harus mengecilkan debit air dulu kemudian membuka
pintu penutup dan memeriksa turbin. Penginstallan turbin ini juga lebih susah dari pada
kedua turbin lainnya karen lokasinya yang berada dalam air.

29
2.13 Keuntungan Dan Kelemahan PLTMH Jatiluwih
2.13.1 Keuntungan PLTMH Jatiluwih
Keuntungan dari pengembangan PLTM dan PLTMH bagi masyarakat
pedesaan dan desa terpencil antara lain yaitu:
1. Bahan bakar untuk PLTMH adalah air (batu bara putih). Keunggulan
bahan bakar untuk PLTMH ini sama sekali tidak habis terpakai ataupun
berubah menjadi sesuatu yang lain dan merupakan suatu sumber yang
abadi
2. Biaya pengoperasian dan pemeliharaan PLTMH sangat rendah jika
dibandingkan dengan PLTU atau PLTN.
3. Turbin – turbin pada PLTMH bisa dioperasikan atau dihentikan
pengoperasiannya setiap saat.
4. PLTMH, cukup sederhana untuk dimengerti dan cukup mudah untuk
dioperasikan. Ketangguhan sistemnya dapat lebih diandalkan
dibandingkan dengan sumber – sumber daya yang lainnya.
5. Peralatan PLTMH yang mutakhir, umumnya memiliki peluang yang besar
untuk bisa dioperasikan selama lebih dari 50 tahun. Hal ini cukup bersaing
jika dibandingkan dengan umur efektif dari PLTN yang sekitar 30 tahun.
6. Dengan teknik perencanaan yang mutakhir, pembangkit listrik dapat
menghasilkan tenaga dengan efisien yang sangat tinggi meskipun fluktuasi
beban cukup besar.
7. Pengembangan PLTMH dengan memanfaatkan arus sungai dapat
menimbulkan juga manfaat lain seperti misalnya; pariwisata, perikanan
dan lain – lain, sedangkan jika diperlukan waduk untuk keperluan tersebut
dapat dimanfaatkan pula misalnya sebagai irigasi dan pengendali banjir.

2.13.2 Kelemahan PLTMH Jatiluwih


Beberapa kerugian dalam pembangunan PLTMH diantaranya adalah:
1. Tidak semua aliran air dapat digunakan untuk pembangunan PLTMH. Faktor
debit aliran sangat menentukan.
2. Beberapa jenis turbin air sangat sensitif terhadap fluktuasi debit air.
3. Perlu konservasi daerah tangkapan air, terutama di daerah hulu sungai.

30
4. Biaya investasi pembangunan masih relatif mahal.
5. Biaya perizinan sebagai syarat untuk memperoleh Power Purchase Agreement
(PAA) dalam membangun PLTMH juga masih relatif tinggi. Padahal PPA
merupakan syarat untuk memperoleh kredit dari perbankan.
6. Kemampuan teknisi lokal yang masih terbatas dan sering menimbulkan
kesalahan yang fatal.

31
BAB III

3.1 Simpulan
1. Energi mikrohidro dapat digunakan sebagai salah satu alternatif energi baru
terbarukan untuk mengatasi permasalahan komsumsi listrik yang besar serta
penyediaan energi listrik yang belum merata terutama di daerah pedesaan seperti
di kawasan Subak Jatiuwih.
2. PLTMH Jatiluwih terdiri dari empat unit dengan 3 panel pengontrol.unit. Unit
kedua dan unit ketiga menggunakansatu panel dalam pengoperasiannya.
3. Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro ( PLTMH ) adalah pembangkit listrik
berskala kecil dengan out put antara 1MW – 10 MW yang memanfaatkan aliran
air sebagai sumber tenaga.
4. Prinsip kerja PLTMH Jatiluwih adalah memanfaatkan beda ketinggian dan
jumlah air yang jatuh (debit) perdetik yang ada pada saluran air yang
dikondisikan dengan pipa. Air tersebut selanjutnya menggerakkan turbin yang
terhubung dengan generator. Generator inilah yang akan menghasilkan listrik.
Daya yang dihasilkan oleh suatu PLTMH tergantung dari spesifikasi generator
yang digunakan. Semakin besar generator yang digunakan maka akan semakin
besar pula daya yang dihasilkan.
5. Keunggulan PLTMH Jatiluwih yaitu menggunakan bahan bakar air yang bersifat
abadi, Biaya pengoperasian dan pemeliharaannya sangat rendah,
pengoperasiannya cukup mudah, Peralatannya tahan lama, pembangkit
listrik dapat menghasilkan tenaga dengan efisien yang sangat tinggi
meskipun fluktuasi beban cukup besar, dapat digunakan sebagai irigasi
dan pengendali banjir dan objek pariwisata.

32
DAFTAR PUSTAKA

Dietzel, Fritz. Turbin, Pompa dan Kompresor. 1980. Erlangga. Jakarta.


Suarda, Made. Kajian Teknis dan Ekonomis Potensi Pembangkit Listrik Tenaga Mikro-
Hidro di Bali. Jurnal Ilmiah Teknik Mesin CakraM Vol. 3 No.2. Oktober 2009
(184 - 193).
White, M, Frank. , Mekanika Fluida Edisi Kedua, Penerbit Erlangga, Jakarta : 1988
Unila. 2017. PLTMH. http://digilib.unila.ac.id/7615/17/BAB%20II.pdf.
Akbar. 2012. Turbin. https://tajilapak.wordpress.com/2012/11/23/turbin-pelton/.
Riadi, Muchlisin. 2016. Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).
https://www.kajianpustaka.com/2016/10/pembangkit-listrik-tenaga-mikro-
hidro.html.
Rijal, Saifur. 2016. Prakarya Pembangkit Listrik Tenaga Minihidro (PLTMH).
http://saifurunesa.blogspot.com/2016/08/prakarya-pembangkit-listrik-
tenaga.html.
Liputan Bali. 2017. Tabanan Resmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro.
https://liputanbali.com/read/201708130312/Tabanan-Resmikan-Pembangkit-
Listrik-Tenaga-Mikro-Hidro.html.
Pahlevi, Rizal. 2015. Turbin Air. https://www.slideshare.net/comradegenerals/turbin-
air-50068019

33