Anda di halaman 1dari 4

B.

Peranan Perawat Dalam Terapi Lingkungan


Perawat sebagai individu yang unik dan selalu berada dengan
pasien selama 24 jam di bandingkan dengan anggota tim kesehatan jiwa
lainnya sehingga peranannya dalam menyelenggarakan terapi lingkungan
menjadi lebih besar.
Perawat sebagai seorang manusia dan bertugas dalam terapi
lingkungan harus menilai dirinya tentang kesadaran diri, kekuatan,
kemampuan dalam hal pengatahuan dalam antropologi, kebudayaan
karena akan membantu dirinya untuk bertoleransi terhadap perilaku-
perilaku yang di tujukan oleh pasien.
Peran perawat dalam menyelenggarakan terapi lingkungan adalah:
1. Pencipta lingkungan yang aman dan nyaman
a. Perawat menciptakan dan mempertahankan suasana yang akrab,
menyenangkan, saling menghargai di antara sesama perawat,
petugas kesehatan dan pasien.
b. Perawat menciptakan suasana yang aman dari benda-benda atau
keadaan-keadaan yang menimbulkan terjadinya kecelakaan/luka
terhadap pasien atau perawat
c. Menciptakan suasana yang nyaman, yaitu mengatur tatanan
ruangan dimana memungkinkan pasien betah seperti kondisi
rumah sendiri, serta pasien dapat menjalankan kegiatan sehari-
hari sesuai dengan kebutuhannya. Misalnya bangsal yang di tata
memiliki ruang tamu, ruang keluarga untuk bersantai, kamar tidur
dengan kelengkapannya masing-masing serta kamar mandi dan
wc yang bersifat melindungi privasinya.
d. Pasien di minta untuk berpartisipasi melakukan kegiatan bagi
dirinya dan orang lain seperti yang biasa di lakukan di rumahnya.
Misalnya mencuci piring dan pakaian, membereskan kamar dan
sebagainya.
2. Penyelenggara proses sosialisasi
a. Membantu pasien untuk belajar berinteraksi dengan orang lain,
mempercanyai orang lain, memuaskan bagi dirinya dan orang
lain, sehingga meningkatkan harga diri dan berguna bagi orang
lain.
b. Mendorong pasien untuk berkomunikasi tentang ide-ide,
perasaan-perasaannya, dan perilakunya secara terbuka sesuai
dengan aturan di dalam kegiatan-kegiatan tertentu.
c. Melalui sosialisasi pasien belajar tentang kegiatan-kegiatan atau
kemampuan yang baru, dan dapat di lakukannya sesuai dengan
kemapuan dan minatnya pada waktu-waktu yang luang.
3. Sebagai teknisi perawatan
Selama proses terapi lingkungan fungsi perawat adalah
memberikan/memenuhi kebutuhan dari pasien, memberikan obat-
obatan yang telah di tetapkan, mengamati efek obat dan perilaku-
perilaku yang menonjol/ menyimpang serta mengidentifikasi
masalah-masalah yang timbul dalam terapi tersebut.
4. Sebagai leader atau pengelola dalam pelaksanaan terapi lingkungan
perawat harus mampu mengelola sehingga tercipta lingkungan yang
terapiutik yang mendukung penyembuhan dan memberikan dampak
baik secara fisik maupun secara psikologis kepada pasien.

C. Jenis – Jenis Kegiatan Terapi Lingkungan


1. Terapi rekreasi
Yaitu terapi yang menggunakan salah satu kegiatan yang di lakukan
pada waktu luang, dengan tujuan pasien dapat melakukan kegiatan
secara konstruktif dan menyenangkan serta mengembangkan
kemampuan hubungan sosial. Di dalam kehidupan bangsal yang
memimpin terapi ini adalah perawat, dimana dia harus dapat
menyesuaikan kegiatan dengan tingkatan umur, misalnya untuk
remaja yang membutuhkan kegiatan yang mengeluarkan banyak
energi seperti basket, berenang dan lain-lain. Sedangkan untuk orang
tua tidak banyak mengeluarkan tenaga seperti main kartu, karambol
dan sebagainya.
2. Terapi kreasi seni
Perawat dalam terapi ini dapat sebagai leader atau bekerja sama
dengan orang lain yang ahli dalam bidangnya karena harus sesuai
dengan bakat dan minat di antaranya adalah :
a. Dance terapi/ menari
Suatu terapi yang menggunakan bentuk ekspresi non verbal
dengan menggunakan gerakan tubuh dimana mengkomunikasikan
tentang perasaan-perasaan dan kebutuhan-kebutuhan. Kegiatan
dapat di sesuaikan dengan kultur dan dimana pasien berasalsera Rs
itu berada.
b. Terapi musik
terapi ini di lakukan dengan musik, musik memberikan
kesempatan pada pasien untuk mengekspresikan perasaan-
perasaannya seperti marah, sedih, kesepian. Pelaksanaan terapi ini
dapat di lakukan bersama (berkelompok) atau individual. Pasien
yang sedang sedih biasanya memilih musik yang sentimentil
sedangkan pasien yang gembira memilih lagu yang gembira dan
menuntut banyak gerak.
c. Terapi dengan menggambar/melukis
Dengan menggambar atau melukis akan memberikan kesempatan
kepada pasien untuk mengekspresikan tentang apa yang sedang
terjadi dengan dirinya. Kegiatan ini dapat di lakukan secara
individu atau berkelompok di berbagai sarana seperti di Rs, rawat
jalan ataupun di rumah-rumah.
d. Literatur/biblioterapy
Terapi dengan kegiatan membaca seperti novel, majalah, buku-
buku dan kemudian mendiskusikan di atara pasien tentang
pendapat-pendapatnya terhadap topik yang di baca.
Tujuan dari terapi ini adalah mengembangkan wawasan diri dan
bagaimana mengekspresikan perasaan/ pikiran dan perilaku yang
sesuai dengan norma-norma yang ada.
3. Pet terapy
Terapi ini bertujuan untuk menstimulasi respon pasien yang tidak
mampu mengadakan hubungan interaksi dengan orang-orang dan
pasien biasanya merasa kesepian, menyendiri. Sarana yang di
pergunakan dalam terapi ini adalah binatang binatang dimana dapat
memberikan respon menyenangkan kepada pasien, seringkali di
pergunakan pada pasien anak dengan autistik.
4. Plant terapy
Terapi ini bertujuan untuk mengajarkan pasien untuk memelihara
segala sesuatu/ makhluk hidup, dan membantu hubungan yang akrab
antara satu pribadi dengan pribadi yang lainnya.
Kegiatan ini menggunakan tanaman/tumbuhan sebagai objek dalam
mencapai tujuan terapi. Menanam tumbuh-tumbuhan mulai dari biji
sampai menjadi bunga atau buah dan di perbolehkan untuk
memetiknya bagi pasien merupakan pengalaman memelihara makhluk
hidup dengan kasih sayang dan berhasil di luar dirinya.

D. Terapi Lingkungan Dalam Kondisi Khusus


a. Pasien rendah diri (low self esteem), depresi (depresion), bunuh diri
(suicide)
Syarat lingkungan secara psikologis harus memenuhi hal-hal sebagai
berikut :
a) Ruangan aman dan nyaman
b) Terhindar dari alat-alat yang dapat di gunakan untuk mencederai
diri sendiri atau orang lain
c) Alat-alat medis, obat-obatan, dan jenis cairan medis di lemari
dalam keadaan terkunci
d) Ruangan harus di tempatkan di lantai satu dan keseluruhan
ruangan mudah di pantau oleh petugas kesehatan
e) Tataruangan menarik dengan cara menempelkan poster yang cerah
dan meningkatkan gaya hidup pasien
f) Warna dinding cerah
g) Adanya bacaan ringan, lucu, dan memotivasi hidup
h) Hadirkan musik ceria, tv, dan film komedi
i) Adanya lemari khusus untuk menyimpan barang-barang pribadi
pasien
Lingkungan sosial :
a) Komunikasi terapeutik dengan cara semua petugas menyapa
pasien sesering mungkin
b) Memberikan penjelasaan setiap akan di lakukan kegiatan
keperawatan atau kegiatan medis lainnya
c) Menerima pasien apa adanya, jangan mengejek atau merendahkan
d) Meningkatkan harga diri pasien
e) Membantu menilai dan meningkatkan hubungan sosial secara
bertahap
f) Membantu pasien dalam berinteraksi dengan keluarganya
g) Sertakan keluarga dalam rencana asuhan keperawatan, jangan
biarkan pasien sendiri terlalu lama di ruangannya

b. Pasien dengan amuk


Lingkungan fisik :
a) Ruangan aman, nyaman dan dapat pencahayaan yang cukup
b) Pasien satu kamar satu orang, bila sekamar lebih dari satu jangan
di campur antara yang kuat dan yang lemah
c) Ada jendela berjeruji dengan pintu dari besi terkunci
d) Tersedia kebijakan dan tertulis tentang protokol pengikatan dan
pengasingan secara aman, serta protokol pelepasan pengikatan

Lingkungan psikososial :
a) Komunikasi terapiutik, sikap bersahabat dan perasaan empati
b) Observasi pasien tiap 15 menit
c) Jelaskan tujuan pengikatan/pengekangan secara berulang-ulang
d) Penuhi kebutuhan fisik pasien
e) Libatkan keluarga