Anda di halaman 1dari 3

DOKTER GIGI

A. DASAR HUKUM

1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan;


2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara;
3. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai
Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 40
Tahun 2010;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2000 tentang Kenaikan Pangkat Pegawai
Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 12
Tahun 2002;
6. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2003 tentang Wewenang Pengangkatan,
Pemindahan, dan Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah
dengan Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2009;
7. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2014 tentang Pemberhentian Pegawai Negeri
Sipil Yang Mencapai Batas Usia Pensiun Bagi Pejabat Fungsional;
8. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2007 tentang Tunjangan Jabatan Fungsional
Dokter, Dokter Gigi, Apoteker, Asisten Apoteker, Pranata Laboratorium Kesehatan,
Epidemiolog Kesehatan, Entomolog Kesehatan, Sanitarian, Administrator Kesehatan,
Penyuluh Kesehatan Masyarakat, Perawat Gigi, Nutrisionis, Bidan, Perawat,
Radiografer, Perekam Medis, dan Teknisi Elektromedis;
9. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional
Pegawai Negeri Sipil sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor
116 Tahun 2014;
10. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER.15/MEN/2010 tentang
Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan;
11. Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor
141/KEP/M.PAN/11/2003 tentang Jabatan Fungsional Dokter Gigi dan Angka
Kreditnya;
12. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 55/KEPMEN-KP/2013 tentang
Pemberian Kuasa Penandatangan Keputusan tentang Pengangkatan, Kepangkatan,
Pemindahan, Pemberhentian, dan Mutasi Kepegawaian lainnya bagi Pegawai Negeri
Sipil di Lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan;
13. Keputusan Bersama Menteri Kesehatan dan Kepala Badan Kepegawaian Negara
Nomor 1740/MENKES/SKB/XII/2003 dan Nomor 54 Tahun 2003 tentang Petunjuk
Pelaksanaan Jabatan Fungsional Dokter gigi dan Angka Kreditnya.

B. PENGERTIAN-PENGERTIAN

1. Dokter Gigi adalah Pegawai Negeri Sipil yang diberi tugas, tanggung jawab,
wewenang dan hak secara penuh oleh pejabat berwenang untuk melakukan kegiatan
pelayanan kesehatan gigi dan mulut kepada masyarakat pada sarana pelayanan
kesehatan.
2. Pelayanan kesehatan adalah bentuk pelayanan kesehatan kepada masyarakat dalam
upaya pencegahan, penyembuhan dan pemulihan kesehatan akibat penyakit,
peningkatan derajat kesehatan masyarakat, dalam rangka kemandirian di bidang
kesehatan.
3. Sarana pelayanan kesehatan adalah tempat yang digunakan untuk
menyelenggarakan upaya kesehatan gigi dan mulut, yaitu Rumah Sakit, Puskesmas,
Poliklinik, dan atau Unit Kesehatan lainnya.

17
C. JENJANG JABATAN, GOLONGAN, ANGKA KREDIT, TUNJANGAN JABATAN, DAN
BATAS USIA PENSIUN

ANGKA TUNJANGAN BUP


NO. JENJANG JABATAN GOL
KREDIT Rp. (THN)
III/a 100
1. Dokter Gigi Pertama 278.000,00
III/b 150
III/c 200
2. Dokter Gigi Muda 660.000,00
III/d 300
IV/a 400 60
3. Dokter Gigi Madya IV/b 550 1.094.000,00
IV/c 700
IV/d 850
4. Dokter Gigi Utama 1.230.000,00
IV/e 1050

D. PENGANGKATAN PERTAMA

1. Pejabat yang berwenang mengangkat


a. Presiden untuk pengangkatan Dokter Gigi Utama;
b. Sekretaris Jenderal a.n. Menteri Kelautan dan Perikanan untuk pengangkatan
Dokter Gigi Madya;
c. Kepala Biro Kepegawaian a.n. Menteri Kelautan dan Perikanan untuk
pengangkatan Dokter Gigi Muda; dan
d. Kepala Bagian Jabatan Fungsional untuk pengangkatan Dokter Gigi Pertama.

2. Persyaratan
PNS yang diangkat pertama kali dalam jabatan Dokter gigi harus memenuhi syarat-
syarat sebagai berikut:
a. Berijazah Dokter Gigi;
b. Pangkat paling rendah Penata Muda Tk.I golongan ruang III/b;
c. Setiap unsur penilaian prestasi kerja dan pelaksanaan pekerjaan dalam DP3/SKP
sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.

E. PENGANGKATAN DARI JABATAN LAIN

Persyaratan:
a. Memenuhi syarat sebagaimana ketentuan pada pengangkatan pertama kali;
b. Memiliki pengalaman dalam kegiatan pelayanan kesehatan sekurang-kurangnya 2
(dua) tahun;
c. Usia setinggi-tingginya 5 (lima) tahun sebelum mencapai usia pensiun dari jabatan
terakhir yang didudukinya;
d. Setiap unsur penilaian prestasi kerja dan pelaksanaan pekerjaan dalam DP3/SKP
sekurang-kurangnya bernilai baik dalam 1 (satu) tahun terakhir.

F. PEMBEBASAN SEMENTARA, PENGANGKATAN KEMBALI, DAN PEMBERHENTIAN

1. Pembebasan Sementara
Dokter gigi dibebaskan sementara dari jabatannya apabila:
a. Dalam jangka waktu 5 (lima) tahun sejak diangkat dalam jabatan/pangkat
terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan
jabatan/pangkat setingkat lebih tinggi;
b. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak diangkat dalam pangkat/jabatan
terakhir tidak dapat mengumpulkan angka kredit sekurang-kurangnya 25 (dua

18
puluh lima) dari pelayanan kesehatan gigi dan mulut dan pengembangan profesi
bagi Dokter Gigi Utama, pangkat Pembina Utama golongan ruang IV/e;
c. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat sedang atau tingkat berat berupa penurunan
pangkat;
d. Diberhentikan sementara sebagai PNS;
e. Ditugaskan secara penuh di luar jabatan Dokter Gigi;
f. Menjalani cuti di luar tanggungan negara, kecuali untuk persalinan keempat dan
seterusnya; atau
g. Tugas belajar lebih dari 6 (enam) bulan.

2. Pengangkatan Kembali
a. PNS yang telah selesai menjalani pembebasan sementara, dapat diangkat
kembali dalam jabatan Dokter Gigi, apabila telah selesai menjalani pembebasan
sementara;
b. Pengangkatan kembali dalam jabatan Dokter Gigi dengan menggunakan angka
kredit terakhir yang dimiliki dan dapat ditambah angka kredit dari tugas pokok
Dokter Gigi yang diperoleh selama pembebasan sementara.

3. Pemberhentian
Dokter Gigi diberhentikan dari jabatan fungsionalnya apabila:
a. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya
karena tidak dapat mengumpulkan angka kredit yang ditentukan untuk kenaikan
pangkat setingkat lebih tinggi;
b. Dalam jangka waktu 1 (satu) tahun sejak dibebaskan sementara dari jabatannya
karena tidak dapat mengumpulkan angka kredit bagi Dokter Gigi Utama, pangkat
Pembina Utama golongan ruang IV/e; atau
c. Dijatuhi hukuman disiplin tingkat berat dan telah mempunyai kekuatan hukum
yang tetap, kecuali hukuman disiplin penurunan pangkat.

19