Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI UMUM

Topik : Klasifikasi makhluk hidup

Tujuan :

1.Mahasiswa memahami prinsip atau dasar klasifikasi makhluk hidup.


2.Mahasiswa mampu melakukan klasifikasi menggunakan dasar tertentu.

Alat dan bahan :

1. daun singkong (Manihot esculenta)


2. daun jeruk nipis (Citrus aurantifolia)
3. daun waru (Hibiscus tilliacsus)
4. daun nangka (Artocarpus heterophyllus)
5. daun alpukat (Persea americana Mill)
6. daun cempaka (Michelia champaka Linn)
7. daun melinjo (Gnetum gnemon)
8. daun mangga (Mangifera sp.)
9. daun jambu (Psidium guajava)
10. daun durian (Durio zibethinus Murr)

Cara /langkah kerja :

1. Mengambil berbagai macam daun yang telah disediakan pembimbing.


2. Mengelompokkan daun-daun tersebut menjadi dua menggunakan suatu
dasar pengelompokkan tertentu,masalnya berdasarkan bentuk daun.
3. Mengelompokkan kembali tiap kelompok menjadi dua bagian,dengan
menggunakan dasar pengelompokkan yang lain (yang berbeda dengan
dasar pengelompokkan diatas.
4. Mencatat hasil pemisahan/pengelompokkan dalam bentuk skema.
5. Mencari nama latin dari setiap tanaman pada buku referensi.

Pembahasan
Begitu banyak tanaman di dunia ini. Dari sekian banyak tanaman,dapat dibedakan atau
dikelompokkan berdasar ciri tertentu,misalnya dari
daunnya,buahnya,bunganya,batangnya,dan beberapa sifat lain yang lebih khusus. Dari
ciri-ciri tersebut tumbuhan dapat dikelompokkan berdasar
phylum,ordo,suku,marga(genus),kelas atau spesies. Metode pengelompokkan ini disebut
klasifikasi. Klasifikasi adalah sebuah metode untuk menyusun data secara sistematis atau
berdasar ciri atau sifat yang dimiliki.
Cara untuk mengklasifikasikan tanaman salah satunya dengan melihat ciri yang dimliki
daun pada tanaman tersebut. Dari daun-daun tersebut dapat dibedakan berdasarkan :

• bangun daun (circum scripto)


• ujung daun (apex)
• pangkal daun (basis)
• susunan tulang daun (nervatio/nenatio)
• tepi daun (margo)
• daging daun (intervenium)
• permukaan daun
• warna daun
• dan lainnya.

Berdasarkan bentuknya,daun dapat dibedakan menjadi bentuk menjari,menyirip dan


bulat. Bentuk daun menjari(palminervis)yaitu apabila dari ujung tangkai daun keluar
beberapa tulang yang memencar,seperti jari-jari pada tangan yang jumlahnya
ganjil,contohnya daun singkong(Manihot esculenta). Bentuk daun
menyirip(penninervis),dengan ciri tulang daun merupakan terusan dari tangkai daun,dan
dari tulang ini muncul tulang-tulang cabang kearah samping,mirip sirip ikan,contohnya
daun jambu(psidium guajava). Bentuk daun bulat(orbicularis),dengan ciri panjang dan
lebar sama.contohnya daun waru(Hibiscus tiliaceus).

Dari permukaan daun,terlihat beberapa ciri yang dapat dirasakan yang berupa permukaan
kasar dan permukaan halus. Ciri ini terlihat dengan ada tidaknya bulu/rambut pada daun.
Banyaknya bulu pada daun dapat dirasakan lebih kasar dari pada yang tidak ada bulunya.
Pada permukaan yang halus,tampak lebih mengkilap,hal ini terlihat kerena tidak adanya
bulu pada daun. Daun yang kasar seperti contoh daun nangka,dan daun yang terlihat
mengkilap contohnya daun cempaka.

Pada beberapa daun,terlihat sekali sifat anak tulang daun. Dari beberapa daun,arah anak
tulang daun ada yang lebih kesamping,ada juga yang terlihat lebih keatas. Sifat anak
tulang daun juga lebih bervariasi,ada yang terlihat lebih menonjol,simetris,dan memiliki
cabang-cabang yang jelas terlihat. Contoh dari anak tulang daun yang terlihat lebih
jelas/menonjol yaitu daun jambu biji.

Hampir semua daun berwarna hijau,namun tidak semua permukaan daun berwarna hijau.
Beberapa daun memiliki warna permukaan daun yang berbeda antara permukaan atas dan
bawah. Hal ini tampak terlihat jelas pada daun durian,pada permukaan atasnya terlihat
hijau,namun pada permukaan bawahnya,berwarna agak kecoklatan. Pada daun yang lain
juga terlihat perbedaan antara permukaan yang atas dan bawah.

Pada ujung daun juga terlihat ciri dan sifat yang berbeda pada setiap daun. Ujung daun
dapat bersifat runcing,meruncing,dan membulat. Pada ujung daun yang runcing,terlihat
kedua tepi daun menuju keatas sedikit demi sedikit sehingga pertemuannya pada ujung
puncak daun membentuk sudut kurang dari 90o. Pada daun yang meruncing,kedua tepi
daun lebih lebar sehingga ujungnya terlihat lebih lebar dari pada daun yang ujungnya
runcing,seperti contoh daun alpukat. Daun yang ujungnya membulat,ujungnya terlihat
lebih tumpul,namun tidak membentuk sudut sehingga ujung daun merupakan semacam
busur yang bulat,hal ini terlihat pada daun jeruk nipis.

Pada pengamatan yang dilakukan terhadap sepuluh daun yang tersedia,memiliki berbagai
ciri yang khusus,misalnya daun durian,memiliki ciri-ciri bentuk daun lonjong,ujung
meruncing,anak tulang daun simetris,bentuk tulang daun lurus,dan warna permukaan
bawah kecoklatan. Daun yang lain juga memiliki sifat yang berbeda dari daun-daun yang
lain.

Kesimpulan

Klasifikasi tumbuhan dapat dilakukan dengan melihat ciri dan sifat pada daun contohnya,
bentuknya, ujungnya, pangkalnya, susunan tulang-tulangnya, tepinya ,daging daunnya,
permukaan daunnya, arah anak tulang,bentuk tulang daun, dan warna permukaan daun.