Anda di halaman 1dari 24

MAKALAH DEMOGRAFI

“Faktor-faktor yang Mempengaruhi Percepatan Perkembangan


penduduk”

Oleh :

Kelompok 2
Annisa Amalia P (163110155)
Artisha Rizal (163110157)

Kelas :
II A

Dosen Pembimbing:
Hj. Murniati Muchtar. SKM,M. Biomed

POLTEKKES KEMENKES RI PADANG


D-III KEPERAWATAN PADANG
2017

1
KATA PENGANTAR

Assalamualaikum warrahmatullahiwabarrakatuh

Alhamdulillahirrabila’lamin, puji syukur diucapkan kehadirat Allah SWT atas segala


limpahan rahmat dan karunia serta nikmat-Nya, sehingga dapat menyelesaikan penulisan
makalah ini,tak lupa shalawat serta salam kami ucapkan kepada nabi besar Muhammad SAW
beserta keluarga, sahabat-sahabat, dan para pengikut beliau hingga akhir zaman. Kami sebagai
penulis menyadari dalam pembuatan makalah ini masih terdapat kekurangan dan kesalahan
dalam penulisan, oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat
membangun demi kesempurnaan makalah ini.

Demikian kata pengantar dari kami penulis, harapan kami agar makalah ini dapat
bermanfaat bagi para pembaca dan diterima sebagai perwujudan penulis dalam dunia kesehatan.
Dan dapat digunakan sebagaimana mestinya, semoga kita semua mendapat faedah dan diterangi
hatinya dalam setiap menuntut ilmu yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat.

Padang, Oktober 2017

Penulis

2
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................................................................................................i

DAFTAR ISI...............................................................................................................................ii

BAB I

PENDAHULUAN ......................................................................................................................1

A. Latar Belakang .................................................................................................................1


B. Rumusan Masalah ............................................................................................................2
C. Tujuan .............................................................................................................................2
D. Manfaat ............................................................................................................................2

BAB II

PEMBAHASAN .........................................................................................................................3

A. Pengertian Penduduk .......................................................................................................3


B. Dinamika Penduduk .........................................................................................................4
C. Faktor-faktor Demografik yang mempengaruhi laju pertumbuhan penduduk ................6
1. Angka Kelahiran ........................................................................................................6
2. Angka Kematian ........................................................................................................8
3. Migrasi .......................................................................................................................9
4. Rasio Ketergantungan ................................................................................................10
5. Angka Perkawinan Umum .........................................................................................11
6. Pengaruh Program KB ...............................................................................................12
D. Transisi Demografi ..........................................................................................................12

BAB III

PENUTUP ...................................................................................................................................20

A. Kesimpulan ......................................................................................................................20
B. Saran ...............................................................................................................................20

DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................................21

3
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Indonesia merupakan salah satu di antara sejumlah daftar Negara-negara berkembang di


dunia. Hal yang paling mendasar yang umum dijumpai dalam suatu Negara berkembang
adalah jumlah penduduk yang sangat besar. Indonesia merupakan slah satu Negara dengan
jumlah penduduk yang terbanyak. Hal ini dapat dilihat dari hasil sensus penduduk yang
semakin tahun semakin meningkat. Dalam pengetahuan tentang kependudukan dikenal
sebagai istilah karakteristik penduduk yang berpengaruh penting terhadap proses demografi
dan tingkah laku sosial ekonomi penduduk.

Pertumbuhan penduduk yang meningkat berkaitan dengan kemiskinan dan kesejahteraan


masyarakat. Pengetahuan tentang aspek-aspek dan komponen demografi seperti fertilitas,
mortalitas, morbiditas, migrasi, ketenagakerjaan, perkawinan, dan aspek keluarga dan rumah
tangga akan membantu para penentu kebijakan dan perencana program untuk dapat
mengembangkan program pembangunan kependudukan dan peningkatan ksesejahteraan
masyarakat yang tepat pada sasarannya.

Dengan jumlah penduduk yang sangat tinggi tersebut akan melahirkan beragam masalah
dalam kehidupan. Masalah utama yang dihadapi di bidang kependudukan di Indonesia adalah
masih tingginya pertumbuhan penduduk dan kurang seimbangnya penyebaran dan struktur
umur penduduk. Program kependudukan dan keluarga berencana bertujuan turut serta
menciptakan kesejahteraan ekonomi dan sosial bagi seluruh masyarakat melalui usaha-usaha
perencanaan dan pengendalian penduduk. Dengan demikian diharapkan tercapai
keseimbangan yang baik antara jumlah dan kecepatan pertambahan penduduk dengan
perkembangan produksi dan jasa.

4
B. RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan uraian dalam latar belakang di atas, maka permasalahan yang akan dikaji
dalam makalah ini adalah sebagai berikut.

1. Apa pengertian dari penduduk ?


2. Bagaimana dinamika kependudukan di Indonesia?
3. Faktor-faktor demografi apa yang mempengaruhi laju pertumbuhan penduduk ?
4. Bagaimana konsep transisi demografis dalam konsep kependudukan?

C. TUJUAN

Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penulisan makalah ini adalah sebagai berikut.

1. Untuk mengetahui pengertian dari penduduk


2. Untuk mengetahui dinamika kependudukan di Indonesia
3. Untuk mengetahui Faktor-faktor demografi yang mempengaruhi laju pertumbuhan
penduduk
4. Untuk mengetahui konsep transisi demografis.

D. MANFAAT

Manfaat dari penulisan makalah ini adalah untuk memberikan wawasan mengenai
Konsep kependudukan Indonesia.

5
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN PENDUDUK

Penduduk adalah Orang yang secara hukum berhak tinggal di dalam suatu daerah.
Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di daerah tersebut.
Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi memilih tinggal di daerah lain. Dalam sosiologi,
penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu
Pada hakekatnya, pengertian mengenai penduduk lebih ditekankan pada komposisi
penduduk.

Pengertian ini mempunyai arti yang sangat luas, tidak hanya meliputi pengertian umur,
jenis kelamin dan lain-lain, tetapi juga klasifikasi tenaga kerja dan watak ekonomi, tingkat
pendidikan, agama, ciri sosial, dan angka statistik lainnya yang menyatakan distribusi
frekuensi. Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua:

1. Orang yang tinggal di daerah tersebut


2. Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang
mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ. Misalkan bukti kewarganegaraan, tetapi
memilih tinggal di daerah lain.

Ilmu yang mempelajari tentang masalah kependudukan adalah Demografi. Istilah


Demografi pertama sekali ditemukan oleh Achille Guillard. John Graunt adalah seorang
pedagang di London yang menganalisis data kalahiran dan kematian, migrasi dan perkawinan
yang berkaitan dalam proses pertumbuhan penduduk. Sehinnga John Graunt dianggap
sebagai bapak Demografi.

Masalah-masalah kependudukan dipelajari dalam ilmu demografi. Berbagai aspek


perilaku manusia dipelajari dalam sosiologi, ekonimi, dan geografi. Demografi banyak
digunakan dalam pemasaran, yang berhubungan erat dengan unit-unit ekonomi, seperti
pengencer hingga pelanggan potensial. Kependudukan atau demografi adalah ilmu yang
mempelajari dianmika kependudukan manusia. Meliputi didalamnya ukuran, struktur, dan

6
distribusi penduduk, serta bagaimana jumlah penduduk setiap waktu akibat kelahiran,
kematian, migrasi, serta penuaan. Analisis kependudukan dapat merujuk masyarakat secara
keseluruhan atau kelompok tertentu yang didasarkan kriteria seperti pendidikan,
kewarganegaraan, agama, atau etnisitas tertentu.

B. DINAMIKA KEPENDUDUKAN

Dinamika kependudukan adalah perubahan kependudukan untuk suatu daerah tertentu


dari waktu ke waktu. pertumbuhan penduduk akan selalu dikaitkan dengan tingkat kelahiran,
kematian dan perpindahan penduduk atau migrasi baik perpindahan ke luar maupun ke luar.
Pertumbuhan penduduk adalah peningkatan atau penurunan jumlah penduduk suatu daerah
dari waktu ke waktu.

Pertumbuhan penduduk yang minus berarti jumlah penduduk yang ada pada suatu daerah
mengalami penurunan yang bisa disebabkan oleh banyak hal. Pertumbuhan penduduk
meningkat jika jumlah kelahiran dan perpindahan penduduk dari luar ke dalam lebih besar
dari jumlah kematian dan perpindahan penduduk dari dalam ke luar.Dinamika kependudukan
adalah perubahan penduduk. Perubahan tersebut selalu terjadi dan dalam Undang-Undang
No. 10 Tahun 1992 Tentang ´Perkembangan Kependudukan dan Pembangunan Keluarga
Sejahtera disebut sebagai Perkembangan Kependudukan.

Perkembangan kependudukan terjadi akibat adanya perubahan yang terjadi secara


mauoun karena perilaku yang terkait dengan upaya memenuhi kebutuhannya. Perubahan
alami tersebut adalah karena kematian dan kelahiran. Sedangkan yang terkait dengan upaya
pemenuhan kebutuhan adalah migrasi atau pindahan tempat tinggal.

Setiap perubahan yang diakibatkan salah satu faktor perubahan penduduk tersebut akan
berdampak pada keseluruhan, misalnya jumlah menurut umur penduduk dan jenis kelamin
penduduk. Hal-hal yang diperlukan dalam pengukuran dinamika kependudukan adalah :

1. Indikator
Indikator diperlukan untuk mengetahui dan mempelajari dengan tepat berbagai keadaan

7
atau perubahan yang terjadi pada penduduk disuatu negara. Indikator dalam demografi
terdiri dari beberapa hal, yaitu :

a. Jumlah penduduk
b. Komposisi penduduk menurut jenis kelamin, umur, suku bangsa, pendidikan, agama,
pekejaan, dan lain-lain
c. Proses demografi yang mempengaruhi jumlah dan komposisi penduduk

2. Parameter
Ukuran atau satuan yang memberikan penilaian kuantitatif. Ada dua macam pengukuran,
yaitu :

a. Angka Absolut
b. Angka Relatif

Dinamika kependudukan menjelaskan bahwa di samping jumlah absolutnya yang


tetap tinggi, persoalan kependudukan di Indonesia meliputi persebaran serta kualitas
penduduk dipandang dari sudut sumberdaya manusia secara keseluruhan.

Pemahaman terhadap dinamika penduduk sangat penting dalam demografi. Manfaat


dari memahami dinamika penduduk adalah sebagai berikut.

a. Mengetahui jumlah penduduk pada suatu waktu dan wilayah tertentu.


b. Memahami perkembangan dari keadaan dahulu, sekarang dan perkiraan yang akan
datang.
c. Mempelajari hubungan sebab akibat keadaan penduduk dengan aspek kehidupan lain
misalnya ekonomi, pendidikan, sosial, kesehatan dan lain-lain.
d. Merancang antisipasi menghadapi perkembangan kependudukan yang terjadi baik hal
yang menguntungkan maupun merugikan.

8
C. FAKTOR-FAKTOR DEMOGRAFIK YANG MEMPENGARUHI LAJU PERTUMBUHAN
PENDUDUK

1. ANGKA KELAHIRAN (fertilitas)

Fertilitas dalam pengertian demografi adalah kemampuan seorang wanita secara riil
untuk melahirkan yang diwujudkan dalam jumlah bayi yang senyatanya dilahirkan.
Tinggi rendahnya kelahiran erat hubungannya dan tergantung Pada struktur umur,
banyaknya kelahiran, banyaknya perkawinan, penggunaan alat kontrasepsi, aborsi,
tingkat pendidikan, status pekerjaan, serta pembangunan.
Beberapa fertilitas yang sering digunakan adalah :

a. Angka kelahiran kasar (Crude Birth Rate)


Angka kelahiran kasar adalah angka yang menunjukkan jumlah kelahiran
pertahun di satu tempat per seribu penduduk. CBR dapat dihitung dengan rumus
berikut ini.

Keterangan :
Cbr : crude birth rate (angka kelahiran kasar)
L : jumlah kelahiran selama 1 tahun
P : jumlah penduduk pada pertengahan tahun
1.000 : konstanta
Kriteria angka kelahiran kasar (cbr) di bedakan menjadi tiga macam.
– cbr 30, termasuk kriteria tinggi

b. Angka kelahiran khusus (age specific birth rate/asbr)


Angka kelahiran khusus yaitu angka yang menunjukkan banyaknya kelahiran bayi
setiap 1.000 penduduk wanita pada kelompok umur tertentu. asbr dapat dihitung
dengan rumus berikut ini.

keterangan :
– asbr: angka kelahiran khusus
– li : jumlah kelahiran dari wanita pada kelompok umur tertentu

9
– pi : jumlah penduduk wanita umur tertentu pada pertengahan tahun
1.000 : konstanta

c. angka kelahiran umum (general fertility rate/gfr)


Angka kelahiran umum yaitu angka yang menunjukkan banyaknya kelahiran setiap
1.000 wanita yang berusia 15 – 49 tahun dalam satu tahun. gfr dapat dihitung dengan
menggunakan rumus berikut ini.

keterangan :
gfr = angka kelahiran umum
l = jumlah kelahiran selama satu tahun
w(15 – 49) = jumlah penduduk wanita umur 15 – 49 tahun pada pertengahan tahun.
1.000 = konstanta besar kecilnya angka kelahiran (natalitas) dipengaruhi oleh
beberapa faktor.

Berikut ini faktor pendorong dan faktor penghambat kelahiran.

a. faktor pendorong kelahiran (pronatalitas)

1. anggapan bahwa banyak anak banyak rezeki.


2. sifat alami manusia yang ingin melanjutkan keturunan.
3. pernikahan usia dini (usia muda).
4. adanya anggapan bahwa anak laki-laki lebih tinggi nilainya, jika dibandingkan
dengan anak perempuan, sehingga bagi keluarga yang belum memiliki anak laki-
laki akan berusaha untuk mempunyai anak laki-laki.
5. adanya penilaian yang tinggi terhadap anak, sehingga bagi keluarga yang belum
memiliki anak akan berupaya bagaimana supaya memiliki anak.

b. Faktor penghambat kelahiran (antinatalitas)

1) adanya program keluarga berencana (kb).


2) kemajuan di bidang iptek dan obat-obatan.
3) adanya peraturan pemerintah tentang pembatasan tunjungan anak bagi pns.

10
4) adanya uu perkawinan yang membatasi dan mengatur usia pernikahan.
5) penundaan usia pernikahan karena alasan ekonomi, pendidikan dan karir.
6) adanya perasaan malu bila memiliki banyak anak

2. ANGKA KEMATIAN (MORTALITAS)

Angka kematian dibedakan menjadi tiga macam yaitu angka kematian kasar,
angka kematian khusus, dan angka kematian bayi.

a. Angka kematian kasar (crude death rate/cdr)

Angka kematian kasar yaitu angka yang menunjukkan banyaknya kematian setiap
1.000 penduduk dalam waktu satu tahun. cbr dapat dihitung dengan menggunakan
rumus berikut ini.

keterangan :
asdr = angka kematian kasar
m = jumlah kematian selama satu tahun
p = jumlah penduduk pertengahan tahun
1.000 = konstanta
kriteria angka kematian kasar (cdr) dibedakan menjadi tiga macam.
– cdr kurang dari 10, termasuk kriteria rendah
– cdr antara 10 – 20, termasuk kriteria sedang
cdr lebih dari 20, termasuk kriteria tinggi

b. Angka kematian khusus (age specific death rate/asdr)

kematian khusus yaitu angka yang menunjukkan banyaknya kematian setiap


1.000 penduduk pada golongan umur tertentu dalam waktu satu tahun. asdr dapat
dihitung dengan menggunakan rumus berikut ini.

Keterangan :
Asdr = angka kematian khusus
Mi = jumlah kematian pada kelompok umur tertentu

11
Pi = jumlah penduduk pada kelompok tertentu
1.00 = konstanta

c. Angka kematian bayi (infant mortality rate/imr)

Angka kematian bayi yaitu angka yang menunjukkan banyaknya kematian bayi
(anak yang umurnya di bawah satu tahun) setiap 1.000 kelahiran bayi hidup dalam
satu tahun.

Tinggi rendahnya angka kematian penduduk dipengaruhi oleh beberapa faktor


yaitu faktor pendorong dan faktor penghambat.

1) faktor pendorong kematian (promortalitas)

a. adanya wabah penyakit seperti demam berdarah, flu burung dan sebagainya.
b. adanya bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, banjir dan sebagainya.
c. kesehatan serta pemenuhan gizi penduduk yang rendah.
d. adanya peperangan, kecelakaan, dan sebagainya.
e. tingkat pencemaran yang tinggi sehingga lingkungan tidak sehat.

2) faktor penghambat kematian (antimortalitas)

a. tingkat kesehatan dan pemenuhan gizi masyarakat yang sudah baik.


b. negara dalam keadaan aman dan tidak terjadi peperangan.
c. adanya kemajuan iptek di bidang kedokteran sehingga berbagai macam
penyakit dapat diobati.
d. adanya pemahaman agama yang kuat oleh masyarakat sehingga tidak
melakukan tindakan bunuh diri atau membunuh orang lain, karena ajaran
agama melarang hal tersebut.

3. MIGRASI

Migrasi merupakan salah satu faktor yang memengaruhi angka pertumbuhan


penduduk. Migrasi adalah perpindahan penduduk. Orang dikatakan telah melakukan

12
migrasi apabila orang tersebut telah melewati batas administrasi wilayah lain.
Jenis-jenis migrasi

a. Transmigrasi; Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah untuk


menetap ke daerah lain di dalam wilayah republik indonesia.
b. Urbanisasi; Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota besar.
c. Emigrasi; perpindahan penduduk dari dalam negeri kemudian menetap di luar negeri.
d. Imigrasi; Perpindahan penduduk dari luar negeri dan menetap di dalam negeri.
e. Re-emigrasi (kembali ke tempat asal)

1) migrasi keluar adalah keluarnya penduduk dari suatu wilayah menuju wilayah lain
dan bertujuan untuk menetap di wilayah yang didatangi.
2) migrasi masuk adalah masuknya penduduk dari wilayah lain ke suatu wilayah
dengan tujuan menetap di wilayah tujuan. Migrasi keluar adalah orang yang
melakukan migrasi ditinjau dari daerah asalnya, sedangkan migrasi masuk adalah
orang yang melakukan migrasi ditinjau dari daerah tujuannya.

Migran menurut dimensi waktu adalah orang yang berpindah ketempat lain dengan
tujuan untuk menetap dalam waktu 6 bulan atau lebih. Terdapat beberapa kriteria migran
diantaranya:

a. Migran seumur hidup (life time migrant)


b. Migran Risen (recent migrant)
c. Migran total (total m igrant)

4. RASIO KETERGANTUNGAN

Rasio ketergantungan (Depedency Ratio) adalah perbandingan antara jumlah


penduduk berumur 0-14 tahun, ditambah dengan jumlah penduduk 65 tahun keatas
dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 15-64 tahun. Rasio ketergantungan dapat
dilihat menurutr usia yakni rasio ketergantungan muda dan rasio ketergantungan tua.
Rasio ketergantungan merupakan indicator demografi yang sangat penting. Semakin
tingginya presentase dependency ratio menunjukan semakin tingginya beban yang harus

13
ditanggung penduduk yang produktif dan tidak produktif lagi. Sedangkan presentase
dependency ratio yang semakin rendah menunjukan semakin rendahnya beban yang
ditanggung penduduk yang produktif untuk memembiayai penduduk yang belum
produktif dan tidak produktif lagi.

Rasio ketergantungan didapat dengan membagi total dari jumlah pnduduk usia belum
produktif (0-14 tahun) dan jumlah penduduk usia tidak produktif (65 tahun keatas)
dengan jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun).

Dimana :
RK Total = Rasio Ketergantungan Penduduk Usia Muda dan Tua
RK Muda = Rasio Ketergantungan Panduduk Usia Muda
RK Tua = Rasio Ketergantungan Penduduk Usia Tua
P (0-14) = Jumlah Penduduk Usia Muda (0-14 tahun)
P (65+) = Jumlah Penduduk Usia Tua (65 tahun keatas)
P (15-64) = Jumlah Penduduk Usia Produktif (15-64)

5. ANGKA PERKAWINAN UMUM

Angka perkawinan umum (APU) menunjukan proporsi penduduk yang berstatus


kawin terhadap jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas pada pertengahan tahun untuk
satu tahun tertentu.

Konsep perkawinan lebih difokuskan kepada keadaan dimana seorang laki-laki dan
seorang perempuan hudup bersama dalam kurun waktu yang lama. Dalam hal ini hidup
bersama dapat dikukuhkan dengan perkawinan yang syah sesuai dengan undang-undang
atau peraturan hukum yang ada (Perkawinan de jure) ataupun tanpa pengesahan
perkawinan (de facto). Tetapi untuk keperluan studi demografi, badan pusat statistic
mendefinisikan seseorang berstatus kawin apabila mereka terikat dalam perkawinan pada
saat pencacahan baik yang tinggal bersama maupun terpisah yang menikah secara syah
maupun yang hidup bersama yang oleh masyarakat disekelilingnya dianggap syah
sebagai suami isteri (BPS, 200).

14
Indikator perkawinana berguna bagi penentu kebijakan dan pelaksanaan program
kependudukan terutama dalam pengembangan program-program peningkatan kualitas
keluarga dan perencanaan keluarga.

6. PENGARUH PROGRAM KB

Berikut ini adalah beberapa istilah yang digunakan dalam analisa keluarga berencana
(KB) beserta definisinya.

a. Pasangan Usia Subur (PUS) adalah pasangan suami istri yang istrinya berusia 15-49
tahun.
b. Pemakai alat/cara KB adalah seseorang yang sedang atau pernah memakai alat/cara
KB.
c. Pernah memakai alat/cara KB (ever user) adalah seseorang yang pernah memakai
alat/cara KB.
d. Pemakai alat/cara KB aktif (Current User) adalah seseorang yang sedang memakai
alat/cara KB.
e. Alat/cara KB adalah alat/cara yang digunakan untuk mengatur kelahiran.
Kebutuhan KB yang tidak dipenuhi (Unment need) adalah presentase perempuan usia
subur yang tidak ingin mempunyai anak lagi, atau ingin menunda kelahiran
berikutnya, tetapi tidak memakai alat/cara KB.

D. TRANSISI DEMOGRAFI

Transisi demografi adalah perubahan terhadap fertilitas dan mortilitas yang besar.
Perubahan atau transisi tersebut dapat digambarkan sebagai berikut :

Pada gambar diatas terlihat transisi penduduk ada posisi stabil pada tingkat kelahiran
tinggi, menjadi turun ke stabil pada kelahiran dan kematian rendah.

a. Pada keadaan I

Tingkat kelahiran dan kematian tinggi antara 40 sampai 50. Keadaannya masih alami
tingkat kelahiran tinggi/ tidak terkendali dan tingkat ekonomi yang rendah, sehingga

15
kesehatan dan gizi lingkungan kurang mendukung. Akibatnya kelaparan dan kejadian
penyakit tinggi sehingga tingkat kematian pun tinggi (kondisi pra
intervensi/pembangunan).

b. Pada keadaan II

Angka kematian turun lebih dahulu akibat peningkatan pembangunan dan teknologi,
misalnya dibidang kesehatan, lingkungan, perumahan dan lain-lain. Kondisi ekonomi
makin membaik akibat pembangunan dan pendapatan penduduk meningkat sehingga
kesehatan semakin baik.

Akibatnya tingkat kelahiran tetap tinggi (makin sehat) tetapi angka kematian menurun
(akibat kesehatan dan lain- lain). Pada kondisi ini akan terasa tingginya laju pertumbuhan
penduduk alami, seperti dialami indonesia pada periode tahun 1970 sampai 1980 dengan
angka pertumbuhan 2,32 % per tahun.

c. Pada keadaan III

Terjadi perubahan akibat pembangunan dan juga upaya pengendalian penduduk,


maka sikap terhadap fertilitas berubah menjadi cenderung punya anak sedikit, maka
turunnya tingkat kematian juga diikuti turunnya tingkat kelahiran sehingga pertumbuhan
penduduk menjadi tidak tinggi lagi. Keadaan tersebut dapat dilihat pada pertumbuhan
penduduk indonesia periode 1980 sampai 1990 yang turun menjadi 1,85 %.

d. Pada keadaan IV

Bila penurunan tingkat kelahiran dan kematian berlangsung terus menerus, maka
akan mengakibatkan pertumbuhan yang stabil pada tingkat yang rendah indonesia sedang
menuju/mengharap tercapainya kondisi ini yaitu penduduk bertambah sangat rendah atau
tanpa pertumbuhan. Demikian lah gambaran transisi demografi yang dapat dipercepat
dengan peningkatan pembangunan terutama bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan
kb.

16
Menurut blacker (1947) ada 5 phase dalam teori transisi demografi, dimana
khususnya phase 2 dan 3 adalah phase transisi. Tahap-tahap dalam transisi demografi :

1. Tahap stasioner tinggi


Ciri-ciri :
Tingkat kelahiran: tinggi
Tingkat kematian: tinggi
Pertumbuhan alami: nol/sangat rendah
2. Tahap awal perkembangan
Ciri-ciri :
Tingkat kelahiran: tinggi (ada budaya pro natalis)
Tingkat kematian: lambat menurun
Pertumbuhan alami: lambat
Contoh: india sebelum pd ii
3. Tahap akhir perkembangan
Ciri-ciri :
Tingkat kelahiran: menurun
Tingkat kematian: menurun lebih cepat dari tingkat kelahiran
Pertumbuhan alami: cepat
Contoh: australia, selandia baru tahun ‘30an
4. Tahap stasioner rendah
Ciri-ciri :
Tingkat kelahiran: rendah
Tingkat kematian: rendah
Pertumbuhan alami: nol/sangat rendah
Contoh: perancis sebelum pd ii
5. Tahap menurun
Ciri-ciri :
Tingkat kelahiran: rendah
Tingkat kematian: lebih tinggi dari tingkat kelahiran

17
Pertumbuhan alami: negative
Contoh: jerman timur & barat tahun ‘75

Ada beberapa masalah dalam mengaplikasikan teori transisi demografi bagi negara-
negara berkembang. Bila di eropa, penurunan mortalitas lebih dikarenakan pembangunan
sosio ekonomi, namun penurunan mortalitas dan fertilitas di negara-negara berkembang
lebih karena pengaruh faktor-faktor lain seperti: peningkatan pemakaian kontrasepsi,
peningkatan perhatian pemerintah, modernisasi, pembangunan.

e. Masalah Kependudukan di Indonesia

Masalah kependudukan merupakan masalah yang serius, tidak saja bagi negara-
negara yang sedang berkembang seperti Indonesia, tetapi juga bagi negara-negara maju.
Masalah kependudukan dewasa ini sudah menjadi masalah besar bagi dunia secara
keseluruhan disamping masalah ekonomi secara global. Perkembangan penduduk tanpa
disertai dengan kontrol untuk mengatur jumlah penduduk yang diinginkan, hanya akan
menimbulkan problema sosial dan ekonomi dengan segala akibatnya. Pertambahan
penduduk yang besar dari tahun ke tahun memerlukan investasi dan sarana di bidang
pendidikan, kesehatan, perumahan dan sebagainya.

Masalah kependudukan di Indonesia adalah jumlah penduduk yang besar dan


distribusi yang tidak merata. Hal ini dibarengi dengan masalah lain yang lebih spesifik,
yaitu angka fertilitas dan angka mortalitas yang relatif tinggi.

Indonesia adalah negara yang mempunya banyak penduduk, Jumlah penduduk


Indonesia menempati urutan pertama negara di kawasan Asia Tenggara sedangkan
menempati urutan ke-5 . Jumlah penduduk Indonesia berada pada urutan ke-4 (215,27 ju
ta jiwa), setelah Cina (1,306 milyar jiwa), India (1,068 milyar jiwa). Sebagai negara yang
sedang berkembang Indonesia memiliki masalah-masalah kependudukan yang cukup
serius dan harus segera diatasi agar tidak terjadi ledakan penduduk. Faktor terjadinya
masalah penduduk antara lain adalah :

1. Jumlah penduduk yang besar.

18
2. Pertumbuhan penduduk yang cepat.
3. Penyebaran penduduk yang tidak merata.

Menurut saya dalam menanggapi masalah ini, Pemerintah harus dapat menjamin
terpenuhinya kebutuhan hidupnya dan juga menyediakan lapangan kerja, sarana dan
prasarana kesehatan dan pendidikan serta fasilitas sosial lainnya. Dengan kemampuan
dana yang terbatas masalah ini cukup sulit diatasi, oleh karena itu pemerintah
menggalakkan peran serta sektor swasta untuk mengatasi masalah ini. Peran serta swasta
yang telah dilakukan antara lain pembangunan pabrik/industri, sekolah swasta, rumah
sakit swasta dan lain-lain.

f. Pertumbuhan Penduduk Indonesia dan Permasalahannya

Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat


dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan
“per waktu unit” untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada
semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal
untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk
pada pertumbuhan penduduk dunia.

Dalam demografi dan ekologi, nilai pertumbuhan penduduk (NPP) adalah nilai kecil
dimana jumlah individu dalam sebuah populasi meningkat. NPP hanya merujuk pada
perubahan populasi pada periode waktu unit, sering diartikan sebagai persentase jumlah
individu dalam populasi ketika dimulainya periode. Ini dapat dituliskan dalam rumus:
P = Poekt

Cara yang paling umum untuk menghitung pertumbuhan penduduk adalah rasio,
bukan nilai. Perubahan populasi pada periode waktu unit dihitung sebagai persentase
populasi ketika dimulainya periode.

19
g. Persebaran Kepadatan Penduduk dan Permasalahannya

Persebaran atau distribusi penduduk adalah bentuk penyebaran penduduk di suatu


wilayah atau negara, apakah penduduk tersebut tersebar merata atau tidak.
Kepadatan ppenduduk adalah angka yang menunjukkan jumlah rata-rata ppenduduk pada
setiap Km2 pada suatu wilayah negara.

Faktor-faktor yang memppengaruhi penyebaran dan kepadatan penduduk tiap-tiap


daerah atau negara sebagai berikut:

1. Faktor Fisiografis
2. Faktor Biologis
3. Faktor Kebudayaan dan Teknologi

Kepadatan penduduk dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

1. Kepadatan penduduk aritmatik sangat mudah dalam perhitungannya.


Data kepadatan penduduk aritmatik sangat bermanfaat. Contohnya adalah dengan
diketahui tingkat kepadatan penduduk di suatu wilayah, maka dapat digunakan untuk
perencanaan penyediaan fasilitas sosial. Jika pada suatu daerah memiliki kepadatan
penduduk aritmatik yang rendah, maka penyediaan fasilitas kesehatan, seperti
puskesmas dapat digabung dengan daerah yang berdekatan.
2. Kepadatan penduduk Indonesia antara pulau yang satu dan pulau yang lain tidak
seimbang.

Selain itu, kepadatan penduduk antara provinsi yang satu dengan provinsi yang lain
juga tidak seimbang. Hal ini disebabkan karena persebaran penduduk tidak merata.
Sebagian besar penduduk Indonesia terkonsentrasi di pulau Jawa dan Madura. Padahal,
luas wilayah pulau Jawa dan Madura hanya sebagian kecil dari luas wilayah negara
Indonesia. Akibatnya, pulau Jawa dan Madura memiliki tingkat kepadatan penduduk
yang tinggi, sedangkan di daerah-daerah lain tingkat penduduknya rendah. Provinsi yang
paling padat penduduknya adalah Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta.

20
Kepadatan penduduk erat kaitannya dengan kemampuan wilayah dalam mendukung
kehidupan penduduknya. Daya dukung lingkungan dari berbagai daerah di Indonesia
tidak sama. Daya dukung lingkungan pulau Jawa lebih tinggi dibandingkan dengan
pulau-pulau lain, sehingga setiap satuan luas di Pulau Jawa dapat mendukung kehidupan
yang lebih tinggi dibandingkan dengan, misalnya di Kalimantan, Papua, Sulawesi, dan
Sumatra.

Kemampuan suatu wilayah dalam mendukung kehidupan itu ada batasnya. Apabila
kemampuan wilayah dalam mendukung lingkungan terlampau, dapat berakibat pada
terjadinya tekanan=tekanan penduduk. Jadi, meskipun di Jawa daya dukung
lingkungannya tinggi, namun juga perlu diingat batas kemampuan wilayah ter sebut
dalam mendukung kehidupan.

h. Struktur Umur Penduduk dan Permasalahannya

Struktur umur penduduk menurut jenis kelamin secara grafik dapat digambarkan
dalam bentuk piramida penduduk. Piramida penduduk adalah cara penyajian lain dari
struktur umur penduduk. Dasar piramida penduduk menunjukkan jumlah penduduk, dan
badan piramida penduduk bagian kiri dan kanan menunjukkan banyaknya penduduk laki-
laki dan penduduk perempuan menurut umur.

Kegunaan Dengan melihat proporsi penduduk laki-laki dan perempuan dalam tiap
kelompok umur pada piramida tersebut, dapat diperoleh gambaran mengenai sejarah
perkembangan penduduk masa lalu dan mengenai perkembangan penduduk masa yang
akan datang. Struktur umur penduduk saat ini merupakan hasil kelahiran, kematian dan
migrasi masa lalu. Sebaliknya, struktur umur penduduk saat ini akan menentukan
perkembangan penduduk di masa yang akan datang. Indonesia telah mengalami
perubahan bentuk piramida yang disebabkan oleh penurunan kelahiran dan penurunan
kematian bayi beberapa dekade yang lalu. Dalam hal ini dapat diidentifikasi 3 macam
bentuk piramida penduduk secara umum, yaitu:

1. Piramida penduduk yang mempunyai dasar lebar menunjukkan terjadinya kelahiran


yang tinggi diwaktu-waktu yang lalu.

21
2. Piramida penduduk yang berbentuk kerucut menunjukkan kelahiran besar di waktu
yang lalu tetapi kematian bayi yang tinggi menyebabkan proporsi penduduk yang
dapat hidup terus keusia dewasa dan menjadi tua lebih sedkit.
3. Piramida penduduk dengan badan gemuk dan dasar yang sama atau lebih kecil dan
dengan ujung atas yang membesar menunjukkan bahwa beberapa waktu yang lalu
telah terjadi jumlah kelahiran yang cukup besar, tetapi tingkat kematian bayi menurun
sehingga jumlah bayi yang lahir dan tetap hidup mencapai usia dewasa lebih banyak
dari jumlah sebelumnya.

Dengan melihat gambar piramida penduduk, secara sekilas kita mengetahui struktur
umur penduduk dan implikasinya terhadap tuntutan pelayanan kebutuhan dasar penduduk
(baik balita, remaja, dewasa, laki-laki dan perempuan, dan lansia) sekaligus melihat
potensi tenaga kerja serta membayangkan kebutuhan akan tambahan kesempatan kerja
yang harus diciptakan.

Sumber Data Sumber data yang digunakan dalam piramida penduduk adalah hasil
Sensus Penduduk (SP). Untuk membuat piramida penduduk berdasarkan data SP, data
yang dibutuhkan adalah jumlah penduduk menurut jenis kelamin dan kelompok umur 5
tahunan : 0-4; 5-9; 10-14; 15-19; 20-24; 25-29; 30-34; 35-39; 40-44; 45-49; 50-54; 55-
59; 60-64; 65-69; 70-74; 75 tahun ke atas.

22
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN

Masalah kependudukan adalah masalah yang paling penting dalam pembangunan


suatu negara karena dapat menghambat pembangunan nasional yang sedang
dilaksanakan. Dengan persebaran penduduk yang lebih merata dimaksudkan untuk
membantu mengurangi berbagai beban sosial, ekonomi dan ling¬kungan yang
ditimbulkan akibat tekanan kepadatan penduduk yang semakin meningkat.

Di samping itu persebaran penduduk yang lebih merata juga dimaksudkan untuk
membuka dan mengem¬bangkan wilayah baru guna memperluas lapangan kerja dan
me¬manfaatkan sumber daya alam sehingga lebih berhasil guna. Jumlah penduduk yang
lebih sedikit akan mempermudah pemerintah untuk meningkatkan derajat hidup,
kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Dengan demikian hasil pembangunan
dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat, baik di wilayah yang berkepadatan
tinggi maupun di wilayah baru.

B. Saran

Saran yang saya berikan dalam makalah ini adalah sebaiknya topic permasalahan
dibatasi karena materi konsep kependudukan sngat luas sekali.

23
DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia .com
http://warnawarnidina.blogspot.com/2010/10/kependudukan-dan-mobilitas-sosial.html
http://www.datastatistik-indonesia.com/content/view/83/115/
http://www.hprory.com/transisi-demografi/

24