Anda di halaman 1dari 10

SATUAN ACARA PENYULUHAN

“HIPERTENSI”
di Puskesmas Padang Pasir

Oleh :
KELOMPOK C
Arora Nexsi Amanda (153110200) Silviya Handayani (153110229)
Diva Elfika (153110204) Sri Susilawati (153110231)
Muhammad Fajri R. (153110216) Winda Asriliani Putri (153110233)
Rino Gusrianto (153110220) Yolly Aprilia (153110235)
Riza Humaira (153110224) Yurika Defanny (153110237)

TINGKAT III B

Pembimbing :
Hj Tisnawati, S.St, M.Kes
Ns. Yossi Suryarinilsih, M.Kep, Sp.KMB
Ns. Juwita Muspita, S.Kep
Eng Trisna, A.Md. Kep

PRODI DIII KEPERAWATAN PADANG


POLTEKKES KEMENKES RI PADANG
TAHUN 2018
SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok Bahasan : Hipertensi


Waktu Pertemuan : 30 menit
Hari/ Tanggal : Rabu, 28 Februari 2018
Tempat : Puskesmas Padang Pasir
Sasaran : Masyarakat RT 1/RT2 RW V Padang Pasir
Metode : Ceramah dan tanya jawab
Presentator : Riza Humaira

A. LATAR BELAKANG
Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyebab utama gagal
jantung, stroke dan gagal ginjal. Tekanan darah tinggi sering disebut sebagai
“pembunuh diam-diam” karena orang dengan darah tinggi sering tidak menampakkan
gejala. Lebih dari seperempat jumlah populasi dunia saat ini menderita hipertensi. Di
Indonesia banyaknya penderita hipertensi diperkirakan 15 juta orang tetapi hanya 4%
yang merupakan hipertensi terkontrol. Prevalensi 6-15% pada orang dewasa, 50%
diantaranya tidak menyadari sebagai penderita hipertensi berat karena tidak
menghindari dan tidak mengetahui faktor resikonya, dan 90% merupakan hipertensi
eensial. Saat ini penyakit degeneratif dan kardiovaskuler sudah merupakan salah satu
asalah kesehatan masyarakat di Indonesia (Smeltzer, 2001)
Hipertensi merupakan keadaan ketika tekanan darah sistolik lebih dari 120
mmHg dan tekanan diastolik lebih dari 80 mmHg. Hipertensi sering menyebabkan
perubahan pada pembuluh darah yang dapat mengakibatkan semaikin tingginya
tekanan darah ( Arif Muttaqin, 2009).
Berdasarkan data dari Puskesmas Padang Pasir, jumlah kunjungan pasien
dengan hipertensi pada tahun 2017 tercatat laki-laki sebanyak 1109 orang dan
perempuan sebanyak 1686 orang. Sedangkan, pada tahun 2018 dari bulan Januari
sampai Februari tercatat jumlah kunjungan hipertensi laki-laki sebanyak 228 orang
dan perempuan sebanyak 326 orang.
Oleh karena itu latar belakang diatas maka penyusun menyusun satuan acara
penyuluhan mengenai hipertensi dengan tujuan supaya setelah dilakukan pendidikan
kesehatan mengenai hipertensi masyarakat RT 1/RT 2 RW V Padang Pasir dapat
memahami tentang penyakit darah tinggi, faktor resiko penyakit darah tinggi, diit
darah tinggi, dan mampu melakukan perawatan diri terhadap penyakit darah tinggi.

B. TUJUAN
1. TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM
Agar masyarakat RT 1/RT 2 RW V Padang Pasir terutama usia lansia dan
dewasa dapat memahami tentang penyakit hipertensi.

2. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS


Setelah mengikuti penyuluhan diharapkan masyarakat mampu :
a. Menjelaskan Pengertian hipertensi
b. Menjelaskan Tanda dan gejala hipertensi
c. Menjelaskan Faktor penyebab hipertensi
d. Menjelaskan Kompliaksi dari hipertensi
e. Menjelaskan Cara pencegahan terhadap hipertensi
f. Menjelaskan Cara pengbatan hipertensi
g. Menjelaskan obat tradisional

3. SUB POKOK BAHASAN


h. Pengertian hipertensi
i. Tanda dan gejala hipertensi
j. Faktor penyebab hipertensi
k. Kompliaksi dari hipertensi
l. Cara pencegahan terhadap hipertensi
m. Cara pengbatan hipertensi
n. obat tradisional

C. PENGORGANISASIAN
Penanggung jawab : Yolly Aprilia
Moderator : Diva Elfika
Presentator : Riza Humaira
Fasilitator : Yurika Defanny
Silviya Handayani
Winda Asriliani Putri
Rino Gusrianto
Arora Nexsi Amanda
Muhammad Fajri
Observer : Sri Susilawati

D. URAIAN TUGAS MASING-MASING ORGANISASI


Moderator : 1. Mengucapkan salam
2. Perkenalan anggota penyuluhan
3. menjelaskan tujuan penyuluhan
4. menyampaikan topik dan sub topik penyuluhan
Presentator : menyajikan materi penyuluhan
Fasilitator : 1. Menjelaskan kembali kepada audiens jika ada materi yang
tidak jelas
2. Memotivasi audiens untuk bertanya
Observer : mengobservasi jalannya acara penyuluhan

E. SETTING TEMPAT

Keterangan :
: layar : observer

: moderator dan presentator : Peserta

: pembimbing klinik dan akademik : Fasilitator


F. KEGIATAN PENYULUHAN

NO WAKTU KEGIATAN PENYULUHAN PESERTA

1. 5 menit PEMBUKAAN
 Mengucapkan salam  Menjawab
 Memperkenalkan diri  Mendengarkan
 Apersepsi  Mengemukakan
 Menjelaskan tujuan penyuluhan pendapat
 Mendengar dan
memperhatikan
2 20 menit KEGIATAN INTI
a. Menjelaskan pengertian  Memperhatikan
hipertensi  Memperhatikan
 Mendengarkan
b. Menjelaskan tanda dan gejala  Memperhatikan
hipertensi  Memperhatikan
 Mengajukan
c. Menjelaskan faktor penyebab pertanyaan
hipertensi  Mengemukakan
pendapat
d. Menjelaskan Komplikasi dari
 Mendengarkan
hipertensi
e. Menjelaskan cara pencegahan
terhadap hipertensi
f. Menjelaskan cara pengobatan
hipertensi

3 10 menit PENUTUP
 Bersama peserta menyimpulkan  Bersama-sama
apa yang telah disampaikan menyimpulkan
 Evaluasi tentang hipertensi  Menjawab
dengan mengajukan pertanyaan pertanyaan
 Melakukan terminasi  Memperhatikan
 Memberikan salam untuk menutup dan mendengarkan
pertemuan  Menjawab salam
METODE
1. Ceramah
2. Tanya jawab

MEDIA/ALAT BANTU

1. Leaflet
2. Power point
3. Laptop
4. Lembar Balik

G. EVALUASI
1. Evaluasi struktur
 Mahasiswa berada pada posisi yang sudah direncanakan
 Tempat dan alat tersedia sesuai perencanaan
 Pre planning telah disetujui
 Mahasiswa dan sasaran menghadiri penyuluhan

2. Evaluasi proses
 Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan waktu yang telah direncanakan
 Peran dan rugas mahasiswa sesuai perencanaan
 Sasaran penyuluhan dan mahasiswa mengikuti kegiatan penyuluhan
sampai selesai
 Sasaran penyuluhan dan mahasiswa berperan aktif selama kgiatan berjalan

3. Evaluasi hasil
Setelah diberikan penyuluhan diharapkan 75% peserta mampu :
a. Pengertian hipertensi
b. Tanda dan gejala hipertensi
c. Faktor penyebab hipertensi
d. Kompliaksi dari hipertensi
e. Cara pencegahan terhadap hipertensi
Hipertensi
A. Definisi
Hipertensi adalah tekanan darah tinggi yang bersifat abnormal dan diukur
paling tidak pada tiga kesempatan yang berbeda. Tekanan darah normal bervariasi
sesuai usia, sehingga setiap diagnosis hipertensi harus bersifat spesifik usia. Namun,
secara umum seseorang dianggap mengalami hipertensi apabila tekanan darahnya lebih
tinggi daripada 160mmHg sistolik atau 90mmHg diastolik. (Elizabeth J.Corwin,2000).

B. Penyebab
Penyebab hipertensi terdiri dari factor genetic (keturunan), bertambahnya usia
dan lingkungan. Paling sedikit ada 3 faktor lingkungan yang dapat menyebabkan
hipertensi, yakni makan garam (natrium) berlebihan, stress psikis, dan obesitas.
Hipertensi sekunder, dapat disebabkan oleh penyakit ginjal, Penyakit endokrin
(hipertensi endokrin), obat, dan alkohol, serta kehamilan
Penyebab hipertensi antara lain adalah :
1. Stres,
2. Usia,
3. Merokok,
4. Obesitas (kegemukan),
5. Alkohol,
6. Faktor keturunan,
7. Faktor lingkungan (gaduh/bising)

C. Jenis-jenis hipertensi
Jenis-jenis hipertensi adalah:
1. Hipertensi ringan: Jika tekanan darah sistolik antara 140 – 159 mmHg dan atau
tekanan diastolik antara 90 – 95 mmHg
2. Hipertensi sedang: Jika tekanan darah sistolik antara 160 – 179 mmHg dan atau
tekanan diastolik antara 100 – 109 mmHg
3. Hipertensi berat: Jika tekanan darah sistolik antara 180 – 209 mmHg dan atau
tekanan diastolik antara 110 – 120 mmHg
D. Tanda dan gejala
1. Pusing
2. Rasa berat di tengkuk
3. Mudah marah
4. Telinga berdenging
5. Sukar tidur
6. Sesak nafas
7. Mudah lelah
8. Mata berkunang-kunang
Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati, bisa timbul gejala berikut:
a. sakit kepala
b. kelelahan
c. mual
d. muntah
e. sesak nafas
f. gelisah
g. pandangan menjadi kabur yang terjadi karena adanya kerusakan pada otak, mata,
jantung dan ginjal.

E. Komplikasi
Komplikasi hipertensi antara lain:
a. Penyakit jantung (gagal jantung)
b. Penyakit ginjal (gagal ginjal)
c. Penyakit otak (stroke)

F. Pengobatan
Pengobatan hipertensi untuk mencegah terjadinya komplikasi lebih lanjut:
a. Pengobatan farmakologis yaitu dengan menggunakan obat-obatan atas ijin dokter
b. Pengobatan non farmakologis yaitu dengan;
- Mengurangi asupan garam dan lemak
- Mengurangi atau menghilangkan kebiasaan minum alkohol
- Berhenti merokok bagi yang merokok
- Menurunkan berta badan bagi yang kegemukan
- Olah raga teratur seperti joging, jalan cepat, bersepeda, berenang
- Menghindari ketegangan
- Istirahat cukup
- Hidup tenang
c. Pencegahan agar tidak terjadi komplikasi dari hipertensi
- Kontrol teratur
- Minum obat teratur
- Diit rendah garam dan lemak

G. Makanan yang dianjurkan untuk penderita hipertensi antara lain:


1. Sayur-sayuran hijau kecuali daun singkong, daun melinjo dan melinjonya
2. Buah-buahan keculi buah durian
3. Ikan laut tidak asin terutama ikan laut air dalam seperti kakap dan tuna
4. Telur boleh dikonsumsi maksimal 2 butir dalam 1 minggu dan diutamakan putih
telurnya saja
5. Daging ayam (kecuali kulit, jerohan dan otak karena banyak mengandung lemak)

H. Makanan yang perlu dihindari


1. Makanan yang di awetkan seperti makanan kaleng, mie instant, minuman kaleng
2. Daging merah segar seperti hati ayam, sosis sapi, daging kambing
3. Makanan berlemak dan bersantan tinggi serta makanan yang terlalu asin

I. Pengobatan tradisional
Pengobatan tradisional yang dapat dibuat dirumah antara lain dengan mengkonsumsi
secara teratur jus:
1. Buah mentimun
2. Buah belimbing
3. Daun seledri
4. Daun salam

Sedangkan cara membuat obat tradisional seperti jus mentimun adalah


1. ½ kg buah mentimun dicuci bersih
2. Dikupas kulitnya kemudian diparut
3. Saring airnya menggunakan penyaring/kain bersih
4. Diminum setiap hari ± 1 kg untuk 2 kali minum pagi dan sore hari
DAFTAR PUSTAKA

Muttaqin, Arif. 2009. Asuhan Keperawatan Dengan Pasien Gangguan Kardiovaskuler.


Jakrta : Salemba Medika
Smeltzer, C. S & Bare, G. B. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah Edisi 8. Jakarta
: EGC
Anonim. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi). www.medicastore.com. Diakses: 13
September 2017

Astawan, Made. Cegah Hipertensi dengan Pola Makan.www.depkes.co.id. Diakses: 6


Maret 2012