Anda di halaman 1dari 11

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan : Manajemen stress dengan teknik relaksasi


Pertemuan :7
Waktu pertemuan : 30 menit
Tempat : Rumah Ny. Y
Hari/Tanggal : Senin, 12 Maret 2018
Presentator : Rino Gusrianto

A. LATAR BELAKANG
Pada tanggal 10 Maret 2018 telah dilakukan pertemuan keenam yaitu
melakukan implementasi keperawatan dan telah dilakukan penyuluhan
tentang terapi obat herbal untuk mengatasi hipertensi dan juga telah dilakukan
diskusi bersama keluarga Tn. N untuk memodifikasi lingkungan untuk
mengurangi risiko keparahan hipertensi dan memanfaatkan fasilitas kesehatan
jika terjadi kekambuhan.

Setelah dilakukan kunjungan keenam, maka akan dilakukan kunjungan


ketujuh yaitu melakukan implementasi keperawatan, memberikan pendidikan
kesehatan tentang manajemen stress dengan teknik relaksasi untuk
mengurangi risiko keparahan hipertensi.

B. TUJUAN
1. Tujuan Instruksional Umum
Selama 30 menit keluarga Ny. Y dapat memahami dan mengetahui cara
mengurangi stres dengan teknik relaksasi.
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mengikuti kegiatan diharapkan mampu untuk :
a. Mengidentifikasi dan mengemukakan penyebab stress pada dirinya.
b. Mengidentifikasi dampak stress yang terjadi
c. Menyebutkan kembali cara-cara menangani stress
d. Mendemonstrasikan cara mengatasi strees dengan teknik relaksasi

C. SUB POKOK BAHASAN


1. Penyebab stress
2. Dampak stress
3. Cara-cara mengurangi stress

D. SUSUNAN KEGIATAN

No Waktu Kegiatan Peserta


1. 5 menit Pembukaan
1. Mengucapkan salam 1. Menjawab
2. Memperkenalkan diri 2. Mendengarkan
3. Menjelaskan tujuan kegiatan 3. Mendengarkan dan
4. Melakukan kontrak waktu memperhatikan
4. Menyetujui
2. 20 menit Kegiatan Inti
1. Melakukan apersepsi tentang 1. Menjawab
topik yang akan dijelaskan
2. Menjelaskan penyebab stress 2. Memperhatikan
3. Menjelaskan dampak stress 3. Memperhatikan
4. Menjelaskan cara-cara menangani 4. Memperhatikan
stress
5. Bertanya
5. Memberikan kesempatan
bertanya dan menjawab
pertanyaan
3. 5 menit Penutup
1. Menanyakan perasaan setelah 1. Menjawab
melakukan kegiatan
2. Melakukan evaluasi tentang cara 2. Menjawab
pengobatan, manajemen stress
dengan teknik relaksasi
3. Bersama peserta menyimpulkan 3. Bersama-sama
apa yang telah disampaikan menyimpulkan
4. Melakukan terminasi 4. Mendengarkan dan
5. Memberikan salam untuk memperhatikan
menutup pertemuan 5. Menjawab salam

E. METODE
1. Ceramah, demonstrasi dan tanya jawab

F. MEDIA/ ALAT BANTU


1. Lembar balik
2. Leaflet

G. SETTING TEMPAT

Keterangan:
 Pembimbing
 Presentator
 Klien (Ny. Y)
 Keluarga Ny. Y
H. KRITERIA EVALUASI
1) Evaluasi Struktur
a. Klien dan presentator kegiatan berada pada posisi yang telah
direncanakan
b. Peralatan tersedia sesuai dengan rencana
c. Kontrak waktu dengan sasaran
d. Menyiapkan tempat kegiatan
2) Evaluasi Proses
a. Peran dan tugas kegiatan sesuai dengan rencana
b. Presentator kegiatan berlangsung sesuai dengan waktu yang telah
ditentukan
c. Klien mengikuti semua kegiatan sesuai dengan yang telah
direncanakan
d. Klien aktif dalam mengikuti kegiatan
3) Evaluasi Hasil
a. Presentator dan klien dapat membina hubungan saling percaya
b. Klien mengerti apa yang dijelaskan oleh presentator
c. Klien dapat :
1. Menyebutkan kembali penyebab stress
2. Menyebutkan kembali dampak stress
3. Menyebutkan kembali cara menangani stress
4. Mendemonstrasikan teknik relaksasi sebagai upaya manajemen
stress
LAMPIRAN MATERI

A. Pengertian
Stress menurut Hans Selye merupaka respon tubuh yang bersifat tidak spesifik terhadap
setiap tuntutan atau beban atasnya. Berdasarkan pengertian tersebut dapat dikatan stress apabila
seseorang mengalami beban atau tugas yang berat tetapi orang tersebut tidak dapat mengatasi
tugas yang dibebankan itu, maka tubuh akan berespon dengan tidak mampu terhadap tugas
tersebut, sehingga orang tersebut dapat mengalami stress. Sebaliknya, apabila seseorang yang
dengan baban tugas yang berat tetapi mampu mengatasi beban tersbeut dengan tubuh berespon
dengan baik, maka orang itu tidak mengalami stress.
Stress adalah reaksi setiap individu terhadap tuntutan lingkungan yang
tidak dapat diatasi secara pasti, reaksi pikiran, perasaan dan fisik. Stress adalah
suatu keadaan dimana “mental” kita lelah (kelelahan mental).

B. Macam-macam stress
Ditinjau dari penyebabnya, maka stress dibagi menjadi 7 (tujuh) macam,
diantaranya :
a) Stress fisik
Stress yang disebabkan Karen keadaan fisik seperti temperature yang
tinggi atau yang sangat rendah, suara yang bising, sinar matahari atau
karena tegangan arus listrik
b) Stress Kimiawi
Stress ini disebabkan karena zat kimia seperti adanya obat-obatan, zat
beracun, asam, basa, factor hormone atau gas dan prinsipnya karena
pengaruh senyawa kimia
c) Stress mikrobiologik
Stress ini disebabkan karena kuman seperti adanya virus, bakteri atau
parasite
d) Stress fisiologik
Stress yang disebabkan karena gangguan fungsi organ tubuh diantaranya
gangguan dari struktur tubuh, fungsi jaringan, organ, dan lain-lain.
e) Stress proses pertumbuhan dan perkembangan
Stress yang disebabkan karena proses pertumbuhan dan perkembangan
seperti pada pubertas, perkawinan dan proses lanjut usia
f) Stress psikis/emosional
Stress yang disebabkan karena gangguan situasi psikologis atau
ketidakmampuan kondisi psikologis untuk menyesuaikan diri seperti
hubungan interpersonal, sosial budaya, atau faktor keagamaan.

C. Sumber Stress
Stress yang dialami manusia dapat berasal dari berbagai sumber dari
dalam diri seseorang, keluarga, dan lingkungan.
1) Sumber stress di dalam diri
Sumber stress dalam diri sendiri pada umumnya dikarenakan konflik yang
terjadi antara keinginan dan kenyataan berbeda, dalam hal ini adalah
berbagai permasalahan yang terjadi yang tidak sesuai dengan dirinya dan
tidak mampu diatasi, maka dapat menimbulkan suatu stress.
2) Sumber stress di dalam keluarga
Stress ini bersumber dari masalah keluarga ditandai dengan
adanyaperselisihan masalah keluarga, masalah keuangan serta adanya
tujuan yang berbeda diantara keluarga permasalahan ini akan selalu
menimbulkan suatu keadaan yang dianamakan stress.
3) Sumber stress di dalam masyarakat dan lingkungan
Sumber stress ini dapat terjadi di lingkungan atau masyarakat pada
umumnya, seperti lingkungan pekerjaan, secara umum disebut sebagai
stress pekerja karena lingkungan fisik, dikarenakan kurangnya hubungan
interpersonal serta kurangnya adanya pengakuan di masyarakat sehingga
tidak dapat berkembang.
D. Penyebab Stress
1. Faktor Lingkungan
a. Ketidak pastian ekonomi
b. Ketidak pastian politik.
c. Kemacetan lalu lintas.
d. Polusi.
e. Birokrasi badan pemerintahan
2. Faktor organisasi
b. Gangguan Komunikasi
c. Birokrasi berlebihan
d. Pimpinan yang Otoriter
e. Perubahan organisasi
3. Faktor Diri
a. Salah Pengelolaan hidup
b. Problem Keluarga
c. Target tidak realistis
d. Perkawinan Tidak harmonis
e. Kebiasaan buruk

E. Dampak Stress
a. Dampak Fisiologik
Secara umum orang yang mengalami stress mengalami sejumlah
gangguan fisik seperti : mudah masuk angin, mudah pening-pening,
kejang otot (kram), mengalami kegemukan atau menjadi kurus yang tidak
dapat dijelaskan, juga bisa menderita penyakit yang lebih serius seperti
cardiovasculer, hypertensi, dst.
Secara rinci dapat diklasifikasi sebagai berikut :
(a) Gangguan pada organ tubuh → hiperaktif dalam salah satu sistem
tertentu.
i) muscle myopathy → otot tertentu mengencang/melemah
ii) tekanan darah naik → kerusakan jantung dan arteri
iii) sistem pencernaan → mag, diarhea
(b) Gangguan pada sistem reproduksi
i) amenorhea → tertahannya menstruasi
ii) kegagalan ovulasi pada wanita, impoten pada pria, kurang
produksi semen pada pria
iii) kehilangan gairah sex
(c) Gangguan pada sistem pernafasan
i) asthma, bronchitis
(d) Gangguan lainnya, seperti pening (migrane), tegang otot, rasa bosan,
dst
b. Dampak Psikologik :
1. Keletihan emosi, jenuh, penghayatan ini merupakan tanda pertama
dan punya peran sentral bagi terjadinya ‘burn – out’
2. Terjadi ‘depersonalisasi’ ; Dalam keadaan stress berkepanjangan,
seiring dengan kewalahan /keletihan emosi, kita dapat melihat ada
kecenderungan yang bersangkutan memperlakuan orang lain sebagai
‘sesuatu’ ketimbang ‘sesorang’
3. Pencapaian pribadi yang bersangkutan menurun, sehingga berakibat
pula menurunnya rasa kompeten & rasa sukses
c. Dampak Perilaku
1. Manakala stress menjadi distress, prestasi belajar menurun dan sering
terjadi tingkah laku yang tidak berterima oleh masyarakat.
2. Level stress yang cukup tinggi berdampak negative pada kemampuan
mengingat informasi, mengambil keputusan, mengambil langkah
tepat.
3. Mahasiswa yang ‘over-stressed’ ~ stress berat seringkali banyak
membolos atau tidak aktif mengikuti kegiatan pembelajaran.
F. Penangan Stress/Manajemen Stress

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk manajemen stress adalah dengan
teknik imajinasi terbimbimbing. Imajinasi terbimbing adalah sebuah teknik relaksasi
yang bertujuan untuk mengurangi stress dan meningkatkan perasaan tenang dan
damai serta merupakan obat penenang untuk Hypertensi, dimana imajinasi
terbimbing tersebut mempunyai kegunaan yaitu dapat mengurangi nyeri, merilekskan
tubuh, mengurangi stress serta mengurangi rasa sakit terhadap penyakit yang
dihadapi.
Macam-macam teknik imajinasi terbimbing yaitu :
1. Guided Walking Imagery
Teknik ini ditemukan oleh psikoleuner. Pada teknik ini pasien dianjurkan untuk
mengimajinasikan pemandangan standar seperti padang rumput, pegunungan,
pantai dll. kemudian imajinasi pasien dikaji untuk mengetahui sumber konflik.
2. Autogenic Abeaction
Dalam teknik ini pasien diminta untuk memilih sebuah perilaku negatif yang
ada dalam pikirannya kemudian pasien mengungkapkan secara verbal tanpa
batasan. Bila berhasil akan tampak perubahan dalam hal emosional dan raut
muka pasien
3. Covert sensitization
Teknik ini berdasar pada paradigma reinforcement yang menyimpulkan bahwa
proses imajinasi dapat dimodifikasi berdasarkan pada prinsip yang sama dalam
modifikasi perilaku.
4. Covert Behaviour Rehearsal
Teknik ini mengajak seseorang untuk mengimajinasikan perilaku koping yang
dia inginkan. Teknik ini lebih banyak digunakan.
Pelaksanaan Guided Imagery
a. Membuat individu dalam keadaan santai yaitu dengan cara:
1) Mengatur posisi yang nyaman (duduk atau berbaring).
2) Silangkan kaki, tutup mata atau fokus pada suatu titik atau suatu
benda.
3) Fokus pada pernapasan otot perut, menarik napas dalam dan pelan,
napas berikutnya biarkan sedikit lebih dalam dan lama dan tetap fokus
pada pernapasan dan tetapkan pikiran bahwa tubuh semakin santai dan
lebih santai.
4) Rasakan tubuh menjadi lebih berat dan hangat dari ujung kepala
sampai ujung kaki.
5) Jika pikiran tidak fokus, ulangi kembali pernapasan dalam dan pelan.
b. Sugesti khusus untuk imajinasi yaitu :
1) Pikirkan bahwa seolah-olah pergi ke suatu tempat yang menyenangkan
dan merasa senang ditempat tersebut.
2) Sebutkan apa yang bisa dilihat, dengar, cium, dan apa yang dirasakan.
3) Ambil napas panjang beberapa kali dan nikmati berada ditempat
tersebut.
4) Sekarang, bayangkan diri anda seperti yang anda inginkan (uraikan
sesuai tujuan yang akan dicapai/ diinginkan)
c. Beri kesimpulan dan perkuat hasil praktek yaitu:
1) Mengingat bahwa anda dapat kembali ke tempat ini, perasaan ini, cara
ini kapan saja anda menginginkan.
2) Anda bisa seperti ini lagi dengan berfokus pada pernapasan anda,
santai, dan membayangkan diri anda berada pada tempat yang anda
senangi.
d. Kembali ke keadaan semula yaitu :
1) Ketika anda telah siap kembali ke ruang dimana anda berada
2) Anda merasa segar dan siap untuk melanjutkan kegiatan anda
DAFTAR PUSTAKA

Vitahealth. 2006. Hipertensi. Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama

Alimul, Aziz A. 2009. Konsep Dasar Keoerawatan. Jakarta : Salemba Medika

National Safety Council. 2004.Manajemen Stress. Jakarta : EGC