Anda di halaman 1dari 11

PENGGUNAAN BETON BEKAS SEBAGAI SUBTITUSI AGREGAT

KASAR, DAN KAPUR SEBAGAI PENGANTI SEBAGIAN DARI


SEMEN UNTUK KUAT AWAL TINGGI

Oleh :
Umi Rohanah, 1116030019
Alfin Aries Alfianto, 1116020014
Faris Munadzir, 1116020054

POLITEKNIK NEGERI JAKARTA


JAKARTA
2018
HALAMAN PENGESAHAN

1. Judul : PENGGUNAAN BETON BEKAS SEBAGAI SUBTITUSI AGREGAT KASAR, DAN


KAPUR SEBAGAI PENGANTI SEBAGIAN DARI SEMEN UNTUK KUAT AWAL

TINGGI

2. Nama Institusi : Politeknik Negeri Jakarta

3. Nama Tim : Pionara

4. Alamat Tim : Jl.Budi Mulia Rt.004/011 No.138 Pademanagn Barat, Jakarta

Utara

5. Sarana Komunikasi

a. Telp : 087776647660/087887245611

b. Fax : -

c. Email : Alfin.aries@outlook.co.id/urohanah68@gmail.com

6. Ketua Pelaksana Kegiatan

a. Nama Lengkap : Umi Rohanah

b. NIM : 1116030019

c. Jurusan : Teknik Sipil

d. Fakultas / Institusi : Politeknik Negeri Jakarta

e. Alamat Rumah : Jl.Budi Mulia Rt.004/011 No.138 Pademanagn Barat, Jakarta

Utara

f. Telp / Hp / Email : 087887245611/Urohanah68@gmail.com

7. Anggota Pelaksana Kegiatan : …………… (Orang)

8. Dosen Pembimbing

a. Nama : Anni Susilowati, S.T, M.Eng

b. NIP :
Depok, 11 Januari 2018

Menyetujui,

Ketua Jurusan Teknik Sipil Ketua Pelaksana

Agung Budi Broto, S.T, M.T Umi Rohanah


NIP. 19630402 1989031 003 NIM. 1116030019

Wakil Rektor Dosen Pembimbing


Bidang Kemahasiswaan

Iwa Sudradjat, S.T, M.T Anni Susilowati, S.T, M.Eng


NIP. 19610607 1986011 002 NIP. 19650613 1990032 002
PEMANFAATAN BETON BEKAS SEBAGAI SUBSTITUSI AGREGAT
KASAR

Alfin Aries Alfianto, Faris Munadzir, Umi Rohanah. Jurusan Teknik Sipil
Politeknik Negeri Jakarta Kampus UI Depok 16425

ABSTRAK

Sangat diperlukan suatu teknologi konstruksi yang dapat mengurangi


eksploitasi alam dan dapat memanfaatkan limbah-limbah beton. Salah satu contoh
upaya mengurangi dampak tersebut adalah menggunakan kembali limbah beton
untuk penggunaan beton baru. Namun, penggunaan limbah beton sampai saat ini
masih cukup sedikit karena proses penghancurannya yang cukup lama.
Pada kesempatan ini kami akan memanfaatkan limbah beton sebagai
subtitusi agregat kasar untuk meningkatkan kuat tekan beton. Ide itu muncul
Mengingat banyaknya proses pengujian beton di laboratorium Politeknik Negeri
Jakarta, sehingga produksi limbah beton semakin banyak dan menumpuk di
sekitar halaman laboratorium karena tidak adanya daur ulang. Maka dari itu, kami
berfikir untuk menjadikan limbah beton sebagai subtitusi agregat kasar agar
beton-beton tersebut dapat berkurang dan tidak mengganggu peresapan air hujan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa besar pengaruh limbah beton
sebagai pengganti agregat kasar terhadap kuat tekan. Pengujian kuat tekan
dilakukan pada beton umur 7 hari. Penelitian ini merencanakan beton mutu tinggi
dengan kuat tekan yang ditargetkan adalah 72 MPa dan menggunakan slump 25-
50 mm serta menggunakan Portland Composite Cement (PPC). Hasil kuat tekan
akan dibandingkan dengan nilai teoritis.
BAB 1

PENDAHULUAN

PEMANFAATAN BETON BEKAS SEBAGAI SUBTITUSI AGREGAT


KASAR

Alfin Aries Alfianto, Faris Munadzir, Umi Rohanah


Jurusan Teknik Sipil, Politeknik Negri Jakarta
ABSTRAK
1.1 Latar Belakang Masalah

Pembangunan disektor konstruksi menempati posisi ketiga sebagai pendorong


pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Hal ini membuat terus berkembangnya bidang
konstruksi khususnya di bidang struktur. Seperti pada pembangunan perumahan,
gedung bertingkat, jembatan, bendungan, jalan raya, bandara, pelabuhan dan
sebagainya. Dalam bidang struktur, beton masih menjadi pilihan utama sebagai
bahan struktur jika dibandingkan dengan logam dan kayu. Beton diminati karena
banyak memiliki kelebihan diantaranya harganya yang relatif murah, tahan lama,
tahan terhadap api serta mempunyai kekuatan yang baik jika dibandingkan dengan
bahan lainnya. Selain itu, bahan baku mudah didapat dan tidak mengalami
pembusukan.
Berbagai penelitian dan percobaan dibidang beton dilakukan sebagai upaya
untuk meningkatkan kualitas beton. Teknologi bahan dan teknik-teknik
pelaksanaan yang diperoleh dari hasil penelitian dan percobaan tersebut
dimaksudkan untuk menjawab tuntutan yang semakin tinggi terhadap pemaikain
beton serta mengatasi kendala-kendala yang sering terjadi pada pengerjaan
dilapangan.
Selain itu, mengingat dalam pembuatan beton normal atau beton mutu tinggi (
High Strength Concrete ) dibutuhkan agregat kasar dengan jumlah yang banyak.
Hal ini tentu menimbulkan masalah lingkungan akibat exploitasi dalam skala besar
untuk memproleh bahan tersebut. Maka dari itu, untuk membatasi pengunaan
agregat baru dari alam ini sudah banyak dikembangkan teknologi daur ulang untuk
pembuatan struktur beton.Penggunaan bahan limbah untuk struktur beton yang baru
sudah banyak dilakukan. Salah satu bahan limbah yang akan dicoba untuk
mengganti agregat baru pada penelitian ini yaitu limbah beton. Sisa-sisa atau
limbah beton dari reruntuhan bagunan akibat gempa bumi, bongkaran bangunan,
akibat kebakaran, limbah beton sisa benda uji laboratorium maupun limbah beton
yang berasal dari kegagalan dalam pembuatan di pabrik beton pracetak, yang dalam
jumlah banyak akan menimbulkan masalah baru. Tetapi pada penelitian kali ini
digunakan limbah beton yang berasal dari laboratorium Teknik Sipil Politeknik
Negeri Jakarta.
Beton mutu tinggi (high strength concrete) yang tercantum dalam SNI 03-6468-
2000 (Pd T-18-1999-03) didefinisikan sebagai beton yang mempunyai kuat tekan
yang disyaratkan lebih besar sama dengan 41,4 MPa.
Upaya untuk mendapatkan beton mutu tinggi namun memiliki harga ekonomis
yaitu dengan memanfaatkan bahan limbah sebagai subtitusi agregat kasar serta
mengurangi bahan Semen Portland dengan mensubtitusikan bahan perekat hidrolis
sejenis yang ekonomis namun memiliki karakteristik yang tidak jauh berbeda
dengen bahan Semen Portland.
Peningkatan mutu beton dapat dilakukan dengan memberikan bahan pengganti
atau bahan tambah, dari beberapa bahan pengganti dan bahan tambah yang ada
diantaranya adalah silica fume selain dapat meningkatkan mutu beton, juga dapat
mempengaruhi tegangan dan renggangan pada beton. serta melakukan substitusi
semen menggunakan kapur padam ( CaO ) dengan tujuan mempercepat Setting
Time sehingga memberi kekuatan pengikat.
Dalam penelitian ini juga digunakan bahan tambah Superplasticizer jenis
Master Rheobuild-6 BASF dan admixture jenis Bestmittel. Master Rheobuild-6
BASF yaitu bahan tambah yang dapat mempermudah pengerjaan campuran beton
(workability) untuk diaduk, dituang, diangkut dan dipadatkan. MasterRheobuild-6
BASF telah memenuhi persyarata ASTM C494 untuk persyaratan tipe F. Dengan
menambahkan bahan tambah ini ke dalam adukan beton, diharapkan dapat
mempermudah pekerjaan pengadukan beton. Hal ini karena Superplasticizer
(Master Rheobuild-6 BASF) adalah bahan campuran untuk beton yang apabila
dicampurkan dengan dosis tertentu dapat dapat mereduksi kandungan air dalam
campuran beton dan meningkatkan workability. Sedangkan Bestmittel yaitu
formula khusus yang sangat ekonomis sehingga menjadikan beton lebih cepat keras
dalam usia muda serta mengurangi pemakaian air serta meningkatkan kekuatan
beton.

1.2 Rumusan Masalah


1. Bagaimana penambahan Superplasticizer (Master Rheobuild-6
BASF ), Additive ( Bestmittel )dan Silica Fume sebagai pengganti
semen terhadap kekuatan beton mutu tinggi dengan kekuatan ( > 41
Mpa )

2. Bagaimana Limbah Beton dapat menggantikan sebagian agregat


kasar beton konvensional terhadap berat berat isi ( < 1900 kg/m3)

3. Bagaimana Superplasticizer ( Master Rheobuild-6 BASF ), Additive


( Bestmittel), Kapur padam dan Silica Fume sebagai bahan tambah
semen terhadap harga beton inovasi.

1.3 Tujuan Penelitian

Tujuan utama dari penelitian ini adalah :


1. Untuk mendapatkan beton dengan kuat tekan tinggi yaitu ≥50 MPa.
2. Untuk mendapatkan beton yang ekonomis dengan mensubtitusi
agregat kasar (batu pecah) dengan limbah beton yang di hancurkan
sampai ukuran ≤10 mm.
3. Untuk mendapatkan perbandingan harga beton kuat tekan tinggi
yang ekonomis dengan penambahan Superplasticizer (Master
Rheobuild-6 BASF), Accelerator (Bestmittel), Silica Fume, dan
Kapur Padam sebagai subtitusi semen terhadap campuran beton
konvensional.

1.2 Manfaat Penelitian


Diharapkan dari penelitian ini dapat memberikan manfaat antara lain :
1. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dan memberikan
informasi yang jelas bagi pengembangan ilmu teknologi beton dan
pengaruh penambahan zat adiktif jenis Superplasticizer (Master
Rheobuild-6 BASF), Accelerator (Bestmittel) dan penggantian Silica
Fume, kapur padam sebagai subtitusi semen terhadap campuran
beton konvesional.
2. Memberikan informasi tentang perbandingan harga mutu beton dari
variasi sample dengan subtitusi kapur padam dan Agregat kasar
dengan beton konvensional.
3. Memberikan informasi tentang perbandingan harga mutu beton dari
variasi sample dengan penambahan Superplasticizer (Master
Rheobuild-6, BASF) dengan beton konvensional.

BAB II

DASAR TEORI

1.2 Beton Mutu Tinggi

Berdasarkan SNI-03-2847-2002 beton didefinisikan sebagai campuran


antara semen Portland atau semen hidraulik lainnya, agregat halus, agregat kasar,
dan air.Kekuatan beton yang dapat dicapai dengan campuran beton biasa pada
umumnya berkisar antara 20-40 MPa, yang biasa disebut sebagai beton
normal.Beton pada umumnya yang digunakan dalam proyek konstruksi adalah
beton normal dengan kuat tekan antara 20-40 MPa.Namun seiring dengan
meningkatnya kebutuhan manusia akan infrastruktur yang lebih baik, maka beton
dengan kualitas tinggi sangat dibutuhkan, misalnya untuk bangunan-bangunan
tinggi dan jembatan berbentang panjang. Menurut PD T-042004-C tentang Tata
Cara Pembuatan dan Pelaksanaan Beton Berkekuatan Tinggi, yang dikategorikan
beton berkekuatan tinggi adalah beton dengan kekuatan tekan yang disyaratkan
adalah (f’c) 40 MPa sampai dengan 80 MPa, berdasarkan benda uji standar
berbentuk silinder diameter 150 mm dan tinggi 300 mm.
Pada pembuatan beton kuat tekan tinggi kekuatan, ketahanan (keawetan),
dan efisiensi selalu diperhitungkan sematang mungkin. Hal ini bertujuan agar beton
yang dihasilkan memiliki kualitas yang disyaratkan serta memiliki ketahanan dalam
jangka panjang. Suatu hal yang tidak dapat dihindari bahwa harga beton mutu tinggi
lebih mahal dari beton biasa, akan tetapi kenaikan harga tersebut akan lebih kecil
bila dibandingkan dengan keuntungan yang dihasilkan oleh beton mutu tinggi.
Sesuai dengan perkembangan teknologi beton, kriteria beton mutu tinggi
juga selalu berubah sesuai dengan kemajuan tingkat mutu yang berhasil dicapai.
Pada tahun 1950an, beton dengan kuat tekan 30 MPa sudah dikategorikan sebagai
beton mutu tinggi. Pada tahun 1960an hingga awal 1970an, kriterianya lebih lazim
menjadi 40 MPa. Saat ini, disebut mutu tinggi untuk kuat tekan diatas 50 MPa, dan
80 MPa sebagai beton mutu sangat tinggi, sedangkan 120 MPa bisa dikategorikan
sebagai beton bermutu ultra tinggi. Ada beberapa faktor utama yang bisa
menentukan keberhasilan pengadaan beton mutu tinggi, diantarannya adalah
a) Kualitas bahan perekat.
b) Faktor air semen (FAS) yang rendah.
c) Mutu agregat halus dan kasar.
d) Pengunaan admixture dan aditif dalam proporsi yang tepat.
e) Proses pembuatan dan pengadaan beton yang tepat dan cermat.

1.2 Bahan Tambah Silica Fume

Silica fume merupakan material pozzolan yang halus, dimana komposisi


silika lebih banyak dihasilkan dari tanur tinggi atau sisa produksi silikon dan alloy
besi silikon (dikenal sebagai gabungan antara micro silica dengan Silica Fume).
Silica fume merupakan bahan pengisi (filler) dalam beton yang mengandung kadar
silica yang tinggi. Kandungan SiO2 mencapai lebih dari 90%. Penggunaan silica
fume dalam campuran beton dimaksudkan untuk menghasilkan beton dengan
kekuatan tekan yang tinggi (Subakti, 1995 :269).
1) Sifat-Sifat Fisik Silica Fume
Sifat-sifat fisik silica fume adalah sebagai berikut :
a) Warna : bervariasi mulai dari abu-abu sampai abu-abu gelap.
b) Spesifik gravity : 2,0-2,5.
c) Bulk density : 250-300 kg/m³.
d) Terdiri dari partikel vitrous sangat halus dengan luas permukaan yang
disyaratkan 215.280 ft ² / lb (20.000 m² / kg)
e) Ukuran : 0,1-1,0 mikron (1/100 ukuran partikel semen).
2) Keunggulan Silica Fume
Keunggulan-keunggulan penggunaan silica fume dalam beton adalah
sebagai berikut :
a) Meningkatkan kuat tekan beton.
b) Meningkatkan kuat lentur beton.
c) Memperbesar modulus elastisitas beton.
d) Mengecilkan regangan beton.
e) Meningkatkan durabilitas beton terhadap serangan unsur kimia.
f) Mencegah reaksi alkali silica dalam beton.
g) Meningkatkan kepadatan (density) beton.
h) Meningkatkan ketahanan terhadap abrasi dan korosi.
i) Menyebabkan temperatur beton menjadi lebih rendah sehingga mencegah
terjadinya retak pada beton.

Kendala – kendala yang ada dalam penggunaan silica fume antara lain seperti,
handling/pelaksanaan, bahaya kesehatan kerja, air entrainment, plastic shringkage,
dan quality control.