Anda di halaman 1dari 4

Materi 7 psikologi industri

A. DEFINISI PSIKOLOGI INDUSTRI

 Sub disiplin dari ilmu Psikologi yang mempelajari perilaku manusia dalam konteks
lingkungan pekerjaan serta pengaruh timbal balik antara individu tersebut dengan
Industri atau Organisasi tempatnya bekerja (Blum & Naylor, 1968)

 Selalu ada penyesuaian timbal balik yang berkesinambungan antara tenaga kerja dengan
lingkungan pekerjaan.

 Karyawan berusaha memenuhi tuntutan pekerjaan & lingkungan pekerjaan berusaha


menjamin kesejahteraan psikologis bagi karyawan/pekerjanya, dengan tujuan kepuasan
kerja dan kesehatan mental para tenaga kerja.
B. MANFAAT

 Mempelajari perilaku manusia dalam interaksinya dengan organisasi industri atau


perusahaan, dengan tujuan agar dapat dipahami, diprediksikan, dan sampai derajad
tertentu dapat dikendalikan untuk kebaikan dirinya maupun perusahaan (Fingret, 2000)

 The Well Being of Human Being

 Mampu memahami potensi serta keterbatasan tiap-tiap individu dalam performa


kerjanya

 Menciptakan suasana saling menguntungkan antara pekerja dengan organisasi industri


atau perusahaan

C. PENGERTIAN SEHAT
Sehat menurut WHO (World Health Organization) :

“ Suatu keadaan yang sempurna pada individu baik secara fisik, mental/psikologis dan
sosial serta terbebas dari kecacatan maupun tekanan”

D. PENGERTIAN SAKIT
 Tiga konsep “Sakit” (Calhoun, 1994) :
1. Disease : Penyimpangan symptom-symptom fisik atau penyakit yang berdimensi
bilologis dan dapat di diagnosa melalui panca indera atau alat-alat medis penunjang.
Sifatnya objektif. Misalnya Tumor, influenza, HIV-AIDS.

2. Illness : Suatu konsep psikologis manusia yang menunjuk pada perasaan, persepsi atau
pengalaman subjektif seseorang tentang ketidaksehatannya atau keadaan tubuh yang
dirasa tidak enak. Sifatnya Subjektif, seperti rasa nyeri, dll.

3. Sickness : Berkaitan dengan konsep sosiologis yang bermakna sebagai bentuk


penerimaan sosial terhadap seseorang yang sedang mengalami kesakitan (disease atau
illness). Dalam kondisi ini, seseorang “dibenarkan” untuk melepaskan tanggungjawab
pekerjaan maupun peran-peran sosial karena dianggap sedang melakukan tugas baru
yaitu “mencari kesembuhan”

 Faktor Penyebab penyakit yang ditimbulkan oleh pekerjaan (Waldron, 1990;


Levy, 1988; Suma’mur, 1979) antara lain adalah:

1.Faktor Fisik (radiasi, suhu, tekanan, bising, dll)

2.Faktor Kimiawi (debu, uap, gas, larutan berbahaya, dll)

3.Faktor infeksi

4.Faktor fisiologis dan psikologis (kesalahan/kelalaian yg dapat mengakibatkan


kecelakaan kerja baik karena kelelahan fisik, kebosanan, stress, maupun depresi akibat
beban pekerjaan)

 Tiga hubungan antara sakit fisik dan mental:

1. Orang yang mengalami sakit mental disebabkan oleh sakit fisiknya

2. Sakit fisik yang di deritanya merupakan gejala akibat gangguan psikologis (psikosomatik)

3. Antara gangguan psikologis dan sakit fisik saling menopang

E. STRESS AKIBAT KERJA


 Tenaga kerja dapat merasakan lingkungan kerjanya sebagai ancaman atau suatu
tantangan, dalam keadaan ia merasa belum pasti dapat menghadapinya dengan
berhasil.
 Stress on The Job (faktor eksternal), penyebabnya antara lain :

1. Beban kerja yang berlebihan (kuantitatif & kualitatif)

2. Desakan waktu

3. Umpan balik yang tidak sesuai

4. Perbedaan nilai-nilai pekerja dan perusahaan

5. Tidak dipercaya atau diberi wewenang yang cukup untuk melakukan


pekerjaannya

6. Ambiguitas peran

7. Konflik antar pribadi atau kelompok

 Stress off The Job, penyebabnya antara lain:

1. Rasa percaya diri rendah, menarik diri dari lingkungan

2. Merasa tidak memiliki kemampuan yang menunjang pekerjaannya

3. Kemampuan adaptasi rendah

4. Kekhawatiran finansial

5. Masalah rumah tangga


 Gejala stress akibat kerja
1. Psikologis :

bingung, marah, mudah tersinggung, mudah menangis, menarik diri atau justru
menyerang orang lain baik secara verbal maupun fisik.

2. Fisik (psikosomatis)
Sakit kepala, denyut jantung meningkat, mual-muntah, nyeri pada persendian,
nyeri pada ulu hati, gejala seperti sakit maag, sakit perut, keringat dingin,
sariawan berkepanjangan, dll
 Solusi stress akibat kerja
1. Mengubah lingkungan kerja agar nyaman

2. Memperhatikan faktor Ergonomis ruangan

3. Pembagian shift atau rolling

4. Mengubah persepsi pekerja

5. Meningkatkan daya tahan mental pekerja, dengan : Melakukan perubahan


reaksi perilaku seperti istirahat tetapi masih dalam ruangan, membasuh
wajah/berwudhu, relaksasi/meditasi, menghindari kegiatan rutin yang
membosankan, kegiatan olah raga secara rutin, mengajarkan manajemen
waktu dan manajemen emosi.

F. DEPRESI AKIBAT KERJA


 Gangguan suasana hati

 Kondisi emosional yang mempengaruhi proses berpikir, berperasaan & berperilaku


 Gejala umum depresi aibat kerja diantaranya murung, sedih berkepanjangan,
sensitive, mudah marah, semangat kerja menurun, konsentrasi menurun.
 Gejala fisik depresi akibat kerja diantaranya gangguan pola tidur, nafsu makan
menurun, aktivitas menurun, efisiensi kerja menurun, produktifitas menurun,
kemungkinan melukai diri sendiri atau bunuh diri
 Gejala psikososial diantaranya kehilangan rasa percaya diri, sensitive, merasa tidak
berguna, merasa bersalah, merasa terbebani, menarik diri dari pergaulan
 Solusi dari depresi akibat kerja adalah penanganan psikolog atau psikiater sesuai
tingkat keparahan.