Model Atom Dalton, Thomson, Rutherford,
Bohr, Mekanika Kuantum Beserta Kelebihan
dan Kelemahannya
Supervisor Blog MIPA 22 April 14, 2017 A+ A-
Daftar Materi Kimia
1. Struktur Atom (Proton, Elektron dan Neutron)
2. Ikatan Kimia (Ion, Kovalen dan Logam)
3. Stoikiometri (Perhitungan Kimia)
4. Larutan Elektrolit dan Nonelektrolit
5. Reaksi Redoks (Reduksi-Oksidasi)
Semua partikel yang terdapat di alam semesta tersusun atas partike-partikel yang sangat kecil
yang kemudian para ahli kimia menyebutnya dengan nama Atom. Sejak zaman dahulu dimana
manusia mulai berfikir tentang zat penyusun setiap materi, kemudian dirumuskannya teori atom,
sampai zaman canggih seperti sekarang ini, keberadaan atom sudah diterima oleh semua orang.
Namun bentuk atom dan penyusunnya belum diketahui secara pasti
Para ahli kimia hanya bisa mereka-reka berdasarkan hasil pengamatan di laboratorium terhadap
gejala yang ditimbulkan jika suatu materi diberi perlakuan tertentu. Dari pengamatan gejala-
gejala tersebut, para ilmuwan membuat teori tentang atom serta memperkirakan bentuk atom
tersebut dengan nama Model Atom.
Model-model atom yang dibuat oleh para ilmuwan mengalami perkembangan sampai sekarang
dan mungkin akan terus berkembang seiring dengan perkembangan IPTEK. Berikut ini adalah
gambar perkembangan model-model atom yang dikembangkan oleh para ahli kimia kimia.
Perkembangan Teori Atom
Model Atom Dalton
Baca Juga:
Susunan Atom dan Cara Menentukan Jumlah Proton, Elektron & Neutron
Model/Teori Atom Mekanika Kuantum: Pengertian, Gambar, Kekurangan dan
Kelebihannya
Model/Teori Atom Niels Bohr: Pengertian, Gambar, Kekurangan dan Kelebihannya
Berdasarkan konsep atom Democritus sesuai dengna Hukum Kekekalan Massa yang berbunyi
“massa zat sebelum dan sesudah reaksi sama” dan Hukum Perbandingan Tetap yang berbunyi
“perbandingan massa unsur-unsur dalam suatu senyawa adalah tetap dan tertentu”, maka pada
tahun 1803 ilmuwan Inggris John Dalton merumuskan teori model atom sebagai berikut:
1. Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi.
2. Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki atom-atom yang
identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda.
3. Atom-atom bergabung membentuk senyawa dengan perbandingan bilangan bulat dan sederhana.
Misalnya air terdiri atas atom-atom hidrogen dan atom-atom oksigen.
4. Reaksi kimia merupakan pemisahan atau penggabungan atau penyusunan kembali dari atom-
atom, sehingga atom tidak dapat diciptakan atau dimusnahkan
Model Atom Dalton
Hipotesis Dalton digambarkan dengan model atom sebagai bola pejal seperti bola tolak peluru.
Kelebihan dan kelemahan model atom Dalton antara lain sebagai berikut:
Kelebihan
- Dapat menerangkan Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier)
- Dapat menerangkan Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust)
Kelemahan
- Tidak dapat menerangkan sifat listrik atom
- Pada kenyataannya atom dapat dibagi lagi menjadi partikel yang lebih kecil (partikel
subatomik)
Model Atom Thomson
pada tahun 1897, fisikawan Inggris, Joseph John Thomson menemukan elektron . dia
menunjukkan bahwa elektron adalah partikel subatomik. Dari penemuan ini Thomson
mengemukakan hipotesis sebagai berikut: “karena elektron bermuatan listrik negatif, sedangkan
atom bermuatan listrik netral, maka harus ada muatan listrik positif yang mengimbangi muatan
elektron dalam atom”.
Berdasarkan hipotesis tersebut, Thomson mengusulkan model atomnya yang dikenal dengan
nama model atom roti kismis yaitu sebagai berikut:
1. Atom berbentuk bola pejal bermuatan positif yang homogen (diibaratkan seperti roti)
2. Elektron bermuatan negatif tersebar di dalamnya (seperti kismis yang tersebar di dalam roti).
Model Atom Rutherford
Beberapa kelebihan dan kelemahan model atom Thomson adalah sebagai berikut:
Kelebihan
1. Dapat menerangkan adanya partikel yang lebih kecil dari atom yang disebut partikel subatomik.
2. Dapat menerangkan sifat listrik atom.
Kelemahan
Tidak dapat menerangkan fenomena penghamburan partikel alfa oleh selaput tipis emas yang
dikemukakan oleh Rutherford.
Model Atom Rutherford
Tahun 1911, Fisikawan Inggris Ernest Rutherford dan 2 temannya Geiger dan Marsden
melakukan eksperimen “penghamburan partikel alfa oleh selaput tipis emas (0,0004 mm)”
dengan hasil sebagai berikut:
1. Sebagian besar partikel alfa menembus selaput tipis emas. Berarti, sebagian besar atom adalah
ruang kosong.
2. Sedikit dari partikel alfa (yang bermuatan positif) dibelokkan keluar oleh sesuatu. hal ini
menunjukkan adanya sesuatu yang bermuatan positif yang dapat membelokkan partikel alfa.
3. Lebih sedikit lagi dari partikel alfa itu (hanya 1 dari 20.000) terpantul dari selaput tipis emas.
Hal ini menunjukkan adanya sesuatu yang sangat kecil (belakangan disebut sebagai inti), namun
massa terpusat di sana sehingga partikel alfa yang menumbuk pusat massa itu akan terpantulkan
Percobaan Rutherford
Dari fenomena percobaan tersebut, Rutherford mengusulkan model atom yang dikenal dengan
model atom nuklir Rutherford, yaitu sebagai berikut:
1. Sebagian besar ruangan dalam atom merupakan ruangan kosong.
2. Atom terdiri atas inti atom bermuatan positif dan hampir seluruh massa atom terpusat pada inti.
3. Elektron beredar mengelilingi inti.
4. Jumlah muatan inti sama dengan jumlah muatan elektron sehingga atom bersifat netral.
Model Atom Rutherford
Beberapa kelebihan dan kelemahan model atom Rutherford adalah sebagai berikut:
Kelebihan
1. Dapat menerangkan fenomena penghamburan partikel alfa oleh selaput tipis emas.
2. Mengemukakan keberadaan inti atom yang bermuatan positif dan merupakan pusat massa atom.
Kelemahan
1. Bertentangan dengan teori elektron dinamika klasik, di mana suatu partikel bermuatan listrik
apabila bergerak akan memancarkan energi.
2. Elektron bermuatan negatif yang beredar mengelilingi inti akan kehilangan energi terus-menerus
sehingga akhirnya akan membentuk lintasan spiral dan jatuh ke inti. Pada kenyataannya hal ini
tidak terjadi, elektron tetap stabil pada lintasannya.
Model Atom Niels Bohr
Tahun 1913 fisikawan Denmark, Niels Henrik David Bohr, mengemukakan teori tentang atom
yang bertitik tolak dari model atom nuklir Rutherford dan teori kuantum Planck.
Model Atom Niels Bohr
Model atom Bohr berdasarkan teorinya adalah sebagai berikut:
1. Elektron beredar mengelilingi inti pada lintasan-lintasan (orbit) tertentu.
2. Elektron yang beredar pada lintasannya tidak memancarkan energi, lintasan elektron ini disebut
lintasan stasioner.
3. Apabila elektron dengan tingkat energi rendah pindah ke lintasan dengan tingkat energi lebih
tinggi maka elektron akan menyerap energi, peristiwa ini disebut eksitasi. Sebaliknya, apabila
elektron pindah dari lintasan dengan tingkat energi lebih tinggi ke lintasan dengan tingkat energi
lebih rendah maka elektron akan memancarkan energi, peristiwa ini disebut deeksitasi.
Baik eksitasi maupun deeksitasi disebut peristiwa transisi elektron. Energi yang diserap atau
dipancarkan pada peristiwa transisi elektron ini dinyatakan dengan persamaan:
4. Energi yang dipancarkan/diserap ketika terjadi transisi elektron terekam sebagai spektrum atom.
Beberapa kelebihan dan kelemahan model atom Bohr adalah sebagai berikut:
Kelebihan
1. Menjawab kelemahan dalam model atom Rutherford dengan mengaplikasikan teori kuantum.
2. Menerangkan dengan jelas garis spektrum pancaran (emisi) atau serapan (absorpsi) dari atom
hidrogen.
Kelemahan
1. Terjadi penyimpangan untuk atom yang lebih besar dari hidrogen.
2. Tidak dapat menerangkan efek Zaeman, yaitu spektrum atom yang lebih rumit apabila atom
ditempatkan pada medan magnet.
Model Atom Mekanika Kuantum
Model atom mekanika kuantum dikemukakan oleh Erwin Schrodinger. Model ini dapat
digunakan untuk menjelaskan atom hidrogen dan atom yang lain.
Menurut teori mekanika kuantum, elektron dalam mengelilingi inti terletak pada tingkat-tingkat
tertentu. Akan tetapi, keberadaan elektron tidak dapat dipastikan kedudukannya secara tepat.
Adapun yang dapat dipastikan hanyalah kebolehjadian menemukan elektron. Daerah atau ruang
kebolehjadian menemukan elektron disebut orbital.
Teori Atom Mekanika Kuantum
Erwin Schrodinger mendasarkan model atomnya pada hipotesis de Broglie mengenai dualisme
partikel dan ketidakpastian Heisenberg.
Menurut Louis de Broglie, cahaya memiliki sifat partikel dan sifat cahaya. Sifat partikel ditandai
dengan memiliki massa. Sifat cahaya ditandai dengan memiliki sifat gelombang dalam
gerakannya. Dengan demikian, elektron yang memiliki massa dapat dipandang sebagai partikel
dan cahaya. Akibat dualisme elektron, Heisenberg mengajukan prinsip ketidakpastian.
Menurut Heisenberg, tidak ada metode yang dapat digunakan untuk menentukan kedudukan
elektron. Akan tetapi, yang dapat ditentukan adalah kebolehjadian menemukan elektron. Erwin
Schrodinger memperoleh hadiah Nobel 1933 bidang fisika bersama Paul Dirac, seorang
fisikawan lain, untuk karya perintis mereka dalam mekanika kuantum.
Demikianlah artikel tentang sejarah perkembangan teori atom, model atom Dalton, Thomson,
Rutherford, Bohr dan Mekanika Kuantum (model atom modern). Semoga dapat bermanfaat
untuk Anda. Terimakasih atas kunjungannya dan sampai jumpa di artikel selanjutnya.