Anda di halaman 1dari 12

34

1. Hasil Pengujian

Tabel Kekuatan Tekan Rata-Rata Perlu Jika Data Tidak Tersedia untuk
Menentukan Deviasi Standar Benda Uji

Kekuatan tekan disyaratkan, MPa Kekuatan tekan rata-rata perlu, MPa

f’c < 21 f’cr = f’c + 7,0

21 ≤ f’c ≤ 35 f’cr = f’c + 8,3

f’c > 35 f’cr = 1,10 f’c + 5,0

(Sumber: SNI 2847 – 2013)


Dengan f’c 25 MPa maka diperoleh kuat rata-rata yang ditargetkan,
f’cr = f’c + 8,3 MPa
f’cr = 25 MPa + 8,3 MPa
f’cr = 33,3 MPa
1.1. Pemilihan Angka Slump
Tabel Nilai Slump yang dianjurkan untuk berbagai pekerjaan konstruksi

(Sumber: SNI 7656 – 2012)


Dalam praktikum ini kami menggunakan tipe konstruksi perkerasan dan pelat
lantai dengan nilai slump 75-25 mm, untuk nilai slump rencana kami memilih yang
maksimalnya yaitu 75 mm serta Agregat Maksimum dalam Percobaan kali ini dapat
37,5 mm.
35

1.2.Estimasi Kebutuhan Air


Tabel Perkiraan Air Campuran dan Persyaratan Kandungan Udara untuk
Berbagai Slump dan Ukuran Nominal Agregat Masimum

(Sumber: SNI 7656 – 2012)


Jumlah air yang dibutuhkan tercantum dalam tabel 3.11 berdasarkan ukuran
maksimum agregat dan nilai slump didapat 181 lt/m3.
1.3. Penetapan FAS (Faktor Air Semen)
FAS yang dibutuhkan berdasarkan nilai kekuatan tekan estimasi beton 28 hari
dengan f’cr = 33,3 MPa dalam tabel 3.12 adalah 0,493 (hasil dari interpolasi).
Tabel Nilai Faktor Air Semen

(Sumber: SNI 7656 – 2012)


36

1.4. Perhitungan Semen

𝐴𝑖𝑟
𝐹𝐴𝑆 =
𝑆𝑒𝑚𝑒𝑛

𝐴𝑖𝑟 181
𝑆𝑒𝑚𝑒𝑛 = = = 367,13 𝑘𝑔
𝐹𝐴𝑆 0,493

1.5. Perhitungan Volume Agregat Kasar


Tabel Volume Agregat Kasar Per Satuan Volume Beton

(Sumber :SNI 7656 – 2012)

Berdasarkan Tabel 3.13 dengan MHB atau FM = 2,75 dan ukuran maksimum
agregat 37,5 mm didapat nilai 0,715 (hasil interpolasi). Sehingga berat aggregat kasar
adalah:
Berat Agregat Kasar = Persentase agregat x berat kering agregat kasar
= 0,715 x 1626 kg/m3
= 1162,59 kg

1.6.Perhitungan Berat Agregat Halus


Untuk menentukan berat agregat halus, terlebih dahulu harus dihitung beratbeton
segarnya yaitu melalui table berikut:
37

Tabel Perkiraan Awal Berat Beton Segar (kg/m3)

(Sumber : SNI 7656 – 2012)

Berdasarkan ukuran maksimum agregat 25 mm dengan beton tanpa kandungan


udara didapat 2410 kg/m3. Sehingga:
Berat agregat halus = Beton segar – (berat semen + berat air + berat agregat.kasar)
= 2410 – ( 181 + 367,13 + 1162,59)
= 699,28 kg/m3

1.7. Rekapitulasi Material per Kubik


Proporsi campuran beton per meter kubik
Perhitungan Volume Total Benda
Air = 181 liter
Semen = 367,13 kg
Agegat Kasar = 1162,59 kg
Agregat Halus = 699,28 kg

1.8.Uji Kuat Tekan Beton


Pada praktikum ini kami membuat benda uji silinder dengan bekisting
berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm dan jumlah benda uji yang akan dibuat sebanyak
6 buah benda uji. Dengan demikian diperlukannya menghitung volume benda uji
yang akan dibuat sebagai berikut:
Volume 1 benda uji adalah:
38

V = 0,25 x π x d2 x h
V = 0,25 x π x 0,152 x 0,30
V = 0,0053 m3

Volume material yang diperlukan dengan Safety factor 1,3 adalah:


6V = 6 x V x 1,3
6V = 6 x 0,0053 x 1,3
6V = 0,0413 m3

1.9.Rekapitulasi Material Benda Uji


Proporsi campuran beton per meter kubik
Air = 181 x 0,0413 = 7,475 liter
Semen = 367,13 x 0,0413 = 15,162 kg
Aggegat Kasar = 1162,59 x 0,0413 = 48,014 kg
Aggregat Halus = 699,28 x 0,0413 = 28,880 kg

2. Tabel Hasil Pengujian

Kuat Tekan
Umur Beban Luas
No. Tanggal Tanggal (MPa)
Beton Maksimum PenaMPang
Sampel Pengecoran Pengujian 28
(hari) (N) (mm2) Real
Hari
39

1 11/11/2018 9/12/2018 28 280.000 17678,57 15,83 15,83

2 11/11/2018 9/12/2018 28 270.000 17678,57 15,27 15,27

3 11/11/2018 9/12/2018 28 320.000 17678,57 18,10 18,10

4 11/11/2018 9/12/2018 28 385.000 17678,57 21,77 21,77


5
11/11/2018 9/12/2018 28 365.000 17678,57 20,64 20,64

6 11/11/2018 9/12/2018 28 285.000 17678,57 16,12 16,12

Rata-rata 17,955

3. Pemeriksaan Berat Volume (Bulk Density)


Tujuan dari pemeriksaan berat volume ini bertujuan untuk menentukan berta
volume dari agregat halus dan agregat kasar, atau campuran yang didefinisikan
sebagai perbandingan antara berat material kering dengan volumenya.

Tabel 3.1 Perhitungan Berat Volume Gembur Pasir

Weight
Volume Of Bulk
No. Sampling Container
Container Aggregate Container Density
Urut No. + Agregat
(kg) (kg) (l) (kg/l)
(kg)
1 2 3 4 5 6 7

1 A 0,576 5,621 5,045 3 1,682


2 B 0,576 5,613 5,037 3 1,679
3 C 0,576 5,562 4,986 3 1,662
Average 1,674
40

Tabel 3.2 Perhitungan Berat Volume Padat Pasir

Weight Volume
Bulk
No. Sampling Container Of
Container Aggregate Density
Urut No. + Agregat Container
(kg) (kg) (kg/l)
(kg) (l)
1 2 3 4 5 6 7

1 A 0,576 5,741 5,165 3 1,722


2 B 0,576 5,829 5,253 3 1,751
3 C 0,576 5,646 5,070 3 1,690
Average 1,721

Tabel 3.3 Perhitungan Berat Volume Gembur Kerikil

Weight Volume
Bulk
No. Sampling Container Of
Container Aggregate Density
Urut No. + Agregat Container
(kg) (kg) (kg/l)
(kg) (l)
1 2 3 4 5 6 7

1 A 0,574 5,130 4,556 3 1,519


2 B 0,574 4,930 4,356 3 1,452
3 C 0,574 4,680 4,106 3 1,369
Average 1,446
41

Tabel 3.4 Perhitungan Berat Volume Padat Kerikil


Weight Volume
Bulk
No. Sampling Container Of
Container Aggregate Density
Urut No. + Agregat Container
(kg) (kg) (kg/l)
(kg) (l)
1 2 3 4 5 6 7
1 A 0,574 5,572 4,998 3 1,666
2 B 0,575 5,542 4,967 3 1,656
3 C 0,575 5,248 4,673 3 1,558
Average 1,626

Agregat Halus

Tabel 3.5 Perhitungan Analisa saringan Agregat Halus


Komulatif Tinggal diatas Rata-Rata % Rata-Rata Rata-Rata % Rata-Rata
Tinggal diatas Saringan Rata-Rata % Rata-
Seri Saringan Tinggal Tinggal Komulatif Komulatif
Lolos Rata Lolos
Saringan diatas diatas Tinggal Tinggal diatas
A B C A B C Saringan Saringan
Saringan Saringan diatas Saringan
37,5 0 0 0 0 0 0 0,00 0,00 Saringan
0 0,00 2272,33 100,00
31,5 0 0 0 0 0 0 0,00 0,00 0 0,00 2272,33 100,00
19,1 0 0 0 0 0 0 0,00 0,00 0 0,00 2272,33 100,00
9,52 25 14 10 25 14 10 16,33 0,72 16 0,75 2256,00 99,28
4,76 102 162 111 127 176 121 125,00 5,50 141 6,51 2131,00 93,78
2,38 291 389 293 418 565 414 324,33 14,27 466 21,43 1806,67 79,51
1,19 220 305 224 638 870 638 249,67 10,99 715 32,92 1557,00 68,52
0,59 360 449 363 998 1319 1001 390,67 17,19 1106 50,91 1166,33 51,33
0,297 400 474 405 1398 1793 1406 426,33 18,76 1532 70,53 740,00 32,57
0,149 452 516 417 1850 2309 1823 461,67 20,32 1994 91,78 278,33 12,25
sisa 452 212 171 2003 2521 1994 278,33 12,25 2173 - 99,67 4,39
Total 153 212 171 2272,33 100,00 274,82
FM 2,75
42

BATAS GRADASI PASIR (KASAR NO. 2)


100 100 100
98.13 100
90 90 90
89.25
80
Persen :Lolos Saringan

75
73.37
70
60 59 57.98
55
50
40
35
33
30 30
20
13.8
10 10 8
0 2.03
0
0.075 0.15 0.3 0.6 1.2 2.4 4.8 9.6 19 38
Ukuran Ayakan

BATAS GRADASI PASIR (KASAR NO.2)

Agregat Kasar

Tabel 3.6 Perhitungan Analisa saringan Agregat Kasar


Komulatif Rata-Rata % Rata-Rata Rata-Rata % Rata-Rata
Tinggal diatas Saringan Rata-Rata % Rata-
Seri Tinggal diatas Tinggal Tinggal Komulatif Komulatif
Lolos Rata Lolos
Saringan Saringan diatas diatas Tinggal Tinggal diatas
A B C A B C Saringan Saringan
Saringan Saringan diatas Saringan
37,5 0 0 0 0 0 0 0 0,00 Saringan
0 0,00 2408,97 100,00
25 0 24,6 0 0 24,6 0 8 0,34 8 0,34 2400,77 99,66
19,1 283,1 421,2 269,6 283,1 445,8 269,6 325 13,48 333 13,82 2076,13 86,18
9,52 1760,6 1582,9 1874,6 2043,7 2028,7 2144,2 1739 72,20 2072 86,02 336,77 13,98
4,76 255,6 226,6 289,6 2299,3 2255,3 2433,8 257 10,68 2329 96,70 79,50 3,30
2,38 42,7 49,7 29,1 2342 2305 2462,9 41 1,68 2370 98,38 39,00 1,62
1,19 2,8 11,3 2,5 2344,8 2316,3 2465,4 6 0,23 2376 98,61 33,47 1,39
0,59 1,1 5,8 1,4 2345,9 2322,1 2466,8 3 0,11 2378 98,73 30,70 1,27
0,297 3,2 6 2,3 2349,1 2328,1 2469,1 4 0,16 2382 98,88 26,87 1,12
0,149 2 8,5 1,7 2351,1 2336,6 2470,8 4 0,17 2386 99,05 22,80 0,95
sisa 21,7 21,5 25,2 2372,8 2358,1 2496 23 0,95 2409 100,00 0,00 0,00
Total 2372,8 2358,1 2496 2409 100,00 690,53
FM 6,91

Ukuran Maksimum Agregat Kasar = 37,5 mm


43

BATAS GRADASI PASIR (KASAR NO. 4)


100 100 100
98.13 100
95 96
90 90 89.25
80 80
Persen :Lolos Saringan

73.37
70
60 57.98
50 50
40
30 33

20
15 15
13.8
10
0 2.03
0
0.075 0.15 0.3 0.6 1.2 2.4 4.8 9.6 19 38
Ukuran Ayakan

Batas Gradasi Kerikil (Maks. 40 mm)

Tabel 3.7 Perhitungan Berat Jenis dan Absorbsi


Pasir

SAMPLE
No. WEIGHT NOTATION A B C
(gram) (gram) (gram)
1 2 3 4 5 7
1 Container Wc 208 208 208
Container +
2 Wcs 1208 1208 1208
Aggregate
Saturated
3 Ws = Wcs - Wc 1000 1000 1000
Surface Dry
44

(SSD)
Container +
4 Aggregate + Wcsw' 1824 1830 1819
Water
Container +
5 Wcw" 1208 1208 1208
Water
Volume of
6 Wv = Ws - Wcsw' +Wcw" 384 378 389
Aggregate
Specific Gravity,
7 Sg, SSD = Ws/Wv 2,60 2,65 2,57
SSD
Average 2,61
8 Container Wc' 239 181 163
Container +
9 W'cs 1218 1165 1148
Aggregate
10 Agregate ; OD Wd= W'cs - Wc' 979 984 985
Specific Gravity;
11 Sg OD = Wd/Wv 2,55 2,60 2,53
CD
Average Sg OD 2,56
12 Water absorption 100 ( Ws - Wd ) / Wd 2,15 1,63 1,52
Average
1,76
Absorbtion
45

Tabel 3.8 Perhitungan Berat Jenis dan Absorbsi Kerikil

SAMPLE
No. WEIGHT NOTATION A B C
(gram) (gram) (gram)
1 2 3 4 5 6

1 Container Wc 830 830 830


2 Container Under Water Wcw 732 732 732
3 Container + Aggregate Wcs 2483 2478 2485
Container + Aggregate Under
4 Wcsw 1786 1798 1802
Water
5 Saturated Surface Dry (SSD) Ws = Wcs - Wc 1653 1648 1655
6 Aggregate Under Water Ww = Wcsw - Wcw 1054 1066 1070
7 Volume of Aggregate Wv = Ws - Ww 599 582 585
8 Specific Gravity, SSD Sg, SSD = Ws/Wv 2,76 2,83 2,83
Average 2,81
9 Container Wc' 177 279 121
10 Container + Aggregate Wcd 1809 1796 1756
11 Agregate ; OD Wd= Wcd - Wc' 1632 1517 1635
12 Specific Gravity; CD Sg OD = Wd/Wv 2,72 2,61 2,79
Average Sg OD 2,71
13 Water absorption 100 ( Ws - Wd ) / Wd 1,29 8,64 1,22
Average Absorbtion 3,72