Anda di halaman 1dari 6

Lettering merupakan tulisann nama objek dan keterangan, termasuk angka pada peta.

Beberapa
ketentuan lattering pada peta sebagai berikut:

a. Judul peta ditulis dengan huruf kapital , tegak, dan ukuran huruf lebih besar daripada huruf lain dalam
peta. Contoh penulisan judul peta sebagai berikut:

PETA RUPA BUMI INDONESIA

PETA KEPADATAN PENDUDUK INDONESIA

b. Objek perairan seperti sungai dan laut ditulis menggunakan huruf miring. Lettering pada objek
perairan yang memanjang ditulis sejajar objek.

c. Ukuran huruf disesuaikan dengan besar objek dan memperhatikan unsur keindahan tempilan peta.

d. Nama kota ditulis menggunakan huruf kapital tegak dengan ukuran sesuai tingkatan kotanya. Pada
penulisna ibukota negara dan ibukota provinsi, ukuran tulisan nama ibukota negara lebih besar
dibandingkan nama ibukota provinsi.

Dalam sebuah peta pasti ada judul. Penulisan judul yang benar adalah dengan menggunakan huruf
kapital tegak. Untuk besar kecilnya sesuaikan dengan kebutuhan karena disitulah letak seni dari sebuah
peta digunakan.

2. Aliran sungai yang berwarna biru akan diikuti juga dengan nama sungainya. Nama sungai dalam peta
akan menjadi benar jika ditulis dengan huruf biasa namun miring. Lalu tulisannya menyesuaikan pola
aliran sungainya.

3. Untuk penamaan nama jalan akan menjadi benar jika menggunakan huruf biasa namun tegak. Posisi
letaknya mengikuti jalan yang ada. Misal jalannya miring ya ikut miring tapi hurufnya tegak.

4. Untuk menuliskan nama kota sebaiknya menggunakan huruf besar. Selain itu jangan sampai nama
kota itu lebih kecil dibandingkan nama-nama daerah sekelilingnya seperti nama desa, kampung atau
kelurahan. Jangan lupa juga jika menempatkan nama kota harus berada di dekat dengan simbol kota itu
sendiri. Bisa di atas, samping atau bawah. Tergantung kepantasannya seperti apa.

Peta merupakan sebuah gambaran permukaan bumi atau benda angkasa yang di gambarkan pada
bidang datar dan gambar tersebut di perkecil atau di skalakan. Peta merupakan sebuah hasil pemetaan,
yaitu merupakan proses pengukuran, penghitungan, analisis, dan penggambaran permukaan bumi.

Pembahasan

Dalam pembuatan peta, kita harus memperhatikan cara penulisan agar tidak terjadi kesalah pahaman,
dan agar mudah dipahami oleh para pembaca.

Berikut contoh cara penulisan peta:

a. Penulisan nama kota ditulis dengan 4 cara yaitu:

- Ditulis di bawah simbol kota.

- Ditulis di atas simbol kota.

- Ditulis di sebelah kanan simbol kota.

- Ditulis di sebelah kiri simbol kota.

b. Penulisan nama ibukota ditulis dengan menggunakan huruf kapital tegak. Contoh: Jakarta

c. Penulisan nama-nama samudra, nama teluk yang luas, laut, dan nama selat yang luas ditulis dengan
menggunakan huruf kapital miring. Samudra Hindia

d. Penulisan nama kota kecil dan gunung ditulis dengan menggunakan huruf kecil dan tegak. Pada awal
nama kota dan gunung ditulis dengan huruf kapital. Gunung Merapi, D.I Yogyakrta.
e. Penulisan nama-nama perairan seperti sungai, danau, selat yang sempit, dan nama teluk ditulis
dengan huruf kecil miring. danau Toba

Tata Cara Penulisan pada Peta. Untuk membuat tulisan (lettering) pada peta ada kesepakatan di antara
para ahli (kartografer) yaitu sebagai berikut:

1. Nama geografi ditulis dengan bahasa dan istilah yang digunakan penduduk setempat.
Contoh: Sungai ditulis Ci (Jawa Barat), Kreung (Aceh), Air (Sumatera Utara). Nama sungai ditulis searah
dengan aliran sungai dan menggunakan huruf miring.

2. Nama jalan ditulis harus searah dengan arah jalan tersebut, dan ditulis dengan huruf cetak kecil.

3. Nama kota ditulis dengan 4 cara yaitu:


 di bawah simbol kota.
 di atas simbol kota.
 di sebelah kanan simbol kota.
 di sebelah kiri simbol kota.

Pada peta juga terdapat aturan-aturan dalam cara penulisan pada suatu objek-objek
geografi.
Setidak-tidaknya disini Terdapat empat aturan penulisan dalam peta yang harus
kita patuhi, lihatlah pada (Gambar 1.12).

Dibawah ini adalah beberapa aturan atau tanda untuk penulisan nama - nama suatu objek
dalam peta

1) pada nama-nama ibu kota, negara, benua, dan pegunungan itu haruslah ditulis
dengan menggunakan huruf kapital tegak.
2) untuk nama-nama samudra, nama teluk yang luas, laut, dan nama selat yang luas, maka
harus
ditulis dengan menggunakan huruf kapital miring.
3) untuk nama-nama kota kecil dan gunung haruslah ditulis dengan menggunakan huruf
kecil
tegak. Pada awal nama kota dan gunung ditulis dengan huruf besar.
4) sedangkan untuk nama-nama perairan seperti sungai, danau, selat yang sempit, dan
nama teluk yang sempit juga
haruslah ditulis dengan huruf kecil miring.

Itulah beberapa aturan penamaan nama tempat seperti nama kota, sungai, teluk, danau
dan laut pada peta yang perlu kita pahami. Semoga bermanfaat.

1. Tata cara penulisan pada peta

Untuk membuat tulisan lettering pada peta ada kesepakatan di antara para ahli kartografer yaitu
sebagai berikut:
a Nama geografis ditulis dengan bahasa dan istilah yang digunakan penduduk
setempat. Contoh: Sungai ditulis Ci Jawa Barat, Kreung Aceh, Air Sumatra Utara. Nama sungai
ditulis searah dengan aliran sungai dan menggunakan huruf
miring.
Gambar contoh penulisan sungai
b Nama jalan di tulis harus searah dengan aras jalan tersebut, dan ditulis dengan huruf
cetak kecil.
Gambar contoh penulisan jalan 2.
Memperbesar dan memperkecil peta
Setelah Anda memahami langkah-langkah dalam membuat peta, macam-macam simbol peta dan
penggunaannya, sekarang kita pelajari bagaimana cara memperbesar
dan memperkecil peta.
a Memperbesar peta
Untuk memperbesar peta yang dapat Anda lakukan yaitu: 1
Memperbesar grid sistem kotak-kotak. Langkah-langkah yang harus Anda lakukan adalah:
a Buat grid pada peta yang akan diperbesar
b Buat grid yang lebih besar pada kertas yang akan digunakan untuk
menggambar peta baru, pembesarannya sesuai dengan rencana pembesaran. c
Memindahkan garis peta sesuai dengan peta dasar ke peta baru. d
Mengubah skala, sesuai dengan rencana pembesaran. Contoh:
Peta berskala 1 : 100.000 akan diperbesar 2 kali, maka skala menjadi 1 : 50.000. Lihat gambar 1.21
Gambar cara memperbesar peta dengan memperbesar grid
2 Fotocopy
Cara lain memperbesar peta adalah dengan cara fotocopy peta tersebut. Bila Anda ingin
memperbesar peta gunakanlah mesin fotocopy yang dapat
memperbesar peta. Dengan fotocopy, untuk peta yang menggunakan skala garis atau skala tongkat
tidak ada masalah, karena panjang garis atau tongkat
mengikuti perubahan. Peta dengan skala angka harus diubah dulu skalanya menjadi skala garis
sebelum di fotocopy.
Contoh: Mengubah skala angka ke skala garis
Skala 1 : 100.000 menjadi
Artinya, jarak 10 cm di peta mewakili jarak 10 km di lapangan.
3 Menggunakan alat pantograf
Selain dengan memperbesar grid dan memfotocopy untuk memperbesar peta Anda dapat
menggunakan alat pantograf. Pantograf adalah alat untuk
memperbesar dan memperkecil peta.
b Memperkecil peta
Bila Anda ingin memperkecil peta, caranya sama dengan memperbesar peta yaitu: 1 memperkecil
peta; 2 memfotocopy peta dengan mesin fotocopy yang dapat
memperkecil peta; dan 3 menggunakan pantograf
Gambar sketsa dari pantograf.
Pantograf dapat dipakai untuk mengubah ukuran peta sesuai yang diinginkan. Pada dasarnya, kerja
pantograph berdasarkan jajaran genjang. Tiga dari empat sisi
jajaranb genjang a, b dan c mempunyai skala faktor yang sama. Skala pada ketiga sisi tersebut
dapat diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan, yaitu memperbesar atau
memperkecil peta.
Rumus yang digunakan adalah : mM x 100 Contoh: Suatu peta akan diperbesar 5 kali lipat.
Diketahui: m = 1 besar peta yang asli
M = 5 besar peta yang akan dibuat
Maka skala faktor = ½ x 500 = 100 Setelah didapat besarnya skala faktor, lalu pantograf diatur
sedemikian rupa
sehingga masing-masing lengan pantograf mempunyai skala faktor sama dengan 100. Caranya:
Peta yang akan diperbesar letakkan ditempat B dan kertas gambar kosong letakkan di tempat
gambar A yang sudah dilengkapi pensil. Kemudian dijiplak gerakkan
B mengikuti peta asal, melalui kaca pengamat
.

3. Membaca peta