Anda di halaman 1dari 5

Nama : Ida Ayu Sinta Mahadewi

NIM : 1707531151
RMK RPS 7

A. LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN


I. AKUNTANSI
Laporan keuangan adalah produk yang dihasilkan dari proses akuntansi. Adapun
berikut ini adalah beberapa hal yang dianggap penting bagi investor untuk mengenal
akuntansi: (menurut Paul M. Collier dalam Accounting For Managers 4th edition, 2012)
 Akuntansi adalah proses merekam aktivitas usaha
 Akuntansi fokus kepada aktivitas ekonomi
 Pengguna informasi akuntansi yang terdapat di dalam laporan keuangan adalah seluruh
stakeholder yang berkepentingan terhadap keberlangsungan perusahaan tersebut.
 Kesimpulannya; informasi akuntansi yang terdapat di dalam laporan keuangan dapat
berfungsi sebagai jendela untuk melihat aktivitas nyata dari sebuah organisasi
(perusahaan, emiten), meskipun masih ada juga jendela lain yang tidak berdasarkan
informasi akuntansi.
II. LAPORAN KEUANGAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN NILAI EFEK
 Informasi yang terdapat di dalam laporan keuangan, utamanya yang berhubungan
dengan laba dan hutang, dapat digunakan untuk menghitung harga wajar dari saham
suatu perusahaan.
 Seorang investor obligasi juga dapat menilai kemampuan suatu perusahaan dalam
melunasi hutangnya.
III. JENIS PERUSAHAAN DAN LAPORAN KEUANGANNYA
Pelaporan keuangan setiap perusahaan bisa memiliki sudut pandang yang berbeda,
tergantung dari sektor industrinya. Adapun pembagian sektor industri dari beberapa
emiten yang tercatat di pasar modal Indonesia dapat dilihat pada Fact Book yang
diterbitkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).
IV. RUMUS DAN PERSAMAAN AKUNTANSI

1
V. PELAPORAN NERACA KEUANGAN (BALANCE SHEET)
Neraca terdiri dari 3 bagian besar yaitu Aset, Liabilitas, dan Ekuitas.Persamaan akuntansi
A=L+E yang menjadi dasar pelaporan Neraca agar memiliki keseimbangan (balance).
VI. PELAPORAN LABA RUGI (INCOME STATEMENT)
 Pendapatan Penjualan: adalah variabel Income, harap diingat penjelasan pada rumus
dan persamaan akuntansi sebelumnya.
 Beban Pokok Penjualan: segala biaya yang timbul untuk pembuatan barang/jasa yang
akan dijual.
 Laba Kotor: Penjualan dikurangi Beban Pokok Penjualan.
 Beban-beban Operasional Lainnya: umum dan administrasi, keuangan, dll.
 Pajak: dihitung dari jumlah penghasilan kena pajak perseroan sesuai dengan peraturan
UU yang berlaku.
 Kepentingan Non Pengendali: bagian ekuitas dari anak perusahaan yang tidak dapat
diatribusikan secara langsung kepada induknya.
 Laba: Laba Komprehensif membukukan aktifitas lain yang tidak ada hubungan
langsung dengan kegiatan usaha utama perusahaan.
 Laba Per Saham: Laba bersih dibagi jumlah lembar saham perseroan yang beredar.
VII. PELAPORAN ARUS KAS (CASH FLOW)
Menyajikan perubahan posisi kas sebagai akibat dari penerimaan (collections) dan
pengeluaran kas (cash outlays) selama periode tertentu.
VII.1. Arus Kas Dari Aktivitas Operasi: terdiri dari
 Penerimaan kas dari konsumen, akibat transaksi penjualan baik penjualan tunai
maupun penjualan kredit.
 Pembayaran ke supplier, sehubungan dengan pembelian bahan baku dan
lainnya.
 Arus kas keluar dari kegiatan operasi lainnya serta pembayaran bunga,
sehubungan dengan pembayaran beban operasi dan beban bunga dalam laporan
laba rugi.
 Pembayaran tunai pajak.
VII.2. Arus Kas Dari Aktivitas Investasi: yaitu pengeluaran pembelian investasi dan
pemasukan dari penjualan investasi.
VII.3. Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan: Berkaitan dengan semua arus kas baik
yang masuk maupun yang keluar kepada ataupun dari para investor perusahaan,
baik pemberi pinjaman maupun pemilik.

B. ANALISIS KINERJA KEUANGAN PERUSAHAAN


I. ANALISIS HORIZONTAL

2
Disebut juga dengan Trend Analysis. Adalah metode analisis yang dilakukan dengan
membandingkan suatu pos (akun) pada laporan keuangan di dalam satu periode terhadap
pos yang sama di periode sebelumnya.
II. ANALISIS VERTIKAL
Disebut juga Common Size Analysis. Adalah metode analisis dengan membandingkan 2
pos (akun) dalam periode yang sama.
III. ANALISIS RASIO
Aktivitas yang sudah dilakukan perusahaan (emiten) dalam suatu periode tertentu, yang
kemudian dituangkan dalam angka dan diperbandingkan antara satu pos (akun) dengan
yang lainnya sehingga dapat dinilai kinerja manajemen dalam periode tersebut.
Perbandingan ini kita kenal dengan nama Analisis Rasio Keuangan.
IV. KATEGORI RASIO KEUANGAN
IV.1. Rasio Likuiditas: mengukur kemampuan perusahaan untuk membayar pokok
kewajiban jangka pendek dan bunga kewajiban jangka panjangnya.
 Acid Test:
 Interest Coverage:

 Working Capital:

IV.2. Rasio Pembiayaan: menunjukkan besarnya pembiayaan terhadap modal atau


penghasilan perusahaan, sehingga dapat mengukur kemampuan perusahaan untuk
membayar kewajiban jangka panjangnya. Terdiri dari:
 Debt to Equity Ratio:

 Debt to Asset Ratio:


 Solvency Ratio:

IV.3. Rasio Aktivitas: mengukur kemampuan perusahaan untuk merubah aset dan
modal yang dimiliki untuk dijadikan Kas atau Penjualan. Terdiri dari:
 Asset Turnover:

 Average Collection Period:

3
 Inventory Turnover:.

IV.4. Rasio Kinerja: mengukur kinerja perseroan pada suatu periode tertentu, terhadap
periode sebelumnya.

V. ALUASI RASIO KEUANGAN

VI. ANALISIS DUPONT


Metode analisis DuPont adalah membagi ROE menjadi dua bagian, yaitu ROA dan
Financial Leverage Ratio.

4
Memecah ROA menjadi dua faktor yang terpisah, yaitu Net Profit Margin dan Asset
Turnover.

Dalam melakukan penjabaran ini, kita masih belum dapat dapat menentukan bahwa
perubahan dalam ROE dapat dikaitkan dengan perubahan dalam marjin laba bersih,
efisiensi aset (asset turnovers) dan penggunaan leverage (hutang)..Faktor terakhir yaitu
beban pajak yang menunjukkan tingkat pajak perusahaan.