Anda di halaman 1dari 1

SPO PENANGANAN KETIDAKTERSEDIAAN OBAT DI RUMAH

SAKIT DILUAR FORMULARIUM

No. Dokumen
RUMAH SAKIT UMUM No. Revisi : Halaman : 1dari 2
/RSUD/KEP/ 2014
DAERAH TGK. CHIK
DITIRO SIGLI
Ditetapkan oleh,
PROSEDUR TETAP Tanggal terbit : Direktur Rumah Sakit Umum Daerah
8 Pebruari 2014 Tgk. Chik Ditiro Sigli

(drg. Mohd. Riza Faisal.MARS)


Nip. 19721006 200112 1 003
Tata cara pemenuhan obat yang diketahui tidak tersedia di rumah sakit
Pengertian
Sebagai acuan langkah dalam penanganan ketidaktersediaan obat di rumah sakit
Tujuan
Pemenuhan obat yang diketahui tidak tersedia di rumah sakit/ diluar daftar obat
Kebijakan
rumah sakit dengan kategori jarang digunakan, tidak termasuk obat emergency/
live saving sesuai SK Direktur No. tahun 2014 tentang kebijakan pelayanan
farmasi di RSUD Tgk. Chik Ditiro
1. Saat menerima resep di apotek, Apoteker memverifikasi resep
PROSEDUR  Apakah item obat tertera dalam formularium yang berlaku
 Petugas farmasi memeriksa stok obat dan alternatif obat lain
jika ada
2. Apabila resep yang ditulis dokter tidak tersedia, petugas farmasi
mencatat dalam buku permintaan yang tidak tersedia di RS
3. Petugas farmasi menghubungi dokter penulis resep tentang
ketidaksediaan obat
 Jika obat termasuk dalam formularium, maka diberikan saran
untuk mengganti sesuai dengan indikasi obat atau meminta
pendapat dokter untuk menggantikan dengan jenis yang lain
sesuai dengan indikasi pengobatan
4. Jika obat diluar formularium, dokter/ SMF yang memerlukan obat
tersebut dapat mengajukan permintaannya secara tertulis dengan cara
mengisi formulir usulan obat yang disampaikan ke ketua Komite
Farmasi Terapi melakukan rapat membahas usulan obat tersebut
 Bila merupakan obat baru yang belum tercantum dalam
formularium, direkomendasikan untuk dimasukkan sesuai
syarat yang berlaku
 Bila obat merupakan obat mee-too dan sudah ada alternatifnya
dengan komposisi sama, disarankan menggunakan obat yang
sudah tertera di formularium
5. Bila usulan tersebut disetujui, sekretaris Komite Farmasi Terapi
menyampaikan pada kepala Instalasi farmasi untuk dapat mengadakan
obat tersebut.
 Dokter/ Ka.SMF, KFT, Instalasi farmasi
Unit Terkait