Anda di halaman 1dari 9

TES LABORATORIUM DAN RADIOLOGI.

Pemeriksaan Penunjang Kimia Jantung


Jantung merupakan organ yang sangat vital bagi tubuh yang berfungsi untuk
memompa darah ke seluruh tubuh. Oleh karena itu jantung juga merupakan
organ yang selalu membutuhkan oksigen dalam proses pembentukan energi atau
ATP. Namun saat sel otot jantung atau miokardium mengalami kekurangan
oksigen oleh karena adanya ketidakseimbangan antara suplai dengan kebutuhan
oksigen maka hal tersebut akan mengakibatkan terjadinya iskemia sel otot
jantung yang dapat bersifat sementara pada awalnya dan akan berlanjut menjadi
ireversible setelah iskemia ini berlangsung lebih dari 30-45 menit. Hal ini tentu
saja akan mengakibatkan nekrosis dari sel otot jantung. Ada awalnya otot yang
mengalami iskemia tersebut akan terlihat memar dan setelah 24 jam berikutnya
akan timbul edema pada sel-sel jantung tersebut disertai adanya respon inflamasi
dengan adanya infiltrasi leukosit. Oleh karena itu pada sel jantung yang
mengalami nekrosis akan menghasilkan enzim-enzim khas yang nantinya dapat
di deteksi lewat pemeriksaan penunjang yaitu tes kimia jantung yang meliputi
pemeriksaan enzim:1
- Troponin
Merupakan enzim jantung yang paling spesifik untuk menunjukan
adanya cedera pada miokardium karena troponin ini merupakan suatu protein
regulator yang berrfungsi mengendalikan hubungan aktin dan miosin dari otot
jantung yang diperantarai oleh kalsium. Oleh karena itu pada awal cedera dari
otot jantung akan menyebabkan terjadinya peningkatan kadar serum spesifik
berupa troponin pada 4-6 jam pertama setelah terjadinya cedera pada sel otot
jantung dan akan akan menetap selama 10 hari. Kompleks troponin jantung
ini sendiri merupakan komponen dasar dari sel otot jantung yang berfungsi
dalam kontraksi dari otot jantung. Troponin ini sendiri mirip dengan CK-MB
namun perbedaanya troponin meningkat lebih awal 3-6 jam setelah timbulnya
nyeri dada dan bertahan sekitar 14-21 hari.1,2
- CK-MB (MB-bands)
Kreatinin kinase adalah suatu enzim yang terlepaskan ke dalam darah
saat terjadi cedera pada otot. Kreatinin kinase ini sendiri terdiri atas tiga fraksi
isoenzim seperti CK-MM,CK-BB serta CK-MB. CK-BB merupakan enzim
yang paling banyak terdapat pada jaringan otak dan biasanya tak dapat
ditemukan dalam serum. CK-MM merupakan enzim yang dijumpaipada
jaringan otot skelet dan merupakan CK yang paling banyak pada sirkulasi.
Pada seseorang yang mengalami cedera otot akan mengakibatkan terjadinya
peningkatan CK serta CK-MM. dan yang terakhir adalah CK-MB yang
merupakan enzim penanda spesifik pada cedera otot jantung seperti contohnya
pada infark miokardium maka CK serta CK-MB akan meningkat dalam waktu
4-6 jam sejak terjadinya serangan dan akan memuncak dalam 18-24 jam, akan
kembali menurunn setelah mencapai 2-3 hari.1,2

- LDH
Merupakan sub unit dari sel otot jantung yang akan dilepaskan ketika
terjadi kerusakan pada sel otot jantung. LDH ini sendiri akan meningkat 14-24
jam setelah terjadi nekrosis dari sel otot jantung dan akan mencapai puncak
pada 48-72 jam serta akan menurun secara perlahan-lahan dan kembali
normal.1,2
- Protein C-reaktif (C-reactive protein/CRP)
Merupakan enzim yang dilihat pada pemeriksaan penunjang guna
untuk memeriksa apakah adanya perkembangan lesi aterosklerotik dari
destabilasi plak pada pembuluh darah jantung akibat adanya respon inflamasi
yang akibatnya akan menyebabkan terjadinya peningkatan CRP. 1,2
- SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase) atau AST (Aspartat
Aminotransferase serum)
SGOT/AST merupakan enzim yang sebagianbesar dapat ditemukan
pada sel otot jantung, sel-sel hati serta sebagian lagi dapat ditemukan pada sel
otot rangka,ginjal,serta pankreas. Nilai AST yang tinggi ini sendiri biasanya
dapat ditemukan pada infark miokard yang akan meningkat dalam 6-10 jam
setelah terjadi nyeri dada, dan akan memuncak 12-18 jam. AST ini sendiri
akan menurun pada kadar normal dalam 4-6 hari. 1,2

RADIOLOGI JANTUNG
Radiologi Dada Normal
Pada pembacaan foto rontgen dada, pendekatan secara sistemati sangat
penting, berdasarkan penilaian pertama pada anatomi dan selanjutnya fisiologi.
Pendekatan ini tentu saja didasarkan pada pemahaman.3
Pada pemeriksaan rontgen dada PA standar, diameter keseluruhan jantung yang
normal adalah kurang dari setengah diameter transversal toraks. Jantung pada
daerah toraks kisarannya ¾ kekiri dan ¼ ke kanan dari tulang belakang.
Mediastinum lebih sempit, dan biasanya aorta descenden dapat didefenisikan dari
arcus ke kubah diafragma di sisi kiri. Dibawah arcus aorta, dapat dilihat hilus
pulmonal, sedikit lebih tinggi pada bagian kiri dibandingkan dengan bagian
kanan. Pada foto lateral, arteri pulmonalis utama kiri dapat terlihat superior dan
posterior dibandingkan dengan yang kanan. Pada penamkan frontal sekaligus
lateral, aorta ascenden biasanya terhalang oleh arteri pulmonalis utama dan kedua
atrium. Lokasi pulmonali outflow tract biasanya jelas pada foto lateral.3

Ruang Jantung dan Aorta


Pada pandangan PA, kontur bagian kanan mediastinum berisi atrium
kanan, aorta ascenden dan vena cava. Ventrikel kanan, setengahnya menutupi
ventrikel kiri pada penampakan frontal sekaligus lateral. Atrium kiri terdapat
inferior dari hilus pilmonal kiri. Pada kondisi normal dapat cekungan pada
tingkat ini, yaitu pada garis miring left atrial appendage. Atrium membentuk
sebagian atas kontur posterior jantung pada foto lateral namun tak dapat
dipisahkan dari ventrikel kiri. Ventrikel kiri membentuk apeks jantung pada
pandangan frontal seperti halnya sloping bagian inferior mediastinum pada foto
lateral.3
Jantung lebih mudah dibedakan dari paru-paru karena jantung lebih
mengandung darah dengan densitas air lebih besar dibandingkan udara. Karena
dara melemahkan x-ray lebih kuat dibandingkan udara, jantung relative tampak
berwarna putih dan paru-paru relative hitam. Bantalan lemak dengan ketebalan
yang berbeda mengelilingi apeks jantung. Lemak memiliki kepadatan yang lebih
besar dibandingkan udara dan sedikit lebih kecil dibandingkan udara. Kantung
pericardium tidak dapat didefenisikan secara normal.3

Evaluasi Foto Rontgen Dada Pada Penyakit Jantung


Penyakit kardiovaskuler menyebabkan perubahan-perubahan yang
beragam dan kompleks dalam gambaran foto rontgen. Kardiomegali secara
keseluruhan dapat ditentukan dengan akurat pada penampakan frontal dengan
mencatat apakah diameter jantung melebihi setengah diameter toraks atau tidak.
Kardiomegali paling sering terlihat karena kardiomiopati iskemia yang
mengikuti infark miokard. Dalam penilaian foto rontgen dada secara sistematis,
langkah pertama adalah unruk menetapkan tipe film apa yang akan dievaluasi
PA dan lateral, PA saja, atau AP. Langkah berikutnya adalah menentukan
apakah foto-foto sebelumnya tersedia untuk perbandingan.3
Gambar 1. Foto rontgen dada
(Sumber : Sudoyo, WA. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi IV, Jilid III)

Ruang-ruang Jantung dan Pembuluh Besar


Evaluasi terhadap jantung harus dilaksanakan secara sistematis.
Setelah menilai ukuran keseluhan dan pola vascular paru sebagai refleksi
status fisiologis jantung bagian kiri ruang jantung harus diperiksa. Seperti
yang telah disebutkan, tidak mungkin untuk menunjukkan ruang jantung
dengan jelas pada sebuah foto rontgen dada normal. Pada penyakit vascular
yang didapat dan pada banyak jenis penyakit jantung kengenital ditemukan
pembesaran ruang jantung3
Gambar 2 Radiografi jantung
Sumber : Sudoyo, WA. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam. Edisi IV, Jilid III

1. Atrium Kanan
Atrium kanan dapat melebar dengan adanya hipertensi pulmonal atau
regurgitasi tricuspid, namun pelebaran ventrikel kanan biasanya melebihi atau
menghalangi atrium. Kontur atrium kanan bergabung dengan vena cava
superior, arteri pulmonalis utama kanan dan ventrikel kiri.3
2. Ventrikel Kanan
Tanda klasik pembesaran ventrikel kanan atau jantung “boot-shaped” dan
pemenuhan (feeling in) ruang udara retro sterna. Pemenuhan tersebut
disebabkan displacement transversal apeks vebtrikel kanan saat ventrikel
kanan melebar.3
Pembesaran ventrikel kanan paling sering ditemukan pada penyakit katup
mitral, setelah terjadi hipertensi pulmonal.3
3. Atrium Kiri
Terdapat beberapa tanda klasik yang menunjukan pembesaran atrium kiri
yang pertama adalah pelebaran/left atrial appendage dimana biasanya tampak
sebagai cembungan vocal dalam keadaan normal terdapat cekungan pada
antara arteri pulmonalis utama kiri dan batas kiri ventrikel kiri pada
penampakan frontal, yang kedua dikarenakan lokasinya bersamaan dengan
membesarnya atrium kiri, hal tersebut akan mengangkat left main stem
broncus sehingga akan melebarkan sudut carina, yang ketiga bersamaan
dengan membesarnya atrium kiri secara posterior, hal tersebut mungkin
menyebabbkan membengkoknya aorta thoracic tengah sampai yang rendah
kearah kiri.3
4. Ventrikel Kiri
Pembesaran ventrikel kiri dicirikan dengan kontur apeks yang jelas dan
mengarah kebawah, yang dibedakan dari displacement biasa transversal
seperti seperti yang terlihat pada pembesaran ventrikel kanan. Kontur
keseluruhan jantung biasanya juga membesar meskipun hal ini tidak spesifik.
Juga penting mengevaluasi ventrikel kiri pada posisi lateral, dimana tampak
sebagai tonjolan posterior, dibawah tingkatan annulus mitral. Pembesaran
ventrikel kiri vokal pada orang dewasa paling sering terlihat pada insufisiensi
aorta atau regurgitasi mitral.3
5. Arteri Pulmonalis
Arteri pulmonalis utama dapat terlihat abnormal pada banyak keadaan,
contoh: pada stenosis pulmonal, arteri pulmonalis utama dan arteri pulmonalis
kiri melebar. Pelebaran ini dianggap disebabkan oleh efek z melalui katup
stenotic. Pembesaran ini dapat terlihat dengan hilus kiri yang jelas pada
penampakan frontal dan prominent pulmonary outflow tract pada penampakan
lateral.3
6. Aorta
Aorta pada foto dada frontal, peleberan aorta terlihat sebagai tonjolan
mediastinum tengah kearah kanan. Juga terdapat sebuah tonjolan pada
anterior mediastinum pada penampakan lateral, dibelakang dan superior
terhadap pulmonary outflow tract. Pelebaran aortic ruth paling sering terlihat
pada hipertensis sistemik lama yang tidak terkontrol juga di temukan pada
penyakit katub aorta.3
7. Perikardium
Pericardium jarang dapat dibedakan pada pemeriksaan foto rontgen dada.
Terdapat 2 keadaan dimana pericardium dapat dilihat. Pada efusi berat,
pericardium visceral dan parietal akan terpisah. Karena terdapat bantalan
lemak yang berhubungan dengan masing-masing, terkadang mungkin untuk
membedakan 2 garis lucent yang parallel pada foto lateral, biasanya pada
daerah puncak atau apeks jantung, dengan kepadatan (cairan) diantaranya.
Biasanya, siluet jantung tersebut memiliki bentuk ”water bottle” jika terdapat
efusi pericardium berat.3

DAFTAR PUSTAKA
1. Rosmiatin M. Analisis Faktor-Faktor Risiko Terhadap Kejadian Penyakit
Jantung Koroner Pada Wanita Lanjut Usia [Internet]. 2012 [Cited: 2014 Nov
09] Available from : Http://Lib.Ui.Ac.Id/File?File=Digital/20308012-T31036-
Analisis%20faktor.Pdf
2. Price Sylvia A, Lorraine M. Wilson. Patofisiologi konsep klinis proses-proses
penyakit. Ed. 6. Vol. 1. Jakarta; EGC; 2006.
3. Sudoyo WA, Setiyohadi B, Alwi I, et.all . Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam.
Ed 4 , Jilid 3. Jakarta: Departement IPD FKUI; 2007.
4.