Anda di halaman 1dari 6

TOPONIMI JALAN KH. TB.

AHMAD KHATIB

STUDI KE-BANTENAN

Dosen Pengampu : Tb. Umar Syarif Hadi W., M.Pd.

Kelompok 3

Indra Gustian 2222180058

Khusnul Yuliyanti 2222180070

Maria Insoraki Sroyer 2222180119

Melani 2222180080

Rahma Tira Kartini 2222180055

Siti Ayu Masitoh 2222180063

PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA


2019
Pendahuluan

Toponim yang dalam bahasa Inggris disebut toponym berasal dari “topos”
dan “nym”. Topos berarti “tempat” atau “permukaan” seperti “topografi” adalah
gambaran tentang permukaan atau tempat-tempat di bumi. “Nym” berasal dari
“onyma” yang berarti “nama”. Secara harfiah, toponim diartikan nama tempat di
muka bumi. Dalam bahasa Inggris toponym terkadang disebut “geographical
names” (nama geografis) atau “place names” (nama tempat). Sementara itu, dalam
bahasa Indonesia digunakan istilah “nama unsur geografi” atau “nama geografis”
atau “nama rupabumi” (Rais et al., 2008). kedua, toponim adalah totalitas dari
toponim dalam suatu region.

Toponimi adalah bahasan ilmiah tentang nama tempat, asal-usul, arti,


penggunaan, dan tipologinya. Bagian pertama kata tersebut berasal dari bahasa
Yunani topos yang berarti tempat dan diikuti kata onoma yang berarti nama2.
Toponimi merupakan bagian dari onomastika yaitu penyelidikan tentang asal-usul,
bentuk, dan makna nama diri, terutama nama orang dan tempat.

Jalan adalah termasuk prasarana transportasi darat yang meliputi segala,


termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntuk bagi lalu
lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah
permukaan tanah dan atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api,
jalan lor, dan jalan kabel.

Isi

Jalan KH. Tb. Ahmad Khatib di ambil dari seorang tokooh pahlawan
Banten yaitu K.H. Tubagus Ahmad Khatib bin Wasi' al-Bantani atau K.H.
Tubagus Ahmad Khatib (lahir di Pandeglang, Banten, 1885 – meninggal di
Pandeglang, Banten, 19 Juni 1966 pada umur 80–81) di kediaman mertuanya di
pondok pesantren di caringin, Labuan, Pandeglang. Saat itu beliau sedang
meneruskan jejak mertuanya yaitu Syekh Asnawi caringin bin Abdurrahman al-
Bantani, sebagai guru sekaligus pendiri pondok tersebut, karena KH. Tb. Ahmad
Khatib adalah tokoh berjasa di Banten maka beliau di makamkan di Masjid
Agung, Banten lama beserta pahlawan-pahlawan Banten lainnya. KH. Tb. Ahmad
Khatib adalah seorang ulama, pejuang, dan perintis kemerdekaan Republik
Indonesia dari Banten. walaupun KH. Tb. Ahmad Khatib lahir di Pandeglang
banyak warga yang menyebutkan bahwa beliau tinggal di kota Serang dan
memiliki rumah serta keturunannya pun berada di serang yaitu di jalan KH. Tb.
Ahmad Khatib, warga lebih banyak mengenal KH. Tb. Ahmad Khatib sebagai
warga asli Kota Serang tapi setelah kami mencari informasi baik melalui buku
ataupun internet bahwa KH. Tb. Ahmad Khatib lahir di Pandeglang.

Pada tanggal 19 September 1945 Soekarno, selaku Presiden Republik


Indonesia mengangkat KH. Tb. Ahmad Khatib menjadi Residen Banten (saat ini
bisa dikatakan dan jabatannya setara dengan Gubernur). Pada masanya, beliau
juga meduduki jabatan penting lain di pemerintahan Indonesia seperti Dewan
Perimbangan Agung, Dewan Perwakilan Rakyat Gotong Royong (DPRGR),
bahkan pernah menduduki kursi MPRS dan BPPK. Jika kita kaitkan mengapa
KH. Tb. Ahmad Khatib bisa tinggal di Serang, karena bisa kita liat dari sejarahnya
beliau adalah pahlawan yang sangat kuat, tokoh agama beliaupun berkecimpung
di Dunia politik, yang mana pada saat itu saat-saat di mana Indoenesia memang
sedang memperjuangkan kemerdekaan, dan urusan politik sendiri bisa kita lihat
saat itu berada di Banten tepatnya sekarang adalah Kota Serang, mungkin karena
itu beliau tinggal dan menetap di Kota serang yang sekarang namanya di buat
jalan.

Peninggalan serta sejarah yang mengidentitaskan diri seorang tokoh KH.


Tb. Ahmad Khatib sehingga sampai di buat nama jalan salah satunya adalah
yayasan yang di didirikan oleh KH. Tb. Ahmad Khatib dengan nama yang sama
seperti namanya di sekitar jalan tersebut. sepeninggalan KH. Tb. Ahmad Khatib,
yayasan tersebut di kelola oleh keturunannya, yaitu anak cucunya dan menurut
keterangan warga sekitar bahwa saat ini yayasan tersebut sudah tidak ada karena
sudah di bangun rumah-rumah dan bangunan lainnya oleh keturunannya.

Berdasarkan hasil wawancara kami pada beberapa warga yangvtinggal di


sekitar jalan Tb. Ahmad Khotib kami mendapat beberapa informasi dari warga
setempat bahwasanya dulu jalan ini dibangun pada masa kolonial Belanda saat itu
sedang diberlakukannyq Romusha untuk membangun jalan Anyer-Panarukan.
Pasca kemerdekaan dan sampai saat ini seiring dengan perkembangan dan
kemajuan transportasi saat ini fungsi jalan Tb. Ahmad KHotib merupakan akses
untuk ke pasar Royal, POLRES, Alun-alun kota Serang dan RS. Benggala, tutur
ibu Jumana warga kelurahan Cipare.

Sosial dan budaya di sekitar jalan KH. Tb. Ahmad Khatib ini sebagaimana
masyarakat Banten pada umumnya, yang lebih dikenal dengan tradisi dan budaya
agamisnya seperti perayaan Hari besar Islam, Maulid nabi, dan Isro mi'raj. Hal ini
di karenakan mayoritas penduduk yang menempati sekitar wilayah Jln. KH. TB.
Ahmad Khotib adalah beragama islam. Masyarakat disana sebagaimana hasil
survei dan wawancara kami bahwa mayoritas penduduknya berprofesi sebagai
pegawai negeri maupun honorer, pedagang / warung sembako dan wiraswasta.
Adapun beberapa tukang becak yang biasa nongkrong di tepi jalan dan bangunan
kios kecil adalah milik pendatang yang menempati tanah tersebut. Seperti bapak
Junaidi adalah seorang tukang becak asal Padarincang yang sudah lama
berdomisili di daerah tersebut.

Selain peran K.H. Tubagus Ahmad Khatib dalam roda pemerintahan


negara, dalam usahanya memajukan agama dan umat ia mencetuskan berdirinya
Majelis Ulama, Perusahaan Alim Ulama (PAU), serta mendirikan perguruan tinggi
seperti Universitas Islam Maulana Yusuf yang di kemudian hari berganti nama
menjadi IAIN Sunan Gunung Jati, Banten.

Untuk mengenang jasa-jasanya, Dinas Sosial Provinsi Banten melalui Tim


Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah mengusulkan K.H. Tb. Ahmad Chatib untuk
ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh pemerintah pusat melalui
Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Simpulan

Jalan adalah termasuk prasarana transportasi darat yang meliputi segala,


termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntuk bagi lalu
lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah
permukaan tanah dan atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api,
jalan lor, dan jalan kabel.
Dari beberapa ruas jalan di daerah Serang, setelah kami amati dan pelajari
bahwa terdapat banyak penggunaan nama jalan yang diambil dari nama tokoh
agama, pahlawan, dan sosok sosok yang memiliki peran dan andil besar bagi
perkembangan dan peradaban daerah Serang maupun provinsi Banten. Diantara
tokoh tokoh tersebut adalah KH. TB.Ahmad Khotib, Brigjen KH. Syam'un, Trip
Jamaksari, Yusup Martadilaga ( Yumaga), KH. Abdul Patah, Brigjen Syafe'i dan
tokoh lainnya. Hal ini merupakan penghargaan dan bentuk cinta warga Serang dan
Provinsi Banten kepada pahlawan yang telah banyak berjasa dalam mengusir
penjajah di jaman kolonial dan pembangunan peradaban Banten yang saat ini kita
sebagai generasi muda Banten maupun luar Banten untuk membangkitkan dan
membangun kepedulian untuk kemajuan Provinsi Banten. Kami warga Untirta
Fakultas Keguruan dan Ilmu pendidikan akan terus meningkatkan kualitas belajar
dan memperbaiki pendidikan untuk Banten tercinta.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Dosen sekaligus pembimbing


Mata Kuliah Studi Kebantenan, masyarakat kelurahan Cipare yang telah
membantu dan berbagi informasi sehingga kami dapat menyusun esay ini,
meskipun dengan segala kekurangan. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan
sarannya untuk memperbaiki segala kekurangan esay ini.

Daftar Pustaka

Rais, Jacub, et al. (2008). Toponimi: Sejarah Budaya yang Panjang dari

Pemukiman Manusia dan Tertib Administrasi. Jakarta: Pradnya Paramita.

http://kbbi.web.id/toponimi

https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/jalan

https://id.wikipedia.org/wiki/Tubagus_Ahmad_Chatib_al-Bantani

Dinas Sosial Provinsi Banten. Ahmad Chatib diusulkan jadi pahlawan Nasional.

dinsos.bantenprov.go.id(dalam bahasa Inggris).