Anda di halaman 1dari 3

KOMPRES

Definisi
Kompres adalah salah satu pengobatan topikal yang menggunakan cairan berupa solusio.

Prinsip
Kompres dilakukan dengan cara membasahi kasa atau kain ke dalamobat berbentuk larutan dan
diletakkan diatas lesi yang basah, meradang, dan kulit yang mengeluarkan darah.

Tujuan kompres yaitu:

1. Membersihkan kulit, menghilangkan kotoran, krusta, skuama, bakteri dan sisa obat local
yang dipakai sebelumnya.
2. Melindungi kulit dari pengaruh buruk lingkungan, baik kimiawi maupun trauma
3. Mempercepat proses epitelisasi dengan cara menciptakan lingkungan yang relatif steril dan
lembab.
4. Mengurangi perasaan gatal dan nyeri karena terjadi penguapan air kompres

Kompres terbuka
Dasar kompres terbuka adalah penguapan larutan kompres disusul oleh absorbsi eksudat atau
pus. Efek pada kulit ialah kulit yang semula eksudatif menjadi kering, permukaan kulit menjadi
dingin, vasokonstriksi, eritem berkurang.
Indikasi
kompres terbuka adalah Dermatosis madidans, infeksi kulit dengan eritem yang mencolok
misalnya erisipelas, ulkus kotor yang mengandung pus dan krusta, erosi, kondisi inflamasi akut,
luka terbuka dengan darah yang mengalir, dermatosis pruritus, yang efektif bila diberi bersamaan
dengan kortikosteroid topikal, dermatitis infeksi seperti furunkelosis, selulitis, mengurangi
gejala-gejalan inflamasi seperti, gatal dan panas.
Kontra indikasi kompres terbuka adalah pada keadaan dermatosis kering. Efek samping
kompres terbuka adalah kulit menjadi kering. Apabila kulit terlalu kering, penggunaan kompres
dapat dihentikan
Kompres tertutup (kompres impermeable)
Dasar kompres tertutup vasodilatasi, bukan untuk penguapan. Fungsi dari kompres tertutup
adalah menjaga kehangatan kulit, mencegah evaporasi, dapat digunakan sebagai pengobatan
terhadap penyakit selulitis dan abses, dan menyebabkan maserasi yang merupakan efek yang
tidak diinginkan.
Indikasi
kompres tertutup, misalnya limfogranuloma venerium. Indikasi kompres tertutup lainnya, dapat
meningkatkan efek obat topikal seperti kortikosteroid.
Kontra indikasi kompres tertutup adalah pada kulit wajah dan kulit intertriginosa. Efek samping
kompres tertutup adalah dapat mengakibatkan maserasi kulit, meningkatkan perluasan infeksi,
dan folikulitis superfisial. Cara kompres tertutup, digunakan pembalut tebal dan ditutup dengan
bahan impermeable, misalnya selofan atau plastic wrap

PROSEDURE
Prosedur kompres terbuka secara umum diantaranya:
1. Pasien harus berada dalam posisi yang nyaman, misalnya diatas tempat tidur. Tindakan ini
dilakukan dengan memakai matras yang dapat mencegah basah.
2. Cuci tangan dan gunakan sarung tangan.
3. Sediakan larutan yang dibutuhkan untuk kompres dan tuangkan ke wadah kecil.
4. Bersihkan lesi dari debris dan eksudat yang berlebihan dengan larurtan.
5. Proses kompres tidak harus steril,akan tetapi menggunakan kain kasa yang lembut (tidak
terlalu kasar) atau linen yang lembut seperti sapu tangan.
6. Lembabkan kasa atau kain dengan mencelupkannya ke dalam larutan dan kain diperas sedikit
agar tidak terlalu basah. Kain harus basah, tetapi larutan tidak boleh menetes. Larutan yang
digunakan hangat atau suam-suam kuku.
7. Kasa atau kain basah diletakkan atau dibalutkan di atas lesi selama 10 menit, balutan jangan
terlalu ketat. Balutan dilakukan minimal 6-8 lapis, tujuannya untuk mencegah terlalu
cepatnya proses pendinginan dan pengeringan.
8. Biarkan lesi tidak ditutup terlalu ketat agar air dapat terevaporasi ke udara dan dapat
menyejukkan kulit
9. Kompres dibuka dan dilembabkan ulang yang dilakukan setiap 10-15 menit, selama 30
menit-2 jam, sebanyak 3 kali sehari. Akan tetapi cara ini cukup sulit, sebagai alternatifnya
kompres dapat dibuka setiap 2-3 jam.
10. Setelah kompres dibuka, dapat diberikan lotion, bedak atau pasta. Pada kulit yang bernanah,
pemberian salap dihindari. Ganti dengan kompres baru apabila eksudat berlebihan.
11. Setiap hari material kompres harus diganti.
12. Apabila area pada kulit yang dikompres luas, maka tidak boleh lebih dari 1/3 bagian tubuh
yang dapat dikompres, karena bisa menyebabkan hipotermi.

Kompres tertutup (Polietilen)


Prosedur kompres tertutup secara umum diantaranya:
1. Pasien harus berada dalam posisi yang nyaman, misalnya di atas tempat tidur. Tindakan ini
dilakukan dengan memakai matras yang dapat mencegah basah.
2. Cuci tangan dan gunakan sarung tangan.
3. Hilangkan sisik-sisik yang ada di kulit agar obat dapat berpenetrasi dengan baik ke dalam
kulit
4. Bersihkan lesi dengan larutan pembersih, agar dapat meminimalisasi infeksi.
5. Tempelkan kortikosteroid topikal ke bagian lesi
6. Tutup area lesi dengan plastik polietilen atau plastic wrap
7. Kencangkan ikatan untuk menyingkirkan udara
8. Plester ujung-ujung plastik tersebut

JENIS LARUTAN KOMPRES


1. Alumunium asetat atau Burow solution
2. Kalium Permanganat (KMnO4)
3. Normal saline 0,9%
4. Perak nitrat
5. Povidon iodine
6. Asam salisilat
7. Etakridin laktat (rivanol)