ROOM AND PILLAR
A Pengertian
Room and pillar method merupakan salah satu metode penambangan
bawah tanah (underground mine) yang memanfaatkan cadangan yang tidak
diekstrasi sebagai penyangga atau disebut sebagai pillar. Metode ini cocok
digunakan pada lapisan cadangan yang memiliki ketebalan lebih dalam. Untuk
lapisan cadangan bahan galian yang lebih tipis, metode longwalllebih cocok
untuk diterapkan.
Pada metode room and pillar, ekstrasi cadangan akan efisien jika
cadangan yang dijadikan sebagai pilar atau penyangga turut pula diekstrasi
dengan cara penambangan mundur (retreat mine) sehingga recovery cadangan
lebih banyak lagi presentasinya dibandingkan jumlah seluruh cadangan yang
terdapat pada lokasi tersebut.
Metode penambangan ini terdiri dari metode penambangan batubara
yang hanya melalui penggalian maju terowongan, dan metode penambangan
secara berurutan terhadap pilar batubara yang diblok tadi, mulai dari yang
terdalam, apabila jaringan terowongan yang digali tersebut telah mencapai batas
maksimum blok penambangan.
Room and pillar merupakan suatu sistem penambangan bawah tanah
untuk endapan batubara, dengan bentuk blok-blok
persegi. Seluruh block batubaranya dibuat jalan (batubara yang digali
= room selebar 10 m) dan pillar (sebagai penyangga selebar 30×30 m)
menggunakan kombinasi continuous miner (CM), roof bolter, dan shuttle catr.
Metode ini paling-paling hanya mengambil 30-40% dari total batubara
yang ada. Oleh karena itu, untuk menaikkan produksi, setelah
semua block tersebut di tambang, ketika kembali ke jalan utama dekat shaft,
pilar-pilar yang ditinggalkan di kikis sedikit (proses ini namanya retreat mining).
Selama proses ini, tidak ada operator yang boleh berada di bawah atap batuan
semuanya dikendalikan oleh remote dari jauh.
Metode room and pillar lebih tepat digunakan pada material bahan galian
sedimen yang cenderung tersebar dengan ketebalan merata dengan lapisan
yang cenderung datar (flat) dan dengan ketebalan sekitar 1 sampai dengan 4
meter.
B Penerapan
Room and pillar method lebih tepat digunakan pada material bahan galian
sedimen yang cenderung tersebar dengan ketebalan merata dengan lapisan
yang cenderung datar (flat) dan dengan ketebalan tertentu. Contoh bahan galian
yang relatif lebih cocok menggunakan room and pillar method seperti gypsum,
kapur, batubara, dan bahan-bahan galian lainnya yang memungkinkan dan
memenuhi syarat ditambang menggunakan room and pillar method.
Cara penambangan ini diterapkan untuk endapan dengan kondisi sebagai
berikut :
1. Endapan cukup tebal 3-6 m.
2. Joint / cleat tidak banyak, sehingga tidak mudah runtuh.
3. Tidak banyak disisipi tanah liat (clay bonds)
C. Karakteristik Metode Room And Pillar
Ciri-ciri dari metode room and pillar ini, antara lain :
1. Produktivitas rendah
2. Investasi alat kecil
3. Rasio penambangan (mining recovery) sekitar 60 - 70 %
4. Lebih fleksibel terhadap gangguan operasi, geologi dan peralatan
5. Karena meninggalkan batubara dalam jumlah besar maka berpotensi
terjadi swabakar
6. Hanya dapat diaplikasikan pada ketebalan lapisan 1 - 4 m
7. Potensi subsidence kecil
D Klasifikasi Metode Room and Pillar
Ada beberapa klasifikasi dari metode Room and pillar yang umum, yaitu :
1. Classic Room and Pillar Method
Metode ini merupakan metode yang sering ditemukan pada bahan galian
maupun batubara yang cadangannya cenderung tersebar mendatar (flat)
dan dengan ketebalan yang memungkinkan.
Kelebihan metode classic room and pillar method adalah setelah
permukaan kerja penambangan dibuat, dapat segera memulai
penambangan batubara, sehingga tidak memerlukan waktu yang panjang
untuk persiapan penambangan batubara.
Sedangkan kekurangan classic room and pillar method adalah r
ecovery sedikit, hanya berkisar 40 - 60% bila tanpa mengekstraksi pilar.
2. Post Room and Pillar Method
Dengan inklinasi candangan yang mencapai 20°-55°, metode yang
digunakan umumnya ialah post room and pillar method. Efektivitas
pengambilan cadangan bisa lebih besar disebabkan pengambilan
cadangan dilakukan dengan mengikuti arah dan ruang cadangan
sehingga kemungkinan tertinggalnya bahan galian yang ditambang
semakin kecil.
Kelebihan metode post room and pillar adalah recovery lebih
besar disebabkan pengambilan cadangan dilakukan dengan mengikuti
arah dan ruang cadangan sehingga kemungkinan tertinggalnya bahan
galian yang ditambang semakin kecil.
Sedangkan kerugian metode post room and pillar adalah kemungkinan t
erjadinya subsiden lebih besar bila tidak diikuti dengan
penambahan penyangga buatan
3. Step Room and Pillar Method
Metode step room and pillar cocok diterapkan pada cadangn dengan
inkliasi 15-30 dengan ketebalan lapisan cadangan antara 2-5 meter. Step
room and pillarmerupakan metode yang digunakan dirancang untuk
memudahkan peralatan beropersi didalam cadangan (ore
deposit), stope dirancang berjenjang akan tetapi terdapat jalan yang
menghubungkan antar step atau jenjang.
Kelebihan metode step room and pillar adalah pengangkutan di dalam
permuka kerja hampir tidak memerlukan tenaga penggerak karena dapat
berjalan sendiri, misalnya melalui jalan penghubung.
Kerugian metode step room and pillar adalah memerlukannya tenaga
kerja yang banyak untuk membawa masuk peralatan, sehingga volume
produksi tergantung dari banyaknya alat mekanis yang tersedia.
E. Peralatan Tambang Room And Pillar Method
Peralatan yang biasa digunakan untuk metode room and pillar adalah:
1. Alat pemotong lapisan batubara bawah tanah disebut continuous
miner. Contohnya alat pemotong lapisan batubara antara lain; shearer
dan plow (plough).
2. Alat gali isi hasil peledakan bawah tanah adalah Load Haul Dump
(LHD), over shot loader, slusher (scrapper) dan sebagainya.
3. Alat angkut digunakan truck berdimensi kecil, belt conveyor, chain
conveyor, lori-lokomotif (train) dan lain-lain.
F. Keunggulan Penambangan Dengan Room And Pillar Method
Keunggulan metode penambangan batubara sistem room dan pilar :
1. Lingkup penyesuaian terhadap kondisi alam penambangan lebih luas
dibanding dengan sistem lorong panjang yang dimekanisasi.
2. Hingga batas-batas tertentu, dapat menyesuaikan terhadap variasi
kemiringan (kecuali lapisan yang sangat curam), tebal tipisnya lapisan
batubara, keberadaan patahan serta sifat dan kondisi lantai dan atap.
3. Mampu menambang blok yang tersisa oleh penambang sistem lorong
panjang, misalnya karena adanya patahan.
4. Dapat melakukan penambangan suatu blok yang berkaitan dengan
perlindungan permukaan (seperti perlindungan bangunan terhadap
penurunan permukaan tanah).
5. Selain itu, cukup efektif unyuk menaikkan recovery sedapatnya, pada blok
yang tidak cocok ditambang semua, misalnya penambangan bagian
dangkal di bawah dasar laut.
G. Kelemahan Penambangan Dengan Room And Pilllar Method
Kelemahan metode penambangan batubara sistem ruang dan pilar :
1. Recovery penambangan batubara yang sangat buruk. (sekitar enam
puluh sampai tujuh puluh persen).
2. Bila dibandingkan dengan metode penambangan batubara sistem lorong
panjang, banyak terjadi kecelakaan, seperti atap ambruk.
3. Ada batas maksimum penambangan bagian dalam, yang antara lain
disebabkan oleh peningkatan tekanan bumi (batasnya sekitar lima ratus
meter di bawah permukaan bumi).
4. Karena banyak batubara yang disisakan, akan meninggalkan masalah
dari segi keamanan untuk penerapan di lapisan batubara yang mudah
mengalami terbakar.
DAFTAR PUSTAKA
Dano, Jois Malindo . 2012. Laporan Praktek Kegiatan Penambangan Batubara
Bawah Tanah Di Balai Diklat Tambang Bawah Tanah Sawahlunto,
Sumatera Barat .(online) www.jordanmalindo-
penambangan.blogspot.com, diakses tanggal 21 April 2019.
Irwandi, Dody . 2012 . Metode Penambangan Bawah Tanah .(online)
www.dodyirwandi.blogspot.com , diakses tanggal 07 April 2019.
Paschedag, U., 2016,Room and pillar Solutions, Advanced Mining Solutions
, Caterpillar Global Mining.