KATA PENGANTAR
Syukur Alhamdulillah kita panjatkan atas kehadirat Allah swt. karena
atas limpahan rahmat dan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan
penyusunan makalah ini. Makalah ini dibuat untuk menyajikan informasi
tentang salah satu metode penambangan pada tambang bawah tanah
(underground mining). Harapan kami semoga makalah ini dapat bermanfaat
bagi pembaca sebagai salah satu acuan pada pembelajaran metode
penambangan
Dalam makalah ini kami berusaha untuk menyajikan informasi
tentang penambangan dengan metode stull stopping pada tambang bawah
tanah. Informasi yang disajikan berupa tata cara penambangan dan
peralatan yang digunakan. Selain itu, kami juga menyajikan keuntungan
serta kerugian yang akan diperoleh dalam metode ini. Tujuannya yaitu untuk
menambah wawasan dan pengetahuan pembaca dalam proses
pembelajaran maupun dalam pengaplikasiannya di dunia nyata.
Dalam penyusunan makalah ini penulis banyak menerima bantuan
dari berbagai pihak, maka penulis menyampaikan rasa terima kasih kepada
para dosen pembimbing, asisten dosen, serta teman-teman kelompok.
Penulis juga menyadari akan kekurangan yang ada dalam laporan ini. Untuk
itu, kritik dan saran yang sifatnya membangun masih penulis harapkan
guna menyempurnakan laporan ini.
Gowa, 14 Desember 2015
i
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................... 1
DAFTAR ISI...................................................................................................... 2
BAB I.............................................................................................................. 3
1.1 Latar Belakang................................................................................... 3
1.2 Manfaat dan Tujuan........................................................................... 4
BAB II.............................................................................................................. 5
1.1 Penjelasan Umum.............................................................................. 5
a. Penyangga alamiah.........................................................................11
b. Penyangga buatan...........................................................................11
1.2 Syarat Penggunaan Metode Stull Stoping........................................12
1.3 Cara Penambangan Stull Stoping....................................................13
1.4 Peralatan pada Metode Penambangan Stull Stoping.......................13
1.5.1 Keuntungan................................................................................... 15
1.5.2 Kerugian.................................................................................... 15
1.5 Contoh Penerapan Metode Penambangan Stull Stoping..................15
BAB III........................................................................................................... 17
3.1 Kesimpulan...................................................................................... 17
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 19
2
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di permukaan bumi ini endapan bijih tersebar secara luas dan tidak
merata. Oleh karena itu, dalam pengambilan bijih ini dilakukan dengan cara
atau sistem yang berbeda-beda. Dalam pemilihan sistem penambangan
diperlukan cara yang tepat agar menghasilkan keuntungan yang
maksimum. Salah satunya yaitu ketika endapan berada jauh di bawah
permukaan bumi maka, biasanya digunakan sistem penambangan bawah
tanah (underground mining ).
Sistem penambangan bawah tanah itu sendiri dibagi menjadi
beberapa metode sesuai dengan kondisi batuannya ataupun faktor lain
yang mempengaruhi proses penambangan tersebut. Tidak jarang ditemukan
sifat batuan pada underground mining ini relatif medium atau kurang stabil
sehingga dibutuhkan penyangga untuk proses penambangannya.
Penggunaan penyangga pada proses penambangan ini biasa disebut
dengan supported method. Kebanyakan dikalangan masyarakat masih
banyak yang melakukan sistem penambangan dengan supported method
tidak benar. Penggunaan penyangga diletakkan disembarang titik tanpa
memperhatikan dampak atau bahanya. Maka dari itu, perlu diketahui
metode yang tepat sesuai syarat dalam penggunaan metode tersebut.
Salah satu bagian dari metode tersebut yaitu stull stoping.
3
Stull stoping merupakan salah satu metode penambangan dengan
menggunakan penyangga agar tidak ambruk. Penyangga ini dipasang dari
langsung foot wall sampai hanging wall. Penggunaan metode ini perlu
diperhatikan syarat-syarat yang berlaku salah satunya ketebalan lapisannya
sekitar 1-3 meter. Metode penambagan perlu diperhatikan agar tidak
mengalami kerugian sebab kadar bijihnya tinggi sehingga ongkos
panambangan dengan metode ini cukup tinggi.
1.2 Manfaat dan Tujuan
1.2.1 Manfaat
Manfaat dari makalah yang kami buat yaitu untuk mengetahui dan
mengenal lebih jauh mengenai cara penambangan dengan metode
stull stoping pada sistem tambang bawah tanah dan dapat
diaplikasikan pada dunia nyata.
1.2.1 Tujuan
Tujuan pembuatan dari makalah ini yaitu :
1. Menjelaskan pengertian dari metode penambangan stull stoping
2. Mengetahui syarat-syarat dalam melakukan penambangan dengan
metode stull stoping
3. Menjelaskan tatacara penambangan dengan metode stull stoping
4. Mengenal jenis peralatan yang digunakan dalam melakukan
penambangan pada metode tersebut
5. Menjelaskan keuntungan dan kerugian dalam melakukan proses
penambangan dengan metode stull stoping
4
BAB II
ISI
1.1 Penjelasan Umum
Tambang bawah tanah (Undergrond Mine) mengacu pada
metode pengambilan bahan mineral yang dilakukan dengan membuat
terowongan menuju lokasi mineral tersebut. Berbagai macam logam
bisa diambil melalui metode ini seperti emas, tembaga, seng, nikel,
dan timbal. Karena letak cadangan yang umumnya berada jauh
dibawah tanah, jalan masuk perlu dibuat untuk mencapai lokasi
cadangan. Jalan masuk tersebut dapat dibedakan menjadi beberapa,
yakni:
a. Ramp
Jalan masuk ini berbentuk spiral atau melingkar mulai dari
permukaan tanah menuju kedalaman yang dimaksud. Ramp biasanya
digunakan untuk jalan kendaraan atau alat-alat berat menuju dan dari
bawah tanah.
b. Shaft
Berupa lubang tegak (vertikal) yang digali dari permukaan
menuju cadangan mineral. Shaft ini kemudian dipasangi semacam lift
yang dapat difungsikan mengangkut orang, alat, atau bijih.
5
c. Adit
Yaitu terowongan mendatar (horisontal) yang umumnya dibuat
di sisi bukitatau pegunungan menuju ke lokasi bijih.
Ada dua tahap utama yang terdapat pada metode tambang bawah
tanah, diantaranya:
1. Development (pengembangan)
Pada tahap development semua yang digali adalah batuan tak
berharga. Tahap development termasuk pembuatan jalan masuk dan
penggalian fasilitas-fasilitas bawah tanah lain.
2. Production (produksi)
Tahap production adalah pekerjaan menggali sumber bijih itu
sendiri. Tempat bijih digali disebut stope (lombong).
Dengan semua pekerjaan yang dilakukan di bawah tanah dengan
panjang terowongan yang mencapai ribuan meter, maka diperlukan
usaha khusus untuk mengalirkan udara ke semua sudut terowongan.
Pekerjaan ini menjadi tugas tim ventilasi tambang. Selain mensuplai
jumlah oksigen yang cukup, ventilasi juga mesti memastikan agar
semua udara kotor hasil pembuangan alat-alat diesel dan gas
beracun yang ditimbulkan oleh peledakan bisa segera dibuang keluar.
Untuk memaksa agar udara mengalir ke terowongan, digunakanlah
fan (kipas) raksasa dengan berbagai ukuran dan teknik pemasangan.
Untuk menjaga kestabilan terowongan diperlukan pula
penyangga -penyangga terowongan. Berbagai metode -
6
metode penyanggaan (ground support) telah dikembangkan.
Penyanggaan yang optimal akan mendukung kelangsungan kinerja
dan juga keselamatan semua pekerja.
Pemilihan Metode Penambangan Dalam kegiatan
penambangan, aturan utamanya adalah memilih suatu metoda
penambangan yang paling sesuai dengan karakteristik unik (alam,
geologi, lingkungan dan sebagainya) dari endapan mineral yang
ditambang di dalam batas keamanan, teknologi dan ekonomi, untuk
mencapai ongkos yang rendah dan keuntungan yang maksimum.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pemilihan tersebut adalah :
1. Karakteristik spasial dari endapan
Factor-faktor ini merupakan faktor penting yang dominan karena
umumnya sangat menentukan dalam pemilihan metode
penambangan antara tambang terbuka dengan tambang bawah
tanah, penentuan tingkat produksi, metode penanganan material, dan
bentuk tambang dalam badan bijih. Faktor-faktor tersebut meliputi :
- Ukuran (dimensi, terutama tinggi dan tebal)
- Bentuk (tabular, lenticular, massive, irregular)
- Orientasi (dip/inklinasi)
- Kedalaman (rata-rata dan nilai ekstrem, yang akan
berimbas pada stripping ratio)
7
2. Kondisi geologi dan hidrogeologi
Karakteristik geologi, baik dari badan bijih maupun batuan samping,
akan mempengaruhi pemilihan metode penambangan, terutama
dalam pemilihan antara metode selektif dan nonselektif serta
pemilihan system penyanggaan pada system penambangan bawah
tanah. Hidrologi berdampak pada kebutuhan akan penyaliran dan
pemompaan, sedangkan aspek mineralogy akan menentukan syarat-
syarat pengolahan.
- Mineralogi dan petrologi (Sulfida vs Oksida),
- Komposisi kimia
- Struktur endapan (lipatan, sesar, ketidakmenerusan,
intrusi)
- Bidang lemah, (kekar, rekahan)
- Keseragaman, alterasi, erosi (zona dan daerah
pembatas)
- Air tanah dan hidrologi (kemunculan, debit aliran dan
muka air)
3. Sifat-sifat
- sifat geoteknik (mekanika tanah dan mekanika batuan) untuk
bijih dan batuan sekelilingnya. Hal-hal ini akan mempengaruhi
pemilihan peralatan pada system penambangan terbuka dan
pemilihan klas metode dalam system tambang bawah tanah
(swasangga, berpenyangga atau ambrukan)
8
- Sifat-sifat fisik yang lain (bobot isi, voids, porositas,
permeabilitas, lengas)
- Sifat elastik (kekuatan, modulus elastik, nisbah, dan lain-lain)
a. Perilaku elastik atau visko elastik (flow, creep)
b. Keadaan tegangan (tegangan awal, induksi)
c. Konsolidasi, kompaksi dan kompeten (kemampuan bukaan
pada kondisi tanpa penyangga)
5. Konsiderasi ekonomi
Faktor-faktor ini akan mempengaruhi hasil, investasi, aliran kas,
masa pengembalian dan keuntungan. Faktor ini meliputi :
- Cadangan (tonase dan kadar),
- Produks
- Umur tambang,
- Produktivitas,
- Perbandingan ongkos penambangan untuk metode
penambangan yang cocok
- Faktor teknologi
Kondisi paling cocok antara kondisi alamiah endapan dan metode
penambangan adalah yang paling diinginkan. Sedangkan metode
yang tidak cocok mungkin tidak banyak pengaruhnya pada saat
penambangan, tetapi kemungkinan akan mempengaruhi pada
kegiatan pendukung tambang/terusannya (pengolahan, peleburan,
dll). Yang termasuk dalam faktor teknologi adalah
9
- Perolehan tambang, Dilusi (jumlah waste yang
dihasilkan dengan bijih),
- Ke-fleksibilitas-an metode dengan perubahan kondisi,
- Selektifitas metode untuk memisahkan bijih dan waste,
- Konsentrasi atau dispersi pekerjaan,
- Modal, pekerja dan intensitas mekanisasi
Ada banyak metode yang dilakukan dalam proses
penambangan tergantung dari letak dan batuan pendukungnya. Salah
satu metode yang biasa digunakan yaitu supported stope method.
Metode ini merupakan metode penambangan bawah tanah yang
menggunakan penyangga dalam proses penambangannya. Secara
umum ciri-ciri supported stope method antara lain yaitu cocok untuk
endapan bijih serta batuan induk yang lunak dan cara
penambangannya secara sistematis. Salah satu bagian dari metode
penambangan support stope ini yaitu Stull Stopping .
Stull stoping merupakan salah
Gambar 2.1 satu
Stull metode penambangan yang
Stoping
menggunakan penyangga. Penyangga ini dipasang langsung dari
footwall sampai pada hanging wall yang disebut dengan istilah Stull.
Pemasangan penyangga ini dapat dilakukan secara sistematis
maupun secara tidak beraturan tergantung dari kondisi batuannya.
10
Dalam sistem penambangan bawah tanah, penyangga dalam
tambang dibedakan menjadi dua yaitu :
a. Penyangga alamiah
penyangga alamiah yaitu penyangga yang menggunakan material
yang berada atau dihasilkan dari proses penambangan itu sendiri.
Penyangga alamiah ini dibedakn menjadi :
- Endapan bijih yang ditinggalkan atau tidak ditambang
- Endapan bijih dengan kadar yang rendah. Setelah dinilai tidak
ekonomis sehingga endapan bijih ini ditinggalkan sebagai
penyangga
- Batuan samping atau material lain yang tidak ditambang
b. Penyangga buatan
Penyangga buatan atau artificial support yaitu penyangga yang
dibuat secara manual dan dimasukkan kedalam tambang bawah
tanah agar tidak runtuh. Bahan penyanggan buatan ini disebut
dengan material filling yang dapat berupa tailing, pasir,
tanah,semen, baja, dan ataupun kayu.
Pada metode support method, cara pemasangan penyangga
dibedakan menjadi:
- Raise set, merupakan cara pemasangan penyangga dari bawah
ke atas.
- Lead set, merupakan cara pemasangan penyangga maju,
searah dengan penambangan endapan bijih.
- Corner, merupakan cara pemasangan penyangga ke arah
samping atau menyudut.
11
Untuk penambangan dengan metode stull stoping sendiri
menggunakan penyangga berupa kayu (timber). Sistem pemasangan
penyangga kayu ini yaitu dari footwall ke hanging wall. Stull stoping
termasuk kedalam penyanggaan yang dilakukan secara overhand.
Dengan menggunakan pilar buatan dari waste rock dan stull timber
yang menyanggan dan melintang pada stope. Stull dipasang pada
geometri yang sistematis berfungsi sebagai tempat berpijak pekerja
dan sebagai peluncur bijih, membentuk corong dan manway lining
dan sebagai penyangga lekat.
1.2 Syarat Penggunaan Metode Stull Stoping
Dalam mengaplikasikan kegiatan penambangan dengan
metode ini terdapat beberpa syarat yang perlu diperhatikan
yaitu :
1. Kekuatan bijih lumayan tebal dan kuat, sehingga tidak perlu
langsung disangga.
2. Kekuatan batu samping mudah pecah berbongkah-bongkah
3. Kemiringan endapan tidak terlalu berpengaruh
4. Ukuran atau ketebalan endapan berkisar antara 1-3 meter,
dimana ketebalannya masih bisa dicapai oleh penyangga
kayu tampa sambungan (timber)
5. Kadar bijih dan recovery harus tinggi. Looses factor harus
rendah, mengingat biaya yang dibutuhkan untuk penyangga
sangat mahal.
12
1.3 Cara Penambangan Stull Stoping
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan
penambangan ini yaitu :
1. Penerapannya dibatasi oleh panjang stull.
2. Untuk menghindari amblesan (Surface Subsidence) maka
harus diisi degan material pengisi sehingga dapat berubah
manjadi cut and fill.
3. jika mengalami penurunan permukaan bumi, maka lubang
bekas lombong dapat dibiarkan kosong dan runtuh sendiri
maka biasanya yang dipakai top slicing.
1.4 Peralatan pada Metode Penambangan Stull Stoping
Dalam metode ini peralatan yang digunakan tergantung dari tahapan
penambangan tersebut. Adapun tahapan dalam penambangannya
yaitu :
13
1. Drilling (pengeboran), jenis mesin bor yang digunakan yaitu
hand-held pneumatic, precussion drill. Dengan ukuran lubang bor 1.5-
2.5 inci
Gambar 2.1 hand-held pneumatic, precussion drill
Alat ini digunakan untuk membuat lubang dalam pengambilan
endapan
2. Blasting (peledakan), jenis bahan peledak yang digunakan yaitu
Anfo. Fungsi dari peledakan ini yaitu untuk membuat bukaan di
bawah permukaan tempat endapan bijih berada
3. Loading (pemuatan) alat yang digunakan yaitu scraper ataupun
LHD alat ini digunakan untuk melakukan pemuatan ore yang telah
diperoleh dan dibawa ke alat pengankutan
14
Gambar 2.2 : Alat pemuatan LHD
4. Hoaling ( pengankutan), untuk pengankutan ore pada metode
ini alat yang digunakan yaitu truck, LHD, dan lain-lain. Alat-alat ini
digunakan untuk mengakangkut ore yang telah diangkut dari daerah
penambangan ke tempat penyimpanan sementara.
1.5 Keuntungan dan Kerugian
1.5.1 Keuntungan
Keuntungan yang diperoleh dari penambagan dengan metode
ini yaitu :
1. Cara penambangan sangat sederhana karena cara
penyanggan ini tidak sulit sehingga tidak memerlukan
banyak karyawan yang terampil
2. Dapat meninggalkan pillar yang terbuat dari barent rock.
15
3. Karena luas, penambangannya dapat dilakukan secara
selektif, sehingga perolehan tambangnya tinggi.
4. Memiliki jaminan keamanan yang cukup baik dibandingkan
square setting atau cut and fill, karena ukuran endapan
bijihnya tipis
1.5.2 Kerugian
Selain keuntungan, terdapat pula beberapa kerugian dari
metode penambangan ini diantaranya yaitu:
1. Karena memakai penyangga kayu dapat menyebabkan
pembusukan serta kebakaran.
2. Pada umumnya sukar untuk menghindari terjadinya
pengotoran.
3. Dapat menyebabkan amblesan atau ambrukankecuali
diikuti dengan pengisian bekas-bekas lombong.
1.5 Contoh Penerapan Metode Penambangan Stull Stoping
Penambangan dengan metode stull stoping ini pernah dilakukan di
Burra Mine yaitu pada daerah Burra, Australia tahun 1847
16
Gambar : Ilustrasi penambangan metode stull stoping di Burra Mine,
Australia
Selain itu PT. Aneka Tambang di Cikidang (bijih emas epitermal) juga
melakukan penambangan dengan metode stull stoping
17
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Stull stope merupakan salah satu metode penambangan bawah
tanah dengan menggunakan penyangga. Penyangga yang digunakan
dipasang secara langsung dari footwall ke hanging wall. Untuk
penggunaan metode ini kekuatan bijihnya harus kuat sehingga tidak
dan batuan sampingnya mudah hancur dalam bentuk bongkahan.
Selain itu, endapan bijihnya memiliki ketebalan yang tipis sekitar 1-3
meter.
Dalam penambangan dengan metode ini penggunaan alatnya
bergantung pada tahapannya diantaranya yaitu pada tahapan
penmuatan digunakan alat berupa LHD atau scraper. Pada saat
pengeboran digunakan mesin bor dengan jenis hand-held pneumatic,
precussion drill. Pada pengangkutan digunakan alat berat truck
ataupun LHD.
Keuntungan dari metode ini, Keuntungan yang diperoleh dari
penambagan dengan metode ini yaitu cara penambangan sangat
sederhana selain itu pillar yang terbuat dari barent rock dapat
ditinggalkan. Keamanan yang cukup baik dibanding metode lainnya
18
karena endapannya tipis. Sedangakan kerugian dari metode
penambangan ini yaitu karena penyanggahnya berupa kayu dapat
terjadi pelapukan dan mudah terbakar . Pada umumnya sukar untuk
menghindari terjadinya pengotoran
19
DAFTAR PUSTAKA
Kresno. 1998, Metode Tambang Bawah Tanah, Jurusan Teknik
Pertambangan UPN Veteran Yogyakarta.
Ukobo. 2011. Underground Mining Method and Equipment. Tokyo:
University of Tokyo
20