Desain Reboiler Shell and Tube Kettle
Desain Reboiler Shell and Tube Kettle
REBOILER-01
(RB-01)
o
T1 = 150 C
o
o T2 = 150 C
o t1 = 140,196 C
t2 = 140,456 C
Fungsi : Menguapkan sebagian hasil bawah MD-01 pada suhu 140,456oC dengan
pemanas steam jenuh pada suhu 150oC.
Kondisi Operasi
Diketahui data dari perancangan Menara Distilasi 01 (MD-01) :
- Kondisi operasi dasar menara setelah dilakukan koreksi,
Suhu operasi = 140,456oC = 413,456 K
Tekanan operasi = 1,4969 atm
Tabel 1. Arus 15 Hasil Bawah MD-01 (Bottom MD-01)
BM Massa
Komponen kmol/jam % massa
(kg/kmol) kg/jam
H2O 18 0.2183 3.9292 0.0072
C3H5ClO 92.5 68.2501 6313.1313 11.6193
C3H5Cl3 147.5 93.2789 13758.6443 25.3227
C3H6Cl2O 129 265.5625 34257.5604 63.0508
Total 427.3098 54333.2652 100
Lalu untuk mencari kondisi operasi umpan masuk Reboiler 01 (t1) adalah sebagai berikut
:
Komponen BM yi Vi
(kg/kmol) kmol/jam kg/jam
H2O 18 0.0012 0.0357 0.6429
C3H5ClO 92.5 0.2005 6.1001 564.2671
C3H5Cl3 147.5 0.0876 2.6637 392.9011
C3H6Cl2O 129 0.7107 21.6177 2788.6859
Total 1.0000 30.4174 3746.4980
Catatan : Fraksi mol gas (yi) tiap komponen telah diketahui pada perhitungan bubble
point bottom di perancangan MD-01.
(iv) Menentukan komposisi fase cair masuk reboiler (Li)
Dihitung dari neraca massa
Li = Vi + Bi
Dimana:
Li = Kecepatan mol fase cair masuk reboiler (kmol/jam)
Bi = Kecepatan mol residu reboiler (kmol/jam)
Vi = Kecepatan mol fase uap keluar reboiler (kmol/jam)
fraksi
Komponen BM Li
Vi Bi mol
(kg/kmol) kmol/jam kmol/jam kmol/jam kg/jam
H2O 18 0.0357 0.2183 0.2540 4.5721 0.0006
C3H5ClO 92.5 6.1002 68.2501 74.3503 6877.3984 0.1624
C3H5Cl3 147.5 2.6637 93.2789 95.9427 14151.5464 0.2096
C3H6Cl2O 129 21.6177 265.5625 287.1802 37046.2463 0.6274
Total 30.4174 427.3098 457.7271 58079.7632 1.0000
= 413,198 K
Maka, Tekanan parsial dihitung menggunakan trial T agar Ʃyi = 1
𝐵
𝑙𝑜𝑔10 𝑃 = 𝐴 + + 𝐶 𝑙𝑜𝑔10 𝑇 + 𝐷𝑇 + 𝐸𝑇 2
𝑇
Dimana :
P = Tekanan uap (mmHg)
T = Suhu operasi (K)
A, B, C, D, E = Konstanta
Tabel 4. Konstanta antione tiap komponen
Komponen Konstanta
A B C D E
H2O 29.8605 -3152.2000 -7.3037 2.4247E-09 1.8090E-06
C3H5ClO 24.7640 -2884.6000 -5.6252 -1.1011E-10 5.3331E-07
C3H5Cl3 -3.9501 -2450.1000 6.6887 -1.4991E-02 7.3402E-06
C3H6Cl2O 41.0896 -3429.8000 -11.5730 1.0184E-10 3.4843E-06
Komponen log10P
P
(mmHg) mmHg atm
H2O 3.4329 2709.77579 3.5655
C3H5ClO 3.1575 1437.08818 1.8909
C3H5Cl3 2.6780 476.38135 0.6268
C3H6Cl2O 3.1071 1279.56863 1.6836
xi Po Ki yi
Komponen (fraksi
mol) (atm) (Po/PT) (Ki×xi)
H2O (lk) 0.0006 3.5655 2.3820 0.0013
C3H5ClO
(hk) 0.1624 1.8909 1.2632 0.2052
C3H5Cl3 0.2096 0.6268 0.4188 0.0878
C3H6Cl2O 0.6274 1.6836 1.1248 0.7057
= 413,198 K
= 120.135,0016 lb/jam
= 350,6563 lb/jam
= 119.784,3453 lb/jam
Mulai Perancangan
Steam jenuh sebagai heating medium (media pemanas) ditempatkan dalam tube
sedangkan, umpan masuk reboiler ditempatkan dalam shell
- BWG = 14
per tube
Tata letak tabung adalah square pitch dengan pitch tabung 1,25 inci dengan tujuan
untuk memungkinkan pembersihan mekanis permukaan tabung eksternal.
Stainless steel karena fluida umpan masuk reboiler bersifat korosif dengan adanya
C3H5ClO (epichlorohidrin)
Beban reboiler diperoleh dari keseimbangan energi pada aliran proses dengan rumus
berikut :
Keterangan :
Perhitungan dibantu dengan software UniSim Design R451 karena untuk data
konstanta panas penguapan C3H5Cl3 dan C3H6Cl2O tidak tersedia dalam buku The
Yaws Handbook of Physical Properties for Hydrocarbons and Chemicals Oleh Carl L.
Yaws.
Hvap ΔHvap
Komponen kmol/jam
(kJ/kmol) (kJ/jam)
H2O 0.0357 40450.0000 1444.6604
C3H5ClO 6.1002 33096.5466 201895.0638
C3H5Cl3 2.6637 37062.71569 98725.5476
C3H6Cl2O 21.6177 41368.59643 894294.7399
Total 30.4174 1196360.0117
(ii) Menghitung panas umpan masuk RB-01 (∆HF) dan panas liquid overflow/hasil
bawah reboiler (∆HL)
Komponen A B C D
H2O 92.053 -0.039953 -2.1103.E-04 5.3469E-07
C3H5ClO 52.634 0.57412 -1.5783.E-03 1.8687E-06
C3H5Cl3 39.475 0.93369 -2.3696.E-03 2.4595E-06
C3H6Cl2O 85.462 0.4791 -1.2858.E-03 1.6933E-06
Tinlet = 413,196 K
m Cp dT ΔH = m.Cp.dT
Komponen
(kmol/jam) (kJ/kmol) (kJ/jam)
H2O 21.8290 7910.1945 172671.2676
C3H5ClO 68.2925 14755.0086 1007657.1058
C3H5Cl3 93.2789 19046.1555 1776605.2780
C3H6Cl2O 265.5625 17689.7680 4697738.7366
Total 7654672.3880
Toutlet = 413,56
Dengan cara yang sama seperti perhitungan panas umpan masuk RB-01 (∆HF) didapat
data sebagai berikut :
ΔH =
m Cp dT
Komponen m.Cp.dT
(kmol/jam) (kJ/kmol) (kJ/jam)
H2O 0.2183 8737.0497 1907.2065
C3H5ClO 68.2501 16378.6846 1117846.3407
C3H5Cl3 93.2789 21120.5753 1970104.9598
C3H6Cl2O 265.5625 19644.9179 5216953.1900
Total 8306811.6970
𝑄𝑅𝐵−01 = 𝑄𝑠𝑡𝑒𝑎𝑚
𝑄𝑠𝑡𝑒𝑎𝑚 = 𝑚𝑠𝑡𝑒𝑎𝑚 . 𝜆
𝑄
𝑚𝑠𝑡𝑒𝑎𝑚 =
𝜆
1752039,303047 Btu/jam
𝑚𝑠𝑡𝑒𝑎𝑚 = = 1927,860149 lb/jam
908,8 Btu/lb
(T − t2 )−(T2 − t1 )
1
LMTD = ln(T (Robert W. Serth, 2014 )
1 − t2 )/(T2 − t1 )
LMTD = 17,4122oF
Berdasarkan Tabel 3.5 " Process Heat Transfer Principles, application and rules of thum "
Robert W. Serth, 2014 halaman 87, diketahui bahwa untuk fluida yang berada pada shell
berupa medium organik dan fluida yang berada pada tube berupa steam saturated
didapatkan range Ud :
Ud = 150 - 300
Ud = 300 Btu/jam.ft2oF
1752039,303 Btu/jam
𝐴=
Btu 𝑜
300 2𝑜 𝑥 17,4122 F
jam. 𝑓𝑡 . F
A = 335,4055 ft2
𝑛`𝑡 = 80,1448
n`t mewakili jumlah bagian lurus tubing dalam tube bundle sehingga untuk jumlah pipa
pada pipa tipe U-tubes adalah dua kali jumlah tabung yang sebenarnya. Namun, itu sudah
sesuai dengan nilai yang tercantum dalam tabel hitungan tabung dan disebut sebagai
number of tubes.
Dari Tabel 5 "Process Heat Transfer Principles, application and rules of thumb" Robert
W. Serth, 2014 halaman 593 didapatkan jumlah tube yang mendekati dari number of
tubes. adalah
nt = 90
(i) menentukan tekanan pseudo-critical dan tekanan tereduksi semu dengan rumus :
(Palen, 2014)
Pc
Komponen % mol Pci
(psia)
C3H5ClO 0.0019 710.6850 1.3506
C3H5Cl3 0.2586 561.2960 145.1644
C3H6Cl2O 0.7395 652.6700 482.6337
Total 629.1488
P
Pr = Ppc (Robert W. Serth, 2014 : 370)
Dengan P adalah tekanan operasi dasar MD-01 yang bernilai 19,3707 psia
Pr = 0,0342 psia
Karena nilai Ppr kurang dari 0,2 maka digunakan Persamaan (9,5) korelasi motsinki
untuk menghitung faktor koreksi tekanan
(ii) menentukan factor koreksi tekanan (Fp) dan factor koreksi campuran (Fm)
Fp = 0.8558
𝑞
𝑞` =
𝐴
q` = 5223,6455 Btu/jam.ft2
BR = TB – TF
TB : 140,456 oC
TF : 140,196 oC
BR = 0,26 oC = 40,4388
Fm = 0.9774
Fb = 1.5856
(iv) Menentukan outside coefficient, ho=hb dengan nilai hnc (Koefisien perpindahan
panas konveksi natural) untuk kettle reboiler adalah 44 Btu/jam.ft2.oF (Robert W. Serth,
2014 halaman 371)
ℎ𝑏 = ℎ𝑛𝑏 . 𝐹𝑏 + ℎ𝑛𝑐
hb = ho = 330,29 Btu/jam.ft2.oF
qc`bundle = 153609,1916.∅b
dimana,
φb : geometri bundle
𝐷𝑏 23 𝑓𝑡
= = 0,2556
𝑛𝑡 . 𝐷𝑜 40 𝑥 0,0833 𝑓𝑡
sehingga,
φb = 0,7922
lalu
qc`bundle = 121692,6151Btu/jam.ft2
ratio = 0.0429 (rasio tidak lebih dari 0.7 sehingga aman dan layak)
panjang 𝑡𝑢𝑏𝑒
𝑁𝑛 =
5 𝑥 𝐷𝑏
(Persamaan 10.1, Robert W Serth)
Nn = 8.3
jika dibulatkan ke pembulatan terdekat maka akan ada 8 pasang inlet-outlet nozzle.
M. Diameter Shell
Keterangan :
dari table Data physical property untuk Reboiler feed, liquid overflow, vapor return
VL = 606.7414 lb/jam.ft3
SA = 6,7604 ft2
27
ID Shell = 60 % (Robert W. Serth, 2014 : 373)
Dengan tujuan memberikan waktu penahanan yang memadai untuk tujuan kontrol.
Pertama-tama menghitung laju aliran volumetrik cairan melewati weir :
dengan D adalah inner diameter (ID) Shell yang bernilai 45 inci (3,75 ft)
h/D = 0.5111
1-h/D = 0.4889
lalu, dari nilai diatas didapat nilai faktor sektor area dari Tabel 10.A Roberth W Serth
halaman 422 sebesar = 0.3827 ft
= 0.3827 ft x 3,75 ft
= 1.4351 ft2
𝑚𝐿
Ls` =
𝑠𝑒𝑘𝑡𝑜𝑟 𝑎𝑟𝑒𝑎 𝑑𝑖𝑏𝑎𝑤𝑎ℎ 𝑤𝑒𝑖𝑟
Oleh karena itu, panjang reservoir 3 kaki akan memberikan waktu penahanan sekitar 60
detik yang memadai untuk mengontrol cairan menggunakan standard cascade level to
flow control loop.
Panjang shell = 20 ft
O. Menghitung pressure drop total pada pipa umpan masuk reboiler (ΔPf-total)
diberikan dalam pernyataan masalah. Setiap cabang dari jalur sekunder antara tee dan
reboiler memiliki segmen horizontal panjang 2,2 ft dan segmen vertikal panjang 1,0 ft.
Diameter pipa dipilih dengan kecepatan cairan diatur sekitar 5 ft/detik. Jadi, untuk baris
utama:
keterangan :
Dari Tabel B.2 Roberth W Serth, didapatkan nominal pipe size yang mendekati Di
adalah nominal pipe size = 5 ; dengan spesifikasi pipa sebagai berikut :
OD = 5.563 in
schedule number = 40
Untuk saluran sekunder, laju aliran dibelah dua sehingga massa umpan juga menjadi
setengahnya. Sehingga,
Di = 0.2516 ft = 3.0192 in
Dari Tabel B.2., didapatkan nominal pipe size yang mendekati Di adalah
nominal pipe size = 3
OD = 3,5 in
schedule number = 40
Diameter nozzle untuk umpan masuk reboiler ditentukan dengan nominal pipe size dari
saluran sekunder ditambah 1 untuk menghindari adanya vibrasi. Sehingga, diameter
nozzle menjadi
OD = 4.5 in
ID = 4.026 in
schedule number = 40
Penurunan tekanan dihitung dengan menggunakan panjang pipa yang ekuivalen untuk
ketahanan aliran fitting yang diberikan dalam Lampiran D Roberth W Serth. Panjang
yang setara untuk dua ukuran pipa ditabulasikan di bawah ini.
Re = 2555764,06
f = 0,0121
Pressure drop dihitung dengan Persamaan (4.5) dengan panjang ekivalen digunakan
sebagai panjang aktual. Massa fluks dan gravitasi Specific gravity ditentukan terlebih
dahulu:
𝑚𝐹
𝐺=
𝐴𝑓𝑙𝑜𝑤
G = 862633,44 lb/jam.ft2
Re = 1601954,94
f = 0,0135 psia
Penurunan tekanan diberikan oleh Persamaan (4.5) dengan panjang pipa ekivalen
digunakan sebagai panjang aktual. Massa fluks dan gravitasi Specific gravity ditentukan
terlebih dahulu:
𝑚𝐹
𝐺=
𝐴𝑓𝑙𝑜𝑤
G = 677821,54 lb/jam.ft2
SG = 1.0728
ΔPnozzle = 0.06463
Konfigurasi return lines serupa dengan garis umpan diasumsikan seperti yang
ditunjukkan di bawah ini. Garis utama memiliki panjang total 20 kaki seperti yang
diberikan dalam pernyataan masalah. Setiap cabang dari garis yang terhubung ke reboiler
memiliki segmen vertical panjang 1,0 kaki dan segmen horizontal panjang 2,2 kaki.
1800
𝑉𝑚𝑎𝑥 =
(𝑃𝑀)0,5
Sehingga, kecepatan yang diatur adalah kurang dari Vmax yakni sekitar 30 ft/s. Lalu,
diameter yang dibutuhkan untuk pipa utama adalah
Di = 0,7103 ft = 8,5236 in
Dari Tabel B.2, nilai terdekat dari Di adalah 8-in. schedule pipe 40 dengan diameter
internal 7,981 in.
Di = 0,5023 ft = 6.0276 in
schedule pipe 40 (ID = 6.065 in.) adalah yang sesuai untuk bagian ini. Perhitungan
panjang pipa ekivalen adalah berikut ini :
Re = 49539,18
f = 0,0301
Pressure drop dihitung dengan Persamaan (4.5) dengan panjang ekivalen digunakan
sebagai panjang aktual. Massa fluks dan gravitasi Specific gravity ditentukan terlebih
dahulu:
𝑚𝐹
𝐺=
𝐴𝑓𝑙𝑜𝑤
G = 62666,7403 lb/jam.ft2
Re = 32594,58
f = 0,0332 psia
Penurunan tekanan diberikan oleh Persamaan (4.5) dengan panjang pipa ekivalen
digunakan sebagai panjang aktual. Massa fluks dan gravitasi Specific gravity ditentukan
terlebih dahulu:
𝑚𝐹
𝐺=
𝐴𝑓𝑙𝑜𝑤
G = 54257,5426 lb/jam.ft2
SG = 0,0071
ΔPreturn = 0.0776
= 602,8 lb/ft2
= 4,1861 psi
Untuk uap kondensasi, penurunan tekanan dua fase di bagian lurus dari tubing dapat
diperkirakan setengah dari penurunan tekanan yang dihitung pada kondisi saluran masuk
(uap jenuh pada 69.038 psia, fraksi uap 1.0). Sifat fisik uap yang diperlukan diperoleh
dari data properties UniSim design R451
SG = 0.0025
𝐼𝐷 𝑡𝑢𝑏𝑒 𝑥 𝐺
Bilangan reynold dihitung dengan rumus : 𝑅𝑒 =
μ
Re = 4709624,23
f = 0,0078
Pressure drop dihitung dengan mengalikan faktor 1/2 karena pipa berbentuk U
lalu pressure drop pada Nozzle (saat steam masih berfase uap)
𝑚𝑠𝑡𝑒𝑎𝑚
𝐺=
3.14
( ) 𝑥 𝐷𝑖 2
4
G = 9614,1 lb/jam.ft2
𝐼𝐷 𝑛𝑜𝑧𝑧𝑙𝑒 𝑥 𝐺
𝑅𝑒 =
μ
Re = 154517
karena aliranya adalah turbulen maka pressure drop dihitung dengan rumus :
𝐺𝑛2
Δ𝑃𝑛,𝑠𝑡𝑒𝑎𝑚 = 1.334 x 10−13 𝑥
𝑠
ΔPn, steam = 0,0048 psia
Lalu, untuk nozzle saat steam berubah menjadi kondensat, data termofisikanya sebagai
berikut :
ρ = 57.22 lb/ft2
SG = 0.916547
Dengan cara yang sama didapatkan Di (diameter nozzle) sebesar 3.068 inci
Di = 3.068 in
G = 37571,42 lb/jam.ft2
Re = 21926,91
karena aliranya adalah turbulen maka pressure drop dihitung dengan rumus :
𝐺𝑛2
Δ𝑃𝑛,𝑐𝑜𝑛𝑑𝑒𝑛𝑠𝑎𝑡𝑒 = 1.334 x 10−13 𝑥
𝑠
ΔPtotal (penurunan tekananya kecil) untuk steam saturated. Oleh karena itu, konfigurasi
tubing dan nozzle serta reboiler dapat diterima.
KESIMPULAN
REBOILER-01 (RB-01)