Anda di halaman 1dari 149

NO SOAL JAWABAN ALASAN

1 Seorang pasien, perempuan, usia 35 tahun, a. Detur originale Detur originale : sudah diserahkan berdadarkan ressep aslinya
penderita asma, datang ke apotek untuk menebus b. Ne detur est Ne detur est : belum diberikan
resep dengan obat tablet aminofilin 200 mg dan c. Det XV Det XV : sudah diberikan sebanyak 15 tablet
salbutamol 2 mg masing-masing sebanyak 30 d. Iter 1x Jumlah obat yang harus ditebus masing-masing sebanyak 30
tablet. Pasien tidak membawa uang yang cukup e. Iter 1,5x tablet.
untuk menebus semua resep, dan mengatakan Jika pasien menghendaki ditebus setengahnya maka obat yang
akan menebus setengahnya saja. Apoteker ditebus masing-masing 15 tablet (XV)
memberi kopi resep untuk pasien tersebut. Maka jawaban yang benar adalah det XV
Apakah tanda yang harus ditulis disamping
kanan resep obat dalam kopi resep tersebut?

2 Seorang pasien, laki-laki, usia 60 tahun, a. Ipratropium Salah satu efek samping dari codein adalah konstipasi
memiliki penyakit eksaserbasi akut PPOK dan b. Salbutamol/salbut (Medscape)
mendapatkan resep obat inhalasi bronkodilator erol
(ipratropium dan salbuterol/salbutamol, inhalasi c. Codein
fixotide) dan codein. Pasien juga menderita d. Eritromisin
infeksi dan diobati dengan eritromisin. Setelah e. Flixotid
beberapa hari dirawat inap, apoteker menerima
informasi dari pasien bahwa dia mengalami
konstipasi. Apakah obat yang perlu dievaluasi
untuk meminimalkan ESO tersebut?

3 Seorang pasien perempuan, usia 20 tahun, a. Obat tetap Menurut BNF 61, 2011 :
didiagnosis dokter menderita konjuncvitis. digunakan sampai
Dokter selanjutnya meresepkan obat yang habis
b. Penggunaan obat
mengandung steroid topical untuk mata.
harus dihentikan
Apoteker menyampaikan informasi obat kepada c. Frekuensi
pasien, termasuk apa yang harus dilakukan penggunaan obat
pasien jika gejala penyakitnya telah sembuh. harus dikurangi
Apakah informasi yang tepat di sampaikan? d. Penggunaan obat
dianjurkan selama 2
hari
e. Penggunaan obat
dianjurkan selama 1
minggu

Pemberian steroid sebaiknya dimulai dari dosis tinggi


kemudian apabila gejala membaik diturunkan secara perlahan
menurut tanda klinis inflamasinya. Penggunaan steroid jangka
panjang, penghentiannya harus dilakukan secara bertahap. 3
bahaya dalam penggunaannnya :

 Menyebabkan “red eye”


 Terjadi glaucoma
 Terjadi katarak

4 Sebuah industry akan membuat sediaan teets a. benzal konium Menurut Handbook Of Pharmaceutical Excipients, 5thedition :
mata tetryzolene/tetrahydrozoline HCl 0,05% klorida
untuk mengatasi iritasi mata ringan hingga b. HPMC Benzalkonium klorida :
c. Asam Sitrat
sedang. Bahan tambahan yang digunakan dalam
d. Natrium sitrat
formula adalah benzal konium klorida, HPMC, e. EDTA
asam sitrat, Na sitrat, dan EDTA. Apakah bahan
tambahan yang berfungsi sebagai pengental?
HPMC :

Asam sitrat :

Natrium sitrat :
EDTA :

5. Seorang apoteker di industri farmasi sedang a. Suhu ruang D. Air untuk produksi
mengevaluasi prosedur produksi sediaan produksi
suspensi antasida. Hasil evaluasi menunjukkan b. Kelembaban
ruang produksi
bahwa sediaan obat tersebut tidak memenuhi Adanya cemaran mikroorganisme dapat ditimbulkan oleh
c. Debu diruang
syarat karena cemaran mikroba dalam sediaan produksi bahan pembuat sediaan itu sendiri ataupun terjadi karena
melebihi ambang batas yang diperbolehkan d. Air untuk terjadi kontaminasi saat pembuatan sediaan suspensi.
CPOB. Apakah titik kritis yang harus produksi Kontaminasi ketika pembuatan itu terjadi karena lingkungan
dikendalikan untuk memperbaiki kualitas e. Udara ruang pembuatan adalah ruangan biasa.
suspensi antasida tersebut? produksi
Dua faktor yang mempengaruhi pertumbuhan bakteri yaitu
faktor lingkungan ( suhu, pH, oksigen dan tekanan osmotik)
dan zat hara (nitrogen, karbon, berbagai vitamin serta garam
mineral dan air).

(http://lib.ui.ac.id/file?file=digital/2016-9/20181336-S32940-
Christina%20Pratiwi.pdf)

6. Seorang pria berusia 58 tahun dating ke apotek a. Kencingnya B. Batuk kering


merah
membawa resep berisi captopril 25 mg yang b. Batuk kering
diresepkan selama 30 hari. Pasien belum pernah c. Mengantuk
menggunakan obat tersebut. Apoteker d. Sering kencing ACE inhibitor mempengaruhi sistem renin angiotensin
e. Ruam kulit aldosteron dan menghambat konveris angiotensin I menjadi
memberikan KIE kepada pasien termasuk efek
samping obat yang perlu diwaspadai. Apakah angiotensin II yang terlibat dalam vasokonstriksi. ACEI
efek samping yang umum terjadi akibat dikaitkan dengan batuk kering dan persisten pada 5% - 35%
penggunaan obat tersebut? pasien yang meminumnya.

Mekanisme batuk kemungkinan multifaktorial, penghambat


ACE mencegah kerusakan bradikinin dan zat P, yang
mengakibatkan akumulasi mediator protussif ini di saluran
pernapasan. Bradikini dapat merangsang produksi
prostaglandin.

(medscape)

7. Apoteker yang bertugas pada bagian R&D suatu a. Uji absorpsi ex vivo Uji ekivalensi in vitro yang juga disebut uji disolusi
industri farmasi sedang mengembangkan terbanding adalah uji disolusi komparatif yang dilakukan
sediaan copy tablet furosemid 20 mg dari b. Uji absorpsi in situ untuk menunjukkan similaritas profil disolusi antara obat uji
sediaan furosemid 40 mg yang sudah dimiliki c. Uji absorpsi in vitro dengan obat innovator/ komparator. Obat copy wajib
oleh industri tersebut. Agar produk copy tablet dilakukan uji ekivalensi.
furosemid 20 mg tersebut berdasarkan d. Uji bioavailabilitas in
permintaan bagian marketing. Sediaan tersebut vivo Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan RI
harus melalui uji bioekivalensi agar dapat No.HK.03.1.23.12.11.10217 Tahun 2011 Tentan Obat Wajib
e.Uji disolusi Uji Ekivalensi.
didaftarkan dan diedarkan. Apakah uji
terbanding
bioekivalensi yang tepat dilakukan oleh
Uji disolusi terbanding : digunakan untuk memastikan
Apoteker tersebut ? untuk melihat zat yang kemiripan kualitas dan sifat – sifat produk obat dengan
sama tp kekuatannya perubahan monitor dalam formulasi atau pembuatan setelah
berbeda izin pemasaran obat. (contoh: produk obat copy yang hanya
berbeda kekuatan)

Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan RI No.


HK.00.05.3.1818 Tentang Pedoman Uji Bioekivalensi.

8. Seorang Apoteker di bagian R&D sebuah a. 3 jam


industri farmasi sedang merancang protocol uji
bioekivalen in vivo untuk produk copy tablet b. 6 jam
furosemid 40 mg yang mempunyai t ½ eliminasi c. 9 jam
selama 3 jam. Salah satu yang harus dilakukan
dalam protocol tersebut adalah sampling time. d. 12 jam
Berapakah waktu sampling minimal untuk uji
e. 15 jam
tersebut ?
3xsetengah →3-4 x t1/2,
3x3 = 9 FDA

9. Seorang apoteker yang bekerja di IKOT akan a. Pengumpulan- Tahap pembuatan simplisia :
memproduksi kapsul antidiare dari daun jambu pencucian-perajangan-
biji. Untuk menjamin bahan baku yang pengeringan-sortasi 1. 1.pemanenan/pengumpulan bahan baku
b. Pengumpulan-
digunakan sesuai dengan spesifikasi yang 2. 2.sortasi basah→pemisahan
sortasi-pencucian-
ditentukan, maka apoteker melakukan proses perajangan- 3. 3.pencucian
pembuatan simplisia. Bagaimanakah urutan pengeringan 4. 4.perajangan/pengubahan bentuktanaman
proses yang dikerjakan untuk membuat simplisia c. Sortasi-pengumpulan-
5. 5.pengeringan
tersebut? pencucian-prajangan-
pengeringan 6. 6.sortasi kering
d. Pengumpulan- 7. 7.pengepakan
pencucian- 8. 8.penyimpanan
pengeringan-
perajangan-sortasi
e. Sortasi-pencucian-
pengumpulan- Daftar pustaka :
perajangan-
pengeringan Anonym, 2014. Buku praktikum :Pembuatan Simplisia.
Semarang.

10. Seorang pasien, perempuan, usia 38 tahun, a. Obat dikunyah, 15 Pengguna antasida adalah 1-2 jam sebelum makan dalam
penderita maag, datang ke apotek membeli tablet menit sebelum makan keadaan perut kosong. Antasida bersifat menetralkan asam
antasida untuk meringankan gejala penyakitnya b. Obat dikunyah, 30 lambung, sehingga digunakan dalam keadaan perut kosong.
menit sebelum makan
yang sedang kambuh. Apoteker menyerahkan
c. Obat dikunyah, 45
obat kepada pasien dan memberikan informasi menit sebelum makan
obat untuk mengoptimalkan efek terapi antasida d. Obat dikunyah, 60 Daftar Pustaka :
tersebut. Apakah informasi yang tepat menit sebelum
disampaikan kepada pasien terkait dengan cara makan Herman, Zuniga. 2008. Penggunaan Antisida.
pakai obat tersebut? e. Obat dikunyah, 75
menit sebelum makan
11. Seorang apoteker melakukan visit bersama a. HCT dan Captopril
dengan dokter ke ruang rawat inap untuk
b. Atenolol dan Captopril
melakukan evaluasi efek terapi dari obat yang
telah diberikan kepada seorang pasien hipertensi c. Amlodipin dan
tanpa penyakit penyulit. Tekanan darah pasien Captopril
saat ini adalah 170/105 mmHg dan dokter akan
d. Valsartan dan
meresepkan kombinasi antihipertensi untuk
Captopril
pasien tersebut. Apakah kombinasi
antihipertensi yang tepat untuk pasien tersebut? e. Atenolol dan Valsartan

(Pharmacotherapy handbook 7th edition

12. Seorang pasien, laki-laki usia 34 tahun, a. Menghambat Mekanismenya dapat menghambat absorpsi kolesterol diusus.
Enzim HMG-
mendapatkan obat ezetimibe ( S.1.d.d) untuk
CoA reduktase
mengobati penyakit hiperkolesterolnya. b. Meningkatkan
aktivitas enzim
Bagaimanakah mekanisme aksi obat tersebut?
LPL
c. Mengikat
komplek asam
empedu-→ resin
kolesterol
d. Meningkatkan
sintesis HDL (Dipiro, Pharmacotheraphy 7th Ed., Section 2 :
e. Menghambat Cardiovascular Disorders : Hyperlipidemia, Page 394)
absorpsi
kolesterol diusus

13 Seorang pasien laki-laki 52tahun penderita a. Meredakan nyeri pada Unstable angina, non-ST-segment elevation MI (NSTEMI):
angina pektori smembawa & menunjukkan serangan angina 300 mg loading dose; initiating therapy without a loading dose
bungkus obat clopidogrel 75mg kepada b. Terapi pencegahan will delay establishment of antiplatelet effect by several days;
serangan angina
apoteker. Pasien menanyakan khasiat dan following the loading dose, administer 75 mg/day PO for up
c. Menghancurkan
kegunaan obat tersebut. Apakah informasi yang aterosklerosis to 12 months; may administer beyond 12 months if used in
disampaikan kepada pasien terkait dengan efek d. Mencegah agregasi combination with aspirin (75-100 mg/day); long-term
terapi dari obat tersebut? platelet combination therapy with aspirin, following stent placement,
e. Mencegah is individualized depending on how a patient tolerates long-
terbentuknya trombus term dual antiplatelet therapy (DAPT), whether they have
stable coronary artery disease, and do NOT have risk factors
(eg, TIA or stroke, age >75 years, bleeding risk, low body wt,
concurrent medications) (MEDSCAPE)
14 Seorang perempuan 42tahun didiagnosa dokter a. 50 tablet
di suatu rumah sakit mengalami rheumatoid b. 55 tablet
arthritis dan mendapatkan resep dengan obat c. 60 tablet
d. 65 tablet
kombinasi DMRD dan NSAID. Salah satu obat
e. 70 tablet
yang terdapat dalam resep adalah natrium
diklofenak 50mg tablet No. LX. Berapakah
jumlah obat yang harus disiapkan untuk pasien
tersebut?

15. Seorang pasien laki-laki usia 45 tahun penderita a. Obat diinjeksikan 1


diabetes datang ke apotek untuk membeli obat jam sebelum makan
insulin lispro dengan resep dokter. Pasien b. Obat diinjkesikan
15 menit sebelum
tersebut baru pertama kali memperoleh obat
makan
tersebut. Apakah informasi yang tepat c. Obat diinjeksikan
disampaikan terkait dengan waktu pemakaian bersama dengan Dipiro hal.1217
obat ? makanan
d. Obat diinnjeksikan 1 Onset dari insulin lispro adalah 15-30 menit, sehingga
jam setelah makan pemberian insulin ini harus 15 menit sebelum makan.
16. Sebuah apoteker di industri farmasi akan a. 50 g Bobot acetosal tiap tablet nya 80 mg, sekali produksi
membuat sediaan tablet hisap untuk penurun b. 60 g menghasilkan 1000 tablet. Jadi, acetosal yang dibutuhkan
panas dengan formula acetosal 80 mg, PVP 2%, c. 70 g untuk sekali produksi adalah :
d. 80 g
talcum 2%, aerosol 2%, aspartame 2%, dan
e. 90 g 80 mg x 1000 tablet = 80.000 mg = 80 gram
laktulosa. Bobot tablet tersebut adalah 250 mg
dan 1 bets produksi menghasilkan 1000 tablet.
Berapakah jumlah acetosal yang harus
ditimbang dalam 1 kali siklus produksi ? Jawaban : d

a.
17 Seorang apoteker di industri farmasi akan a. +++/++/+/0 Pedoman CPOB edisi 2012merekomendasikan sistim korodor
memimpin produksi sediaan tablet untuk obat b. ++/+/0/++ bersih (untuk sediaan padat nonsteril) dimana tekanan udara
flu yang berisi paracetamol, fenilpropanolamin c. 0/+/0/+ dikoridor lbih tinggi dari pada tekanan udara diruang proses
dan CTM, sarana produksi haruslah didesain d. +/0/+/0 produksi, sehingga aliran udara terjadi dari koridor keruang
secara khusus untuk memenuhi aturan CPOB. e. ++/+/0/+ produksi semua barang yang dibawa melalui koridor tetap
Salah satunya adalah kaskade tekanan udara di tetap dalam keadaan bersih/ tidak terkontaminasi oleh
area pengemasan untuk mencegah kontaminasi. (partikel) bahan/ produk dari ruang-ruang produksi. Untuk
Baik di ruangan pengemasan primer- ruang sediaan steril direkomendasikan koridor bertekanan udara
antara- ruang pengemasan sekunder dan luar. negatif relatif terhadap ruang produksi demi perlindungan
Bagaimanakah kaskada tekanan udara antar terhadap proses kritis yang sensitif terhadap kontaminan
ruang untuk pengemasan produk tersebut? mikroorganisme.

http://www.pom.go.id/files/faq/faq_CPOB

18 Seorang apoteker pada bagian produksi sebuah a. Uji keseragaman


industri farmasi akan mmbuat tablet bobot
metilprednisolon dengan dosis 8 mg tiap b. Uji keseragaman
tabletnya. Dosis mtilprednisolon tersebut kandungan
sangata kecil dibandingkan dengan komponen c. Uji disolusi
eksipien lainnya sehingga penting dilakukan d. Uji kekerasan
beberapa pengujian pada produk tersebut. e. Uji waktu hancur
Berdasarkan hal tersebut, apakah nama uji yang
menjadi titik kritis dan perlu dimonitor secara
ketat pada pengujian sediaan metilprednisolon 8
mg tersebut?

19 Seorang laki-laki usia 35 tahun datang ke apotek a. memberikan obat Framiosetin dan gramisidin termasuk gol. aminoglokosida
untuk membeli tablet hisap framiosetin dan yang diminta
gramisidin sebanyak 10 tablet untuk mengobati sesuai keinginan
pasien
sakit tenggorokan yang di deritanya. Sebagai
b. memberikanya
apoteker apakah tindakan yang tepat untuk karena obat
dilakukan? tersebut
termasuk OWA
c. memberikanya
karena obat
tersebut
termasuk obat
bebas
d. tidak
memberikanya
karena obat
tersebut ternasuk
obat golongan G
e. tidak
memberikanya
dan meminta
pasian untuk
periksa ke dokter
20 seorang apoteker di industri farmasi sedang a. hasiluji Tujuan utama penilaian bioekivalensi adalah untuk
menyiapkan dokumen untuk mendaftarkan keseragaman menghitung perbedaan bioavailabilitas antara produk uji dan
produk tablet salut selaput clopidogrel 75 mg kandungan produk pembanding, dan untuk menunjukkan bahwa
b. hasil uji disolusi
yang sedang dikembangkanya. Dokumen tidak ada perbedaan yang bermakna secara klinik.
terbanding
tersebut digunakan sebagai persaratan regestrasi c. hasil uji waktu
yang berupa hasil pengujian ketersediaaan hayati Sumber : BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN
hancur
tablet clopidogrel yang dibandingkan dengan PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT
d. hasil uji
produk tablet komparator. Apakah dokumen bioekivalensi DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR : HK
pengujian yang di persaratkan tersebut ? e. hasil uji klinik .00.05.3.1818 TENTANG PEDOMAN UJI
BIOEKIVALENSI

21 Seorang pasien 65 thn datang ke apotek dengan a. 27,0 g Perhitungan bahan :


membawa resep sebagai brikut : b. 27,5 g
c. 28,1 g Asam salisilat = 3/100 x 30 g = 0,9 g
Semarang, 9 juni 2017 d. 29,1 g
e. 29,7 g Unguentum simplex = 30 g-0,9 g = 29,1 g
R/ asam salisilat 3 %

Unguentum Simplex ad 30

m.f.l.a. ungt

s.b.d.d UE

Berapakah jumlah unguentum simplex yang


harus ditambahkan?

22 Seorang apoteker di farmasi rumah sakit a. e-purchasing a. e-purchasing adalah tata cara pembelian Barang/Jasa
kabupaten sedang mencari daftar obat tablet b. negosiasi melalui sistem katalog elektronik. (Perpres no 70 tahun 2012)
loperamid yang terdaftar di e catalog untuk c. tender terbuka
d. tender tertutup b. Pembelian dengan tawar menawar, dilakukan bila item
pengadaan obat BPJS. Apakah metode
e. just in time tidak penting, tidak banyak dan biasanya dilakukan
pengadaan obat yang sedang dilakukan apoteker
tersebut ? pendekatan langsung untuk item tertentu.

c. Tender terbuka, berlaku untuk semua rekanan yang


terdaftar, dan sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.
Pada penentuan harga metode ini lebih menguntungkan.
Untuk pelaksanaannya memerkukan staf yang kuat, waktu
yang lama serta perhatian penuh.

d. Tender terbatas, sering disebutkan lelang tertutup. Hanya


dilakukan pada rekanan tertentu yang sudah terdaftar dan
memiliki riwayat yang baik. Harga masih dapat dikendalikan,
tenaga dan beban kerja lebih ringan bila dibandingkan denan
lelang terbuka.

e. Pembelian langsung (just in time), pembelian jumlah kecil,


perlu segera tersedia. Harga tertentu, relatif agak lebih mahal

(Dirjen Binfar dan Alkes, 2010, Pedoman pengelolaan


perbekalan farmasi di rumah sakit, Kemenkes RI)

23 Sebuah rumah sakit memiliki 200 buah tempat a. Unit dose dispensing Sistem distribusi obat di RS dibagi menjadi 2 yaitu :
tidur rawat inap dengan BOR 80 %. Kunjungan b. Indiviual prescribing
pasien rawat jalan adalah 150 pasien/ hari. c. Ward floor stok 1. Sentralisasi
d. Sentralisasi
Rumah sakit tersebut hanya memiliki 3 orang Penyimpanan dan pendistribusian perbekalan farmasidipusatk
e. Push distribution
apoteker untuk melayani keseluruhan pasien. an pada satu
Apakah jenis distribusi yang tepat dilakukan tempat di Instalasi Farmasi (unit/bagiandistribusi perbekalan f
pada rumah sakit tersbut ? armasi). Seluruh kebutuhan perbekalanfarmasi untuk unit
pelayanan/ruang rawat baik
untukkebutuhan individu pasien maupun kebutuhan dasar rua
ngrawat disuplai langsung dari pelayanan farmasi pusat
shingga tepat untuk RS yang mempunyai apoteker terbatas.

2. Desentralisasi

Pelayanan farmasi mempunyai cabang di dekat unitpelayan


an/ruang rawat yang disebut depo/satelit farmasi.Penyimpana
n dan pendistribusian perbekalan farmasi tidak langsung
dilayani oleh pelayanan farmasi pusat
tetapi disuplaidari depo/satelit tersebut.
Ada 4 sistem distribusi perbekalanfarmasi yaitu

Sistem resep individu (Individual Prescription)

Resep individu adalah resep yang ditulis dokter untuk tiap


penderita. Sistem ini biasanya digunakan oleh rumah sakit
kecil dan atau rumah sakit pribadi, karena memudahkan cara
untuk menarik pembayaran atas obat yang digunakan pasien
dan memberikan pelayanan kepada pasien secara perorangan.
Tapi meningkatkan kebutuhan personel bagian farmasi untuk
tugas melayani resep perorangan. Keuntungan sistem
Individual Prescription :

Semua pesanan obat langsung diperiksa oleh farmasis.

Memungkinkan interaksi antara farmasis, dokter, perawat, dan


pasien.

Meningkatkan pengawasan obat-obatan dengan lebih teliti.

Memberikan cara yang cocok melaksanakan pembayaran


obat-obatan yang digunakan pasien (Ray, 1983).

Sistem persediaan lengkap di ruangan (ward floor stock)

Pada sistem ini hampir semua obat-obatan dapat di suplai,


kecuali yang jarang dipakai atau yang sangat mahal sekali
disediakan pada setiap pos perawatan dan tidak ada
pengembalian obat yang tidak terpakai. Akan tetapi
pengawasan obat oleh farmasis menjadi sangat berkurang
terutama dalam hal penyimpanan obat yang baik, pemberian
obat yang benar ke pasien dan sangat memungkinkan untuk
terjadinya kerusakan bahkan pencurian obat. Pada sistem ini
pekerjaan dan tanggung jawab perawat menjadi lebih besar
dalam menangani obat-obatan (Ray, 1983).

Keuntungan sistem floor stock :

Adanya persediaan obat-obatan yang siap pakai untuk pasien.

Pengurangan transkrip pesanan obat bagi farmasi.

Pengurangan jumlah personil farmasi yang dibutuhkan (Ray,


1983).

Sedangkan kerugian pada sistem floor stock :

Kesalahan pemberian obat bertambah besar karena farmasis


tidak memeriksa ulang pesanan obat.

Meningkatkan persediaan obat disetiap pos perawatan.

Meningkatkan kemungkinan kerusakan obat dan pencurian


obat.

Meningkatkan biaya dalam hal menyediakan fasilitas tempat


penyimpanan obat yang memadai pada tiap pos perawatan.

Dibutuhkan tambahan waktu kerja bagi perawat untuk


menangani obat-obatan (Ray, 1983).

Unit Dose Dispensing (UDD)

Pada sistem ini obat didistribusikan ke ruang perawatan untuk


setiap pasien dalam kemasan persekali minum/per sekali
pemakaian.

Keuntungan sistem Unit Dose Dispensing :

Interaksi antara farmasis dengan dokter dan perawat dapat


lebih intensif,

Resep dapat dikaji oleh Farmasis,

Farmasis dapat melakukan Therapeutic Drug Monitor,

Farmasis mendapat profil pengobatan pasien dengan lengkap,

Efisiensi ruang perawatan dalam penyimpanan obat,

Mengurangi beban perawat dalam penyiapan obat, sehingga


perawat mempunyai waktu lebih untuk merawat pasien,

Meniadakan obat berlebih dan menghindari kerusakan obat,

Menciptakan sistem pengawasan ganda, yaitu oleh farmasis


ketika membaca resep sebelum dan sesudah menyiapkan obat,
serta perawat ketika membaca formulir instruksi obat sebelum
memberikan obat kepada pasien, hal ini akan mengurangi
kesalahan pengobatan,

Pasien hanya membayar obat yang telah dipakai (Ray, 1983).

(Siregar, C.J.P., 2010, Farmasi Rumah Sakit, Teori dan


Penerapan, Jakarta: EGC.)

24 seorang pasien usia 32 tahun, mengalami a. meningkatkan pembahasan :


vitilogo karena terdapat bercak putih pada kulit melanosit pada kulit
wajah nya semenjak 2 bulan yang lalu. Awalnya Secara topikal; psoralens 1-5% (liquid atau cream)
bercak tersebut kecil, namun lama kelamaan b. menurunkan melanosit methoxsalen, trioxsalen,
meluas. Dokter memberikan resep kepada pasien pada kulit
pimecrolimus atau tacrolimus ointment 0,03-0,1%,
yang berisi losio metoksalen 1%. Bagaimanakah c. merangsang produksi calcipotriene, atau derivat lakton makrolid, digunakan
mekanisme obat tersebut? melanin bersamaan paparan ultraviolet-A (UVA). sinar ultraviolet
menginduksi melanogenesis melalui impaired turnover
d. mencegah produksi membran fosfolipid akibat meningkatnya produksi
melanin prostaglandin, yang berperan penting dalam mengaktivasi
e. menurunkan produksi proses repigmentasi
kolagen
sumber :Vitiligo and Clinical (PDF Download Available).
Available from:
https://www.researchgate.net/publication/313383550_Vitiligo
_and_Clinical [accessed Jul 6, 2017].

25 seorang laki laki datang menebus resep di a. pilihan obat tidak pembahasan :
instalasi farmasi suatu rumah sakit dengan obat tepat
alprazolam 0,5 mg no LVI (s.2.dd. 1 tab.pc)
untuk orang tuanya (perempuan, usia 65 th) b. dosis obat terlalu
penderita generalized anxiety disorder/GAD. tinggi
Apoteker melakukan skrining pada resep pasien.
Apakah permasalahan pada resep diatas? c. dosis obat terlalu
rendah

d. aturan pakai obat tidak


tepat

e. waktu pakai obat tidak


tepat

Sumber : Dipiro et all sixt edition, 2005.

GAD,PD,SAD
26 seorang laki laki datang menebus resep di a. reseptor GABA pembahasan :
instalasi farmasi suatu rumah sakit dengan obat
alprazolam 0,5 mg no LVI (s.2.dd. 1 tab.pc) b. reseptor seretonin
untuk orang tuanya (laki-laki, usia 50 tahun) c. reseptor histamin H1
penderita generalized anxiety disorder/GAD.
Apakah target aksi obat tersebut untuk d. reseptor dopamin
mengurangi kecemasan pasien
e. reseptor DMBA

GABA→ gamma-
aminobutirat/ gamma-
aminobutiric acid Model reseptor GABA pada kecemasan (dijelaskan pada
bagian patofisiologi) bahwa benzodiazepin memperbaiki
kegelisahan melalui potensiasi aktivitas penghambatan
GABA.

Sumber : Dipiro et all, sixt edition, 2005.

27 Seorang pasien perempuan usia 26 tahun A. Pengobatan


penderita migraine sedang, datang ke apotek kombinasi belum
menebus resep dengan obat parasetamol 500mg diperlukan
No. XIV(S.2.ddtab.prn) ibuprofen 200mg No. B. Kombinasi
XXVII (S.4.dd.1tab.prn). Pasien mengatakan pengobatan tidak tepat
bahwa gejala migraine tidak berkurang stelah C. Dosis parasetamol
mengkonsumsi analgetik tunggal. Apoteker terlalu rendah
melakukan skrining terhadap resep tersebut. Apa D. Dosis parasetamol
masalah yang ada pada resep tersebut ?? terlalu tinggi
E. Waktu pakai
ibuprofen tidak tepat
28 Seorang pasien, perempuan, usia 27 tahun, hamil A. Aspirin Alasan : parasetamol nsaid untuk pregenancy kategori B
usia 35 minggu, datang ke apotek dengan B. Tramadol sumber :Medscape
keluhan nyeri pinggang. Apakah anelgetik yang C. Metampiron
tepat disarankan untuk mengatasi keluhan pasien D. Parasetamol
tersebut ? E. Asam mefenamat

29 Seorang apoteker dibagian RnD sebuah industri A. Newton Alasan : Aliran newton bersifat tekanan (shearing stress)
farmasi sedang melakukan riset untuk B. Pseudoplastik berbanding lurus terhadap kecepatan (sharing rate)
pembuatan cream clyndamicyn sebagai obat C. Plastik
jerawat. Agar sediaan cream hanya keluar dari D. Dilatan
wadah pada saat ditekan, perlu ditetapkan sifat E. Plastik
alir krim tersebut. Apakah tipe sifat alir yang antitiksotropik SUMBER : SILABUS RHEOLOGY oleh TRI YULIANTI,
tepat untuk sediaan krim tersebut ? SF, Apt.

30 Seorang Apoteker di industry farmasi sedang a. Buffer agent Jawaban : d. Preservatif / pengawet
melakukan pengembangan formula sediaan b. Sweetener
suspensi albendazol-simetikon, dengan formula c. Suspending agent
sebagai berikut : d. Preservatif
Albendazol 40,0 g e. Antioxidant PERATURAN KEPALA BADAN PENGAWAS OBAT
Simetikon 0,24 g DAN MAKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 36
Tween 80 1,0 g ( wetting agent/surfaktan) TAHUN 2013 TENTANG BATAS MAKSIMUM
Xanthan gum 3,0 g (suspending PENGGUNAAN BAHAN TAMBAHAN PANGAN
agent/pengental) PENGAWET
Sukrosa 390,0 g (sweetener)
Sorbitol 130,0 g (sweetener) a. agen penyangga
Natrium benzoate 4,0 g
Kalium sorbat 4,0 g b. pemanis
Asam sitrat 0,6 g (penguat rasa)
Flavor g.s (penguat rasa)
Air ad 1 L (pelarut)
Apakah fungsi Na. Benzoate dan Kalium Sorbat
dalam formula tersebut ?

31 Seorang apoteker di industri farmasi sedang a. Kelas A latar Jawaban : b. Kelas A latar belakang B
menyiapkan ruang filling untuk produksi injeksi belakang A
thiamin HCL yang dibuat secara aseptis b. Kelas A latar
berdasarkan CPOB . apakah jenis ruang yang belakang B
tepat untuk melakukan ruangan tersebut? c. Kelas B latar
belakang B
d. Kelas B latar
belakang C
e. Kelas C latar
belakang D
Pada pembuatan produk steril dibedakan 4 Kelas kebersihan:

– Kelas A: Zona untuk kegiatan yang berisiko tinggi, misal


zona pengisian, wadah tutup karet, ampul dan vial terbuka,
penyambungan secara aseptis. Umumnya kondisi ini
dicapai dengan memasang unit aliran udara laminar
(laminar air flow) di tempat kerja. Sistem udara laminar
hendaklah mengalirkan udara dengan kecepatan merata
berkisar 0,36 – 0,54 m/detik (nilai acuan) pada posisi kerja
dalam ruang bersih terbuka. Keadaan laminar yang selalu
terjaga hendaklah dibuktikan dan divalidasi. Aliran udara
searah berkecepatan lebih rendah dapat digunakan pada
isolator tertutup dan kotak bersarung tangan.
– Kelas B: Untuk pembuatan dan pengisian secara aseptis,
Kelas ini adalah lingkungan latar belakang untuk zona
Kelas A.
– Kelas C dan D: Area bersih untuk melakukan tahap proses
pembuatan yang mengandung risiko lebih rendah.
Poin no 34 :

32 Seorang apoteker di bagian produksi sedang a. Avicel pH101 Jawaban : c. Laktosa


menyusun standar operasional prosedur untuk b. Talk
proses penimbangan bahan Tablet Asetosal 80 c. Laktosa
mg sesuai dengan formula yang telah ditetapkan. d. Mg stearat
Bahan yang ditimbang adalah Asetosal, Laktosa, e. Talk
Avicel pH 101, Talk, Mg Stearat. Apakah bahan
yang ditimbang terakhir ?
Keterangan:

 Avicel pH101
Stabilitas : Avicel stabil, meskipun higroskopis. Harus
disimpan dalam wadah tertutup baik pada tempat sejuk dan
kering.

 Talk
Stabilitas dan Penyimpanan : Stabil, dapat disterilkan dengan
pemanasan pada suhu 160°C tidak lebih dari sejam, juga dapat
disterilkan dengan otilen oksida atau penyinaran gamma

 Laktosa
Stabilitas : Pada kondisi lembab (RH>80%) dapat terjadi
pertumbuhan kapang. Selama disimpan, laktosa dapat berubah
warna menjadi kecoklatan. Reaksi ini dipercepat oleh panas
dan kondisi lembab. Harus disimpan dalam wadah tertutup
baik pada tempat sejuk dan kering.

 Mg stearat
Stabilitas dan Penyimpanan : Stabil dan disimpan di wadah
yang kering dan tertutup rapat.
33 Seorang apoteker di apotek baru saja menerima A. Amoksisilin Alasan : PERMENKES RI No.28/MENKES/PER/I/1978
pesanan obat dari PBF sebagai berikut, B. Vitmain c tentang tata cara penyimpanan narkotika dan
amoksisilin, vitamin C, kodein, guaifenesin dan C. Kodein psikotropika pasal 5.
amlodipin. Semua bentuk sediaan adalah tablet. D. Guaifenesin
Apakah obat yang harus disimpan dalam lemari D. Harus dibuat seluruhnya dari kayu atau benda lain
khusus ? E. Amlodipin yang kuat
E. Harus mempunyai kunci yang kuat
F. Lemari dibagi 2 masing-masing dengan kunci yang
berlainan, bagian pertama dipergunakan untuk morfin,
petidin, dan garam-garamnya, serta persediaan
narkotika; bagian kedua dipergunakan untuk menyimpan
narkotika lainnya yang digunakan sehari-hari
G. Apabila tempat khusus tersebut berupa lemari ukuran
kurang dari 40 x 80 x 100 cm, maka lemari tersebut harus
dibaut pada tembok atau lantai.

34 Seorang laki-laki berusia 30 tahun, datang ke A. 1 tablet Alasan : DOWA 2. PERMENKES 924 tahun 1993.
apotek untuk membeli obat omeprazole tablet Omeprazole maximal 7 tablet.
tanpa resep dokter untuk mengatasi gangguan B. 3 tablet
lambung. Pasien sebelumnya pernah
mendapatkan obat yang sama atas resep dokter. C. 5 tablet
Berapakah jumlah maksimal obat yang dapat
diberikan kepada pasien ? D. 7 tablet

E. 10 tablet

34 Seorang laki-laki datang menebus resep di A. 26 tablet Alasan : Angka romawi :


instalasi farmasi suatu rumah sakit dengan obat
alprazolam 0,5mg No. LVI (s.2.dd.1tab.pc) B. 36 tablet
untuk orang tuanya (laki-laki usia 50 tahun
penderita generalized anxiety disorder/GAD). C. 46 tablet I=1 V=5 X=10 L=50 C=100 D=500 M=1000
Berapakah jumlah obat yang diminta dalam
resep tersebut ? D. 56 tablet

E. 66 tablet

35 Seorang dokter mendiagnosa seorang pasien a. Aminofilin Jawab:


(perempuan, usia 40 tahun) di UGD suatu rumah
b. Epinefrin Adrenalin (epinefrin) dapat mengembalikan kondisi
sakit mengalami syok anafilaksis akut setelah
fisiologik dari gejala darurat (seperti udem laring,
mengkonsumsi tablet amoxsisilin dengan gejala c. Salbutamol bronkospasme, dan hipotensi) yang disebabkan reaksi
ruam kulit, bengkak pada wajah, sesak nafas dan hipersensitif seperti anafilaksis dan angioedema.
d. Difenhidramin
lemas. Pasien juga mengalami hipotensi
Anafilaksis
apoteker menyiapkan obat untuk mengatasi e. Dimenhidrinat
Syok anafilaktik berupa udem larings, bronkospasme dan
syok anafilaksis tersebut untuk memperbaiki
hipotensi memerlukan terapi sesegera mungkin. Individu yang
kondisi pasien. Apakah obat yang tepat
atopik mudah terkena syok anafilaksis. Sengatan serangga
diberikan kepada pasien tersebut?
adalah salah satu risiko (terutama sengatan tawon dan lebah).
Makanan tertentu seperti telur, ikan, protein susu sapi,
kacang-kacangan dan biji-bijian juga dapat menjadi penyebab
anafilaksis.

Produk obat yang dihubungkan dengan anafilaksis antara lain


adalah produk darah, vaksin, preparat hiposensitisasi
(alergen), antibakteri, asetosal dan AINS lain, heparin, obat
pelumpuh otot. Anafilaksis lebih sering terjadi setelah
pemberian parenteral, sehingga fasilitas resusitasi harus selalu
tersedia untuk pemberian injeksi yang disertai risiko khusus.
Reaksi anafilaksis mungkin juga dihubungkan dengan bahan
tambahan dan pengisi dari makanan dan obat. Beberapa
minyak, seperti minyak kacang, yang mungkin terkandung
dalam beberapa produk obat, tidak mungkin menyebabkan
reaksi alergi - meski demikian lebih baik memeriksa
keseluruhan komposisi dari preparat yang mungkin
mengandung lemak atau minyak yang alergenik. Langkah
awal terapi anafilaksis yaitu melancarkan saluran napas,
memperbaiki tekanan darah (pasien dibaringkan pada posisi
datar dengan kaki lebih tinggi), dan pemberian injeksi
adrenalin (epinefrin). Injeksi diberikan secara intramuskular
dengan dosis 500 mcg (0,5 mL injeksi adrenalin, 1 dalam
1000). Dosis 300 mcg (0,3 ml injeksi adrenalin 1:1000),
mungkin sesuai untuk pemberian segera yang dilakukan
sendiri. Dosis ini diulangi setiap 5 menit tergantung tekanan
darah, nadi dan fungsi pernapasan (penting: mungkin perlu
pemberian intravena dengan menggunakan larutan yang lebih
encer). Pemberian oksigen juga sangat penting. Antihistamin,
seperti klorfeniramin yang diberikan sebagai injeksi intravena
lambat dengan dosis 10–20 mg merupakan terapi tambahan
yang bermanfaat, diberikan setelah injeksi adrenalin dan
dilanjutkan selama 24–48 jam untuk mencegah relaps. Pasien
yang menerima beta bloker atau antidepresan perlu perhatian
khusus. Keadaan yang terus memburuk memerlukan terapi
lebih lanjut termasuk cairan intravena, aminofilin intravena
atau nebulisasi agonis adrenoseptor beta–2 (seperti salbutamol
atau terbutalin); di samping oksigen, pernapasan bantuan dan
trakheotomi darurat mungkin diperlukan. Injeksi
kortikosteroid intravena seperti hidrokortison (sebagai natrium
suksinat) dengan dosis 100–300 mg tidak begitu berguna pada
tata laksana awal syok anafilaksis karena mula kerjanya
beberapa jam, tapi obat ini harus diberikan untuk mencegah
memburuknya kondisi pasien yang parah.

http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-3-sistem-saluran-napas-0/34-
antihistamin-hiposensitisasi-dan-kedaruratan-alergi/343
36 Seorang perempuan usia 28 tahun menikah a. Menekan sekresi FSH
memiliki 1 orang anak usia 2 tahun,datang ke b. Menekan sekresi LH
apotek ingin membeli pil KB kombinasi. Salah
atau mengurangi
satu hormone yang terdapat dalam pil kb
tersebut adalah ethiylestradiol 0,03 mg. c.Meningkatkan sekresi
Bagaimanakah mekanisme aksi hormone GRH
tersebut dalam mencegah kehamilan?
d. Meningkatkan sekresi
FSH

e. Meningkatkan sekresi
LH

Literature: Medscape
37 Seorang pasien perempuan usia 35 tahun datang a. Suplemen penambah
ke apotek untuk membeli obat untuk mengatasi zat besi
penyakit anemia yang sedang dialaminya. Pasien
b. Asam folat
mengatakan pada apoteker bahwa dia diagnose
dokter mengalami anemia hipokromik c.Vitamin B12
mikrositik. Apakah obat yang tepat diberikan
d. Eritropoietein
kepada pasien untuk mengobati penyakitnya?
e. Vitamin c
1. Anemia normokromik, normositik

a. Anemia penyakit-penyakit kronik


b. Anemia hemolitik (akibat kerusakan sel-sel darah merah)
c. Anemia perdarahan akut
d. Anemia aplastik (hilangnya precursor sel-sel darah merah
dalam sumsum
tulang)
2. Anemia hipokromik, mikrositik

a. Anemia defisiensi besi


b. Thalasemia
c. Anemia penyakit kronik (jarang)

3. Anemia normokromik, makrositik :

a. Defisiensi vitamin B12


b. Defisiensi asam folat

Anemia defisiensi besi adalah anemia yang timbul akibat


berkurangnya
penyediaan besi untuk eritropoesis, karena cadangan besi
kosong (depleted iron
store) yang pada akhirnya mengakibatkan pembentukan
hemoglobin berkurang

39 Seorang pasien laki-laki usia 35 tahun datang ke a. Epedrin Turunan dari epedrin yang merupakan dekongestan relative
b. pseudoepedrin
apotek ingin membeli obat flu. Pasien menderita aman untuk penderita flu dengan hipertensi / harus monitoring
c. phenilpropanolamin
hipertensi dengan tekanan darah sistol mencapai d. fenileprin
e. levo-N-etilepedrin Yulizekawati.wordpress.com
170 mmHg. Apakah dekongestan yang aman
HCl
untuk di rekomendasikan pada pasien?

40 Seorang pasien laki-laki usia 35 tahun menderita a. Menghambat Pionas.pom.go.id


pembentukan
infeksi saluran napas bagian bawah. Pada
endospora
sampel mucus ditemukan bakteri multiple drug b. Menghmbat
pembentukan
resistant pseudomonas aeruginosa. Dokter
peptidoglikan
meresepkan antibiotic Polymixin untuk pasien c. Menghambat sintesis
theicoic acid
tersebut. Bagaimanakah mekanisme kerja
d. Merusak fosfolipid
antibiotic tersebut? membrane
e. Berperan sebagai
immunizing agent
41 Sebuah industri farmasi akan memesan bahan a. Apoteker Yang berwenang menandatangani alah APJP pengadaan
penanggungjawab
baku pseudoepedrin HCl 30 mg untuk
dalam tim pengadaan
memproduksi obat flu dari importer terdaftar b. Apoteker
penanggungjawab
perkusor farmasi. Pemesanan bahan baku
produksi
tersebut harus melalui peraturan perundang- c. Apoteker
penanggungjawab
undangan yang berlaku. Siapakah yang
gudang
berwenang menandata ngani surat pesanan d. Apoteker
penanggungjawab QC
tersebut?
e. Apoteker
penanggungjawab QA

42 Seorang pasien laki laki usia 20 th penderita a. Pasien tidak perlu PHARMACEUTICAL CARE UNTUK PENYAKIT
TBC dan sedang menjalani pengobatan dengan kwatir, ini efek TUBERKULOSISDIREKTORAT BINA FARMASI
obat TBC datang ke apotekdengan keluhan mual samping biasa KOMUNITAS DAN KLINIK DIREKTORAT JENDERAL
dan sakit perutsetelah minum obat, apakah b. Pasien tidak perlu BINA KEFARMASIAN DAN ALAT
informasi yang tepat disampaikan kepada pasien khawatir,minum KESEHATANDEPARTEMEN KESEHATAN RI 2005
terkait dengan penanganan ESO tersebut? obat diteruskan
saja
c. Pasien bisa
minum obat
dimalam hari
sebelum tidur
d. Pasien pasien
harus segera
konsultasi ke
dokter
e. Pasien harus
menghentikan
minum obat
tersebut

43 Seorang ibu pergi ke apotek utnuk membeli obat a. 4 ml Ini soal pengenceran jadi menggunakan rumus ;
cacing untuk anaknya yang berusia 1,5 tahun b. 8 ml V1 x n1 = v2 x n2
berat badan 10 kg cairan obat yang tersedia di c. 12 ml 10mg/kgbb x 10 kg (bb) = v2 x 25 mg/ml
apotek 25 mg/ml sedangkan dosis yang harus d. 16 ml 100 mg = 25 mg/ml
diberikan 10 mg/kgbb berapakah volume cairan e. 24 ml V2 = 4 ml (jawaban A)
obat cacing yang tepat kepada pasien untuk sekali
pemberian

44 Seorang pasien 25 tahun dibawa ke igd hasil a. Reseptor asetil kolin Antimuscarinic; inhibits action of acetylcholine at
wawancara dengan keluarga pasien berhasil nikotinik parasympathetic sites in smooth muscle, CNS, and
diketahui bahwa pasien mencoba melakukan b. Reseptor asetilkoline secretory glands. Increases cardiac output and dries
usaha bunuh diri dengan meminum obat nyamuk muskarinik secretions (medscape)
cair yang mengandung senyawa golongan c. Enzim insektisida yang sering disalahgunakan untuk usaha
karbamat,apoteker menyiapkan atropin sulfat asetilkolinesterase bunuh diri adalah golongan karbamat. Organofosfat dan
untuk meminimalkan efek toksik racun tersebut d. Metabolit reaktif NAPQI karbamat memiliki mekanisme yang sama yaitu
apakah target aksi dari antidote tersebut. e. Enzim siklooksigenase menghambat enzim asetilkolinesterase. Atropin sulfat
merupakan antidotum lini pertama yang digunakan untuk
intoksikasi organofosfat dan karbamat (Lubis, 2007).
Selain atropin sulfat dapat digunakan pralidoksim
sebagai antidotum untuk reaktivasi enzim
asetilkolinesterase (Marss, 1992).
45 Suatu industri farmasi akan membuat tablet a. Kepala Bagian Gudang Kepala Bagian Pemastian Mutu bertanggungjawab penuh
metilprednisolon 4 mg. Untuk mengurangi dalam seluruh tugas pengawasan mutu mulai dari bahan
ketergantungan terhadap satu supplier yang lain, b. Kepala Bagian Produksi awal, produk antara, produk ruahan, dan produk jadi.
sehingga perlu dilakukan revalidasi proses
produksi. Dalam pelaksanaannya, dibentuk c. Kepala Bagian Riset dan (sumber: pekerjaan apoteker di Industri oleh Rika
komite validasi yang terdiri dari semua bagian Development Febriyanti, via wordpress.com).Bagian Pemastian Mutu
yang terkait dan harus dipimpin oleh seorang bertanggungjawab penuh dalam seluruh tugas
apoteker. Siapakah yang menjadi ketua komite d.Kepala Bagian Pemastian pengawasan mutu mulai dari bahan awal, produk antara,
tersebut?industri farmasi akan membuat tablet Mutu produk ruahan, dan produk jadi.
metilprednisolon 4 mg. Untuk mengurangi (sumber: pekerjaan apoteker di Industri oleh Rika
ketergantungan terhadap satu supplier yang lain, e. Kepala Bagian Pengawasan Febriyanti, via wordpress.com).
sehingga perlu dilakukan revalidasi proses Mutu
produksi. Dalam pelaksanaannya, dibentuk
komite validasi yang terdiri dari semua bagian
yang terkait dan harus dipimpin oleh seorang
apoteker. Siapakah yang menjadi ketua komite
tersebut?

46 Seorang apoteker di industri obat tradisional a. Spektroskopi ultraviolet- Validasi metode analisis yang telah dilakukan dalam
melakukan analisis kadar timbal dalam ekstrak visibel sebuah penelitian menunjukkan bahwa metode
kental jambu biji untuk indikasi diare. Preparasi spektroskopi serapan atom (SSA) dapat digunakan untuk
sampel yang digunakan dengan metode b.Spektroskopi serapan atom menganalisa logam timbal (pb). Spektrofotometri
dekstruksi basah. Apakah instrument yang tepat c. Spektroskopi inframerah serapan atom juga merupakan metode analisa kuantitatif
digunakan oleh apoteker tersebut? yang populer di gunakan untuk menganalisa logam
d. Spektroskopi Massa timbal karena sangat sederhana, selektif dan sensitif
(Harmita, 2000)
e. Spektroskopi C-NMR
Sumber : (Sanusi, Asih mahmudah; Rahayu, wiranti sri;
Utami, Tri iswati. 2010. Identifikasi Cemaran Logam
Timbal dengan metode spektroskopi serapan
atom)(Sanusi, Asih mahmudah; Rahayu, wiranti sri;
Utami, Tri iswati. 2010. Identifikasi Cemaran Logam
Timbal dengan metode spektroskopi serapan atom)
47 Seorang apoteker yang bertugas di bagian RnD a. Wet Granulation  Granulasi basah (Wet Granulation) : zat berkhasiat,
suatu industri farmasi merencanakan untuk pengisi, dan penghancur dicampur homogen, lalu
mengembangkan tablet acetosal 80 mg. Berdasar b. Dry Granulation dibasahi dengan larutan pengikat, bila perlu
ditambahkan pewarna. Diayak menjadi granul dan
literatur, asetosal merupakan kristal berwarna c. Direct Compresion dikeringkan dalam lemari pengering pada suhu 40-
putih, tidak kompresibel, tidak free flowing, 50oC. Setelah kering diayak lagi untuk memperoleh
terurai oleh air. Apakah metode pembuatan tablet d. Fast melt Granulation granul dengan ukuran yang diperlukan dan
yang tepat untuk produksi tablet asetosal ditambahkan bahan pelicin dan dicetak dengan mesin
e.FoamGranulationGranulation
tersebut? tablet. Metode ini bisa dilakukan apabila zat aktif
tahan lembab dan tahan panas dan sifat alirnya buruk
(Anief, 1994). Keuntungan dari metode ini adalah
memperoleh aliran yang lebih baik, meningkatkan
kompresibilitas, mendapatkan berat jenis yang sesuai,
mengontrol pelepasan, mencegah pemisahan
komponen selama proses, meningkatkan distribusi
keseragaman kandungan (Siregar dan Wikarsa, 2010).
 Granulasi kering (Dry Granulation) : proses
pembuatan tablet dengan cara mencampurkan zat
aktif dan bahan dalam keadaan kering, untuk
kemudian dikempa, lalu dihancurkan menjadi partikel
yang lebih besar, lalu dikempa kembali untuk
mendapatkan tablet yang memenuhi persyaratan.
Prinsipnya membuat granul yang baik dengan cara
mekanis, tanpa pengikat dan pelarut. Metode ini
digunakan pada zat aktif yang memiliki sifat aliran
yang buruk (tidak amorf), zat aktif sensitif terhadap
panas dan lembab, kandungan zat aktif dalam tablet
tinggi. Keuntungan metode ini adalah peralatan lebih
sedikit dibanding granulasi basah, cocok digunakan
pada zat aktif tidak tahan panas dan lembab,
mempercepat waktu hancur obat dalam tubuh karena
tidak menggunakan pengikat (Lachman dkk, 1994).
 Cetak langsung (Direct Compresion) : Proses
pembuatan tablet dengan cara pengempaan zat aktif
dan bahan tambahan secara langsung tanpa perlakuan
awal terlebih dahulu.Metode ini digunakan pada
beberapa bahan obat yang bersifat alirnya baik, dosis
kecil, rentang dosis terapi zat tidak sempit, zat aktif
tidak tahan pemanasan dan lembab (Ansel, 1989).
Keuntungan dari metode ini adalah lebih ekonomis
karena validasi proses lebih sedikit, lebih singkat
prosesnya karena proses yang dilakukan lebih sedikit
maka waktu yang diperlukan untuk menggunakan
metode ini lebih singkat tenaga dan mesin yang
dipergunakan juga lebih sedikit, dapat digunakan
untuk zat aktif yang tidak tahan panas dan tidak tahan
lembab, waktu hancur dan disolusinya lebih baik
karena tidak melewati proses granul, tetapi langsung
menjadi partikel. Modifikasi lanjut dari proses cetak
langsung adalah penggunaan penggerusan pencampur
zat aktif keras dengan satu atau lebih pengisi dan
penambahan pengisi dan pengikat lain sebelum
campuran akhir dicetak langsung (siregar dan
wikarsa 2010)
48. Seorang apoteker dibagian R & D suatu industri a. Binder sudut diam adalah sudut yang terbentuk oleh serbuk pada
farmasi sedang menguji granul formula tablet b. Diluents permukaan horizontal. Biasanya sudut diamyang
amoxicillin 500 mg dan memperoleh sudut diam c. Disintegrant dibentuk oleh serbuk farmasetik berkisar antara 20o-40o,
d. Filler
granul sebesar 500. Untuk memeperbaiki kondisi dan secara umum serbuk semakin rendah sudut diam
e. Glidant / pelicin
tersebut perlu dilakukan evaluasi terhadap bahan Agar granul mudah maka serbuk semakin baik sifat alirnya (free flowing).
tambahan yang digunakan . apakkah bahan mengalir.
tambahan yang harus dievaluasi untuk Glidant adalah bahan yang memperbaiki aliran dan
memperbaiki karakteristik fisik granul tersebut? campuran serbuk, bahan-bahan ini selalu ditambahkan
pada lubrikan kering terutama untuk pencetakan (selama
25 kondisi yg baik/sifat alirnya bagus lubrikasi).
Fudholo A., 2013,sediaan solida, pustaka pelajar,
yogyakarta

49. Seorang apoteker dibagian produksi industry obat a. 12% Persyaratan mutu (kadar air ≤10%, kecuali untuk
tradisional sedang menganalisis mutu simplisia b. 10% efervesen ≤5%)
rimpang meniran yang akan diproduksi menjadi c. 8% 1. Rajangan yang diseduh dengan air panas sebelum
agen imunomodulator. Salah satu parameter mutu d. 6% digunakan
yang diuji adalah kadar air simplisia. Berapa e. 4% 2. Rajangan yang direbus sebelum digunakan
persenkah kadar maksimal untuk parameter 3. Serbuk simplia yang diseduh dengan air panas
tersebut?apoteker dibagian produksi industry obat sebelum digunakan
tradisional sedang menganalisis mutu simplisia 4. Sediaan lainnya (serbuk instan, granul, serbuk
rimpang meniran yang akan diproduksi menjadi efervesen, pil, kapsul lunak, tablet/kaplet, tablet
agen imunomodulator. Salah satu parameter mutu efervesen, tablet hisap, pastiles, dodol/jenang, film
yang diuji adalah kadar air simplisia. Berapa strip dan cairan obat dalam. (BPOM nomor 12 tahun
persenkah kadar maksimal untuk parameter 2014. Persyaratan Mutu Obat Tradisional)
tersebut? Direktur Jendran POM. Parameter Standarisasi Umum
ekstrak Tumbuhan Obat.Jakarta:DEPKES RI:2000

50. Seorang apoteker diindustri farmasi sedang a. Bahan pengikat kering Capping/Laminating
melakukan formulasi tablet vitamin c dengan terlalu banyak
metode granulasi kering. Setelah dikempa tablet b. Kekurangan fines didalam Capping : bagian atas tablet terpisah dari bagian
granul utamanya
tersebut mengalami capping. Apakah penyebab
c. Posisi punch bawah saat
dari rusaknya tablet vitamin c tersebut? ejection terlalu rendah. Laminating : tablet memisah dan menjadi 2 bagian saat
d. Bahan lubrikan dalam proses pengeluaran dari die
formula terlalu banyak
e. Permukaan punch terlalu Penyebab :
datar dan kecepatannya
rendah Terjebaknya udara dalam granul sehingga tertekan dalam
die selama pengempaan dan kemudian mengembang
pada saat gaya kempa dilepaskan (Jeratan udara
disebabkan jumlah fine dalam granul)

Kadar air granul terlalu tinggi

Terlalu banyak/ terlalu sedikit lubrikan

Punch dan die masih baru sehingga menyatu sangat rapat


pada saat pengempaan (gaya tekan terlalu besar)

Zat pengikat yang kurang tepat.

Fudholo A., 2013,sediaan solida, pustaka pelajar,


yogyakarta

51. Seorang pasien laki-laki usia 42 tahun, penderita a. 1 kali sehari 1 tablet sesudah s.d.d = semel de die  sekali sehari
gangguan jantung, datang ke apotek membawa makan
resep sebagai berikut: b. 1 kali sehari 1 tablet sebelum b.d.d = bes de die  dua kali sehari
Semarang, 9 juni 2017 makan
Iter 3x c. 1 kali sehari 1 tablet bersama t.d.d = ter de die  tiga kali sehari
makan
R/ asipilet 80 mg No XV d. 2 kali sehari 1 tablet sesudah pc = post coenam  setelah makan
S sdd tab 1 pc makan
ac = ante coenam
R/ captopril 12.5 mg No XXX e. 2 kali sehari 1 tablet
S bdd tab 1 ac sebelum makan
R/Lasik 10 mg No XV
S sdd tab 1 S bdd tab 1 pc = 2 kali sehari 1 tablet sesudah
R/ kalium sustained Release (KSR) 600 mg No makanbdd tab 1 pc = 2 kali sehari 1 tablet sesudah
XLV makan
S tdd tab 1

Bagaimanakah penandaan aturan pakai dalam


etiket pada obat captopril?penandaan aturan pakai
dalam etiket pada obat captopril?

52. Seorang apoteker sedang melakukan perencanaan a. Vital a. Vital merupakan obat vital, obat-obatan yang harus ada
pengadaan injeksi adrenalin 1 mg bolus. Obat ini b. Esensial dan penting untuk kelangsungan hidup antara lain:obat
harus tetap terjaga tingkat ketersediaannya karena c. Nonesensial penyelamat jiwa, obat untuk pelayanan kesehatan
injeksi adrenalin merupakanlife saving drugs d. Prioritas pokok, obat untuk mengatasi penyakit penyebab
untuk cardiac arrest. Berdasarkan prespektif e. Utama kematian terbesar, dibutuhkan sangat cepat, tidak dapat
patient oriented, termasuk kedalam golongan digantikan obat lain.
apakah obat tersebut?apoteker sedang melakukan b. Esensial merupakan obat-obat penting yang dapat
perencanaan pengadaan injeksi adrenalin 1 mg melawan penyakit tapi tidak vital. Obat esensial yang
bolus. Obat ini harus tetap terjaga tingkat bekerja kausal yaitu obat yang bekerja pada sumber
ketersediaannya karena injeksi adrenalin penyebab penyakit, tidak untuk mencegah kematian
merupakan life saving drugs untuk cardiac arrest. secara langsung/kecacatan.
Berdasarkan prespektif patient oriented, c. Non esensial merupakan obat-obat yang kurang
termaksuk kedalam golongan apakah obat penting, dan diadakan hanya sebagai penunjang
tersebut? kelengkapan saja. Obat penunjang yaitu obat yang
kerjanya ringan dan biasa digunakan untuk
menimbulkan kenyamanan atau untuk mengatasi
keluhan ringan.
d. Prioritas : harus diadakan tanpa memperdulikan
sumber anggaran. Pada analisis ABC-VEN termasuk
dalam kelompok AV, BV dan CV (kategori vital
A, vital B,vital C).
Utama : Dialokasikan pengadaannya dari sumber
dana tertentu. Pada analisis ABC-VEN termasuk
dalam kelompok AE, BE, CE (kategori essensial A,
essensial B, essensial C)

Departemen Kesehatan RI. 2008. Pedoman


Pengelolaan Perbekalan Farmasi di Rumah Sakit,
Direktorat Jenderal Bina Kefarmasian dan Alat
Kesehatan, Cetakan kedua, Departemen Kesehatan
Republik Indonesia, Jakarta.

53. Seorang apoteker sedang melakukan perencanaan a. Krim fluticasone 0,05% f. Krim fluticasone 0,05%
pengadaan injeksi adrenalin 1 mg bolus. Obat ini b. Krim betametason 0,1% Indikasi : untuk mengatasi peradangan dan gatal-gatal
harus tetap terjaga tingkat ketersediaannya karena c. Krim hidrokortison 1% dari dermatitis yang respontif terhadap kortikosteroid
injeksi adrenalin merupakan life saving drugs d. Lotion calamine
g. Krim betametason
untuk cardiac arrest. Berdasarkan prespektif e. Salep miconazole nitrat 2%
patient oriented, termasuk kedalam golongan Indikasi : ekzema, termasuk ekzema atopic, infantile,
apakah obat tersebut?pasien, laki-laki usia 43 stasis, diskoid, dan prurigo
tahun datang ke poli kulit suatu rumah sakit dan h. Krim hidrokortison
didiagnosa mengalami panu (pityriasis vesikolor) Indikasi : dermatitis atopic, alergi ; pruritus anogenital,
dengan gejala bercak-bercak putih bergerombol neurodermatitis.
dan terasa gatal pada kulit punggungnya. Obat i. Lotion calamine
apakah yang tepat untuk mengobati penyakit
Indikasi : terapi tambahan untuk ruam popok, luka
pasien?
minor, kulit kering, luka bakar pada kulit akibat
paparan sinar matahari, iritasi dan inflamasi pada kulit.
j. Salep miconazole nitrat
Indikasi : dermatofitosis, mikosis, dan berbagai infeksi
jamur, superinfeksi karena bakteri gram positif.

Sumber : Buku MIMS


54 Seorang pasien,perempuan,usia 31 a. Zidovudin + Lamivudine Populasi Pilihan yang Catatan
tahun,menikah,penderita HIV AIDS selama 2 + Nevirapine Target direkomendasikan
tahun,berkonsultasi ke dokter di suatu rumah b. Zidovudin + Lamivudine + Dewasa dan zidovudine atau Merupakan piliha
sakit untuk pengobatan penyakitnya. Saat ini, anak tenofovir + paduan yang
Evafirenz
pasien tengah hamil usia 3 minggu. Dokter lamivudine (atau sesuai untuk
meminta pendapat apoteker mengenai kombinasi c. Tenofovir + Zidovudin +
emtricitabine) + sebagian besar
ARV yang akan digunakan untuk pasien ini. Evafirenz efavirenz atau pasien
Apakah ARV yang tepat untuk rekomendasikan d. Zidovudin + Nevirapine + nevirapine
kepada dokter untuk pengobatan pasien tersebut? Tenofovir Perempuan zidovudine + Tidak boleh
e. Tenofovir + Nevirapine + hamil lamivudine + menggunakan
efavirenz atau efavirenz pada
Emtricitabine
nevirapine trimester pertama
tenofovir bisa
merupakan piliha
Ko-infeksi zidovudine atau Mulai terapi ARV
HIV/TB tenofovir + segera setelah
lamivudine terapi TB dapat
(emtricitabine) + ditoleransi (antara
efavirenz 2 minggu hingga
minggu)

Ko-infeksi tenofovir + Pertimbangkan


HIV/Hepatitis lamivudine pemeriksaan
B kronik aktif (emtricitabine) + HBsAg terutama
efavirenz atau bila tenofovir
nevirapine merupakan padua
lini pertama.
Diperlukan
penggunaan 2
ARV yang
memiliki aktivitas
anti-HBV
SUMBER : TATALAKSANA KLINIS
INFEKSI HIV DAN TERAPI
ANTIRETROVIRAL, Kemenkes RI
tahun 2011
55 Seorang pasien, wanita, usia 25 tahun, mengalami a.Dosis tablet Acyclovir Pengobatan minimal 7 hari
infeksi herpes zoster. Pasien mendapatkan resep terlalu tinggi Acyclovir tablet diminum 5 kali sehari
dengan obat : b. Jumlah tablet Acyclovir Kebutuhan acyclovir tablet seharusnya
R/ Acyclovir tablet 400 mg NO. X kurang 5 tablet/hari X 7 hari = 35 tablet
c. Frekuensi pemberian Acyclovir yang dibutuhkan untuk terapi pasien tersebut
S. 5 dd 1 tablet d.c Dihabiskan Acyclovir terlalu banyak adalah 35 tablet
R/ Acyclovir Cream NO. I d. Waktu pemberian Acyclovir
kurang tepat
S.U.E e. Cara pemakaian Acyclovir
Pengobatan infeksi virus herpes zoster minimal cream tidak tepat
dilakukan 7 hari. Permasalahan klinik apakah
yang terdapat dalam resep ?

56 Seorang apoteker di rumah sakit akan melakukan a.Dekstrose 5% Analisa ABC


pengadaan obat, akan tetapi mengalami kendala b. Amoksisilin tablet a) A (Always)
di dalam pemenuhan anggaran, sehingga harus c. Vitamin C Obat harus ada karena berhubungan dengan
melakukan skala prioritas di dalam pengendalian dalam pengadaannya. Persentase
d. Vitamin B
pengadaannya. Berikut adalah analisis ABC-VEN
e. Epinefrin injeksi kumulatifnya antara 75%-80%. Kategori A tersebut
yang telah dilakukan oleh apoteker tersebut.
menunjukkan 10%-20% macam persediaan memiliki
70%-80% dari total biaya persediaan. Hal ini berarti
persediaan memiliki nilai jual yang tinggi sehingga
memerlukan pengawasan ekstra dan pengendalian yang
harus baik (Quick, 1997).
b) B (Better)
Kategori B, 20-40% item obat di rumah sakit dengan
alokasi dana 10-15% dari keseluruhan anggaran
V E N
obat.Persentase kumulatifnya antara 80-95% (Quick,
A Dekstrose 5% Amoksisili Vitamin
infus n tablet C 1997).
B Epinefrin Ceftriakso Vitamin c) C (Control)
injeksi n injeksi B Obat mempunyai nilai yang rendah, yaitu sekitar 5%
C Cetirizine Dapson Vitamin namun jumlah obat sangat banyak, yaitu mencapai
tablet tablet A 60%. Karena obat selalu tersedia maka pengendalian
Dari daftar obat tersebut, obat apakah yang dapat pada tingkat ini tidak begitu berat. Persentase
ditunda terlebih dahulu dalam pengadaannya?
kumulatifnya antara 95%-100% (Quick, 1997).

Analisa VEN
Kategori V atau vital yaitu obat yang harus ada yang
diperlukan untuk menyelamatkan kehidupan, kategori
E atau essensial yaitu obat yang tergolong efektif untuk
menyembuhkan penyait, dan kategori N atau non
essensial yaitu meliputi berbagai bacam obat yang
digunakan untuk penyakit yang dapat sembuh sendiri,
obat yang diragukan manfaatnya dibandigkan obat lain
yang sejenis.
Jenis obat yang termasuk kategori A (dalam analisis
ABC) adalah benar-benar yang diperlukan untuk
menanggulangi penyakit terbanyak dan obat tersebut
statusnya harus E dan sebagain V (dari analisa VEN)
sehingga perlu dikendalikan secara ketat. Sebaliknya
jenis obat dengan status N harusnya masuk dalam
kategori C dan menjadi prioritas pertama untuk
dikurangi atau dihilangkan dari rencana kebutuhan.

(- Depkes RI. 2008. Pedoman Pengelolaan Perbekalan


Farmasi di Rumah Sakit. Jakarta: Departemen
Kesehatan RI.
- Quick,J. The Selection, P, Distribution and use of
pharmaceuticals. In Managing Drug Supply. Second
Edition. Kumarian Press Book on International
Development. 1997)

* Yang prioritas untuk di adakan adalah obat Vital dan


berkategori A
*yang bisa ditunda pengadaannya adalah obat Non
esensial dan berkategori C
( karena dalam pilihan jawaban tidak terdapat pilihan
Vitamin A yang merupakan obat Non esensial dan
berkategori C, maka obat yang bisa di tunda
pengadaanya adalah obat Non esensial dan berkategori
B)

57 Seorang pasien perempuan didiagnosa menderita a. Docetaxel


kanker payudara stadium 1B pemeriksaan b. Tamoksifen
patologi anatominya menunjukkan kankernya c. Metotreksat
positif reseptor hormone yaitu (ER+) pasien akan d. Carboplatin
diberikan terapi adjuvant sistemik setelah terapi e. Trastuzumab
radiasi. Apakah terapi yang tepat

58 Seorang pasien laki laki usia 48 tahun BB 68 kg a. 19.96 mg/menit GFR= (140-USIA) X BB
dirawat di suatu rumah sakit dan didiagnosa b. 20.69 mg/menit 72X serum creatinine
dokter mengalami gagal ginjal akut dengan gejala c. 12.96 mg/menit = (140- 48)x 68
72x 4,2
berkurangnya produksi urine (output 200 ml/hari) d. 22.69 mg/menit
= 6256
nyeri pada daerah punggung dan mengalami e. 23.69 mg/ ment 302,4
udem pada daerah mata betis dan kaki. Serum = 20,687 mg/menit
kreatinin adalah 4.2 mg/dl. Berapakah nilai gfr
pasien ?

59 Seorang pasien laki laki usia 54 tahun dibawa ke a. N-asetil sistein


igd dengan keluhan lemas dada berdebar dan b. Lidokain
detak jantung tak beraturan pasien diketahui rutin c. Asam folinat
mengkonsumsi digoksin sejak 3 tahun terakhir d. Defenipron
untuk pengobatan gagal jantung yang dideritanya. e. Calcium glukonas
Pasien didiagnosa mengalami keracunan
digoksin. Apakah antidote yang tepat ?

60 Seorang perempuan datang ke apotek untuk a. 2,5 ml Pembahasan:


membeli sirup parasetamol 120 mg/5ml untuk
anaknya (laki-laki, usia 8 tahun) yang sedang b. 5,0 ml Diketahui:
sakit gigi. Dosis parasetamol untuk anak berusia c. 7,5 ml - usia anak 8 tahun
6-8 tahun adalah 240 mg, 3-4 kali sehari. - dosis PCT usia 6-8 tahun = 240 mg 3-4 kali/hari
Apoteker menyerahkan obat kepada pasien dan d. 10,0 ml - sirup PCT yang tersedia adalah 120 mg/ 5ml
memberikan informasi mengenai dosis dan aturan Ditanya:
e. 12,5 ml
pakai obat. Berapakah volume sirup yang harus
Volume sirup yang harus di minum pasien untuk sekali
diminum pasien tersebut untuk tiap kali minum
minum?
obat agar dosis terapinya dapat terapai? Jawab:

240 𝑚𝑔
𝑥 5 𝑚𝑙 = 10 𝑚𝑙
120𝑚𝑔

61 Seorang perempuan, usia 25 tahun, sedang haid, a. Care giver WHO juga menjelaskan peran apoteker dalam pelayanan
datang ke apotek untuk membeli obat dengan b. Teacher kesehatan yaitu:
keluhan keluhanlemas dan nyeri hebat pada perut. c. Communicator
d. Manager 1) Care giver, artinya apoteker dapat memberi pelayanan
Apoteker selanjutnya memilihkan asam
e. Decision maker kepada pasien,memberi informasi obat kepada
mefenamat untuk meredakan nyeri yang dialami
dan memberikan informasi cara pakai obat (3 x masyarakat dan kepada tenaga kesehatan
sehari 1 tablet setelah makan). Berdasarkan lainnya.
aktivitas tersebut, apakah perana yang telah
dilakukan apoteker tersebut? 2) Decision maker, artinya apoteker mampu mengambil
keputusan, tidakhanya mampu mengambil keputusan
dalam hal manajerial namun harusmampu mengambil
keputusan terbaik terkait dengan pelayanan
kepadapasien, sebagai contoh ketika pasien tidak mampu
membeli obat yangada dalam resep maka apoteker dapat
berkonsultasi dengan dokter ataupasien untuk pemilihan
obat dengan zat aktif yang sama namun harganyalebih
terjangkau.

3) Communicator, artinya apoteker mampu


berkomunikasi dengan baikdengan pihak ekstrenal
(pasien atau customer) dan pihak internal (tenaga

profesional kesehatan lainnya).

4) Leader, artinya apoteker mampu menjadi seorang


pemimpin di apotek.Sebagai seorang pemimpin, apoteker
merupakan orang yang terdepan diapotek, bertanggung
jawab dalam pengelolaan apotek mulai darimanajemen
pengadaan, administrasi, manajemen SDM serta
bertanggungjawab penuh dalam kelangsungan hidup
apotek.

5) Manager, artinya apoteker mampu mengelola apotek


dengan baik dalamhal pelayanan, pengelola manajemen
apotek, pengelolaan tenaga kerjadan administrasi
keuangan. Apoteker harus mempunyai
kemampuanmanajerial yang baik, yaitu keahlian dalam
menjalankan prinsip-prinsipilmu manajemen.

6) Life long learner, artinya apoteker harus terus-


menerus menggali ilmupengetahuan, senantiasa belajar,
menambah pengetahuan danketerampilannya serta
mampu mengembangkan kualitas diri.

7) Teacher, artinya apoteker harus mampu menjadi guru,


pembimbing bagistafnya, harus mau meningkatkan
kompetensinya, harus mau menekuniprofesinya, tidak
hanya berperan sebagai orang yang tahu saja,
namunharus dapat melaksanakan profesinya dengan baik.

8) Researcher, artinya Seorang farmasis harus bisa


menggunakan sesuatuberdasarkan bukti (ilmiah, praktek
farmasi, sistem kesehatan) yangefektif dalam
memberikan nasehat pada pengguna obat secara
rasionaldalam tim-tim pelayanan kesehatan.
9) Entrepreneur yaituSeorang farmasi/apoteker
diharapkan terjun menjadi wirausaha dalam
mengembangkan kemandirian serta membantu
mensejahterakan masyarakat. misalnya dengan
mendirikan perusahaan obat, kosmetik, makanan,
minuman, alat kesehatan, baik skala kecil maupun skala
besar, mendirikan apotek, serta bisnis tanaman obat dan
lai lainnya.

62 Seorang pasien rawat inap disebuah rumah sakit, a. Individual prescribing Ada 2 bentuk distribusi perbekalan farmasi di rumah
mendapat resep obat sebagai berikut: b. Ward floor stock sakit:
c. Automatic dispensing 1.Sentralisasi
d. Unit dose dispensing Penyimpanan dan pendistribusian perbekalan farmasi
e. Once daily dose dispensing dipusatkan pada satu tempat di Instalasi Farmasi
R/ Furosemid inj ampl 1
(unit/bagian distribusi perbekalan farmasi). Seluruh
S 1 dd 1 kebutuhan perbekalan farmasi untuk unit
pelayanan/ruang rawat baik untuk kebutuhan individu
pasien maupun kebutuhan dasar ruang rawat disuplai
langsung dari pelayanan farmasi pusat.
R/ Kaptopril 50 mg tab III 2. Desentralisasi
S 3 dd 1 Pelayanan farmasi mempunyai cabang di dekat unit
pelayanan/ruang rawat yang disebut depo/satelit
farmasi. Penyimpanan dan pendistribusian perbekalan
farmasi tidak langsung dilayani oleh pelayanan farmasi
Apoteker mengemas obat dalam kemasan pusat tetapi disuplai dari depo/satelit tersebut. Ada 4
terpisah untuk penggunaan 1 kali dosis, yaitu sistem distribusi perbekalan farmasi yaitu :
Furosemid 1 ampul dalam 1 kantong dan a. Sistem persediaan lengkap di ruang rawat (Ward
kaptopril 50 mg 1 tablet dalam 1 kantong. Total Floor Stock)
Apakah jenis metode distribusi obat yang Seluruh persediaan obat kebutuhan pasien disimpan di
dilakukan oleh apoteker tersebut? ruang rawat, dan pengelolaannya menjadi tanggung
jawab perawat. Kebutuhan obat pasien langsung
dilayani oleh perawat di ruang rawat, sehingga
farmasis tidak terlibat sama sekali dalam proses
pengkajian resep sebelum obat disiapkan.
b. Sistem resep individual (pesanan obat secara
individual)
Sistem ini memberikan pelayanan kepada pasien secara
individual dan cara ini memudahkan penarikan
pembayaran atas obat yang diberikan kepada pasien.
c. Kombinasi sistem resep individual dengan Total
Floor Stock
Pada sistem ini distribusi obat terutama dilakukan
berdasarkan resep individual dikombinasikan dengan
total floor stock untuk perbekalan farmasi tertentu dan
dalam jumlah terbatas. Sistem ini umumnya digunakan
pada rumah sakit yang menarik biaya pengobatan
secara individual.
d. Sistem dosis unit
Pada sistem dosis unit, permintaan obat pada instruksi
pengobatan tidak diserahkan seluruhnya tetapi
disiapkan hanya untuk kebutuhan 24 jam, dan obat
dikemas dalam bentuk satuan dosis unit/ wadah plastik
kecil untuk satu waktu pemberian (satu kemasan untuk
satu waktu pemberian, yaitu pagi, siang, sore, dan
malam).
63 Seorang apoteker pengelola apotek menghitung a. Rp. 3.600.000 Laba kotor = 𝑅𝑝.40.000.000 1,1
laba kotor untuk obat bebas pada bulan Mei 2017. b. Rp. 3.700.000 = 36.363.636,364 – 40.000.000
Omset apotek pada bulan itu untuk obat bebas c. Rp. 3.800.000 = Rp. 3. 636. 363,636
sebesar Rp. 40.000.000,00 dengan index 1,1.
d. Rp. 3.900.000
Berapakah laba kotor obat bebas apotek tersebut
pada bulan Mei 2017 tersebut? e. Rp. 4.000.000
64 Seorang apoteker di instalasi farmasi rumah sakit a. Amlodipin 5 mg-Amlodipin Menurut Permenkes RI No.
hendak melakukan penataan obat-obat berikut ini. 10 mg-Atorvastatin 10 1691/MENKES/PER/VIII/2011 Tentang Keselamatan
Amlodipin tablet 5 mg, Amlodipin tablet 10 mg, mgAtorvastatin 20 mg- Pasien Rumah Sakit, LASA masuk kedalam obat-
Atorvastatin tablet 10 mg, Atorvastatin tablet 20 obatan yang perlu diwaspadai (high-alert medications),
Captopril 12,5 mg
mg dan Captopril tablet 12,5 mg. Apoteker yaitu obat yang sering menyebabkan terjadi
hendak membuat sistem penyimpanan b. Atorvastatin 10 mg- kesalahan/kesalahan serius (sentinel event) dan Obat
berdasarkan alfabetis dan LASA (Look Alike Amlodipin 5 mg-Atorvastatin yang berisiko tinggi menyebabkan Reaksi Obat yang
Sound Alike). Bagaimanakah urutan yang tepat 20 mgAmlodipin 10 mg- Tidak Diinginkan (ROTD) (Menkes RI, 2011).
berdasarkan sistem penyimpanan tersebut? Captopril 12,5 mg
c. Amlodipin 5 mg- Captopril Penyimpanan Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan
12,5 mg- Amlodipin 10 mg- Bahan Medis Habis Pakai yang penampilan dan
penamaan -21- yang mirip (LASA, Look Alike Sound
Atorvastatin 10 mg-
Alike) tidak ditempatkan berdekatan dan harus diberi
Atorvastatin 20 mg penandaan khusus untuk mencegah terjadinya
d. Atorvastatin 10 mg- kesalahan pengambilan Obat.
Captopril 12,5 mg-
Atorvastatin 20 mg- • LASA
Amlodipin 5 mg- Amlodipin (Look Alike Sound Alike) merupakan sebuah
10 mg peringatan (warning) untuk keselamatan pasien (patient
safety) : obat-obatan yang bentuk / rupanya mirip dan
e. Amlodipin 5 mg- pengucapannya / namanya mirip TIDAK BOLEH
Atorvastatin 10 mg- diletakkan berdekatan. • Walaupun terletak pada
Amlodipin 10 mg- kelompok abjad yang sama harus diselingi dengan
Atorvastatin 20 mg- minimal 2 (dua) obat dengan kategori LASA diantara
Captopril 12,5 mg atau ditengahnya.

65 Seorang apoteker di puskesmas sedang a. 0 0C-2 0C dengan penyimpanan vaksin, aturan umum untuk
melakukan penyimpanan vaksin harus dilakukan b. 2 0C-8 0C sebagian besar vaksin, bahwa vaksin harus didinginkan
dengan cara yang benar agar kualitas vaksin c. 8 0C-15 0C pada temperature 2-8° C dan tidak membeku. Sejumlah
terjaga dan tidak rusak saat diberikan pada vaksin (DPT, Hib, Hepatitis B dan Hepatitis A) akan
d. 15 0C-25 0C
pasien. Kualitas vaksin dijaga dengan tidak aktif bila beku.
memperhatikan suhu dalam penyimpanan. Salah e. 25 0C-30 0
satu vaksin yang harus dijaga suhunya adalah Pada setiap tahapan rantai dingin maka transportasi
DPT-Hib. Berapakah suhu penyimpanan vaksin vaksin dilakukan pada temperature 0°C sampai 8°C.
yang tepat untuk vaksin tersebut Vaksin polio boleh mencair dan membeku tanpa
membahayakan potensi vaksin. Vaksin DPT, DT, dT,
hepatitis-B dan Hib akan rusak bila membeku pada
temperature 0° (vaksin hepatitis-B akan membeku
sekitar -0,5°C). Lemari es adalah tempat menyimpan
vaksin BCG, Td, TT, DT, hepatitis B, Campak dan
DPT-HB-Hib, pada suhu yang ditentukan +20C s.d.
+80C dapat juga
difungsikan untuk membuat kotak dingin cair (cool
pack).

http://www.indonesianpublichealth.com/managemenpe
nyimpanan-vaksin/

66 Seorang apoteker sedang melakukan monitoring a. Bradikardia Bradikardia adalah kondisi di mana jantung penderita
efek samping obat pada seseorang pasien anak b. Takikardia berdetak lebih lambat dari kondisi normal.
(laki-laki, usia 5 tahun, penderita asma akut) di c. Aritmia jantung
ruang rawat inap suatu rumah sakit. Pasien sudah d. Ischemia jantung Takikardia adalah kondisi di mana detak jantung
menggunakan nebulizer salbutamol 2,5 mg 2 kali seseorang di atas normal dalam kondisi beristirahat.
e. Vibrilasi ventrikel
sehari selama 3 hari. Perawat mengatakan bahwa >100 - < 200
Detak jantung 60-100
pasien mengalami peningkatan denyut jantung Aritmia adalah suatu tanda atau gejala dari gangguan
(145 x per menit). Apakah efek samping obat
Takikardia →di atas 100 detak jantung atau irama jantung
yang dialami pasien tersebut?
Ischemia jantung adalah kondisi penyempitan
bradikardia →kurang 60
pembuluh darah arteri jantung yang disebut pembuluh
darah koroner.

Vibrilasi ventrikel adalah kelainan ritme jantung, di


mana jantung akan berdenyut secara sangat cepat. > 200-
300

67 Pasien laki-laki berusia 22 tahun selama 12 jam a. Sefadroksil 2 x sehari 500 alternatif untuk alergi penisilin dapat diberikan
merasakan nyeri saat menelan, pusing, demam mg clindamisin atau erytromisin,
(40oC) dan muntah sebanyak 2 kali. Dokter b. Sulfametoksasal 2 x sehari Alternatives in Penicillin Allergic Patients
mendiagnosa pasien mengalami acute pharyngitis 480 mg •patients
Oral erythromycin or clindamycin is acceptable for
allergic to penicillin.
akibat infeksi bakteri karena hasil pemeriksaan c. Ampisilin 4 x sehari 500 Guadline,
of Guideline for The Diagnosis and Management
Acute Pharyngitis
laboratorium menunjukkan leukositosis dan mg
neutrophilia. Pasien juga memiliki alergi obat d. Metronidazole 3 x sehari
golongan penisilin. Apakah antibiotika yang tepat 500 mg
diresepkan dokter untuk pasien tersebut ? e. Eritromisin 3 x sehari 500
mg

68 Seorang pasien berusia 40 tahun datang ke dokter a. 1 kali Pada orang dewasa diberikan vaksin hepatitis b
dan ingin berkonsultasi terkait kekhawatiran b. 2 kali sebanyak 3 kali, yaitu pada bulan 0, 1, dan 6. Dosis
penularan penyakit hepatitis B yang saat ini c. 3 kali pemberian adalah 0,5 cc setiap kali pemberian dengan
sedang dialami oleh suaminya. Dokter spesialis d. 4 kali suntikan ke dalam otot pada lengan atas.
berencana memberikan vaksin Hepatitis B e. 5 kali
rekombina pada pasien tersebut. Berapakah
frekuensi pemberian vaksin yang tepat
direkomendasikan untuk diberikan kepada
perempuan tersebut?
69 Seorang perempuan usia 35 tahun, hamil usia 6 a. Domperidon
minggu, datang ke apotek ingin membeli obat b. Piridoksin
untuk mengatasi keluhan mual dan muntah. c. Omeprazole
Keluhan dirasakan sejak 3 hari ini, terutama saat d. Metoklopramid
bangun tidur dan mencium bau tidak sedap. e. Betahistin
Apakah obat antimual lini pertama yang tepat
diberikan pada perempuan tersebut?
Manajemen Awal Untuk Mengatasi Mual Dan Muntah
Pada Ibu Hamil Sering Kali Dengan Perubahan Pola
Makan Dan Gaya Hidup.
Lini 1→Piridoksin
Lini 2→Metok Sebagai Terapi Lini Pertama Adalah Piridoksin (10-25
Mg Satu Sampai Empat Kali Kali Sehari). Jika Masih
Lini 3→Ondansent
Gejala, Dapat Ditambah Histamin-1 Reseptor Antagonis
(H1RA), seperti dimenhydrinate, dimenhydramine atau
meclizine.

Sumber : dipiro ed 7 (hal 304)

70 Seorang perempuan usia 35 tahun, datang a. Antasida Penatalaksanaan terapi GERD :


keapotek ingin membeli obat untuk keluhan nyeri b. Ranitidin
perut, mual, muntah, dan dada terasa terbakar. c. Omeprazole
d. Misoprostol
Diketahui saat ini pasien hamil trimester pertama,
e. Sukralfat
dan memiliki riwayat dyspepsia sejak 3 tahun
yang lalu. Satu minggu yang lalu pasien
didiagnosa mengalami GERD. Apakah obat yang
tepat untuk mengatasi keluhan pasien tersebut?
Terapi GERD dengan perubahan gaya hidup dan terapi
menggunakan antasida atau H2 Reseptor Antagonis
(H2RA) atau PPIs.

Sumber : Dipiro ed 7 (hal 263)

Antasida : Penggunaan pada kehamilan termasuk dalam


kategori C

Ranitidin: Penggunaan pada kehamilan termasuk dalam


kategori B

Omeprazole : Penggunaan pada kehamilan termasuk


dalam kategori C. Sebaiknya menghindari penggunaan
omeprazole pada ibu hamil terutama pada trimester
pertama.

Misoprostol : Penggunaan pada kehamilan termasuk


dalam kategori C. Dapat menyebabkan keguguran.

Sukralfat : kategori B. Melapisi dinding usus dengan


membentuk polimerasi pada pH dibawah 4 untuk
menghasilkan gel yang sangat lengket.

Sumber : medscape
71 Seorang pasien, perempuan berusia 45 tahun, a. Valsartan Lisinopril Obat Antihipertensi Golongan ACE
datang ke klinik dengan keluhan batuk kering. b. Lisinopril Inhibitor.
Pasien memiliki riwayat hipertensi dan sedang c. Candesartan Mekanisme : Ace Inhibitor Mempengaruhi Sistem
d. Hidroklortiazid
mengkonsumsi antihipertensi. Apakah Renin-Angiotensin-Aldosteron Dan Menghambat
e. Amlodipin
antihipertensi yang mengakibatkan efek samping Pembentukan Angiotensin 1 Menjadi Angiotensin 2,
obat pada pasien tersebut? Yang Terlibat Dalam Vasokonstriksi. Apabila
Pembentukan Angiotensin 2 Dihambat, Maka Kadar
Bradikinin Dalam Tubuh Akan Meningkat Dan
Terakumulasi Dalam Saluran Pernafasan Yang
Menyebabkan Batuk Kering. Ace Inhibitor Dapat
Menyebabkan Batuk Kering Dan Presisten Pada 5 – 35
% Pasien Yang Meminumnya.
Sumber : Jurnal “Angiotensin Converting Enzyme
Inhibitor Induced Cough” ACCP evidence based
clinical practice guidelines

72 Seorang apoteker bekerja pada bagian control a. Uji organoleptis Uji kandungan senyawa aktif : untuk menentukan
kualitas IOT akan melakukan standarisasi non b. Uji kadar sari larut air kandungan senyawa aktif dari produk obat
spesifik terhadap ekstrak seledri yang dgunakan c. Uji kadar logam berat Uji disolu nvsi terbanding : digunakan untuk
d. Uji profil kromatogafi
sebagai bahan baku untuk pembuatan kapsul anti memastikan kemiripan kualitas dan sifat-sifat produk
e. Uji kadar kandungan
hipertensi. Apakah uji yang tepat dilakukan untuk aktif obat dengan perubahan minor dalam formulasi atau
tujuan tersebut? pembuatan setelah izin pemasaran obat (Contoh : Dosis
obat)
Uji Bioavailabilitas in vitro : untuk menetap kan bahwa
kadar obat sama dengan obat pembandingnya, yang
ditetapkan dengan uji kadar obat di dalam darah
Standarisasi ekstrak ada yg spesifik dan non Uji permeabilitas in vitro : berpengaruh terhadap
spesifik tingkat penyerapan obat, profil kelarutan obat terhadap
pH
Uji absorbsi in situ : digunakan untuk mempelajari
absorbsi/penyerapan obat di usus. Untuk mengetahui
berbagai factor yang mempengaruhi permeabilitas
diding usus

73 Seorang Apoteker diapotek menerima resep dari a. Menambahkan alkohol Surfaktan adalah substansi yang dalam kadar rendah
seorang perempuan, usia 17 tahun untuk b. Menambahkan surfaktan suatu sistem dapat teradsorpsi pada permukaan dan
pengobatan jerawat. Obat tersebut berisi sediaan c. Menambahkan preserfatif dapat menurunkan tegangan muka atau energy bebas
d. Menambahkan basis gel
gel yang berisi klindaisin HCL yang harus permukaan. Bentuk antar muka ditunjukkan suatu batas
e. Menambahkan air
dicampur dengan vitamin E yang terlebih dahulu antar dua fase yang tidak saling campur, sedang
dilarutkan dalam pelarut minyak. Ketika diracik permukaan biasanya menunjukkan antar muka dimana
oleh apoteker sediaan tersebut mengalami salah satu fase adalah fase gas atau udara. Surfaktan
inkompabilitas fisik. Apakah tindakan yang tepat sering digunakan sebagai bahan tambahan karena
dilakukan untuk mengatasi hal tersebut? kemampuannya mengemulsi, mensuspensi, dan
melarutkan obat serta kecenderungan menambah
adsorpsi obat.
Sifat dari surfaktan adalah menambah kelarutan
senyawa organik dalam sistem berair. Sifat ini tampak
hanya pada cairan dan di atas konsentrasi misel kritis.
Ini menunjukkan bahwa misel adalah bersangkutan
dengan fenomena ini. Berbagai bahan tambahan dalam
produk obat juga dapat mempengaruhi kinetika
kelarutan obat itu sendiri.
Surfaktan memiliki struktur molekular yang terdiri dari
suatu gugus yang mempunyai afinitas sangat kecil
untuk pelarut berair dinamakan gugus lipofilik dan
mempunyai afinitas sangat kuat terhadap solven berair
dinamakan gugus hidrofilik. Keadaan kedua gugus
tersebut dalam molekul surfaktan disebut gugus
amfifil.
Ditinjau dari sudut biofarmasetika, pelarutan dengan
surfaktan dapat menaikkan atau menurunkan
penyerapan zat aktif. Miselisasi dapat berupa
pembentukan kompleks yang dapat menghambat
penyerapan senyawa tertentu. Misel tidak dapat
melintasi pori-pori membran biologi, namun misel
dapat menembus membran secara difusi pasif, karena
adanya karakter polar. Dengan demikian zat aktif yang
bermisel tidak secara langsung tersedia dalam darah.
Anief. 1987. Ilmu Meracik Obat. Gajah Mada
University Press: Yogyakarta

74 Seorang apoteker dibagian RnD suatu industry a. Anti adherent a. Antiadherents adalah bahan yang dapat mencegah
farmasi sedang mengembangkan formula tablet b. Binders melekatnya (sticking) permukaan tablet pada
asam mefenamat 500mg. saat dilakukan c. Diluent punch atas dan punch bawah. Talk, magnesium
d. Disintegrant stearat dan amilum jagung merupakan material
pengempaan, ditemukan tablet yang lengket pada
e. Filler yang memiliki sifat antiadherent sangat baik
dinding cetakan. Berdasarkan hal tersebut
apoteker perlu melakukan evaluasi terhadap
b. Binders :
bahan tambahan yang digunakan dalam
formulasi. Apakah bahan tambahan yang perlu
Bahan pengikat berfungsi memberi daya adhesi pada
dievaluasi untuk tersebut?
massa serbuk pada granulasi dan kempa langsung serta
untuk menambah daya kohesi yang telah ada pada
bahan pengisi. Contoh dari bahan pengikat adalah
selulosa, Mikrokristalin selulosa (Avicel), Polimer
(CMC Na, HPC, dan HPMC), PVP, gelatin, gom alam,
tragakan, guar, pektin, amilum, PEG, Na alginat,
magnesium dan aluminum silikat.

c. Diluent :pelarut

d. Disintegrant: Bahan penghancur akan membantu


hancurnya tablet menjadi granul, selanjutnya
menjadi partikel-partikel penyusun, ketika tablet
kontak dengan cairan lambung sehingga akan
meningkatkan disolusi tablet. Contoh dari bahan
penghancur adalah amilum, Avicel (Mikrokritalin
selulosa), solka floc, asam alginat, Explotab
(sodium starch glicolate), gom guar, Policlar AT
(Crosslinked PVP), Amberlite IPR 88,
Metilselulosa, CMC, HPMC.

e. Filler: pengisi
Pengisi berfungsi untuk mendapatkan suatu ukuran
atau bobot yang sesuai sehingga layak untuk dikempa
menjadi tablet. Contoh dari bahan pengisi adalah
laktosa, sukrosa, dekstrosa, manitol, kalsium sulfat,
kalsium fosfat, kalsium karbonat,dan amilum.

75 Seorang apoteker di industri farmasi sedang A. Kosolvensi Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk
mengembangkan bentuk sediaan larutan dengan B. Solubilisasi meningkatkan kelarutan suatu bahan obat, antara lain:
bahan aktif ibuprofen. Ibuprofen memiliki sifat C. Kompleks inklusi pembentukan kompleks, penambahan kosolven,
penambahan surfaktan, manipulasi keadaan padat, dan
sukar larut dalam air. Oleh karna itu, untuk D. Dispersi padat
pembentukan prodrug (Widyaningsih, 2009).
meningkatkan kelarutannya, ditambahkan E. Pembentukan garam
polimer hidrofilik. Metode apakah yang Solubilisasi adalah suatu bentuk sediaan yang
digunakan oleh apoteker tersebut? berupa cairan atau semi padat, jernih dan bersifat isotrop
yang terdiri dari inkorporasi atau larutan di dalam air
suatu zat yang tidak larut atau sedikit larut dalam air
dengan bantuan suatu surfaktan (Swarbrick & Boylan,
1996).

Surfaktan mampu berperan dalam solubilisasi (Ansel,


1989). Salah satu sifat pentingnya adalah kemampuan
untuk meningkatkan kelarutan bahan yang tidak larut
atau sedikit larut dalam medium dispersi. Surfaktan pada
konsentrasi rendah menurunkan tegangan permukaan dan
menaikkan laju kelarutan obat (Martin, Swarbick, &
Cammarata, 1993).

Kosolven adalah pelarut yang ditambahkan dalam


suatu sistem untuk membantu melarutkan atau
meningkatkan stabilitas dari suatu zat. Dimana
penggunaan kosolven dapat mempengaruhi polaritas
sistem yang dapat ditunjukkan dengan pengubahan
tetapan dielektriknya (Swarbrick & Boylan, 1996).

(Noviza, D., Nine, Febriyanti., dan Salman Umar. 2015.


Jurnal solubilasi parasetamol dengan ryot sugar ester dan
propilen glikol).
76 Seorang Apoteker di rumah sakit menyerahkan a. 3 hari Untuk produk sirup kering antibiotik digunakan in-use
sirup kering komboinasi amoksisilin dan asam b. 7 hari stability selama 7 hari setelah rekonstitusi dan 14 hari
klavulanat yang telah direkonstitusi dengan c. 14 hari disimpan dalam lemari pendingin.
d. 21 hari
aquades kepada seorang ibu untuk anaknya (laki-
e. 28 hari
laki usia 12 tahun). Apoteker memberikan
informasi obat kepada ibu tersebut, termasuk BPOM. 2011.Kriteria dan tata laksana registrasi
stabilitas obat selama disimpan. Berapa lamakah obat
obat ini akan stabil bila disimpan pada lemari
pendingin?
77 Seorang Apoteker di suatu industry melakukan a. 1,2% Y = 0,1x-1
pengukuran kadar meloxicam dari produk tablet b. 1,4%
meloxicam 15mg yang baru selesai di produksi. c. 1,6% 0,600 = 0,1x-1
d. 1,8%
Kurva baku yang telah ditetapkan sebelumnya
e. 2,0% 0,1x = -0,600-1
menghasilkan persamaan regresi linier Y = 0,1x-
1, dimana x adalah kadar (%) dan Y adalah 0,1x = 1,6
absorbansi. Faktor pengenceran sampel adalah
10. Hasil pengukuran absorbansi sampel yang X = 16 ppm/mg/ml
didapatkan adalah 0,600. Berapakah kadar
meloxicam dalam sampel obat tersebut?
% kadar = 16 ppm/mg/ml x 10 x 100%

% kadar = 1,6 %

Sumber : Panduan UKAI Sumatif 2017


78 Seorang pasien, perempuan, usia 27 tahun, datang a. Diminum 1 kali sehari,
ke klinik dengan keluhan nyeri seperti terbakar pagi hari sebelum makan
pada area epigastrum. Dari hasil pemeriksaan, b. Diminum 1 kali sehari, pagi
hari sesudah makan
dokter mendiagnosis pasien mengalami gastritis.
c. Diminum 1 kali sehari, siang
Dokter kemudian meresepkan obat omeprazol 40 hari sebelum makan
mg (S 1 dd ac). Apakah informasi yang tepat d. Diminum 1 kali sehari,
ditulis pada etiket obat? malam menjelang tidur
e. Diminum 1 kali sehari,
malam hari sebelum makan

PPI→Minum pada pagi hari.Ac


79 Seorang pasien, laki-laki, usia 35 tahun, a. Minum 1 tablet di awal,
mengalami diare dan membawa obat loperamid kemudian 1 tablet setiap
yang diresepkan dokter untuknya. Akan tetapi, habis BAB. Maksimal 4
tablet/hari
pasien lupa dengan aturan pakai obat yang telah
b. Minum 2 tablet di awal,
dijelaskan oleh apoteker sebelumnya. Apakah kemudian 1 tablet setiap
informasi yang tepat terkait pemakaian obat habis BAB. Maksimal 8
tersebut? tablet/hari
c. Minum 2 tablet, kemudian
setiap 6 jam minum 1 tablet,
pada hari tersebut
d. Minum tablet 2x sehari, yaitu
pagi dan sore
e. Minum 1 tablet di awal,
kemudian setiap 6 jam
minum 1 tablet pada hari
tersebut
80 Seorang pasien, perempuan, usia 23 tahun, a. Pagi hari
mengalami konstipasi, datang ke apotek, b. Siang hari
menebus resep dengan obat tablet salut enterik c. Sore hari
d. Malam hari
bisacodyl 5 mg (S 1 dd). Apoteker menyerahkan
e. Sewaktu-waktu
obat kepada pasien dan memberikan informasi
obat. Apakah informasi yang tepat disampaikan
kepada pasien terkait waktu yang tepat untuk
minum obat tersebut?

(Sianipar, N.B,. 2015. Konstipasi pada pasien geriatri.


Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. Malang)

Bisacodyl adalah laksatif stimulan derivat


diphenylmethane yang efektif dalam waktu 6-8 jam, agar
tidak menggangu aktifitas di siang hari sebaiknya obat
diminum malam hari.
81. Seorang pasien, laki-laki, usia 50 tahun, penderita a. kaptropil sebaiknya Aturan pakai :
hipertensi, mendapatkan terapi rutin dengan obat diminum langsung setelah
kaptropil 12,5 mg (S b dd ac) dan HCT 12,5 makan · Diberikan dalam keadaan perut kosong (1 jam
sebelum makan atau 2 jam setelah makan)
mg/hari (S s dd). Apoteker menyerahkan obat b. HCT sebaiknya diminum
kepada pasien disertai dengan pemberian saat malam hari sebelum · Captopril digunakan setelah penggunaan
informasi obat. Apakah informasi obat yang tepat tidur antihipertensi lain dihentikan selama 1 minggu, kecuali
disampaikan kepada pasien terkait dengan waktu c. konsumsi kaptropil dan pada pasien dengan accelerated or malignant
yang tepat untuk meminum captropil? HCT sebaiknya diminum hypertension atau hipertensi yang sulit dikontrol
bersamaan
d. kaptropil diminum 1 · Pasien yang tidak dapat menggunakan sediaan padat
jam sebelum makan, saat secara oral dapat dibuat larutan oral Captopril dengan
perut kosong cara menyerbuk 25 mg tablet Captopril yang dilarutkan
dalam 25 atau 100 ml air dan diaduk hingga bercampur
e. HCT diminum saat perut
lalu segera diminum tidak lebih dari 10 menit karena
kosong untuk menghindari sifat Captopril yang tidak stabil dalam bentuk larutan
interaksi
Anonim, 2006, MIMS Indonesia Petunjuk Konsultasi,
edisi 2006-2007, 39-43, PT InfoMaster lisensi dari
CMPMedica, Jakarta

82. Seorang pasien perempuan, usia 45 tahun, pasien a. Administratif administratif meliputi:
rawat inap dan menderita pancreatitis akut b. Farmasetik 1. informasi pasien (nama pasien, umur, jenis kelamin,
dengan intensitas nyeri 7/10. Salah satu obat yang c. Klinik berat badan, alamat)
2. informasi dokter penulis resep (nama dokter, nomor
terdapat dalam resep adalah morphin kapsul 20 d. Ketidaksesuaian
Surat Izin Praktik (SIP), alamat, nomor telepon dan
mg SR No. VI (S 2 dd). Apoteker melakukan indikasi paraf)
skrining pada resep pasien. Apakah jenis e. Efek samping obat 3. tanggal penulisan resep
permasalahan yang terdapat pada resep pasien?
farmasetik meliputi:
1. bentuk dan kekuatan sediaan
2. stabilitas
3. kompatibilitas (ketercampuran obat)

klinis meliputi:
1. ketepatan indikasi dan dosis obat
2. aturan, cara dan lama penggunaan obat
3. duplikasi dan/atau polifarmasi
4. reaksi obat yang tidak diinginkan (alergi, efek samping
obat, manifestasi klinis lain)
5. kontra indikasi
6. interaksi

Wiedyaningsih, C dan Oetari, R, 2004, Tinjauan


Terhadap Bentuk Sediaan Obat : Kajian Resep-Resep di
Apotek Kotamadya Yogyakarta, Majalah farmasi
Indonesia 14(4) hal : 201-207.
83. Seorang pasien perempuan, usia 45 tahun, pasien a. Pilihan Analgesik tidak
rawat inap dan menderita pancreatitis akut tepat
dengan intensitas nyeri 7/10. Salah satu obat yang b. Dosis morphin terlalu
terdapat dalam resep adalah morphin kapsul 20 tinggi
mg SR No. VI (S 2 dd). Apoteker melakukan c. Dosis morphin terlalu
skrining pada resep pasien. Apakah masalah yang rendah
terdapat pada obat yang terdapat dalam resep d. Sediaan kapsul SR tidak
pasien tersebut? tersedia
e. Aturan pakai morphin
tidak tepat

84. Seorang apoteker di bagian kontrol kualitas a. 7 Berdasarkan FI IV, data uji kesesuaian sistem dari hasil
industri farmasi akan menyusun protokol b. 6 penyuntikan (HPLC/KCKT) berulang 5-6 kali, baik
penetapan kadar aminofilin dalam sediaan tablet c. 5 larutan baku maupun larutan uji.
dengan metode KCKT. Agar memenuhi d. 4
persyaratan ICH, apoteker tersebut harus e. 3
menetapkan jumlah seri konsentrasi yang
digunakan untuk pembuatan kurva baku sebagai
salah satu tahap metode kuantifikasinya.
Berapakah jumlah seri konsenterasi minimum
yang harus ditetapkan dalam protokol tersebut?
85 Seorang pasien laki-laki, usia 42 tahun, penderita a. Det orig
gangguan jantung, datang ke apotek membawa b. Det xv tab
resep obat sebagai berikut: c. did det xv artinya diserahkan 15 tablet
d. det iter 1x
e. det iter 1x + xv tab

Semarang, 9 Juni 2017

Iter 3x

R/ Aspilet 80mg No.XV

S. sdd tab 1 pc

R/ Captopril 12,5mg No.XXX

S. bdd tab 1 ac

R/ Lasik 10mg No.XV

S. sdd tab 1

R/ Kalium Sustained Release (KSR) 600mg


No.XLV

S. tdd tab 1

Bagaimana penandaan yang harus dituliskan


dalam copy resep apabila Kalium Sustained
Release yang diminta pasien sebanyak 15 tablet

86 Seorang apoteker di industri farmasi sedang a. Tablet salut gula  Tablet salut enteric :
melakukan formulasi tablet omeprazol. Sifat dari b. Tablet salut enteric
bahan aktif omeprazol yaitu tidak tahan terhadap c. Tablet salut film Tablet salut enteric (enteric-coated tablet), atau lepas
d. Tablet salut selaput tunda, Adalah tablet yang dikempa yang disalut dengan
lingkungan asam dan memiliki pKa:4. Apa jenis
e. Tablet salut kempa suatu zat yang tahan terhadap cairan lambung, reaksi
sedian tablet yang tepat untuk formulasi sediaan
asam, tetapi terlarut dalam usus halus. maka diperlukan
tersebut? penyalut enterik yang bertujuan untuk menunda
pelepasan obat sampai tablet melewati lambung. Bahan
yang sering digunakan adalah alol, keratin, selulosa
acetat phtalat.

 Tablet salut gula :

Tablet salut biasa / salut gula (dragee), Adalah tablet


kempa yang disalut dengan beberapa lapisan gula baik
berwarna maupun tidak. Lapisan gula berasal dari
suspensi dalam air mengandung serbuk yang tidak larut,
seperti pati, kalsium karbonat, talk, atau titanium
dioksida yang disuspensikan dengan gom akasia atau
gelatin.

 Tablet konvensional :

Tablet yang dibuat atau dikempa dengan siklus kompresi


tunggal yang biasanya terdiri dari zat aktif sendiri atau
kombinasi dengan bahan eksipien.
 Tablet salut film :

Tablet salut selaput (film-coated tablet), Tablet kempa


yang disalut dengan salut tipis, bewarna atau tidak dari
bahan polimer yang larut dalam air yang hancur cepat di
dalam saluran cerna. Penyalutan tidak perlu berkali-kali.
Disalut dengan hidroksi propil metil selulosa, metil
selulosa, hidroksi propil selulosa, Na-CMC, dan
campuran selulosa asetat ftalat dengan PEG yang tidak
mengandung air atau mengandung air.

(Farmakope Edisi III)


87. Seorang apoteker pada bagian kontrol kualitas a. 600 lux Jawaban : A
suatu industri farmasi akan menguji tingkat b. 500 lux
kejernihan sediaan injeksi ranitidin 25 mg/ml c. 300 lux
d. 200 lux
dalam vial dan memerlukan pengaturan intensitas
e. 100 lux
pencahayaan ruangan untuk pengujian tersebut.
Berdasarkan CPOB, berapakah syarat intensitas
pencahayaan ruangan yang harus ditetapkan oleh
apoteker tersebut?

Intensitas pencahayaan untuk ruangan industri farmasi


dalam pembuatan sediann injeksi steril (CPOB, 2012).
88. Suatu industri farmasi membuat beberapa produk a. Ketercampurbauran Jawaban : A
obat generik berlogo (OGB) untuk penyakit (R.penemasan)  Sebelum pencetakan dilakukan hendaklah dilakukan
hipertensi. Penandaan dan desain kemasan b. Kontaminasi silang proses desain untuk suatu produk, dimana suatu desain
(Produksi) yang sederhana dan menarik akan membuat daya tarik
produk-produk OGB tersebut telah diatur dengan
c. Pengolahan ulang konsumen, kemudian Perhatian khusus hendaklah
desain yang sederhana, sehingga memungkinkan d. Kegagalan proses produksi diberikan kepada suatu bahan cetak dalam suatu
terjadi kemiripan antara produk satu dengan yang e. Kesalahan pengujian produk. Bahan cetak tersebut hendaklah disimpan
lainnya, dan dapat beresiko menimbulkan dengan kondisi keamanan yang memadai dan orang
permasalahan. Apakah faktor resiko mutu yang yang tidak berkepentingan dilarang masuk. Untuk
dapat terjadi karena kondisi tersebut? penandaan produk obat yang sama khasiatnya, Label
lepas dan bahan cetak lepas lain hendaklah disimpan
dan diangkut dalam wadah tertutup dan dibedakan
letak penempatan penataannya untuk menghindari
campur baur.
 Untuk menghindari campur baur, hanya satu jenis
bahan pengemas cetak atau bahan cetak tertentu saja
yang diperbolehkan diletakkan di tempat kodifikasi
pada saat yang sama. Hendaklah ada sekat pemisah
yang memadai antar tempat kodifikasi tersebut. Bahan
pengemas hendaklah diserahkan kepada orang yang
berhak sesuai prosedur tertulis yang disetujui.
 Tiap penerimaan atau tiap bets bahan pengemas
primer hendaklah diberi yang spesifik atau penandaan
yang menunjukkan identitasnya sesuai dengan produk
obat.

Faktor resiko mutu penandaan dan desain pada produk


obat generic berlogo (CPOB, 2012)
89. Seorang apoteker disuatu industri farmasi yang a. Menghilangkan bakteri Jawaban : C
memproduksi infus NACl sedang menyiapkan b. Menghilangkan bau Tabung resin pada proses pengolahan Water For
Water For Injection (WFI) untuk produk tersebut. c. Menghilangkan ion terlarut Injection merupakan proses untuk menghilangkan
d. Menghilangkan partikel kandungan kapur (CaCO3), Magnesium (Mg),
Salah satu tahapan pengolahan air tersebut adalah
e. Menghilangkan warna Calsium (Ca) dll, dimana tabung berisi resin anionic
melalui tabung resin. Apakah fungsi tahapan yang berfungsi untuk menghilangkan dan atau
tersebut ? menurunkan kesadahan air dengan mengikat ion Ca++
dan Mg++ yang menyebabkan tingginya tingkat
kesadahan.

Fungsi Tabung resin pada pembuatan Water For


Injection (WFI). (CPOB, 2006)

90 Seorang pasien, laki-laki, usia 55 tahun, dilarikan a. atropin Pembahasan :


ke UGD suatu RS karena mengalami mual dan b. Dopamin N-asetilsistein merupakan antidotum terpilih untuk
muntah setelah mengkonsumsi 12 tablet c. Esmolol keracunan Parasetamol. N-asetil-sistein bekerja
paracetamol. Sepuluh jam kemudian hasil d. Propanolol mensubstitusi glutation, meningkatkan sintesis glutation
laboratorium menunjukkan nilai SGPT 200 U/I. e. N-asetilsistein dan meningkatkan konjugasi sulfat pada parasetamol. N-
Apakah antidotum yang tepat untuk pasien asetilsistein sangat efektif bila diberikan segera 8-10
tersebut? jam yaitu sebelum terjadi akumulasi metabolit.

Sumber : Tjay, T.H. dan K. Rahardja. 2002. Obat-


Obat Penting Khasiat, Penggunaan, dan Efek-Efek
Sampingnya Edisi Kelima Cetakan Pertama. Penerbit
PT Elex Media : Jakarta
91 Seorang apoteker akan mencampur 2 ampul a. 76 tetes/menit Pembahasan :
furosemide (20 mg/2 ml) dengan pelarut yang
sesuai sebanyak 500 ml untuk pengobatan b. 78 tetes/menit
seorang pasien (laki-laki, usia 48 tahun, BB 68 c. 80 tetes/menit Jumlah tetesan permenit = Jumlah kebutuhan cairan x
Kg, penderita gagal ginjal akut) di suatu rumah faktor tetes
sakit untuk menghilangkan gejala udem pada d. 82 tetes/menit Waktu (jam) x 60
daerah mata, kaki, dan betis akibat kegagalan e. 84 tetes/menit menit
fungsi ginjalnya. Infus obat akan diberikan = 500 ml x 20
selama 2 jam dengan faktor tetes 20 tetes/ml. 2 jam x 60
Berapakah kecepatan tetes infus yang tepat untuk = 83,33 tetes/menit
ditetapkan untuk pasien tersebut?

92 Seorang pasien, laki-laki, usia 48 tahun, BB 68 k, a. Glukosa 5% Pembahasan :


dirawat di suatu RS dan didiagnosa dokter
mengalami gagal ginjal akut. Saat ini, pasien b. Asering
akan menjalankan pengobatan dengan furosemide c. Ringer Laktat
40 mg yang diberikan melalui infus intravena
selama 2 jam untuk menghilangkan gejala udem d. Ringer Asetat
pada daerah mata, kaki, dan betis akibat
e. KA-EN1B
kegagalan fungsi ginjalnya. Apakah pelarut yang
tepat digunakan untuk membuat infus furosemide
tersebut?

Sumber : Buku Pedoman Pencampuran Obat Suntik Dan


Penanganan Sediaan Sitostatika. Direktorat Bina Farmasi
Komunitas dan Klinik Ditjen Bina Kefarmasian dan Alat
Kesehatan Departemen Kesehatan RI. 2009

93 seorang pasien, perempuan, usia 32 tahun, a. 30 menit sebelum makan


mengalami mual dan muntah untuk
menghilangkan efek samping obat bromokriptin b. pada saat makan
yang rutin dikonsumsinya dalam pengobatan c. 15 menit setelah makan
kanker payudara. Pasien mendapatkan resep
dengan obat domperidone tablet 10 mg. profil d. 30 menit setelah makan
absorpsi obat sangat baik dalam keadan perut
e. 1 jam setelah makan
kosong. Kapankah sebaiknya obat diminum

Sumber :http://halofarmasi. /domperidone-mekanisme-


kerja-indikasi.html

94 seorang pasien 32 tahun didiagnosa mengalami a. kombinasi artesunat dan ENGOBATAN MALARIA FALSIPARUM
penyakit malaria Karena infeksi plasmodium primakuin
falciparum, setelah berlibur dari daerah endemis Malaria falsiparum (malaria ganas) disebabkan oleh
malaria dengan gejala demam, mengigil dan nyeri b. kombinasi artesunat, Plasmodium falciparum. Di sebagian besar wilayah
otot. Dokter ingin meresepkan antimalaria lini amodiakuin dan primakuin dunia, Plasmodium falciparum telah resisten terhadap
pertama, apakah obat antimalaria yang tepat klorokuin, sehingga obat ini tidak boleh digunakan untuk
c. kombinasi kina, dosisiklin malaria falsiparum.
untuk kasus tersebut ? dan primakuin

d. kombinasi kina dan dosisiklin


Di Indonesia, pengobatan lini pertama malaria falsiparum
e. kombinasi artesunat, adalah kombinasi artesunat, amodiakuin dan primakuin.
tetrasiklin dan amiodiakuin Pemakaian artesunat dan amodiakuin bertujuan untuk
membunuh parasit stadium aseksual, sedangkan
primakuin bertujuan membunuh gametosit yang berada
di dalam darah. Obat kombinasi diberikan per oral
selama tiga hari dengan dosis tunggal harian.

Dosis dewasa maksimal artesunat dan amodiakuin


masing-masing 4 tablet, primakuin 3 tablet.

Pengobatan efektif apabila sampai dengan hari ke-28


setelah pemberian obat, ditemukan keadaan sebagai
berikut: klinis sembuh (sejak hari ke-4) dan tidak
ditemukan parasit stadium aseksual sejak hari ke-7.
Pengobatan tidak efektif apabila dalam 28 hari setelah
pemberian obat, gejala klinis memburuk dan parasit
aseksual positif atau gejala klinis memburuk tetapi
parasit aseksual tidak berkurang (persisten) atau timbul
kembali (rekrudesensi).

Pengobatan lini kedua malaria falsiparum diberikan, jika


pengobatan lini pertama tidak efektif di mana ditemukan:
gejala klinis tidak memburuk tetapi parasit aseksual tidak
berkurang (persisten) atau timbul kembali (rekrudesensi).

Pengobatan lini kedua adalah kombinasi kina,


doksisiklin/tetrasiklin dan primakuin. Kina diberikan per
oral, 3 kali sehari dengan dosis sekali minum 10
mg/kgbb selama 7 hari. Doksisiklin diberikan 2 kali per
hari selama 7 hari, dengan dosis dewasa adalah 4 mg/kg
bb/hari, sedangkan untuk anak usia 8-14 tahun adalah 2
mg/kg bb/hari. Bila tidak ada doksisiklin, dapat
digunakan tetrasiklin yang diberikan 4 kali sehari selama
7 hari, dengan dosis 4-5 mg/kg bb. Doksisiklin maupun
tetrasiklin tidak boleh diberikan pada anak dengan umur
di bawah 8 tahun dan ibu hamil. Primakuin diberikan
dengan dosis seperti pada pengobatan lini pertama.

Sumber :http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-5-infeksi/55-
infeksi-protozoa/551-antimalaria

95 seorang apoteker memimpin sterilisasi beberapa a. meminimalkan cemaran Sterilisasi, adalah suatu proses mematikan segala bentuk
paket peralatan bedah sebelum digunakan oleh mikroba berbahaya kehidupan mikro organisme yang ada dalam
dokter untuk operasi pengangkatan kanker sample/contoh, peralatan-peralatan atau lingkungan
payudara dikamar operasi suatu rumah sakit. b. menignkatkan mutu tertentu. Dalam bidang bakteriologi, kata sterilisasi
Apakah tujuan utama dari kegiatan sterilisasi alat pelayanan rumah sakit sering dipakai untuk menggambarkan langkah yang
bedah tersebut ? c. mencegah terjadinya infeksi diambil agar mencapai tujuan meniadakan atau
nosocomial mematikan semua bentuk kehidupan mikroorganisme.

d. mengelola limbah berbahaya Menurut Kepmenkes 1204/Menkes/SK/X/2004 Tentang


rumah sait Persyaratan Kesehatan Lingkungan Rumah Sakit 31 / 50.
Sterilisasi adalah upaya untuk menghilangkan semua
e. efisiensi biaya pennggunaan mikroorganisme dengan cara fisik dan kimiawi.
alat
96 Seorang pasien, laki-laki, usia 30 tahun A. Melalui makanan
didiagnosa dokter menerima penyakit TBC. B. Melalui udara
Ketika datang ke apotek untuk menebusobat, C. Melalui sentuhan
D. Melalui hubungan
pasien mendapatkan KIE dari apoteker mengenai
seksual
tata cara untuk mencegah penularan TBC pada E. Melalui vector serangga
oran lain. Bagaimana cara penularan bakteri
penyebab penyakit tersebut?

97 Seorang pasien, laki-laki, usia 35 tahun, penderita A. Tiap 8 jam 1 jam 24 jam : 3 = 8 jam
epilepsy tonik klonik mendapatkan resep dengan sebelum makan
obat Asam Valporat tablet 250 mg (S.3. dd. Dc). B. Tiap 8 jam pada saat Dc = durante coenam = pada saat makan
makan
Setelah menyiapkan obat tersebut, apoterker
C. Tiap 8 jam 1 jam setelah
menyerahkan obat kepada pasien dan makan
memberikan informasi obat. Kapankah obat D. Tiap 12 jam 1 jam
tersebut harus diminum pasien? sebelum makan
B. Tiap 8 jam pada saat makan
E. Tiap 12 jam pada saat
makan
98 Seorang apoteker yang bertugas dibagian R&D A. Wet granulation Syarat granulasi kering
suatu saat sedang mengembangkan tablet B. Dry granulation
Amoksisilin 500g. Berdasarkan data amoksisilin C. Direct compresion Senyawa tidak tahan panas dan lembab, Sifat alir jelek
D. Fast melt granulation
tidak stabil terhadap panas dan lembab, tidak
E. Foam granulation
kompresibel, tidak free flowing. Apakah metode
pembuatan tablet yang tepat untuk pembuatan
tablet amoksisilin tersebut?

99 99. seorang apoteker di industry farmasi akan a. flocculating agent D. suspending agent
memproduksi sediaan farmasi suspensi ibuprofen.
Dalam formulasi suspense tersebut , terdapat b. flavouring agent HPMC merupakan derivate selulosabyang banyak
bahan berupa hidroksi propil metil selulosa c. preservative agent digunakan dalam formulasi farmasetik oral maupun
topical. Umum digunakan sebagai bahan penstabil
(HPMC). Apakah fungsi bahan tersebut? d. suspending agent maupun bahan pensuspensi.

e. thickening agent

Sumber:Melissa alviany, FMIPA departemen farmasi UI,


2008, formulasi suspensi kering yang mengandung
ekstrak akar kucing (acalypha indica linn)

100 . seorang apoteker di bagian R&D industry a. kolesterol dan lilin putih C. lilin putih dan vaselin putih
mengembangkan formulasi sediaan pelembab
kulit dari ekstrak lidah buaya dengan b. kolesterol dan stearil alkohol Kolesterol berfungsi sebagai pembantu dasar salep untuk
menggunakan basis hydrophilie potralatum usp menyerap air, stearil alcohol berfungsi sebagai pembantu
c. lilin putih dan vaselin putih pengemulsi, malam putih dan vaselin putih sebagai basis.
yang terdiri dari vaselin putih, kolesterol, stearil
alcohol, dan lilin putih. Basis tersebut diketahui d. stearil alcohol dan lilin putih
stabil dalam panas. Apakah komponen yang
e. vaselin putih dan kolesterol.
dimaksud dalam basis hydrophilie potralatum usp Sumber: Ansel, 2005, pengantar bentuk sediaan farmasi,
tersebut? UI Press, Jakarta.

101 seorang apoteker di bagian R&D industry a. metil paraben C. propilen glikol
mengembangkan formulasi salep hidrokortison Penambahan bahan humektan dalam sediaan kosmetik
dengan menggunakan basis hydrophilic ointment b. Na lauril sulfat berfungsi sebagai agen pelembab untuk mengurangi
ataupun mengatasi kekeringan kulit. Bahan yang biasa
usp yang terdiri dari stearil alcohol, vaselin c. propilen glikol digunakan sebagai humektan antara lain propilen glikol,
album, metil paraben, propil paraben, na. lauril gliserin, sorbitol, dan polietilenglikol (PEG). Bahan
sulfat, propilen glikol, dan aquadest. Apakah d. stearil alkohol humektan ini larut dalam air mempunyai fungsi menjaga
bahan yang berfungsi sebagai humektan? kulit agar lembut, halus serta dapat memperlambat proses
e. vaselin album
penguapan air dari kulit (Ditjen POM, 1985)

Sumber :ditjen POM. (1985). Formularium kosmetik


indonesia. Jakarta : departemen kesehatan RI
102 Seorang apoteker dibagian R&D suatu industry a. Pencampuran Tujuan pencampuran adalah sebagai berikut:
farmasi sedang melakukan pengembangan b. Pengayakan
c. Pengempaan 1. Untuk memastikan bahwa ada keseragaman bentuk
formula tablet asam mefenamat 500 mg
d. Pengeringan antara bahan tercampur yang dapat ditentukan
menggunakan granulasii basah. Pada saat dengan mengambil sampel dari bagian terbesar bahan
e. Penyalutan
dilakukan ujikeseragaman sediaan versi dan menganalisisnya, yang harus mewakili komposisi
farmakope Indonesia edisi V, tablet ternyata tidak dari keseluruhan campuran.
memenuhi keseragaman bobot. Berdasarkan hal 2. Untuk memulai atau meningkatkan reaksi fisika atau
tersebut. Apoteker perlu melakukan evaluasi kimia seperti difusi, disolusi, dll (Madinah, 2008).
untuk mengatasi permasalahan tersebut? Pengayakan adalah sebuah cara pengelompokan butiran,
yang akan dipisahkan menjadi satu atau beberapa
kelompok. Dengan demikian, dapat dipisahkan antara
partikel lolos ayakan (butir halus) dan yang tertinggal
Jika ada penyalutan maka evaluasi dilakukan
diayakan (butir kasar). Ukuran butiran tertentu yang
pada penyalutan karena tebal tipisnya salutan
masih bisa melintasi ayakan, dinyatakan sebagai butiran
dapat mengakibatkan ketidak sempurnan pada
batas (Voigt, 1994). Teknik pemisahan dengan
saat salutan
menggunakan pengayakan, merupakan teknik yang
tertua, teknik ini dapat dilakukan untuk campuran
heterogen khususnya campuran dalam fasa padat. Proses
pemisahan didasari atas perbedaan ukuran partikel
didalam campuran tersebut. Sehingga ayakan memiliki
ukuran pori atau lubang tertentu, ukuran pori dinyatakan
dalam satuan mesh (Zulfikar, 2010),

Pengeringan merupakan cara menghilangkan sebagian


besar air dari suatu bahan dengan bantuan energi panas.
Pengeringan bertujuan untuk mengurangi kadar air
sampai batas perkembangan mikroorganisme yang
menyebabkan pembusukan terhambat, sehingga bahan
yang dikeringkan tersebut dapat disimpan dalam waktu
yang lebih lama. Teknik pengeringan mempunyai
keuntungan dan kerugian. Keuntungannya antara lain
bahan menjadi lebih tahan lama, volume bahan mengecil,
mempermudah transport. Sementara itu, kerugiannya
yaitu memungkinkan sifat dasar bahan yang dikeringkan
dapat berubah (bentuk, penampilan fisik, penurunan
mutu). Pengeringan buatan menggunakan alat pengering
dinilai lebih baik dikarenakan temperatur, kelembaban
udara, kecepatan udara dan waktu dapat diatur. Proses
pengeringan terjadi bila bahan yang dikeringkan
kehilangan sebagian ataupun seluruh air yang 10
dikandungnya . Proses utama yang terjadi pada
pengeringan adalah penguapan, dimana penguapan
terjadi apabila air yang dikandung oleh bahan teruap saat
panas diberikan pada bahan tersebut. Pengeringan juga
dapat berlangsung melalui proses pemecahan ikatan
molekulmolekul air yang terdapat dalam bahan. Apabila
ikatan molekul air yang terdiri dari unsur oksigen dan
hydrogen dipecah, maka molekul tersebut akan keluar
dari bahan dan mengakibatkan bahan tersebut kehilangan
air yang dikandungnya . Sebelum proses pengeringan
berlangsung, tekanan uap air pada bahan berada dalam
keseimbangan dengan tekanan uap air di udara
sekitarnya. Pada saat proses ini terjadi, perpindahan
massa dari bahan ke udara dalam bentuk uap air
berlangsung. Setelah itu, tekanan uap air pada permukaan
bahan akan menurun. Setelah kenaikan temperatur terjadi
pada seluruh bagian bahan, maka terjadi pergerakan air
secara difusi dari bahan ke permukaannya dan seterusnya
proses penguapan pada permukaan bahan diulangi lagi.
Akhirnya setelah air pada bahan berkurang, tekanan uap
air pada bahan akan menurun sampai terjadi
keseimbangan dengan udara sekitarnya

103 Seorang pasien. Laki-laki usia 35 tahun a. Antibakteri pada saluran Contoh kortikosteroid inhalasi
didiagnosa dokter mengalami PPOK dengan nafas
keluhan sesak nafas dan batuk berdahak. Dokter b. Bronkodilatasi pada saluran
nafas
meresepkan obat inhaler yang berisi budesonide
c. Mengencerkan dahak pasin Nama
untuk terapi pemeliharan. Apakah efek d. Meningkatkan sekresi mucus dagang
farmakologi dari obat tersebut? disaluran nafas di
e. Antiinflamasi pada saluran Nama Indonesi Bentuk Dosis dan
nafas generik a Sediaan Aturan pakai
Beclome
nt(beclo Inhalasi
methaso aerosol:
ne 200μg , 2
Beclometha dipropio kali
sone nate seharianak:
dipropionat 200μg/ Inhalasi 50-100 μg 2
e dosis) aerosol kali sehari
Pulmico Inhalasi
rt (budes aerosol: 200
onide Inhalasi μg, 2 kali
100 μg, aerosolSerb sehariSerbuk
Budesonide 200 μg, uk inhalasi inhalasi:200-
400 μg / 1600 μg /
dosis) hari dalam
dosis
terbagianak:
200-800 μg/
hari dalam
dosis terbagi
Dewasa dan
anak > 16
Flixotide tahun: 100-
(flutikas 250 μg, 2
on kali
propiona sehariAnak
te50 μg , 4-16 tahun;
125 μg Inhalasi 50-100 μg, 2
Fluticasone /dosis) aerosol kali sehari

Kortikosteroid inhalasi bekerja dengan memblok


enzim fosfolipase-A2, sehingga menghambat
pembentukan mediator peradangan seperti prostaglandin
dan leukotrien. Selain itu berfungsi mengurangi sekresi
mukus dan menghambat proses peradangan.
Kortikosteroid tidak dapat merelaksasi otot polos jalan
nafas secara langsung tetapi dengan jalan mengurangi
reaktifitas otot polos disekitar saluran nafas,
meningkatkan sirkulasi jalan nafas, dan mengurangi
frekuensi keparahan asma jika digunakan secara teratur.
104 Seorang pasien laki-laki, usia 58 tahun a. Inhibitor enzim kolinesterase Pilokarpin HCl 2% golongan Agen kolinergik
didiagnosa dokter mengalami penyakit glaucoma b. Inhibitor enzim karbonic
dengan keluhan pandangan berkabut, fotophobia anhydrase Pilocarpine adalah suatu chlolinergic
c. Agonis reseptor asetilkolin parasympathomimetic yang bekerja secara langsung
dan sakit kepala. Dokter meresepkan obat tetes
d. Antagonis reseptor beta melalui stimulasi terhadap reseptor syaraf muscarinic dan
mata yang mengandung pilokarpin HCl 2%. adrenergic
Bagaimanakah mekanisme aksi obat tersebut otot halus seperti iris dan kelenjar sekresi. Pilocarpine
e. Agonis reseptor alfa
untuk mengurangi gejala penyakit pasien? menghasilkan miosis melalui kontraksi pada iris
adrenergic
sphincter, menyebbkan menngkatnya tekanan pada
scleral spur dan membuka ruang trabecular meshwork
yang mana menimbulkan aliran keluar pada aqueous
humor. Dengan demikian resistensi terhadap aliran
keluar dikurangi, sehingga menghasilkan turunnya
tekanan intra okular.

Pilocarpine HCl adalah amiotic (para sympatomimetic)


digunakan untuk mengendalikan tekanan intra okular.
Juga dapat digunakan secara kombinasi dengan miotik-
miotik lainnya, ?-blocker,inhibitor karbonik anhidrase,
simpatomimetik atau agen hiperosmotik.

105 Seorang pasien laki-laki berusia 20 tahun datang a. antasida Sukralfat


ke puskesmas dan terdiagnosa PUD. Dokter b. famotidine
mengatakan bahwa pasien membutuhkan obat c. lanzoprazole Mechanism of action: forms ulcer-adherent complex;
d. sukralfat protects ulcer from acid, pepsin, and bile salt, thus
yang mampu melapisi ulcer untuk melindungi
e. metoklopramide allowing it to heal.
dinding lambung dari asam lambung. Apakah
obat yang tepat direkomendasikan untuk pasien (medscape)
tersebut?
106 Seorang pasien perempuan usia 40 tahun, a. Menurunkan dosis kaptopril Kaptopril merupakan antihipertensi golongan ACE
penderita hipertensi, rutin menggunakan kaptopril b. Menambahkan obat batuk inhibitor yang dapat menyebabkan batuk kering. ACE
12,5 mg tiap 12 jam untuk memelihara tekanan c. Mengganti kaptopril dengan inhibitor bekerja menurunkan tekanan darah dengan
HCT
darahnya. Akhir-akhir ini, pasien sering memblok pembentukan angiotensin II dari angiotensin I.
d. Mengganti kaptopril
mengeluhkan batuk kering setelah mengkonsumsi dengan valsartan Angiotensin II dapat menghancurkan bradikidin
obat tersebut. Apakah saran yang tepat e. Mengganti kaptopril dengan (substansi yang diproduksi tubuh secara alami), yang
disampaikan kepada dokter yang menagani amlodipine menstimulasi batuk kering. Apabila angiotensin II
pasien tersebut terkait dengan rekomendasi terapi dihambat pembentukannya, maka kadar bradikidin dalam
lanjutan untuk pasien? tubuh meningkat dan terakumulasi di saluran pernapasan
sehingga menyebabkan batuk kering.

Valsartan merupakan antihipertensi golongan Antagonis


reseptor angiotensin II (ARB). Obat golongan ini tidak
tidak menghambat pemecahan bradikidin sehingga tidak
menimbulkan batuk kering.

(pionas.pom.go.id)

107 Seorang pasien prempuan usia 50 tahun, masuk a. Ada riwayat perdarahan
IGD suatu rumah sakit, setelah 2,5 jam yang lalu intracarnial
mengalami gangguan bicara dan gerak secara b. Ada indikasi perdarahan di
otak
mendadak. Dari hasil pemeriksaan CT scan,
c. Dapat diberikan sewaktu-
dokter mendiagnosis pasien mengalami serangan waktu
strok iskemik. Dokter berencana memberikan d. Diberikan sebelum 4,5 jam
injeksi alteplase kepada pasien sebagai agen dari onset serangan
trombolitik. Apakah syarat pemberian obat e. Diberikan setelah 4,5 jam
tersebut? sejak onset serangan

(dipiro ed 9, hal 121)


108. Seorang pasien perempuan 60 tahun, diabetes a. Jantung koroner Spironolacton merupakan diuretika hemat kalium,
mellitus selama 15 tahun, saat ini mengalami b. Nefropati kronis dengan mekanisme antagonis aldosteron pada reseptor
jantung koroner, nefropati kronis, retinopati, c. Retinopati tubulus ginjal distal, meningkatkan natrium klorida dan
d. Neuropati perifer
neuropati perifer, dan dyspepsia. Pasien ekskresi air sambil menahan kalium dan hidrogen ion,
e. Dispepsia
mendapatkan resep dokter dengan obat dapat menghalangi efek
spironolakton100 mg (S.1.dd). apoteker aldosteron pada arteriol otot polos.
menemukan bahwa obat tersebut
dikontraindikasikan dengan keadaan pasien.
Apakah kondisi yang merupakan kontraindikasi
dari pemberian spironolakton pada pasien
tersebut?

(DIH, edisi 17th

109. Seorang apoteker disebuah rumah sakit a. Dilakukan oleh instalasi Menurut permenkes No.3 tahun 2015 tentang peredaran,
menemukan tablet kombinasi Metamizol dan limbah dan disaksikan oleh penyimpanan, pemusnahan, dan pelaporan narkotika,
diazepam mengalami kadaluarsa. Setelah Direktur RS psikotropika, dan prekusor farmasi :
b. Dilakukan oleh Apoteker dan
dilakukan pengecekan menyeluruh terhadap
disaksikan oleh Direktur RS
semua obat yang ada, angka kadaluarsa terbanyak c. Dilakukan oleh Apoteker
ditemukan adalah obat-obatan untuk penyakit dan disaksikan oleh DKK
system saraf. Apoteker di instalasi farmasi d. Dilakukan oleh Apoteker dan
berencana akan melakukan pemusnahan obat disaksikan oleh BBPOM
yang kadaluarsa tersebut. Bagaimana cara e. Dilakukan oleh CSSD dan
pemusnahan yang tepat terhadap obat-obatan disaksikan oleh Direktur RS
tersebut?
110. Seorang apoteker di apotek mendapatkan kiriman a. Amoksisilin Haloperidol merupakan obat anti psikosis, termasuk
beberapa obat dari PBF sebagai berikut : b. Sefadroksil golongan Psikotropik. Obat dengan golongan psikotropik
amoksisilin, sefadroksil, haloperidol, ranitidine c. Haloperidol dalam penyimpanannya harus disimpan dilemari khusus.
d. Ranitidine
dan lansoprazol. Semua bentuk sediaan obat
e. lansoprazol (PERMENKES No. 3 tahun 2015)
adalah tablet. Manakah obat yang harus disimpan
dalam lemari khusus?
111 Seorang apoteker di suatu industri farmasi a. Lulus uji disolusi oleh 6.182 Pelulusan akhir produk hendaklah didahului
menyerahkan satu bets produk kapsul piroxicam bagian pengawasan mutu dengan penyelesaian yang memuaskan dari paling tidak
10 mg (no. Bets 012017) ke gudang produk jadi b. Lulus uji stabilitas oleh hal sebagai berikut:
bagian pengawasan mutu
untuk proses distribusi, setelah sebelumnya
c. Lulus uji kadar oleh bagian a) produk memenuhi persyaratan mutu dalam semua
melewati proses karantina. Apakah persyaratan pengawasan mutu spesifikasi pengolahan dan pengemasan;
yang harus dipenuhi untuk proses tersebut ? d. Lulus validasi proses oleh b) sampel pertinggal dari kemasan yang dipasarkan
bagian pemastian mutu dalam jumlah yang mencukupi untuk pengujian di
e. Lulus evaluasi oleh bagian masa mendatang;
pemastian mutu c) pengemasan dan penandaan memenuhi semua
persyaratan sesuai hasil pemeriksaan oleh bagian
Pengawasan Mutu;
d) rekonsiliasi bahan pengemas cetak dan bahan cetak
dapat diterima; dan
e) produk jadi yang diterima di area karantina sesuai
dengan jumlah yang tertera pada dokumen
penyerahan barang.

6.183 Setelah pelulusan suatu bets/lot oleh bagian


Manajemen Mutu (Pemastian Mutu), produk tersebut
hendaklah dipindahkan dari area karantina ke gudang
produk jadi.

6.184 Sewaktu menerima produk jadi, personil gudang


hendaklah mencatat pemasukan bets tersebut ke dalam
kartu stok yang bersangkutan.
Sumber:

PerKBPOM NOMOR HK.03.1.33.12.12.8195 TAHUN


2012 Tentang Penerapan Pedoman Cara Pembuatan Obat
yang Baik

112 Seorang ibu datang ke apotek membawa sebuah a. Disimpan dalam freezer Cara pembuatan suspensi amoxcicilin:
resep untuk anaknya yang berusia 4 tahun. Dalam maksimal selama 7 hari
resep tertulis pasien mendapat amoxicillin sirup b. Disimpan dalam lemari Tuangkan air minum sampai sedikit di bawah tanda.
pendingin maksimal selama Tutup botol erat-erat. Balikkan botol, kocok dan diamkan
60 mL (S. 2. Dd. 1 cth). Apoteker memberikan
7 hari 5 menit agar terdispersi sempurna. Tambah lagi air
informasi obat kepada ibu tersebut, termasuk c. Disimpan dalam wadah
informasi penyimpanan obat. Apakah informasi minum secukupnya sampai tanda (60 ml) dan kocok
tertutup maksimal selam 7
yang tepat disampaikan kepada ibu tersebut baik-baik. Setelah pencampuran dengan air minum, sirup
hari
terkait penyimpanan obat ? d. Disimpan dalam freezer harus digunakan tidak lebih dari 7 hari. Simpan di lemari
maksimal selama 14 hari es.
e. Disimpan di tempat sejuk
maksimal selama 14 hari
Sumber:

Brosur amoxcicilin suspense

113 Seorang apoteker di Puskesmas hendak a. Konsumsi a. Metode Konsumsi


melakukan perencanaan obat untuk kebutuhan b. Epidemiologi Metode konsumsi adalah metode yang didasarkan atas
periode mendatang. Salah satunya adalah c. Kombinasi analisa data konsumsi obat tahun sebelumnya. Untuk
d. Proxy konsumsi menghitung jumlah obat yang dibutuhkan berdasarkan
kebutuhan obat program OAT Kombipak (Obat
e. Budget sevice level
Antituberkulosis) yang disesuaikan dengan metode konsumsi perlu diperhatikan hal-hal sebagai
jumlah angka kesakitan di wilayah tersebut. berikut :
Apakah metode perencanaan obat yang tepat
1) Pengumpulan dan pengolahan data.
2) Analisa data untuk informasi dan evaluasi.
untuk pengadaan obat tersebut ? 3) Perhitungan perkiraan kebutuhan obat.
4) Penyesuaian jumlah kebutuhan obat dengan
alokasi dana.
b. Metode Morbiditas (Epidemiologi).
Dinamakan metode morbidotas karena dasar perhitungan
adalah jumlah kebutuhan perbekalan farmasi yang
digunakan untuk beban kesakitan(morbidity load) yang
harus dilayani. Metode morbiditas adalah perhitungan
kebutuhan obat berdasarkan pola penyakit. Faktor-faktor
yang perlu diperhatikan adalah perkembangan pola
penyakit, waktu tunggu, dan stok pengaman.

Langkah-langkah perhitungan metode morbiditas adalah


:

1) Menetapkan pola morbiditas penyakit berdasarkan


kelompok umur - penyakit.
2) Menyiapkan data populasi penduduk.
3) Menyediakan data masing-masing penyakit
pertahun untuk seluruh populasi pada kelompok
umur yang ada.
4) Menghitung frekuensi kejadian masing-masing
penyakit pertahun untuk seluruh populasi pada
kelompok umur yang ada.
5) Menghitung jenis, jumlah, dosis, frekuensi dan
lama pemberian obat menggunakan pedoman
pengobatan yang ada.
6) Menghitung jumlah yang harus diadakan untuk
tahun anggaran yang akan datang
c. Kombinasi metode konsumsi dan metode morbiditas
disesuaikan dengan anggaran yang tersedia.
Acuan yang digunakan yaitu:
1) DOEN, Formularium Rumah Sakit, Standar Terapi
Rumah Sakit (Standard Treatment
Guidelines/STG), dan kebijakan setempat yang
berlaku.
2) Data catatan medik/rekam medik
3) Anggaran yang tersedia
4) Penetapan prioritas
5) Pola penyakit
6) Sisa persediaan
7) Data penggunaan periode yang lalu
8) Rencana pengembangan

Sumber :

Kemenkes NOMOR : 1121/MENKES/SK/XII/2008


Tentang Pedoman Teknis Pengadaan Obat Publik dan
Perbekalan Kesehatan untuk Pelayanan Kesehatan Dasar

Binfar, 2010, Pedoman Pengelolaan Perbekalan Farmasi


di Rumah Sakit

114 Seorang Apoteker di bagian penjaminan mutu a. Spektrofotometri UV Karena kromatografi cair kinerja tinggi merupakan
suatu Industri Farmasi akan mengukur kadar pemisahan zat satu per satu berdasarkan waktu retensi
b. Spektrofotometri serapan
paracetamol dalam sediaan suspensi dan sampel nya berupa campuran cairan, selain itu
atom dalam Farmakope Indonesia Edisi IV menyatakan
paracetamol. Untuk dapat mengukur kadar
bahwa obat obat yang penetapan kadarnya dengan
paracetamol dengan akurat, apoteker harus c. Kromatografi gas
metode KCKT terdapat 278 jenis obat/bahan obat
memilih metode analisa yang tepat karena d. Kromatografi Cair Kinerja Tinggi salah satu nya adalah suspense paracetamol.
sediaan tersebut juga mengandung bahan (dpt memisahkan zat-zat yg tinggi) (Direktorat Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan,
tambahan seperti pewarna, pemanis, dan e. Kromatografi infra merah Farmakope Indonesia Edisi IV 1995, Departemen
pengawet. Apakah metode analisa yang tepat Kesehatan R.I Jakarta)
digunakan oleh apoteker tersebut ?

115 Seorang apoteker di industri farmasi akan a. Lidokain hidroklorida Dalam formulasi sediaan injeksi lidokain yang
memproduksi sediaan injeksi lidokain. Formula berfungsi sebagai pengatur tonisitas adalah Natrium
b. Natrium klorida
sediaan tersebut terdiri dari lidokain hidroklorida, klorida
c. Asam klorida (pengatur PH) Tonisitas mengacu pada tekanan osmotik yang
Natrium klorida, Asam klorida, Natrium
diberikan oleh larutan atau padatan terlarut ini.
hidroksida dan aqua pro injeksi. Apakah bahan d. Natrium hidroksida
Cairan/ air mata dan cairan tubuh lainnya
dalam formula tersebut yang berfungsi sebagai e. Aqua pro injeksi mengerahkan tekanan osmotik sama dengan normal
pengatur tonisitas sediaan tersebut ? saline atau 0,9% larutan natrium klorida.
(pelarut)
(Turco, S.,dkk.,, Sterile Dosage Forms, Lea and
Febiger, Philadelphia.)

116. Seorang Apoteker di industry farmasi akan a. Laktosa Dalam pembuatan tablet natrium diklofenak bahan
memproduksi tablet natrium diklofenak dengan penghancur yang dipilih adalah sodium starch
b. Magnesium stearat
eksipien laktosa, magnesium stearate, talcum, glycolate
c. Talcum Sodium starch glycolate berfungsi sebagai disintegran
polyvinyl pirrolidone, dan sodium starch
atau penghancur pada tablet dan kapsul. Mekanisme
glycolate. Salah satu spesifikasi produk yang d. Polivinyl pirrolidone
sebagai disintegran dengan menarik air di
diinginkan adalah waktu hancur tablet kurang e. Sodium starch glycolate sekelilingnya secara cepat dan akan mengambang
dari 15 menit. Apakah bahan tambahan yang sehingga pecah.
harus di optimasi untuk memenuhi spesifikasi (Handbook of Pharmaceutical Excipients)
produk tersebut ?

117 Seorang apoteker di bagian QC suatu industri a. Kurang dari 15 menit Basis PEG merupakan basis air yang melarut dan
farmasi akan menguji waktu leleh sediaan b. Kurang dari 30 menit bercampur dengan cairan tubuh lebih lambat
suppositoria paracetamol sebagai persyaratan c. Kurang dari 45 menit dibandingkan dengan oleum cacao sehingga cocok
d. Kurang dari 60 menit untuk sediaan lepas lambat. Basis ini menyerap air
kualitas sediaan. Suppositoria tersebut dibuat
(waktu leleh basis air) karena bersifat higroskopis. Oleh karena itu, saat akan
dengan basis larut air PEG 6000 : PEG 400 e. Kurang dari 120 menit dipakai, suppo harus dibasahi terlebih dahulu dengan
dengan perbandingan 3 : 2. Berapakah waktu air.
Suppo hancur dalam waktu tidak lebih dari 30 menit
leleh suppositoria yang baik untuk basis tersebut? untuk suppo basis lemak dan tidak lebih dari 60 menit
untuk suppo basis larut air, kecuali dinyatakan lain.
(BP2002, A237, FI IV hal 1087-1088)

118 Seorang apoteker di suatu industri farmasi sedang a. Inspeksi diri Pengolahan produk yang berbeda hendaklah tidak
melakukan proses granulasi untuk pembuatan b. Kesiapan ruang timbang dilakukan secara bersamaan atau bergantian dalam
tablet paracetamol 500 mg. Selain itu, apoteker c. Kesiapan area ruang kerja yang sama kecuali tidak ada risiko
pencampuran serbuk
juga melakukan proses pengeringan terhadap terjadinya campur baur ataupun kontaminasi silang.
d. Kesiapan ruangan
granul asam mefenamat di ruang produksi yang pencetakan tablet Maka diperlukan area pencampuran
sama. Hal tersebut menjadi temuan saat ada audit e. Kesiapan jalur CPOB 2012
di perusahaan. Apakah daftar periksa yang harus pengemasan
diperbaiki untuk mencegah temuan tersebut
terulang kembali?

119 Seorang apoteker pada bagian RnD suatu industri a. Meningkatkan Fungsi Bahan :
farmasi sedang mengembangkan sediaan gel konsentrasi gel metil Piroksikam : zat aktif (anti inflamasi)
piroksikam dengan formula sebagai berikut : selulosa Polisorbat : wetting agent (zat pembasah)
b. Meningkatkan jumlah
Metil paraben : zat pengawet
R/ Piroksikam 0,5% basis gel metil selulosa
c. Menurunkan Metil selulosa : gelling agent (pengental)
Polisorbat 0,5% konsentrasi gel metil
selulosa
Metil Paraben 0,15% d. Meningkatkan Daya sebar berbanding terbalik dengan viskositas.
konsentrasi polisorbat 80 Semakin kental suatu gel, semakin kecil daya
Gel metil selulosa (15%) ad 100% e. Menurunkan konsentrasi sebarnya. Kekentalan dipengaruhi oleh gelling agent.
polisorbat 80
Ketika dilakukan kontrol kualitas, gel memiliki Kekentalan diperlukan untuk menjaga stabilitas
sediaan. Tetapi kekentalan tidak boleh terlalu tinggi
daya sebar yang sangat kecil→viscositasnya tdk
agar mudah digunakan.
baik. Apakah tindakan yang dapat dilakukan Semakin tinggi konsentrasi basis maka daya sebar
untuk mengatasi hal tersebut? semakin rendah, karena viskositasnya meningkat.
maka perlu menurunkan konsentrasi gel metil
selulosa.

JURNAL ILMIAH MANUNTUNG, 1(2), 121-126,


2015 “FORMULASI GEL PATI BENGKUANG
(Pachyrhizus erosus (L.) Urb.) DENGAN GELLING
AGENT METILSELULOSA”

120 Seorang pasien, perempuan usia 22 tahun, a. etambutol Paket kombipak adalah paket obat lepas yang terdiri
penderita TBC , Mendapatkan terapi antibiotik b. INH dari Isoniasid, Rifampisin, Pirasinamid dan
kombipak. apoteker memberikan informasi c. Pirazinamid Etambutol yang dikemas dalam bentuk blister.
d. rifampisin
bahwa salah satu komponen dari paket obat yang
e. streptomisin
diterima dapat menyebabkan gangguan Efek samping yang sering terjadi yaitu ganguan
pengelihatan. apalah antibiotik dalam paket penglihatan biasanya bilateral yang merupakan
tersebut yang menyebabkan efek samping neuritis retrobular yaitu penurunan ketajaman
tersebut? penglihatan,hilangnya kemampuan membedakan
warna merah-hijau terjadi pada beberapa penderita
yang diberikan etambutol
(Katzung,1997).
Katzung, Bertram, G. 1997. Farmakologi Dasar dan
Klinik , Edisi Ke 6. Penerbit Buku Kedokteran EGC,

121 Seorang pasien anak anak usia 2 tahun, BB 13 kg a. 37,5 ml Jika 125 mg di encerkan dengan air sebanyak 50 mg
menderita demam batuk dan pilek. dokter b. 50,0 mL maka per ml nya mengandung 2,5 mg/ml amoksisilin.
menghendaki pemberian suspensi amoksisilin c. 62,5 mL
d. 70,0 mL
dengan kekuatan 100mg/5ml. sediaan sirup 125 ml = 50 ml
e. 75,0 mL
kering amoksisilin yang tersedia di apotek adalah 100 ml = x
dengan kekuatan 125 mg./5ml setelah di x = 40 ml
tambahkan air sebanyak 50 ml. berapa jumlah air Jika yang di butuhkan 100 mg dalam sediaan. maka
yang harus ditambahkan pada sirup kering air yang di tambahkan 40 ml – 2,5 ml = 37,5 ml
amoksisilin untuk memperoleh kekuatan
100mg/5ml?

122 Seorang dokter akan memberikan antiepilepsi a. A Kehamilan & Laktasi


dengan obat asam valproat 250 mg 1 x sehari b. B Kategori Kehamilan: D untuk episode kejang atau
kepada pasiennya (perempuan, usia 40 tahun, c. C manic yang terkait dengan gangguan bipolar yang
d. D
hamil usia 2 minggu, penderita epilepsi tonik tidak responsif terhadap perawatan lainnya.
e. X
klonik)obat tidak aman bagi pasien hamil Kategori kehamilan: X untuk pencegahan sakit kepala
sehingga apoteker mengusulkan menambahkan migrain
asam folat 600 mikrogram/hari dalam Hasil dari studi epidemiologi menyimpulkan bahwa
pengobatan. apakah golongan obat antiepilepsi anak-anak yang lahir dari wanita yang mengkonsumsi
tersebut untuk ibu hamil? natrium valproate atau produk terkait (valproic acid,
divalproex sodium) selama kehamilan memiliki
peningkatan risiko untuk nilai tes kognitif yang lebih
rendah, dibandingkan dengan anak-anak yang
terpapar obat antiseizure lainnya selama kehamilan.
Dikenal menyebabkan cacat tabung saraf; Bukti
menunjukkan bahwa suplementasi asam folat
sebelum pembuahan dan selama trimester pertama
menurunkan risiko cacat tabung neural bawaan.
Laktasi: Ekskresi dalam susu; Hati-hati (AAP dan
ACOG mengatakan kompatibel)
Kategori Kehamilan

J: Umumnya bisa diterima. Studi terkontrol pada


wanita hamil tidak menunjukkan bukti adanya risiko
janin.
B: Bisa diterima Studi hewan menunjukkan tidak ada
risiko namun penelitian manusia tidak tersedia atau
penelitian hewan menunjukkan risiko kecil dan studi
manusia dilakukan dan tidak menunjukkan risiko.
C: Gunakan dengan hati-hati jika manfaat lebih besar
daripada risiko. Studi pada hewan menunjukkan
bahwa studi risiko dan manusia tidak tersedia atau
tidak dilakukan baik hewan maupun manusia.
D: Gunakan dalam darurat keadaan darurat bila tidak
ada obat yang lebih aman. Bukti positif risiko janin
manusia.
X: Jangan gunakan pada kehamilan. Risiko yang
terlibat lebih besar daripada manfaat potensial.
Alternatif yang lebih aman ada.
NA: Informasi tidak tersedia.

123 Seorang pasien perempuan (usia 45 tahun), a. Reseptor opioid µ1


pasien rawat inap dan penderita pancreastitis akut b. Reseptor opioid µ2
dengan intensitas nyeri 7/10. Salah satu obat yang c. Reseptor opioid K1
d. Reseptor opioid K2
terdapat dalam resep adalah morphin kapsul 20 Untuk pembahasan soal nomer 123 , mohon bersedia
e. Reseptor opioid ᵟ
mg SR No.VI (S.2.dd). Apakah protein yang temen yg bisa jawab bisa dibantuin jawab
menjadi target aksi dari obat tersebut? pembahasannya. Terimakasih.
124 Seorang dokter meminta apoteker untuk a. Asam mefenamat Berdasarkan
mengevaluasi pengobatan pasiennya ( perempuan b. Natrium diklofenak algoritma terapi Dipiro
usia 30 tahun, penderita migran). Pasien sering c. Asetosal pengobatan migren lini
d. Ergotamin
mendapatkan serangan migren bila sedang pertama menggunakan
e. Amfetamin
melakukan perjalanan jauh. Pasien juga simpel analgetik (
mengatakan bahwa paracetamol tidak mampu acetaminopen/
mengurangi gejala migran tersebut. Apoteker caffeine) dan NSAID
menyarankan bahwa pasien memerlukan (aspirin, ibuprofen dan
tambahan obat lain untuk dikombinasikan dengan naproxen) ketika lini
parasetamol. Apakah obat yang tepat untuk pertama tidak
disarankan? memberikan respon
maka digunakan
kombinasi analgetik midrin, acetaminophen atau
aspirin/butalbita/caffein.

125 Seorang ibu datang e apotek untuk membeli obat a. Memberikan terapi Berdasarkan kondisi
bagi anaknya yang berusia 18 bulan. Ibu tersebut kotrimoksasol yang dialami oleh
mengatakan kepada apoteker bahwa anaknya b. Memberikan terapi oralit pasien, apoteker
dan kotrimoksasol
mengalami diare dengan frekuensi 5 kali dalam menyarankan untuk
c. Memberikan terapi oralit
sehari dan sudah berlangsung selama 2 hari. dan menyarankan ke memberikan oralit
Apakah tindakan yang tepat untuk dilakukan? doter. dan obat antidiare,
d. Memberikan terapi misalnya seperti
oralit, kotrimoksasol, Attapulgit atau
dan vitamin. Kaolin pektin,
e. Memberikan terapi mengingat bahwa
oralit dan antidiare.
usia pasien masih
dibawah 2 tahun, dan
gejala yang dialami oleh pasien masih kategori diare
ringan ( jadi belum memerlukan antibiotik) . Untuk
aturan pakai oralit bisa dilihat digambar atas.

126 Seorang pasien, laki-laki, usia 37 tahun, penderita a. Pagi hari Furosemide termasuk dalam kelompok obat yang
hipertensi tanpa penyakit penyulit dengan data b. Siang hari disebut loop-diuretics dimana obat tersebut obat
TD 150/95 mmHg mendapatkan obat Furosemid c. Sore hari meningkatkan jumlah urin yang dikeluarkan oleh
d. Malam hari
tablet 40 mg. Kapan sebaiknya pasien meminum ginjal1. Furosemide akan membuat buang air kecil
e. Sebelum Tidur
obat ini? lebih sering, jadi dokter atau Apoteker biasanya akan
menyarankan untuk minum obat di pagi hari,
sehingga tidak perlu mengalami gangguan tidur
karena bangun di malam hari untuk buang air kecil2.

Sumber:
1. www.parksmed.co.uk/wp-
content/uploads/2013/09/Furosemide.pdf
(Milton Keynes Hospital, National Health Services)
2. medical.azureedge.net/pdf/3359.pdf
(patient.info/medicine/furosemide)
127 Seorang pasien, perempuan, usia 50 tahun, masuk a. Langsung diberikan saat Pada pasien yang menggunakan terapi dengan
IGD suatu rumah sakit, setelah 2,5 jam yang lalu serangan Fibrinolitik/trombolitik (rtPA/ recombinant tissue
mengalami gangguan bicara dan gerak secara b. 12 jam setelah serangan plasminogen activator) intravena (salah satunya
c. 12 jam setelah
mendadak.Dari hasil pemeriksaan CT Scan, alteplase) usahakan untuk menghindari penggunaan
pemberian Alteplase
dokter mendiagnosis pasien mengalami serangan d. 24-48 jam setelah bersama obat antikoagulan dan antiplatelet dalam 24
stroke iskemik. Dokter juga akan memberikan serangan jam pertama setelah terapi untuk menghindari risiko
antiplatelet setelah pasien menjalani terapi e. 24-48 jam setelah perdarahan.
dengan alteplase. Kapankah waktu yang tepat pemberian Alteplase
untuk pemberian antiplatelet tersebut? Sumber :
1. http://repository.ubaya.ac.id/21378/1/Rasional%20V
ol%2012%20No%201.pdf
(Penatalaksanaan Farmakologi Stroke Iskemik
Akut, Rasional vol. 12 no. 1)

128 Seorang apoteker di apotek sedang menghitung a. 100 tablet Diketahui : - Permintaan rata-rata per bulan
kebutuhan obat captopril 12,5 mg. Rata-rata b. 200 tablet 1000 tablet
permintaan captopril 12,5 mg per bulan adalah c. 330 tablet - Lead time 3 hari
d. 500 tablet
1000 tablet. Waktu yang dibutuhkan untuk sekali
e. 1.000 tablet
pemesanan 3 hari. Apoteker harus memastikan Jawab : SS = (LT x CA)
tidak terjadi kekosongan captopril 12,5 mg LT = Lead Time
karena merupakan obat pemakaian terbesar di CA = Consumption Average (Rata-rata
apotek tersebut. Berapakah stok pengaman/safety penggunaan sehari atau sebulan)
stock yang dibutuhkan agar ketersediaan obat
tetap terjaga? SS = 3 hari x (1.000 tablet : 30 hari )
= 3 x 33,3 tablet
= 100 tablet

Sumber : Satibi, 2015, Manajemen Obat di Rumah


Sakit, Gadjah Mada University Press, Jogjakarta, 69)

129 Berdasarkan analis keuangan pada akhir tahun a. 16% (ROI) *ROE merupakan perbandingan laba
2016, apoteker di suatu apotek membuat laporan bersih(net.keuntungan) dibandingkan ekuitas (asset
keuangan dan didapatkan laba bersih apotek b. 18% bersih/modal perusahaan.
sebesar Rp. 28.000.000.Modal pemilik c.. 31,1%
adalahRp.90.000.000.Total aktiva *Rumus ROE
Rp.175.000.000 dan Total penjualan d. 35% ROE = laba bersih/modalx100%
Rp.500.000.000.Berapakah nilai Return on
e. 51%
Equity apotek tersebut? = 28.000.000/ 90.000.000x100%

=31,1%
Pelajari juga analisis keuangan lainnya!!!

Sumber: Anief,2001

130 Seorang apoteker pada bagian kontrol kualitas a.Keseragaman kandungan IPC tablet meliputi (Depkes,1995)
suatu industri farmasi melakukan in process b.Keseragaman bobot 1.keseragaman bobot
control pada tiap tahapan produksi tablet c.Waktu hancur 2.kekerasan
metilprednisolon 4 mg untuk menjamin mutu d.Tingkat kerapuhan 3.kerapuhan
obat dengan dosis tersebut. Apakah parameter e.Laju disolusi 4.kandungan zat aktif
kritis yang harus dikontrol secara ketat pada 5.waktu hancur
produksi obat tersebut
131 Seorang apoteker di industri farmasi ingin a.Tablet salut gula * Tablet salut gula: sering disebut dragee ,penyalutan
memproduksi tablet natrium diklofenak. Salah b.Tablet salut enterik dengan larutan gula untuk menutupi rasa yg tidak enak .
satu karakteristik yang diinginkan adalah tablet c.Tablet salut selaput *Tablet salut enterik:tablet yang disalut dengan zat
tersebut tidak hancur di dalam lambung namun d.Tablet salut film penyalut yang relatif tidak larut dalam asam lambung,
pecah di usus. Apakah jenis tablet yang akan e.Tablet salut tipis tetapi larut dalam usus halus
diproduksi oleh apoteker tersebut? *Tablet salut selaput: Tablet yang dilapisi selaput tipis
dan zat penyalutnya disemprotkan pada tablet
*Tablet salut film: Tablet kempa yang disalut dengan
lapisan tipis berwarna/tidak berwarna tidak larut air dari
larutan bahan polimer yang hancur dengan cepat dalam
saluran pencernaan.
*Tablet salut tipis: Tablet inti yang disalut dengan
lapisan relative tipis dari material yang cocok.
Hapalkan juga proses tahapan penyalutan,
Manfaat/tujuan penyalutan!!!
Sumber: Syamsuni,A.,2007.Ilmu Resep.Jakarta: Buku
Kedokteran EGC
132 seorang apoteker di industri farmasi akan a. ibuprofen Varma V., 2016, Excipients used in the
memproduksi tablet ibu profen. Formula tablet Formulation of Tablets, Research and Review
tersebut terdiri dari ibu profen, povidon, laktosa, b. laktosa International Journals, 5, 144
magnesium stearat dan explotab. Apakah bahan
yang berfungsi sebagai bahan pelicin dalam c. povidon
formula tersebut ? d. Mg Stearat

e. explotab

133 seorang apoteker pada bagian QC suatu industri a. mempunyai atom fosfor dan
farmasi harus melakukan uji kualitatif untuk flour
memastikan kebenaran bahan baku obat
ibuprofen yang datang dari suplier dg b. mempunyai gugus karbonil
menggunakan instrumen spektroflourometri.
Apakah alasan yang mendasari bahwa obat c. mempunyai gugus kromofor
tersebut bisa di ukur dengan instrumen tsb ? dan coplanar

d. mempunyai gugus karbonil


dan koplanar

e. mempunyai gugus kromofor


dan halogen
134 seorang apoteker di industri kosmetik sedang a. adeps lanae(basis serap)
mengembangkan formula sediaan pelembab kulit
dari lidah buaya. Sediaan tersebut diharapkan b. lanolin(Basis serap)
dapat meningkatkan kelembutan kulit dan
kecepatan penguapan air sehingga kulit ttap c. PGE( Basis terlarut)
lembab. Apakah basis salep yang tepat untuk
sediaan tersebut ? d. vaselin

e. vinishing cream→mudah
dibilas air
135. Seorang perempuan usia 38 tahun baru saja a. Amlodipin
terdiagnosa mengalami hipertensi dengan tekanan b. Valsartan
darah 150/95 mmHg. Apakah antihipertensi yg c. Furosemide
tepat untuk pasien ini? d. Captopril
e. HCT
Sumber : Pharmacotherapy Handbook 7th Edition,
114-116 (Dipiro)

136. Seorang pasien laki laki, usia 50 tahun penderita a. Aspirin→untuk mencegah
angina pectoris dengan profil EKG abnormal dan
plak
adanya elevasi segmen ST. Pasien memiliki
b. Propanolol
riwayat dislipidemia dan hipertensi selama 5
c. Simvastatin
tahun. Obat apakah yang harus diberikan kepada
d. ISDN
pasien untuk mencegah perburukan profil EKG?
e. Verapamil

1. Alwi Idrus, 2006. Infark Miokard Akut Dengan


Elevasi ST. Dalam: Sudoyo AW, Setiohadi
Bambang, Alwi Idrus, Simadibrata MK, Setiati
Siti, 2006. Ilmu penyakit dalam: Edisi ke 4.
Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia. Jakarta, 1615-
1625
2. Pharmacotherapy Handbook 7th Edition, 116
(Dipiro)
137. Seorang pasien laki laki, usia 57 tahun a. Simetikon
mengalami penyakit jantung koroner dan b. Misoprostol
mendapat terapi obat rutu. aspirin 75mg/hr dan c. Ranitidin (mencegah terjadi
klopidogrel 75mg/hr. Kedua obat ini memiliki menepisnya asam lambung)
efek samping pada saluran cerna. Sementara d. Sukralfat (dipilih ketika sudah
pasien memiliki riwayat penyakit ulkus ada keluhan)
peptikum. Dokter meminta saran kepada apoteker e. Antasida
mengenai obat untuk meminimalkan ESO pada
pasien. Apakah obat yabg tepat
direkomendasikan kepada dokter tersebut?

1. Berardy, R., & Lynda, S., 2005, Peptic Ulcer


Disease dalam Pharmacotherapy a
Pathophysiologic Approach, Sixth Edition,
McGraw-Hill, Medical Publishing Division by
The McGraw-Hill Companies, 629–648.
2. http://cdn.dupagemedicalgroup.com/userfiles/file/
patientForms/nsaid-list.pdf
138 Seorang pasien, laki-laki usia 55 tahun penderita a. Parasetamol
osteoarthris, tidak mengalamai perbakan gejala b. Glucosamine sulfat Berdasarkan dipiro edisi 9
setelah mengkonsumsi kondroitin sulfat selama 2 c. Celexocib
minggu. Pasien datang ke rumah sakit menemui d. Natrium diklofenak
dokter untuk tindak lanjut penyakitnya. Pasien e. ibuprofen
juga memiliki riwayat penyakit peptic ulcer.
Dokter menghendaki penggantian obat untuk
terapi pasien tersebut. Apakah obat yang tepat
untuk direkomendasikan kepada dokter tersebut?
139 Seorang pasien (perempuan, 58 tahun) penderita a. 1 kali sehari sebelum S = signa (tandai)
osteoporosis dengan nilai T-score -3,00. Salah makan bdd = bis de die (dua kali sehari)
satu obat yang diresepkan dokter untuk pasien b. 2 kali sehari sebelum pc = post coenam (setelah makan)
adalah suplemen kalsium 500 mg (S.b dd 1 tab makan
pc). Apoteker melakukan skrining pada resep c. 3 kali sehari sebelum S.b dd 1 tab pc = tandai 2 kali sehari 1 tablet setelah
tersebut. Apakah informasi yang tepat dituliskan makan makan
pada etiket pasien tersebut? d. 1 kali sehari setelah
makan
e. 2 kali sehari setelah
makan
140 Seorang pasien (perempuan, 58 tahun) penderita a. Penggunaan suplemen Berdasarkan dipiro ed.9 hal. 18
osteoporosis dengan nilai T-score -3,00. Dokter kalsium untuk pasien
meresepkan obat yang berisi kombinasi tidak diperlukan
alendronat dan vitamin D sebanyak 8 tablet (S.1 b. Penggunaan vitamin D
dd dc 1 tab). Dokter juga meresepkan suplemen dalam obat kombinasi
kalsium (S1 dd1 tab pc). Apoteker melakukan tidakdiperlukan
skrining pada resep tersebut. Apakah c. Aturan pakai obat
permasalahan yang terdapat dalam resep kombinasi
tersebut? alendronat+vit D
harusnya 1xseminggu
d. Waktu pakai obat
kombinasi
aleandronat+vit D
harusnya sebelum
makan
e. Waktu pakai suplemen
kalsium tidak tepat
harusnya sebelum makan

141 Seorang pasien, perempuan, usia 47 tahun, a. Kecepatan absorbsi obat Menurut Rao et al, (2001), tujuan utama dari sediaan
penderita rheumatoid arthritis akut, datang ke menurun lepas lambat adalah mempertahankan kadar terapeutik
apotek dengan membawa resep racikan berupa b. Obat mengalami kerusakan di obat dalam darah atau jaringan selama waktu yang
puyer karena tidak bisa menelan tablet. Salah satu lambung diperpanjang. Fluktulasi konsentrasi obat dapat
obat yang tertulis dalam resep adalah sebagai c. Obat banyak di absorbsi di menimbulkan overdosis sehingga toksisitas obat
berikut” lambung meningkat.
d. Obat tidak memberikan efek
R/ Natrium Diklofenak SR 75 mg 15tab e. Toksisitas obat meningkat
m.f. Pulv. D.t.d. No. XV
s.1.d.d 1 pulv

apakah permasalahan yang akan terjadi jika


sediaan dalam resep tersebut diminum oleh
pasien?

142 Seorang perempuan datang ke apotek untuk a. 0,5-1 bungkus dilarutkan


membeli oralit sebanyak 10 bungkus untuk dalam air 50-100 ml setiap
anaknya (laki-laki, usia 6 tahun) yang mengalami habis BAB
diare. Perempuan tersebut juga mengatakan b. 1-2 bungkus dilarutkan dalam
bahwa anaknya juga terlihat lemas dan air 100-200 ml setiap habis
mengalami dehidrasi. Pada saat penyerahan obat, BAB
perempuan tersebut menanyakan tentang cara dan c. 2-3 bungkus dilarutkan
aturan pakai oralit kepada apoteker. Bagaimana dalam air 200-300 ml setiap
cara dan aturan pakai obat yang tepat habis BAB
disampaikan kepada perempuan tersebut? d. 3-4 bungkus dilarutkan dalam
air 300-400 ml setiap habis
BAB
e. 4-5 bungkus dilarutkan dalam
air 400-500 ml setiap habis 1 bks untuk
BAB gelasir(200ml)
143 Seorang pasien, perempuan, usia 18 tahun, a. 5 ml 3%/10% x 50ml = 15 ml
mendapatkan resep hydrogen peroksida 3% b. 10 ml
sebanyak 50 ml untuk pengobatan jerawat. Di c. 15 ml
apotek tersedia sediaan hydrogen peroksida 10%. d. 7 ml
Berapakah jumlah larutan hydrogen peroksida e. 10 ml
10% yang disiapkan untuk membuat resep
tersebut?
144 Seorang pasien laki – laki berusia 10 tahun, baru a. Salep dan pelembab Penggunaan emollient (pelembab) pada waktu yang
saja didiagnosis mengalami dermatitis atopik dioleskan cukup tebal berbeda dengan dengan penggunaan steroid. Steroid
datang ke apotek untuk menebus resep dokter b. Pelembab diberikan setelah sebaiknya digunakan 30 menit setelah emolient diberikan
(Artikel kesehatan oleh dr. Moh. Ifnudin. SpKK,
berupa salep kortikosteroid dan pelembab dalam diolesi salep
penggunaan pelembab pada dermatitis atopic
dua sediaan terpisah. Informasi apakah yang tepat c. Salep dan pelembab
disampaikan kepada pasien terkait dengan dioleskan bersamaan
penggunaan obat tersebut? d. Salep diberikan setelah Pelembab dulu diberikan agar kulit tidak kering, setelah
itu baru diberiksan salep
pelembab dioleskan
e. Salep dan pelembab
dioleskan tipis-tipis

145 Seorang apoteker Industri Obat Tradisional a. CH3COOH Jawaban = diuapi amonia sebelum dan sesudah dideteksi
sedang melakukan identifikasi senyawa golongan b. FeCl3 dengan sinar UV 366, maka akan mengahisalkan
flavonoid dengan metode KLT dari daun seledri c. H2SO4 flourosensi (Markham, 1988)
yang berkhasiat sebagai antihipertensi. Pereaksi d. KOH
yang digunakan pada pereaksi semprot akan e. NaOH
membentuk senyawa kompleks dengan
flavonoidnya. Apakah pereaksi yang tepat
digunakan untuk tujuan identifikasi tersebut?

146 Seorang Apoteker di bagian R&D suatu industri a. Binders Binder ( pengikat) = bahan tambahan yang dimaksudkan
farmasi sedang melakukan pengembangan b. Diluent agar mengikat partikel serbuk dalam granulasi tablet
formula tablet parasetamol 500 mg. Pada saat c. Disintegran (Ansel, 1989)
Diluent (Pengisi) = ditambahkan bila obat tidak cukup
dilakukan in process control, ternyata tablet d. Filer
untuk mebuat bulk, menjamin tablet memiliki ukuran dan
hancur dalam waktu 20 menit dan tidak sesuai e. Glidant massa yang dibutuhkan (Voigt, 1984)
dengan standar. Berdasarkan hal tersebut, Disintegran (penghancur) = ditambahkan agar tablet
apoteker perlu melakukan evaluasi terhadap dapat segera hancur bila kontak dengan lingkungan
bahan tambahan yang terkait dengan waktu berair (Lachman dkk., 1994)
hancur tablet. Apakah bahan tambahan yang Filer (Pengisi) = (Pengisi) = ditambahkan bila obat tidak
perlu dievaluasi untuk mengatasi permasalahan cukup untuk mebuat bulk, menjamin tablet memiliki
ukuran dan massa yang dibutuhkan (Voigt, 1984)
tersebut ?
Glidant (pelicin) = sebagai pengatur aliran dengan
memperbaiki daya luncur granul yang ditabletisasi,
Volume wkt hancur PCT →15 menit
sehingga menjamin terjadinya keteraturan aliran dari
corong pengisi melalui corong pengisi ke dalam lubang
ruang cetak dan meningkatkan ketepatan takaran tablet
(Voigt, 1984)

147. seorang apoteker memberikan penyuluhan pada a. Long life learning Peran apoteker disimpulkan melalui konsep yang disusun
warga masyarakat di sebuah desa dengan materi b. Teacher oleh WHO dan FIP (International Pharmaceutical
tentang resistensi antibiotika. Apakah peran yang c. Communicator Federation) yang disebut “Seven-Star Pharmacist” di
d. Manager mana seorang apoteker digambarkan sebagai:
dilakukan oleh apoteker tersebut?
e. Researcher 1) Caregiver : Apoteker menyediakan layanan
pengasuhan. Mereka harus beranggapan bahwa
praktik mereka terintegrasi berkesinambungan
dengan sistem pelayanan kesehatan dan profesional
kesehatan lainnya. Layanan tersebut harus
berkualitas tertinggi.
2) Communicator : Apoteker berada dalam posisi ideal
untuk menjelaskan resep kepada pasien, dan untuk
mengkomunikasikan informasi mengenai kesehatan
dan obat-obatan kepada masyarakat. Dia harus
berpengetahuan dan percaya diri saat berinteraksi
dengan profesional kesehatan lainnya dan
masyarakat. Komunikasi melibatkan verbal, non-
verbal, mendengarkan dan keterampilan menulis.
3) Decision-maker : Penggunaan sumber daya yang
tepat, berkhasiat, aman dan hemat biaya (misalnya,
tenaga kerja, obat-obatan, bahan kimia, peralatan,
prosedur, praktek) harus menjadi landasan kerja
apoteker. Pada tingkat lokal dan nasional, apoteker
berperan dalam menetapkan kebijakan obat-obatan.
Pencapaian tujuan ini memerlukan kemampuan
untuk mengevaluasi, menyatukan data dan informasi
dan memutuskan tindakan yang paling tepat
tindakan.
4) Teacher : Apoteker memiliki tanggung jawab untuk
membantu pendidikan dan pelatihan generasi masa
depan apoteker dan masyarakat umum.
Berpartisipasi sebagai pengajar tidak hanya
menanamkan pengetahuan kepada orang lain, tapi
juga menawarkan kesempatan bagi praktisi untuk
mendapatkan pengetahuan baru dan untuk
mempersiapkan keterampilan yang ada.
5) Livelong learner : Di sekolah farmasi, tidak
mungkin untuk memperoleh semua pengetahuan dan
pengalaman yang diperlukan untuk meniti karir
seumur hidup sebagai seorang apoteker. Konsep,
prinsip dan komitmen untuk belajar seumur hidup
harus dimulai saat kuliah farmasi dan harus
didukung sepanjang karir apoteker. Apoteker harus
belajar bagaimana menjaga pengetahuan dan
keterampilan agar selalu up to date.
6) Leader : Dalam multidisiplin, kepedulian di daerah
di mana penyedia layanan kesehatan sangat minim
atau tidak ada, apoteker wajib memposisikan diri
sebagai pemimpin dalam kesejahteraan seluruh
pasien dan masyarakat. Kepemimpinan yang
dimaksud termasuk kasih sayang dan empati serta
visi dan kemampuan untuk membuat keputusan,
berkomunikasi, dan mengatur secara efektif.
7) Manager : Apoteker harus mampu mengelola
sumber daya (manusia, fisik dan keuangan) dan
informasi secara efektif. Mereka juga harus bersedia
diatur oleh orang lain, baik oleh pemberi kerja,
manajer atau pemimpin tim pelayanan kesehatan.
Semakin banyak informasi dan teknologi yang
terkait akan memberikan tantangan sebagai
apoteker, memikul tanggung jawab yang lebih besar
untuk berbagi informasi tentang obat-obatan dan
produk-produk terkait dan memastikan kualitasnya.
Dan sebagai fungsi tambahan :

8) Researcher : Apoteker harus dapat


menggunakan evidence base (misalnya, saintifik,
praktek farmasi, sistem kesehatan) secara efektif
untuk menyarankan tentang penggunaan obat yang
rasional. Apoteker dapat juga berkontribusi
terhadap evidence base dengan tujuan
mengoptimalkan layanan kepada pasien dan hasil
yang diperoleh. Sebagai peneliti, apoteker dapat
meningkatkan aksesibilitas kesehatan dan pemberi
informasi obat-obatan kepada masyarakat dan
profesional kesehatan lainnya.
(Handbook on Developing pharmacy practice - A focus
on patient care, First edition 2006)

148. Sebuah rumah sakit memiliki keterbatasan dalam a. Individual prescribing Sistem distribusi di unit pelayanan dapat dilakukan
jumlah tenaga kefarmasian, sehingga di dalam b. Ward floor stock dengan cara:
pelayanan resep pasien rawat inap yang akan c. Automatic dispensing a. Sistem persediaan lengkap diruangan ( floor stock)
d. Unit dose dispensing 1) Pendistribusian Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan,
pulang, pasien diminta untuk mengambil obat di
e. Once daily dose dispensing dan Bahan Medis Habis Pakai untuk persediaan
ruang instalasi farmasi rumah sakit. Pasien di ruang rawat disiapkan dan dikelola oleh
menebus resep obat ke instalasi farmasi untuk Instalasi Farmasi.
dibawakan pulang yang terdiri atas kassa steril, 2) Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan Bahan
hypafix, cepadroksil tablet, dan mederma. Medis Habis Pakai yang disimpan di ruang rawat
Apakah metode distribusi obat yang dilakukan harus dalam jenis dan jumlah yang sangat
oleh instalasi farmasi rumah sakit tersebut? dibutuhkan.
3) Dalam kondisi sementara dimana tidak ada
petugas farmasi yang mengelola (di atas jam
kerja) maka pendistribusiannya didelegasikan
kepada penanggung

b. Rresep peorangan (Individual prescribing)


Pendistribusian Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan
Bahan Medis Habis Pakai berdasarkan Resep
perorangan/pasien rawat jalan dan rawat inap melalui
Instalasi Farmasi.
c. Sistem unit dosis (Unit dose dispensing)
Pendistribusian Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan, dan
Bahan Medis Habis Pakai berdasarkan Resep perorangan
yang disiapkan dalam unit dosis tunggal atau ganda,
untuk penggunaan satu kali dosis/pasien. Sistem unit
dosis ini digunakan untuk pasien rawat inap.

d. Sistem Kombinasi

Sistem pendistribusian Sediaan Farmasi, Alat Kesehatan,


dan Bahan Medis Habis Pakai bagi pasien rawat inap
dengan menggunakan kombinasi a + b atau b + c atau a +
c.

(PMK 72 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan


Kefarmasian di Rumah Sakit)

149. Seorang apoteker di apotek hendak a. 750 kapsul Pemakaian sefadroksil 500 mg perbulan = 1.000 kapsul
merencanakan pengadaan sefadroksil 500mg b. 950 kapsul Sisa stok = 150 kapsul
untuk kebutuhan bulan depan. Pemakaian c. 1. 050 kapsul Stok pengaman = 100 kapsul
d. 1. 150 kapsul Jumlah persediaan sefadroksil 500 mg bulan depan,yaitu:
sefadroksil 500 mg perbulan adalah 1.000 kapsul.
e. 1. 250 kapsul » (kebutuhan perbulan + stok pengaman) – sisa stok
Sisa stok sefadroksil 500 mg adalah sebanyak » (1000 + 100) – 150 = 1100 – 150
150 kapsul. Apoteker tidak menginginkan terjadi = 950
kekosongan obat, sehingga ditetapkan jumlah Jadi, pengadaan sefadroksil 500 mg untuk bulan depan
stok pengaman sebanyak 100 kapsul. Berapakah sebanyak 950 kapsul
jumlah obat yang tepat untuk pengadaan
sefadroksil 500 mg bulan depan?
150. Seorang pasien, usia 37 tahun, dibawa kerumah a. Rp. 475.000 Direct medical cost: biaya yang dikeluarkan secara
sakit dengan keluhan nyeri pinggang dan b. Rp. 575.000 langsung untuk mendapatkan pelayanan kesehatan.
punggung. Diagnosa dokter adalah neprolitis, dan c. Rp. 675.000 Contoh: biaya obat, biaya konsultasi, lab, dll
Ciprofloxacin 500mg ( S. 2 dd) selama 10 hari
pasien mendapatkan resep dengan obat d. Rp. 775.000
Rp2500/tablet
ciprofloxacin 500 mg (S.2. dd) dan tramadol ( e. Rp. 875.000 2 x 10 = 20
S.3. dd) untuk penggunaan 10 hari. Harga 20 x 2500 = 50.000
ciprofloxacin Rp 2500/tablet; tramadol Rp Tramadol ( S. 3 dd) selama 10 hari Rp 7500/tablet
7500/tablet; jasa dokter Rp. 150.000; administrasi 3 x 10 = 30
RS Rp. 50.000; pemriksaan Laboratorium Rp. 30 x 7500 = 225.000
200.000. berapa total direct medical cost yang Harga ciprofloxacin + harga tramadol + jasa dokter +
administrasi + LAB
harus dibayarkan pasien tersebut ?
50.000 + 225.000+ 150.000 + 50.000 + 200.000 =
675.000
Jadi total direct medical cost yang dibayarkan sebesar Rp
675.000

151. Seorang pasien, laki-laki, usia 60 tahun, a. pencegahan


menderita hipertensi dan angina pectoris, makroalbuminuria
mengalami 3 kali serangan angina dalam setahun
b. penurunan kontraktilitas
ini. Dokter meresepkan antihiertensi untuk pasien
berupa valsartan dengan dosis 1 x 80mg. Apakah jantung
efek tambahan yang diberikan valsartan selain c. inhibisi renin secara
sebagai antihipertensi ?
langsung
d. Remondelingsel
Sumber : dipiro edisi 9
kardiovaskuler
e. Penghambatan
prostaglandin sintesis

152. Seorang pasien, laki-laki, usia 55 tahun, a. mengurangi rasa nyeri pada
menderita osteoarthris dan peptik ulcer persendian pasien
mendapatkan resep dokter dengan kombinasi
b. mengurangi inflamasi pada
NSAIDS dan PPI. Salah satu obat yang terdapat
dalam resep adalah omeprazole. Apakah tujuan persendian pasien
penggunaan obat tersebut ? c. menambah cairan pelumass
sendi
d. mencegah nyeri pada
lambung pasien
e. merangsang sintesis
proteoglycan

Penggunaan jangka panjang dapat mengakibatkan peptik


ulcer,jadi PPI untuk mencegah ES.
Sumber: MIMS

153 Seorang pasien, perempuan, usia 45 tahun, a. Piroksikam Obat NSaid yang hanya untuk nyeri sama seperti
penderita rheumatid arthritis semenjak 5 tahun b. Triamsinolon paracetamol, bukan untuk Osteopororsis (Medscape )
yang lalu, baru saja terdiagnosa mengalami c. Asetaminofen
osteoporosis pada saat melakukan check up rutin d. Glukosamin
karena dinyatakan memiliki densitas tulang
dibawah normal. Apakah obat Reumathid e. Celexocib
arthritis yang dikontraindikasikan dengan
keadaan pasien?

154 Seorang perempuan, usia 42 tahun, didagnosa a. Dosis methotrexat


dokter di suatu RS mengalami rheumatid arthritis kurang
dan mendapatkan resep dengan obat kombinasi b. Dosis methotrexat
methotrexat tablet 2,5 mg No. XV (1 x 2 hari 1 berlebih
tablet ac) dan Natrium diklofenak No. LX (2 x 1 c. Terdapat interaksi obat
hari). Apoteker melakukan skrining terhadap d. Aturan pakai Natrium
resep pasien. Apakah permasalahan yang terdapat diklofenak tidak tepat
dalam resep pasien tersebut? e. Dosis natrium
diklofenak berlebihan
Metotrexat + Nadiklo dpt berinteraksi dan apabila
methotrexat dosis tinggi dan dikombinasi
Nadiklo dpt mengakibatkan kematian

155 Seorang pasien, perempuan, usia 62 tahun, a. Allupurinol tidak tepat Literatur MIMS online
penderita gout arthritis, memiliki gangguan obat
fungsi ginjal ringan (CLcr = 60 mg/menit) datang b. Piroxicam tidak tepat Clcr→10-20mg/mnt (200mg/hari) = Berat
ke apotek membawa resep dengan obat obat
allupurinol tablet 300 mg N0. XXX 1 kali sehari c. Dosis allupurinol
dan piroxicam tablet 20 mg N0. XXX 1 kali berlebihan Clcr→60mg/menit = Ringan
sehari. Apoteker melakukan skrinning resep d. Dosis allupurinol kurang
pasien. Apakah permasalahn yang terdapat dalam e. Terdapat interaksi obat
resep pasien?
156 Seorang apoteker di instalasi farmasi sebuah a. melakukan pengecekan
rumah sakit bedah akan melakukan pengadaan kualitas SDM dari PBF tersebut
obat anestesi. terdpt beberapa suplier/PBF
(Pedagang Besar Farmasi) baru yang mengajukan b. melakukan pembelian dalam
diri untuk melakukan proses pengadaan tersebut. jumlah besar agar mendapat
Apakah yang harus dipertimbangkan oleh diskon
apoteker rumah sakit dalam menghadapi hal c. melakukan pengecekan track
tersebut? record PBF dari institusi lainnya

d. melakukan pembelian dalam


jumlah kecil hanya obat vital
saja

e. langsung melakukan
negosiasi harga dengan PBF
157 Seorang pasien laki-laki, usia 40 tahun, baru saja a. Bersamaan dengan pemberian
terdiagnosa mengalami HIV-AIDS dengan obat TBC
infeksi oportunistik berupa infeksi TBC. dokter b. 1 hari setelah pemberian obat
TBC
meminta rekomendasi dari apoteker mengenai
c. 3 hari setelah pemberian obat
kapan terapi dengan antivirus (ARV) dimulai TBC
untuk pasien ini. Rekomendasi apakah yang tepat d.7 hari setelah pemberian obat
diberikan terkait waktu yang tepat untuk TBC
memulai terapi antiretrovirus tersebut? e. 14 hari setelah pemberian
obat TBC http://www.spiritia.or.id/Dok/pedomanart2011.pdf

Pedoman Nasional Tatalaksana Klinis Infeksi HIV dan


Terapi Antiretroviral pada orang Dewasa
158 Seorang pasien wanita usia 23 tahun datang ke a. mengatasi infeksi bakteri
apotek membawa resep yang berisi krim pada kulit
hiodrofilik urea 10 % untuk mengobati dermatitis b. mengatasi infeksi jamur pada
kulit
atopi. Apakah informasi yang tepat disampaikan
c. mengatasi peradangan pada
kepada pasien mengenai kegunaan krim tersebut? kulit
d. mengatasi gatal pada kulit
e.mengatasi kekeringan pada
kulit.

Putu Gizha Satrya Gautama. M, Igk Darmada, Luh Made


Mas Rusyati Bagian, Dermatitis Atopik Fakultas
Kedokteran Universitas Udayana/Rumah Sakit Umum
Pusat Sanglah, Denpasar

http://erepo.unud.ac.id/17002/1/1002006004-2-Publikasi-
Laporan%20Kasus-Dermatitis%20Atopik.pdf

159 Seorang pasien laki-laki, usia 30 tahun, a) 2 hari


mengalami demam tifoid. Dokter meresepkan b) 4 hari
antibiotic ciprofloksasin 500mg (s2dd) dan c) 21 hari
d) 7 hari
meminta saran apoteker mengenai durasi
e) 14 hari
pengobatan. Berapa lamakah antibiotic tersebut
disarankan kepada dokter untuk pengobatan
pasien?

(Kalra, SP, Current Trends in the Management of


Typhoid Fever, 2003)
160 Seorang pengusaha usaha UMOT (Usaha Mikro a) Meredakan batuk kering - Ekstrak jahe =
Obat Tradisional) membuat sediaan obat batuk b) Meredakan batuk karena Minyak jahe
yang mengandung ekstrak jahe, ekstrak daun debu berisi gingerol
c) Membantu meredakan yang berbau
sirih, sari jeruk nipis dan madu. Klaim apa yang
batuk harum khas jahe,
dapat dituliskan pada leaflet dan kemasan sediaan d) Menghilangkan dahak berkhasiat
tersebut? e) Menyembuhkan batuk mencegah dan
karena flu mengobati mual
dan muntah,
serta meredakan
batuk dan
menghangatkan
tenggorokan

- Ekstrak daun
sirih = Sirih yang
nama latinnya
Piper betle L
mempunya
kandungan kimia
minyak
atsiri(kadinen,ka
vikol,sineol,euge
nol,karvakol),za t
samak.
meredakan batuk
dan melegakan
tenggorokan
(Ir.Arif Aliadi et.al ,1996 )

- Sari jeruk nipis =


meredakan
batuk dan
tenggorokan
gatal

- Madu = Batuk.
Beberapa
penelitian
menyebutkan
bahwa rasa
manis pada madu
bisa memicu
produksi air liur
dan lendir. Hal
tersebut bisa
membasahi
tenggorokan
sehingga
meredakan
batuk.
Mengonsumsi
madu sebelum
tidur mungkin
bisa mengurangi
batuk pada orang
dewasa dan
anak-anak yang
berusia dua
tahun ke atas.
Khasiat madu
sepertinya bisa
disamakan
dengan obat
batuk yang
mengandung
dextromethorpha
n
161 Seorang pasien, laki-laki usia 55 tahun, penderita a) Menghambat aktivitas enzim Meloxicam adalah enolcarboxamide dengan aktivitas
osteoarthritis dan peptic ulcer mendapatkan resep phospholipase A2 yang lebih baik dalam inhibisi COX-2. Studi in vitro
dokter dengan obat kombinasi NSAID dan PP. b) Menghambat aktivitas enzim dengan jaringan manusia telah mengkonfirmasi afinitas
COX-1
Salah satu obat yang terdapat dalam resep adalah tinggi meloksikam untuk COX-2, sedangkan COX-1
c) Menghambat aktivitas enzim
meloxicam yang digunakan sebagai antiinflamasi. COX-2 dihambat hanya pada konsentrasi tertinggi.
Bagaimana mekanisme aksi obat tersebut? d) Menghambat aktivitas
(Del tacca, M, Efficacy and Tolerability of Meloxicam,
enzim COX-1 dan COX-2
e) Agonis reseptor oploid kelas a COX-2 Preferential Nonsteroidal Anti-Inflammatory
𝜇1 Drug, 2002)

162 Seorang pasien laki-laki berusia 55 tahun, berat a. 165 mg 3 mg/kg X 58 Kg = 174 mg
badan 58 Kg mengalami rheumatoid arthritis b. 174 mg
yang parah dan mendapatkan terapi dengan c. 180 mg
d. 204 mg
infliximab 3mg/kg IV pada minggu ke 0, 2, 4, 6
e. 240 mg
dan tiap 8 minggu berikutnya. Berapakah dosis
infliximab yang diterima pasien untuk satu kali
pemberian?

163 Seorang pasien perempuan usia 62 tahun, baru a. 100 mg/hari


saja terdiagnosa mengalami serangan gout b. 200 mg/hari
arthritis. Hasil pemeriksaan laboratorium c. 300 mg/hari
d. 400 mg/hari
menunjukan bahwa pasien juga terdeteksi
e. 600 mg/hari
mengalami gangguan fungsi ginjal ringan (ClCr =
60 mg/menit). Dokter merencanakan akan
meresepkan allopurinol untuk pasien dan
meminta saran apoteker mengenai dosis obat
yang tepat untuk pasien tersebut. Berapakah dosis (dipiro, hal 7)
allopurinol yang tepat untuk pasien tersebut?

164 Seorang pasien laki-laki usia 50 tahun, penderita a. Insulin aspart Insulin aspart (rapid acting/kerja cepat)
DM tipe II sejak 10 tahun yang lalu, dibawa ke b. Insulin NPH
IGD RS dengan kondisi tidak sadar dan c. Insulin lispro protamine
d. Insulin detemir
ditemukan gula darah sewaktu 550 mg/dL. Sumber: panduan UKAI
e. Insulin glargine
Dokter akan meresepkan insulin untuk
menurunkan kadar glukosa darah pasien tersebut.
Apakah insulin yang tepat untuk penanganan
hiperglikemia pasien tersebut?
165 Seorang pasien (perempuan, usia 62 tahun, a. Propanolol
didiagnosis dokter baru saja mengalami b. Lisinopril
hipertiroid. Pasien juga memiliki penyakit gagal c. Valsartan
d. Klonidin
jantung dengan kompensasi takhikardi. Dokter
e. Doksasozin
memutuskan untuk memberikan aritmia kepada
pasien dan meminta apoteker untuk memutuskan
obat apa yang akan diberikan kepada pasien.
Apakah obat yang tepat disarankn kepada dokter?

166 Seorang pasien (perempuan, usia 56 tahun) , a. Obat diminum 30 menit Dosis:
penderita osteoporosis dengan nilai T-score -300 . setelah mkan dengan
salah satu obat yang diresepkan dokter untuk posisi berdiri dosis yang direkomendasikan adalah 70 mg sekali
b. Obat diminum 30 menit seminggu atau 10 mg sekali sehari. Obat diberikan harus
pasien adalah kombinasi aleandronat dan vitamin setelah makan dalam diberikan sekurang-kurangnya setengah jam sebelum
D. Obat ini mampu berikatan dengan berbagai kondisi berbaring makan. Tidak diperlukan penentuan dosis untuk pasien
mineral dan memiliki efek samping utama iritasi c. Pasien tubuh pasien dengan gangguan fungsi ginjal ringan hingga sedang dan
harus tegak selama 10
lambung. Apakah informasi yang tepat untuk manula.
menit setelah minum
disampaikan kepada pasien saat meminum obat obat
ini? http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-6-sistem-endokrin/66-
d. Pasien tubuh pasien
gangguan-metabolisme-tulang/662-bifosfonat-dan-obat-
harus tegak selama 20
menit setelah minum lain/bisfosfonat
obat
e. Pasien tubuh pasien
harus tegak selama 30
menit setelah minum
obat
167 Seorang pasien, laki-laki berusia 40 tahun, baru a. 1 bulan
terdiagnosis rheumatoid arthitis mendapatkan b. 1,5 bulan
resep dengan obat metrotreksat. Dokter meminta c. 2 bulan
d. 2,5 bulan
informasi kepada apoteker mengenai durasi
e. 3 bulan
minimal penggunaan obat tersebut. Untuk
memperoleh efek terapi maksimal dan
meminimalisir efek samping obat. Berapa
lamakah obat ini harus diminum oleh pasien?

http://reference.medscape.com/drug/trexall-
methotrexate-343201
168 seorang pasien, laik-laki berusia 40 th datang ke a. obat diminum 1 jam sebelum
apotek untuk menebus obat metformin atas resep makan
dokter. Pasien tersebut mengalami diabetes
mellitus serta memiliki riwayat gangguan b. obat diminum 0,5 jam
lambung. Apoteker memberikan informasi obat sebelum makan
pada saat meyerahkan obat kepada pasien. c. obat diminum bersamaan
Apakah informasi yang tepat disampaikan kepada dengan makanan
pasien terkait dengan waktu yang tepat meminum
obat tersebut? d. obat diminum 1 jam setelah
makan

e. obat diminum 2 jam setelah


makan
169 seorang pasien, perempuan usia 28 tahun da tang a. memberikan obat sesuai Sumber: Permenkes no.347/MenKes/SK/VII/1990
ke apotek ingin membeli asam mefenamat permintaan karena termasuk tentang Obat Wajib Apotek
sebanyak 50 tablet untuk pengobatan jerawat OWA
pada wajahnya.sebagai apoteker, apakah tindakan
yang tepat untuk dilakukan? b. memberikan obat sesuai
permintaan tidak peduli
keperluannya

c. memberikan obat sebanyak 20


tablet sesuai

d. tidak memberikan obat dan


meminta pasien

e. tidak memberikan obat


yang diminta dan
memberikan edukasi
170 seorang laki-laki datang menebus resep di a. obat hanya diminum 1 jam
instalasi farmasi suatu rumah sakit dengan obat setelah makan
alphrazolam 0,5 mg No. LVI (s 2 dd. 1 tab pc) b. obat ini diminum pada saat
untuk orang tuanya (laki-laki usia 50 th, penderita akan tidur malam
Generalized Anxiety Disorder/GAD). Obat c. pasien tidak boleh
tersebut mempunyai efek mendepresi susunan mengendarai kendaraan
syaraf pusat sehingga apoteker harus memberikan sendiri
informasi obat kepada pasien. Apakah informasi d. pasien disarankan sering
penting yang harus disampaikan kepada pasien mengkonsumsi kopi
terkait efek samping obat tersebut? e. pasien disarankan sering
mengkonsumsi buah-buahan

171 seorang pasien, perempuan, usia 26 tahun, a. pengobatan kombinasi


penderita migraine ringan, datang ke apotek belum diperlukan
menebus resep dengan obat paracetamol 500 mg b. kombinasi pengobatan tidak
No. XIV (S.2 dd 2 tab. Prn), ibuprofen 200 mg tepat
No. XXVII (S.4 dd 1 tab. Prn). Pasien baru c. dosis paracetamol terlalu
perta,ma kali mengalami serangan migraine rendah
tersebut . apoteker melakukan screaning terhadap d. dosis paracetamol terlalu
obat yang terdapat dalam resep. Apakah tinggi
permasalahan yang terdapat dalam resep e. waktu pakai ibuprofen tidak
tersebut? tepat
172 seorang pasien rawat inap, laki laki, usia 40 tahun a. Menetralkan asam lambung Efek samping obat celecoxib adalah GERD (5%)
datang kesuatu rumah sakit dengan keluhan nyeri b. Li obat mencegah terjadinya
punggung bagian bawah. Dokter ingin hipertensi Pasien telah mengalami riwayat hipertensi dan gangguan
meresepkan analgetik dan meminta saran c. Mencegah perdarahan lambung.
apoteker mengenai pilihan obat yang tepat lambung
mengingat pasien mempunyai riwayat hipertensi d. Menormalkan tekanan darah Omeprasol adalah obat yang dapat mencegah efek
dan gangguan lambung. Apoteker kemudian e. Mencegah efek samping samping tersebut.
menyarankan kombinasi obat celecoxib dan dari celecoxib
omeprazol. Apakah fungsi omeprazol pada Medscape.
kombinasi pengobatan pasien tersebut?
173 seorang pasien perempuan usia 27 tahun, a. Topiramat tidak
penderita epilepsy tonik klonik sejak 1 tahun dimetabolisme di hati
yang lalu, dan rutin menggunakan asam valproat b. Ikatan topiramat –protein
250 mg setiap 12 jam. Saat ini,pasien masuk RS rendah
karena hepatitis dengan peningkatan c. Topiramat tidak memiliki
SGOT/SGPT 5 x lipat. Apoteker metabolit aktif
merekomendasikan pergantian terapi epilepsy d. Topiramat tidak bersifat
pasien dengan obat topiromat 25 mg/hari. Apakah inductor enzim
pertimbangan yang mendasari rekomendasi e. Topiramat tidak bersifat
apoteker tersebut? hepatotoksik

Dipiro edisi 9th

174. Seorang pasien wanita tengah hamil usia 8 bulan a. Sefadroksil


mengalami gejala nyeri perut bagian bawah
b. Kotrimoksazol
karena infeksi saluran kemih. Pasien mengalami
disuria selama 48 jam tanpa demam dan dari hasil c. Penisilin
urin terdapat bakteri gram negatif. Dokter
d. Amoxicillin
meminta apoteker untuk memilihkan antibiotik
yang tepat dan aman untuk pasien. Apakah e. Sefadroksil Tata Laksana dan Pencegahan
antibiotik yang diusulkan kepada dokter untuk
pasien tersebut ? Infeksi Saluran Kemih pada Kehamilan (2012)
175. Seorang pasien DM tipe 2, ibu menyusui usia 34 a. Tolbutamid Glipizide di eksresikan melalui urine sebanyak (63-90%)
tahun berkonsultasi dengan dokter di suatu klinik dan lewat feses sebesar (10%) (medscape), jika obat
b. Klorpropamid
untuk pengobatan penyakitnya. Dokter ingin tidak dieksresikan melalui air susu ibu maka obat
meresepkan antidiabetes oral atas permintaan c. Glipizide tersebut aman untuk dikonsumsi ibu yang menyusui
pasien dan meminta pendapat dokter. Apakah
d. Acarbose karena tidak akan berdampak pada bayinya.
antidiabetes yang aman disarankan kepada dokter
untuk pengobatan pasien tersebut ? e. Tolazapamid
176. Seorang apoteker akan melarutkan serbuk kering a. 15,0 mL 1 g = 1000 mg
untuk injeksi Ceftazidime 1 g menjadi
b. 17,5 mL
konsentrasi 40 mg/mL dalam NaCl 0,9% untuk
pengobatan pasien bayi (laki-laki usia 1,5 bulan c. 20,0 mL
penderita bronkopneumonia yang diakibatkan 1000 mg / 40 mg x 1 ml = 25 ml
d. 22,5 mL
karena infeksi bakteri). Berapakah jumlah
volume NaCl 0,9% yang dibutuhkan untuk e. 25,0 mL Jadi NaCl yang dibutuhkan adalah 25 ml
membuat larutan injeksi ceftazidime tersebut ?
177 Seorang ibu datang ke apotek menebus resep A. 1 tablet
dokter untuk anaknya (perempuan usia 5 tahun) B. 2 tablet Ditanyakan berapa tablet paracetamol yang dibutuhkan untuk
yang mengalami batuk dan demam dengan obat C. 3 tablet mengerjakan resep tersebut :
sebagai berikut: D. 4 tablet
R/ Paracetamol 125 mg E. 5 tablet 𝑆𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑑𝑖 𝑏𝑢𝑡𝑢ℎ𝑘𝑎𝑛 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 𝑟𝑒𝑠𝑒𝑝
𝑋 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑢𝑦𝑒𝑟 𝑦𝑔
CTM 2 mg 𝑆𝑒𝑑𝑖𝑎𝑎𝑛 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝑡𝑒𝑟𝑠𝑒𝑑𝑖𝑎
Codein 10 mg
125
m.f.pulv.dtd.No.XX = 𝑋 20
S.d.d.pulv.I 500
Sediaan paracetamol yang tersedia di apotek = 5 Tablet
adalah tablet paracetamol 500 mg. Berapakah
tablet paracetamol yang di butuhkan untuk
mengerjakan resep
178 Seorang pasien perempuan (usia 45 tahun), A. Obat hanya di minum
penderita pancreatitis akut dengan intensitas 1 jam setelah makan Efek samping dari morphin adalah halusinasi, euforia,
nyeri 7/10, mendapat resep dengan obat yang B. Obat ini diminum somnolen, konstipasi, mual, muntah, konfusi, hipoventilasi.
berisi morphin untuk mengatasi nyeri dari gejala pada saat akan tidur
penyakit yang di deritanya. Selain menghasilkan malam Efek samping morfin dapat menyebabkan halusinasi maka
efek analgetik, obat ini juga akan mendepresi C. Pasien tidak boleh pasien tidak di sarankan untuk mengendarai kendaraan
system syaraf pusat. Apakah informasi yang mengendarai sendiri karena dapat membahayakan dirinya.
harus di sampaikan kepada pasien terkait dengan kendaraan sendiri
efek samping obat tersebut? D. Pasien disarankan
sering mengkonsumsi
kopi
E. Pasien di sarankan
sering mengkonsumsi
buah-buahan

179 Seorang pasien perempuan, usia 49 tahun, baru A. EK 0,3 mg/hari + Berdasarkan Dipiro Ed.9 Hal.281
saja terdiagnosa mengalami perimonopause. MPA 5 mg/hari
Dokter akan meresepkan kombinasi obat B. EK 0,3 mg/hari +
estrogen konjugasi (EK) dan medroksi MPA 10 mg/hari
progesteron asetat (MPA) dan meminta saran C. EK 0,625 mg/hari +
apoteker untuk regimen dosisnya. Apakah MPA 5 mg/hari
regimen yang tepat di sarankan kepada dokter D. EK 0,625 mg/hari +
untuk pasien tersebut ? MPA 2,5 mg/hari
E. EK 1,25 mg/hari +
MPA 5 mg/hari
Kondisi pasien perempuan tersebut baru saja terdiagnosa
mengalami perimonopause. Maka kombinasi obat estrogen
konjugasi (EK) 0,3 mg/hari dan medroksi progesteron asetat
(MPA) 5 mg/hari.

180 Seorang pasien laki-laki, usia 48 tahun, BB 68 a. 2 ampul Dosis furosemid yang dibutuhkan =
kg, dirawat di suatu rumah sakit dan didiagnosa b. 3 ampul 60 mg + 40 mg = 100 mg
dokter mengalami gagal ginjal akut. Pasien c. 4 ampul
mendapatkan pengobatan dengan Furosemid d. 5 ampul Dosis furosemid dalam 1 ampul =
injeksi sebanyak 60 mg dan dilanjutkan dengan e. 6 ampul 2 ml x 10 mg/ml = 20 mg
infus intra vena 40 mg selama 2 jam. Sediaan
yang tersedia adalah kemasan ampul 2 ml yang Jumlah furosemid yang dibutuhkan =
berisi furosemid 10 mg/ml. berapakah jumlah 100 mg : 20 mg = 5 ampul
sediaan furosemide injeksi yang disediakan
untuk kebutuhan pengobatan pasien tersebut?
181 Seorang pasien laki-laki, usia 25 tahun, dibawa a. Natrium Thiosulfat Pertolongan pertama pada keracunan organofisfat dan
ke IGD rumah sakit. Hasil wawancara dengan b. Nalokson karbamat adalah dengan memberikan injeksi atropine sulfat
keluarga pasien berhasil diketahui bahwa pasien c. Dimerkaprol 2 mg. Dosis ini diulang 10-15 menit sampai terlihat gejala-
mencoba bunuh diri dengan meminum obat d. N-asetilsistein gejala keracunan hilang (mulut kering, kulit kering,
nyamuk cair yang mengandung senyawa e. Atropin Sulfat midriasis, takikardi).
golongan karbamat. Apoteker di IGD Kemudian atropinisasi ringan harus dipertahankan selama
manyiapkan antidote yang dibutuhkan untuk 24-48 jam, karena gejala-gejala keracunan biasanya muncul
meminimalisir efek toksik racun tersebut. kembali.pada hari pertama mungkin dibutuhka 50 mg
Apakah antidote yang tepat disiapkan untuk atropine, kemudian atropine dapat diberikan oral 1-2 mg
pasien tersebut? selang beberapa jam tergantung kebutuhan.
Atropine akan mneghilangkan gejala-gejala muskarinik
perifer (pada otot polos dan kelenjar ensokrin) maupun
sentral. Pernafasan diperbaiki karena atropine melawan
bronkokonstriksi, menghambat sekresi bronkus dan melawan
depresi pernafasan di otak, tetapi atropine tidak dapat
mawalan gejala kolinergik pada otot rangka yang berupa
kelumpuhan otot-otot rangka termasuk kelumpuhan otot-otot
pernafasan.
182 Seorang pasien laki-laki, usia 48 tahun, penderita a. Indometasin oral Lini pertama pengobatan gout arthritis akut adalah NSAID
gout arthritis datang menemui dokter untuk b. Injeksi Colchicine :Indomethasin, Naproxen, dan Sulindac
memeriksakan keadaan penyakitnya. Pasien c. Oral Colchicine
mengatakan bahwa pemberian Allopurinol 300 d. Prednisone oral (Dipiro edisi 9)
mg 2 kali sehari sudah tidak mampu e. Methylprednisolon
menghilangkan gejala nyeri dan bengkak pada asetat injeksi i.m
persendian jari kakinya. Apakah obat yang tepat
direkomendasikan kepada dokter untuk
pengobatan lanjutan pasien tersebut?
183. Seorang pasien, perempuan (usia 45 tahun), a. Pasien tidak patuh Analgesik opioid (morfin) digunakan untuk mengurangi
pasien dirawat inap dan penderita pancreatitis minum obat nyeri sedang sampai berat, terutama yang pada bagian
akut dengan intensitas nyeri 7/10. Salah satu obat b. Efek toleransi visceral (nyeri yang berasal dari organ dalam). Penggunaan
yang terdapat dalam resep adalah morphin morphin pada berulang dapat mengakibatkan ketergantungan dan toleransi.
kapsul 20 mg SR. pada awalnya, obat mampu reseptor http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-4-sistem-saraf-pusat/47-
mengurangi rasa nyeri pasien dan setelah c. Efek sensitifitas analgesik/472-analgesik-opioid
menggunakan obat tersebut selama 5 hari, pasien morphin pada reseptor
mengatakan bahwa khasiat analgetik obat d. Berkurangnya kadar Kapsul Extended-Release Morphine Sulfate diindikasikan
tersebut berkurang. Apakah yang menyebabkan obat dalam darah untuk penanganan nyeri yang cukup parah sehingga
berkurangnya efektifitas morphin dalam e. Obat terikat kuat pada memerlukan pengobatan opioid jangka panjang setiap hari
pengobatan pasien tersebut ? protein plasma dan pilihan pengobatan alternatif yang tidak memadai.
Kapsul Extended-Release Morphine Sulfate harus diresepkan
hanya oleh profesional kesehatan yang memiliki pengetahuan
dalam penggunaan opioid potensial untuk penanganan rasa
sakit kronis. Pasien yang dianggap toleran opioid adalah
mereka yang minum, selama satu minggu atau lebih.
Toleransi Obat adalah peristiwa dimana dosis obat harus
dinaikkan terus menerus untuk mencapai efek terapeutik
yang sama.

https://www.drugs.com/pro/morphine-extended-release-
capsules.html

184. Seorang pasien anak, laki-laki berusia 2,5 tahun, a. Pasien usia 2 - 3 tahun Fenitoin adalah obat dengan waktu paruh yang panjang. Pada
di diagnosa epilepsi jenis tonik klonik. Dokter mengalami anak-anak obat antiepilepsi dimetabolisme lebih cepat
berencana meresepkan obat phenitoin kapsul. perlambatan absorpsi dibanding orang dewasa. Interaksi obat antiepileptik bersifat
Apoteker merekomendasikan pemberian dosis phenitoin kompleks dan toksisitas dapat meningkat tanpa peningkatan
yang lebih tinggi, namun masih dalam rentang b. Pasien usia 2 - 3 tahun efek antiepileptik. Interaksi disebabkan oleh induksi atau
dosis lazim. Apakah dasar ilmiah yang memiliki Vd phenitoin penghambatan enzin hati.
mendasari rekomendasi apoteker tersebut ? lebih besar
c. Pasien usia 2 - 3 http://pionas.pom.go.id/ioni/bab-4-sistem-saraf-pusat/48-
tahun aktivitas enzim epilepsi/481-antiepilepsi
hepatik tinggi
d. Pasien usia 2 - 3 tahun
memiliki eksresi renal
tinggi
e. Pasien usia 2 - 3 tahun
memiliki aktivitas
eliminasi tinggi

185. Seorang pasien, perempuan, usia 26 tahun, a. Pengobatan kombinasi


penderita migraine ringan, datang ke apotek belum diperlukan
menebus resep dengan obat parasetamol 500 mg b. Kombinasi pengobatan
No. XIV (S.2.dd.2 tab.prn), ibuprofen 200 mg tidak tepat
No. XXVII (S.4.dd.1 tab.prn). pasien baru c. Dosis parasetamol
pertama kali mengalami serangan migraine terlalu rendah
tersebut. Apoteker melakukan skrining terhadap d. Dosis parasetamol
obat yang terdapat dalam resep. Apakah terlalu tinggi
permasalahan yang terdapat dalam resep tersebut e. Waktu pakai ibuprofen
? tidak tepat

(Dipiro J.T., Robert L.T., Gary C.Y., Gary R.M.,


Barbara G.W., Posey L.M., 2008, Pharmacotherapy: A
Pathophysiologic Approach 7th Edition, United States of
America: The McGraw-Hill Companies, Inc.)

Berdasarkan algoritma terapi Dipiro pengobatan migren lini


pertama menggunakan simpel analgetik ( acetaminopen/
caffeine), karena paisen baru mengalami migraine untuk
pertama kali sebaiknya diberikan terapi lini pertama saja
yaitu parasetamol.
186 Seorang perempuan, usia 28 tahun, menikah dan a. Mencegah sekresi FSH
mempunyai seorang anak usia 2 tahun, datang ke b. Menekan sekresi LH
apotek ingin membeli pil KB kombinasi, salah c. Meningkatkan sekresi
satu hormon yang terdapat dalam pil KB tersebut GRH
adalah Levonelgestrel 0,15 mg. bagaimana d. Meningkatkan sekresi
mekanisme aksi hormone tersebut dalam FSH
mencegah kehamila? e. Meningkatkan sekresi
LH http://search.medscape.com/search/?q=Levonorgestrel

https://www.mims.com/indonesia/drug/info/levonorgestrel/?t
ype=brief&mtype=generic

187 Seorang bayi berusia 9 bulan, didiagnosa dokter a. Vitamin c dapat


mengalami anemia defiesi besi. Dokter meningkatkan absorsi
selanjutnya merepkan obat berupa seuplement besi
makan yang mengandung supplement besi dan b. Vitamin c dapat
vitamin c, apakah tujuan pemberian obat meningkatkan
kombinasi tersebut? distribusi besi
c. Vitamin c dapat
meningkatkan
metabolisme besi
d. Vitamin c dapat
meningkatkan
eleminasi besi
e. Vitamin c dapat
meningkatkan ekresi
besi https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/2507689
188 Seorang apoteker sedang mengevaluasi a. 3 x sehari 1,0 ml Diketahui
penggunaan obat pada pasien rawat inap anak b. 3 x sehari 2,0 ml  Syrp Amoksisilin sirup 125 mg/5 ml
(usia 2, BB 13 kg, penderita ISPA dengan gejala c. 3 x sehari 2,5 ml  Dosis lazim amoksisilin 20-50 mg/kg BB
demam batuk dan pilek) pasien mendapatkan d. 3 x sehari 3,0 ml  Aturan minum 8-12 jam
obat amoksisilin sirup 125 mg/5 ml. diketahui e. 3 x sehari 5,0 ml
dari literature dosis lazim untuk pasien anak JAWAB
dengan berat badan <40 kg adalah 20-50 mg/kg
BB setiap 8-12 jam. Bagaimanakah aturan pakai  20 mg x 13 kg BB = 260 mg (dosis lazim)
yang tepat agar dosis lazim amoksisislin pada
pasien tersebut dapat JADI

 125 mg : 260 mg = 0.480 mg


0.480 mg x 5 ml = 2.4 ml
189 Seorang pasien, perempuan, usia 40 tahun a. Kombinasi sulfadoksin
mendapatkan pengobatan dengan kombinasi – pirimentamin
klorokuin dan primakuin selama 28 hari untuk b. Kombinasi doksisiklin
mengobati penyakit malaria vivaks yang dan primakuin
dideritnya. Hasil pemeriksaan lanjutan c. Kombinasi kina,
menunjukkan bahwa kombinasi antimalaria doksisiklin dan
tersebut tidak efektif membunuh Plasmodium primakuin
vivax penyebab penyakit pasien. Apakah d. Kombinasi kina dan
antimalaria yang tepat direkomendasikan sebagai primakuin
terapi lanjutan untuk pengobatan pasien e. Kombinasi tetrasiklin
tersebut? dan amodiakuin
Lini Kedua untuk Malaria Vivaks
Kina + Primakuin
Kombinasi ini digunakan untuk pengobatan maalria vivaks
yang tidak
respon terhadap pengobatan ACT.

Sumber: Menkes RI, 2013, Pedoman Tatalaksana Malaria,


Jakarta, Hal. 19 & 46
190 Seorang pasien, perempuan, usia 35 tahun, a. Radio iodine a. Radio iodine berfungsi untuk menghancurkan sel-sel
datang menemui dokter di suatu rumah sakit b. Propanolol tiroid yang overaktif
karena mengalami tremor yang cukup parah c. Propiltiourasil b. Golongan obat penyekat beta dapat mengontrol
akibat gejala penyakit hipertiroid yang d. Methymazole takikardia, palpitasi, tremor, kecemasan, dan mengurangi
dideritanya. Dokter meminta saran apoteker e. Levotiroksin aliran darah ke kelenjar tiroid.
mengenai obat yang tepat untuk mengatasi gejala c. Propiltiourasil berfungsi sebagai agent anti tiroid
tersebut. Apakah obat yang tepat untuk d. Methymazole berfungsi sebagai agent anti tiroid
disarankan kepada dokter tersebut? e. Levotiroksin merupakan hormon tiroid buatan.

Antono D, Kisyanto Y. Penyakit Jantung Tiroid. In: Sudoyo


AW, Setiyohadi B, Alwi I, Simadibrata M, Setiati S, editors.
Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam Jilid II (Edisi Kelima).
Jakarta: Pusat Penerbitan Ilmu Penyakit Dalam, 2009; p.
1798-1800.

191 Seorang pasien, perempuan, usia 21 tahun a. Nifedipin Calsium Channel Blocker non dihydropiridine (CCB) oral
mengalami hipotiroid dengan keluhan sering b. Furosemid seperti diltiazem atau verapamil dapat digunakan untuk
berkeringat, tidak tahan panas, lemah otot, c. Piroksikam mengontrol respon ventrikel. CCB intravena harus dihindari
palpitasi. Dokter berencana akan meresepkan d. Verapamil karena menyebabkan penurunan SVR dan hipotensi. Jika
beberapa obat untuk mengatasi gejala klinik e. Diazepam keadaan eutiroid telah tercapai, penderita dapat kembali ke
yang dialami pasien dan meminta apoteker untuk irama sinus tergantung pada umur penderita, durasi fibrilasi
memberikan pertimbangan. Apakah obat yang atrial, ukuran atrium kiri dan adanya penyakit jantung
tepat diusulkan kepada dokter untuk mengatasi lainnya. Pada 2/3 penderita yang mengalami fibrilasi atrial
keluhan palpitasi yang dialami pasien tersebut? akan kembali ke irama sinus setelah keadaan eutiroid telah
tercapai.
Sumber: Klemperer JD, Ojamaa K, Klein I: Thyroid
Hormone Therapy in Cardiovascular Disease. Progress in
Cardiovascular Diseases 1996: Vol XXXVIII No 4, 329-336

192 Seorang pasien laki-laki berusia 36 tahun datang a. Amitriptilin Sakit kepala tipe tension kronik atau sakit kepala tipe
ke klinik dokter dan didiagnosis mengalami sakit b. Propanolol ketegangan adalah sakit kepala spesifik yang bukan vaskular
kepala tipe tension kronik. Selain terapi akut, c. Sumatriptan atau migrain dan tidak berkaitan dengan penyakit organik.
dokter juga akan memberikan obat untuk d. Ibuprofen Tanda dan gejala:
pencegahan sakit kepala tersebut karena pasien e. Ergotamin 1. Nyeri kepala tumpul
mengalami serangan sebanyak 4 kali seminggu 2. Sensasi rasa sesak atau tekanan di dahi atau
dengan durasi sekitar 4 jam tiap serangan. disamping dan belakang kepala
Apakah obat yang tepat direkomendasikan untuk 3. Perih pada kulit kepala, leher atau otot bahu
terapi pencegahan tersebut? 4. Sesekali, kehilangan nafsu makan.

Sakit kepala tipe tension kronik terjadi setidaknya 15 hari


setiap bulan selama setidaknya 6 bulan. Pasien dengan
dengan sakit kepala tipe tension kronik sering memiliki
keluhan somatik lainnya, mereka juga sering konstan
melaporkan sakit kepala, mialgia generalista dan artralgia,
kesulitan tidur, kelelahan kronis, sangat membutuhkan
karbohidrat, penurunan libido, cepat marah, dan gangguan
memori serta konsentrasi. Oleh karena itu gangguan ini mirip
dengan depresi. Sehingga diperlukan obat pencegah
kekambuhan golongan antidepresan. Cara kerjanya
memblokade pengambilan kembali nor adrenalin dan
memblokade aktivitas kolinergik dan reseptor obat-obatan
yang dapat digunakan misalnya:
 Amitriptilin 10/25 mg tablet dengan dosis 150-300
mg/hr
 Maprotiline 25/50/75 mg tablet dengan dosis 25-75
mg/hr
 Amineptine 100 mg tablet dengan dosis 200 mg/hr

Laporan simulasi kasus tension headache


https://www.scribd.com/document/349602444/119145143-
Tension-Headache-doc
193 Seorang pasien perempuan berusia 48 tahun a. Epinephrin dapat Epinephrin (adrenalin) adalah obat yang biasa digunakan
hendak menjalani operasi pencabutan gigi mencegah reaksi untuk menangani reaksi alergi akut yang bisa menyebabkan
geraham belakang. Dokter berencana alergi akibat pembengkakan di mulut dan lidah, gangguan pernafasan,
menggunakan anestesi lokal lidokain yang lidokain kolaps, dan kehilangan kesadaran.
dikombinasikan dengan epinephrin. Apakah b. Epinephrin dapat
tujuan pemberian kombinasi obat tersebut? memperpanjang
durasi kerja
lidokain http://www.informasiobat-alodokter.html
c. Epinephrin dapat
mengurangi
perdarahan pasca
operasi gigi
d. Epinephrin dapat
mengurangi
kecemasan saat
operasi gigi
e. Epinephrin dapat
mengurangi
kebutuhan dosis
lidokain

194 Seorang pasien perempuan (usia 45 tahun), a. Histamin Dopamin merupakan neurotransmiter yang mirip dengan
pasien rawat inap dan penderita pancreatitis akut b. Serotonin adrenalin dimana mempengaruhi proesotak yang mengontrol
dengan intensitas nyeri 7/10. Salah satu obat c. Substance P gerakan, respon emosional dan kemampuan untuk merasakan
yang terdapat dalam resep adalah morphin. Obat d. Nor Epinefrin kesenangan atau rasa sakit.
ini akan menaktivasi reseptor opioid dan e. Dopamin
mengakibatkan berkurangnya sekresi
neurotransmitter sehingga persepsi nyeri ke
system syaraf pusat akan berkurang. Apakah
neurotransmitter yang sekresinya dihambat oleh http://macam-macam-neurotransmitter.html
obat tersebut?

195 Seorang pasien perempuan usia 23 th, penderita Lamotrigin merupakan obat anti epilepsi alternatif aman
epilepsy, datang ke RS untuk berkonsultasi a.Diazepam untuk wanita hamil, akan tetapi level lamotrigin harus
dengan dokter untuk terapi penyakitnya. Saat ini b.Lamotrigin dimonitoring dan dosisnya disesuaikan dengan keadaan
pasien sedang hamil dengan usia 4 minggu. c.Gabapentin pasien .
Dokter memilihkan antiepilepsi yang aman d.Phenobarbital Carbamazepin kategori D
untuk pasien tersebut. Apakah obat epilepsy e.Karbamazepin. Natrium Valproat kategori D
yang tepat disarankan kepada dokter yang Lamotrigin kategori C
menangani pasien tersebut? Topiramate kategori D
Fenitoin kategori D

(MIMS, 2014)
(South Australian Perinatal Practice Guidelines, Clinical
Guideline Epilepsy and Pregnancy Management, 2014)
Pelajari mekanisme aksi masing2 obatnya!!!
197 Seorang dokter akan memberikan Asam Perhitungan:
Valproat kepada pasiennya (perempuan usia 40 a.Tablet 250 mg 1x sehari BB = 50 kg
th, BB 50 kg, penderita epilepsy tonik klonik) b.Tablet 250 mg 2x sehari Dosis = 15mg/kg BB/hari
dengan dosis 15mg/kg BB/hari dan meminta c.Tablet 250 mg 3x
apoteker menetapkan regimen terapinya. sehari = 50 x 15 = 750 mg per hari
Bagaimana regimen terapi obat tersebut yang d.Tablet 500 mg 2x sehari
tepat disarankan kepada dokter? e.Tablet 500 mg 3x sehari

197 Seorang pasien perempuan usia 26 th, penderita


migran sedang , datang ke apotek menebus resep a.Pengobatan kombinasi
dengan obat parasetamol 500 mg No.XIV (S.2 belum diperlukan
dd. 2 tab.prn), ibuprofen 200 mg No. XXVII b.Kombinasi pengobatan
(S.4.dd.1tab. Prn.)Pasien mengatakan bahwa tidak tepat
gejala migran tidak berkurang setelah c.Dosis parasetamol terlalu
mengkonsumsi analgetik tunggal. Apoteker rendah
melakukan skrining terhadap resep tersebut. d.Dosis parasetamol
Apakah permasalahan yang terdapat dalam resep terlalu tinggi
tersebut? e.Waktu pakai ibuprofen
tidak tepat.

Sumber: Dipiro, Tj ., et al,2008. Pharmacotherapy


Aphatopysiologycal Approach seventh edition, New York ;
Mc Graw -Hill
198 Seorang pasien, laki-laki, usia 52 tahun, a. Absorbsi obat menurun
didiagnosa dokter mengalami HAP (hospital bila diminum bersamaan
acquried pneumonia). Selanjutnya dokter makanan
meresepkan antibiotik eritromisin. Apoteker b. Absorbsi obat
menympaikan informasi obat kepada pasien, meningkat bila
bahwa obat ini harus diminum dengan segelas air diminum bersamaan
putih, 1 jam sebelum makan (pada saat perut makanan
kosong). Apakah alasan yang mendasari c. Kelarutan obat menurun
informasi obat tersebut? bila dimunum bersama
makanan
d. Obat sulit terdisintegrasi
bila diminum bersama
makanan
e. Obat sulit terdisintegrasi
bila diminum dengan
susu atau teh

Aminah Dalimunthe: Interaksi Pada Obat Antimikroba, 2009.

199 Seorang perempuan berusia 43 tahun datang a. Amoksisilin Indikasi


kedokter dengan keluhan diare berlendir. Hasil b. Metronidazol Metronidazole terutama digunakan untuk amoebiasis,
pemeriksaaan feses menunjukan pasien terinfeksi c. Cefadroksil trichomoniasis dan infeksi bakteri anaerob.
bakteri amuba. Dokter merencanakan akan d. Eritromisin Metronidazole efektif untuk amoebiasis intestinal
memberikan antibiotik, namun diketahui pasien e. Tetrasiklin maupun ekstraintestinal. Efeknya terlihat lebih jelas
alergi obat golongan beta laktam. Apakah pada jaringan karena sebagian besar metronidazole
antibiotik yang tepat untuk pengobatan infeksi diabsorbsi di usus halus.
pasien
200 Sebuah apoteker diapotek mendapatkan kirimn a. Metronidazol
antibiotic yang dipesan dari PBF sebagai berikut: b. Sefadroksil
metronidazol, sefadroksil, eritromisin, c. Eritromisin
kloramfenikol dan gentamisin. Dari ke lima d. Kloramfenikol
antibiotik tersebut, manakah yang termaksud e. Gentamisin
derivad makroklid?

Derivat atau turunan


dari golongan
makrolida yaitu
eritromisin,
roksitromisin,
spiramisin,
oleandomisin fosfat,
azitromisin.

(Siswandono dan Bambang Soekardjo, 2008. Kimia


medisinal)