0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan17 halaman

Laporan Matriks

Matriks adalah susunan bilangan yang tersusun atas sejumlah baris dan kolom. Di dalam matlab, matriks dapat dibuat dengan operasi perintah tertentu.

Diunggah oleh

Alupi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
1K tayangan17 halaman

Laporan Matriks

Matriks adalah susunan bilangan yang tersusun atas sejumlah baris dan kolom. Di dalam matlab, matriks dapat dibuat dengan operasi perintah tertentu.

Diunggah oleh

Alupi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MATRIKS

LAPORAN PRAKTIKUM KALKULUS DASAR

oleh
Annisaa Aprilia Palupi
191810401031

LABORATORIUM MATEMATIKA DASAR


JURUSAN MATEMATIKA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS JEMBER
2019
BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Matriks merupakan sekelompok bilangan yang berada dalam suatu jajaran
berbentuk persegi panjang yang diatur berdasarkan baris dan kolom yang
kemudian diapit oleh dua tanda kurung. Setiap bilangan yang ada di dalam sebuah
matriks disebut elemen (unsur) matriks. Elemen-elemen yang tersusun secara
horizontal disebut baris, sedangkan untuk elemen-elemen yang tersusun secara
vertikal disebut kolom. Matriks yang memiliki m baris dan n kolom disebut
matriks m x n dan juga disebut sebagai matriks berorde m x n.
Penggunaan matriks dapat ditemukan di berbagai penyelesaian permasalahan
matematis. Permasalahan tersebut dapat berupa penyelesaian masalah persamaan
linear, transformasi linear (bentuk umum fungsi linear). Rotasi tiga dimensi
merupakan salah satu contoh. Seperti halnya variabel pada umumnya, matriks
dapat dimanipulasi seperti dikalikan, dijumlah, dikurangkan, serta di
dekomposisikan. Dengan menggunakan matriks, perhitungan masalah matematis
dapat dilakukan dengan lebih terstruktur.
Pada praktikum kali ini, praktikan akan mempelajari tentang matriks beserta
metode lain. Dengan begitu, metode lama yaitu penghitungan matriks dengan cara
manual dapat terbantu dengan menggunakan MATLAB agar permasalahan
matematis dapat dengan cepat diselesaikan.

1.2 Rumusan Masalah


Adapun rumusan masalah dari praktikum matriks pada MATLAB adalah
sebagai berikut.
1. Bagaimana cara membuat matriks menggunakan MATLAB?
2. Bagaimana langkah-langkah mengoperasikan matriks pada MATLAB?

1
2

1.3 Tujuan
Praktikum tentang matriks pada aplikasi MATLAB kali ini memiliki
beberapa tujuan yang ingin dicapai.
1. Dapat membuat matriks menggunakan MATLAB.
2. Mampu mengoperasikan matriks menggunakan MATLAB

1.4 Manfaat
Kita akan mampu merasakan beberapa manfaat setelah melakukan praktikum
ini. Pertama, kita mampu menulis dan menerapkan matriks secara digital
menggunakan aplikasi MATLAB. Kedua, kita mampu mengoperasikan matriks
menggunakan operasi-operasi matematik di dalam aplikasi MATLAB. Kedua
manfaat tersebut nantinya akan berguna dalam pemecahan masalah-masalah yang
berkaitan dengan matriks yang membutuhkan pemecahan masalah secara digital,
cepat, dan efisien.
BAB 2. HASIL DAN PEMBAHASAN

2.1 VEKTOR
Menurut Tjolleng (2017), vektor merupakan sekelompok bilangan yang
tersusun dengan ukuran 1-dimensi. Di dalam MATLAB, vektor dapat dibuat
dalam bentuk vektor kolom dan vektor baris. Vektor baris merupakan vektor
yang terdiri dari satu baris bilangan (1xn; n=banyaknya kolom). Vektor
kolom merupakan vektor yang terdiri dari satu kolom bilangan (nx1;
n=banyaknya garis). Penulisan sintak vektor baris adalah
nama_vektor=[a,b,c,dst] atau bisa juga dengan cara nama_vektor=[a b c dst].
Penulisan vektor kolom sama saja dengan vektor baris, hanya saja perlu
mengganti tanda koma atau spasi dengan titik koma supaya bilangan tersusun
vertikal.

Gambar 2.1.1 Operasi sintak vektor baris


Gambar di atas menunjukkan hasil praktikum operasi sintak vektor pada
MATLAB. Jika langkah-langkah penulisan sintak dilakukan dengan benar,
maka akan didapatkan hasil seperti pada gambar.

2.2 MATRIKS
Matriks merupakan suatu kelompok bilangan yang tersusun dalam
bentuk segi empat yang terdiri atas baris dan kolom. Bilangan yang ada di
dalam matriks disebut elemen matriks. Baris di dalam matriks merupakan
bilangan yang disusun mendatar, sedangkan kolom merupakan bilangan yang
disusun secara vertikal. Elemen matriks disusun di dalam tanda kurung biasa
ataupun kurung siku. Jumlah baris dan kolom yang ada di dalam matriks
dapat menentukan sebuah ordo matriks. Misalkan suatu matriks A memiliki
baris sejumlah m dan kolom sebanyak n maka matriks A dapat disebut
berordo mxn (Tjolleng, 2017).

3
4

Membuat matriks di dalam MATLAB dapat dilakukan dengan berbagai


cara. Cara yang pertama adalah seperti menggunakan sintak vektor baris yang
kemudian digabung dengan vektor kolom.

Gambar 2.2.1 Operasi matriks dengan cara pertama


Melalui gambar di atas, maka penulisan sintak matriks yaitu
nama_matriks=[baris_pertama;baris_kedua;baris_ketiga;dst] atau dapat juga
ditulis dengan sintak nama_matriks=[baris_pertama (enter)
baris_kedua(enter) baris_ketiga(enter) dst].
Selain cara penulisan seperti penggabungan vektor baris dan kolom,
dapat juga dilakukan cara kedua. Cara yang kedua adalah membuat matriks
dengan menuliskan tiap elemennya.

Gambar 2.2.2 Operasi matriks dengan cara kedua


Melalui gambar di atas, maka penulisan sintaknya adalah dengan
nama_matriks(m,n)=elemen dengan keterangan bahwa m sebagai penunjuk
baris dan n adalah kolom dimana elemen tersebut akan diletakkan.
Cara yang selanjutnya dalam hal penulisan sintak matriks adalah dengan
cara menggabungkan sesama vektor baris atau sesama vektor kolom. Syarat
dari penggabungan ini adalah ketika digabungkan memiliki dimensi yang
sama.
5

Gambar 2.2.3 Operasi sintak matriks dengan cara ketiga


Melalui gambar di atas maka dapat disimpulkan bahwa penulisan sintak
matriks cara ketiga adalah dengan pertama dengan menuliskan vektornya
dengan sintak nama_vektor=[a;b;c;dst] kemudian gabungkan vektor-
vektornya yaitu dengan cara menuliskan sintaknya
nama_vektor_gabungan=[nama_vektor1 nama_vektor2 dst].

Gambar 2.2.4 Operasi sintak matriks dengan cara ketiga


6

Gambar 2.2.5 Operasi sintak dengan cara ketiga


Gambar di atas adalah hasil dari operasi sintak dengan cara yang sama
seperti sebelumnya, hanya saja menggunakan penggabungan vektor baris.
Langkah-langkah penulisannya dimulai dari menuliskan nama_vektor=[a b c
dst] kemudian gabungkan vektor-vektornya dengan menuliskan sintak
nama_vektor_gabungan=[nama_vektor1;nama_vektor2,dst].

2.3 UKURAN MATRIKS


Selain mendefinisikan sebuah matriks, di dalam MATLAB juga dapat
dilakukan pengukuran terhadap matriks. Pengukuran dilakukan untuk
mengetahui ukuran atau dimensi dari sebuah matriks. Terdapat dua macam
command yang dapat diketikkan untuk melakukan sebuah pengukuran
matriks, yaitu size dan length. Perintah size digunakan untuk matriks 2-
dimensi, sedangkan length digunakan untuk vektor.
7

Gambar 2.3.1 Operasi command length pada vektor


Gambar di atas menunjukkan hasil dari perintah length pada MATLAB.
Perintah tersebut dapat dilaksanakan dengan menuliskan sintak
length(nama_vektor). Hasil yang muncul menunjukkan banyaknya elemen
yang ada di dalam sebuah vektor yang diukur.

Gambar 2.3.2 Gambar command size pada vektor


Gambar di atas menunjukkan hasil dari perintah size pada MATLAB.
Perintah tersebut dapat dilaksanakan dengan menuliskan sintak
size(namavektor). Hasil yang akan muncul setelah menuliskan sintak tersebut
adalah menunjukkan adanya m baris dan n kolom di dalam sebuah matriks (di
dalam gambar berarti 2 baris 4 kolom).
Selain menggunakan perintah tersebut, dapat juga dilakukan command
dalam variabel baru.
8

Gambar 2.3.4 Operasi command variabel baru


Gambar di atas menunjukkan penggunaan variabel baru untuk melakukan
pengukuran terhadap jumlah baris dan kolom dalam sebuah matriks. Dengan
menuliskan perintah tersebut, maka akan lebih mudah mengetahui manakah
yang merupakan jumlah baris dan jumlah kolom dalam sebuah matriks.
Untuk membuat perintah tersebut, dapat dilakukan dengan menuliskan sintak
[jml_baris,jml_kolom]=size(nama_matriks). Penulisan variabel baru untuk
perintah tersebut dapat juga dilakukan pada vektor tepatnya pada command
length. Karena length sendiri juga dapat diartikan panjang, maka sintaknya
dapat ditulis berupa panjang=length(namavektor). Hasil yang akan muncul
menunjukkan panjangnya atau banyaknya elemen yang berada di dalam
sebuah vektor.

2.4 MANIPULASI MATRIKS


Berdasarkan Tjolleng (2017), beberapa elemen dari matriks ataupun
vektor dapat dicari menggunakan indeks. Indeks dapat dituliskan dengan
sintak :
Untuk vektor : nama_vektor(indeks)
Untuk matriks : nama_matriks(indeks_baris,indeks_kolom)

Gambar 2.4.1 Operasi indeks elemen pada vektor dan matriks


9

Dari gambar di atas, dapat dilihat bahwa terdapat perbedaan hasil antara
sintak indeks untuk vektor dengan indeks untuk matriks. Pada sintak indeks
vektor, elemen pertama diberi indeks = 1 dan berlanjut untuk elemen
selanjutnya. Pada sintak indeks matriks, hasil yang ditunjukkan adalah
elemen yang berada pada suatu nomor baris dan kolom yang ditulis di dalam
penulisan sintak.
Elemen di dalam sebuah vektor ataupun matriks tak hanya dapat
dipanggil salah satu atau beberapa saja, tetapi juga dapat dipanggil
seluruhnya. Hal itu dapat dilakukan dengan menuliskan sintak
nama_vektor(:). Penggunaan tanda titik dua di dalam kurung adalah untuk
memanggil seluruh elemen yang ada di dalam sebuah vektor atau matriks.

Gambar 2.4.2 Operasi pemanggilan seluruh elemen matriks menggunakan titik


dua (:)
Gambar di atas menunjukkan hasil operasi sintak pemanggilan seluruh
elemen sebuah matriks. Elemen yang dipanggil kemudian akan disusun
secara vertikal berdasarkan indeks dari masing-masing elemen (mis: elemen
pertama adalah 1, elemen kedua adalah 2, dst).

Gambar 2.4.3 Operasi pemanggilan beberapa elemen dalam sebuah matriks


Penggunaan tanda titik dua tidak hanya dapat digunakan untuk
memanggil seluruh elemen dalam sebuah matriks atau vektor, tetapi juga
10

dapat digunakan untuk memanggil beberapa elemen tertentu. Dalam hal ini
tanda titik dua berarti “sampai dengan”. Berdasarkan gambar di atas, hasil
menunjukkan bahwa perintah tersebut digunakan untuk memanggil seluruh
elemen dari baris kesatu yaitu 1 dan 4. Menurut Tjolleng (2017), terdapat
beberapa cara lain dalam penggunaan tanda titik dua, yaitu :
1. Mengambil elemen ke-a sampai ke-b dari sebuah vektor atau matriks
nama_vektor(a:b) atau nama_matriks(a:b)
2. Mengambil elemen baris ke-a sampai ke-b, kolom ke-c sampai kolom ke-d
dari matriks
nama_matriks(a:b,c:d)
3. Mengambil seluruh elemen dari sebuah kolom n
nama_matriks(:,n)
4. Mengambil seluruh elemen dari kolom ke-a dan ke-b sebuah matriks
nama_matriks(:,a:b)

2.5 MATRIKS KHUSUS


MATLAB juga menyediakan beberapa perintah khusus yang dapat
digunakan untuk membuat matriks khusus sehingga pemrograman matriks
dapat dilakukan dengan lebih mudah. Menurut Tjolleng (2017), perintah-
perintah khususnya dapat ditulis :
11

Tabel 2.5 Beberapa matriks khusus dalam MATLAB


Perintah Deskripsi
Membuat matriks satuan (semua elemennya berisi angka 1)
ones
berukuran nxn (ones(n)) atau mxn (ones(m,n))
Membuat matriks nol (semua elemennya berisi angka 0)
zeros
berukuran nxn (zeros(n)) atau mxn (zeros(m,n))
eye Membuat matriks identitas
diag Membuat matriks diagonal dari elemen-elemen suatu vektor
Membuat matriks dimana jumlah bilangan pada baris,
magic
kolom, dan diagonalnya sama
Membuat matriks yang berisi bilangan random terdistribusi
rand
uniform pada interval (0,1)
Membuat matriks dega bilangan random yang terdistribusi
randn
normal (mean = 0 dan varians = 1)
Membuat vektor baris yang berisi permutasi acak dan integer
randperm
tertentu
Namun pada praktikum kali ini, tidak seluruh perintah matriks khusus ini
dilakukan, dan juga terdapat beberapa tambahan perintah yang disesuaikan
dengan modul praktikum.

Gambar 2.5.1 Operasi matriks satuan menggunakan MATLAB

Gambar 2.5.2 Operasi matriks identitas menggunakan MATLAB


12

Gambar 2.5.3 Operasi matriks nol menggunakan MATLAB

Gambar 2.5.4 Operasi rand pada MATLAB

2.6 MEMBENTUK ULANG MATRIKS


Selain pembuatan matriks khusus, matriks juga dapat dibentuk ulang
menggunakan perintah-perintah yang sudah tersedia di dalam MATLAB.
Menurut Tjolleng (2017), perintah-perintah khusus tersebut adalah :
Tabel 2.6 Beberapa perintah dalam membentuk ulang matriks
Perintah Deskripsi
reshape Menyusun ulang bentuk matriks
rot90 Merotasi posisi elemen matriks sejauh 90o (berlawanan arah
jarum jam)
fliplr Menukar posisi elemen matriks secara melintang
flipud Menukar posisi elemen matriks secara membujur
flip Menukar posisi elemen matriks dengan arah tertentu
transpose Mengubah baris pada matriks menjadi kolom, begitu pun
sebaliknya
Namun, sama halnya dengan pembuatan matriks khusus, pembuatan
ulang matriks di dalam MATLAB telah disesuaikan dengan modul praktikum
sehingga hanya beberapa perintah saja yang dioperasikan.
13

Gambar 2.6.1 Operasi sintak fliplr pada MATLAB

Gambar 2.6.2 Operasi sintak rot90 pada MATLAB

2.7 OPERASI MATRIKS


Matriks juga dapat dioperasikan menggunakan operasi matematis seperti
penjumlahan, pengurangan, dan perkalian. Untuk melakukan operasi tersebut,
dapat dlakukan dengan menuliskan tanda-tanda operasi matematis pada
MATLAB. Hal ini dapat dimisalkan seperti melakukan penjumlahan dengan
sintak nama_perintah=matriks1+matriks2+dst dan tinggal mengganti
tandanya untuk melakukan operasi pengurangan. Sementara untuk melakukan
operasi perkalian, dapat dilakukan dengan tanda bintang (*) seperti operasi
matematis pada MATLAB pada umumnya.

Gambar 2.7 Contoh operasi perkalian matriks pada MATLAB


BAB 3. PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Matriks merupakan suatu kelompok bilangan yang disusun dalam bentuk
persegi empat dan diapit oleh dua tanda kurung atau tanda kurung siku. Anggota
bilangan yang berada di dalam sebuah matriks disebut sebagai elemen matriks.
Matriks memiliki bilangan yang tersusun secara horizontal yang disebut sebagai
baris dan bilangan yang tersusun secara vertikal disebut sebagai kolom. Baris di
dalam matriks disebut sebagai m dan kolom disebut sebagai n. Matriks yang
memiliki m baris dan n kolom disebut matriks berordo mxn.
Pemecahan masalah yang menggunakan metode matriks dapat dilakukan
di dalam MATLAB. Terdapat beberapa penulisan sintak yang mampu membantu
mahasiswa dan pengguna agar dapat dengan mudah memecahkan permasalahan
matematika khususnya yang menggunakan matriks.

3.2 SARAN
Sebaiknya sebelum mahasiswa melakukan praktik kerja matematis
menggunakan MATLAB, khususnya pengerjaan matriks, hendaknya mempelajari
terlebih dahulu materi yang akan dicobakan. Hal ini agar mahasiswa dapat
memecahkan masalah jika terjadi masalah saat praktikum. Dan jika terjadi error,
mahasiswa diharapkan dapat belajar dari kesalahan agar kedepannya dapat
melakukan praktikum dengan lebih efisien.

14
DAFTAR PUSTAKA

Tjolleng, A. 2017. Pengantar Pemrograman MATLAB. Jakarta: PT Elex Media


Komputindo
LAMPIRAN

KESALAHAN DALAM PRAKTIKUM

Gambar 1 Kesalahan pertama saat praktikum


Kesalahan yang tertera pada gambar di atas terjadi saat praktikan mencoba
memanggil indeks sebuah matriks. Kemudian MATLAB tidak mampu melakukan
perintah sintak tersebut karena praktikan belum membuat matriks yang berada
pada baris ke 1 dan kolom 3 pada matriks tersebut.

Gambar 2 Kesalahan kedua saat praktikum


Kesalahan kedua yang ada pada gambar tersebut terjadi saat praktikan
mencoba memanggil indeks sebuah matriks. Tetapi MATLAB tidak dapat
mengerjakan sintak tersebut dikarenakan praktikan belum membuat matriks d
seperti yang ada pada gambar tersebut.

Gambar 3 Kesalahan ketiga saat praktikum


Kesalahan ketiga tersebut terjadi ketika praktikan akan mengukur matriks
menggunakan keluaran variabel baru. MATLAB tidak dapat melakukan perintah
tersebut karena kurangnya tanda kurung siku (kesalahan pertama pada gambar)
dan penggunaan tanda titik koma yang seharusnya menggunakan tanda
koma(kesalahan kedua pada gambar).

Anda mungkin juga menyukai