Anda di halaman 1dari 43

Abdomen dapat dibagi menjadi 4 kuadran dan 9 regiones (daerah).

Abdomendapat dibagi
menjadi 4kuadran oleh bidang median dan bidang transumbilicale.Bidang transumbilicale
adalah bidanghorizontal yang melalui umbilicus.
Keempatkuadran tersebut adalah:
1.Kuadran dexter superior (kanan atas)
2.Kuadran dexter inferior (kanan bawah)
3.Kuadran sinister superior (kiri atas)
4.Kuadran sinister inferior (kiri bawah).
Abdomen dapat dibagi menjadi 9 regiones oleh dua bidang vertikal dan dua bidang
horizontal. Dua bidang vertikal tersebut adalah bidang medioclaviculare dexter dan sinister.
Dua bidang horizontaltersebut adalah bidang subcostale di sebelah atasdan bidang
transtuberculare di sebelah bawah.Bidang subcostale adalah bidanghorizontale yang melalui
bagian bawah arcus costarum. Bidangtranstuberculareadalah bidang horizontal yang melalui
spina iliaca anterior superior (SIAS) kanandankiri. Kesembilan regiones tersebut adalah:1.

Regio hypochondrium/hypochondriaca dexter2.

Regio hypochondrium/hypochondriaca sinister3.

Regio epigastrium/epigastrica4.

Regio lumbalis/lateralis dexter5.

Regio lumbalis/lateralis sinister6.

Regio umbilicalis7.

Regio inguinalis/iliaca dexter8.

Regio inguinalis/iliaca sinister9.

Regio hypogastrium/suprapubic

berikut tabel tentang organ yang terdapat pada kuadran-kuadran :

Kuadran Kanan Atas Kuadran Kiri Atas


Hati, kantung empedu, paru, Hati, jantung, esofagus, paru,
esofagus pankreas, limfa, lambung
Kuadran Kanan Bawah Kuadran Kiri Bawah
Usus 12 jari (duo denum), usus
besar, usus kecil, kandung kemih, Anus, rektum, testis, ginjal, usus
rektum, testis, anus kecil, usus besar
Berikut gambaran secara besar tentang organ yang terdapat pada kuadran-kuadran.
Kuadran Kanan Atas Kuadran Kiri Atas
Hati, kantung empedu, paru, esofagus Hati, jantung, esofagus, paru, pankreas,
limfa, lambung
Kuadran Kanan Bawah Kuadran Kiri Bawah
Usus 12 jari (duo denum), usus besar, usus Anus, rektum, testis, ginjal, usus kecil,
kecil, kandung kemih, rektum, testis, anus usus besar
tabel 1. Gambaran Organ dalam Kuadran
Regio digunakan untuk pemeriksaan yang lebih rinci atau lebih spesifik.
 - Dengan membuat dua garis horizontal dan dua garis vertical.
 - Garis horizontal pertama dibuat melalui tepi bawah tulang rawan iga kesepuluh dan yang
kedua dibuat melalui titik spina iliaka anterior superior (SIAS).
 - Garis vertikal dibuat masing-masing melalui titik pertengahan antara SIAS dan mid-line
abdomen.
 - Terbentuklah daerah 9 regio abdomen , yaitu: hipokondriak kanan, epigastrik,
hipokondriak kiri, lumbal kanan, umbilikal, lumbal kiri, ilium kanan, hipogastrium/
suprapubik, dan ilium kiri.

Bagian-bagiannya:
1. Hipokondriak kanan 2. Epigastrik 3. Hipokondriak kiri

 Lobus kanan hati  Aorta  Lambung


 Kandung empedu  Ujung pilorik lambung  Limpa
 Sebagian duodenum  Pankreas  Ekor pankreas
 Fleksura hepalik pada  Sebagian hati  Fleksura splenik pada
kolon kolon
 Seperdua atas ginjal  Seperdua atas ginjal kiri
kanan  Kelenjar suprarenal
 Kelenjar suprarenal

4. Lumbal kanan 5. Umbilikal 6. Lumbal kiri

 Kolonasenden  Omentum  Kolon desenden


 Seperdua bawah ginjal  Masenter  Seperdua bawah ginjal
kanan  Bagian bawah duodenum kiri
 Sebagian duodenum dan  Sebagian yeyenum dan  Sebagian yeyenum dan
yeyenum. ileum ileum

7. Ilium kanan 8. Hipogastrum 9. Ilium kiri


 Sekum  Ileum  Kolon sigmoid
 Apendiks  Kandung kemih  Ureter kiri
 Ujung bawah ilium  Uterus  Saluran sperma kiri
 Ureter kanan  Ovarium kiri
 Saluran sperma kanan
 Ovarium kanan

Dinding anterior abdomen dibentuk oleh kulit, fascia superficialis, fascia


profunda, otot-otot, fascia extraperitonealis, dan peritonium parietale.
Fascia superficialis dapat dibagi menjadi lapisan luar, penniculus adiposus
(fascia Camperi) dan lapisan dalam, Stratum Membranosum (fascia
Scarpae)fascia profunda pada dinding abdomen hanya merupakan lapisan
tipis jaringan ikat yang menutupi otot-otot. Otot-otot abdomen dari luar ke
dalam terdiri dari musculus obliques externus abdominis, musculus obliques
internus abdominis, dan musculus transversus abdominis, sebagai tambahan
pada masing-masing sisi garis tengah bagian anterior terdapat sebuah otot
vertikal yang lebar, musculus rectus abdominalis.
Sistem pencernaan atau sistem gastroinstestinal (mulai dari mulut sampai
anus) adalah sistem organ dalam manusia yang berfungsi untuk menerima
makanan, mencernanya menjadi zat-zat gizi dan energi, menyerap zat-zat gizi ke
dalam aliran darah serta membuang bagian makanan yang tidak dapat dicerna atau
merupakan sisa proses tersebut dari tubuh.
Saluran pencernaan terdiri dari mulut, tenggorokan (faring), kerongkongan,
lambung, usus halus, usus besar, rektum dan anus. Sistem pencernaan juga
meliputi organ-organ yang terletak diluar saluran pencernaan, yaitu pankreas, hati
dan kandung empedu.

A. Mulut

Merupakan suatu rongga terbuka tempat


masuknya makanan dan air pada hewan. Mulut biasanya terletak di kepala dan
umumnya merupakan bagian awal dari sistem pencernaanlengkap yang berakhir
di anus.
Mulut merupakan jalan masuk untuk sistem pencernaan. Bagian dalam
dari mulut dilapisi oleh selaput lendir. Pengecapan dirasakan oleh organ perasa
yang terdapat di permukaan lidah. Pengecapan relatif sederhana, terdiri dari manis,
asam, asin dan pahit.
Saliva (air liur), sekresi yang berkaitan dengan mulut yang diproduksi oleh
tiga kelenjar saliva utama yaitu parotis, submandibula, sublingual yang terletak di
rongga mulut yang dikeluarkan melalui duktus didalam mulut.
Saliva terdiri atas 99,5% air serta 0,5% protein dan elektrolit. Protein saliva
yang terpenting adalah amilase, mukus, dan lisozim.
Fungsi dari saliva dapat disimpulkan sebagai berikut:
· Air liur memulai proses pencernaan karbohidrat di mulut melalui kerja amilase
liur, suatu enzim yang memecah polisakarida menjadi disakarida.
· Air liur mempermudah proses menelan dengan membasahi partikel-partikel
makanan, sehingga mereka saling menyatu serta menghasilkan pelumasan karena
adanya mukus yang kental dan licin
· Air liur memiliki efek antibakteri melalui efek ganda, pertama oleh lisozim suatu
enzim yang melisiskan atau menghancurkan bakteri tertentu kedua dengan
membilas bahan makanan yang mungkin digunakan oleh bakteri.
· Air liur berfungsi sebagai pelarut untuk molekul-molekul yang merangsang papil
pengecap, sehingga kita dapat merasakan rasa makanan.
· Air liur membantu kita dalam berbicara dengan membasahi lidah dan bibir.
· Air liur berperan penting dalam higiene mulut dengan membantu kebersihan
mulut dan gigi. Karena air liur terus menerus membilas sisa makanan yang tersisa di
mulut.
· Air liur memiliki senyawa penyangga bikarbonat yang menetralkan asam di
makanan dan asam yang dihasilkan oleh flora normal yang ada di mulut, untuk
mencegah karies gigi.
Walaupun memiliki banyak fungsi namun enzim amilase saliva tidaklah
esensial karena walau tidak adanya enzim tersebut enzim amilase pankreas dapat
menyelesaikan pencernaannya, serta waktu kontak antara substrat dengan enzim
amilase saliva tidaklah optimum dikarenakan cepatnya waktu mengunyah dan
menelan makanan.
Makanan dipotong-potong oleh gigi depan (incisivus) dan di kunyah oleh gigi
belakang (molar, geraham), menjadi bagian-bagian kecil yang lebih mudah dicerna.
Ludah dari kelenjar ludah akan membungkus bagian-bagian dari makanan tersebut
dengan enzim-enzim pencernaan dan mulai mencernanya. Ludah juga mengandung
antibodi dan enzim (misalnya lisozim), yang memecah protein dan menyerang
bakteri secara langsung. Proses menelan dimulai secara sadar dan berlanjut secara
otomatis.
Palatum terdiri atas 2 bagian yaitu :
a. Palatum durum ( palatum keras ) yang tersusun atas tajuk – tajuk palatum dan
sebelah depan tulang maksilaris dan lebih kebelakang terdiri dari dua tulang
palatum.
b. Palatum mole ( palatum lunak ) terletak dibelakang yang merupakan lipatan
menggantung yang dapat bergerak, terdiri atas jaringan fibrosa dan selaput lendir.

Kerongkongan (esofagus) merupakan saluran berotot yang berdinding tipis dan


dilapisi oleh selaput lendir.
Kerongkongan menghubungkan tenggorokan dengan lambung.
Makanan didorong melalui kerongkongan bukan oleh gaya tarik bumi, tetapi oleh
gelombang kontraksi dan relaksasi otot ritmik yang disebut dengan peristaltik.

a. Gigi
Gigi manusia terdiri dari gigi seri, taring, dan geraham. Gigi seri terletak di
depan berbentuk seperti kapak yang mempunyai fungsi memotong makanan. Di
samping gigi seri terdapat gigi taring. Gigi taring berbentuk runcing yang berguna
untuk merobek makanan. Di belakang gigi taring terdapat gigi geraham yang
mempunyai fungsi menghaluskan makanan.
Setiap gigi tersusun atas bagian-bagian sbb ;
v Puncak gigi atau mahkota gigi, yaitu bagian yang tampak dari luar.
v Leher gigi, yaitu bagian gigi yang terlindung di dalam gusi dan merupakan batas
antara mahkota dan akar gigi.
v Akar gigi, yaitu bagian gigi yang tertanam di dalam rahang.
Lapisan-lapisan gigi terdiri dari email, tulang gigi, semen gigi, dan rongga gigi.
v Email
Email merupakan lapisan yang keras pada puncak gigi. Email berfungsi melindungi
tulang gigi. Jika email rusak, maka gigi akan rusak pula.
v Tulang gigi
Di lapisan berikutnya terdapat tulang gigi yang terbuat dari dentin. Dentin berupa
jaringan berwarna kekuningan.
v Semen gigi
Di lapisan luar akar gigi terdapat semen gigi atau sementum.
v Rongga gigi
Di bagian dalam gigi terdapat rongga gigiatau pulpa. Rongga gigi berisi saraf dan
pembuluh darah. Lubang yang dalam pada gigi dapat mencapai rongga gigi dan
mengenai saraf sehingga menimbulkan nyeri.
Susunan gigi
Gigi manusia mulai tumbuh pada bayi berumur kira-kira 6-7 bulan sampai 26
bulan.Gigi pada anak-anak di sebut gigi susu atau sulung. Setelah anak berumur 6
sampai 14 tahun gigi susu tanggal satu persatu dan digantikan dengan gigi tetap.
Gigi tersusun berderet pada rahang atas dan bawah. Gigi susu berjumlah 20 buah
terdiri atas gigi seri 8 buah, gigi taring 4 buah, dan gigi geraham 8 buah.
Gigi tetap pada orang dewasa berjumlah 32 buah yang terdiri dari gigi seri 8 buah,
gigi taring 4 buah, dan gigi geraham depan 8 buah, dan gigi geraham belakang 12
buah. Dengan demikian kalian dapat menemukan perbedaan jumlah antara gigi
susu dan gigi tetap.
b. Lidah
Lidah berguna untuk membantu mengatur letak makanan di dalam mulut
mendorong makanan masuk ke kerongkongan. Selain itu lidah lidah juga berfungsi
untuk mengecap atau merasakan makanan. Pada lidah terdapat daerah-daerah
yang lebih peka terhadap rasa-rasa tertentu, seperti asin, masam, manis, dan pahit.
Lidah terdiri dari otot serat lintang dan dilapisi oleh selaput lendir, kerja otot
lidah ini dapat digerakkan ke seluruh arah.
Lidah dibagi atas 3 bagian :
a. Radiks lingua = pangkal lidah
b. Dorsum lingua = punggung lidah
c. Apeks lingua = ujung lidah
Pada pangkal lidah yang belakang terdapat epiglotis yang berfungsi untuk menutup
jalan napas pada waktu kita menelan makanan, supaya makanan tidak masuk ke
jalan napas.
Punggung lidah ( dorsum lingua ) terdapat puting-puting pengecap atau ujung saraf
pengecap.
Frenulum lingua. Merupakan selaput lendir yang terdapat pada bagian bawah kira-
kira ditengah-tengah jika lidah digerakkan ke atas nampak selaput lendir.
Flika sublingua. Terdapat disebelah kiri dan kanan frenulum linguadi sini terdapat
pula lipatan selaput lendir.
Pada pertengahan flika sublingua ini terdapat saluran dari glandula parotis, sub
maksilaris dan glandula sub lingualis.
Fungsi lidah yaitu mengaduk makanan, membentuk suara, sebagai alat pengecap
dan menelan, serta merasakan makanan.

c. Kelenjar ludah
Ludah dihasilkan oleh 3 pasang kelenjar ludah. Kelenjar ludah tersebut
adalah kelenjar ludah parotis, kelenjar ludah rahang bawah, kelenjar ludah bawah
lidah. Ludah yang dihasilkan dialirkan melalui saluran ludah yang bermuara ke
dalam rongga mulut.
Ludah mengandung air, lendir, garam, dan enzim ptialin.enzim ptialin berfungsi
mengubah amilum menjadi gula, yaitu maltosa dan glukosa.
Kelenjar Ludah
Merupakan kelenjar yang mempunyai duktus yang
Duktus wartoni dan duktus stensoni.
Kelenjar ludah ada 2, yakni :
1. Kelenjar ludah bawah rahang ( kelenjar submaksilaris ), yang terdapat dibawah
tulang rahang atas pada bagian tengah.
2. Kelenjar ludah bawah lidah ( kelenjar sublingualis ) yang terdapat disebelah depan
bawah lidah.
Di bawah kelenjar ludah bawah rahang dan kelenjar ludah bawah lidah di antara
bawah lidah bagian bawah dari lidah disebut korunkula sublingualis serta hasil
sekresinya berupa kelenjar ludah ( saliva ). Kelenjar ludah ( saliva ) dihasilkan dalam
rongga mulut. Di sekitar rongga mulut terdapat 3 buah kelenjar luda :
1. Kelenjar Parotis
Letaknya di bawah depan dari telinga diantara prosesus mastoid kiri dan kanan os
mandibular, duktusnya duktus stensoni. Duktus ini keluar dari glandula parotis
menuju rongga mulut melalui pipi ( muskulus buksinator )
2. Kelenjar Submaksilaris
Terletak di bawah rongga mulut bagian belakang, duktusnya bernama duktus
wartoni, bermuara di rongga mulut dekat dengan frenulum lingua.
3. Kelenjar Sublingualis
Letaknya di bawah selaput lendir dasar rongga mulut bermuara di dasar rongga
mulut.
Kelenjar ludah di sarafi oleh saraf-saraf tak sadar.

Otot Lidah
Otot-otot ekstrinsik lidah berasal dari rahang bawah ( M. Mandibularis, os
Hioid dan Prosesus stiloid ) menyebar ke dalam lidah membentuk anyaman
bergabung dengan otot intrinsik yang terdapat pada lidah.
M. Genioglossus merupakan otot lidah yang terkuat berasal dari permukaan
tengah bagian dalam yang menyebar sampai radiks lingua.

B. Tenggorokan ( Faring)
Merupakan penghubung antara rongga mulut dan kerongkongan. Berasal dari
bahasa yunani yaitu Pharynk.
Didalam lengkung faring terdapat tonsil ( amandel ) yaitu kelenjar limfe yang
banyak mengandung kelenjar limfosit dan merupakan pertahanan terhadap infeksi,
disini terletak bersimpangan antara jalan nafas dan jalan makanan, letaknya
dibelakang rongga mulut dan rongga hidung, didepan ruas tulang belakang
Keatas bagian depan berhubungan dengan rongga hidung, dengan
perantaraan lubang bernama koana, keadaan tekak berhubungan dengan rongga
mulut dengan perantaraan lubang yang disebut ismus fausium
Tekak terdiri dari; Bagian superior =bagian yang sangat tinggi dengan hidung,
bagian media adalah bagian yang sama tinggi dengan mulut dan bagian inferior
adalah bagian yang sama tinggi dengan laring.
Bagian superior disebut nasofaring, pada nasofaring bermuara tuba yang
menghubungkan tekak dengan ruang gendang telinga,Bagian media disebut
orofaring,bagian ini berbatas kedepan sampai diakar lidah bagian inferior disebut
laring gofaring yang menghubungkan orofaring dengan laring

C. Kerongkongan (Esofagus)
Kerongkongan adalah tabung (tube) berotot pada vertebrata yang dilalui
sewaktu makanan mengalir dari bagian mulut ke dalam lambung. Makanan berjalan
melalui kerongkongan dengan menggunakan proses peristaltik. Di sebelah depan
kerongkongan terdapat saluran pernapasan yang disebut trakea. Trakea
menghubungkan rongga hidung dengan paru-paru. Pada saat kita menelan
makanan, ada tulang rawan yang menutup lubang ke tenggorokan. Bagian tersebut
dinamakan epiglotis. Epiglotis mencegah makanan masuk ke paru-paru.
Kerongkongan sering juga disebut esofagus(dari bahasa Yunani: οiσω, oeso -
"membawa", dan έφαγον, phagus - "memakan").
Esofagus bertemu dengan faring pada ruas ke-6 tulang belakang.
Menurut histologi.
Esofagus dibagi menjadi tiga bagian:
· bagian superior (sebagian besar adalah otot rangka)
· bagian tengah (campuran otot rangka dan otot halus)
· serta bagian inferior (terutama terdiri dari otot halus).
sekresi esofagus seluruhnya berkarakter mukus dan terutama memberi fungsi
pelumasan untuk menelan. Bagian utama dari esofagus dikelilingi oleh beberapa
kelenjar mukus sederhana. Pada bagian ujung lambung, dan dalam jumlah kecil
pada bagian awal esofagus, terdapat juga beberapa kelenjar mukus campuran.
Mukus yang disekresi oleh kelenjar campuran pada esofagus bagian atas akan
mencegah ekskoriasi mukosa akibat makanan yang baru saja masuk, sedangkan
kelenjar campuran yang berada didekat sambungan esofagogastric akan melindungi
dinding esofagus dari pencernaan oleh asam getah lambung yang sering mengalami
refluks dari lambung kembali lagi kebagian bawah esofagus.

D. Lambung
Merupakan organ otot berongga yang besar dan berbentuk seperti kandang
keledai.
Terdiri dari 3 bagian yaitu
§ Kardia
§ Fundus
§ Antrum

Lambung adalah ruang berbentuk kantung yang berbentuk huruf j yang


terletak antara esofagus dan korpus (badan). Motilitas lambung bersifat kompleks
dan dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu:
Pengisian lambung jika kosong lambung memiliki volume 50 ml tetapi organ ini
dapat mengembang sampai dengan 1000 ml ketika makan. Ada dua faktor yang
menjaga motilitas lambung yaitu plastisitas yang mengacu pada kemampuan otot
polos dalam mempertahankan ketegangannya yang konstan dalam rentang waktu
yang lebar. Selanjutnya adalah relaksasi reseptif yakni proses relaksasi otot polos
untuk meningkatkan kemampuan lambung dalam mengakomodasi volume
makanan.

Lambung mempunyai dua otot lingkar, yaitu otot lingkar pardia dan otot
lingkar pilorus. Otot lingkar kardia terletak di bagian atas dan berbatasan dengan
bagian bawah kerongkongan. Fungsinya adalah untuk mencegah makanan dari
lambung agar tidak kembali ke kerongkongan dan mulut. Otot lingkar pilorus hanya
terbuka apabila makanan telah tercerna di lambung.

Di dalam lambung, makanan dicerna secara kimiawi. Dinding lambung


berkontraksi, menyebabkan gerak peristaltik. Gerak peristaltik dinding lambung
mengakibatkanmakanan di dalam lambung teraduk-aduk. Di bagian dinding lambung
sebelah dalam terdepat kelenjar yang menghasilkan getah lambung.. getah lambung
mengandung asam lambung, serta enzim-enzim lain. Asam lambung berfungsi
sebagai pembunuh mikroorganisme dan mengantifkan enzim pepsinogen menjadi
pepsin.pepsin merupakan enzim yang dapat mengubah protein menjadi molekul
yang lebih kecil.

Makanan masuk ke dalam lambung dari kerongkongan melalui otot berbentuk


cincin (sfinter), yang bisa membuka dan menutup. Dalam keadaan normal, sfinter
menghalangi masuknya kembali isi lambung ke dalam kerongkongan.
Lambung berfungsi sebagai gudang makanan, yang berkontraksi secara ritmik
untuk mencampur makanan dengan enzim-enzim. Sel-sel yang melapisi lambung
menghasilkan 3 zat penting :

 Lendir

Lendir melindungi sel-sel lambung dari kerusakan oleh asam lambung. Setiap
kelainan pada lapisan lendir ini, bisa menyebabkan kerusakan yang mengarah
kepada terbentuknya tukak lambung.

 Asam klorida (HCl)

Asam klorida menciptakan suasana yang sangat asam, yang diperlukan oleh pepsin
guna memecah protein. Keasaman lambung yang tinggi juga berperan sebagai
penghalang terhadap infeksi dengan cara membunuh berbagai bakteri.

 Prekursor pepsin (enzim yang memecahkan protein)

Selain sel-sel penyekresi mucus yang mengelilingi seluruh permukaan lambung,


mukosa lambung mempunyai dua tipe kelenjar tubula yang penting : kelenjar
oksintik (Kelenjar gastrik) dan kelenjar pilorik. Kelenjar oksintik menyekresi asam
hidroklorida, pepsinogen, dan mucus. Kelenjar pilorik terutama menyekresi mucus
untuk melindungi mukosa pylorus dari asam lambung. Kelenjar tersebut juga
menyekresi hormon gastrin.
E. Usus halus (usus kecil)
Usus halus atau usus kecil adalah bagian dari saluran pencernaan yang
terletak di antara lambung dan usus besar. Dinding usus kaya akan pembuluh darah
yang mengangkut zat-zat yang diserap ke hati melalui vena porta. Dinding usus
melepaskan lendir (yang melumasi isi usus) dan air (yang membantu melarutkan
pecahan-pecahan makanan yang dicerna). Dinding usus juga melepaskan sejumlah
kecil enzim yang mencerna protein, gula dan lemak. Di usus halus terdapat susunan
yang sangat rapat dari kelenjar mucus campuran, yang disebit kelenjar
brunner.Kelenjar ini menyekresi mucus yang alkalis dalam jumlah besar.Fungsi dari
mucus yang disekresikan oleh kelenjar brunner adalah untuk melindungi dinding
duodenum dari pencernaan oleh getah lambung yang sangat asam, yang keluar dari
lambung.
ENZIM-ENZIM PENCERNAAN PADA SEKRESI USUS HALUS
Bila sekresi usus halus dikumpulkan tanpa serpihan sel, sekresi ini hampir
tidak mengandung enzim.Enterosit mukosa, terutama yang menutupi vili,
mengandung enzim pencernaan yang mencerna zat-zat makanan khusus ketika
makanan diabsorbsi melalui epitel.Enzim-enzim ini adalah sebagai berikut:

 Beberapa peptidase untuk memecah peptide kecil menjadi asam amino


 Empat enzim sukrase, maltase, isomaltase, dam lactase untuk memecah disakarida
menjadi monosakarida.
 Sejumlah kecil lipase intestinum untuk memecah lemak netral menjadi gliserol dan
asam lemak.
Lapisan usus halus ; lapisan mukosa ( sebelah dalam ), lapisan otot
melingkar ( M sirkuler ), lapisan otot memanjang ( M Longitidinal ) dan lapisan
serosa ( Sebelah Luar )
Usus halus terdiri dari tiga bagian yaitu usus dua belas jari (duodenum), usus
kosong(jejunum), dan usus penyerapan (ileum).

1. Usus dua belas jari (Duodenum)


Usus dua belas jari atau duodenum adalah bagian dari usus halus yang
terletak setelah lambung dan menghubungkannya ke usus kosong (jejunum). Bagian
usus dua belas jari merupakan bagian terpendek dari usus halus, dimulai dari bulbo
duodenale dan berakhir di ligamentum Treitz.
Usus dua belas jari merupakan organ retroperitoneal, yang tidak terbungkus
seluruhnya oleh selaput peritoneum. pH usus dua belas jari yang normal berkisar
pada derajat sembilan. Pada usus dua belas jari terdapat dua muara saluran yaitu
dari pankreasdan kantung empedu. Nama duodenum berasal dari bahasa
Latin duodenum digitorum, yang berarti dua belas jari.
Lambung melepaskan makanan ke dalam usus dua belas jari (duodenum),
yang merupakan bagian pertama dari usus halus. Makanan masuk ke dalam
duodenum melalui sfingter pilorus dalam jumlah yang bisa di cerna oleh usus halus.
Jika penuh, duodenum akan megirimkan sinyal kepada lambung untuk berhenti
mengalirkan makanan.

2. Usus Kosong (jejenum)


Usus kosong atau jejunum (terkadang sering ditulis yeyunum) adalah bagian
kedua dari usus halus, di antara usus dua belas jari (duodenum) dan usus
penyerapan (ileum). Pada manusia dewasa, panjang seluruh usus halus antara 2-
8 meter, 1-2 meter adalah bagian usus kosong. Usus kosong dan usus penyerapan
digantungkan dalam tubuh denganmesenterium.
Permukaan dalam usus kosong berupa membran mukus dan terdapat jonjot
usus (vili), yang memperluas permukaan dari usus. Secara histologis dapat
dibedakan dengan usus dua belas jari, yakni berkurangnya kelenjar Brunner. Secara
hitologis pula dapat dibedakan dengan usus penyerapan, yakni sedikitnya sel
goblet dan plak Peyeri. Sedikit sulit untuk membedakan usus kosong dan usus
penyerapan secara makroskopis.
Jejunum diturunkan dari kata sifat jejune yang berarti "lapar" dalam bahasa Inggris
modern. Arti aslinya berasal dari bahasa Laton, jejunus, yang berarti "kosong\

3. Usus Penyerapan (illeum)


Usus penyerapan atau ileum adalah bagian terakhir dari usus halus.
Pada sistem pencernaan manusia, ) ini memiliki panjang sekitar 2-4 m dan terletak
setelah duodenumdan jejunum, dan dilanjutkan oleh usus buntu. Ileum
memiliki pH antara 7 dan 8 (netral atau sedikit basa)
dan berfungsi menyerap vitamin B12 dan garam-garam empedu.

F. Usus Besar (Kolon)


Usus besar atau kolon dalam anatomi adalah bagian usus antara usus
buntu danrektum. Fungsi utama organ ini adalah menyerap air dari feses.
Usus besar terdiri dari :

 Kolon asendens (kanan)


 Kolon transversum
 Kolon desendens (kiri)
 Kolon sigmoid (berhubungan dengan rektum)
Banyaknya bakteri yang terdapat di dalam usus besar berfungsi mencerna beberapa
bahan dan membantu penyerapan zat-zat gizi.
Bakteri di dalam usus besar juga berfungsi membuat zat-zat penting, seperti vitamin
K. Bakteri ini penting untuk fungsi normal dari usus. Beberapa penyakit serta
antibiotik bisa menyebabkan gangguan pada bakteri-bakteri didalam usus besar.
Akibatnya terjadi iritasi yang bisa menyebabkan dikeluarkannya lendir dan air, dan
terjadilah diare.

G. Usus Buntu (sekum)


Usus buntu atau sekum (Bahasa Latin: caecus, "buta") dalam
istilah anatomi adalah suatu kantung yang terhubung pada usus penyerapan serta
bagian kolon menanjak dari usus besar. Organ ini ditemukan pada mamalia, burung,
dan beberapa jenis reptil. Sebagian besarherbivora memiliki sekum yang besar,
sedangkan karnivora eksklusif memiliki sekum yang kecil, yang sebagian atau
seluruhnya digantikan oleh umbai cacing.

H. Umbai Cacing (Appendix)


Umbai cacing atau apendiks adalah organ tambahan pada usus buntu. Infeksi
pada organ ini disebut apendisitis atau radang umbai cacing. Apendisitis yang parah
dapat menyebabkan apendiks pecah dan membentuk nanah di dalam rongga
abdomen atau peritonitis (infeksi rongga abdomen).
Dalam anatomi manusia, umbai cacing atau dalam bahasa Inggris, vermiform
appendix(atau hanya appendix) adalah hujung buntu tabung yang menyambung
dengan caecum.
Umbai cacing terbentuk dari caecum pada tahap embrio. Dalam orang dewasa,
Umbai cacing berukuran sekitar 10 cm tetapi bisa bervariasi dari 2 sampai 20 cm.
Walaupun lokasi apendiks selalu tetap, lokasi ujung umbai cacing bisa berbeda -
bisa di retrocaecal atau di pinggang (pelvis) yang jelas tetap terletak di peritoneum.
Banyak orang percaya umbai cacing tidak berguna dan organ vestigial
(sisihan), sebagian yang lain percaya bahwa apendiks mempunyai fungsi
dalam sistem limfatik.
Operasi membuang umbai cacing dikenal sebagai appendektomi.

I. Rektum dan anus


Rektum (Bahasa Latin: regere, "meluruskan, mengatur") adalah sebuah
ruangan yang berawal dari ujung usus besar (setelah kolon sigmoid) dan berakhir di
anus. Organ ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara feses. Biasanya
rektum ini kosong karena tinja disimpan di tempat yang lebih tinggi, yaitu pada kolon
desendens. Jika kolon desendens penuh dan tinja masuk ke dalam rektum, maka
timbul keinginan untuk buang air besar (BAB). Mengembangnya dinding rektum
karena penumpukan material di dalam rektum akan memicusistem saraf yang
menimbulkan keinginan untuk melakukan defekasi. Jika defekasi tidak terjadi, sering
kali material akan dikembalikan ke usus besar, di mana penyerapan air akan
kembali dilakukan. Jika defekasi tidak terjadi untuk periode yang
lama, konstipasi dan pengerasan feses akan terjadi.
Orang dewasa dan anak yang lebih tua bisa menahan keinginan ini, tetapi bayi
dan anak yang lebih muda mengalami kekurangan dalam pengendalian otot yang
penting untuk menunda BAB.
Anus merupakan lubang di ujung saluran pencernaan, dimana bahan limbah
keluar dari tubuh. Sebagian anus terbentuk dari permukaan tubuh (kulit) dan
sebagian lannya dari usus. Pembukaan dan penutupan anus diatur oleh
otot sphinkter. Feses dibuang dari tubuh melalui proses defekasi (buang air besar -
BAB), yang merupakan fungsi utama anus.

J. Pankreas
Pankreas adalah organ pada sistem pencernaan yang memiliki dua fungsi
utama yaitu menghasilkan enzim pencernaan serta beberapa hormon penting
seperti insulin. Pankreas terletak pada bagian posterior perut dan berhubungan erat
dengan duodenum (usus dua belas jari).
Pankraes terdiri dari 2 jaringan dasar yaitu :

 Asini, menghasilkan enzim-enzim pencernaan


 Pulau pankreas, menghasilkan hormon

Pankreas melepaskan enzim pencernaan ke dalam duodenum dan melepaskan


hormon ke dalam darah. Enzim yang dilepaskan oleh pankreas akan mencerna
protein, karbohidrat dan lemak. Enzim proteolitik memecah protein ke dalam bentuk
yang dapat digunakan oleh tubuh dan dilepaskan dalam bentuk inaktif. Enzim ini
hanya akan aktif jika telah mencapai saluran pencernaan. Pankreas juga
melepaskan sejumlah besar sodium bikarbonat, yang berfungsi melindungi
duodenum dengan cara menetralkan asam lambung.

ENZIM – ENZIM PENCERNAAN PANKREAS


Sekresi pankreas mengandung banyak enzim untuk mencerna tiga jenis
makanan utama : protein, karbohidrat, dan lemak. Enzim-enzim pancreas yang
paling penting untuk mencerna protein adalah tripsin, kimotripsin, dan
karboksipolipeptidase.
Tripsin dan kimotripsin memisahkan seluruh dan sebagian protein yang dicerna
menjadi peptide berbagai ukuran tetapi tidak menyebabkan pelepasan asam-asam
amino bentuk tunggal. Namun karboksipolipeptidase ternyata memecah beberapa
peptide menjadi asam-asam amino bentuk tunggal, sehingga menyelesaikan
pencernaan beberapa protein menjadi bentuk asam amino.
Enzim pancreas untuk mencerna karbohidrat adalah amilase pankreas, yang
akan menghidrolisis pati, glikogen, dan sebagian besar karbohidrat lain (kecuali
selulosa) untuk membentuk sebagian besar disakarida dan beberapa trisakarida.
Enzim pancreas untuk mencerna lemak adalah
1. lipase pancreas, yang mampu menghidrolisis lemak netral menjadi asam lemak
dan monogliserida.
2. Kolesterol esterase, yang menyebabkan hidrolisis ester kolesterol.
3. Fosfolipase, yang memecah asam lemak dari fosfolipid.

K. Hati
Hati merupakan sebuah organ yang terbesar di dalam badan manusia dan
memiliki berbagai fungsi, beberapa diantaranya berhubungan dengan pencernaan.
Organ ini memainkan peran penting dalam metabolisme dan memiliki
beberapa fungsi dalam tubuh termasuk penyimpanan glikogen, sintesis protein
plasma, dan penetralan obat. Dia juga memproduksi bile, yang penting dalam
pencernaan. Istilah medis yang bersangkutan dengan hati biasanya dimulai
dalam hepat- atau hepatik dari kata Yunani untuk hati, hepar.
Zat-zat gizi dari makanan diserap ke dalam dinding usus yang kaya akan
pembuluh darah yang kecil-kecil (kapiler). Kapiler ini mengalirkan darah ke dalam
vena yang bergabung dengan vena yang lebih besar dan pada akhirnya masuk ke
dalam hati sebagai vena porta. Vena porta terbagi menjadi pembuluh-pembuluh
kecil di dalam hati, dimana darah yang masuk diolah.
Hati melakukan proses tersebut dengan kecepatan tinggi, setelah darah
diperkaya dengan zat-zat gizi, darah dialirkan ke dalam sirkulasi umum.

L. Kandung empedu
Kandung empedu (Bahasa Inggris: gallbladder) adalah organ berbentuk
buah pir yang dapat menyimpan sekitar 50 ml empedu yang dibutuhkan tubuh untuk
proses pencernaan. Padamanusia, panjang kandung empedu adalah sekitar 7-10
cm dan berwarna hijau gelap - bukan karena warna jaringannya, melainkan karena
warna cairan empedu yang dikandungnya. Organ ini terhubungkan
dengan hati dan usus dua belas jari melalui saluran empedu.
Empedu memiliki 2 fungsi penting yaitu:

 Membantu pencernaan dan penyerapan lemak , bukan karena enzim dalam


empedu yang menyebabkan pencernaan lemak, tetapi karena asam empedu dalam
empedu melakukan dua hal :
1. Asam empedu membantu mengemulsikan partikel-partikel lemak yang besar
dalam makanan menjadi banyak partikel kecil, permukaan partikel tersebut dapat
diserang oleh enzim lipase yang disekresikan dalam getah pancreas.
2. Asam empedu membantu absorbs produk akhir lemak yang telah dicerna melalui
membran mukosa intestinal.
 Berperan dalam pembuangan limbah tertentu dari tubuh, terutama haemoglobin (Hb)
yang berasal dari penghancuran sel darah merah dan kelebihan kolesterol.

PROSES BIOKIMIAWI PADA MASING-MASING ORGAN DI SISTEM


PENCERNAAN
Pencernaan karbohidrat

 Pencernaan karbohidrat di dalam mulut dan lambung

Ketika makanan dikunyah, makanan bercampur dengan saliva, yang terdiri


atas enzim pencernaan ptialin yang terutama disekresikan oleh kelenjar
parotis.Enzim ini menghidrolisis tepung menjadi disakarida maltosa dan polimer
glukosa kecil lainnya yang mengandung 3-9 molekul glukosa.Namun, makanan
berada dalam mulut hanya untuk waktu yang singkat, jadi mungkin tidak lebih dari
5% dari semua tepung telah dihidrolisis pada saat makanan ditelan.
Tetapi, pencernaan tepung kadang berlanjut didalam korpus dan
fundus lambung selama satu jam sebelum makanan bercampur dengan sekresi
lambung. Kemudian aktivitas amilase saliva dihambat oleh asam yang berasal dari
sekresi lambung, karena amylase pada dasarnya tidak aktif sebagai suatu enzim bila
pH medium turun dibawah sekitar 4,0. Meskipun demikian, rata-rata, sebelum
makanan dan saliva yang ada bersamanya menjadi seluruhnya tercampur dengan
sekresi lambung, sebanyak 30-40% tepung telah dihidrolisis terutama membentuk
maltosa.

 Pencermaan karbohidrat didalam usus halus


Pencernaan oleh amilase pankreas
Sekresi pankreas, seperti saliva, mengandung sejumlah besar ptialin yang fungsinya
hampir mirip dengan ptialin saliva tetapi beberapa kali lebih kuat.Oleh karena itu,
dalam waktu 15-30 menit setelah kimus dikosongkan dari lambung kedalam
duodenum dan bercampur dengan getah pankreas, sebenarnya,semua karbohidrat
telah dicernakan. Pada umumnya, hampir semua karbohidrat diubah menjadi
maltose dan polimer-polimer glukosa yang sangat kecil lainnya sebelum keduanya
melewati duodenum atau jejenum bagian atas.
Pencernaan protein

 Pencernaan protein dalam lambung

Pepsin, enzim peptic lambung yang penting, paling aktif pada pH 2-3 dan
tidak aktif pada pH kira-kira diatas 5. Akibatnya, agar enzim ini dapat melakukan
kerja pencernaan terhadap protein, getah lambung harus bersifat asam. Asam
hidroklorida ini disekresikan oleh sel-sel parietal (oksintik) didalam kelenjar pada pH
0,8 tetapi pada saat asam hidroklorida bercampur dengan isi lambung dan bersama
dengan sekresi dari sel-sel kelenjar non-oksintik lambung, pH lalu berkisar antara 2-
3 suatu batas asiditas yang cukup tinggi untuk aktifitas pepsin. Salah satu gambaran
penting pencernaan pepsin adalah kemampuannya untuk mencerna protein kolagen,
suatu jenis protein albuminoid yang sangat sedikit dipengaruhi oleh enzim-enzim
pencernaan lainnya.
Kolagen merupakan unsur dasar utama dari jaringan ikat antar sel daging.
Oleh karena itu, agar enzim saluran pencernaan dapat menembus daging dan
mencerna protein daging lain, hal yang terpenting adalah mencernakan serabut-
serabut kolagen tersebut lebih dulu. Akibatnya, orang yang kekurangan pepsin
didalam getah lambung, daging yang dicerna kurang dapat ditembus oleh enzim-
enzim pencernaan lain. Oleh karena itu proses pencernaannya buruk.

 Pencernaan protein oleh sekresi pancreas

Kebanyakan pencernaan protein terjadi didalam usus halus bagian


atas, didalam duodenum dan jejunum, dibawah pengaruh enzim-enzim proteolitik
dari sekresi pancreas.Segera setelah masuk dari lambung ke usus halus, produk
yang sebagian sudah dipecahkan dari makanan berprotein diserang oleh enzim-
enzim proteolitik utama pankreas:tripsin,kimotripsin, karboksifolipeptidase, dan
proelastase.
Keduanya, baik tripsin dan kimotripsin memecah molekul-molekul
protein menjadi polipeptida-polipeptida kecil. Karboksifolipeptidase kemudian
memecahkan asam amino- asam amino tunggal dari ujung karboksil
polipeptida.Proelastase, kemudian diubah menjadi elastase, yang kemudian
mencernakan serabut-serabut elastin yang sebagian menahan daging.

 Pencernaan peptida oleh peptidase didalam enterosit yang melapisi vili usus halus

Tahap terakhir pencernaan protein didalam lumen usus dicapai oleh


eritrosit yang melapisi vili usus halus, terutama didalm duodenum dam jejunum. Dua
jenis enzim peptidase yang sangat penting adalah aminopolipeptidase dan beberapa
dipeptidase. Enzim-enzim tersebut bertugas memecah sisa polipeptida-polipeptida
yang besar menjadi betuk tripeptida dan dipeptida serta beberapa menjadi asam-
asam amino. Baik asam amino ditambah dipeptida dan tripeptida dengan ludah
ditranspor memalui membran mikrovili kebagian dalam enterosit. Dalam beberapa
menit, semua dipeptida dan tripeptida yang masih tertinggal akan dicerna sampai
tahap akhir untuk membentuk asam amino tunggal dan kemudian dihantarkan kesisi
lain dari eritrosit dan dari tempat itu ke dalam darah.
Pencernaan lemak

 Pencernaan lemak didalam usus

Sejumlah kecil trigliserida dicerna didalam lambung oleh lipase lingual yang
disekresikan oleh kelenjar lingual didalam mulut dan ditelan bersama dengan saliva.

 Emulsivikasi lemak oleh asam empedu dan lesitin.

Tahap pertama dalam pencernaan lemak adalah secara fisik memecahkan


gumpalan lemak menjadi ukuran yang sangat lecil, sehingga enzim pencernaan
yang larut-air dapat bekerja pada pemukaan gumpalan lemak. Proses ini disebut
emulsifikasi lemak, dan dimulai melalui pergolakan didalam lambung untuk
mencampur lemak dengan produk pencernaan lambung. Lalu, kebanyakan proses
emulsifikasi tersebutterjadi didalam duodenum dibawah pengaruh empedu, sekresi
dari hati yang tidak mengandung enzim pencernaan apapun. Akan tetapi, empedu
mengandung sejumlah besar garam empedu juga fosfolipid lesitin. Keduanya, tetapi
terutama lesitin, sangat penting untuk mengemulsi lemak.

 Pencernaan trigliserida oleh lipase pancreas

Sejauh ini enzim yang paling penting untuk pencernaan trigleserida adalah lipase
pankreas, terdapat dalam jumlah sangat banyak didalam getah pankreas cukup
untuk mencernakan dalan satu menit semua trigliserida yang dicapainya.

 Produk akhir pencernaan lemak

Sebagian besar trigliserida dalam makanan dipecah oleh getah pankreas menjadi
asam lemak bebas dan 2-monogliserida.

DAFTAR PUSTAKA

Guyton, Arthur C, Hall,John E.2007.Fisiologi Kedokteran edisi 11.Jakarta : EGC

Murray, Robert K, Granner, Daryl K, Mayes, Peter A, Rodwell, Victor


W.2003.Biokimia Harper edisi 25.Jakarta : EGC
Pendahuluan Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan terdiri dari saluran pencernaan (alimentar), yaitu tuba muscular
panjang yang merentang dari mulut sampai anus, dan organ-organ aksesoris. Di dalam
saluran pencernaan terdapat organ aksesoris/tambahan seperti gigi, lidah, kelenjar saliva (air
ludah/liur), hati, kandung empedu dan pancreas. Saluran pencernaan yang terletak dibawah
area diafragma disebut saluran gastrointestinal.
1. Pencernaan secara mekanik
Pencernaan mekanik terjadi di rongga mulut, yaitu penghancuran makanan oleh gigi yang
dibantu lidah.
2. Pencernaan secara kimiawi
Pencernaan kimiawi terjadi di dalam rongga mulut, usus, dan lambung dengan bantuan
enzim. Enzim adalah suatu zat kimia yang membantu proses pencernaan.
3. Fungsi sistem pencernaan
Fungsinya yang utama adalah untuk menyediakan makanan, air dan elektrolit bagi tubuh
dari nutrien (zat-zat makanan) yang dicerna oleh saluran pencernaan untuk kemudian diserap.
Proses mencerna dan menyerap makanan,air dan elektrolit dilakukan secara mekanik maupun
kimia oleh saluran pencernaan yg bermula dari mulut sampai ke anus. Pencernaan
berlangsung secara mekanik dan kimia, dan meliputi proses-proses berikut :
 Ingesti adalah masuknya makanan ke dalam mulut.
 Pemotongan dan Penggilingan makanan di lakukan secara mekanik oleh gigi. Makanan
kemudian dicampur dengan saliva sebelum ditelan.
 Peristaltis adalah gelombang otot polos involunter yang menggerakan makanan tertelan
melalui saluran pencernaan.
 Digesti adalah hidrolisis kimia (penguraian) molekul besar menjadi molekul kecil
sehingga absorpsi dapat berlangsung.
 Absorpsi adalah pergerakan produk akhir pencernaan dari lumen saluran pencernaan ke
dalam sirkulasi darah dan limfatil sehingga dapat digunakan oleh sel tubuh.
 Egesti (defekasi) adalah proses eliminasi zat-zat sisa yang tidak tercerna, juga bakteri,
dalam bentuk feses dari saluran pencernaan.
2.1 Organogenesis Sistem Pencernaan
Saluran pencernaan primitif terbagi menjadi 3 bagian, yaitu usus depan (fore gut), usus
tengah (mid gut), dan usus belakang (hind gut).
1. Usus depan: terbentuk oleh adanya pelipatan endoderm atap arkenteron bagian anterior, yang
akan diikuti oleh mesoderm splanknik. Usus depan akan menjadi rongga mulut, faring,
esofagus, lambung dan duodenum.
2. Usus tengah: daerah arkenteron antara usus depan dan usus belakang. Usus tengah akan
menjadi jejenum, ileum dan kolon
3. Usus belakang: terbentuk oleh adanya pelipatan endodern atap arkenteron bagian posterior,
yang akan diikuti oleh mesoderm splanknik. Usus belakang akan menjadi rektum dan kloaka
atau anus
Epitel saluran pencernaan terbentuk dari endoderm, kecuali epitel mulut dan anus – dari
ektoderm. Jaringan-jaringan/ struktur-struktur lain penyususn saluran pencernaan dibentuk
oleh mesoderm splanknik.
Pembentukan mulut
Mulut terbentuk pada bagian anterior usus depan. Invaginasi ektoderm (= lekuk
stomodeum) yang diikuti dengan evaginasi endoderm usus depan menyebabkan terbentuknya
keping oral. Keping oral makin lama makin menipis, akhirnya pecah → menjadi lubang
mulut.
Pembentukan anus
Anus terbentuk pada bagian posterior usus belakang. Invaginasi ektoderm (= lekuk
proktodeum) yang diikuti dengan evaginasi endoderm usus belakang menyebabkan
terbentuknya keping anal. Keping anal makin lama makin menipis, akhirnya pecah →
menjadi lubang anus.
2.2 Histologi Saluran Cerna
Saluran pencernaan umumnya mempunyai sifat struktural tertentu yang terdiri atas 4
lapisan utama yaitu: lapisan mukosa,submukosa, lapisan otot, dan lapisan serosa.
1. Lapisan mukosa terdiri atas (1) epitel pembatas; (2) lamina propria yang terdiri dari jaringan
penyambung jarang yang kaya akan pembuluh darah kapiler dan limfe dan sel-sel otot polos,
kadang-kadang mengandung juga kelenjar-kelenjar dan jaringan limfoid; dan (3) muskularis
mukosae.
2. Submukosa terdiri atas jaringan penyambung jarang dengan banyak pembuluh darah dan
limfe, pleksus saraf submukosa (juga dinamakan Meissner), dan kelenjar-kelenjar dan/atau
jaringan limfoid.
3. Lapisan otot tersusun atas: (1) sel-sel otot polos,berdasarkan susunannya dibedakan menjadi
2 sublapisan menurut arah utama sel-sel otot yaitu sebelah dalam (dekat lumen), umumnya
tersusun melingkar (sirkuler); pada sublapisan luar, kebanyakan memanjang (longitudinal).
(2) kumpulan saraf yang disebut pleksus mienterik (atau Auerbach), yang terletak antara 2
sublapisan otot. (3) pembuluh darah dan limfe.
4. Serosa merupakan lapisan tipis yang terdiri atas (1) jaringan penyambung jarang, kaya akan
pembuluh darah dan jaringan adiposa; dan (2) epitel gepeng selapis (mesotel).
Fungsi utama epitel mukosa saluran pencernaan adalah:
1.Menyelenggarakan sawar (pembatas), bersifat permeabel selektif antara isi saluran dan
jaringan tubuh.
2.Mempermudah transpor dan pencernaan makanan
3.Meningkatkan absorpsi hasil-hasil pencernaan (sari-sari makanan). Sel-sel pada lapisan ini
selain menghasilkan mukus juga berperan dalam pencernaan atau absorpsi makanan.
Nodulus limfatikus yang banyak terdapat pada lamina propria dan lapisan submukosa
sebagai sistem pertahanan tubuh atau pelindung dari infeksi mikroorganisme dari invasi virus
dan bakteri. Muskularis mukosae dan lapisan otot untuk pergerakan lapisan mukosa secara
independen (otonom) dari pergerakan saluran pencernaan lain, sehingga meningkatkan
kontak dengan makanan. Kontraksi lapisan mukosa mendorong (peristaltik) dan mencampur
makanan (segmentasi) dalam saluran pencernaan.
Pleksus-pleksus saraf mengatur kontraksi muskuler ini, yang membentuk gangglia
parasimpatis. Banyaknya jala-jala serabut pre- dan postganglionik sistem saraf otonom dan
beberapa serabut-serabut sensoris viseral dalam ganglia ini memungkinkan komunikasi
diantara mereka. Kenyataan bahwa saluran pencernaan menerima banyak persyarafan dari
sistem saraf otonom memberikan penjelasan anatomik akan besarnya pengaruh gangguan
emosi pada saluran pencernaan – suatu fenomena yang penting pada pengobatan
psikosomatis.
1. Mulut
Proses pencernaan dimulai sejak makanan masuk ke dalam mulut. Di dalam mulut
terdapat alat-alat yang membantu dalam proses pencernaan, yaitu gigi, lidah, dan kelenjar
ludah (air liur). Fungsi rongga mulut:

1. Mengerjakan pencernaan pertama dengan jalan mengunyah


2. Untuk berbicara
3. Bila perlu, digunakan untuk bernafas.

Di dalam rongga mulut, makanan mengalami pencernaan secara mekanik dan kimiawi.
Beberapa organ di dalam mulut, yaitu :
a. Gigi
Gigi berfungsi untuk mengunyah makanan sehingga makanan menjadi halus. Keadaan ini
memungkinkan enzim-enzim pencernaan mencerna makanan lebih cepat dan efisien.
Gigi dapat dibedakan atas empat macam yaitu gigi seri, gigi taring, gigi geraham depan,
dan gigi geraham belakang. Secara umum, gigi manusia terdiri dari tiga bagian, yaitu
mahkota gigi (korona), leher gigi (kolum), dan akar gigi (radiks). Mahkota gigi atau puncak
gigi merupakan bagian gigi yang tampak dari luar. Setiap jenis gigi memiliki bentuk mahkota
gigi yang berbeda-beda. Gigi seri berbentuk seperti pahat, gigi taring berbentuk seperti pahat
runcing, dan gigi geraham berbentuk agak silindris dengan permukaan lebar dan datar
berlekuk-lekuk. Bentuk mahkota gigi pada gigi seri berkaitan dengan fungsinya untuk
memotong dan menggigit makanan. Gigi taring yang berbentuk seperti pahat runcing untuk
merobek makanan. Sedangkan gigi geraham dengan permukaan yang lebar dan datar
berlekuk-lekuk berfungsi untuk mengunyah makanan. Leher gigi merupakan bagian gigi
yang terlindung dalam gusi, sedangkan akar gigi merupakan bagian gigi yang tertanam di
dalam rahang. Email gigi merupakan lapisan keras berwarna putih yang menutupi mahkota
gigi. Tulang gigi, tersusun atas zat dentin. Sumsum gigi (pulpa), merupakan rongga gigi yang
di dalamnya terdapat serabut saraf dan pembuluh-pembuluh darah. Itulah sebabnya bila gigi
kita berlubang akan terasa sakit, karena pada sumsum gigi terdapat saraf.
Gigi ada dua macam :

 Sulung, Mulai tumbuh pada anak usia anak anak umur 6 – 7 bulan. Lengkap pada umur
2,5 tahun jumlahnya 20 buah disebut juga gigi susu, terdiri dari : 8 buah gigi seri, (dens
insisivus), 4 buah gigi taring (dens kaninus) dan 8 buah gigi geraham (molare).

 Gigi Tetap (gigi permanen) tumbuh pada umur 6 – 18 tahun, jumlahnya 32 buah, terdiri dari
: 8 buah gigi seri, (dens insisivus), 4 buah gigi taring (dens kaninus) 18 buah gigi geraham
(molare)dan 12 buah gigi geraham (premolare).

b. Lidah
Lidah adalah kumpulan otot rangka pada bagian lantai mulut yang dapat membantu
pencernaan makanan dengan mengunyah dan menelan. Lidah dikenal sebagai indera
pengecap yang banyak memiliki struktur tunas pengecap. Lidah juga turut membantu dalam
tindakan bicara.Juga membantu membolak balik makanan dalam mulut. Lidah dibagi atas
tiga bagian :

 Pada pangkal lidah yang belakang terdapat epiglottis yang berfungsi untuk menutup jalan
napas pada waktu kita menelan makanan, supaya makanan jangan masuk ke jalan napas.
 Punggung lidah (dorsum lingua) terdapat putting-putting pengecap atau ujung saraf
pengecap.
 Frenulum lingua merupakan selaput lender yang terdapat pada bagian bawah kira kira di
tengah, jika lidah digerakan ke atas Nampak selaput lender. Flika sublingual terdapat di
sebelah kiri dan kanan frenulun lingua, di sini terdapat pula lipatan selaput lender. Pada
pertengahan flika sublingual initerdapat saluran dari grandula parotis, submaksilaris dan
glandula sublingualis.

Bagian lidah yang berperan dalam mengecap rasa makanan adalah papilla. Papilla ini
merupakan bentukan dari saraf-saraf sensorik (penerima rangsang).
Fungsi Lidah :

 Untuk membersihkan gigi serta rongga mulut antara pipi dan gigi
 Mencampur makanan dengan ludah
 Untuk menolak makanan dan minuman kebelakang
 Untuk berbicara
 Untuk mengecap manis, asin dan pahit
 Untuk merasakan dingin dan panas

Tiap rasa pada zat yang masuk ke dalam rongga mulut akan direspon oleh lidah di tempat
yang berbeda-beda. Letak setiap rasa berbeda-beda, yaitu:
1. Rasa asin —–> lidah bagian tepi depan
2. Rasa manis —–> lidah bagian ujung
3. Rasa asam —–> lidah bagian samping
4. Rasa pahit —–> lidah bagian belakang / pangkal lidah
Lidah mempunyai reseptor khusus yang berkaitan dengan rangsangan kimia. Lidah
merupakan organ yang tersusun dari otot. Permukaan lidah dilapisi dengan
lapisan epitelium yang banyak mengandung kelenjar lendir, dan reseptor pengecap berupa
tunas pengecap. Tunas pengecap terdiri atas sekelompok sel sensori yang mempunyai
tonjolan seperti rambut yang disebut papilla

c. Kelenjar Ludah
Kelenjar ludah menghasilkan ludah atau air liur (saliva). Kelenjar ludah dalam rongga
mulut ada tiga pasang, yaitu :

1. Kelenjar parotis, terletak di bawah telinga, diantara otot pengunyah dengan kulit pipi.
Cairan ludah hasil sekresinya dikeluarkan melalui duktus stesen ke dalam rongga mulut
melalui satu lubang dihadapannya gigi molar kedua atas. Saliva yang disekresikan
sebanyak 25-35 %. Kelenjar parotis menghasilkan ludah yang berbentuk cair
2. Kelenjar submandibularis, terletak di rahang bawah Letaknya di bawah selaput lender
dasar rongga mulut bermuara di dasar rongga mulut atau terletak lebih belakang dan
kesamping dari kelenjar sublinguinalis. Saluran menuju kelantai rongga mulut belakang
gigi seri pertama. Kelenjar ludah disarafi oleh saraf saraf tak sadar. Saliva yang
disekresikan sebanyak 60-70 %. Kelenjar submandibularis menghasilkan getah yang
mengandung air dan lendir.
3. Kelenjar sublingualis, terletak di bawah lidah Terletak pada rongga mulut bagian
belakang, duktusnya bernama duktus wartoni, bermuara di rongga mulut dekat dengan
frenulum lingua. Saliva yang disekresikan sebanyak 3-5 %.
Kelenjar sublingualis menghasilkan getah yang mengandung air dan lendir

Fungsi saliva adalah :

 Melarutkan makanan secara kimia,


 Melembabkan dan melumasi makanan
 Mengurai zat tepung menjadi polisakarida dan maltosa
 Zat buangan
 Zat antibakteri dan antibody

2. Faring
Merupakan penghubung antara rongga mulut dan kerongkongan. Didalam lengkung
faring terdapat tonsil (amandel) yaitu kelenjar limfe yang banyak mengandung kelenjar
limfosit dan merupakan pertahanan terhadap infeksi, disini terletak bersimpangan antara jalan
nafas dan jalan makanan, letaknya dibelakang rongga mulut dan rongga hidung, didepan ruas
tulang belakang. Ke atas bagian depan berhubungan dengan rongga hidung, dengan
perantaraan lubang yang disebut ismus fausium. Tekak terdiri dari bagian superior (bagian
yang sama tinggi dengan hidung), bagian media (bagian yang sma tinggi dengan mulut) dan
bagian inferior nasofaring, pada nasofaring bermuara tuba yang menghubungkan tekak
dengan ruang gendang telinga.
Bagian media disebut orofaring, bagian ini berbatas ke depan sampai di akar lidah bagian
inferior disebut laring ofaring yang menghubungkan orofaring dengan laring. Menelan
(deglutisic), jalan udara masuk ke bagian depan terus ke leher bagian depan sedangkan jalan
makanan masuk ke belakang dari jalan napas dan di depan dari ruas tulang belakang.
Makanan melewati epiglottis lateral melalui resus piriformis masuk ke esophagus tanpa
membahayakan jalan udara. Gerakan menelan mencegah masuknya makanan ke jalan udara,
pada waktu yang sama jalan udara ditutup sementara. Permulaan menelan, otot mulut dan
lidah berkontraksi secara bersamaan.
3. Esofagus (kerongkongan)
Esophagus adalah yang menghubungkan tekak dengan lambung, yg letaknya dibelakang
trakea yg berukuran panjang ± 25 cm dan lebar 2 cm, mulai dari faring sampai pintu masuk
kardiak di bawah lambung. Lapisan dinding dari dalam ke luar : lppisan selaput lender
(mukosa),lapisan submukosa, lapisan otot melingkar sekuler, dan lapisan otot memanjang
longitudinal. Esofagus terletak di belakang trakea dan di depan tulang punggung, setelah
melalui toraks menembus diafragma masuk ke dalam abdomen menyambung dengan
lambung. Fungsi dari esofagus adalah menghantarkan bahan yang dimakan dari faring ke
lambung dan tiap ujung esofagus dilindungi oleh suatu spinter yang berperan sebagai barier
terhadap refleks isi lambung kedalam esophagus.
Otot kerongkongan dapat berkontraksi secara bergelombang sehingga mendorong
makanan masuk ke dalam lambung. Gerakan kerongkongan ini disebut gerak peristalsis.
Gerak ini terjadi karena otot yang memanjang dan melingkari dinding kerongkongan
mengkerut secara bergantian. Jadi, gerak peristalsis merupakan gerakan kembang kempis
kerongkongan untuk mendorong makanan masuk ke dalam lambung. Makanan berada di
dalam kerongkongan hanya sekitar enam detik. Bagian pangkal kerongkongan (faring)
berotot lurik. Otot lurik pada kerongkongan bekerja secara sadar menurut kehendak kita
dalam proses menelan. Artinya, kita menelan jika makanan telah dikunyah sesuai kehendak
kita. Akan tetapi, sesudah proses menelan hingga sebelum mengeluarkan feses, kerja otot-
otot organ pencernaan selanjutnya tidak menurut kehendak kita (tidak disadari).
4. Gaster (lambung)
Lambung (ventrikulus) merupakan kantung besar yang terletak di sebelah kiri rongga perut
sebagai tempat terjadinya sejumlah proses pencernaan. Lambung terdiri dari tiga bagian, yaitu
bagian atas (kardiak), bagian tengah yang membulat (fundus), dan bagian bawah (pilorus).
Kardiak berdekatan dengan hati dan berhubungan dengan
kerongkongan. Pilorus berhubungan langsung dengan usus dua belas jari. Di bagian
ujung kardiak dan pilorus terdapat klep atau sfingteryang mengatur masuk dan keluarnya
makanan ke dan dari lambung.
Dinding lambung terdiri dari otot yang tersusun melingkar, memanjang, dan menyerong.
Otot-otot tersebut menyebabkan lambung berkontraksi, sehingga makanan teraduk dengan baik
dan bercampur merata dengan getah lambung. Hal ini menyebabkan makanan di dalam
lambung berbentuk seperti bubur.
Di dalam lambung terjadi gerakan mengaduk. Gerakan mengaduk dimulai
dari kardiak sampai di daerah pilorus. Gerak mengaduk terjadi terus menerus baik pada saat
lambung berisi makanan maupun pada saat lambung kosong. Jika lambung berisi makanan,
gerak mengaduk lebih giat dibanding saat lambung dalam keadaan kosong. Mungkin kita pernah
merasakan perut terasa sakit dan berbunyi karena perut kita sedang kosong. Hal itu disebabkan
gerak mengaduk saat lambung kosong.
Makanan umumnya bertahan tiga sampat empat jam di dalam lambung. Makanan berserat
bahkan dapat bertahan lebih lama. Dari lambung, makanan sedikit demi sedikit keluar menuju
usus dua belas jari melalui sfingter pilorus.
Fungsi dari lambung:

 Menampung makanan, menghancurkan dan menghaluskan oleh peristaltic lambung dan


getah lambung.
 Fungsi asam lambung sebagai pembunuh kuman atau racun yang masuk bersama makanan
serta untuk mengasamkan makanan agar mudah dicerna.
 Getah cerna lambung yang dihasilkan :

1. Pepsin, fungsinya memecah putih telur menjadi asam amino (albumin dan peptone)
2. Asam garam (HCl), fungsinya mengasamkan makanan dan membuat suasana asam pada
pepsinogen menjadi pepsin.
3. Renin, fungsinya sebagai ragi yang membekukan susu dan membentuk kasein dan dari
karsinogen (karsinogen dan protein susu)
4. Lapisan lambung, jumlahnya sedikit memecah lemak menjadi asam lemak yang marangsang
sekresi getah lambung.
5. Intestinum minor
Usus halus atau intestinum minor adalah bagian dari system pencernaan makanan yang
berpangkal pylorus dan berakhir pada sekum panjangnya ± 6 m, merupakan saluran paling
panjang tempat proses pencernaan dan absorpsi hasil pencernaan yang terdiri dari lapisan
usus halus, lapisan otot melingkar, lapisan otot memanjang, lapisan serosa.
Dinding usus kaya akan pembuluh darah yang mengangkut zat-zat yang diserap ke hati
melalui vena porta. Dinding usus melepaskan lendir (yang melumasi isi usus) dan air (yang
membantu melarutkan pecahan-pecahan makanan yang dicerna).

Kelenjar – kelenjar usus menghasilkan enzim – enzim pencernaan, yaitu :

 Peptidase, berfungsi mengubah peptide menjadi asam amino


 Sukrase, berfungsi mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.
 Maltase, berfungsi mengubah maltose menjadi glukosa
 Laktase, berfungsi mengubah laktosa menjadi glukosa dan galaktosa

Fungsi usus halus:

 Menerima zat-zat makanan yang sudah di cerna untuk diserap melalui kapiler-kapiler
darah dan saluran-saluran limfe.
 Menyerap protein dalam bentuk asam amino.
 Karbohidrat diserap dalam bentuk monosakarida.

Di dalam usus halus terdapat kelenjar yang menghasilkan getah usus yang menyempurnakan
makanan:
 Enterokinase, mengaktifkan enzim proteolitik.

 Eriksin menyempurnakan perncernaan protein menjadi asam amino.


 Lactase mengubah lactase menjadi monosakrida
 Maltose mengubah maltose menjadi monosakarida
 Sucrose mengubah sukrosa menjadi monosakarida.

Usus halus terdiri dari tiga bagian :


a.) Usus dua belas jari (duodenum)
Nama duodenum berasal dari bahasa latin duodenum digitorum, yang berarti dua belas
jari. Duodenum adalah bagian dari usus halus yang terletak setelah lambung dan
menghubungkannya ke (jejunum). Pada usus dua belas jari terdapat dua muara saluran yaitu
dari pankreas dan kantung empedu. Panjang duodenum adalah 20 cm.
Jejunum dan ileum mempunyai panjang sekitar ±6 m. 2 per 5 bagian atas adalah
(jejunum) dengan panjang ±2,5 m dan ileum dengan panjang 4 sampai 5 m. lekukan jejunum
dan ileum melekat pada dinding abdomen posterior dengan perantaraan lipatan peritoneum
yang berbentuk kipas dikenal sebagai mesenterium.
Akar mesenterium memungkinkan keluar dan masuknya cabanng-cabang arteri dan vena
mesentrika superior, pembuluh linfe dan saraf ke ruang antara 2 lapisan peritoneum yang
membentuk mesenterium. Sambungan antara jejunum dan ileum tidak mempunyai batas yang
tegas. Ujung bawah ileum berhubungan dengan sekum dengan perantaraan lubang yang
bernama orifisium ileosekalis. Orifisium ini di perkuat oleh sfingter ileosekalis dan pada
bagian ini terdapat katup falvula sekalis atau valvula baukhahini yang berfungsi untuk
mencegah cairan dalam kolom asendens tidak masuk kembali ke ileum.
b.) Usus kosong (jejunum)
Berasal dari bahasa Laton, jejunus, yang berarti “kosong”. Menempati 2/5 sebelah atas
dari usus halus. Terjadi pencernaan secara kimiawi. Panjang dari jejunum adalah 2,5 m
c.) Usus penyerapan (ileum)
Ileum adalah bagian terakhir dari usus halus. Pada sistem pencernaan ini memiliki
panjang sekitar 2-4 m dan terletak setelah duodenum dan jejunum, dan menempati 3/5 bagian
akhir usus halus. Panjang dari ileum adalah 3,6 m.
6. Intestinum Mayor
Usus besar atau kolon dalam anatomi adalah bagian usus antara usus buntu dan rektum.
Fungsi utama organ ini adalah menyerap air dari feses. Usus besar atau Intestinum mayor
panjangnya ± 1,5 m, lebarnya 5-6 cm. Lapisan-lapisan usus besar dari dalam ke luar :

 Selaput lender
 Lapisan otot melingkar
 Lapisan otot memanjang
 Jaringan ikat.

 Fungsi usus besar, terdiri dari :

1. Menyerap air dari makanan


2. Tempat tinggal bakteri E.Coli
3. Tempat feses

Banyaknya bakteri yang terdapat di dalam usus besar berfungsi mencerna beberapa bahan
dan membantu penyerapan zat-zat gizi. Bakteri di dalam usus besar juga berfungsi membuat
zat-zat penting, seperti vitamin K. Bakteri ini penting untuk fungsi normal dari usus.
Beberapa penyakit serta antibiotik bisa menyebabkan gangguan pada bakteri-bakteri di dalam
usus besar. Akibatnya terjadi iritasi yang bisa menyebabkan dikeluarkannya lendir dan air,
dan terjadilah diare.
Intestinum mayor terdiri dari :
a.) Sekum
Sekum (bahasa latin: caecus, “buta”) dalam istilah anatomi adalah suatu kantung yang
terhubung pada usus penyerapan serta bagian kolon menanjak dari usus besar. Di bawah
sekum terdapat appendiks vermiformis yang berbentuk seperti cacing sehingga disebut juga
umbai cacing, panjangnya ± 6 cm. Seluruhnya ditutupi oleh peritoneum mudah bergerak
walaupun tidak mempunyai mesentrium dan dapat diraba melalui dinding abdomen pada
orang yang masih hidup.
b.) Kolon Asendens
Kolon assendens mempunyai panjang 13 cm, terletak di abdomen bawah sebelah
kanan membujur ke atas dari ileum ke bawah hati. Di bawah hati melengkung ke kiri,
lengkungan ini disebut fleksura hepatica, dilanjutkan sebagai kolon transversum.

c.) Kolon Transversum


Panjangnya ±38 cm membujur dari kolon asendens sampai ke kolon desendens berada
di bawah abdomen, sebelah kanan terdapat fleksura hepatica dan sebelah kiri terdapat
fleksura lienalis.
d.) Kolon desendens
Panjangnya ±25 cm terletak di abdomen bawah bagian kiri membujur dari atas ke
bawah dan fleksura lienalis sampai ke depan ileum kiri, bersambung dengan kolon sigmoid.
e.) Kolon Sigmoid
Kolon sigmoid merupakan lanjutan dari kolon desendens terletak miring dalam
rongga pelvis sebelah kiri, bentuknya menyerupai S, ujung bawahnya berhubungan dengan
rektum
f.) Umbai Cacing (Appendix)
Umbai cacing atau apendiks adalah organ tambahan pada usus buntu. Infeksi pada
organ ini disebut apendisitis atau radang umbai cacing. Apendisitis yang parah dapat
menyebabkan apendiks pecah dan membentuk nanah di dalam rongga abdomen atau
peritonitis (infeksi rongga abdomen).
Dalam anatomi manusia, umbai cacing adalah ujung buntu tabung yang menyambung
dengan caecum. Umbai cacing terbentuk dari caecum pada tahap embrio. Dalam orang
dewasa, Umbai cacing berukuran sekitar 10 cm tetapi bisa bervariasi dari 2 sampai 20 cm.
Walaupun lokasi apendiks selalu tetap, lokasi ujung umbai cacing bisa berbeda – bisa di
retrocaecal atau di pinggang (pelvis) yang jelas tetap terletak di peritoneum.
Banyak orang percaya umbai cacing tidak berguna dan organ vestigial (sisihan),
sebagian yang lain percaya bahwa apendiks mempunyai fungsi dalam sistem limfatik.
Operasi membuang umbai cacing dikenal sebagai appendektomi.

7. Rektum
Rektum (Bahasa Latin: regere, “meluruskan, mengatur”) adalah sebuah ruangan yang
berawal dari ujung usus besar (setelah kolon sigmoid) dan berakhir di anus. Organ ini
berfungsi sebagai tempat penyimpanan sementara feses.
8. Anus
Anus merupakan lubang di ujung saluran pencernaan, dimana bahan limbah keluar dari
tubuh. Sebagian anus terbentuk dari permukaan tubuh (kulit) dan sebagian lannya dari usus.
Pembukaan dan penutupan anus diatur oleh otot sphinkter Feses dibuang dari tubuh melalui
proses defekasi (buang air besar – BAB), yang merupakan fungsi utama anus. Anus terletak
di dasar pelvis, dindingnya diperkuat voleh 3 sfingter yaitu :

 Sfingter ani internus (sebelah atas), bekerja tidak menurut kehendak.


 Sfingter levator ani, bekerja juga tidak menurut kehendak.
 Sfingter ani eksternus (sebelah bawah), bekerja menurut kehendak.

Defekasi (buang air besar) didahului oleh transport. Feses ke dalam rectum yang
mengkibatkan ketegangan dinding rectum mengakibatkan rangsangan untuk reflex defekasi
sedangkan otot usus lainnya berkontraksi. M. levator ini relaksasi secara volunteer dan
tekanan ditimbulkan oleh otot otot abdomen.
2.3 Susunan Saluran Pencernaan
 Oris (mulut)
 Faring (tenggorokan)
 Esofagus (kerongkongan)
 Ventrikulus (atau gaster = lambung)
 Intestinum minor (usus halus) :
 Duodenum (usus 12 jari) , yeyunum, Ileum.
 Intestinum Mayor (usus besar) :
 Sekum, Kolon (Asenden, transversum,
 desenden, Sigmoid)
 Rektum
 Anus
2.4 Anatomi kelenjar pencernaan dan ekskresinya

Kelenjar Saliva
Disamping kelenjar-kelenjar kecil yang tersebar di seluruh rongga mulut, terdapat 3
pasang kelenjar saliva yang besar; kelenjar parotis, submandibularis (submaxilaris), dan
sublingualis.
Kelenjar saliva tersusun atas unit-unit morfologik dan fungsional yang dinamakan
adenomer. Suatu adenomer memiliki bagian sekretoris yang terdiri atas sel-sel glandularis.
Dekat basis sel sekretoris dan duktus interkalaris terdapat sel-sel otot polos yang
disebut mioepitel. Kelenjar saliva yang besar tidak semata-mata kelompokan adenomer tetapi
mengandung unsur-unsur lain seperti jaringan penyambung, pembuluh darah dan limfe, dan
saraf-saraf. Saluran yang terdapat dalam lobulus dinamakan duktus intralobularis-bergabung
menjadi duktus
ekstralobularis.
Fungsi kelejar saliva adalah membasahi dan melumasi rongga mulut dan isinya,
memulai pencernaan makanan, menyelenggarakan eksresi zat-zat tertentu seperti urea dan
tiosianat, dan mereabsorpsi natrium dan mengeksresi kalium.
1. Kelenjar Parotis
Kelenjar parotis merupakan kelenjar asinosa bercabang, bagian sekretorisnya terdiri
atas sel-sel seromukosa. Granula-granula sekresinya kaya akan protein dan memiliki
akitivitas amylase.
2. Kelenjar Submandibularis (Submaxilaris)
Kelenjar submandibularis merupakan kelenjar tubuloasiner bercabang. Bagian
sekretorisnya tersusun atas sel-sel mukosa dan seromukosa. Sel-sel seromukosa mengandung
granula-granula sekresi protein dengan aktivitas amilotik lemah. Sel-sel pada kelenjar
submandibularis dan sublingualis mengandung dan mengsekresi enzim lisosim, yang
aktivitas utamanya adalah menghancurkan dinding bakteri.

3. Kelenjar Sublingualis
Kelenjar sublingualis merupakan kelenjar tubulo-asiner bercabang.
Histofisiologi kelenjar saliva
Fungsi saliva adalah membasahi dan melumasi makanan dilakukan oleh air
dan glikoprotein. Saliva pada manusia terdiri atas sekresi kelenjar parotis (25%),
submandibularis (70%), dan sublingualis (5%). Amilase saliva berperan dalam
pencernaan amilum (karbohidrat). Pencernaan ini mulai dalam mulut, tetapi juga
berlangsung dalam lambung sebelum getah lambung mengasamkan makanan,
dengan demikian sangat mengurangi aktivitas amilase.
Sekresi saliva diregulasi oleh sistem saraf simpatis dan parasimpatis,
keduanya mempunyai ujung-ujung saraf dalam kelenjar-kelenjar tersebut. Simpatis
menghambat parasimpatis memacu.
Pankreas
Pankreas tersusun atas bagian eksokrin dan endokrin. Bagian endokrin
terdiri atas pulau Langerhans, dan bagian eksokrin terdiri atas kelenjar asiner, maka disebut
bagian asini pankreas. Fungsi utama pankreas adalah menghasilkan enzim-enzim pencernaan
yang bekerja dalam usus halus dan mengeksresi hormone insulin dan glukagon ke dalam
aliran darah.
Sel asiner pankreas merupakan sel serosa, dan memilki sifat memsintesis protein.
Setelah disintesis dalam bagian basal sel, maka proenzim selajutnya meninggalkan retikulum
endoplasma kasar dan masuk apparatus Golgi. Proenzimproenzim tersebut dikumpulkan
dalam vesikel-vesikel sekresi yang disebut sebagai granula prozimogen. Granula sekresi yang
matang (granula zimogen), melekat pada membran dan terkumpul pada bagian apical (ujung)
sel. Bagian eksokrin
pankreas manusia mensekresikan:
1. air
2. ion-ion: bikarbonat.
3. enzim: karboksipeptidase, ribonuklease, deoksiribonuklease, lipase, dan
amilase.
4. proenzim sebagai berikut: tripsinogen, kimotripsinogen.
Regulasi sekresi asini pankreas diatur oleh 2 hormon – sekretin dan kolesistokinin
(dahulu dinamakan pankreoenzim) – yang dihasilkan oleh mukosa duodenum. Perangsangan
nervus vagus (saraf parasimpatis) juga akan meningkatkan sekresi pankreas.
1. Sekretin bersifat merangsang sekresi cairan, sedikit protein (enzim) dan kaya akan
bikarbonat. Fungsinya terutama mempermudah transport air dan ion. Hasil sekresi ini
berperanan untuk menetralkan kimus yang asam (makanan yang baru dicernakan sebagian)
sehingga enzim-enzim pancreas dapat dapat berfungsi pada batas pH netral optimalnya.
2. Kolesistokinin (CCK) merangsang sekresi cairan (sedikit), banyak protein dan enzim.
Hormon ini bekerja terutama dalam proses pengeluaran granula-granula zimogen. Kerja
gabungan ke dua enzim tersebut menghasilkan sekresi getah pankreas yang kaya akan enzim.
Hati (Hepar)
Hati merupakan organ terbesar dari tubuh, setelah kulit, terletak dalam rongga
abdomen di bawah diafragma. Sebagian besarnya darahnya (sekitar 70%) berasal dari vena
porta. Melalui vena porta, semua zat yang diabsorpsi melalui usus mencapai hati kecuali
asam lemak, yang ditranspor melalui pembuluh limfe. Hati menghasilkan empedu suatu
cairan penting dalam pencernaan lemak; memegang peranan penting pada metabolisme lipid;
karbohidrat, dan protein menginaktifkan dan memetabolisme banyak zat-zat tostik dan obat-
obatan; dan peranan dalam metabolisme besi dan sintesis protein-protein darah dan faktor-
faktor yang dibutuhkan untuk koagulasi darah. Kandung empedu mengabsorpsi air dari
empedu dan menyimpan empedu dalam bantuk pekat.
2.5 Pembagian Region Abdomen
Ada beberapa cara untuk menentukan permukaan dinding perut dalam beberapa regional
1. Dalam bentuk kuadran
Dalam bentuk kuadran merupakan bentuk garis besar dan sederhana. Penentuan kuadran
ini dengan menarik garis (horizontal dan vertikal) melalui umbilikus. Dengan cara ini dinding
abdomen terbagi atas 4 daerah yang sering disebut :

1. Kuadran kanan atas


2. Kuadran kiri atas
3. Kuadran kanan bawah
4. Kuadran kiri bawah

Kepentingan pembagian ini yaitu untuk menyederhakan penulisan laporan, misalnya


untuk kepentingan konsultasi atau pemeriksaan kelainan yang mencakup daerah yang cukup
jelas.

Berikut gambaran secara besar tentang organ yang terdapat pada kuadran-kuadran.
Kuadran Kanan Atas Kuadran Kiri Atas

Hati, kantung empedu, paru, esofagus Hati, jantung, esofagus, paru, pankreas, limfa,
lambung

Kuadran Kanan Bawah Kuadran Kiri Bawah

Usus 12 jari (duo denum), usus besar, usus kecil, Anus, rektum, testis, ginjal, usus kecil, usus besar
kandung kemih, rektum, testis, anus

2. Dalam bentuk regio


Regio digunakan untuk pemeriksaan yang lebih rinci atau lebih spesifik, yaitu dengan
menarik dua garis sejajar dengan garis median dan garis transversal yang menghubungkan
dua titik paling bawah dari arkus kosta dan satu lagi yang menghubungkan kedua spina iliaka
anterior superior (SIAS).
Bedasarkan pembagian yang lebih rinci tersebut permukaan depan abdomen terbagi
menjadi 9 regio:
1. Regio hypocondriaca dextra
2. Regio epigastrica
3. Regio hypocondriaca sinistra
4. Regio abdominal lateralis dextra
5. Regio umbilicalis
6. Regio abdominal lateralis sinistra
7. Regio inguinalis dextra
8. Regio pubica (hypogastrium)
9. Regio inguinalis sinistra
Kepentingan pembagian ini, yaitu bila kita meminta pasien untuk menunjukan dengan tepat
lokasi rasa nyeri serta melakukan deskripsi perjalanan rasa nyeri tersebut. Dalam hal ini
sangat penting untuk membuat peta lokasi rasa nyeri beserta perjalanannya, sebab sudah
diketahui karakteristik dan lokasi nyeri akibat kelainan masing-masing organ intra abdominal
berdasarkan hubungan persarafan viseral dan somatik.
Secara garis besar organ-organ dalam abdomen dapat diproyeksikan pada permukaan
abdomen dalam bentuk regio, yaitu antara lain:

 Hati atau hepar berada di regio hypocondriaca dextra, epigastrica dan sedikit ke
hypocondriaca sinistra.
 Lambung berada di regio epigastrium.
 Limpa berkedudukan di regio hypocondrium kiri.
 Kandung empedu atau vesika felea sering kali berada pada perbatasan regio
hypocondrium kanan dan epigastica.
 Kandung kemih yang penuh dan uterus pada orang hamil dapat teraba di regio
hypogastrium.
 Apendiks berada di daerah antara regio inguinalis dextra, abdominalis lateral kanan, dan
bagian bawah regio umbilicalis.

2.7 Prinsip Umum : Motilitas, Pengaturan Saraf, Sirkulasi Darah


A. Motilitas
1. Aktivitas Listrik Pada Otot Polos Gastrointestinal
Adapun aktifitas atau pergerakan otot polos tersebut dipengaruhi oleh
aktifitas potensial listrik yang telah teratur sedemikian rupa, sehingga tanpa kita sadari
system ini bekerja dengan sempurna. Aktifitas listrik tersebut meliputi :
1.Faktor yang menimbulkan Depolarisasi membrane (membuat lebih mudah dirangsang) :
peregangan otot, perangsangan oleh asetilkolin, perangsangan oleh saraf parasimpatis yang
mensekresi asetilkolin,perangsangan oleh hormone gastrointestinal spesifik.
2.Faktor yang menimbulkan Hiperpolarisasi membrane (membuat serat otot kurangmudah
dirangsang) : pengaruh norepinefrin / epinefrin pada membrane otot, perangsangan saraf-saraf
simpatis yang mensekresi norepinefrin.
2. Pengaturan Hormonal Terhadap Motilitas Gastrointestinal
Traktus Gastrointestinal sebagaimana bagian lain dari tubuh manusia juga memiliki
sistem pengaturan dengan peranan sekresi hormon. Hal ini terutama ditujukan pada
pengaturan motilitas gastrointestinal itu sendiri. Hormon-hormon yang terlibat diantaranya :
1. Kolesitokinin : disekresikan oleh sel I dalam mukosa duodenum dan jejunum sebagairespon
terhadap pemecahan produk lemak, asam lemak dan monogliserid dalam usus.Efeknya:
kontraksi kandung empedu, menghambat motilitas lambung agar empedumengemulsikan
lemak dan memberi cukup waktu untuk pencernaan lemak di usus bagian atas.
2. Sekretin : disekresi oleh sel S dalam mukosa duodenum sebagai respon terhadap
asamlambung.Efeknya: penghambatan (ringan) terhadap motilitas sebagian besar
traktusgastrointestinal.
3. Peptida penghambat asam lambung : disekresikan oleh mukosa usus halus bagian atassebagai
respon terhaadap asam lemak dan asam amino dan sedikit pada karbohidrat.Efeknya: sedikit
menurunkan aktifitas motorik lambung, memperlambat pengosonganisi lambung.
3. Gerakan-gerakan Fungsional Pada Traktus Gastrointestinal
Dalam proses memasukkan makanan, memproses hingga mengeluarkan zat-zatsisa pada saluran
pencernaan dibantu oleh gerakan-gerakan yang secar fungsionalmendukung proses tersebut.
Secara umum gerakan tersebut terbagi menjadi :
1.Gerakan Propulsif (Peristaltik)Makanan bergerak maju sepanjang saluran dengan kecepatan
yang sesuai untuk terjadinya pencernaan dan absorbsi. Rangsangan yang dapat menimbulkan
gerakan peristaltik antara lain :
a.Peregangan usus, iritasi epitel pelapis usus, sinyal saraf ekstrinsik terutama parasimpatis.
b.Reflek mienterikus / reflek peristaltik dan gerakan peristaltik ke arah anus(³hukum dari
usus´).
2.Gerakan mencampur yang menjaga agar isi usus tetap tercampur setiap waktu. Pada
beberapa tempat,gerakan peristaltik sendiri menimbulkan sebagian besar pencampuran. Pada
tempatlain, kontraksi konstriktif yang lebih berperan dalam proses pencampuran, namun
ada pula yang melibatkan kedua proses tersebut.

B. Aliran Darah Gastrointestinal


Pembuluh darah system gastrointestinal disebut sirkulasi splanknik. Sirkulasi ini
meliputi aliran darah yang melalui usus sendiri ditambah aliran darah melalui limpa, pancreas
dan hepar. Sebelum memasuki sirkulasi sistemik, darah disaring di hepar dari berbagai
macam bakteri dan bahan partikel lain (agen-agen berbahaya) dari traktusgastrointestinal.
Selain itu, sebagian besar (sekitar tiga perempat dari total yang terserap)berupa zat nutrisi
nonlemak dan larut air diserap dan disimpan oleh sel-sel hati.Sedangkan zat nutrisi berdasar lemak tak
larut air diabsorbsi ke saluran limfatik usus yang kemudian dialirkan ke dalam darah melalui duktus
torasikus. Anatomi suplai darahgastrointestinal adalah :
1.Dinding usus halus dan usus besar disuplai oleh arteri mesenterika superior daninterior.
2.Lambung disuplai oleh arteri illiaka.
Pengontrolan Saraf Terhadap Aliran Darah Gastrointestinal
Rangsangan saraf parasimpatis terhadap lambung dan kolon bagian bawah akan
meningkatkan aliran darah setempat pada saat yang bersamaan dengan peningkatansekresi
kelenjar. Penigkatan aliran darah kemungkinan karena peningkatan aktifitas
kelenjar.Rangsangan saraf simpatis menyebabkan vasokonstriksi yang kuat pada
arteriolsehingga dengan penurunan aliran darah yang besar pada hampir seluruh traktus
gastrointestinal, berfungsi untuk menutup aliran darah gastrointestinal dan aliran
darahsplanknik lain agar dapat memenuhi kebutuhan oragan vital saat kerja fisik yang
hebat,serta mempertahankan semua jaringan vital dari bahaya kematian seluler
akibatkekurangan perfusi terutama otak dan jantung. Dapat berlangsung sekitar 1 jam.
Setelahitu aliran sering kembali hampir normal melalui mekanisme ³autoregulasi escape´dengan
tujuan mengembalikan aliran darah yang membawa nutrisi ke kelenjar dan
ototgastrointestinal.
C. Pengontrolan Saraf Terhadap Fungsi Gastrointestinal
Traktus gastrointestinal memiliki persarafan sendiri yang disebut system saraf enteric.
System ini terletak di dinding usus dan mengatur pergerakan dan sekresigastrointestinal.
Sistem enteric terutama terdiri dari dua pleksus:
1.Satu pleksus bagian luar yang terletak diantara lapisan otot longitudinal dan
sirkular,disebut pleksus minterikus atau pleksus auerbach
2.Satu pleksus bagian bagian dalam disebut pleksus submukosa atau pleksus meissner,yang
terletak didalam submukosa. Pleksus mienterikus terutama mengatur pergerakan
gastrointestinal, dan pleksus submukosa terutama mengatur sekresigastrointestinal dan aliran
darah lokal.
Selain system saraf diatas terdapat juga serat-serat saraf simpatis dan parasimpatis
yang berhubungan dengan kedua pleksus mienteretikus dan submukosa, perangsangan
olehsystem simpatis dan parasimpatis dapat mengaktifkan dan menghambat fungsi
gastrointestinal. Ujung-ujung sarafnya melepaskan neurotransmitter. Pengaturan
anatomissystem saraf enteric serta hubunganya dengan system saraf simpatis dan
parasimpatismendukung jenis reflek gastrointestinal salah satunya refleks gastrokolik,
reflek enterogastrik, sekresi gastrointestinal, peristaltic, serta reflek berasal dari
lambung,duodenum, refleks nyeri, dan refleks defekasi. system simpatis dan parasimpatis
dapatmengaktifkan dan menghambat fungsi gastrointestinal. Ujung-ujung sarafnya
melepaskanneurotransmitter. Dalam usaha untuk lebih memahami berbagai fungsi sistem
saraf enterik gastrointestinal, para peneliti dari seluruh dunia telah mengidentifikasikan
selusinatau lebih zat-zat neurontransmiter yang berbeda yang dilepaskan oleh ujung-ujung
saraf dari berbagai tipe neuron enterik. Dua dari neurontransmiter yang telah kita kenal
adalah(1) asetilkolin, dan (2) norepinefrin. Yang lain adalah (3) adenosin trifosfat, (4)
serotonin,(5) dopamin, (6) kolisistokinin, (7) substansi P, (8) polipeptida intestinal vasoaktif,
(9)somatostatin, (10) leu-enkefalin, (11) metenkefalin, dan (12) bombesin.Fungsi-fungsi
khusus dari banyak neurontransmiter ini tidak terlalu dikenal untuk dibahas disini, selain
pembahasan hal berikut: Asetilkolin paling sering merangsangaktivitas gastrointestinal.
Norepinefrin, hampir selalu menghambat aktivitasgastrointestinal. Hal ini juga berlaku pada
epinefrin, yang mencapai traktusgastrointestinal terutama lewat aliran darah setelah
disekresikan oleh medula adrenal kedalam sirkulasi. Substansi transmiter lain yang
disebutkan tadi adalah gabungan dari bahan-bahan eksitator dan inhibitor. Asetilkolin (Ach)
merupakan neurontransmiter yangdikeluarkan oleh semua serat praganglion otonom, serat
pascaganglion parasimpatis, danneuron motorik. Epinefrin hormon primer yang dikeluarkan oleh
medula adrenal.
2.8 Transfor dan Pencampuran Makanan dalam Saluran Pencernaan
Agar makanan dapat dicerna secara optimal dalam saluran pencernaan, waktu yng
diperlukan pada masing-masing bagian saluran bersifat terbatas. Selain itu pencampuran yang
tepat juga harus dilakukan. Tetapi karena kebutuhan untuk pencampuran dan pendorongan
sangat berbeda pada tiap tingkat proses, berbagai mekanisme umpan balik hormonal dan
saraf
otomatis akan mengontrol tiap aspek dari proses ini.
Pengaturan pencernaan makanan
Mengunyah makanan bersifat penting untuk pencernaan semua makanan, karena akan
membantu pencernaan makanan untuk alasan sederhana berikut : karena enzim-enzim
pencernaan hanya bekerja pada permukaan partikel makanan, kecepatan pencernaan sangat
tergantung pada total area permukaan yang terpapar dengam sekresi usus. Pada umumnya
otot-
otot pengunyah dipersarafi olehcabang motorik dari saraf kranial kelima, dan proses
mengunyah dikontrol oleh nukleus dalam batang otak.
Menelan adalah suatu aksi fisiologis yang kompleks, terutama karena faring pada
hampir setiap saat melakukan beberapa fungsi lain di samping menelan dan hanya diubah
dalam
beberapa detik ke dalam traktus untuk mendorong makanan. Yang terutama penting adalah
bahwa respirasi tidak terganggu akibat menelan.
Pada umumnya menelan dapat dibagi menjadi
(1) tahap volunter, yang mencetuskan proses menelan,
(2) tahap faringeal, yang bersifat involunter dan membantu jalannya makanan melalui faring
ke dalam esofagus,
(3) tahap esofageal, fase involunter lain yang mempermudah
jalannya makanan dari faring ke lambung.
Proses menelan secara otomatis diatur dalam urutan yang teratur oleh daerah-daerah
neuron di batang otak yang didistribusikan ke seluruh substantiaretikularis medula dan bagian
bawah pons. Impuls motorik dari pusat menelan kefaring dan esofagus bagian atas
yang menyebabkan penelanan dijalarkan oleh saraf kranial ke-5, ke-9, ke-10, dan ke-12 serta
bahkan beberapa saraf servikal superior
Sewaktu gelombang peristaltik esofagus berjalan ke arah lambung, timbul suatu
gelombang relaksasi, yang dihantarkan melalui neuron peghambat mienterikus, mendahului
peristaltik, Selanjutnya seluruh lambung dan sedikit lebih luas, bahkan duodenum menjadi
terelaksasi sewaktu gelombang ini mencapai bagian akhir esofagus dan dengan demikian
mempersiapkan lebih awal untuk menerima makanan yang didorong ke bawah esofagus
selama
proses menelan.
Pengaturan fungsi motorik lambung
Fungsi motorik dari lambung ada tiga :
(1) penyimpanan sejumlah besar makanan sampai makanan dapat diproses di dalam
duodenum,
(2) pencampuran makanan ini dengan sekresi dari lambung sampai membentuk suatu
campuran setengah cair yang disebut kimus, dan
(3) pengosongan makanan dengan lambat dari lambung ke dalam usus halus pada kecepatan
yang sesuai untuk pencernaan dan absorpsi yang tepat oleh usus halus.
Saat lambung berisi makanan, gelombang konstriktor peristaltik yang lemah
(gelombang pencampur) mulai timbul dibagian tengah dinding lambung dan bergerak ke arah
antrum sepanjang dinding lambung sekitar satu kali setiap 15 sampai 20 detik. Sewaktu
gelombang konstriktor berjalan dari korpus ke dalam antrum, gelombang menjadi lebih kuat,
beberapa menjadi sangat kuat dan menimbulkan cincin konstriktor peristaltik yang kuat yang
mendorong isi antrum di bawah tekanan tinggi ke arah pilorus.
Pengosongan lambung ditimbulkan oleh kontraksi peristaltik yng kuat pada antrum
lambung. Kecepatan pengosongan lambung diatur oleh sinyal dari lambung dan duodenum.
Akan tetapi duodenum memberi sinyal yang kebih kuat, selalu mengontrol pengosongan
kimus
ke dalam duodenum pada kecepatan yang tidakmelebihi kecepatan kimus dicerna dan
diabsorbsi dalam usus halus
2.9 Fungsi Sekresi
Di sepanjang traktus gastrointestinal , kelenjar sekretoris mempunyai dua fungsi utama.
Pertama, enzim-enzim pencernaan disekresi pada sebagian besar daerah rongga mulut sampai
ujung distal ileum. Kedua, kelenjer mukus, dari rongga mulut sampai ke anus, mengeluarkan
mukus untuk melumaskan dan melindungi semua bagian saluran pencernaan.
1. Mulut & Esofagus
Di dalam mulut, melalui proses pengunyahan, makanan bercampurdengan saliva dan
didorong melalui proses menelan ke dalam esofagus . Gelombang peristaltik di esofagus
menggerakkan makanan ke dalam lambung.
2. Lambung
Motilitas dan sekresi lambung diatur oleh mekanisme persarafan dan humoral.
Komponen saraf adalah refleks otonom lokal, yang melibatkan neuron-neuron kolinergik, dan
impuls-impuls dari SSP melalui nervus vagus. Rangsang vagus meningkatkan sekresi gastrin
melalui pelepasan gastrin - releasing peptide.Serat-serat vagus lain melepaskan asetilkolin,
yang bekerja langsung pada sel-sel kelenjar di korpus dan fundus untuk meningkatkan sekresi
asam dan pepsin. Rangsang nervus vagus di dada atau leher meningkatkan sekresi asam dan
pepsin, tetapi vagotomi tidak menghilangkan respons sekresi terhadap rangsang lokal.
Untuk memudahkan pengaturan fisiologik sekresi lambung biasanya dibahas
berdasarkan pengaruh otak ( sefalik ),lambung, dan usus. Pengaruh / fase Sefalik adalah
respons yang diperantarai oleh nervus vagus yang diinduksi oleh aktivitas di SSP. Pengaruh
Lambung terutama adalah respons-respons refleks lokal dan respons terhadap gastrin.
Pengaruh usus adalah efek umpan balik hormonal dan refleks pada sekresi lambung yang
dicetuskan dari
mukosa usus halus.
Pengaruh Sefalik
Adanya makanan dalam mulut secara refleks merangsang sekresi lambung. Serat-serat
eferen untuk refleks ini adalah nervus vagus. Peningkatan sekresi lambung yang diperantarai
oleh vagus mudah dilatih. Pada manusia, sebagai contoh : melihat,mencium bau,dan
memikirkan makananakan meningkatkan sekresi lambung.
Peningkatan ini disebabkan oleh refleks bersyarat saluran cerna yang telah
berkembang sejak awal masa kehidupan. Rangsang hipotalamus anterior dan bagian-bagian
korteks frontalis orbital di sekitarnya meningkatkan aktivitas eferen vagus dan sekresi
lambung. Pengaruh otak
menentukan sepertiga sampai separuh dari asam yang disekresikan
sebagai respons terhadap makanan normal.
Respons Emosi
Keadaan kejiwaan memiliki pengaruh terhadap sekresi dan motilitas lambung yang
terutama diperantarai oleh nervus vagus. Rasa cemas dan depresi menurunkan sekresi
lambung
dan aliran darah serta menghambat motilitas lambung.
Pengaruh Lambung
Adanya makanan dalam lambung mempercepat peningkatan sekresi lambung yang
disebabkan oleh penglihatan atau bau makanan dan adanya makanan di mulut.
Reseptor di dinding lambung dan mukosa berespons terhadap peregangan
dan rangsang kimia, terutama asam-asam amino dan produk pencernaan terkait lain. Serat-
serat dari reseptor masuk ke dalam pleksus submukosa, tempat badan sel neuron reseptor
berada.
Serat-serat tersebut bersinaps pada neuron parasimpatis postganglion yang berakhir di
sel-sel parietal dan merangsang sekresi asam.
Neuron-neuron postganglion dalam lengkung refleks lokal adalah neuron yang sama
dengan yang dipersarafi oleh neuron preganglion vagus desendens dari otak yang
memperantarai
fase sefalik sekresi. Produk-produk pencernaan protein juga
menyebabkan peningkatan sekresi gastrin, dan hal ini meningkatkan aliran asam.

Pengaruh usus
Walaupun di mukosa usus halus dan lambung terdapat sel-sel yang berisi gastrin,
pemberian asam amino langsung ke dalam duodenum tidak meningkatkan kadar gastrin
dalam
darah. Lemak, karbohidrat, dan asam dalam duodenum menghambat sekresi asam lambung
dan
pepsin serta motilitas lambung melalui mekanisme saraf dan hormonal. Identitas
enterogastron
yakni sebagai hormon usus berperan dalam inhibisi belum jelas diketahui. Sekresi asam
lambung meningkat setelah sebagian besar usus halus diangkat. Hipersekresi, yang secara
kasar
setara dengan jumlah usus yang diangkat, sebagian mungkin disebabkan oleh hilangnya
sumber
hormon-hormon yang menghambat sekresi asam.
3. Usus halus
Sejauh ini cara terpenting untuk mengatur sekresi usus halus adalah dengan berbagai
refleks saraf setempat terutama refleks yang dimulai oleh rangsangan taktil dan iritasi serta
oleh
peningkatan aktifitas saraf enterik yang berhubungan dengan gergerakan gastrointestinal.
Oleh
karena itu dihampir semua tempat, sekresi pada usus halus terjadi hanya sebagai
respons terhadap keberadaan kimus dalam usus - semakin banyak jumlah kimus semakin
banyak
sekresinya.
Beberapa hormon yang dapat merangsang sekresi didaerah manapun pada traktus
gastrointestinal juga dapat meningkatkan sekresi usus halus khususnya sekretin dan
kolesistokinin. Beberapa eksperimen menunjukkan bahwa zat-zat hormonal yang diekstraks
dari mukosa usus halus oleh kimus mungkin membantu mengontrol sekresi. Pada umumnya
mekanisme refleks enterik setempat hampir selalu ikut memegang peranan yang dominan.
4. Usus besar
Mukosa usus besar, seperti pada usus halus mempunyai banyak kriptus lieberkuhn,
tetapi
pada mukosa ini, berbeda dengan usus halus, tidak memiliki vili. Sel-sel epitel hampir tidak
mengandung enzim. Sebaliknya sel ini terutama mengandung sel-sel mukus yang hanya
mensekresi mukus. Mukus dalam usus besar jelas melindungi dinding usus terhadap
ekskoriasi,
tetapi selain itu, juga menghasilkan media yang lengket untuk melekatkan bahan feses
bersama-
sama. Lebih lanjut mukus melindungi dinding ususdari sejumlah besar aktifitas bakteri yang
berlangsung di dalam feses, dan menambah sifat basa dari sekresi ( pH 8,0 yang disebabkan
oleh sejumlah besar natrium bikarbonat) menyediakansuatu sawar untuk menjaga agar asam
yang
terbentuk didalam tinja tidak menyerang dinding usus.
Apabila suatu segmen usus besar menjadi sangat teriritasi, seperti yang terjadi bila
infeksi bakteri berlangsung menyeluruh selama enteritis, mukosa mensekresikan sejumlah
besar
air dan elekrolit selain sekresi larutan mukus alkali yang kental dan normal. Sekresi ini
berfungsi
untuk mengencerkan faktor pengiritasi dan menyebabkan pergerakan tinja yang cepat menuju
anus. Hal ini biasanya menyebabkan terjadinya diare, disertai kehilangan sejumlah air dan
elektrolit. Tetapi diare juga menyapu bersih faktor iritan, yang menimbulkan pemulihan
penyakit lebih cepat daripada bila terjadi sebaliknya.
2.10 Mekanisme Pengontrolan Sistem Pencernaan
Hormon Regulator
Hormon-hormon utama yang mengontrol fungsi dari sistem pencernaan yang diproduksi dan
dirilis oleh sel-sel di mukosa lambung dan usus kecil . Hormon-hormon ini dilepaskan ke
dalam darah dari saluran pencernaan , perjalanan kembali ke jantung melalui arteri dan , dan
kembali ke sistem pencernaan , dimana mereka merangsang cairan pencernaan dan
menyebabkan gerakan organ . Hormon-hormon yang mengontrol pencernaan adalah gastrin ,
secretin , dan cholecystokinin ( CCK ) :
Gastrin menyebabkan perut memproduksi asam untuk melarutkan dan mencerna beberapa
makanan . Hal ini juga diperlukan untuk pertumbuhan normal dari lapisan perut , usus kecil ,
dan usus besar .
Secretin menyebabkan pankreas untuk mengirimkan jus pencernaan yang kaya akan
bikarbonat . Ini merangsang lambung untuk menghasilkan pepsin , enzim yang mencerna
protein , dan juga merangsang hati untuk memproduksi empedu .
CCK menyebabkan pankreas untuk tumbuh dan menghasilkan enzim jus pankreas , dan hal
itu menyebabkan kantong empedu untuk kosong .
Saraf Regulator :
Dua jenis saraf membantu untuk mengontrol tindakan dari sistem pencernaan . Ekstrinsik (
luar ) saraf datang ke organ pencernaan dari bagian bawah sadar otak atau dari sumsum
tulang belakang . Mereka melepaskan bahan kimia yang disebut asetilkolin dan disebut
adrenalin lain . Asetilkolin menyebabkan otot organ pencernaan untuk memeras dengan
kekuatan lebih dan meningkatkan " push" makanan dan jus melalui saluran pencernaan .
Asetilkolin juga menyebabkan perut dan pankreas untuk menghasilkan jus lebih pencernaan .
Adrenalin melemaskan otot lambung dan usus dan mengurangi aliran darah ke organ-organ
ini .

Bahkan lebih penting , meskipun, adalah intrinsik ( dalam) saraf , yang membentuk jaringan
yang sangat padat tertanam pada dinding kerongkongan , lambung, usus kecil , dan usus
besar . Saraf intrinsik dipicu untuk bertindak ketika dinding organ berongga yang
membentang oleh makanan . Mereka melepaskan berbagai zat berbeda yang mempercepat
atau menunda pergerakan makanan dan produksi jus oleh organ pencernaan .
2.11 Fungsi Hati

1. Sekresi, hati memproduksi empedu yang berperan dalam emulsifikasi dan absorpsi lemak.
2. Metabolisme. Hati memetabolis protein, lemak, dan karbohidrat tercerna.
a. Hati berperan penting dalam mempertahankan homeostatic gula darah. Hati menyimpan
glukosa dalam bentuk glikogen dan mengubahnya kembali menjadi glukosa jika diperlukan
tubuh.
b. Hati mengurai protein dari sel-sel tubuh dan sel darah merah yang rusak. Organ ini
membentuk urea dari asam amino berlebih dan sisa nitrogen.
c. Hati menyintesis lemak dari karbohidrat dan protein, dan terlibat dalam penyimpanan dan
pemakaian lemak.
d. Hati menyintesis unsur-unsur pokok membran sel (lipoprotein, kolestrol dan fosfolid).
e. Hati menyintesis protein plasma dan faktor-faktor pembekuan darah. Organ ini juga
menyintesis bilirubin dari produk penguraian hemoglobin dan mensekresinya ke dalam
empedu.
3. Penyimpanan. Hati menyimpan mineral, seperti zat besi dan tembaga, serta vitamin larut
lemak (A, D, E, dan K), dan hati menyimpan toksin tertentu (contohnya pestisida) serat obat
yang tidak dapat diuraikan dan disekresikan.
4. Detoksifikasi. Hati melakukan inaktivasi hormone dan dektosifikasi toksin dan obat. Hati
memfagosit eritrosit dan zat asing yang terdistindegrasi dalam darah.
5. Produksi panas. Berbagai aktivitas kimia dalam hati menjadikan hati sebagai sumber utama
panas tubuh, terutama saat tidur.
6. Penyimpanan darah. Hati merupakan reservoir untuk sekitar 30% curah jantung dan, bersama
dengan limpa, mengatur volume darah yang diperlukan tubuh.

2.12 Metabolisme Karbohidrat, Lemak dan Protein


1. Metabolisme karbohidrat

Karbohidrat adalah senyawa yang tersusun atas unsur-unsur C, H, dan O dan memiliki rumus
umum Cn(H2O)n. Karbohidrat di perlukan untuk menyediakan tenaga dan membuat
tubuh tetap semangat . sekitar 65% dari makanan yang di konsumsi harus berbentuk
karbohidrat kompleks seperti buah-buahan dan sayur-sayuran.
Contohnya, glukosa memiliki rumus molekul C6H12O6 yang dapat ditulis sebagai
C6(H2O)6.
struktur glukosa.
Karbohidrat dibagi menjadi 3 golongan, yaitu:
1. Monosakarida: fruktosa, glukosa, dan galaktosa.
2. Disakarida: maltosa, sukrosa, dan laktosa.
3. Polisakarida: tepung (amilum), selulosa, dan glikogen.
Metabolisme Karbohidrat
Di dalam sistem pencernaan, karbohidrat mengalami degradasi dengan bantuan enzim,
seperti:
a. Enzim amilase: Berfungsi menguraikan molekul amilum (pati) menjadi maltosa.
b. Enzim maltase: Berfungsi menguraikan molekul maltosa menjadi glukosa.
c. Enzim sukrase: Berfungsi mengubah sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.
d. Enzim laktase: Berfungsi menguraikan laktosa menjadi glukosa dan galaktosa.
e. Enzim selulose: Berfungsi menguraikan selulosa menjadi selobiosa.
f. Enzim pektinase: Berfungsi menguraikan pektin menjadi asam pektin.
g. Enzim dektrase: Berfungsi menguraikan amilum menjadi dektrin.

 Proses metabolisme karbohidrat, yaitu:


Bila jumlah glukosa yang dikonsumsi melebihi keperluan tubuh, sebagian glukosa ditimbun
di hati dan otot sebagai glikogen. Hal ini disebabkan kapasitas pembentukan glikogen
terbatas dan pola penimbunan glikogen telah mencapai batasnya. Kelebihan glukosa
akan diubah menjadi lemak dan ditimbun di dalam jaringan dan lemak.
 Metabolisme karbohidrat:

1. Glikolisis
Glikolisis adalah suatu proses yang menghasilkan perubahan satu molekul glukosa menjadi
dua molekul piruvat. Proses ini dapat berlangsung didalam sel yang paling sederhana tanpa
memerlukan oksigen, lintas glikolisis memperlihatkan lima fungsi utama di dalam sel yakni :
1. Glukosa diubah menjadi piruvat, yang dapat dioksidasi dalam siklus asam sitrat.
2. Banyak senyawa selain glukosa dapat memasuki lintas glikolisis pada tahap antara
(intermediat).
3. Dalam beberapa sel lintas tersebut diubah untuk sintesis glukosa.
4. Lintas tersebut mengandung zat antara yang terlibat dalam reaksi metabolik lainnya.
5. Untuk tiap-tiap molekul glukosa yang dikonsumsi, secara netto dihasilkan dua molekul ATP
melalui fosforilasi tingkat substrat.
Secara keseluruhan, persamaan yang setara untuk proses glikolisis adalah :
C6H12O6 + 2 ADP + 2 NAD+ + 2 Pi à
2 C3H4O3 + 2 ATP + 2 NADH + 2H+ + 2 H2O
Rumus yang tampak di atas tidak memperlihatkan kerumitan lintas glikolitik yang melibatkan
sepuluh langkah reaksi enzimatik sitoplasmik yaitu :
Langkah 1, Heksokinase mengkatalisis fosforilasi α-D-glukosa menjadi α-D-glukosa-6-fosfat
secara ireversibel, disini diperlukan ATP dan Mg2+.
Langkah 2, Glukosa-6-fosfat isomerase mengkatalisis isomerasi dari α-D-glukosa-6-fosfat
menjadi α-D-fruktosa-6-fosfat secara reversibel yang berlangsung dengan bebas.
Langkah 3, Fosfofruktokinase memfosforilasi α-D-fruktosa-6-fosfat menjadi α-D-fruktosa-
1,6-bisfosfat secara ireversibel, memerlukan ATP dan Mg2+. Fosfofruktokinase diatur secara
alosterik dengan sejumlah efektor dimana semuanya terlibat dalam transduksi energi.
Langkah 4, Fruktosa-1,6-bisfosfat aldolase memecah α-D-fruktosa-1,6-bisfosfat menjadi D-
gliseraldehida-3-fosfat dan dihidroksiaseton fosfat.
Langkah 5, Triosafosfat isomerase mengubah dihidroksiaseton fosfat menjadi D-
gliseraldehida-3-fosfat.
Langkah 6, Gliseraldehida-3-fosfat dehidrogenase mengkatalisis oksidasi D-gliseraldehida-
3-fosfat, disertai dengan fosforilasi zat antara asam karboksilat, untuk menghasilkan D-1,3-
bisfosfogliserat. NAD+ direduksi menjadi NADH + H+. Ini merupakan satu-satunya reaksi
redoks yang terjadi dalam glikolisis.
Langkah 7, Fosfogliserat kinase mengubah D-1,3-bisfosfogliserat menjadi D-3-
fosfogliserat, langkah ini menghasilkan ATP.
Langkah 8, Fosfogliseromutase mengkatalisis isomerasi antara D-3-fosfogliserat
dan D-2-fosfogliserat.
Langkah 9, Enolase mendehidrasi D-2-fosfogliserat menghasilkan fosfoenolpiruvat. Reaksi
ini memerlukan Mg2+.
Langkah 10, Piruvat kinase mengubah secara ireversibel fosfoenolpiruvat menjadi piruvat
(produk akhir glikolisis).
2. Perubahan Piruvat
Perubahan piruvat yang dihasilkan melalui glikolisis bergantung pada ketersediaan oksigen,
keadaan energi dari suatu sel, dan mekanisme yang tersedia bagi sel untuk mengoksdasi
NADH menjadi NAD+.
C3H4O3 + 2 1/2 O2 à 3 CO2 + 2 H2O
Agar glikolisis dapat terus berlangsung, maka NAD+ yang diperlukan untk reaksi
oksidatifdlam langkah 6 harus dihasilkan lagi dari NADH. Tanpa oksigen, reaksi dapat
berlangsung dengan mereduksi piruvat mejadi laktat, yang dikatalisis oleh laktat
dehidrogenase dengan reaksi :
3. Glukoneogenesis
Dalam sel mamalia, glukosa adalah sumber energi yang paling melimpah, glukosa
dimetabolisme di dalam semua sel sebagai bahan bakar glikolitik dan disimpan dalam hati
dan otot sebagai polimer glikogen dengan syarat yang diperlukan adalah (1) ketersediaan
rangka karbon spesifik yang berasal dari asam amino tertentu, (2) energi dalam entuk ATP
dan (3) enzim yang sesuai.
2. Metabolisme Lemak/Lipid
A. Pengertian Lemak (Lipid)
Lemak merupakan sumber utama energi tubuh . tetapi sebaiknya hanya 15% dari makanan
yang berasal dari lemak . Lemak tersusun atas unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen
(O). Terdiri atas asam lemak dan gliserin atau gliserol.
struktur umum molekul lemak (lipid)
Metabolisme Lemak
Sintesa lemak disebut lipogenesis, terjadi di sitoplasma, dibantu enzim lipase.
Secara umum sintesa lemak dibagi dalam 3 bagian, yaitu:
a. Pembentukan gliserol
Dari senyawa antara glikolisis, yaitu dihidroksi aseton fosfat yang diubah menjadi senyawa
fosfogliseraldehida.
b. Pembentukan asam lemak
Dari penambahan berulang senyawa berkarbon dua (C2), yaitu malonil CoA dari Asetil CoA
dalam siklus Krebs.
c. Penggabungan gliserol dengan asam lemak

3. Metabolisme Protein
A. Pengertian protein
Protein merupakan senyawa polimer organik yang berasal dari monomer asam amino yang
mempunyai ikatan peptida. Istilah protein berasal dari bahasa Yunani “protos” yang
memiliki arti “yang paling utama”.
Protein diperlukan untuk pertumbuhan dan memperbaiki sel-sel yang rusak. Lebih kurang
20% dari makanan kita harus dalam bentuk protein.
Protein tersusun atas unsur karbon (C), hidrogen (H), oksigen (N), kadang-kadang unsur
phosphor (P), dan sulfur (S).

D Metabolisme Protein
Metabolisme protein dikatalisis oleh beberapa enzim, yaitu:
a. Pepsin, merombak protein menjadi asam amino.
b. Renin, mengubah kaseinogen menjadi kasein (susu) yang diaktifkan oleh susu.
c. Kemotripsin, menguraikan protein menjadi peptida dan asam-asam amino.
d. Tripsin, mengubah protein menjadi peptida dan asam amino.
e. Erepsin, mengubah pepton menjadi asam amino.
f. Peptidase, mengubah polipeptida menjadi asam-asam amino.
Protein diserap oleh dinding usus dalam bentuk asam amino, melalui pembuluh darah
vena porta menuju ke hati. Pada proses metabolisme asam amino, proses dekarboksilasi
yang memisahkan gugusan karboksil dengan asam amino menjadi ikatan baru,
yang merupakan zat antara yang masih mengandung unsur nitrogen. Selanjutnya, terjadi
proses transaminasi yang menghasilkan pemindahan gugusan asam amino (NH2) dari
asam amino ke ikatan lain, menjadi asam amino yang berbeda dengan asam amino yang
pertama.

BAB III
PENUTUP
3.1 kesimpulan
Sistem pencernaan atau sistem gastroinstestinal (mulai dari mulut sampai anus) adalah
sistem organ dalam manusia yang berfungsi untuk menerima makanan, mencernanya menjadi
zat-zat gizi dan energi, menyerap zat-zat gizi ke dalam aliran darah serta membuang bagian
makanan yang tidak dapat dicerna atau merupakan sisa proses tersebut dari tubuh.
Saluran pencernaan terdiri dari mulut, tenggorokan (faring), kerongkongan, lambung,
usus halus, usus besar, rektum dan anus. Sistem pencernaan juga meliputi organ-organ yang
terletak diluar saluran pencernaan, yaitu pankreas, hati dan kandung empedu.
Fungsi utama sistem pencernaan adalah memindahkan nutrient, air dan elektrolit dari
makanan yang kita makan ke dalam lingkungan internal tubuh. Manusia menggunakan
molekul-molekul organic yang terkandung dalam makanan dan O2 untuk menghasilkan
energi.
Proses pencernaan dimulai ketika makanan masuk ke dalam organ pencernaan dan
berakhir sampai sisa-sisa zat makanan dikeluarkan dari organ pencernaan melalui proses
defekasi. Makanan masuk melalui rongga oral (mulut). Langkah awal adalah proses mestikasi
(mengunyah). Terjadi proses pemotongan, perobekan, penggilingan, dan pencampuran
makanan yang dilakukan oleh gigi.

3.2 saran
Dengan adanya makalah ini, diharapkan mahasiswa dapat lebih memahami anatomi dan
fisiologi dari system pencernaan dan meminimalisir terjadinya kesalahan dalam memberikan
asuhan keperawatan pada gangguan system pencernaan

Daftar Pustaka
Sloane Ethel.2003 Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula.Jakarta: EG
Guyton,Hall.2006. Fisiologi Kedokteran. JakartaPenerbit:EKG
Junqeira, L.C. & Jose Carneiro (1980). Basic Histology Lange Medical Publications,
Clifornia.
http://www.scribd.com/doc/47310850/makalah-gastrointestinal
http://demliani.blogspot.com/2010/04/pencampuran-makanan-dalam-saluran.html
http://www.crayonpedia.org/mw/Alat_Pencernaan_Manusia,_Makanan,_dan_Kesehatan_5.1/
http://gurungeblog.wordpress.com/2008/11/22/sistem-pencernaan-makanan-pada-manusia/

http://biology.about.com/od/organsystems/a/aa032907a_2.htm
Penyebab nyeri ulu hati :

1. Despepsia
Yaitu pengeluaran asam lambung yang berlebih, pertahanan dinding lambung lemah,
gangguan saluran pencernaan dan stres psikologis. Gejala yang dirasakan adalah mual,
perut terasa sebah. Faktor terbanyak dari dispepsia adalah faktor psikologis dan konflik
batin, dispepsia ini juga kerap kali dialami oleh mereka yang masih berusia muda.

2. Gerd
Singkatan dari Gastroesophageal Reflux Disease atau yang lebih dikenal dengan nama
penyakit Refluks Gastroesofagus, penyakit ini terjadi ketika asam lambung naik sampai ke
bagian mulut hingga mulut terasa pahit. Gejala yang akan dialami adalah nyeri di ulu hati,
dada terasa sakit, dada seperti dicengkeram oleh sesuatu.

Sebelum kita membahas lebih jauh mengenai sakit ulu hati ini, mari kita samakan persepi terlebih
dahulu bagian perut manakah letak ulu hati itu. Dalam dunia kedokteran ulu hati disebut
epigatrium (epigastric region) yaitu terletak pada perut atas bagian tengah, kurang lebih seperti
segitiga dengan tulang rusuk sebagai atap segitiganya. Gambar perut. Letak ulu hati (epigastrium)
tepat di nomor 2 Pada area ulu hati ini terdapat organ-organ dalam bagian besar lambung,
pankreas, usus 12 jari (duodenum), bagian atas ujung hati, otot, peritoneum, dan fasia. Gejala dan
Penyebab Sakit Ulu hati Ada banyak penyebab sakit ulu hati umumnya berkaitan dengan organ
yang terletak padanya. Penyebab tersering adalah masalah lambung atau sakit maag bahasa
kerennya dispepsia. Namun ingat, ini bukanlah satu-satunya penyebab. Penyakit GERD.
Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah suatu kondisi di mana seseorang merasa sensasi
terbakar di belakang tulang dada (heartburn). Sensasi ini juga dapat dirasakan di daerah ulu hati.
Hal ini timbul akibat regurgitasi makanan dan asam lambung dari lambung kembali ke
kerongkongan. Untuk mengetahui lebih lanjut silahkan baca: Panyakit GERD Gastritis (Radang
lambung). Merupakan peradangan lapisan lambung. Terjadi akibat asam lambung yang tinggi
sehingga menyebabkan ulu hati sakit, mual, kembung dan penurunan berat badan. Ulkus
Peptikum dan duodenum (Tukak lambung). Merupakan penyebab tersering nyeri ulu hati.
Adanya luka pada lambung ini selain menyebabkan sakit, juga menimbulkan mual dan jika berat
penderita dapat mengalami muntah darah dan BAB berwarna hitam. Pada Ulkus duodenum rasa
sakit ulu hati akan lebih buruk setelah makan, yakni 2-3 jam setelah makan. Kanker Lambung.
Keganasan pada lambung juga menyebablan sakit di ulu hati. Hal ini ditandai dengan tidak hanya
rasa sakit tetapi juga penurunan berat badan, sakit perut dan manifestasi lain yang berbeda.
Gastroenteritis. Merupakan penyakit peradangan pada lambung dan sekaligus usus. Gejala utama
adalah nyeri perut, demam, mual dan diare.

Radang Pankreas (Pankreatitis). Radang pankreas ini dapat akut atau kronis. Pankreatitis akut
menimbulkan sakit ulu hati yabg parah yang memancar ke arah belakang. Pankreatitis kronis
ditandai dengan nyeri ringan di epigastrium. Kanker Pankreas. Ini adalah salah satu penyebab
dari sakit parah di daerah epigastrium. Penyakit Kandung empedu. Batu kandung empedu
ataupun peradangan pada kandung empedu biasanya menghasilkan nyeri di daerah perut kanan
yang juga menjalar ke daerah ulu hati. Penyakit Liver (Hati). Hepatitis atau peradangan hati
sering menyebabkan ulu hati sakit. Peradangan hati ini paling sering akibat dari infeksi oleh
virus. Hepatitis ditandai dengan perubahan kulit dan sclera mata menjadi warna kuning, tidak
nafsu makan, lemes, mual, muntah dan demam. Selain masalah pada organ-organ di atas ulu hati
sakit juga dapat disebabkan oleh: Batuk lama (kronis) Hital hernia Ketegangan otot perut
Aneurisma aorta abdominal Dalam beberapa kasus, gejala sakit di ulu hati bisa menjadi tanda
serangan jantung atau kondisi yang serius. Oleh karena iti Carilah perawatan medis Darurat
(UGD) jika mengalami gejala-gejala berikut: Nyeri dada, sesak dada, dada seperti tekanan, debar-
debar (palpitasi) Sakit yang menjalar ke bahu dan lengan Gangguang Pernapasan seperti sesak
napas, kesulitan bernapas, atau tersedak Muntah darah atau muntah berwarna hitam seperti kopi.