Anda di halaman 1dari 29

Case Based Discussion

Batu Ureter
(Ureterolithiasis)

Oleh : Maimunah Faizin (6120018029)

Pembimbing : dr. Dwimantoro, Sp. U


Laporan Kasus
Identitas Pasien

Nama : Sdr. Abd


Usia : 25 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Alamat : Rungkut, Surabaya
Pekerjaan : Wiraswasta
Status Perkawinan : Belum Menikah
MRS : 23 September 2019
KRS : Sudah
No. RM : 029882
Anamnesis
Keluhan Utama:
Nyeri pinggang kiri

Riwayat Penyakit Sekarang:


Pasien datang ke poli dengan keluhan nyeri pinggang sebelah kiri memberat 3
hari SMRS, nyeri pinggang menjalar sampai ke perut bagian depan.
Nyeri rasanya seperti tertusuk (tajam).
Pasien hanya mengeluh mual tidak sampai muntah, dan tidak disertai demam.
Pasien mengatakan hal ini sudah dirasakan sejak 2 bulan yang lalu, nyeri pingg
ang terasa tajam disertai mual muntah dan demam.
Pasien sudah minum obat yang dibeli sendiri yaitu ciprofloxacin dan spasminal,
dan keluhan dirasa membaik. Buang air kecil tidak ada keluhan
Riwayat Penyakit Dahulu: Riwayat Kebiasaan
• HT terkontrol (+) • Pasien merupakan pekerja
yang sering duduk, dan ja
rang minum air.

Riwayat Keluarga
Riwayat Pengobatan
• HT (+) Ibu
• Amlodipin 5 mg
• Keluhan yang sama dengan
pasien disangkal • Ciprofloxacin
• Spasminal
Pemeriksaan Fisik
Keadaan Umum : Tampak sakit sedang
Kepala/leher
Tanda-tanda Vital
Tekanan Darah : 150/80 mmHg
a-/i-/c-/d-
Nadi : 85 x/menit Pernafasan cuping hidung (–)
RR : 19 x/menit Pembesaran KGB dan tiroid (–)
Temperatur : 36 °C axilar
Faring hiperemis (-)
Status Gizi Mukosa mulut kering (-)
TB : 170 cm Nyeri telan (-)
BB : 78 kg
BMI : 26,9 (0verweight)
Thoraks
Pulmo
Jantung
I: Bentuk simetris, retraksi (-), pergerakan
I : Normochest, ictus cordis tidak terlihat
dada simetris.
Pa : Ictus cordis tidak teraba
Pa: Pengembangan paru simetris, fremitus
Pe :Batas jantung kanan, di parasternal line
raba hemithorax simetris.
dextra ICS 4 dan kiri di MCL sinistra ICS 5
Pe: Sonor di kedua lapang paru
A: S1/S2 tunggal, murmur (-), gallop (-)
A: ronkhi basah halus (+/+), wheezing(-/-).
Abdomen:
Ekstremitas:
I: Flat, tidak ada bekas operasi, tidak Hangat, kering, merah pada
ada massa. keempat ekstremitas,
CRT <2dtk
A: BU (+) normal

Pa: Supel, nyeri tekan (-)

Pe: Timpani
Status Urologis :
Regio Flank : Nyeri ketok costovertebrae -/+
Regio Suprapubik : Vesika Urinaria kosong, nyeri tekan (-)
Regio Inguinal : Hernia (-), pembesaran KGB -/-
Regio Genitalia eks : Penis sirkumsisi (+), testis +/+
Rectal Touche : Tidak dilakukan karena pasien menolak
Diagnosa Kerja

Susp. Batu ureter (Ureterolithiasis) DD Batu ginjal (Nephrolithiasis)


Pemeriksaan Penunjang
Darah Lengkap
Pemeriksaan Hasil Nilai rujukan
Leukosit 11,95 3,8-10,6 ribu/uL
Basofil 0,819 0-1 %
Neutrofil 71,57 39,3-73,7 %
Limfosit 15,010 25-40%
Eosinofil 0,620 2-4 %
Monosit 11,980 2-8 %
Eritrosit 5,68 4,4-5,9 juta/uL
Hemoglobin 13,53 13,2-17,3 g/dL
Hematokrit 43,3 40-50 %
Trombosit 223 150-440 ribu/uL
MCV 76,2 84,0 – 96,0 fL
MCH 23,8 28,0 – 34,0 pg
MCHC 31,3 26,0 – 34,0%
Fungsi Ginjal

Pemeriksaan Hasil Nilai Rujukan

BUN 7,4 10 – 20 mg/dL

Serum Kreatinin 1,4 0,62-1,10 mg/dL


BOF
USG
Tampak ectasis sedang systema
pelvicocalyceal yang disebabkan
batu ureter distal uk 1 cm.

Kesimpulan: Hidronefrosis sedan


g kiri yang disebabkan batu di u
reter distal uk. 1 cm
Diagnosis

Batu ureter (Ureterolithiasis) + Hidronefrosis sedang


Tatalaksana

Planning Terapi :
Terapi Non Farmakologis KIE:
Konsumsi air putih min. 1500cc setiap hari Bed rest yang cukup
Terapi Farmakologis Konsumsi air yang cukup
Pro Ureteroskopi + pemasangan DJ stent Diet untuk mengurangi kadar zat komponen
Infus PZ 14 tpm/24 jam pembentuk
Inj. Ceftriaxone 2x1g profilaksis
Inj. Antrain 3x1
Harnal ocas 0-0-1
Renalof 2x1
Buscopan 2x1 prn
Tanggal Subjective Objective Assesmen Planning
Nyeri berkurang, GCS 456 P.Terapi :
24/09/2019 nyeri saat posisi KU baik Batu ureter - Pro Ureteroskopi
TTV
tidur miring ke kiri sinistra+ - Inf.PZ 14 tpm/24jam
Nadi 114x/mnt
T 36,5 C
Hidronefrosis - Inj. Antrain 3x1
TD 160/86 mmHg sedang - Harnal ocas 0-0-1
RR 20x/mnt - Renalof 2x1
Flank test: -/+ - Buscopan 2x1 prn
BOF:
Didapatkan gambaran batu di distal tractus urinarius
- Puasa pre op
USG:
Hidronefrosis sedang kiri yang disebabkan batu di
ureter distal uk. 1 cm
Pos op masih GCS 456 P.Terapi:
25/09/2019 merasa sedikit nyeri KU baik Batu Ureter -Ureteroskopi
pada bekas operasi TTV sinistra + -Inf. PZ 14 tpm/24jam
Nadi 86x/mnt Hidronefrosis -Inj. Ceftriaxone 2x1g
T 36,6 C sedang -Inj. Antrain 3x1
TD 135/77 mmHg -Harnal ocas 0-0-1
RR 20x/mnt -Renalof 2x1
-Buscopan 2x1 prn
P.Edukasi
-Mencoba untuk latihan duduk
-Minum air putih yang banyak
-Hindari konsumsi teh, kopi
-Konsumsi obat sesuai petunjuk dokter
-Kontrol rutin
Tanggal Subjective Objective Assesmen Planning
P.Terapi:
26/09/2019 Pos op tidak ada kelu GCS 456 Batu Ureter - Inf. PZ 14 tpm/24jam
han KU baik sinistra + - Inj. Antrain 3x1
Rencana KRS hari ini TTV Hidronefrosis - Harnal ocas 0-0-1
Nadi 67x/mnt sedang - Renalof 2x1
T 36 C - Buscopan 2x1 prn
TD 140/90 mmHg
RR 20x/mnt P.Edukasi:
-Mencoba untuk latihan dud
uk
-Minum air putih yang bany
ak
-Hindari konsumsi teh, kopi
-Konsumsi obat sesuai petu
njuk dokter
-Kontrol rutin
DEFINISI

• Batu ureter adalah keadaan dimana terdapat batu saluran kencing, yang terbentuk ketika kons
entrasi substansi tertentu seperti kalium, oksalat, kalium fosfat, dan asam urat meningkat.
• Batu ureter pada umumnya berasal dari batu ginjal yang turun ke ureter.
Anatomi

Vaskularisasi:
cabang dari a.renalis, aorta abdominal
is, a.iliaca communis, a.testicularis/
ovarica serta a.vesicalis inferior.

Inervasi:
segmen T10-L1 atau L2 melalui pleks
us renalis, pleksus aorticus, serta plek
sus hipogastricus superior dan
inferior.
Etiologi
Faktor intrinsik itu antara lain adalah : Faktor ekstrinsik diantaranya adalah:
• Herediter (keturunan) • Geografi
• Umur • Iklim dan temperatur
• Jenis kelamin • Asupan air
• Diet
• Pekerjaan
Patofisiologi
Manifestasi Klinis

• Nyeri Pinggang (kolik/ non kolik)


• Mual muntah
• Nyeri saat berkemih
• Hematuria

Pemeriksaan Fisik: Nyeri ketok pada sudut costovertebrae


Pemeriksaan Penunjang

Laboratorium:
UL

Radiologi:
Foto BOF
Foto BNO-IVP
USG
Tatalaksana
Medikamentosa

• Batu yang ukurannya < 5 mm


• Pemberian diuretikum
• Oral alkanizing agents, ex Natrium/ kalium bikarbonat
Non medikamentosa

• ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsi)


Memecah batu menjadi fragmen-fragmen kecil dengan menggunakan gelombang
kejut yang dihasilkan oleh mesin dari luar tubuh, sehingga mudah dikeluarkan mel
alui saluran kemih.
• Ureteroskopi atau uretero-renoskopi
memasukkan alat ureteroskopi per uretra dengan memakai energi tertentu, batu y
ang berada di dalam ureter maupun sistem pelvikalises dapat dipecah
• PNL (Percutaneous Nephro Litholapaxy) : mengeluarkan batu yang berada di salura
n ginjal dengan cara memasukkan alat endoskopi ke sistem kaliks melalui insisi pa
da kulit. Batu kemudian dikeluarkan atau dipecah terlebih dahulu
• Litotripsi
Memecah batu bull-buli atau batu uretra dengan memasukkan alat peme
cah batu (litotriptor) ke dalam buli-buli. Pecahan batu dikeluarkan dengan
evakuator Ellik
• Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS)
Metode operasi endoskopi pada ginjal yang menggunakan pendekatan re
trograd dan tindakan invasive yang minimal.
Pencegahan

• Batu asam urat: pengaturan diet rendah purin dan mengontrol kadar asam urat
• Batu kalsium fosfat: melakukan pemeriksaan ekskresi kalsium dalam urin dan nilai kalsium
darah
• Batu kalsium oksalat: sumbernya dapat berasal dari eksogen maupun endogen. Makanan yang
banyak mengandung oksalat adalah bayam, teh, kopi dan coklat.

• Asupan cairan yang mencukupi,


• Aktivitas yang cukup
• Mengontrol beberapa kadar zat dalam urin.
Komplikasi

• Obstruksi ureter yang dapat menyebabkan hidroureter hingga hidronefro


sis
• Trauma pada ureter hingga dapat membetuk striktur ureter
• Karsinoma sel skuamosa