Anda di halaman 1dari 25

PEMERINTAH KABUPATEN LINGGA

DINAS KESEHATAN PENGENDALIAN PENDUDUK


DAN KELUARGA BERENCANA
RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DABO
Jl. Kesehatan No. 1 Dabo Singkep Kode Pos 29171
Telepon : (0776) 7031615, e-mail : rsud.dabo@gmail.com

KEPUTUSAN DIREKTUR RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DABO

TENTANG

ALUR PELAYANAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DABO

Menimbang:
a. bahwa dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan RSUD Dabo,
maka diperlukan penyelenggaraan pelayanan RSUD Dabo yang
bermutu tinggi.
b. bahwa agar pelayanan di RSUD Dabo dapat terlaksana dengan baik,
perlu adanya kebijakan Direktur RSUD Dabo sebagai landasan bagi
penyelenggaraan pelayanan di Rumah Sakit.
c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam a
dan b, perlu ditetapkan dengan Keputusan Direktur RSUD Dabo.

Mengingat:
1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2009 tentang
Rumah Sakit
2. Undang-undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran
3. Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan
4. Undang-undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan;
5. Undang-undang Nomor 38 Tahun 2014 tentang Keperawatan;
6. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1173/MENKES.PER/X/2004
tentang Standar Akreditasi RS.
7. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 269 /Menkes/Per/III/2008
tentang Rekam Medis
8. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 755/MENKES/PER /IV/2011
tentang Penyelenggaraan Komite Medik di Rumah Sakit
9. Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 1691 tahun 2011 tentang
Keselamatan Pasien.
10. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 129/MENKES/SK/II/2008
Tentang Standar Pelayanan Minimal Rumah Sakit.
11. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1195/Menkes/SK/VII/2010
tanggal 23 Agustus 2010 tentang Lembaga/ badan akreditasi rumah
sakit yang telah diakreditasi oleh International Quality in Health Care
(ISQUA) dan Joint Commission International (JCI)
MEMUTUSKAN

Menetapkan:
Pertama : Keputusan direktur utama RSUD Dabo tentang kebijakan alur
pelayanan Rumah Sakit.

Kedua : Kebijakan alur pelayanan RSUD Dabo sebagaimana tercantum


dalam lampiran keputusan ini

Ketiga : Bagi unit kerja dan petugas terkait dalam melaksanakan kebijakan di
RSUD Dabo agar berpedoman kepada kebijakan yang dimaksud

Keempat : Kebijakan ini dijabarkan lebih lanjut dalam pedoman/panduan dan


Standar Prosedur Operasional (SPO);

Kelima : Pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pelayanan RSUD


Dabo dilaksanakan oleh Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan
RSUD Dabo

Keenam : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkannya dan apabila


dikemudian hari terdapat kekeliruan maupun perbaikan, maka Direksi
berhak meninjau kembali dan mengadakan perubahan seperlunya.

Ditetapkan di : Dabo Singkep

Pada Tanggal :

Direktur RSUD Dabo

Kabupaten Lingga

dr. BUKIT TUA RAYANTO GULTOM

NIP. 19820723 200903 1 005


Lampiran

Peraturan Direktur RSUD Dabo

Nomor :

Tanggal :

KEBIJAKAN ALUR PELAYANAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH DABO

1. Pelayanan Rumah Sakit :


a. Pelayanan Unit Gawat Darurat, Rawat Inap, Rawat Intensif, Laboratorium,
Farmasi dan Radiologi dilaksanakan dalam 24 jam.
b. Pelayanan Rawat Jalan sesuai dengan jadwal praktik dokter.
c. Pelayanan Kamar Operasi dilaksanakan dalam jam kerja, dan dilanjutkan
dengan sistem on call.
d. Pelayanan harus selalu berorientasi pada mutu dan keselamatan pasien.
e. Seluruh staf RS harus bekerja sesuai dengan standar profesi,
pedoman/panduan dan standar prosedur opersional yang berlaku, serta
sesuai dengan etika profesi, etika RS dan etiket RS yang berlaku.
f. Seluruh staf RS dalam melaksanakan pekerjaannya wajib selalu sesuai
dengan
ketentuan Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3), termasuk
dalam penggunaan alat pelindung diri (APD).

2. Pengelolaan Alur Pelayanan:


a. Alur pelayanan pasien dimulai ketika pasien masuk ke dalam rumah sakit
sampai pasien keluar dari rumah sakit.
b. Pengelolaan alur pelayanan harus dilakukan secara efektif, mulai dari
penerimaan, assesmen dan tindakan, transfer pasien dan pemulangan,
sehingga dapat mengurangi penundaan asuhan kepada pasien
c. Pengelolaan alur pelayanan dapat dilakukan di masing-masing unit yang ada
di Rumah Sakit Universitas Andalas yang sesuai dengan kondisi pasien.
d. Apabila terjadi penumpukan pasien di Instalasi Gawat Darurat akibat tidak
tersedianya tempat tidur di lokasi penerimaan asuhan selanjutnya, maka
petugas UGD dan Ranap harus berkoordinasi mencarikan lokasi
penempatan sementara.
e. Petugas harus melakukan perencanaan dan mastikan ketersediaan fasilitas,
peralatan, utilitas, teknologi medis, dan kebutuhan lain untuk mendukung
penempatan sementara pasien.
Ditetapkan di : Dabo Singkep

Pada Tanggal :

Direktur RSUD Dabo

Kabupaten Lingga

dr. BUKIT TUA RAYANTO GULTOM

NIP. 19820723 200903 1 005


PANDUAN PENATALAKSANAAN ALUR PELAYANAN RUMAH SAKIT

BAB I
PENDAHULUAN

A. DEFINISI

Pelayanan pendaftaran adalah mencatat data sosial/mendaftar pasien untuk


mendapatkan pelayanan kesehatan yg dibutuhkan, dan mencatat hasil pelayanannya.
RSUD Dabo harus menyediakan skrining medis yang sesuai untuk setiap orang yang
datang ke rumah sakit yang meminta pemeriksaan atau pengobatan untuk suatu
kondisi medis. Skrining medis harus dapat digunakan untuk menentukan apakah
pasien mempunyai kondisi medis yang emergensi atau tidak. Kondisi medis yang
emergensi berarti pasien dengan gejala akut yang cukup berat dan tanpa perhatian
medis yang segera dapat diperkirakan akan mengakibatkan kesehatan pasien dalam
bahaya yang serius, gangguan fungsi tubuh yang serius, atau disfungsi yang serius
dari organ tubuh atau bagian. Pasien bukan emergensi akan mendapat perawatan
yang kontinue sesuai dengan status klinisnya dan sumber daya yang tersedia. Untuk
pasien yang membutuhkan pelayanan diluar dari yang tersedia di RSUD Dabo ,
mereka akan dipindahkan/dirujuk ke fasilitas perawatan kesehatan yang sesuai.
RSUD Dabo mempunyai (MOU) perjanjian dan hubungan dengan organisasi/fasilitas
lain agar dapat memberikan pelayanan yang sesuai kebutuhan pasien. Daftar dari
fasilitas perawatan kesehatan yang berafiliasi dapat dilihat di Ruang Emergensi.

A. Tujuan

1. Tujuan umum adalah meregistrasi pasien untuk memastikan agar catatan


pelayanan kesehatan pasien sekarang, sebelumnya dan berikutnya terangkum di
dalam satu catatan rekam medis pasien yang sama.

2. Tujuan khusus dari pendaftaran rawat jalan adalah :

a. Untuk membangun respons yang sesuai oleh unit emergensi dalam menerima,
menyaring dan menstabilkan pasien yang datang dengan kondisi klinis darurat.
b. Untuk memastikan standarisasi penerimaan pasien rawat inap, dan
pendaftaran pelayanan pasien rawat jalan.
c. Untuk memberikan pedoman bagi semua staf petugas kesehatan dalam
memberikan pelayanan.

B. Tanggung Jawab

1. Direktur RSUD Dabo bertanggung jawab untuk memastikan bahwa


mekanisme/protokol yang dijelaskan dalam kebijakan ini dan dokumen yang
terkait tersedia untuk implementasi, monitoring dan revisi kebijakan ini secara
keseluruhan serta dapat diakses dan dimengerti oleh semua staf terkait.
2. Direktur yang terlibat dalam ruang lingkup kebijakan ini bertanggung jawab untuk
memastikan bahwa semua Kepala Instalasi:
 Menyebarkan kebijakan ini di wilayah yang menjadi tanggung jawab mereka
 Mengimplementasikan kebijakan ini di dalam wilayah yang menjadi tanggung
jawab mereka
 Mengidentifikasi dan mengalokasikan sumberdaya yang tepat untuk
terpenuhinya kebijakan ini
 Memastikan bahwa semua staf dibawah pengawasan mereka mengetahui
kebijakan ini dan mengikuti pelatihan untuk kebijakan tersebut.

Semua Kepala Instalasi juga bertanggung jawab untuk memastikan bahwa


audit internal dilaksanakan. Kepala Instalasi yang terlibat dalam ruang lingkup ini
bertanggung jawab untuk implementasinya di bagian yang mereka kelola dan harus
memastikan bahwa:

a. Semua staf baru dan lama mempunyai akses dan tahu mengenai kebijakan, SPO
dan formulir lain yang terkait
b. Adanya SPO tertulis yang mendukung dan patuh pada kebijakan ini dan dipantau
untuk kepatuhannya.
Semua staf yang terlibat dalam ruang lingkup kebijakan ini bertanggung jawab
untuk mengimplementasikannya dan harus memastikan bahwa:
- Mereka mengerti dan mematuhi kebijakan ini
- Akan menggunakan kebijakan ini dalam hubungannya dengan semua kebijakan
dan SPO lainnya
- Ketidak patuhan pada kebijakan ini dapat mengakibatkan tindakan indisiplin
- Setiap anggota staf dapat mengisi laporan kejadian bila ditemukan ketidak patuhan.
BAB II

RUANG LINGKUP

Pasien dapat mengakses layanan perawatan di Instalasi Gawat Darurat


(UGD) dan VK 24 jam/hari, 7 hari/minggu, 52 minggu/tahun. Pasien akan ditriase dan
dikategorikan untuk penilaian perawatan dapat dilakukan pada saat yang bersamaan.
Pasien dapat melakukan akses untuk mendapat perawatan :

a. Rawat Jalan : poliklinik spesialis dan spesialis gigi


b. One day care (ODC)
c. Instalasi Gawat Darurat
d. VK (Ponek)
e. Pendaftaran langsung ke unit rawat inap

Pasien hanya dapat dilayani di RSUD Dabo jika tersedia jenis layanan yang
di butuhkan. Apabila layanan yang di butuhkan tidak memadai atau tidak ada, maka
pasien akan di rujuk ke rumah sakit lain yang memiliki kebutuhan jenis layanan yang
dibutuhkan pasien saat itu dengan sebelumnya dilakukan test pemeriksaan
penunjang sebagai dasar pengambilan keputusan sesuai standard pelayanan medis.
Pasien akan dipindahkan ke rumah sakit lain, untuk mendapatkan pelayanan yang
sesuai, ketika tidak tersedianya pelayanan tersebut di RSUD Dabo atau jika pasien
ingin untuk dipindahkan ke rumah sakit dikarenakan asuransi atau masalah lainnya
(merujuk kepada kebijakan transfer pasien). Pada pasien dengan
hambatan/keterbatasan/kendala fisik / komunikasi / bahasa / budaya, RSUD Dabo
memfasilitasi untuk menyelesaikan kendala tersebut.
BAB III

KEBIJAKAN

12. Undang-Undang RI Nomor 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit.

13. Surat Pengangkatan Direktur 017/SK/DIR/CMH/2017

14. Undang-undang Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran

15. Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan

16. Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit

17. Undang-undang Nomor 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan

18. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 269/Menkes/Per/III/2008 tentang Rekam


Medis

19. Peraturan Kebijakan Akses Ke Rumah Sakit dan Kontinuitas Pelayanan


264/SK/DIR/RSC/VIII/2018
BAB IV

TATA LAKSANA

Semua pasien yang mendapatkan pelayanan perawatan kesehatan, atau


yang akan mendapatkan pelayanan kesehatan, harus diregistrasikan di dalam data
pasien dan mendapatkan nomor rekam medis. Ini meliputi pasien rawat inap
(termasuk bayi baru lahir), pasien rawat jalan, dan pasien yang hanya memeriksakan
spesimen (contoh: sample darah) diregisterkan sebagai pasien. Keberhasilan
mengidentifikasi pasien menurunkan angka duplikasi registrasi. Jika pasien tidak
mempunyai satu identitas unik dan spesifik maka hal ini dapat mengganggu
pelayanan pasien.

A. Proses Penerimaan Pasien Rawat Jalan:

1. Pasien datang ambil nomor antrian di mesin antrian.


2. Pasien menunggu nomor antrian dipanggil oleh petugas pendaftaran
3. Petugas pendaftaran menanyakan apakah pasien tersebut merupakan pasien
baru (pasien yang baru pertama kali berkunjung, tidak membawa kartu berobat
dan kehilangan kartu) atau pasien lama, pasien asuransi atau umum :
4. Jika pasien tersebut adalah pasien baru, maka petugas pendaftaran mendaftar
pasien sbb: Petugas melengkapi formulir pendaftaran pasien baru dengan
mewawancarai pasien tersebut: Pasien asuransi sarat-sarat harus sudah
lengkap dibawa (Kartu asuransi, KTP, Kartu Keluarga / KK, Surat rujukan /
Surat Kontrol )
a. Petugas pendaftaran mencetak KIB (Kartu Identitas Berobat)
b. Petugas pendaftaran menyerahkan KIB kepada pasien
c. Petugas pendaftaran membuat surat Jaminan (SEP)
d. Petugas pendaftaran mempersilahkan pasien menuju poliklinik yang dituju
e. Di Pelayanan / Poliklinik:
- Petugas poliklinik memberikan pelayanan kepada pasien;
- Apakah pasien perlu dirujuk ke unit pelayanan penunjang yang lain? Jika
Ya, maka petugas membawa formulir rujukan ke unit yang dituju; Jika
tidak, maka pasien / keluarganya dipersilahkan mengambil obat di bagian
farmasi;
- Kemudian petugas mempersilahkan pasien menyelesaikan administrasi
pembayaran di kasir jika pasien tersebut adalah pasien umum
5. Jika pasien tersebut adalah pasien lama, maka petugas pendaftaran
mendaftar pasien sebagai berikut :
 Petugas menerima dan meneliti kartu identitas berobat pasien
 Petugas pendaftaran mendaftar pasien sesuai dengan pelayanan yang
akan dituju dengan mewawancarai pasien tersebut.
 Petugas pendaftaran membuat surat jamina (SEP) bagi pasien asuransi
(BPJS, Inhealth dll) dengan sarat lengkap.
 . Petugas pendaftaran mempersilahkan pasien menuju poliklinik yang dituju
 Di Poliklinik: Petugas memberikan pelayanan kepada pasien
 Apakah pasien perlu dirujuk ke unit pelayanan penunjang yang lain?
 Jika Ya, maka petugas membawa formulir rujukan ke unit yang dituju;
 Jika tidak, maka pasien / keluarganya dipersilahkan mengambil obat di
bagian farmasi.
 Petugas mempersilahkan pasien menyelesaikan administrasi pembayaran
di kasir jika pasien tersebut adalah pasien umum
 Petugas mempersilahkan pasien pulang
B. Jenis-jenis pendaftaran :
1. Pendaftaran bagi pasien rawat jalan: Pasien dari poliklinik langsung menuju ke
pendaftaran rawat inap. Dokumen yang diperlukan akan dikirimkan ke bagian
pendaftaran dan pasien akan mendapatkan kamar perawatan yang sesuai dan
tersedia di unit rawat inap.
2. Pendaftaran dari UGD: Pasien dari instalasi gawat darurat memerlukan
pendaftaran rawat inap, harus mempunyai formulir dari pendaftaran dan
dikirimkan bagian pendaftaran dan pasien akan diberikan kamar rawat yang
tersedia di ruang rawat inap.
3. Pendaftaran pasien observasi: Pasien dapat di observasi di UGD dan VK
maksimal 6 jam sejak pasien masuk rumah sakit, selanjutnya dokter harus
memutuskan apakah pasien masuk dalam perawatan RS, rujuk ke rumah sakit
lain atau pasien di pulangkan dan di informasikan kepada pasien atau keluarga.
Selama observasi pasien dimonitor secara berkala. Ketika pasien diobservasi
dan diputuskan oleh dokter memerlukan perawatan rawat inap, harus
melengkapi formulir dan dikirimkan ke bagian pendaftaran dan pasien akan
diberikan kamar rawat yang tersedia di ruang rawat inap.

4. Pasien transfer dari rumah sakit lain: Ketika permintaan transfer diterima oleh
bagian TPPRI selanjutnya dialihkan kepada dokter jaga UGD. Kemudian UGD
akan mengkoordinasikan transfer pasien dan mengumpulkan data yang
diperlukan. Merujuk kepada prosedur di bawah ini:

- Pendaftaran pasien Rawat jalan dan UGD


- Pendaftaran pasien Rawat Inap
- Penerimaan pelayanan di UGD
- Menerima pasien rujukan dari fasilitas kesehatan lain untuk perawatan
- Observasi pasien di UGD
- Observasi pasien di VK

C. Proses penerimaan pasien rawat inap:

1. Pasien datang di bagian admisi dan diterima oleh petugas admisi


2. Petugas menyerahkan Surat Pengantar Rawat Inap yang berasal dari poliklinik,
UGD maupun rujukan dari dokter swasta.
3. Petugas mengisi berkas rekam medis dengan melakukan wawancara kepada
pasien mengenai tempat/fasilitas dan jaminan kesehatan yang diinginkan.
4. Petugas mengecek / mencarikan tempat / fasilitas yang diinginkan
5. Petugas menanyakan apakah pasien meminta fasilitas atau perawatan yang lain
:
a. Jika pasien / keluarga pasien meminta fasilitas / perawatan yang lain sesuai
permintaan pasien tersebut, maka pasien diminta untuk mengisi form
persetujuan;
b. Jika pasien tidak meminta fasilitas yang lain, maka petugas mendaftar pasien
berdasarkan identifikasi data social pasien;
6. Petugas menanyakan apakah pasien setuju dengan fasilitas yang sesuai dengan
permintaan pasien:
a. Jika setuju, maka pasien mengisi formulir persetujuan.
b. Jika tidak setuju, maka petugas menanyakan apakah pasien memilih tempat
yang lain selama tempat yang diinginkan belum ada.
c. Jika setuju, maka petugas mengisi formulir persetujuan sesuai tempat yang
diinginkan pasien.
d. Jika tidak setuju, maka petugas merujuk pasien ke rumah sakit lain sesuai
permintaan pasien.
e. Petugas mendaftar pasien berdasarkan identifikasi data social pasien.
7. Petugas memberitahukan ke pihak ruangan rawat inap akan ada pasien baru.
a. Petugas memberikan informasi kepada pasien bahwa tempat sudah
disiapkan.
b. Petugas mengantarkan pasien untuk diantar ke ruangan rawat inap.
8. Petugas medis di unit pelayanan rawat inap memberikan pelayanan kesehatan
bagi pasien:
a. Apakah pasien perlu pemeriksaan penunjang yang lain atau tidak.
b. Jika perlu pemeriksaan penunjang, maka petugas memberikan formulir ke unit
pemeriksaan yang dituju.
c. Jika tidak, maka pasien tetap mendapatkan pelayanan kesehatan rawat inap.
9. Petugas Rawat Inap menanyakan kepada dokter apakah pasien sudah
diperbolehkan untuk pulang;
a. Jika diperbolehkan untuk pulang, petugas mempersilahkan pasien untuk
menyelesaikan administrasi pembayaran di bagian kasir;
b. Petugas mempersilahkan pasien untuk pulang;
c. Jika tidak diperbolehkan untuk pulang, maka pasien tetap mendapatkan
pelayanan kesehatan rawat inap;

Jika prosedur diatas tidak diindahkan oleh petugas rawat inap, maka petugas yang
bersangkutan mendapatkan sangsi oleh pihak manajemen maupun Direktur Rumah
Sakit. Pengalokasian kamar dikendalikan oleh bagian pendaftaran. Pasien
diperbolehkan untuk memilih kelas ruangan yang diinginkan, terkecuali pasien
dengan kebutuhan Ruang isolasi atau pelayanan intensive .Jika kelas kamar yang
diminta tidak ada akan ditawarkan kelas yang tersedia. Jika pasien tetap menolak,
permintaan pasien akan disampaikan kepada Manajemen untuk ditindaklanjuti.
Pasien yang sudah tidak ada indikasi rawat disegerakan untuk dipulangkan dari RS
untuk berobat Jalan.
I. Pelayanan Instalasi
Pelayanan Instalasi meliputi : pelayanan UGD, Rawat Intensif, Laboratorium
dan Radiologi dilaksanakan dalam 24 jam. Pelayanan kasus emergency diidentifikasi,
dan dilakukan oleh tenaga medis yang kompeten di Instalasi Gawat Darurat.

II. Pelayanan Kamar Operasi


Pelayanan Kamar Operasi dilaksanakan dalam 24 jam, operasi elektif
dikerjakan pada jam kerja (08.00 – 21.00 WIB) dan dilanjutkan dengan sistem on call
jika ada tindakan cyto
Seluruh staf RS harus bekerja sesuai dengan standar profesi,
pedoman/panduan dan standar prosedur opersional yang berlaku, serta sesuai
dengan etika profesi, etika RS dan etiket RS yang berlaku, berorientasi pada mutu
dan keselamatan pasien.
Seluruh staf melaksanakan pekerjaannya wajib selalu sesuai dengan ketentuan
Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3), termasuk dalam penggunaan
alat pelindung diri (APD).

a. Skrining dan triase


Skrining dilakukan pada kontak pertama untuk menetapkan apakah pasien dapat
dilayani oleh RS , Skrining dilaksanakan melalui kriteria triase, visual atau
pengamatan, pemeriksaan fisik, psikologik, laboratorium klinik atau diagnostik imajing
sebelumnya.

b. Transfer/ perpindahan di dalam rumah sakit


Transfer dilaksanakan sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan antar ruangan
, dari HCU ke ruang perawatan dan perawatan ke HCU, OK, VK dari dan keruang
perawatan. Transfer pasien dirawat jalan antar rawat jalan untuk konsultasi tergantung
keadaan / kondisi pasien didampingi / tidak didampingi oleh pertugas.
Pasien yang ditransfer harus dilakukan stabilisasi terlebih dahulu sebelum
dipindahkan. Rumah sakit melaksanakan proses untuk memberikan pelayanan
asuhan pasien yang berkelanjutan didalam rumah sakit dan koordinasi antar para
tenaga medis. Bila ada indikasi, rumah sakit dapat membuat rencana kontinuitas
pelayanan yang diperlukan pasien sedini mungkin..
c. Transportasi :
1. Transportasi milik rumah sakit, harus sesuai dengan hukum dan peraturan
yang berlaku berkenaan dengan pengoperasian, kondisi dan pemeliharaan
2. Transportasi disediakan atau diatur sesuai dengan kebutuhan dan kondisi
pasien
3. Semua kendaraan yang dipergunakan untuk transportasi, baik kontrak maupun
milik rumah sakit, dilengkapi dengan peralatan yang memadai, perbekalan dan
medikamentosa sesuai dengan kebutuhan pasien yang dibawa.
4. Pelayanan ambulance 24 jam
d. Asesmen pasien :
1. Semua pasien yang dilayani rumah sakit harus diidentifikasi kebutuhan
pelayanannya melalui suatu proses asesmen yang baku.
2. Asesmen awal setiap pasien meliputi evaluasi faktor fisik, psikologis, sosial
dan ekonomi, termasuk pemeriksaan fisik dan riwayat kesehatan
3. Hanya mereka yang kompeten sesuai perizinan, undang-undang dan
peraturan yang berlaku dan dapat melakukan asesmen
4. Asesmen awal medis dilaksanakan dalam 24 jam pertama sejak rawat inap
atau lebih dini/cepat sesuai kondisi pasien atau kebijakan rumah sakit.
5. Asesmen awal keperawatan dilaksanakan dalam 24 jam pertama sejak rawat
inap atau lebih cepat sesuai kondisi pasien atau kebijakan rumah sakit.
6. Asesmen awal medis yang dilakukan sebelum pasien di rawat inap, atau
sebelum tindakan pada rawat jalan di rumah sakit, tidak boleh lebih dari 30
hari, atau riwayat medis telah diperbaharui dan pemeriksaan fisik telah
diulangi.
7. Untuk asesmen kurang dari 30 hari, setiap perubahan kondisi pasien yang
signifikan, sejak asesmen dicatat dalam rekam medis pasien pada saat
masuk rawat inap.
8. Asesmen awal termasuk menentukan kebutuhan rencana pemulangan pasien
(discharge)
9. Semua pasien dilakukan asesmen ulang pada interval tertentu atas dasar
kondisi dan pengobatan untuk menetapkan respons terhadap pengobatan
dan untuk merencanakan pengobatan atau untuk pemulangan pasien.
10. Data dan informasi asesmen pasien dianalisis dan diintegrasikan.
f. Pemulangan pasien :
1. DPJP yang bertanggung jawab atas pelayanan pasien tersebut, harus
menentukan kesiapan pasien untuk dipulangkan.
2. Keluarga pasien dilibatkan dalam perencanaan proses pemulangan yang
terbaik atau sesuai kebutuhan pasien.
3. Rencana pemulangan pasien meliputi kebutuhan pelayanan penunjang dan
kelanjutan pelayanan medis.
4. Identifikasi organisasi dan individu penyedia pelayanan kesehatan di
lingkungannya yang sangat berhubungan dengan pelayanan yang ada di
rumah sakit serta populasi pasien.
5. Resume pasien pulang dibuat oleh DPJP sebelum pasien pulang.
6. Resume berisi pula instruksi untuk tindak lanjut.
7. Salinan resume pasien pulang didokumentasikan dalam rekam medis.
8. Salinan resume pasien pulang diberikan kepada praktisi kesehatan perujuk
Dalam pengelolaan alur pasien sangat penting untuk mencegah terjadinya
penumpukan, yang selanjutnya mengganggu terhadap keselamatan pasien.
Pengelolaan yang efektif terhadap alur pasien ( seperti penerimaan, assesmen dan
tindakan, transfer pasien dan pemulangan) dapat mengurangi penundaan asuhan
kepada pasien.
Komponen dari pengelolaan alur pasien termasuk :
 Ketersediaan tempat tidur rawat inap, jika kamar atau kelas yang dituju
tidak ada pasien dapat di titip diruangan yang tersedia atau jika keluarga
bersedia dapat naik ke kelas yang tersedia
 Fasilitas yang tersedia untuk pasien yang di titipkan sementara tersedia
sesuai kebutuhan pasien
 Untuk pasien yang rencana rujuk dengan fasilitas HCU dapat di sediakan
ruangan HCU dengan fasilitas yang tersedia di ruangan HCU
 Jika terjadi penumpukan di unit UGD, dokter Jaga Ruangan membantu
pelayanan di Unit UGD
 Jika ruangan rawat inap yang tersedia masih terisi pasien yang belum
pulang, maka pasien untuk sementara menunggu di ruang UGD
 Memberikan pelayanan sesuai kebutuhan pasien, jika tidak tersedia
pasien harus di rujuk
 Menjelaskan alur kepada pasien jika akan di rawat inap
 Menjelaskan alur kepada pasien jika akan dilakukan pemeriksaan
penunjang
 Menjelaskan alur kepada pasien jika akan dilakukan tindakan operasi dan
pasca anestesi
 Menyediakan tranportasi untuk pasien rujuk dan pasien pulang ke rumah
 Menyediakan akses yang mendukung untuk pekerja sosial, keaagamaan
dan sebagainya
BAB V
DOKUMENTASI

1. SPO Alur Pelayanan


STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

RSUD DABO
ALUR PASIEN RAWAT INAP

No.Dokumen No. Revisi Halaman

Ditetapkan
PROSEDUR Tanggal terbit
TETAP UNIT Direktur RSUD DABO
RAWAT INAP

dr. BUKIT TUA RAYANTO GULTOM

19820723 200903 1 005

Alur pelayanan pasien adalah proses urutan pelayanan pasien di UGD


PENGERTIAN sesuai kebutuhan pasien berdasarkan ketentuan yang berlaku. Alur
rawat inap adalah proses dimana pasien berobat melalui UGD dan ada
indikasi untuk masuk rumah sakit dan proses tersebut mulai dari pasien
datang ke UGD sampai pasien pindah keruangan perawatan.
1. Agar sejak awal pasien/keluarga memperoleh informasi dan
TUJUAN paham terhadap tahapan dan prosedur pelayanan klinis.
2. Mempermudah pasien untuk melakuakan administrasi

KEBIJAKAN

Alur pelayanan :
PROSEDUR
1. Pasien dating  Anamnesa  Lapor Dokter Jaga
2. Keluarga pasien daftar ke Rekam Medis
3. Pasien diperiksa oleh Dokter Jaga
4. Dokter Jaga konsul ke Dokter Spesialis (Bila pasien MRS, Dokter/
perawat jaga memberikan KIE kepada pasien dan keluarga) 
Tindakan
5. Keluarga pasien daftar kamar di Rekam Medis
6. Dokter jaga melengkapi status pasien
7. Dokter jaga menulis resep  Keluarga mengambil obat
8. Perawat mengisi rincian tindakan UGD sesuai tarif (Bpjs/Umum)
9. Perawat menghubungi ruangan perawatan  Mengantar 
Melakukan operan di IRNA
10. Administrasi dilakukan sebelum pasien KRS

1. UGD
UNIT TERKAIT
2. IRNA
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

RSUD DABO
ALUR PASIEN RAWAT JALAN

No.Dokumen No. Revisi Halaman

Ditetapkan
PROSEDUR Tanggal terbit
TETAP UNIT Direktur RSUD DABO
RAWAT JALAN

dr. BUKIT TUA RAYANTO GULTOM

19820723 200903 1 005

Pengertian mempermudah dalam penanganan dan pelayanan pasien


PENGERTIAN di Poliklinik dan dan memberikan gambaran tidak lanjutnya.

Agar pasien mendapat pengobatan dan perawatan yang lebih


TUJUAN sempurna.

Pasien Poliklinik harus mendapatkan pelayanan prima di RSUD Dabo.


KEBIJAKAN

Alur pelayanan :
PROSEDUR
Pasien Front Office Perawat/RWJ

( Pendaftaran ) ( Poliklinik )

Kasir Apotik

I. Pendaftaran
1. Menanyakan keperluan / keluhan, jika berobat dengan dokter
umum / spesialis
2. Informasikan dokter yang praktek pada saat itu, jika pasien akan
ke dokter spesialis obsgyn saat dokter tidak praktek, sarankan
untuk ke bidan sementara, atau jika pasien mencari dokter
spesialis anak saat dokter tidak praktek, sarankan ke dokter
umum dulu, untuk selanjutnya dapat dilanjutkan ke dokter
spesialis sesuai jadwalnya.
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

RSUD DABO
ALUR PASIEN RAWAT JALAN

No.Dokumen No. Revisi Halaman

Ditetapkan
PROSEDUR Tanggal terbit
TETAP UNIT Direktur RSUD DABO
RAWAT JALAN

dr. BUKIT TUA RAYANTO GULTOM

19820723 200903 1 005

3. Apakah pasien pernah berobat sebelumnya (untuk menghindari


PROSEDUR status ganda)Jika pasien baru : persilahkan mengisiform
biodata, lalu buatkan status pasien sesuai no.medical record,
serta kartu pasien untuk kontrol.
Jika pasien lama : mintakan kartu kontrol, lihat no. MR lalu cari
status pasien, jika kartu tidak dibawa, tanyakan identitas untuk
acuan data dalam mencari status pasien.
4. Tanyakan apakah pembayaran tunai atau jaminan asuransi /
perusahaan.
5. Jika pasien jaminan, jalankan sesuai prosedur masing-masing
perusahaan.
a.l : cek kartu/surat pengantar (identitas tertanggung&masa
berlaku kartu, dll)mengisi form klaim rawat inap (jika ada), atau
konfirmasi kekontak person perusahaan / asuransi untuk
verifikasi data & meminta surat jaminan, verifikasi benefit & plan
dg EDC terminal (untuk Ad-medika & Eascomedical)
6. Apabila ada hal-hal yang kurang jelas, konfirmasi dengan
kontak person asuransi / perusahaan yang bersangkutan atau
ke bagian marketing
7. Persilahkan pasien menunggu di ruang tunggu, serahkan
status ke perawat poli Koordinasi dengan perawat poliklinik
untuk mengisi form klaim rawat jalan asuransi ataupun jika ada
pasien jaminan perusahaan / asuransi dengan tarif khusus
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

RSUD DABO
ALUR PASIEN RAWAT JALAN

No.Dokumen No. Revisi Halaman

Ditetapkan
PROSEDUR Tanggal terbit
TETAP UNIT Direktur RSUD DABO
RAWAT JALAN

dr. BUKIT TUA RAYANTO GULTOM

19820723 200903 1 005

II. Perawat Poliklinik


PROSEDUR 1. Persiapan perlengkapan yang diperlukan untuk pemeriksaan
pasien
a.l : alat yang diperlukan untuk pemeriksaan pasien : stetoskop,
senter, dll form resep, form pemeriksaan lab/rontgen, surat
keterangan sakit, dll vaksin ditempatnya & Alkes yang
diperlukan (untuk pasien imunisasi)
2. Jika dokter tidak ditempat, segera hubungi dokter, lakukan
komunikasi dengan baik ke pasien jika mungkin harus
menunggu agak lama
3. Kelompokkan status pasien sesuai poliklinik yang dituju
4. Lakukan pengukuran tanda-tanda vital pasien
Pasien anak : BB, suhu, nadi, pernapasan
Pasien dewasa : BB, tekanan darah, suhu, nadi, pernapasan
5. Catat hasil pengukuran di status pasien
6. Persilahkan pasien menunggu, pasien dipanggil sesuai nomor
urut
7. Membantu dokter memeriksa pasien/asisten dokter
8. Koordinasi dengan dokter jika ada pasien perusahaan dengan
tarif khusus & ingatkan dokter untuk mengisi & menandatangani
form klaim RJ
9. Selesai pemeriksaan antar pasien ke apotik, serahkan resep ke
apotik dan persilahkan pasien menunggu di ruang tunggu.
10. Kecuali jika dokter merujuk untuk pemeriksaan penunjang
(laboratorium / rontgen) antar pasien ke tempat pemeriksaan,
koordinasi dengan petugas yang bersangkutan (analis /
radiografer), persilahkan pasien menunggu hasil koordinasi
dengan dokter perihal hasil pemeriksaan, lalu antar ke apotik,
atau dokter merujuk untuk rawat inap, maka lakukan protap
pasien rawat inap.
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

RSUD DABO
ALUR PASIEN RAWAT JALAN

No.Dokumen No. Revisi Halaman

Ditetapkan
PROSEDUR Tanggal terbit
TETAP UNIT Direktur RSUD DABO
RAWAT JALAN

dr. BUKIT TUA RAYANTO GULTOM

19820723 200903 1 005

III. Apotik
PROSEDUR 1. Untuk pasien pembayaran tunai, informasikan total biaya obat ke
pasien jika pasien setuju, persilahkan pasien melakukan
pembayaran di kasir
2. Untuk pasien jaminan dengan tarif khusus, cek kembali total biaya
obat jika tidak sesuai, koordinasi dengan perawat poli / dokter
yang meresepkan
3. Persilahkan pasien menunggu di ruang tunggu dan berikan kartu
tunggu pada pasien (oleh kasir).
4. Siapkan/racik dan kemas obat-obatan sesuai resep untuk resep
racikan lama menunggu 15 menit, resep non racikan 10 menit
5. Selesai meracik & mengemas obat, panggil pasien
6. Tanyakan & cek kwitansi pembayaran
7. Serahkan obat & informasikan cara pemberian, dosis, efek
samping, dll
8. Ingatkan pasien untuk kontrol ulang selanjutnya
Terakhir sampaikan “terima kasih & semoga lekas sembuh”

IV. Kasir
Untuk pasien pembayaran tunai:

1. Panggil pasien sesuai nomor urut, cek biaya pemeriksaan, obat


dan tindakan atau pemeriksaan penunjang, dll sesuai
pemakaian pasien
2. Informasikan total biaya ke pasien, lalu terima pembayaran dari
pasien
3. Buat kwitansi rangkap dua, serahkan yang asli ke pasien dan
copy kwitansi untuk arsip pelaporan
4. Persilahkan pasien menunggu obat sedang disiapkan petugas
apotik
STANDAR PROSEDUR OPERASIONAL

RSUD DABO
ALUR PASIEN RAWAT JALAN

No.Dokumen No. Revisi Halaman

Ditetapkan
PROSEDUR Tanggal terbit
TETAP UNIT Direktur RSUD DABO
RAWAT JALAN

dr. BUKIT TUA RAYANTO GULTOM

19820723 200903 1 005

Untuk pasien perusahaan :


PROSEDUR
1. Panggil pasien sesuai nomor urut, cek biaya pemeriksaan, obat
dan tindakan atau pemeriksaan penunjang, dll sesuai
pemakaian pasien
2. Informasikan total biaya ke pasien, lalu terima pembayaran dari
pasien
3. Buat kwitansi rangkap tiga, serahkan satu copy kwitansi ke
pasien, kwitansi asli untuk berkas klaim dan satu copy untuk
arsip pelaporan
4. Untuk pasien Ad-medika / Easco medical, lakukan verifikasi dg
EDC terminal informasikan hasil verifikasi ke pasien,
persilahkan pasien menandatangani struk
5. Persilahkan pasien menunggu obat sedang disiapkan petugas
apotik

UNIT TERKAIT 1. Perawat RWJ.


2. Front Office ( FO).