0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
90 tayangan13 halaman

Tugas Matematika K 1 Bio B Semester 1

Tugas matematika ini membahas tentang integral tak tentu dan integral parsial, termasuk integral dari fungsi trigonometri, eksponensial, dan teknik pengintegralannya seperti substitusi. Topik utama yang dibahas adalah pengertian, rumus dasar, dan contoh soal integral tak tentu, integral parsial, serta integral dari fungsi trigonometri dan eksponensial.

Diunggah oleh

Eldha Boimau
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
90 tayangan13 halaman

Tugas Matematika K 1 Bio B Semester 1

Tugas matematika ini membahas tentang integral tak tentu dan integral parsial, termasuk integral dari fungsi trigonometri, eksponensial, dan teknik pengintegralannya seperti substitusi. Topik utama yang dibahas adalah pengertian, rumus dasar, dan contoh soal integral tak tentu, integral parsial, serta integral dari fungsi trigonometri dan eksponensial.

Diunggah oleh

Eldha Boimau
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

TUGAS MATEMATIKA

“ INTEGRAL TAK TENTU ”

KELOMPOK 1

Aireny M. Babys
Anastasia F. I. Goran
Andita H. Miha
Anggilina Ton
Ayu R. Natonis
Debora Y. Kaseh
Desi M. Maikari
Damiana D. Nahak
Dewa A. D. Arsita

UNIVERSITAS NUSA CENDANA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

PRODI PENDIDIKAN BIOLOGI

2019
PENGERTIAN INTEGRAL
Integral merupakan bentuk operasi matematika yang menjadi kebalikan
(invers) dari operasi turunan dan limit dari jumlah atau suatu luas daerah
tertentu. Berdasarkan pengertian tersebut ada dua hal yang dilakukan dalam
integral sehingga dikategorikan menjadi 2 jenis integral. Pertama, integral
sebagai invers/ kebalikan dari turunan disebut sebagai Integral Tak
Tentu. Kedua, integral sebagai limit dari jumlah atau suatu luas daerah
tertentu disebut integral tentu.

Pengertian/ Definisi Integral Tak Tentu


Integral tak tentu seperti sebelumnya dijelaskan merupakan invers/kebalikan
dari turunan. Turunan dari suatu fungsi, jika diintegralkan akan menghasilkan
fungsi itu sendiri.

Integral tak tentu ini dari suatu fungsi dinotasikan sebagai berikut:

Pada notasi tersebut, dapat dibaca sebagai integral terhadap notasi x yang disebut
integran.

Secara umum integral dari fungsi f(x) ialah penjumlahan F(x) dengan C atau
ditulis:

Oleh karena integral dan turunan saling berkaitan, maka rumus integral dapat
diperoleh dari rumusan penurunan tersebut. Maka turunan ialah:

Maka rumus integral aljabar akan diperoleh:

dengan syarat .
Integral tak tentu mempunyai rumus umum:

Keterangan:

 c : konstanta

Pengintegralan standar
Jika maka:

Jika maka:

Jika maka:

Sifat-sifat UMUM integral tak tentu :

Contoh :
2. Jika di Ketahui Maka Tentukanlah Integralnya .!

3. Jika Di Ketahui Maka Tentukanlah Integralnya.!

Adapun sifat sifat integral tak tentu yang dimaksud sebagai berikut,
i). ∫kdx=kx+c dimana k adalah sebuah konstanta

ii). ∫kf(x)dx=k∫f(x)dx

iii). ∫[f(x)+g(x)]dx=∫f(x)dx+∫g(x)dx

iv). ∫[f(x)−g(x)]dx=∫f(x)dx−∫g(x)dx
Lalu pada bagian mana ini akan mempermudah penyelesaian soal soal
integral? Anda perhatikan contoh soal penerapan sifat sifat integral di bawah
ini,
Soal 1. ∫3dx
∫3dx=3x+c (sifat i)

Soal 2. ∫(x2+x)dx
berdasarkan sifat (iii) :
∫(x2+x)dx=∫x2dx+∫xdx=12+1x2+1+11+1x1+1+c=13x3+12x2+c

Soal 3. ∫(x3−2x+5)dx
∫(x3−2x+5)dx=

∫x3dx−∫2xdx+∫5dx=13+1x3+1−21+1x1+1+5x+c=14x4−22x2+5+c=14x4−22x2+5+c=
14x4−x2+5+c
INTEGRAL TAK TENTU FUNGSI TRIGONOMETRI
Teknik Pengintegralan: Metode Substitusi
Bentuk pengintegralan dengan metode subtitusi merupakan
versi pengintegralan/kebalikan dari aturan rantai pada
differnsial/turunan.

Teknik Integral Substitusi Dalam Fungsi Trigonometri

Fungsi trigonometri sebagai integran, untuk beberapa kasus, tidak bisa langsung diintegralkan
seperti rumus integral awal. Sehingga perlu juga dilakukan perubahan integran. Perubahan pada
fungsi trigonometri dapat dilakukan sesuai dengan persamaan berikut:










Sama hal dengan fungsi aljabar, fungsi trigonometri dapat menggunakan teknik substitusi ini jika
integran terdiri dari perkalian sebuah fungsi dengan fungsi turunannya sendiri. Pengoperasian
juga sama dengan fungsi aljabar. Sebagai contoh, contoh jika , untuk
mendapat integralnya dengan memisalkan:

dan

sehingga 2x dx = dU.

Berdasarkan permisalan ini, maka persamaan integralnya menjadi:

Jika hasil integral diatas disubstitusi dengan permisalan U, diperoleh:

Atau jika fungsi yang diturunkan adalah fungsi trigonometrinya langsung, maka sebagai contoh
, mendapat integralnya dengan memisalkan:
dan

sehingga sin x dx = – dU.

Berdasarkan permisalan ini, maka persamaan integralnya menjadi :

Jika hasil integral diatas disubstitusi dengan permisalan U, diperoleh :

Tentukanlah hasil dari .

Pembahasan 1:

Misalkan dan , maka

dU = -2 sin 2x dx

Sehingga,

Kemudian disubstitusi dengan nilai U menjadi :

INTEGRAL PARSIAL
Rumus integral parsial digunakan jika tidak ada metode lain yang dapat digunakan untuk
menyelesaikan soal integral yang diberikan.
Rumus integral parsial :
Contoh soal integral yang dapat di selesaikan dengan rumus integral parsial ialah sebagai berikut :

Lihatlah kembali contoh soal integral yang telah diberikan :

Selanjutnya, gunakanlah rumus integral parsial. Sehingga dapat diperoleh persamaan seperti di
bawah ini :
Contoh soal lainnya:

Langkah awalnya sama seperti pengerjaan integral parsial dengan cara yang runut, yakni
misalnya komponen menjadi ( u ) dan ( dv ).

Maka selanjutnya, kawan – kawan perlu menurunkan ( u ) sampai hasil turunannya yakni ( 0 )
dan mengintegralkan ( dv ) sampai ke proses mengikuti ( u ). Dan hasilnya dapat kita lihat
bersama sepeti tabel di bawah ini :

Hasilnya

Hasil integralnya dapat diperoleh dari perkalian dengan aturan seperti yang di tunjukkan anak
panah pada gambar di atas. Sehingga, hasil integralnya ialah :
Tentukanlah hasil dari ∫ cos² 2x sin 2x dx ?

Jawaban nya :

Misalkan U = cos 2x dan dU / dx = -2 sin 2x, maka akan menjadi :

dU = -2 sin 2x dx.
– dU / 2 = sin 2x dx.

Sehingga menghasilkan :

∫ cos² 2x sin 2x dx = ∫ U² ( – 1/2 ) dU = ( – 1/2 ) ( μ³ / 3 ) = – μ³ / 6.

kemudian μ³ / 6 lalu disubstitusikan dengan nilai ∪ akan menjadi :

– U³ / 6 = cos³ 2x / 6.

Jadi, hasil dari ∫ cos² 2x sin 2x dx ialah = – U³ / 6 = cos³ 2x / 6.


INTEGRAL DARI FUNGSI EKSPONENSIAL

A. Pengertian Fungsi Eksponensial

Fungsi eksponensial adalah fungsi yang biasa dinotasikan dalam bentuk (e pangkat x). Dalam
mengintegralkan fungsi eksponen, terdapat dua rumus dasar yang dapat membantu dalam
menyelesaikan persoalan-persoalan mengenai fungsi eksponensial. Kedua rumus dasar tersebut
antara lain :

Adapun cara yang lebih singkat untuk menyelesaikan persoalan tentang fungsi
eksponensial, kita dapat menggunakan rumus seperti di bawah ini :

Dalam menyelesaikan fungsi eksponensial, dapat dilakukan dengan berbagai macam


cara, yakni dengan cara substitusi atau permisalan, dengan cara langsung, dengan menggunakan
metode parsial, ataupun dengan menggunakan rumus-rumus yang telah dijelaskan.
Untuk lebih jelas lagi mengenai integral fungsi eksponensial, kita dapat langsung
mengaplikasikan rumus-rumus tersebut.

Contoh soal:
1.

Penyelesaian:

Anda mungkin juga menyukai