INTEGRAL
Disusun Oleh :
1.Febrianto Samuel Sinabang (2101070005)
2.Sarah Gita A purba (2101070014)
3.Levi Pandapotan Sihombing (21010700
PRODI PENDIDIKAN MATEMATIKA
UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN PEMATANG SIANTAR
2022/2023
KATA PENGANTAR
Segala Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa
yang telah melimpahkan Rahmat dan Kasih Karunia-Nya sehingga kami dapat
menyelesaikan pembuatan makalah ini, dan dalam menyusun dan penulisan
makalah ini tidak sedikit menemukan kesulitan yang kami hadapi.
Namun berkat bantuan dan dorongan dari segala pihak akhirnya kami dapat
menyelesaikannya dengan baik. Kami menyadari bahwa makalah ini masih banyak
kekurangan. Untuk itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari
berbagai pihak demi kesempurnaan makalah ini di masa yang akan datang.
Akhir kata kami penulis berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi
kita semua.
Pematang Siantar, 04 Oktober 2022
Penulis
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Matematika merupakan ilmu pengetahuan yang memiliki sifat universal,
dimana matematika ini memiliki peran penting di semua bidang ilmu
pengetahuan.Melalui perkembangan penalaran dan abstraksi, matematika berke
mbang dari pencacahan, perhitungan, pengukuran dan pengkajian sistematis
terhadap bangun dan pergerakan benda- benda fisika. Matematika secara praktis
menjadi salah satu kegiatan manusia sejak adanya rekaman tertulis.
Kini, matematika digunakan di seluruh dunia sebagai alat penting di berbagai
bidang,termasuk ilmu alam, teknik, kedokteran/medis, dan ilmu sosial seperti
ekonomi, dan psikologi. Matematika terapan, cabang matematika yang
melingkupi penerapan pengetahuan matematika ke bidang-bidang lain,
mengilhami dan membuat penggunaan temuan-temuan matematika baru, dan
kadang-kadang mengarah pada pengembangan disiplin- disiplin ilmu yang
sepenuhnya baru, seperti statistika dan teori permainan.
Salah satu cabang dari Ilmu Matematika yang patut di pelajari adalah Integral.
Integral adalah lawan dari proses diferensial. Integral terbagi atas beberapa jenis
yaitu integral tentu dan integral tak tentu. Perbedaan antara integral tentu dan
integral tak tentu yaitu jika integral tentu memiliki batasan-batasan ,integral
tak tentu tidak memiliki batasan – batasan.
Penguasaan mata pelajaran Matematika khususnya mengenai integral bagi
peserta didik juga berfungsi membentuk kompetensi program keahlian. Dengan
mengajarkan Matematika khususnya dalam hal integral diharapkan peserta
didikdapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari dan mengembangkan
diri di bidang
keahlian dan pendidikan pada tingkat yang lebih tinggi. Oleh karena itu, disini
kami akanmembahas lebih lanjut mengenai integral.
B. RUMUSAN MASALAH
1. Apa yang dimaksud dengan integral?
2. Apa yang dimaksud dengan integral tentu?
3. Apa yang dimaksud dengan integral tak tentu?
4. Apa yang dimaksud dengan integral Luas daerah?
5. Bagaimana cara menyelesaikan volume benda putar dengan integral?
6. Bagaimana cara menyelesaikan luas daerah bangun datar?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengertian integral
2. Untuk mengetahui integral tentu
3. Untuk mengetahui integral tak tentu
4. Untuk mengetahui integral luas daerah
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Integral
Sebuah fungsi F(X) disebut sebagai integral dari f(x) selagi apabila turunan
pertama F'(x) = f(x). Jadi sebuah persamaan jika diturunkan kemudian
diintegralkan akan mengahasilkan persamaan seperti bentuk awal.
Contoh Sobat punya persamaan f(x) = x2 + 2x, ketika persamaan itu di
turunakan maka akan menghasilkan f '(x) = 2x + 2. Dengan menggunakan integral
akan dapat mengembalikan bentuk 2x + 2 ke bentuk x2 + 2x. Jika turunan
menurunkan 1 tingkat eksponen dari x2 ke x maka integral akan mengembalikan
tingkat eksponen satu tingkat lebih tinggi, misal x menjadi x2, x2 menjadi x3, dan
seterusnya. Ada dua macam integral yaitu integral tak tentu dan integral tentu.
B. Jenis-Jenis Integral
a. Integral tak tentu
∫ f(x) dx = f(x) + c
b. Integral Tentu
C. Sifat-sifat integral Tak Tentu dan Tertentu
D. Rumus Dasar Integral
E. Integral Fungsi Trigonometri
Berikut rumus integral dari trigonometri yang sering dipakai dalam soal-soal
matematika.
a) Integral dengan variabel sudut x atau sudut ax
∫ sin x dx = – cos x + c
∫ cos x dx = sin x + c
∫ sin ax dx = – (1/a) cos ax + c
∫ cos ax dx = (1/a) sin ax + c
∫ secs2 x dx = tan x + c
b) Integral dengan Bentuk Pangkat
∫sinn x. cos x dx = (1/(n+1)) sinn+1 x + c
∫ cosn x.sin x dx = (-1/(n+1)) cosn+1 + c
∫ sinn x dx = ∫ sinn-1 x. sin x dx (jika n ganjil)
∫ cosn x dx = ∫ cosn-1x . cos x dx (jika n ganjil)
∫ sinn x dx = ∫ (sin2 x)n/2 dx (jika n genap)
∫ cosn x dx = ∫ (cos2 x)n/2 dx (jika n genap)
F. Metode-Metode Integral
Ada dua metode integral yang sering digunakan dalam menyelesaikan soal.
Mereka adalah metode substitusei (penggantian) dan metode parsial. Berikut
penjelasannya
a. Metode Substitusi
Untuk mengintegralkan sebuah alajabar sobat bisa menggunakan
metode penggantian atau substitusi.
Misalkan u = g(x) dengan g(x) merupkan fungsi yang mempunyai
turunan maka
∫ f(g(x)).g'(x) = ∫ f(u).du = F(u) + c
Contoh Soal :
Kunci dari pemecahan soal di atas adalah permisalan 1/x kita misalkan
dengan u. Jadi untuk memecahkan soal-soal integral dengan cara ini sobat
harus pandai-pandai membuat permisalan. Berikut contoh lainnya:
kita misalkan 3x2 + 9x -1 sebagai u
sehingga du = 6x + 9
2x + 3 = 1/3 (6x + 9) = 1/3 du
sekranga kita ganti kembali u dengan 3x2 + 9x -1 sehingga didapatkan
jawaban:
b. Metode Parsial
Teknik atau metode lain yang bisa digunakan untuk melakukan
integral adalah dengan metode parsial. Teknik ini biasanya digunakan
untuk mencari suatu fungsi yang tidak dapat dicari integralnya jika
menggunakan cara substitusi seperti pada huruf a di atas.
Jika u = f(x) dan v = g(x) maka berlaku rumus integral parsial:
∫ u.dv = u.v – ∫ v. du
Contoh Soal:
Berapa hasil dari ∫ x sin x ?
kita misalkan u = x maka du = dx
dv = sin x maka v = -cos x
(lihat rumus integral trigonometri sebelumnya)
kita masukkan ke rumus
∫ u.dv = u.v – ∫ v. du
∫ x sin x = x (-cos x) – ∫ (-cos x) dx = -x . cos x + sin x + c
G. Integral Fungsi Aljabar Dan Eksponen
Contoh :
1. jika kita punya aljabar 2x + 5 ketika diitegralkan akan mendapatkan hasil
sebagai berikut:
2. ∫ 3e4x dx Kita misalkan 4x = u sehingga persamaan di atas menjadi
∫ 3e4x dx = ∫ 3eu du/4
= 3/4 ∫ 3eu du
= 3/4 eu + c
= 3/4 e4x + C
Misalkan terdapat suatu fungsi f(x). Jika kita akan menentukan luas daerah
yang dibatasi oleh grafik f(x) maka dapat ditentukan dengan
Dengan a dan b merupakan gari vertikal atau batas luasan daerah yang
dihitung dari sumbu-x. Misalkan integral dari f(x) disimbolkan dengan F(x) atau
jika dituliskan
Maka
Keterangan:
a, b : batas atas dan batas bawah integral
f(x) : persamaan kurva
F(x) : luasan di bawah kurva f(x)