Anda di halaman 1dari 14

RENCANA KERJA DAN SYARAT

PERENCANAAN BELANJA MODAL


RENOVASI BANGUNAN GEDUNG
PARTISI RUANG

DINAS KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA


KABUPATEN GRESIK
2018

1|Page
RKS PERENCANAAN BELANJA MODAL RENOVASI BANGUNAN
GEDUNG PARTISI RUANG DINAS KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA
GRESIK 2018
SYARAT-SYARAT TEKNIS PEKERJAAN
BAB 1
RUANG LINGKUP PEKERJAAN
1.1 Rencana Kerja dan Syarat-syarat ini beserta gambar kerjanya digunakan sebagai pedoman dasar ketentuan
dalam melaksanakan pekerjaan ini. Gambar-gambar detail merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
Rencana kerja dan Syarat-syarat ini.
1.2 Jika terdapat perbedaan-perbedaan antara Gambar kerja dengan Rencana Kerja dan Syarat ini, maka
Pemborong berkewajiban menanyakan secara tertulis kepada Perencana/Direksi, dan Pemborong
diwajibkan mentaati keputusan Perencana / Direksi yang bersangkutan.
1.3 Jika ada perbedaan antara Gambar kerja dan gambar detail, maka gambar detail yang menjadi pedoman.
1.4 Apabila ukuran-ukuran jumlah yang diperlukan dan bahan-bahan yang dipakai dalam RKS tidak sesuai
dengan gambar, maka RKS yang menjadi Pedoman.
1.5 Apabila terdapat skala gambar dan ukuran gambar yang tidak sesuai, maka ukuran dengan angka yang
dipergunakan.
1.6 Sebelum melaksanakan pekerjaan rekanan diharuskan meneliti kembali semua dokumen yang ada (Gambar
Kerja dan Syarat-syarat) untuk disesuaikan dengan Dokumen yang ada.

BAB 2
PERATURAN TEKNIS UMUM
Untuk pelaksanaan pekerjaan ini digunakan lembar-lembar ketentuan-ketentuan dan Peraturan seperti yang
tercantum dalam Normalisasi Indonesia (NI), Standart Industri Indonesia (SII) dan Peraturan-Peraturan Nasional
lainnya yang termasuk segala perubahan-perubahannya hingga kini, antara lain seperti:
2.1 Peraturan Semen Portland Indonesia (NI.8-1970).
2.2 PKKI Tahun 1971.
2.3 Standart Industri Indonesia (SNI).
2.4 Peraturan Umum Instalasi Listrik Indonesia (PUIL) 1987.
2.5 Peraturan Umum Pemeriksaan Bahan Bangunan (NI.3-1972).
2.6 Peraturan Perburuhan Indonesia (tentang pengerahan tenaga kerja) antara lain tentang larangan memberi
kesempatan kerja kepada anak-anak dibawah umur.
2.7 Peraturan-peraturan Pemerintah Daerah setempat mengenai bangunan-bangunan.

BAB 3
PENJELASAN RENCANA KERJA DAN SYARAT-SYARAT
3.1 Rencana Kerja dan Syarat-syarat ini beserta gambar kerjanya digunakan sebagai pedoman dasar ketentuan
dalam melaksanakan pekerjaan ini. Gambar-gambar detail merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari
Rencana Kerja dan Syarat-syarat ini.
3.2 Jika terdapat perbedaan-perbedaan antara Gambar Kerja dengan Rencana Kerja dan Syarat ini, maka
Pemborong berkewajiban menanyakan secara tertulis kepada Perencana/Direksi, dan Pemborong
diwajibkan mentaati keputusan Perencana / Direksi yang bersangkutan.
3.3 Jika ada perbedaan antara gambar rencana dan gambar detail, maka gambar detail yang menjadi Pedoman.
3.4 Apabila ukuran-ukuran jumlah yang diperlukan dan bahan-bahan yang dipakai dalam RKS tidak sesuai
dengan gambar, maka RKS yang menjadi Pedoman.
3.5 Apabila terdapat skala gambar dan ukuran gambar yang tidak sesuai, maka ukuran dengan angka yang
dipergunakan.
3.6 Sebelum melaksanakan pekerjaan rekanan diharuskan meneliti kembali semua dokumen yang ada (Gambar
Kerja dan Syarat-syarat) untuk disesuaikan dengan Dokumen yang ada.

BAB 4
PEKERJAAN PERSIAPAN
4.1 Keterangan Umum
Bagian ini mencakup sarana prasarana pelengkap untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
4.2 Obat PPPK (P3K)
Kontraktor wajib menyiapkan obat-obatan dan keperluan lain yang berhubungan dengan pertolongan
pertama kepada kecelakaan (P3K) yang selalu siap dipergunakan.
4.3 Keamanan dan tata tertib lapangan
Kontraktor diwajibkan mengadakan pengamanan lokasi pekerjaan antara lain mengadakan penjagaan siang
malam, penerangan malam, penyediaan pemadam kebakaran sesuai ketentuan dan jaring-jaring
pengamanan sesuai kebutuhan pelaksanaan pekerjaan.
4.4 Uitzet / Pengukuran
Kontraktor akan melakukan pengukuran pada area yang akan dilakukan perbaikan.
2|Page
RKS PERENCANAAN BELANJA MODAL RENOVASI BANGUNAN
GEDUNG PARTISI RUANG DINAS KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA
GRESIK 2018
4.5 Pembersihan Lokasi
Kontraktor wajib membersihkan lokasi proyek dari kotoran-kotoran yang disebabkan oleh kegiatan
pekerjaan dan semua kotoran harus dibuang keluar lokasi proyek sesuai tempat yang ditunjuk oleh direksi
dengan biaya kontraktor sendiri.

BAB 5
PEKERJAAN MEUBEL
5.1 Umum
5.1.1 Semua pekerjaan kayu finishing harus dilaksanakan di pabrik/workshop yang memenuhi standard
dan dikerjakan secara maksimal, pekerjaan perbaikan kecil-kecilan serta penyetelan boleh
dilakukan di site.
5.1.2 Jangan mengukur dengan skala-skala gambar yang ada, gunakanlah ukuran yang sudah tercantum
di gambar detail, semua ukuran harus dicek di lapangan oleh Kontraktor/Penyedia Barang/Jasa.
Apabila terdapat perbedaan terhadap layout dengan gambar detail dan kondisi lapangan, maka
Kontraktor/Penyedia Barang/Jasa wajib memberitahukan kepada Konsultan Perencana/Direksi
untuk dapat dipecahkan bersama.
5.1.3 Kontraktor/Penyedia Barang/Jasa wajib membuat mock up untuk setiap satu model furniture dan
harus dilihat dan disetujui oleh perencana dan Direksi sebelum melanjutkan pekerjaan.
5.2 Lingkup Pekerjaan
5.2.1 Pekerjaan yang dimaksud dengan spesifikasi ini mencakup pengadaan barang-barang, tenaga kerja,
perabotan, serta perlengkapan pengiriman serta instalasi dari furniture/meubelair di site sesuai
dengan layout.
5.2.2 Pengadaan furniture sesuai jenis yang diterangkan di gambar yaitu :

Sketsel dengan volume 14.4 m3 (p= 2.4m)

Sketsel dengan volume 7.2 m3 (p= 1.8m)

Sketsel dengan volume 3.8 m3 (p= 1.9m)

Sketsel dengan volume 3.9 m3 (p= 1.3m)

Rak panel 6.615m2

Wallpanel Multipleks 12mm finishing decosheet

Partisi dinding gypsum 9mm dengan rangka c.75.5

Singgle Bad/tempat tidur 1 orang (Fabrikasi)

Meja Nakas (fabrikasi)

Lemari pakaian (gantung dan rak)

Meja dan kursi kerja/belajar (fabrikasi)

Sofa satu seaters, ketentuan bahan kulit/oscar (Fabrikasi)

Coffee table/meja sudut (Fabrikasi)

Meubelair panggung/stage

Almari

Gordyn & Vitage lengkap dengan rel holding room

Meja TV Holding Room
5.2.3 Pengiriman, penyimpanan, serta pengaman satuan meubelair harus dilakukan sehingga tidak
mengakibatkan kerusakan.
5.2.4 Meubelair harus disimpan hingga pekerjaan fisik sudah siap untuk menerimanya.
5.2.5 Lindungi semua permukaan meubelair untuk mencegah kotoran, goresan, serta panas matahri dan
hujan selama pengiriman.
5.2.6 Simpan di tempat yang kering dan bersih hingga tidak merusak meubelair.
5.3 Produk
5.3.1 Kualitas
a. Untuk Meubelair Panggung/Stage Auditorium, bentuk mengikuti gambar, finished melamin.
b. Kayu yang dipakai harus yang sudah dikeringkan, melalui proses pengawetan dan
pengeringan baik secara alam maupun mesin hingga mencapai kelembaban antara 12%-15%
(WMC), dan bebas dari cacat.
c. Demikian pula plywood yang akan digunakan harus berkualitas baik (tidak cacat). Yang
dimaksud dengan plywood adalah kayu lapis bukan woodblock/blocktieak,
Kontraktor/Penyedia Barang/Jasa harus dapat menunjukkan contoh kepada Direksi maupun
pemberi tugas sebelum malaksanakan tugas.
d. Plywood yang digunakan harus cacat, pecahan pinggiran rusak, menggelembung dan lain
kerusakan.
e. Rel laci dari besi tipe double sock dengan ball bearing rollers yang tidak akan menimbulkan
3|Page
RKS PERENCANAAN BELANJA MODAL RENOVASI BANGUNAN
GEDUNG PARTISI RUANG DINAS KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA
GRESIK 2018
bunyi bilamana laci-laci keyboard dan mobile drawer, rel laci yang direkomendasikan ex.
Hafele atau setara.
f. Semua laci dan daun pintu dari plywood (finishing lihat gambar detail rancangan).
g. Kayu yang dipakai harus bebas dari cacat retak dan pecah.
h. Ukuran laci file harus mengikuti standar. Apabila terdapat perbedaan ukuran standar dengan
gambar detail rancangan, Kontraktor/Penyedia Barang/Jasa wajib memberitahukan konsultan
perencana.
5.3.2 Bahan
a. Kayu Mahoni dan plywood megateak (ukuran ketebalan sesuai dengan gambar detail)
b. HPL yang dipakai sebagai pelapis plywood menggunakan merk “TACO” atau setara
c. Busa pelapis kursi/jok menggunakan tebal 9 cm merk “Yellow” atau setara
d. Pengecatan, sekrup, lem haverin, Aica Aibon atau sejenis yang telah disetujui.
e. Kunci central lock “Havele” untuk laci atau setara yang telah disetujui.
f. Plywood 1,5 mm untuk samping-samping laci
g. Plywood untuk dasar laci.
h. Rel laci : double sock “Havele” atau sejenis yang telah disetujui.
i. Tarikan laci atau pintu “U” type, chrome finish, atau yang lain sesuai dengan spesifikasi.
j. Engsel, 168 derajat, 360 derajat Havele Scharniere, Ferari atau sejenisnya yang telah disetujui.
k. Flap bracket : Havele atau yang telah disetujui.
5.3.3 Ukuran/dimensi
a. Untuk dimensi furniture lihat gambar-gambar detail dan Kontraktor/Penyedia Barang/Jasa
diwajibkan untuk mengecek dengan ukuran terakhir di site sebelum mengerjakan furniture.
b. Kontraktor/Penyedia Barang/Jasa wajib menunjukkan semua pekerjaan sebelum melakukan
pekerjaan finishing.
5.3.4 Fabrikasi General
a. Kontraktor/Penyedia Barang/Jasa harus menyediakan semua bahan komplit dengan peralatan ,
perlengkapan serta instalasinya.
b. Semua pekerjaan konstruksi harus secara machinal, dipotong secara ukuran-ukuran yang
uniform komplit dengan finishing material dan joint. Dan hindari penggunaan paku sebagai
alat sambung.
c. Kayu yang dipakai harus searah tanpa sambungan, kecuali bila diakhiri oleh bagian yang lain.
d. Hasil pekerjaan meubelair harus dijamin kerapian, kekuatan dan presisinya.
e. Hasil finishing terakhir harus mempunyai derajat kesamaan warna yang sama antara satu sama
lainnya (kualitas yang sama).
5.3.5 Penyetelan dan Pembersihan
a. Semua permukaan kayu harus bebas dari goresan-goresan, noda-noda dan cacat.
b. Semua perabot harus dilindungi/ditutup dari kemungkinan kerusakan, hingga saat serah terima.
c. Pembungkus serta lindungan harus digunakan untuk menjaga di dalam pengiriman.
d. Semua bagian-bagian lain harus bebas dari kotoran dan flek.
e. Semua sampah akibat pekerjaan instalasi dari perabot harus dikumpulkan dan disingkirkan dari
lokasi setiap hari.
f. Setiap ruang atau area yang telah siap instalasi perabotnya harus dibersihkan secara teratur dan
siap pakai dalam tempo yang minimal.
g. Kontraktor/Penyedia Barang/Jasa harus menyetel semua perabotan sesuai perencanaan.
5.4 Pekerjaan Kayu
5.4.1 Uraian Pekerjaan
 Lingkup Pekerjaan Uraian ini mencakup persyaratan teknis untuk pelaksanaan pekerjaan profil
kayu pada umumnya.
 Uraian pekerjaan lain yang termasuk dipakai di dalam pekerjaan ini adalah Persyaratan Teknis
Pelaksanaan Pekerjaan Pengecatan Kayu.
5.4.2 Ketentuan
 Pekerjaan profil kayu ini harus dikerjakan oleh tenaga ahli yang cukup berpengalaman dalam
bidangnya.
 Semua profil yang akan dipasang harus dikerjakan finishingnya terlebih dahulu, baik
pendempulan, perataan, penghalusan maupun pengecatannya, kecuali diizinkan oleh Konsultan
Direksi / Perencana. Penyelesaian akhir dari pasangan profil diperlukan untuk
menutup/lmemperbaiki cacat-cacat yang timbul sebagai akibat bekas-bekas paku atau sambungan
yang terjadi dalam rangka pelaksanaan pomasangan profil pada tempat kedudukannya.
5.4.3 Penyerahan
Sebelum pemasangan profil kayu dilaksanakan, Pelaksana Pekerjaan harus menyerahkan :
4|Page
RKS PERENCANAAN BELANJA MODAL RENOVASI BANGUNAN
GEDUNG PARTISI RUANG DINAS KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA
GRESIK 2018
 Contoh dan katalog dari profil kayu
 Contoh pemasangan pada suatu bidang pasangan. Pelaksanaan selanjutnya baru dapat dilakukan
setelah penyerahan disetujui.
5.5 Material
5.5.1 Profil Kayu
 Profil kayu yang dipakai adalah dari kayu Mahoni mutu A menurut NI-5 PKKI 1961, kering oven
dengan kadar air 15%.
 Ketentuan bentuk profil kayu dan penempatan pemakaiannya disesuaikan dengan gambar rencana.
 Perekat dan penyambung profil kayu ini dipakai lem kayu Herferin atau Rackol (genis kayu ke
kayu).
 Cat yang, dipakai adalah dari jenis melamic produk Nippon Paint dengan warna akan ditentukan
oleh Konsultan Perencana pada saat pelaksanaan.
5.5.2 Pelaksanaan atau Pemasangan
 Pada prinsipnya profil kayu sebelum dipasang pada tempatnya harus sudah dicat dulu, setidaknya
sampai dengan tahap sebelum akhir (finishing).
 Cara pengecatan dengan kuas atau disemprot) harus sesuai dengan yang direkomendasi oleh pabrik
catnya. Agar diperhatikan tahapan serta penggunaan macam komponen catnya.
 Untuk profil dengan kombinasi beberapa macam/tipe profil agar diperhatikan urutan
pemasangannya, untuk mencegah kekeliruan yang nantinya dapat berakibat pembongkaran.
 Pemasangan ditakukan menggunakan perekat dengan memperhatikan tata cara aturan pakai yang
ditentukan oleh pabrik pembuat perekatnya.
 Untuk memantapkan pelekatan dapat dibantu dengan paku dengan ukuran yang cukup, kepala
paku dibuang, dan agar tidak ada resiko profil pecah supaya tempat yang akan dipaku dilubangi
dulu dengan bor secukupnya (tidak harus tembus). Lubang bekas paku didempul dengan warna
yang sama.
5.6 Pekerjaan Wallpaper
5.6.1 Bahan
a. Material wallpaper menggunakan wallpaper dengan kualitas yang baik , menyangkut merk yang
akan digunakan agar terlebih dahulu mendapat persetujuan Pengawas
b. Warna dan motif wallpaper sesuai gambar desain namun dapat berubah sesuai permintaan pemberi
pekerjaan
5.6.2 Pemasangan Wallpaper
a. Sebelum pemasangan wallpaper terlebih dahulu dinding dibersihkan dari kotoran debu atau
kotoran
lainnya sesuai dengan petunjuk Pengawas.
b. Pemasangan wallpaper dilakukan pada dipasang dengan rapi tanpa ada goresan dan gelembung
dan sesuai dengan gambar rencana.
c. Warna/Motif akan ditentukan kemudian.
5.7 Pekerjaan Wallpanel
5.7.1 Bahan
a. Material wallpanel menggunakan wallpanel dengan kualitas yang baik , menyangkut merk yang
akan digunakan agar terlebih dahulu mendapat persetujuan Pengawas
b. Motif wallpanel sesuai gambar desain namun dapat berubah sesuai permintaan pemberi pekerjaan
5.7.2 Pemasangan Wallpanel
a. Sebelum pemasangan wallpanel terlebih dahulu dinding dibersihkan dari kotoran debu atau
kotoran lainnya sesuai dengan petunjuk Pengawas.
b. Pemasangan wallpanel dilakukan pada dinding dipasang dengan rapi tanpa ada kerusakan dan
sesuai dengan gambar rencana.

BAB 7
PEKERJAAN ELEKTRIKAL
7.1 Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan instalasi sistim ini meliputi seluruh pengangkutan dan pengadaan bahan-bahan serta peralatan-
peralatan utama, peralatan bantu, peralatan untuk instalasi, tenaga kerja, pembuatan alat-alat, pemasangan,
termasuk pengadaan listrik dan air untuk keperluan pengujian dan keperluan kerja.
Keterangan-keterangan yang tidak dicantumkan di dalam spesifikasi maupun dalam gambar tetapi perlu
untuk pelaksanaan pekerjaan instalasi secara keseluruhan harus juga dimasukkan ke dalam pekerjaan ini.
Perincian umum pekerjaan instalasi ini adalah sebagai berikut (perincian lebih lanjut dapat dilihat pada
7.1.1 Syarat-syarat Khusus Teknik) :

5|Page
RKS PERENCANAAN BELANJA MODAL RENOVASI BANGUNAN
GEDUNG PARTISI RUANG DINAS KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA
GRESIK 2018
a. Instalasi Lampu Dan Stop Kontak
a. Instalasi Sakalar
7.2 Pelaksanaan Pekerjaan Elektrikal
1. Umum
a. Instalasi yang dinyatakan di dalam spesifikasi ini harus dilaksanakan sesuai dengan undang-
undang dan peraturan-peraturan yang berlaku saat ini di Indonesia serta tidak ertentangan
dengan ketentuan-ketentuan dari Jawatan Keselamatan Kerja.
b. Cara dan teknik pemasangan harus memenuhi syarat-syarat yang tercantum dan telah
ditetapkan sebagai peraturan pemasangan instalasi ini oleh Badan yang berwenang dalam hal
ini, bila tidak ada petunjuk dari Konsultan Pengawas.
c. Pelaksanaan pekerjaan harus ditangani oleh tenaga-tenaga akhli dalam instalasi Elektrikal,
untuk dapat dipertanggung-jawabkan.
d. Tenaga akhli harus ditempatkan di lapangan oleh Kontraktor sehingga dapat berdiskusi
dengan Konsultan Pengawas pada waktu pelaksanaan pekerjaan.
e. Kontraktor diharuskan melaksanakan pekerjaan test penuh di bawah persyaratan operasionil.
Testing harus dilaksanakan di hadapan Konsultan Pengawas.
f. Penggantian material yang kurang baik atas kesalahan pemasangan adalah tanggung-jawab
Kontraktor dan Kontraktor harus mengganti / memperbaiki hal tersebut di atas.
g. Semua biaya dan pengurusan perijinan, lisensi, pengujian, adalah tanggung-jawab Kontraktor.
h. Semua syarat-syarat penerimaan bahan-bahan, peralatan, cara-cara pemasangan, kualitas
pekerjaan dan lain-lain, untuk sistim instalasi Elektrikal ini harus sesuai dengan standar-
standar sebagai berikut :
 Peraturan Umum Instalasi Listrik th. 2000.
 Peraturan yang telah ditentukan PLN lainnya.
 Peraturan-peraturan yang telah ditentukan Pemda Gresik.
 Penanggulangan Bahaya Kebakaran, peraturan setempat No. 3 tahun 1975.
 Pedoman Pengawasan Instalasi Listrik, Departemen Tenaga Kerja & Transmigrasi
No. 59/DP/1980.
 Pedoman dan Petunjuk Keselamatan Kerja PLN No. 48.
 Peraturan-peraturan yang ditentukan dalam spesifikasi ini maupun yang terdapat
dalam gambar-gambar.
 Pedoman penanggulangan bahaya kebakaran th. 1980 (Dept. PU).
 Ketentuan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran pada Bangunan Gedung
tahun 1985 (Departemen PU).
 Peraturan-peraturan lain yang berlaku setempat
Semua peralatan dan mesin yang dipasang untuk sistim Elektrikal ini selain dari
persyaratan-persyaratan tersebut di atas, juga tidak boleh menyimpang dari persyaratan
yang dikeluarkan oleh pabrik pembuatnya.
2. Instalasi Listrik
Yang dicakup dalam pekerjaan ini adalah pengertian bekerjanya sistem listrik sebagai suatu sistem
keseluruhan maupun bagian-bagiannya, seperti yang tertera pada gambar-gambar maupun yang
dispesifikasikan. Termasuk pekerjaan ini adalah pengadaan barang / material, instalasi, testing /
pengujian, pengesahan terhadap seluruh material berikut pemasangan/instalasinya oleh badan
resmi PLN, LMK dan / atau Badan Keselamatan Kerja, serta serah-terima dan pemeliharaan /
garansi selama 12 bulan.
Ketentuan-ketentuan yang tidak tercantum di dalam gambar maupun pada spesifikasi / syarat-
syarat teknis tetapi perlu untuk pelaksanaan pekerjaan instalasi secara keseluruhan harus juga
dimasukkan ke dalam pekerjaan ini. Secara umum pekerjaan yang harus dilaksanakan pada proyek
ini adalah :
Pengadaan dan pengangkutan ke lokasi proyek, pemasangan bahan, material, peralatan dan
perlengkapan sistem listrik sesuai dengan peraturan / standar yang berlaku seperti yang ditunjuk
pada syarat-syarat umum untuk menunjang bekerjanya system / peralatan, walaupun tidak
tercantum pada Syarat-syarat Khusus Teknik atau gambar dokumen.
Pekerjaan ini meliputi :
a. Pekerjaan di Dalam Gedung.
 Pengadaan dan pemasangan serta penyetelan panel-panel daya / penerangan.
Termasuk di dalam pekerjaan ini adalah penarikan kabel / konduktor pentanahan
netral / badan panel.

6|Page
RKS PERENCANAAN BELANJA MODAL RENOVASI BANGUNAN
GEDUNG PARTISI RUANG DINAS KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA
GRESIK 2018
 Pengadaan dan pemasangan kabel-kabel daya jenis NYY untuk penghubung
antarpanel daya / penerangan.
 Pengadaan dan pemasangan seluruh instalasi penerangan dan stop kontak. Termasuk
pekerjaan ini adalah pengadaan dan pemasangan armatur penerangan, baik
penerangan normal maupun darurat.
 Pengadaan dan pemasangan instalasi penangkal petir jenis Early Steamer Emssion,
lengkap berikut pentanahan dan bak kontrolnya.
b. Pekerjaan di Luar Gedung.
 Pengadaan dan pemasangan seluruh terminasi kabel tegangan menengah jenis indoor
untuk kabel yang dipasangkan ke panel 20 kV PLN.
 Pengadaan dan pemasangan instalasi pentanahan untuk instalasi daya.
 Pengadaan dan pemasangan instalasi penerangan luar.
3. Ketentuan-ketentuan instalasi listrik
a. Peralatan Instalasi Tegangan Rendah meliputi pengadaan dan pemasangan power receptacle
outlet (stop-kontak), saklar, kotak-kotak tarik (pull box), cabinet / panel daya, kabel, alat-alat
bantu dan semua peralatan lain yang diperlukan untuk mendapatkan penyelesaian yang
memuaskan dari sistem instalasi daya tegangan rendah 220 / 380 V dan penerangan.
 Kotak-kotak (doos) Outlet.
1). Jenis.
Kotak-kotak outlet harus sesuai dengan persyaratan VDE, PUIL, AVE atau standar lain.
Kotak-kotak ini bisa berbentuk single / multi gang box empat persegi atau segi delapan.
Ceiling box dan kotak-kotak lainnya yang tertutup rapi harus dipasang dengan baik dan
benar.
2). Ukuran.
Setiap kotak outlet harus diberi bukaan untuk konduit hanya di tempat yang diperlukan.
Setiap kotak harus cukup besar untuk menampung jumlah dan ukuran conduit, sesuai
dengan persyaratan, tetapi tidak kurang dari ukuran yang ditunjuk atau dipersyaratkan.
3). Tipe Tahan Cuaca (Weatherproof Type).
Kotak-kotak outlet di tempat-tempat tersebut di bawah ini harus dari tipe yang diberi
gasket tahan cuaca :
-tempat-tempat yang kena matahari.
-tempat-tempat yang kena hujan.
-tempat-tempat yang kena minyak.
-tempat-tempat yang kena udara lembab.
-tempat-tempat yang ditunjuk di dalam gambar.
4). Outlet Pada Permukaan Khusus.
Kotak outlet untuk stop kontak dan saklar-saklar yang dipasang pada partisi, blok beton,
marmer, frame besi, bata atau dinding kayu harus berbentuk persegi dan harus
mempunyai sudut dan sisi-sisi tegak.
 Saklar dan Stop Kontak.
1). Bahan Doos.
Kecuali tercatat atau disyaratkan lain, maka kotak-kotak outlet untuk saklar dinding dan
receptacles otlet harus dari bahan galvanized steel dan tidak boleh berukuran lebih dari
10,1 cm x 10,1 cm untuk peralatan tunggal dan 11,9 cm x 11,9 cm untuk dua peralatan
dan kotak-kotak multi gang untuk lebih dari dua peralatan.
2). Cara Pemasangan.
Saklar-saklar harus dari jenis rocker mechanism dengan rating minimum 10 A / 250 V.
Saklar pada umumnya dipasang rata terhadap permukaan tembok, kecuali ditentukan
lain pada gambar.
Jika tidak ditentukan lain, bingkai saklar harus dipasang pada ketinggian 140 cm di atas
lantai yang sudah selesai. Saklar-saklar tersebut harus dipasang pada doos (kotak) yang
sesuai. Sambungan hanya diperbolehkan antara kotak yang berdekatan. Stop kontak
harus dipasang rata terhadap permukaan dinding dengan ketinggian 110 cm atau 30 cm
dari permukaan lantai yang sudah selesai atau sesuai dengan petunjuk Konsultan
Pengawas. Saklar dan Stop Kontak ex CLIPSAL atau MK atau setara.
3). Jumlah Kutub.
Stop kontak satu fasa harus dari jenis tiga kutub (fasa, netral dan pentanahan) dengan
rating minimum 10 A / 220 V. Cara pemasangan harus disesuaikan dengan peraturan
PUIL dan diberi saluran pentanahan.

7|Page
RKS PERENCANAAN BELANJA MODAL RENOVASI BANGUNAN
GEDUNG PARTISI RUANG DINAS KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA
GRESIK 2018
4). Pendukung dan Pengikat.
Kotak-kotak pelat baja harus didukung atau diikat dengan cukup supaya mempunyai
entuk yang tetap.
 Kabel-kabel.
Kabel pada instalasi daya dan penerangan bertegangan rendah meliputi kabel tegangan
rendah, kabel kontrol, accessories, peralatan-peralatan dan barang-barang lain yang
diperlukan untuk melengkapi dan menyempurnakan pemasangan serta operasi dari
semua sistem dan peralatan.
1). Syarat Kabel Instalasi Tegangan Rendah (sampai 600 V).
di Kabel tegangan rendah yang digunakan harus memenuhi persyaratan PUIL, IEC,
VDE , SPLN dan LMK untuk penggunaan sebagai kabel instalasi dan peralatan (mesin),
kecuali untuk peralatan khusus seperti disyaratkan atau dianjurkan oleh pabrik
pembuatnya.
Semua kabel dengan luas penampang 16 mm2 ke atas harus berurat banyak dan dipilin
(stranded). Ukuran kabel daya / instalasi terkecil yang diijinkan adalah 2,5 mm2 kecuali
untuk pemakaian kontrol pada sistem remote control yang kurang dari 30 meter
panjangnya bisa menggunakan kabel dengan ukuran 1,5 mm2.
Kecuali disyaratkan lain, kabel tanah harus dari jenis NYFGbY dan kabel instalasi di
dalam bangunan dari jenis NYY, NYM dan NYMHY (untuk kabel kontrol). Semua
kabel instalasi di dalam bangunan harus berada dalam konduit atau dipasang di atas
cable tray / cable rack dan diklem / diikat dengan pengikat kabel (cable tie) sesuai
dengan kebutuhannya.
Semua konduit, kabel-kabel dan sambungan elektrikal untuk instalasi di dalam bangunan
harus diadakan secara lengkap.
Faktor pengisian konduit oleh kabel-kabel maksimum adalah sebesar 40%. Kabel merek
SUPREME atau setara (4 besar).
2). Kabel Tanah Tegangan Rendah.
Kabel tegangan rendah yang digunakan harus memenuhi persyaratan PUIL, IEC, VDE,
SPLN, dan LMK untuk penggunaan sebagai kabel instalasi yang ditanam langsung di
dalam tanah.
Semua kabel dengan luas penampang 16 mm2 ke atas harus berurat banyak dan dipilin
(stranded).
Ukuran kabel daya / instalasi terkecil adalah 2,5 mm2, kecuali untuk pemakaian kontrol
pada sistem yang pemakaian kontrol pada sistem remote yang kurang dari 30 meter
panjangnya (bisa menggunakan kabel dengan ukuran 1,5 mm2). Cara penanaman kabel
secara langsung di dalam tanah (direct burrial) harus sesuai dengan gambar rencana,
termasuk cara persilangan dengan pipa air dan kabel telekomunikasi dan kabel tegangan
menengah 20 kV.
Apabila diperlukan penyambungan kabel di dalam tanah, harus dilakukan dengan alat
penyambung khusus (jointing kit) tegangan rendah jenis epoxy resin - cold pour system.
Penyambungan kabel di dalam tanah harus dilakukan oleh tenaga yang benar-benar ahli
dengan cara dan metode penyambungan mengikuti anjuran pabrik pembuat jointing kit
yang digunakan sehingga diperoleh hasil penyambungan yang andal, tahan terhadap
lembab, mempunyai sifat isolasi yang tinggi dan mempunyai kekuatan mekanis yang
tinggi. Kabel merek SUPREME atau setara (4 besar), jointing kit ex RAYCHEM atau
setara.
3). Instalasi Kabel Penerangan dan Stop Kontak.
Kabel-kabel listrik untuk penerangan dan stop kontak untuk extension dan daya harus
diadakan dan dipasang lengkap, mulai dari sambungan panel daya ke saklar dan titik
cahaya serta stop kontak, sebagaimana ditunjukkan di dalam gambar. Kabel yang
digunakan sebagai kabel instalasi penerangan dan stop kontak harus dari jenis NYM dan
diletakkan di dalam konduit PVC high-impact heavy gauge ex. EGA atau CLIPSAL.
Luas penampang kabel NYM yang digunakan minimum 2,5 mm2, kecuali tercatat lain.
Home run untuk rangkaian instalasi bertegangan 220 V yang panjangnya lebih dari 40
meter dari panel daya ke stop kontak pertama harus mempunyai luas penampang
minimum 4 mm2 (kapasitas hantar arus minimum 20 A).
4). Splice / Pencabangan.
Tidak diperkenankan adanya pencabangan (splice) ataupun sambungan - sambungan di
dalam pipa konduit. Sambungan atau pencabangan harus dilakukan di dalam kotak-

8|Page
RKS PERENCANAAN BELANJA MODAL RENOVASI BANGUNAN
GEDUNG PARTISI RUANG DINAS KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA
GRESIK 2018
kotak cabang atau kotak sambung yang mudah dicapai serta kotak saklar dan stop
kontak.
Sambungan pada kabel harus di buat secara mekanis dan harus kuat secara elektris
dengan solderless connector jenis tekan, jenis compression atau soldered. Dalam
membuat pencabangan atau sambungan, konektor harus dihubungkan pada konduktor-
konduktor dengan baik sedemikian rupa, sehingga semua konduktor tersambung dan
tidak ada konduktor telanjang yang kelihatan dan tidak bisa lepas oleh getaran.
5). Kabel Kontrol.
Di tempat-tempat yang ditunjuk pada gambar atau disyaratkan, kabel kontrol motor,
starter dan peralatan-peralatan lain harus terbuat dari tembaga jenis stranded annealed
copper yang fleksibel. Isolasi harus dari PVC, tahan lembab dan ozon dengan rating
tegangan sampai 600 V.
Ukuran konduktor harus sesuai dengan yang diperlukan (minimum 2,5 sqmm untuk
panjang lebih dari 30 m) untuk mendapatkan operasi yang memuaskan dari peralatan
yang dikontrol, dengan pertimbangan - pertimbangan mengenai panjang circuit dan
sebagainya.
Kabel merek SUPREME, KABEIDO atau setara (4 besar).
6). Bahan Isolasi.
Semua bahan isolasi untuk splice, connection dan lain-lain seperti karet, PVC, varnished
cambric, asbes, gelas, tape sintetis, resin, splice case, composition dan lain-lain harus
dari tipe yang disetujui untuk penggunaan, lokasi, tegangan kerja dan lain-lain yang
tertentu dan harus dipasang dengan cara yang disetujui, menurut anjuran perwakilan
pemerintah atau pabrik pembuatnya.
7). Pemasangan Kabel.
 Pemasangan di Permukaan.
Kabel Instalasi Daya dan Penerangan di dalam Bangunan.
Semua kabel harus dipasang di dalam konduit PVC high-impact heavy gauge,
dipasang di permukaan pelat beton langit-langit dengan klem pendukung yang
sesuai. Pendukung-pendukung tersebut harus di cat dengan cat anti karat.
Semua kabel harus dipasang lurus / sejajar dengan rapi dan teratur. Pembelokan
kabel harus dilakukan dengan jari-jari lengkungan tidak boleh kurang dari syarat-
syarat pabrik (minimum 15 kali diameter kabel). Konduit ex CLIPSAL atau setara.
Kabel Daya Penghubung Antarpanel.
Untuk keperluan pemasangan kabel, Kontraktor harus menyediakan sendiri
peralatan penunjang seperti klem, besi penunjang, penggantung dan peralatan
lainnya, baik untuk kabel yang dipasang horizontal maupun vertikal. Peralatan
penunjang tersebut harus sudah diperhitungkan pada biaya pemasangan kabel
tersebut.
 Pemasangan di Dalam Dinding.
Kabel instalasi penerangan dan stop kontak yang dipasang di dalam dinding harus
diletakkan di dalam konduit PVC high impact heavy gauge dengan ukuran
minimum 20mm, ex EGA atau CLIPSAL.
Penarikan kabel menuju titik saklar atau stop kontak harus dilakukan setelah pipa
selesai ditanam.
 Pemasangan Menembus Dinding.
Setiap penembusan kabel pada dinding harus melalui sparing kabel yang terbuat
dari pipa PVC dengan ukuran yang cukup terhadap penampang kabel.
8). Penggunaan Warna Kabel.
Penggunaan warna kabel NYY, NYM dan NYFGbY untuk tegangan fasa, netral
dan nol harus mengikuti peraturan yang disebutkan oleh PUIL 1987, yaitu :
 Sistem tegangan 220 V, 1 fasa :
hitam : fasa
biru : netral
kuning/hijau : pentanahan
 Sistem tegangan 220/380 V, 3 fasa :
merah : fasa R
kuning : fasa S
hitam : fasa T
biru : netral (N)

9|Page
RKS PERENCANAAN BELANJA MODAL RENOVASI BANGUNAN
GEDUNG PARTISI RUANG DINAS KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA
GRESIK 2018
kuning/hijau : pentanahan (G)
9). Pendukung Kabel.
Setiap kotak tarik (pull box) termasuk kotak-kotak yang ada di atas panel daya harus
diberi cukup banyak klem dan peralatan pendukung lain-lainnya. Kabel dipasang dengan
cara yang rapi dan teratur yang memungkinkan pengenalan,
sehingga tidak ada kabel yang membentang tanpa pendukung.
10). Konduit Tertanam.
Pull box yang dihubungkan pada konduit tertanam / tersembunyi harus juga dipasang
secara tertanam dan penutupnya rata terhadap dinding atau langit-langit.
 Sistem "Race Way"
Yang dimaksud dengan race way adalah tubing conduit dan flexible conduit beserta
perlengkapannya dan semua barang yang diperlukan untuk melengkapi instalasi kabel.
1). Ukuran.
Semua Race Way harus mempunyai ukuran yang cukup untuk bisa melayani dengan
baik jumlah dan jenis kabel sesuai dengan VDE, PUIL dan lain-lain. Diameter minimum
konduit adalah 3/4" menurut ukuran pasaran dengan faktor pengisian kabel maksimum
40 %.
2). Bahan.
Konduit PVC untuk instalasi daya dan penerangan harus dari bahan uPVC high-impact
heavy gauge yang memenuhi standar BS4607 dan BS6099.
3). Pemasangan.
- )Race Way yang Ditanam di Dinding.
Penanaman konduit di dalam dinding beton yang sudah jadi dilakukan dengan jalan
membobok dinding beton dengan pahat. Kedalaman dan lebar pembobokan harus
dilakukan secukupnya, sesuai dengan ukuran dan jumlah konduit yang akan dipasang.
Kontraktor diwajibkan untuk mengembalikan kondisi dinding sesuai dengan kondisi
semula. Selama dilakukannya pengerjaan plesteran ulang, ujung-ujung konduit harus
ditutup untuk mencegah masuknya air atau kotoran-kotoran lainnya.
-) Race Way yang Dipasang di Permukaan.
Race way yang dipasang di permukaan beton (exposed) harus dipasang sejajar atau
tegak-lurus dengan dinding bagian struktur atau pertemuan bidang-bidang vertikal
dengan langit-langit. Apabila beberapa pipa berjalan sejajar pada dinding atau langit-
langit, harus digunakan klem-klem khusus untuk pipa sejajar. Ujung-ujung pipa pada
peralatan harus dipasang dengan sekrup dengan kuat. Semua ujung pipa yang bebas
harus ditutup / dilengkapi dengan plat kuningan yangsesuai. Untuk daerah yang lembab,
semua peralatan pembantu, fitting-fitting, klem dan lain-lainnya harus digalvanisir atau
di cat tahan karat dan harus digunakan pendukung supaya pipa bebas dari permukaan
korosif. Pipa-pipa yang dipasang pada permukaan dalam bangunan harus dicat satu jalan
sebelum dipasang, dan sekali lagi sesudah dipasang, dengan warna yang ditentukan oleh
Konsultan Pengawas.
Untuk mempermudah pengenalan, maka ujung permukaan pipa harus dicat dengan
warna sebagai berikut :
- Pipa penerangan dan daya - orange
- Pipa telepon - hijau
- Pipa tata-suara - kuning
-) Race way Melintas / Menembus Dinding.
Bila pipa melintas tembok, penyekat ruangan, lantai, langit-langit dan lain-lain, maka
lubang harus ditutup dengan baik sehingga tidak mungkin dapat dilalui oleh debu,
lembab (uap air), api dan asap.
-) Pengakhiran dan Sambungan.
Race way harus diakhiri pada outlet persimpangan, pull box cabinet dan lain-lain,
dengan dua lock nut dan sebuah insulating bushing insert yang harus terbuat dari
thermoplastic atau "fibre minded" yang dimatikan untuk mencegah rusaknya kawat dan
kabel dan tidak mengurangi kontinuitas dari sistem grounding dari race way. Sambungan
untuk race way / pipa logam elektrikal harus dari jenis yang tahan hujan atau fitting
dengan konsentrasi tinggi dengan sistem penguncian interlock compressed.
-) Pentanahan.
Setiap peralatan yang beroperasi dengan tegangan lebih besar dari tegangan ekstra
rendah (50 VAC) harus ditanahkan secara efektif. Bahan-bahan logam / metal dari
peralatan-peralatan listrik yang terbuka, termasuk pelindung kabel (sheath / armour),
10 | P a g e
RKS PERENCANAAN BELANJA MODAL RENOVASI BANGUNAN
GEDUNG PARTISI RUANG DINAS KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA
GRESIK 2018
konduit, saluran metal, rack, tray, doos, stop kontak, armatur, saklar dengan penutup
metal harus dihubungkan dengan konduktor kontinyu untuk pentanahan. Penggunaan
konduit metal sebagai satu-satunya konduktor pentanahan tidak diperbolehkan. Dalam
hal ini harus digunakan konduktor pentanahan tersendiri yang terbuat dari tembaga
dengan daya hantar yang tinggi. Luas penampang minimum konduktor pentanahan
adalah 6 sqmm dan dimasukkan ke dalam konduit. Penyambungan konduktor
pentanahan harus menggunakan penyambung mekanis yang disetujui oleh Konsultan
Pengawas.
Tahanan pentanahan yang disyaratkan adalah sebagai berikut :
- Pentanahan netral Penangkal Petir maksimum 1 ohm.
- Pentanahan netral bus-bar dan panel maksimum 2 ohm.
4. Instalasi Lampu
a. Umum
Peralatan penerangan meliputi armatur, lampu-lampu, accessories, peralatan serta alat-alat lain
yang diperlukan untuk operasi yang lengkap dan sempurna dari semua peralatan penerangan.
Fixture harus seperti yang disyaratkan dan ditunjuk pada gambar-gambar.
b. Pemasangan.
Semua armatur penerangan dan perlengkapannya harus dipasang oleh tukang yang
berpengalaman dan ahli, dengan cara-cara yang disetujui Konsultan Pengawas. Harus
disediakan pengikat, penyangga, penggantung dan bahan-bahan lain yang perlu agar diperoleh
hasil pemasangan yang baik. Barisan armatur yang menerus harus dipasang sedemikian rupa,
sehingga betul-betul
lurus. Setiap badan (rumah) lampu harus ditanahkan (grounded).
Pada waktu diselesaikannya pemasangan armature penerangan, peralatan tersebut harus siap
untuk bekerja dengan baik dan berada dalam kondisi sempurna serta bebas dari semua cacat /
kekurangan. Pada waktu pemeriksaan akhir, semua armatur dan perlengkapannya harus
menyala secara lengkap.

BAB 8
PEKERJAAN KUSEN
8.1 Lingkup Pekerjaan
Bagian ini meliputi pengadaan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang
diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan seperti dinyatakan dalam gambar. Pekerjaan ini meliputi kusen
pintu.
8.2 Bahan
1. Kusen pintu alumunium
2. Daun pintu finishing HPL
8.3 Pekerajaan Kusen Alumunium Pintu
a. Semua frame/kosen baik untuk dinding, jendela dan pintu dikerjakan secara fabrikasi dengan teliti
sesuai dengan ukuran dan kondisi lapangan agar hasilnya dapat dipertanggung jawabkan.
b. Pemotongan aluminium hendaknya dijauhkan dari material besi untuk menghindarkan penempelan
debu besi pada permukaannya. Didasarkan untuk mengerjakannya pada tempat yang aman dengan
hati-hati tanpa menyebabkan kerusakan pada permukaannya.
c. Pengelasan dibenarkan menggunakan non-activated gas (argon) dari arah bagian dalam agar
sambungannya tidak tampak oleh mata.
d. Akhir bagian kosen harus disambung dengan kuat dan teliti dengan sekrup, rivet, stap dan harus
cocok.
e. Pengelasan harus rapi untuk memperoleh kualitas dan bentuk yang sesuai dengan gambar.
f. Angkur-angkur untuk rangka/kosen aluminium terbuat dari steel plate.
g. Penyekrupan harus dipasang tidak terlihat dari luar dengan sekrup anti karat/stainless steel,
sedemikian rupa sehingga hair line dari tiap sambungan harus kedap air dan memenuhi syarat
kekuatan terhadap air sebesar 1.000 kg/cm2.
h. Celah antara kaca dan sistem kosen aluminium harus ditutup oleh sealant.
i. Disyaratkan bahwa kosen aluminium dilengkapi oleh kemungkinan-kemungkinan sebagai berikut:
 Dapat menjadi kosen untuk dinding kaca mati.
 Dapat cocok dengan jendela geser, jendela putar, dan lain-lain.
 Sistem kosen dapat menampung pintu kaca frameless.
 Untuk sistem partisi, harus mampu moveable dipasang tanpa harus dimatikan secara penuh yang
merusak baik lantai maupun langit-langit.

11 | P a g e
RKS PERENCANAAN BELANJA MODAL RENOVASI BANGUNAN
GEDUNG PARTISI RUANG DINAS KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA
GRESIK 2018
 Mempunyai accessories yang mampu mendukung kemungkinan diatas.
 Untuk fitting hard ware dan reinforcing materials yang mana kosen aluminium akan kontak
dengan besi, tembaga atau lainnya maka permukaan metal yang bersangkutan harus diberi
lapisan chormium untuk menghindari kontak korosi.
j. Toleransi pemasangan kosen aluminium disatu sisi dinding adalah 10 - 25 mm yang kemudian diisi
dengan beton ringan/grout.
k. Khusus untuk pekerjaan jendela geser aluminium agar diperhatikan sebelum rangka kosen
terpasang.
l. Permukaan bidang dinding horizontal (pelubangan dinding) yang melekat pada ambang bawah dan atas
harus waterpass.
m. Untuk memperoleh kekedapan terhadap kebocoran udara terutama pada ruang yang dikondisikan
hendaknya ditempatkan mohair dan jika perlu dapat digunakan synthetic rubber atau bahan dari
synthetic resin.
n. Penggunaan ini pada swing door dan double door.
o. Sekeliling tepi kosen yang terlihat berbatasan dengan dinding agar diberi sealant supaya kedap air
dan kedap suara.
p. Tepi bawah ambang kosen exterior agar dilengkapi flashing untuk penahan air hujan.
8.4 Pekerjaan pemasangan pintu dan jendela
a. Harus diperhatikan semua sambungan siku/sudut untuk rangka kayu dan penguat lain yang diperlukan
hingga terjamin kekuatannya dengan memperhatikan/menjaga kerapihan terutama untuk bidang-bidang
tampak tidak boleh ada lubang-lubang atau cacat bekas penyetelan.
b. Semua kayu tampak harus diserut rata, halus, lurus dan siku-siku satu sama lain sisi-sisinya, dan di
lapangan sudah dalam keadaan siap untuk penyetelan/pemasangan.
c. Semua ukuran harus sesuai gambar dan merupakan ukuran jadi.
d. Engsel Pintu
• Engsel pintu sesuai pintu dan jendela yang dipasang pada rangka adalah dengan cara lem, tanpa
pemakuan, jika diperlukan, harus digunakan skrup galvanized atas persetujuan Perencana dan
Pengawas. tanpa meninggalkan bekas cacat pada permukaan yang tampak. Khususnya untuk
formica direkatkan dengan lem pada permukaan bidang plywood (9 mm) yang telah dipasang pada
kerangka daun pintu, perekatan ini harus dilakukan dengan press di work shop.
• Pada bagian daun pintu lapis teak plywood, harus dipasang rata, tidak bergelombang, dan merekat
dengan sempurna dengan dipress di workshop.
• Permukaan teak plywood tidak boleh didempul.
e. Rel Pintu
 Memasang plat penahan pintu dimana plat ini harus terpasang masuk ke dalam pintu, jadi bagian
bawah pintu di buat cekungan berbentuk kotak memanjang
 Memasang roda gantung
 Penahan pintu bagian bawah (stopper) yang terbuat dari plastic yang tertanam di lantai.
 Memasang penahan roda pada kedua ujung rumah roda.
 Memasang kunci tanam dan daun pintu.
f. Finishing dengan melakukan pemasangan HPL pada daun pintu
g. Setelah pemasangan kusen atau daun pintu Kontraktor diwajibkan memberikan perlindungan
sedemkian rupa sehingga terhindar dari kerusakan – kerusakan oleh benturan-benturan benda – benda
lain dan dari kelembaban ataupun terkena cuaca langsung.
h. Apabila terjadi cacat atau kerusakan-kerusakan baik yang terlihat maupun yang tersembunyi,
Kontraktor wajib memperbaiki ataupun mengganti dengan yang baru sampai dengan disetujui oleh
Perencana atau Pengawas dengan seluruh biaya ditanggung oleh Kontraktor.

BAB 9
PENUTUPAN
9.1 Apabila dalam Rencana Kerja dan Syarat-syarat Pekerjaan (RKS) ini untuk menguraikan bahan-bahan
dan pekerjaan tidak disebutkan perkataan atau kalimat-kalimat "DIADAKAN OLEH
KONTRAKTOR ATAU DISELENGGARAKAN KONTRAKTOR", maka hal ini dianggap seperti
betul-betul disebutkan, jika uraian tersebut ternyata masuk dalam pekerjaan.
9.2 Guna mendapatkan hasil yang semaksimal mungkin, maka bagian-bagian yang betul-betul termasuk
dalam bagian pekerjaan ini tetapi tidak atau belum disebut dalam Rencana kerja dan Syarat- syarat
Pekerjaan (RKS) ini harus diselenggarakan oleh Kontraktor seperti benar-benar disebut.
9.3 Segala sesuatu yang tidak disebut secara nyata, tetapi lazim dan mutlak adanya maka tetap diadakan/
dikerjakan Kontraktor.

12 | P a g e
RKS PERENCANAAN BELANJA MODAL RENOVASI BANGUNAN
GEDUNG PARTISI RUANG DINAS KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA
GRESIK 2018
9.4 Hal-hal yang belum tercantum dalam peraturan ini akan ditentukan lebih lanjut oleh Pihak Pemberi
Tugas, Unsur Teknis, Direksi/ Pengawas dan Konsultan Perencana
9.4.1 Penyerahan Pekerjaan Dan Perbedaan Pernyataan Dokumen
1. Sebelum penyerahan pertama, Kontraktor wajib meneliti semua bagian pekerjaan yang
belum sempurna dan harus diperbaiki, semua ruangan harus bersih dipel, halaman harus
ditata rapih dan semua barang yang tidak berguna maupun sisa-sisa bahan bangunan
beserta alat bantu kerja harus disingkirkan dari lokasi pekerjaan.
2. Meskipun telah ada pengawas dan unsur-unsur lainnya, semua penyimpangan dari
ketentuan bestek dan gambar menjadi tanggungan pelaksana, untuk itu pelaksana harus
menyelesaikan pekerjaan sebaik mungkin.
3. Selama masa pemeliharaan, Kontraktor wajib merawat, mengamankan dan memperbaiki
segala cacat yang timbul, sehingga sebelum penyerahan ke II dilaksanakan, pekerjaan
benar-benar telah sempurna.
4. Semua yang belum tercantum peraturan ini (RKS) akan ditentukan kemudian dalam rapat
penjelasan (Aanwijzing).
5. Kontraktor harus bertanggung jawab sepenuhnya atas hasil seluruh pekerjaannya, oleh
karena itu apabila terdapat kejanggalan-kejanggalan atau ketidak sesuaian dalam
pekerjaan pelaksanaan, kontraktor wajib memberitahukan terlebih dahulu kepada Direksi/
Direksi Pengawas/ Konsultan MK.
6. Semua material yang merupakan barang produksi yang akan dipasang terlebih dahulu
harus diajukan contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari Direksi. Semua material
dari hasil alam akan diperiksa oleh Direksi pada saat didatangkan di lapangan. Material-
material yang tidak disetujui harus segera dikeluarkan dari lapangan paling lambat 2 kali
24 jam. Bila Kontraktor tidak mengindahkan Direksi berhak menyelenggarakannya atas
biaya Kontraktor.
7. Bagian-bagian yang nyata termasuk dalam pekerjaan ini tetapi tidak disebutkan didalam
RKS dan Gambar maupun Berita acara Aanwijzing, tetap harus diselenggarakan oleh dan
atas biaya Kontraktor.
8. Apabila ada perubahan pernyataan yang terdapat dalam RKS ini, akan dituang dalam
Lembaran Berita Acara Aanwijzing, maka pernyataan yang ada sebelumnya dalam RKS
dianggap tidak berlaku dan mengacu pada Lembaran Berita Acara Aanwijzing, dan
apabila terdapat perbedaan-perbedaan :
Antara gambar-gambar dengan Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS) Pekerjaan,
maka RKS. lah yang mengikat.
Antara gambar, RKS dan Berita Acara Aanwijzing (BAA), maka BAA lah yang
mengikat.
Antara gambar, RKS, BAA dan Berita Acara Site Meeting (BASM), maka BASM lah
yang diikuti.
Antara gambar yang di skala dengan ukuran yang tertulis, maka ukuran yang
tertulislah yang diikuti.
Antara kode gambar dengan keterangan yang tertulis, maka keterangan yang
tertulislah yang diikuti.
Antara gambar rencana berskala kecil dengan gambar berskala besar (Detail), maka
gambar Detaillah yang diikuti.
Bila pada gambar tercantum tetapi pada RKS, BAA maupun BASM tidak tertulis,
maka gambarlah yang diikuti.
Bila pada RKS tertulis tetapi pada gambar tidak tercantum dan pada BAA maupun
BASM tidak diterangkan, maka RKS lah yang diikuti.
Bila dijelaskan pada BAA tetapi pada gambar, RKS maupun BASM tidak tercantum,
maka BAA lah yang diikuti.
Bila ditulis dalam BASM tetapi pada gambar, RKS maupun BAA tidak ditulis, maka
BASM lah yang diikuti.
9.4.2 Dokumen Pelaksanaan
1. Dokumen Kontrak Pelaksanaan yang dianggap mengikat dalam hubungan kerja ini adalah
Dokumen Pelelangan yang terdiri dari : Rencana Kerja dan Syarat-syarat pekerjaan
(RKS) beserta gambar-gambar Perencanaan.
Berita Acara Penjelasan Pekerjaan (Aanwijzing) dan semua Berita Acara Pelelangan.
2. Termasuk dalam ketentuan diatas, berlaku pula ketentuan berikut :
Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor bertanggung jawab kepada pemberi tugas.

13 | P a g e
RKS PERENCANAAN BELANJA MODAL RENOVASI BANGUNAN
GEDUNG PARTISI RUANG DINAS KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA
GRESIK 2018
Pelaksana Pekerjaan/Kontraktor tidak diperbolehkan mengalihkan seluruh hak dan
kuajibannya atas pekerjaan yang menjadi tugasnya kepada Pihak/Kontraktor lain.
Dalam melaksanakan pekerjaan Kontraktor harus tunduk pada peraturan per undang-
undangan yang berlaku.
3. Pada prinsipnya seluruh pekerjaan telah tersebut dalam gambar dan RKS, bila ternyata
masih ada pekerjaan yang harus dilaksanakan namun tidak tersebut dalam gambar dan
RKS atau kedua-duanya maka pekerjaan tersebut tetap harus dilaksanakan atas biaya
Kontraktor.
4. Segala hal yang menyangkut merk serta produk tertentu bisa subsitusi merk lain asal
sekualitas / sejenis dan mendapat persetujuan Pengawas.
5. Pada prinsipnya Kontraktor tidak hanya melaksanakan hal yang tersurat dalam RKS ini,
namun harus ada upaya untuk melaksanakan pekerjaan ini sebaik mungkin.
9.4.3 Umur Ekonomis Gedung
Umur ekonomis gedung yg harus diperhatikan dalam pelakasanaan gedung sebagai berikut :
 Struktur Harus Mampu Bertahan / Kuat Minimal Selama 10 tahun
 Plesteran Harus Mampu Bertahan / Kuat Minimal Selama 2 tahun
 Pintu Harus Mampu Bertahan / Kuat Minimal Selama 2 tahun
 Cat Harus Mampu Bertahan / Kuat Minimal Selama 2 tahun
 Plumbing, Sanitair, Talang Harus Mampu Bertahan / Kuat Minimal Selama 2 tahun
 ME Harus Mampu Bertahan / Kuat Minimal Selama 5 tahun

Mengetahui / menyetujui, Surabaya, 2018


KEPALA BAGIAN PERLENGKAPAN CV. APTAGUNA JAYA INDO
KABUPATEN GRESIK

NANANG SETIAWAN, SIP.M.Si SRI NUR OKTAVIANTO,ST.


Pembina IV/a Direktur
NIP. 19700105 199003 1 008

14 | P a g e
RKS PERENCANAAN BELANJA MODAL RENOVASI BANGUNAN
GEDUNG PARTISI RUANG DINAS KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA
GRESIK 2018