SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
TEKNIK SISTEM DALAM SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
KELOMPOK 7
Dewa Ayu Asdiantari (04)
Ni Kadek Ayu Aprilia Dewi (18)
Ni Kadek Marlina Melistiari (22)
Ni Luh Sulasmini (26)
PROGRAM STUDI AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MAHASARASWATI DENPASAR
2019
10.1 Pengertian dan Definisi Flowchart
Flowchart atau Bagan alir adalah bagan (chart) yang menunjukkan alir (flow) di dalam
program atau prosedur sistem secara logika. Bagan alir (flowchart) digunakan terutama
untuk alat bantu komunikasi dan untuk dokumentasi.
Jenis jenis Flowchart
Ada beberapa jenis flowchart diantaranya:
1. System Flowchart
System flowchart dapat didefinisikan sebagai bagan yang menunjukkan arus pekerjaan
secara keseluruhan dari sistem. Bagan ini menjelaskan urut-urutan dari prosedur-prosedur
yang ada di dalam sistem. Bagan alir sistem menunjukkan apa yang dikerjakan di sistem.
2. Document Flowchart
Bagan alir dokumen (document flowchart) atau disebut juga bagan alir
formulir (form flowchart) atau paperwork flowchart merupakan bagan alir yang
menunjukkan arus dari laporan dan formulir termasuk tembusan-tembusannya.
3. Schematic Flowchart
Bagan alir skematik (schematic flowchart) merupakan bagan alir yang mirip dengan bagan
alir sistem, yaitu untuk menggambarkan prosedur di dalam sistem. Perbedaannya adalah,
bagan alir skematik selain menggunakan simbol-simbol bagan alir sistem, juga
menggunakan gambar-gambar komputer dan peralatan lainnya yang digunakan. Maksud
penggunaan gambar-gambar ini adalah untuk memudahkan komunikasi kepada orang yang
kurang paham dengan simbol-simbol bagan alir. Penggunaan gambar-
gambar ini memudahkan untuk dipahami, tetapi sulit dan lama menggambarnya.
4. Program Flowchart
Bagan alir program (program flowchart) merupakan bagan yang menjelaskan secara rinci
langkah-langkah dari proses program. Bagan alir program dibuat dari derivikasi bagan alir
sistem.
Bagan alir program dapat terdiri dari dua macam, yaitu bagan alir logika program (program
logic flowchart) dan bagan alir program komputer terinci (detailed computer program
flowchart). Bagan alir logika program digunakan untuk menggambarkan tiap-tiap langkah
di dalam program komputer secara logika. Bagan alat- logika program ini dipersiapkan oleh
analis sistem. Gambar berikut menunjukkan bagan alir logika program. Bagan alir program
komputer terinci (detailed computer program flow-chart) digunakan untuk menggambarkan
instruksi-instruksi program komputer secara terinci. Bagan alir ini dipersiapkan oleh
pemrogram.
5. Process Flowchart
Bagan alir proses (process flowchart) merupakan bagan alir yang banyak digunakan di
teknik industri. Bagan alir ini juga berguna bagi analis sistem untuk menggambarkan proses
dalam suatu prosedur.
Kaidah-kaidah pembuatan Flowchart
Dalam pembuatan flowchart tidak ada rumus atau patokan yang bersifat mutlak.
Karena flowchart merupakan gambaran hasil pemikiran dalam menganalisa suatu masalah
dengan komputer. Sehingga flowchart yang dihasilkan dapat bervariasi antara satu
pemrogram dengan pemrogram lainnya.
Namun secara garis besar, setiap pengolahan selalu terdiri dari tiga bagian utama, yaitu;
1. Input berupa bahan mentah
2. Proses pengolahan
3. Output berupa bahan jadi.
Untuk pengolahan data dengan komputer, dapat dirangkum urutan dasar untuk
pemecahan suatu masalah, yaitu;
1. START : berisi instruksi untuk persiapan perlatan yang diperlukan sebelum
menangani pemecahan masalah.
2. READ : berisi instruksi untuk membaca data dari suatu peralatan input.
3. PROCESS : berisi kegiatan yang berkaitan dengan pemecahan persoalan sesuai
dengan data yang dibaca.
4. WRITE : berisi instruksi untuk merekam hasil kegiatan ke perlatan output.
5. END : mengakhiri kegiatan pengolahan
Tujuan Penggunaan Flowchart
Tujuan utama dari penggunaan flowchart adalah untuk menggambarkan suatu
tahapan penyelesaian masalah secara sederhana, terurai, rapi dan jelas dengan menggunakan
simbol-simbol standart.
Pedoman Membuat Flowchart
Beberapa pedoman untuk mempersiapkan bagan alir adalah:
1. Memahami sistem.
2. Mengidentifikasi entitas untuk dibuat bagan alir.
3. Mengelola bagan alir.
4. Secara jelas memberi label semua simbol.
5. Konektor halaman.
6. Gambar sketsa kasar dalam bagan alir.
7. Gambarlah salinan final bagan alir.
Bila seorang analis dan programmer akan membuat flowchart, ada beberapa petunjuk
yang harus diperhatikan, seperti:
1. Flowchart digambarkan dari halaman atas ke bawah dan dari kiri kekanan.
2. Aktivitas yang digambarkan harus didefinisikan secara hati-hati dan definisi ini
harus dapat dimengerti oleh pembacanya.
3. Kapan aktivitas dimulai dan berakhir harus ditentukan secara jelas.
4. Setiap langkah dari aktivitas harus diuraikan dengan menggunakan deskripsi kata
kerja
5. Setiap langkah dari aktivitas harus berada pada urutan yang benar.
6. Lingkup dan range dari aktifitas yang sedang digambarkan harusditelusuri dengan
hati-hati.
7. Percabangan-percabangan yang memotong aktivitas yang sedang digambarkan
tidak perlu digambarkan pada flowchart yang sama.
8. Simbol konektor harus digunakan dan percabangannya diletakan pada halaman
yang terpisah atau hilangkan seluruhnya bila percabangannya tidak berkaitan
dengan sistem.
Contoh Flowchart :
1. Contoh Flowchart Program – Menentukan Bilangan Ganjil/Genap
2. Penggunaan predefined processes dapat digunakan untuk menyederhanakan
flowchart system yang complex
3. Flowchar Sistem untuk predefined process yang diberi nama Check shipment untuk
Flowchart diatas.
4. Berikut diagram proses bisnis pemrosesan penggajian S&S:
10.2 Simbol dan Notasi Flowchart
Simbol Flowchart Dipakai sebagai alat Bantu menggambarkan proses di dalam
program. Simbol input/output menunjukkan input ke atau output dari sistem.
1. Simbol pemrosesan menunjukkan pengolahan data, baik secara elektronik atau
dengan tangan.
2. Simbol penyimpanan menunjukkan tempat data disimpan.
3. Simbol arus dan lain-lain menunjukkan arus data, di mana bagan alir dimulai dan
berakhir, keputusan dibuat, dan cara menambah catatan penjelas untuk bagan alir.
Simbol-simbol tersebut ditunjukkan dengan gambar berikut:
10.3 Diagram Arus Data
Diagram arus data (DAD-data flow diagram) Adalah penjelasan grafis dari arus data
dalam organisasi, meliputi sumber/tujuan, data, arus data, proses transformasi dan
penyimpanan data.
1. Sumber data (data source): entitas yang menghasilkan atau mengirimkan data yang
dimasukkan ke dalam sistem.
2. Tujuan data (data destination): entitas yang menerima data yang dihasilkan oleh
sistem.
3. Arus data (data flow): pergerakan data di antara proses, penyimpanan, sumber, dan
tujuan.
4. Proses (process): tindakan yang mentransformasikan data ke dalam data atau
informasi lain.
5. Penyimpanan data (data store): tempat atau media penyimpanan data sistem.
Berikut simbol diagram arus data:
Berikut elemen-elemen diagram arus data dasar:
Diagram konteks (context diagram): level DAD tertinggi; tinjauan level ringkasan sistem,
menunjukkan sistem pengolahan data, input dan output-nya, dan sumber serta tujuannya.
Berikut diagram konteks untuk pemrosesan penggajian S&S:
Lima aktivitas pengolahan data sebagai berikut
1. Memperbarui file induk karyawan/penggajian (paragraf pertama).
2. Menangani kompensasi karyawan (paragraf kedua, kelima, keenam).
3. Membuat laporan manajemen (paragraf ketiga).
4. Membayar pajak (paragraf keempat).
5. Memasukkan entri ke buku besar (paragraf terakhir).
Kelima aktivitas dan semua arus data masuk dan keluar ditunjukkan dalam tabel berikut ini:
Petunjuk untuk menggambar DFD
1. Pahami sistemnya, amati arus informasi dalam organisasi terkait dan wawancara
orang-orang yang menggunakan dan memproses data, untuk memahami bagaimana
sistem tersebut bekerja.
2. Abaikan beberapa aspek tertentu dari sistemnya. Tujuan DFD adalah menyajikan
diagram mengenai asal, arus, transformasi, penyimpanan, dan tujuan data. Oleh
sebab itu, seluruh proses pengendalian dan kegiatan pengendalian harus diabaikan.
Hanya langkah penting yang salah saja yang harus dimasukkan dalam DFD. Rincian
langkah-langkah salah yang kurang penting harus diabaikan. Menetapkan bagaimana
sistem tersebut mulai dan berhenti beroperasi biasanya ditunda hingga ke tahap
berikutnya dalam proses pengembangan sistem.
3. Menetapkan batasan sistem, tetapkan apa yang akan dan tidak akan dimasukkan
dari sistem tersebut. Masukkan semua elemen data yang relevan dalam DFD, karena
elemen yang tidak akan dipertimbangkan selama proses pengembangan sistem.
Apaila terdapat keraguan tentang peran penting suatu elemen, masukkan elemen
tersebut untuk sementara, sampai dapat mengambil keputusan.
4. Kembangkan diagram konteks (context diagram), diagram konteks adalah cara
yang baik untuk menunjukkan batasan sistem. Di bagian tengah diagram adalah
sebuah lingkaran; di dalam lingkaran tersebut ditunjukkan sistem yang menjadi pusat
perhatia. Entitas-entitas di luarnya, yang berinteraksi secara langsung dengan sistem,
terdapat di dalam kotak-kotak disamping lingkaran tersebut dan dihubungkan dengan
arus data yang menunjukkan data yang melewatinya. DFD dibuat secara lebih terinci
untuk menunjukkan arus data di dalam sistem tersebut.
5. Identifikasi arus data, identifikasi seluruh arus data yang masuk dan/ atau keluar
dari batasan sistem, termasuk asal data dan susunan akhirnya.
6. Kelompokkan arus data, sebuah arus data dapat terdiri dari satu atau lebih bagian
data. Elemen-elemen data yang selalu mengalir bersama harus dikelompokkan dalam
satu kelompok, dan ditampilkan sebagai satu arus data hingga mereka terpisah di
proses selanjutnya. Apabila elemen-elemen data tersebut tidak terlalu mengalir
bersama, maka mereka sebenarnya di tampilkan sebagai dua arus data terpisah.
7. Identifikasi proses transformasi, letakkan sebuah lingkaran kapan saja dibutuhkan
suatu proses untuk melakukan transformasi suatu arus data ke arus data lainnya.
Seluruh proses transformasi seharusnya memiliki satu atau lebih arus data yang
masuk dan keluar.
8. Kelompokkan proses transformasi, proses transformasi yang secara logis saling
berhubungan atau terjadi pada saat dan di tempat yang sama, seharusnya
dikelompokkan dalam satu kelompok. Jangan pernah menggabungkan data yang
tidak berkaitan satu sama lain ke dalam satu proses transformasi. Apabila data tidak
diproses bersama-sama, atau terkadang diproses dengan cara yang berbeda, maka
pisahkan proses transformasinya.
9. Identifikasi seluruh file atau penyimpanan data, di dalam sebagian besar sitem,
data disimpanbaik secara temporer ataupun permanen. Setiap penyimpanan data, dan
setiap arus data yang masuk dan keluar dari tempat penyimpanan data, harus
diidentifikasi.
10. Identifikasi seluruh sumber dan tujuan data, seluruh sumber dan tujuan data harus
diidentifikasi dan dimasukkan ke dalam DFD.
11. Beri nama seluruh elemen DFD, kecuali untuk arus data yang masuk atau keluar
dari tempat penyimpanan data (nama tempat penyimpanan data sering kali sudah
cukup untuk mengidentifikasi arus datanya), elemen-elemen data
seharusnyadiberikan nama yang unik dan deskriptif untuk mencerminkan hal-hal
yang diketahui mengenai mereka. Hal ini akan mempermudah DFD untuk dibaca dan
dipahami karena DFD tersebut menyediakan informasi utama bagi pembacanya.
12. Bagi DFD dalam subdivisi, DFD yang kacau sulit untuk dibaca dan dipahami.
Apabila Anda memiliki lebih dari lima hingga tujuh proses dalam satu halaman,
maka penggunaan DFD tingkat tinggi dan rendah.
13. Beri nomor urut pada setiap proses, di dalam DFD yang lengkap pada setiap proses
diberikan nomor urut yang membantu pembaca bergerak maju dan mundur diantara
berbagai tingkat DFD yang berbeda. Arus data seharunya bergerak dari proses
dengan nomor rendah menjuju nomor yang tinggi.
14. Ulangi prosesnya, pembuat DFD harus beberapa kali mengorganisir arus data.
Setiap rangkaian pemeriksaan membantu memperbaiki diagram dan
mengidentifikasi pon yang baik. Ketika anda memperbaiki DFD, aturlah agar DFD
tersebut mengalir dari atas ke bawah, dan dari kiri ke kanan.
15. Siapkan kopi akhir, gambarlah kopi akhir DFD. Jangan biarkan ada garis arus data
yang saling silang satu sama lain; apabila perlu, ulangi penyimpanan dan tujuan data.
Tempatkan nama DFD, tanggal pembuatannya, serta nama pembuatnya di setiap
halaman.
10.4 CONTOH KASUS
Ini adalah contoh flowchart siklus pendapatan dari usaha ayam :