Anda di halaman 1dari 3

I.

Mikroorganisme
A. Pengertian Mikroorganisme
Mikroorganisme meliputi semua organism yang tidak dapat dilihat dengan mata
telanjang yang termasuk dalam kelompok ini yaitu bakteri, jamur, virus, dan
protozoa. Beberapa mikroorganisme seperti bakteri, akan lebih bermanfaat dalam
tubuh manusia daripada virus dan protozoa. Virus akan lebih merugikan terhadap
kesehatan mahluk lain seperti manusia dan binatang ternak. Daya tahan hidup
mikroorganisme satu dengan yang lain tentunya berbeda bergantung dengan
keberhasilan mendapatkan makanan dan diikuti dengan pertumbuhan.
B. Pengertian Pertumbuhan
Pertumbuhan adalah peningkatan secara teratur jumlah semua komponen suatu
organisme. ( Jawetz, Melnick & Adelberg, 2001 ).
Pertumbuhan mikroorganisme dapat terjadi jika adanya zat gizi yang tepat untuk
mikroorganisme berkembang. Sebagian besar bakteri bersifat aerob tetapi ada juga
yang anaerob. Jamur dan ragi umumnya bersifat aerob dan biasanya tumbuh pada
temperature dan ph yang lebih rendah dari bakteri (Joyce J, Colin B, & Hellen S.,
2006)
C. Hubungan Pertumbuhan Mikroorganisme dengan Manusia
Ketika tubuh manusia terkena infeksi maka secara normal akan sembuh karena tubuh
dapat mengenali mikroorganisme sebagai zat asing dan bekerja untuk melawan
mikoorganisme tersebut, reaksi ini dikarenakan oleh sistem imun manusia. Fungsi
sistem imun yaitu untuk melindungi tubuh dari agen patogen dan menghancurkan sel
– sel yang sudah tidak dikenali.
Imunitas manusia mampu membedakan sel – sel tubuh sendiri dari zat asing yang
disebut juga antigen. Respon imun ini terjadi bedasarkan pengenalan zat atau
komponen asing dan eliminasinya.
Jika suatu mikroorganisme memasuki tubuh untuk pertama kalinya maka
mikroorganisme tersebut akan difagositosis oleh salah satu sistem imun yaitu
makrofag mikroorganisme tersebut tidak dikenali sebagai sel tubuh.
Sistem imun setiap manusia berbeda-beda, ada yang bergantung dengan genetik dan
ada pula yang berdasarkan dengan gaya hidup manusia tersebut. Tiap tiap
mikroorganisme ketika menginfeksi inangnya memiliki kemampuan yang berbeda
pula, ada yang cepat dan ada pula yang lambat. Suatu mikroorganisme merugikan
akan lebih mudah menginfeksi inangnya ketika inang tersebut tidak dalam kondisi
sehat optimal.

D. Metode Pengontrolan Pertumbuhan Mikroorganisme


Pengontrolan untuk pertumbuhan mikroorganisme berbeda-beda sesuai dengan
kondisi tubuh manusia dan resistensi dari mikroorganisme. Setiap
mikroorganisme mempunyai resistensi yang berbeda sehingga dibutuhkan
penanganan untuk mengontrol pertumbuhan mikroorganisme yang berbeda pula.
a. Antibiotik
Senyawa organik yamg terjadi secara natural atau sintetik yng menghambat
atau merusak bakteri tertentu, umumnya pada konsentrasi rendah. Antibiotic
tersebar di alam dan memegang peranan penting dalam mengatur populasi
mikroba. Antibiotik ini berbeda dalam susunan kimia dan cara kerjanya.
Antibiotik memiliki sifat yang dapat menghambat atau membunuh pathogen
tanpa merusak inang dan tidak menyebabkan resistensi pada kuman.
 Mekanisme kerja antibiotik
Antibiotic mengganggu bagian-bagian yang peka di dalam sel yaitu
a. Sintesis dinding sel
Setiap zat yang mampu merusak dinding sel atau mencegah
sintesisnya akan menyebabkan terbentuknya sel-sel yang peka
terhadap tekanan osmotik. Diantara antibiotik yang mempengaruhi
dinding sel adalah penisilin, fosfomisin, sikloriserin, ristosetin,
vankomisin, dan basitrasin .
b. Fungsi membrane
Beberapa antibiotic diketahui mampu merusak atau memperlemah
satu atau lebih dari fungsi membrane yang akan menyebabkan
gangguan terhadap kehidupan sel.
c. Sintesis Protein
Antibiotik yang mampu menghambat salah satu proses ini, akan
menghambat sintesis protein dari mikroorganisme tersebut.
d. Metabolisme Asam Nukleat
Antibiotik dapat menghambat salah satu proses metanolisme asam
nukleat untuk pembentukan sehingga mempengaruhi sistem kerja
mikroorganisme.
 Mode Aksi
1. Merusak DNA
Jumlah agen antimikrobia bekerja dengan merusak DNA termasuk
dalam hal ini radiasi ionogink, sinar UV dan DNA reaktif chemical.
2. Denaturasi Protein
Protein dalam lipatan membentuk struktur protein tersier tiga dimensi
sehingga dengan ccepat diganggu oleh agen fisik dan kimia kemudian
protein menjadi tidak berfungsi.
3. Gangguan Membran atau Dinding Sel
Agen merusak dinding atau menghalangi sintesis normal dan
menyebabkan lisis sel.
4. Antagonisme Kimiawi
Antgonisme kimiawi terdiri dari dua yaitu antagonis proses
penyerahan energi dan antagonis proses biosintetik. Bentuknya
meliputi racun enzim respirasi (karbonmonoksida, sianida) dan
dinitrofenol yang berikutnya termasuk asam amino dan asam nukleat
(nukleutida).