0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
157 tayangan7 halaman

Kompetisi dan Daya Saing Ekonomi

Dokumen tersebut membahas tentang pengertian dan indikator daya saing suatu wilayah. Secara ringkas, daya saing adalah kemampuan suatu wilayah untuk menghasilkan pendapatan dan kesempatan kerja yang tinggi sambil terbuka terhadap persaingan, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti iklim usaha, keunggulan komparatif, dan infrastruktur. Indikator daya saing meliputi pertumbuhan ekonomi, stabilitas h

Diunggah oleh

jemimudaj
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
157 tayangan7 halaman

Kompetisi dan Daya Saing Ekonomi

Dokumen tersebut membahas tentang pengertian dan indikator daya saing suatu wilayah. Secara ringkas, daya saing adalah kemampuan suatu wilayah untuk menghasilkan pendapatan dan kesempatan kerja yang tinggi sambil terbuka terhadap persaingan, yang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti iklim usaha, keunggulan komparatif, dan infrastruktur. Indikator daya saing meliputi pertumbuhan ekonomi, stabilitas h

Diunggah oleh

jemimudaj
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Kompetisi

Kompetisi adalah kata kerja intransitive yang berarti tidak membutuhkan objek sebagai korban
kecuali ditambah dengan pasangan kata lain seperti against (melawan), over (atas), atau with
(dengan). Tambahan itu pilihan hidup dan bisa disesuaikan dengan kepentingan keadaan menurut
versi tertentu.

Menurut Deaux, Dane, & Wrightsman (1993), kompetisi adalah aktivitas mencapai tujuan
dengan cara mengalahkan orang lain atau kelompok. Individu atau kelompok memilih untuk
bekerja sama atau berkompetisi tergantung dari struktur reward dalam suatu situasi.

Menurut Chaplin (1999), kompetisi adalah saling mengatasi dan berjuang antara dua individu,
atau antara beberapa kelompok untuk memperebutkan objek yang sama.

Kompetisi dalam istilah biologi berarti persaingan dua organisme atau lebih untuk mendapatkan
kebutuhan hidup mereka. Berdasarkan kebutuhan tersebut kompetisi dibagi menjadi:

(1) Kompetisi teritorial yaitu kompetisi untuk memperebutkan wilayah atau teritori tempat
tinggal organisme, hal ini berkaitan dengan kompetisi selanjutnya.
(2) Kompetisi makanan yaitu kompetisi untuk memperebutkan mangsa atau makanan dari
wilayah-wilayah buruan.

Kompetisi juga dapat dibagi menjadi:


(1) kompetisi internal adalah kompetisi pada organisme dalam satu spesies dan
(2) kompetisi eksternal adalah kompetisi pada organisme yang berbeda spesiesnya. Kompetisi
dapat berakibat positif atau negatif bagi salah satu pihak organisme atau bahkan berakibat negatif
bagi keduanya. Kompetisi tidak selalu salah dan diperlukan dalam ekosistem, untuk menunjang
daya dukung lingkungan dengan mengurangi ledakan populasi hewan yang berkompetisi.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)


Kamus versi online/daring (dalam jaringan)

kompetisi/kom·pe·ti·si/ n 1 persaingan: di antara para siswa harus diciptakan suasana -- yang


sehat dalam belajar; 2 Olr pertandingan untuk merebut kejuaraan dalam gabungan perkumpulan
olahraga (sepak bola dan sebagainya): klubnya keluar sebagai juara -- PSSI wilayah III; 3 sistem
pertandingan olahraga yang mengharuskan semua pihak saling bertanding (berhadapan);
-- antarnegara usaha suatu negara untuk mengungguli negara lain dalam mencapai tujuan
nasional;
-- sosial persaingan atau perjuangan hidup di tengah-tengah masyarakat
Pengertian daya saing dan indikator daya saing

A. Pengertian daya saing


    Pada dasarnya sebuah wilayah yang memiliki suatu produk akan berhasil bila suatu produk
yang dibuatnya/diciptakan memiliki sesuatu yang lebih dari yang lain sehingga harga yang akan
dibuatnya akan semakin tinggi. Maka dari itu hari-hari ini banyak produk yang dipasarkan
sehingga muncul sebuah daya saing yang ketat dan yang memenuhi syarat pengujian.

Daya saing merupakan kemampuan menghasilkan produk barang dan jasa yang memenuhi
pengujian internasional, dan dalam saat bersamaan juga dapat memelihara tingkat pendapatan
yang tinggi dan berkelanjutan, atau kemampuan daerah menghasilkan tingkat pendapatan dan
kesempatan kerja yang tinggi dengan tetap terbuka terhadap persaingan eksternal.

Daya saing juga dapat juga diartikan sebagai kapasitas bangsa untuk menghadapi tantangan
persaingan pasar internasional dan tetap menjaga atau meningkatkan pendapatan riil-nya.

        Ada beberapa pengertian daya saing yang mencakup wilayah, sebagai berikut :
 1.  Daya saing tempat (lokalitas dan daerah) merupakan kemampuan ekonomi dan masyarakat
lokal (setempat) untuk memberikan peningkatan standar hidup bagi warga/penduduknya .
2. Daya saing daerah berkaitan dengan kemampuan menarik investasi asing (eksternal) dan
menentukan peran produktifnya .
3. Daya saing daerah adalah kemampuan perekonomian daerah dalam mencapai pertumbuhan
tingkat kesejahteraan yang tinggi dan berkelanjutan dengan tetap terbuka pada persaingan
domestik dan internasional .

Ada beberapa yang sangat berpengaruh terhadap daya saing, yaitu :


1.  Iklim yang kondusif
     Pada hal ini peningkatan daya saing bergantung kepada iklim. Contoh saja suatu produk teh,
jika saja iklim tidak mendukung maka daya saing di pasar akan menurun karena tanaman teh
belom dapat diproduksi. Ini dikarenakan iklim yang tidak mendukung bisa kemarau yang
berkepanjangan atau ada sebab lain.

2.  Keunggulan komparatif


     Teori keunggulan komparatif merupakan teori yang dikemukakan oleh David Ricardo.
Menurutnya, perdagangan internasional terjadi bila ada perbedaan keunggulan komparatif
antarnegara. Ia berpendapat bahwa keunggulan komparatif akan tercapai jika suatu negara
mampu memproduksi barang dan jasa lebih banyak dengan biaya yang lebih murah daripada
negara lainnya. Adapun keunggulan kompetitif lebih mengarah pada bagaimana suatu daerah itu
menggunakan keunggulan-keunggalannya itu untuk bersaing atau berkompetisi dengan daerah
lain.
https://www.blogger.com/blogger.g?
blogID=3848380908184709905#editor/target=post;postID=7497729127734276241;onPublished
Menu=allposts;onClosedMenu=allposts;postNum=0;src=link
Sebagai contoh, Indonesia dan Malaysia sama-sama memproduksi kopi dan timah. Indonesia
mampu memproduksi kopi secara efisien dan dengan biaya yang murah, tetapi tidak mampu
memproduksi timah secara efisien dan murah. Sebaliknya, Malaysia mampu dalam memproduksi
timah secara efisien dan dengan biaya yang murah, tetapi tidak mampu memproduksi kopi secara
efisien dan murah. Dengan demikian, Indonesia memiliki keunggulan komparatif dalam
memproduksi kopi dan Malaysia memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi timah.
Perdagangan akan saling menguntungkan jika kedua negara bersedia bertukar kopi dan timah.
Akan tetapi dalam kerangka perdagangan kopi dunia, keunggulan kompetitif Indonesia akan
lebih besar dibanding Malaysia untuk bersaing di pasar internasional. Sebaliknya dalam
perdagangan Timah, Malaysia memiliki keunggulan kompetitif lebih baik dibanding Indonesia.

3.  Keunggulan kompetitif


     Seperti contoh diatas, keunggulan kompetitif Indonesia akan lebih besar dibanding Malaysia
untuk bersaing di pasar internasional. Sebaliknya dalam perdagangan Timah, Malaysia memiliki
keunggulan kompetitif lebih baik dibanding Indonesia.

Ada beberapa indikator meningkatnya daya saing :


1.      Pertama yakni makroekonomi, di mana indikator daya saing dilihat dari beberapa aspek seperti
pertumbuhan ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca antara
ekspor dan impor.

2.      Kedua, kualitas infrastruktur. Meskipun masih banyak yang harus dilakukan untuk
meningkatkan sektor infrastruktur, sektor ini diketahui telah mengalami peningkatan dari semula
dari peringkat 96 menjadi peringkat 90.

3.      Ketiga, kesehatan dan pendidikan dasar yang meningkat dari peringkat 82 menjadi peringkat 62.
Menurut laporan Program (Millenium Development Goals/MDG's), pada 2010 bidang kesehatan
masih perlu ditingkatkan terutama dalam masalah gizi buruk, kematian ibu sewaktu melahirkan,
dan penyakit HIV AIDS.

Sedangkan untuk bidang pendidikan menunjukkan kenaikan. Partisipasi masyarakat dalam


mengenyam pendidikan SD tercatat sebesar 94,7 persen, SMP sebesar 66,5 persen, serta melek
huruf sebesar 99,4 persen.

Dengan adanya peningkatan peringkat daya saing Indonesia, ini menunjukkan peningkatan
kepercayaan dunia usaha terhadap upaya Pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur dan iklim
usaha di Indonesia. Selain itu kenaikan peringkat ini diharapkan akan mendorong masuknya
investasi asing ke Indonesia.

Adapula indikator utama pembentuk daya saing :


1.      Lingkungan usaha produktif
2.      Perekonomian daerah
3.      Ketenagakerjaan dan sumberdaya manusia
4.      Infrastruktur, sumberdaya alam dan lingkungan
5.      Perbankan dan lembaga keuangan

Indikator-indikator yang digunakan untuk mengukur tingkat daya saing setiap variabel adalah
sebagai berikut :
1.      Variabel perekonomian daerah, dengan sub variabel :

• Nilai Tambah
X1=PDRB (Produk Domestik Regional Bruto)
X2=Laju Pertumbuhan PDRB
X3=PDRB Per Kapita
• Tabungan
X4=Tabungan
X5=Laju Pertumbuhan Tabungan
• Kinerja Sektoral
X6=Laju Pertumbuhan Produktivitas Sektor Industri
X7=Laju Pertumbuhan Produktivitas Sektor Jasa
X8=Laju Pertumbuhan Produktivitas Sektor Pertanian

2.      Variabel infrastruktur dan sumber daya alam (SDA), dengan sub variabel :

• Modal Alamiah
Y1=Ketersediaan dan Kualitas Sumber Daya Lahan
Y2=Sumber Daya Air
Y3=Sumber Daya Hutan
• Modal Fisik
Y4=Luas Wilayah Perkotaan
Y5=Panjang Jalan per Luas Wilayah Wilayah Perkotaan
Y6=Kualitas Jalan Raya
Y7=Produksi Listrik
Y8=Fasilitas Telepon per Kapita

3.      Variabel sumber daya manusia (SDM), dengan sub variabel :

• Angkaketergantunga, angkatan kerja, prosentase angkatan kerja, jumlah penduduk usiaproduktif


terhadap total penduduk, jumlah penduduk J@TI Undip, Vol VII, No 1, Januari 2012 45
yang bekerja, pengangguran;
• Pendidikan : tingkat partisipasi siswa, dan rasio jumlah pengajar terhadap siswa.
• Ketenagakerjaan
X1=Angka Ketergantungan
X2=Angkatan Kerja
X3=Persentase Angkatan Kerja
X4=Persentase Penduduk Usia Produktif terhadap Total Penduduk
X5=Jumlah Penduduk Yang Bekerja
X6=Pengangguran
• Pendidikan 

http://id.netlog.com/nhiehernawati/blog/blogid=87005
http://perencanaankota.blogspot.com/2011/11/kerjasama-antar-daerah-kad-dan.html
http://economy.okezone.com/read/2011/02/13/320/424272/3-indikator-meningkatkan-daya-saing
http://www.academia.edu/3610896/Daya_Saing_Kota-Kota_Besar_di_Indonesia
http://www.google.com/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=2&ved=0CCgQFjAB&url=http%3A
%2F%2Fejournal.undip.ac.id%2Findex.php%2Fjgti%2Farticle%2Fview
%2F4087%2F3737&ei=NetbVNaVFIykuQSXsoLwAQ&usg=AFQjCNHGdl1VqAOWlZUEI5XnR00XPvfJdg&sig
2=LdoOY4JevaGZ43op7olLfg&bvm=bv.78677474,d.c2E

KOMPAS.com – Tak memiliki kemampuan ekstra dalam karier yang Anda geluti, bisa membuat
setapak karier jadi sempit dan terbatas. Jangankan untuk mewujudkan cita-cita, untuk
mengembangkannya setingkat lebih maju saja, pasti sulit sekali. Untuk Anda ketahui bahwa
mulai tahun depan, perusahaan-perusahaan di Indonesia berpotensi dibanjiri pekerja dari negara-
negara lain. Menurut survei yang dilakukan Jobstreet.com dan melibatkan 2006 responden dari
berbagai posisi dan industri pada akhir tahun lalu, terkuak bahwa 47 persen responden merasa
khawatir dengan pelaksanaan ASEAN Economic Community (AEC) yang akan membuat
mereka kehilangan pekerjaan, karena serbuan tenaga kerja asing. Para pekerja asing yang
memiliki kemampuan bilingual, pengalaman, ketrampilan, dan jaringan global adalah kelebihan
jarang dimiliki oleh tenaga profesional lokal. Maka dari itu AEC bisa menjadi sebuah ancaman
serius bagi Anda dan rekan karyawan lainnya. "Dengan daya saing tinggi, pekerja lokal juga bisa
menembus karier di luar negeri dan meraih sukses. Atau apabila ingin tetap bekerja di Indonesia
pun, Anda bisa menjadi leader dan bukan hanya follower," ujar Handi Kurniawan, Pakar Sumber
Daya Manusia sekaligus Penulis Buku Go Global: Guide to a Successful International Career
dalam siaran persnya.

Bagaimana caranya meningkatkan kemampuan diri dalam upaya bersaing di dunia kerja
menjelang terlaksananya AEC?
1. Kepercayaan diri dan mental yang kuat Anda harus melakukan banyak adaptasi dan
penyesuaian terhadap sejumlah hal dan jangan ragu untuk berinovasi. Mental yang kuat menjadi
faktor penting untuk meningkatkan kemampuan serta karier dan keinginan untuk belajar.
2. Ambil keputusan yang cepat dan tentukan prioritas Sebagai seorang pekerja, Anda memang
dituntut produktif untuk memberikan semua kemampuan terbaik yang dimiliki untuk perusahaan.
Maka dari itu, tentukan prioritas yang tepat, bekerja lebih produktif dan janganlah menunda-
nunda pekerjaan.
3. Pelatihan Jangan ragu untuk mengikuti beragam pelatihan karier. Anda juga harus terus
mengasah kemampuan, berinovasi dan jangan malas mengikuti perkembangan terbaru di industri
Anda. Perkuat kompetensi diri agar bisa bersaing secara global.
4. Pengembangan diri Jangan bersikap sok pintar. Sebaliknya, lakukan berbagai upaya untuk bisa
mengembangkan diri secara maksimal. Yang tak kalah penting, belajarlah untuk berkolaborasi
dengan profesional antarbudaya (cross cultural management).
5. Patuhi aturan Sekalipun sudah memiliki pengalaman kerja yang hebat, jangan pernah sombong
dan berusaha untuk bekerja sendiri. Patuhi aturan-aturan yang sudah ada, dan jangan sok tahu
mengubah aturan seenaknya.
6. Susun tim dengan cermat Pastikan masing-masing anggota tim kerja Anda adalah orang-orang
yang mudah diajak kerjasama, tidak mudah tersinggung, dan memiliki pikiran praktis. Sebab,
keberhasilan tim adalah kesuksesan bersama, maka dari cermatlah menyeleksi tim kerja.
Tujuannya, agar suasana kerja terasa kondusif, nyaman, dan bebas dari trik-trik murahan yang
ketinggalan zaman. Bekerja dalam tim yang solid dan lancar dalam berkomunikasi pada sesama
anggota tim kerja bisa membantuk Anda untuk mendongkrak kesuksesan karier. Hindari pikiran
untuk memperoleh kesuksesan seorang diri.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tingkatkan Daya Saing untuk Menangkan
Kompetisi di Dunia Kerja",
https://lifestyle.kompas.com/read/2014/06/17/1646578/Tingkatkan.Daya.Saing.untuk.Menangka
n.Kompetisi.di.Dunia.Kerja.
Penulis : Christina Andhika Setyanti

Indicator Meningkatkan daya saing

Era globalisasi benar-benar di depan mata, persaingan antara Indonesia dengan negara-negara
lainnya pun semakin ketat. Di mana Indonesia harus meningkatkan daya saing demi kemajuan
ekonomi Tanah Air.

Hal ini terungkap saat diskusi Pentingnya Daya Saing di Tengah Ketatnya Persaingan Global, di
Bandung, Sabtu (12/2/2011).

Ternyata, ada beberapa indikator daya saing yang dapat diukur secara kuantitatif. Pertama yakni
makroekonomi, di mana indikator daya saing dilihat dari beberapa aspek seperti pertumbuhan
ekonomi, stabilitas harga, tenaga kerja dan pencapaian keseimbangan neraca antara ekspor dan
impor.

Kedua, kualitas infrastruktur. Meskipun masih banyak yang harus dilakukan untuk meningkatkan
sektor infrastruktur, sektor ini diketahui telah mengalami peningkatan dari semula dari peringkat
96 menjadi peringkat 90.

Ketiga, kesehatan dan pendidikan dasar yang meningkat dari peringkat 82 menjadi peringkat 62.
Menurut laporan Program (Millenium Development Goals/MDG's), pada 2010 bidang kesehatan
masih perlu ditingkatkan terutama dalam masalah gizi buruk, kematian ibu sewaktu melahirkan,
dan penyakit HIV AIDS.
Sedangkan untuk bidang pendidikan menunjukkan kenaikan. Partisipasi masyarakat dalam
mengenyam pendidikan SD tercatat sebesar 94,7 persen, SMP sebesar 66,5 persen, serta melek
huruf sebesar 99,4 persen.

Dengan adanya peningkatan peringkat daya saing Indonesia, ini menunjukkan peningkatan
kepercayaan dunia usaha terhadap upaya Pemerintah dalam memperbaiki infrastruktur dan iklim
usaha di Indonesia. Selain itu kenaikan peringkat ini diharapkan akan mendorong masuknya
investasi asing ke Indonesia.

daya saing

arti

kemampuan makhluk hidup untuk dapat tumbuh (berkembang) secara normal di antara makhluk
hidup lainnya sbg pesaing dl satu habitat (dl satu bidang usaha dsb); (arti)

Anda mungkin juga menyukai