0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
81 tayangan19 halaman

Material Bahan Bangunan Rumah Terbaru

1. Teraso adalah bahan material bangunan yang digunakan sebagai finishing lantai dan dinding, mirip marmer buatan. Ada dua jenis teraso berdasarkan permukaannya. 2. Teraso berasal dari Italia, diperkenalkan ke Indonesia oleh Belanda. Industri teraso di Indonesia mulai berkembang sejak 1957. 3. Teraso populer pada 1970-1980 karena harganya terjangkau dan kualitasnya. Namun terganggu oleh produk keramik pada 1980-an

Diunggah oleh

jemimudaj
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
81 tayangan19 halaman

Material Bahan Bangunan Rumah Terbaru

1. Teraso adalah bahan material bangunan yang digunakan sebagai finishing lantai dan dinding, mirip marmer buatan. Ada dua jenis teraso berdasarkan permukaannya. 2. Teraso berasal dari Italia, diperkenalkan ke Indonesia oleh Belanda. Industri teraso di Indonesia mulai berkembang sejak 1957. 3. Teraso populer pada 1970-1980 karena harganya terjangkau dan kualitasnya. Namun terganggu oleh produk keramik pada 1980-an

Diunggah oleh

jemimudaj
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Bahan Material Bangunan Rumah Terbaru Teraso Lantai (Bag.

1)

Teraso (Terrazo) adalah bahan material bangunan rumah yang digunakan sebagai
pentup (finishing) lantai dan dinding ataupun furniture lainnya. Teraso lantai sifatnya seperti marmer
buatan. Ada dua jenis teraso lantai, yakni yang permukaannya mengkilap dan yang permukaannya
kasar (pebble wash). Perbedaan ini disebabkan oleh perbedaan pada batuan campurannya (Terrazo
stone).

Kilas Balik Teraso

Teraso (Terrazo) berasal dari kata Italia “terrazza”, yang artinya teras, atau penutup lantai untuk teras
depan rumah. Teraso adalah merupakan hasil limbah daru penambangan marmer yang diolah kembali
menjadi bahan penutup lantai alternative. Industri teraso di Italia lahir sejak tahun 1920. Munculnya
produk teraso di Indonesia tidak lepas dari sejarah masuknya penjajahan Belanda di Indonesia. Produk
teraso dibawa ke Indonesia oleh orang Belanda beserta teknologi pembuatannya. Produksi dan industry
teraso di Indonesia mulai ada sejak 1957.

Seperti disamapaikan oleh Direktur PT. Ubin Alpen Indonesia, Arianto Sutanto atau yang biasa disapa
Pak Ong, sebagai salah satu pelopor industry dan pabrik lantai teraso pertama di Indonsia, pada awalnya
bentuk dan ukuran batu teraso cukup kecil yaitu berkisar antara 5-7 mm. Teraso mulai diminati
masyarakat Indonesia karena mengandung unsur prestise, khususnya golongan menengah ke bawah
sebeblumnya menggunakan ubin semen. Apabila digolongkan klasifikasi produk penutup lantai adalah
sebagai berikut

Golongan bawah : ubin semen


Golongan menengah : teraso
Golongan atas : marmer dan granit

Produk Teraso mulai ‘booming’ di pasar Indonesia padqa tahun 1970-1980, ditandai dengan munculnya
ratusan pabrik teraso yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Pada saat itu motif batu teraso sudah
mulai beragam, mulai dari batu serpihan alam, serpihan kaca, potongan ubin porselen, sampai dengan
kepingan kerang laut. Permintaan pasar yang besar pada tahun tersebut adalah batu teraso dengan
ukuran 0,5-3 cm.

Pada masa keemasan tersebut, bahan lantai teraso mencapai 80 persen dari total produk penutup
lantai. Masyarakat pengguna pada saat itu menempatkan produk teraso lantai sebagai produk
alternative utama untuk penutup lantai bangunan, dimana teraso digunakan dari mulai rumah tinggal,
kantor, hotel, dan gedung-gedung lainnya, kecuali di sekolah-sekolah yang masih menggunakan
ubin semen.

Harga lantai teraso pada saat itu yang sangat terjangkau bila dibandingkan marmer atau granit, tapi
tetap berkelas bila dibandingkan ubin semen. Karakteristik atau ciri khas lainnya yang menyebabkan
teraso disukai masyarakat karena faktor kenyamanan, kebersihan, dan kekuatan (tahan lama).

Namun sungguh disayangkan, produk teraso terganggu akibat masuknya produk keramik di pasar
Indonesia di tahun 1980-an (1982-2983). Produk keramik menjadi alternative pilihan masyarakat karena
mempunyai motif yang sangat beragam dan harga yang sangat kompetitif. Hingga tahun 1990-an, pasar
teraso di Indonesia ‘collapse’, dan menyisakan jumlah pabrik yang hanya bisa dihitung jari untuk di
setiap provinsi di Indonesia.

Ciri khas produk teraso

Corak ataupun motif yang terdapat pada teraso lantai terdiri dari pecahan batu dengan ukuran maupun
bentuknya beragam, dan kombinasi warnanya tergantung dari jenin batuan yang digunakan. Karena
teraso lantai bersifat marmer buatan, maka pecahan batuan marmer yang dipakai dapat berasal dari
berbagai tempat sesuai dengan selera dan fungsinya. Besarnya nilai seni dari teraso lantai akan muncul
pada motif yang ditampilkan. Industri teraso di Indonesia yakni teraso Surabaya dan teraso Bandung
serta teraso Bali membuat teraso lantai dengan system precast dalam berbagai ukuran, diantaranya 20
cm x 20 cm sampai 60 cmx 60 cm.

Karakter yang melekat kuat pada teraso adalah teraso lantai mampu memberikan rasa dingin dalam
keadaan cuaca panas dan sebaliknya teraso mampu memberikan rasa hangat bila udara dingin. Hal
tersebut terjadi karena adanya faktor prrositas yang terdapat pada teraso lantai. Selain itu teraso lantai
mempunyai sifat yang dapat menyerap cahaya.
Dengan demikian, teraso floor dapat memberikan rasa kenyamanan yang tinggi pada penghuni. Produk
teraso floor memiliki kekuatan dan durability (daya tahan) yang tinggi. Dilihat dari kualitas bahan pokok
yang digunakan terdiri dari pecahan batu marmer, semen putih/abu abu Tiga Roda dan pasir silica, maka
tidak diragukan lagi dalam hal kekuatan.

Bangunan-bangunan tua (gedung, rumah tinggal, hotel, dan sebagaianya) yang menggunakan lantai
teraso adaalh salah satu bukti bahwa teraso bathub memiliki daya tahan yang tinggi. Karena bukti
kualitas produk maka hotel, pabrik, dan perkantoran merupakan konsumen tetap teraso cor hingga saat
ini.

Motif Umum yang digunakan pada produk lantai teraso adalah pecahan batu marmer (sisa
penambangan batu marmer). Namun dalam perjalanannya, motif teraso tile juga dapat menggunakan
pecahan kaca maupun bahan lain. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa motif teraso merupakan
bahan recycling yang dikemas pada produk teraso tile sehingga bernilai seni tinggi.

1. Kayu Lapis

Kayu lapis dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah plywood, sebutan yang lebih umumnya di
Indonesia, tripleks, adalah beberapa lembar kayu tipis (lebih dari tiga) yang ditempelkan
bersamaan hingga mendapatkan ketebalan tertentu. Sekilas, kayu lapis tampak tidak indah dan
sangat tidak cocok digunakan sebagai material interior rumah.

Kayu lapis pada awalnya diciptakan sebagai solusi dari kayu solid yang mudah retak dan pecah
akibat penyusutan. Selain itu, ukuran lebar dan panjangnya melampaui kayu solid sehingga bisa
diaplikasikan untuk interior rumah.
Dengan sedikit sentuhan kreativitas, kayu lapis bisa dijadikan interior rumah yang menarik,
seperti kabinet gantung, anak tangga, lemari, atau pelapis dinding interior rumah. Kayu lapis
dibanderol dengan harga relatif murah, ditambah daya tahan dari penyusutan dan kekuatannya
sehingga tidak mudah retak menjadi pertimbangan untuk menggunakan material kayu lapis
sebagai interior rumah.

pop.h-cdn.co

Tanpa dicat sekalipun, kayu lapis bisa tampak elegan dengan kesederhanaannya. Tampilan raw
material malah menambahkan nilai estetika tersendiri untuk interior rumah. Sebagai catatan,
permukaan kayu lapis yang agak kasar dan untuk mengaplikasikan sebagai interior rumah,
sebaiknya diperhalus dan dilapisi dengan coating.

Perlu diingat, kayu lapis tidak cocok untuk diaplikasikan di luar ruangan (outdoor), tapi cocok
untuk interior rumah. Ini karena daya serap yang tinggi membuat kayu lapis gampang menyerap
air dan akan mudah lapuk apabila digunakan di luar ruangan.

3. Ubin Akustik
Mari berkenalan dengan ubin akustik. Material ubin akustik memang tidak sepopuler material-
material lainnya, namun material ini memiliki manfaat bagi kamu yang tidak suka kebisingan.
Ubin akustik diaplikasikan untuk memaksimalkan kualitas suara yang dihasilkan dan
mengurangi transmisi suara kebisingan yang tidak diinginkan. Ubin akustik cenderung
diaplikasikan pada ruangan studio musik atau studio rekaman karena kelebihannya ini. Ubin
Beberapa jenis ubin akustik antara lain ubin akustik grid yang bisa ditempelkan pada langit-
langit atau dinding.
Ubin akustik saat ini memiliki berbagai bentuk tidak hanya berupa kotak busa berwarna hitam,
namun hadir dalam berbagai variasi warna dan pola yang tampak estetis untuk diaplikasikan
interior rumah. Ubin akustik juga digunakan untuk bioskop demi menciptakan sensasi suara yang
lebih nyata, kamu bisa menggunakan ubin akustik untuk desain interior rumah di ruang
menonton keluarga. Memiliki bioskop di rumah ternyata memungkinkan, bukan begitu?

4. Pipa Tembaga

Jika kamu sering berkunjung ke restoran atau coffee shop yang kekinian, kamu pasti sering
menemukan dekorasi memanfaatkan pipa tembaga. Dibanderol dengan harga murah (meskipun
tidak semurah pipa pvc), tidak hanya berfungsi sebagai saluran air di rumah, ternyata pipa
tembaga bisa diaplikasikan untuk interior rumah kamu lho.

Pipa tembaga dengan warna alaminya yang tampak seperti besi tua berkarat namun mengkilap,
memberikan tampilan estetika untuk interior rumah. Pipa tembaga dapat dimodifikasi menjadi
kaki-kaki kursi, meja, rak buku, pengganjal kabinet gantung (karena pipa tembaga merupakan
material yang cukup kuat), manajemen kabel, bahkan gantungan lampu.

Mengekspos material pipa tembaga tanpa dicat sekalipun tetap memberikan kesan yang indah.
Ternyata membuat gaya interior kafe di rumah nggak mustahil kan?
5. Kayu Gabus

Kulit pohon ternyata memiliki banyak manfaat. Mengeksploitasi kulit pohon juga tidak perlu
menebang pohonnya, pohon masih hidup dengan normal dan menumbuhkan kembali kulitnya.
Salah satunya adalah kulit pohon Ek. Gabus adalah lapisan terluar dari kulit pohon ek yang
banyak dikenal di sebagai material interior rumah yang bisa mengisolasi panas sehingga suhu
dalam ruangan rumah terasa lebih sejuk dan sangat cocok untuk diaplikasikan di wilayah tropis
seperti Indonesia.
contemporist.com

Di Indonesia sendiri material kayu gabus malah sangat jarang diaplikasikan sebagai interior
rumah. Padahal, kayu gabus tidak mahal. Kayu gabus dapat dikreasikan menjadi pelapis dinding
interior rumah dengan warna kayu naturalnya. Selain itu, kayu gabus juga bisa dijadikan furnitur
cantik seperti kitchen set. Bahkan, di luar negeri ada yang menjadikan kulit pohon Ek sebagai
material utama membangun rumah.

7. Peg Board
daan-mag.com

Material yang satu ini sering digunakan untuk workshop dan bengkel. Peg board terkenal akan
fleksibilitasnya sebagai tempat mengorganisasikan barang-barang dengan ruang yang dapat
disesuaikan kebutuhan. Membuat peg board cukup sederhana, menggunakan material kayu lapis
dengan tingkat ketebalan tinggi atau memanfaatkan kayu gabus juga bisa.

idolza.com
Peg board tampak cantik untuk dinding interior rumah kamu, apalagi jika rumah kamu memiliki
ruang terbatas dan kamu membutuhkan ekstra ruang penyimpanan, peg board akan memberikan
fungsi kabinet dan interior rumah yang cantik di saat bersamaan

9. Kevlar

Kevlar dianggap sebagai material jenis baru. Coba saja Anda bandingkan dengan material
konstruksi lainnya. Kini, popularitas Kevlar semakin meningkat. Banyak orang mulai memahami
bahwa bahan ini tidak hanya kuat, tetapi juga memiliki kekuatan tarik yang sangat tinggi.

11. Fiber Karbon

Serat karbon menjadi favorit yang terbaru dalam desain arsitektur. Fiber karbon memiliki
kekuatan seperti baja, tetapi dapat dengan mudah dibentuk sesuai kebutuhan.

12. Sel Fotovoltaik

Sel fotovoltaik ini tidak hanya baik untuk membuat tampilan menyenangkan dalam desain
arsitektur, tetapi mereka dapat memberikan energi alami untuk bangunan. Sel fotovoltaik
digunakan untuk selalu ditempatkan di atap. Sekarang, mereka dapat ditempatkan di mana saja
arsitek ingin. Ingin belajar lebih jauh tentang sel fotovoltaik ini? Silahkan kunjungi Badan Energi
Internasional untuk mendapatkan buku yang menjelaskan bagaimana Anda dapat menggunakan
sel fotovoltaik dalam desain bangunan.

Kevlar
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Stuktur molekul Kevlar: Bagian bergaris tebal merupakan unit monomer, garis-garis menunjukan ikatan
hidrogen

Kevlar adalah sebuah merek dagang terdaftar untuk serat fiber sintetis aramid, bahan ini masih
berhubungan dengan Nomex dan Technora. Poly-paraphenylene terephthalamide / Kevlar
diciptakan pada tahun 1965 oleh Stephanie Kwolek saat ia bekerja di DuPont. Selanjutnya bahan
ini dikembangkan oleh perusahaan DuPont [1][2]. Bahan yang kuat ini pertama kali digunakan
secara komersial pada tahun 1970an sebagai pengganti baja pada produk ban untuk keperluan
balap (lomba). Bahan ini banyak digunakan pada ban dan layar kapal sampai bahan untuk
pembuatan rompi anti peluru, hal ini disebabkan oleh kekuatan dan elastisitas bahan dan berat
yang ringan yang merupakan sifat dari bahan ini. Bahan ini disebut-sebut sebagai bahan yang
lima kali lebih kuat dari baja dengan berat yang sama.[3] Selain Kevlar, sebuah serat serupa yang
disebut Twaron dengan struktur kimia yang hampir sama juga dikembangkan oleh Akzo. Twaron
mulai diproduksi untuk komersial sejak 1986 oleh Teijin

6 Material Bangunan Terbaik ini Berasal dari Limbah!

RumahCom – Kampanye penggunaan material yang ramah lingkungan memang sudah menjad
isu global, baik di negara maju ataupun berkembang. Seperti dilansir dari World Trade
Organization (WTO), Brazil kini telah menerapkan peraturan khusus bagi penggunaan material
bangunan rumah.

Kebijakan tersebut bahkan dibuat cukup ketat dimana sangat mempertimbangkan keseimbangan
ekosistem baik di daratan maupun laut. Asal tahu saja, penelitian menunjukkan bahwa manusia
menghasilkan lebih dari 1,3 miliar ton limbah setiap tahunnya. Karenanya, masalah limbah
menjadi isu penting bagi keseimbangan ekosistem dunia.

Dirk E. Hebel, Marta H. Wisniewska dan Felix Heise yang berprofesi sebagai arsitek dan
pengamat lingkungan, seperti dilansir dari Citymetric.com, mengembangkan inovasi teknologi
Garbology. Konsep teknologi ini menggabungkan bidang arsitektural dan konstruksi dalam
membangun rumah.

Terminologi dari Garbology adalah mencari sumber material bangunan baru berbahan organik
yang ramah lingkungan dan mudah didaur ulang kembali. Dan berikut adalah ragam material
bangunan yang berasal dari limbah yang mungkin bisa menjadi inspirasi untuk rumah Anda:

Kayu terbuat dari koran


Kayu yang terbuat dari koran (sumber: citymetric.com)

Inovasi pertama adalah kayu yang terbuat dari koran. Adalah Norwegia, negara maju yang sudah
memiliki kegiatan mendaur ulang koran bekas sebanyak 1 juta ton setiap tahunnya. Kayu yang
terbuat dari koran akan memiliki fungsi yang tetap sama sebagai material bangunan. Uniknya,
kayu ini memiliki kelebihan tahan terhadap air dan api.

Atap terbuat dari popok bayi

Atap yang terbuat dari popok (sumber: citymetric.com)

Popok bayi ternyata bisa ‘disulap’ menjadi atap rumah yang memiliki daya tahan kuat.

Pelapis dinding dari plastik


Dinding terbuat dari plastik (sumber: citymetric.com)

Siapa sangka, pelapis pada dinding yang tertera di gambar terbuat dari tas plastik bekas. Material
plastik memang sukar didaur ulang. Namun bila menggunakan alat pencetak panas, plastik-
plastik yang sudah dipadatkan menjadi biji plastik akan berubah menjadi mengilap dan memiliki
daya tahan yang baik.

Pelapis dinding dari plastik ini tidak hanya bisa diterapkan pada bagian interior melainkan
eksterior rumah juga.

Batu bata terbuat dari darah hewan


Batu bata terbuat darah (sumber: citymetric.com)

Banyak yang berasumsi bahwa darah hewan bisa diolah menjadi produk limbah yang terbarukan.
Sekilas nampaknya akan menjijikan. Namun ternyata tidak bagi Jack Munro, Mahasiswa
Arsitektur dari Inggris yang menemukan inovasi mengolah darah hewan sebagai pengganti batu
bata bangunan.

Darah hewan tersebut diolah dan dicampur dengan pasir, kemudian dicetak membentuk balok
sehingga terlihat seperti batu bata. Upaya ini sangat tepat dilakukan pada daerah yang memiliki
kegiatan penyembelihan hewan cukup rutin.

Dinding terbuat dari botol


Botol dinding (smber: citymetric.com)

Selanjutnya terdapat botol yang direkatkan menjadi material bangunan rumah. Ide ini berawal
dari Perusahaan Bir Heineken di tahun 1960 yang menemukan kondisi menyedihkan di Pulai
Karibia. Pada pulau tersebut masih banyak sekali penduduk yang tidak memiliki rumah.

Alfred Henry Heineken, selaku pemilik perusahaan tersebut berinisiatif untuk mengumpulkan
botol-botol bekas, kemudian direkatkan menyerupai dinding bangunan rumah.

Dinding terbuat dari jamur


Dinding terbuat dari jamur (sumber: cittymetric.com)

Terakhir adalah dinding yang terbuat dari jamur. Bahan jamur, digunakan dengan tujuan sebagai
isolator yang baik di rumah. Sehingga, dapat memberikan suhu yang dingin di dalam rumah.

Cari Tahu Jenis-jenis Bahan Bangunan Eco-Friendly


27 April 2017

Salah satu cara mengurangi dampak buruk pembangunan rumah terhadap lingkungan adalah
dengan menggunakan bahan bangunan yang ramah lingkungan. Bahan bangunan ramah
lingkungan memang relatif lebih mahal dibandingkan bahan bangunan pada umumnya. Namun,
selain bermanfaat untuk lingkungan, ada banyak keuntungan menggunakan bahan bangunan eco-
friendly. Selain efisiensi listrik dan efisiensi penggunaan air, untuk jangka panjang penggunaan
bahan bangunan ramah lingkungan sebenarnya justru menghemat biaya karena memanfaatkan
bahan-bahan bangunan daur ulang. Apa saja contoh bahan bangunan eco-friendly yang bisa
Anda gunakan untuk rumah Anda:

 Untuk Lantai

Ada banyak material berjenis kayu yang bisa Anda gunakan untuk rumah Anda, termasuk di
dalamnya bambu, cork (kulit kayu), linoleum, hingga reclaimed wood.

 Bambu membutuhkan waktu 3 tahun agar bisa diolah sebagai bahan bangunan. Bambu juga
cepat beregenerasi dan mudah ditumbuhkan. Sedangkan kayu jenis lain, seperti maple atau oak,
membutuhkan waktu 50-100 tahun agar bisa diolah sebagai bahan bangunan.
 Untuk mendapatkan cork Anda tidak perlu menebang pohon karena cork diambil dari kulit kayu.
Dalam 3 tahun, pohon yang kulit kayunya digunakan sudah akan beregenerasi total. Anda tak
perlu khawatir menebang pohon dan mengganggu keseimbangan lingkungan. Populer
digunakan sebagai penutup lantai, cork bersifat hypoallergenic alami dan anti bakteri.
 Linoleum. Siapa sangka linoleum yang kini mulai serimg digunakan sebagai penutup lantai sama
sekali tidak menggunakan kayu? Linoleum dibuat dari minyak linseed, serat jute, dan serat flax.
Kelebihan lain linoleum adalah mereka tidak melepaskan Volatile Organic Compounds (VOC)
yang beracun ke udara, tak seperti tegel berbahan vinyl.
 Reclaimed wood atau kayu Forest Stewardship Council (FSC). Dengan menggunakan kayu daur
ulang atau kayu bersertifikat FSC, Anda telah memilih kayu dari produsen yang menjalankan
praktik penebangan dan pengolahan kayu berkelanjutan dan bebas pestisida.

 Untuk Genteng

Nama-nama bahan bangunan yang satu ini mungkin belum terlalu familiar di telinga Anda.
Bahan genteng ini memang masih jarang digunakan sebagai material penutup atap sebuah
hunian. Berikut pilihan jenis bahan atap yang bisa Anda pilih karena ramah lingkungan dan juga
sejuk:

 EcoStar Sustainable yang terbuat dari 80% karet daur ulang dan plastik.
 Plastic Lumber Yard yang berbentuk seperti papan tulis plastik dan terbuat dari plastik daur
ulang.
 Atap Gutta yang merupakan penutup atap ramah lingkungan buatan Jerman karena terbuat dari
serat selulosa.

Anda juga bisa memilih genteng berjenis Energy Star yang dirancang dengan bahan coating
yang mampu merefleksikan sinar UV untuk membantu mengurangi penyerapan panas dari sinar
matahari dan mengurangi suhu atap hingga 10oC.

 Untuk Halaman

PCP (Permeable Ceramic Paving) merupakan jenis keramik dengan bahan dasar yang terbuat
dari campuran tegel keramik yang didaur ulang dan tanah liat bentonite. Tanah liat bentonite
memiliki tekstur halus dan bersifat non-toksik sehingga aman digunakan dalam pembangunan
rumah. Campuran keramik daur ulang dan bentonite bersifat porous atau menyerap air, sehingga
bisa memberikan tambahan cadangan air tanah di rumah dan lingkungan sekitar Anda sekaligus
sebagai drainase, apalagi jika Anda tinggal di wilayah perkotaan.

 Untuk Dinding

Batu bata terbuat dari tanah liat yang dicetak kemudian dibakar dengan suhu tinggi sehingga
menjadi kering dan berwarna kemerahan. Bata merah merupakan bahan material yang populer
karena sangat mudah didapatkan dan sudah teruji ketahanannya. Batu bata juga tahan panas
sehingga melindungi bangunan lebih lama dari api. Selain itu, batu bata mampu menyerap udara
panas di sekitarnya dan juga memberikan kesan natural, wajar jika batu bata kerap digunakan
untuk hunian berkonsep tropis. Namun Anda harus rajin membersihkan rumah karena dinding
batu bata ekspos mudah berdebu.
Selain menggunakan material bahan bangunan yang eco-friendly, jadikan hunian Anda semakin
ramah lingkungan dengan menanam pohon di sebelah timur dan barat rumah. Pohon akan
melindungi rumah Anda seperti menyaring sinar matahari dan menyerap air saat musim hujan.
Anda juga bisa mempertimbangkan penggunaan solar panel dan membiasakan mengolah sampah
hunian sebagai kompos untuk digunakan sebagai pupuk bagi taman Anda.

Dirk E. Hebel, Marta H. Wisniewska dan Felix Heise yang berprofesi sebagai arsitek dan
pengamat lingkungan, seperti dilansir dari Citymetric.com, mengembangkan inovasi teknologi
Garbology. Konsep teknologi ini menggabungkan bidang arsitektural dan konstruksi dalam
membangun rumah.

Terminologi dari Garbology adalah mencari sumber material bangunan baru berbahan organik
yang ramah lingkungan dan mudah didaur ulang kembali. Dan berikut adalah ragam material
bangunan yang berasal dari limbah yang mungkin bisa menjadi inspirasi untuk rumah Anda:

Kayu terbuat dari koran

Inovasi pertama adalah kayu yang terbuat dari koran. Adalah Norwegia, negara maju yang sudah
memiliki kegiatan mendaur ulang koran bekas sebanyak 1 juta ton setiap tahunnya. Kayu yang
terbuat dari koran akan memiliki fungsi yang tetap sama sebagai material bangunan. Uniknya,
kayu ini memiliki kelebihan tahan terhadap air dan api.

Pelapis dinding dari plastik

Siapa sangka, pelapis pada dinding yang tertera di gambar terbuat dari tas plastik bekas. Material
plastik memang sukar didaur ulang. Namun bila menggunakan alat pencetak panas, plastik-
plastik yang sudah dipadatkan menjadi biji plastik akan berubah menjadi mengilap dan memiliki
daya tahan yang baik.

Pelapis dinding dari plastik ini tidak hanya bisa diterapkan pada bagian interior melainkan
eksterior rumah juga.

Batu bata terbuat dari darah hewan

Banyak yang berasumsi bahwa darah hewan bisa diolah menjadi produk limbah yang terbarukan.
Sekilas nampaknya akan menjijikan. Namun ternyata tidak bagi Jack Munro, Mahasiswa
Arsitektur dari Inggris yang menemukan inovasi mengolah darah hewan sebagai pengganti batu
bata bangunan.

Darah hewan tersebut diolah dan dicampur dengan pasir, kemudian dicetak membentuk balok
sehingga terlihat seperti batu bata. Upaya ini sangat tepat dilakukan pada daerah yang memiliki
kegiatan penyembelihan hewan cukup rutin.

Dinding terbuat dari botol

Selanjutnya terdapat botol yang direkatkan menjadi material bangunan rumah. Ide ini berawal
dari Perusahaan Bir Heineken di tahun 1960 yang menemukan kondisi menyedihkan di Pulai
Karibia. Pada pulau tersebut masih banyak sekali penduduk yang tidak memiliki rumah.

Alfred Henry Heineken, selaku pemilik perusahaan tersebut berinisiatif untuk mengumpulkan
botol-botol bekas, kemudian direkatkan menyerupai dinding bangunan rumah.

Dinding terbuat dari jamur

Terakhir adalah dinding yang terbuat dari jamur. Bahan jamur, digunakan dengan tujuan sebagai
isolator yang baik di rumah. Sehingga, dapat memberikan suhu yang dingin di dalam rumah.

Anda mungkin juga menyukai