0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
677 tayangan35 halaman

Elemen Penting Desain Interior Rumah

Makalah ini membahas tentang elemen-elemen pembentuk ruang interior yang terdiri dari lantai, dinding, plafon, pintu dan jendela. Elemen-elemen tersebut berfungsi untuk membentuk ruang, memberi karakteristik ruang, dan memungkinkan aktivitas di dalam ruang. Beberapa material yang umum digunakan untuk membangun elemen-elemen tersebut diantaranya batu, kayu, kaca, tripleks, eternit, gypsum board, dan keramik.

Diunggah oleh

Meryana Linome
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
677 tayangan35 halaman

Elemen Penting Desain Interior Rumah

Makalah ini membahas tentang elemen-elemen pembentuk ruang interior yang terdiri dari lantai, dinding, plafon, pintu dan jendela. Elemen-elemen tersebut berfungsi untuk membentuk ruang, memberi karakteristik ruang, dan memungkinkan aktivitas di dalam ruang. Beberapa material yang umum digunakan untuk membangun elemen-elemen tersebut diantaranya batu, kayu, kaca, tripleks, eternit, gypsum board, dan keramik.

Diunggah oleh

Meryana Linome
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

makalah

Interior
Elemen Desain Interior
Meryana a. linome
1906090001
STARS14201
ELEMEN PEMBENTUK RUANG INTERIOR

Ruangan interior dibentuk oleh beberapa bidang dua dimensi, yaitu lantai, dinding, plafon
serta bukaan pintu dan jendela. Menurut Wicaksono dan Tisnawati (2014), apabila salah
satu diantaranya tidak ada maka tidak dapat disebut sebagai interior karena ruangan
tersebut tidak dapat berfungsi dan dipergunakan dengan baik. Elemen- elemen interior
terdiri dari 2 jenis yaitu konstruktif dan dekoratif.. jenis elemen konstruktif antara lain:

1. Bidang Atas Kepala

Bidang atas kepala bisa jadi adalah bidang


atau yang membentang dan melindungi
ruang-ruang intrerior sebuah bangunan dari
elemen- elemen iklim atau bidang langit-
langit yang membentuk permukaan penutup
pada ruangan di alasnya.

Fungsi : Bidang ini berupa plafon, yang


berfungsi sebagai penutup rangka atap,
sebagai tempat meredam suara, insulator
panas, menyembunyikan jaringan instalasi,
sebagai wadah elemen desain bagian atas
Gambar 1 Langit-langit, sumber: homelava.com plafon tidak hanya sekedar dipasang pada
langit-langit ruang, tetapi sebelum itu
didesain sedemikian rupa agar menambah
keindahan dari suatu ruangan

Material : Pengunaan material pada bagian bidang atas kepala berupa :


• Tripleks
Plafond berbahan tripleks merupakan jenis penutup plafond yang sering dipakai.
Ukuran tripleks dipasaran adalah 122 cm x 244 cm dengan ketebalan 3 mm, 4 mm
dan 6 mm. Pemasangan plafond ini dapat dipasang lembaran tanpa dipotong-
potong maupun dapat dibagi menjadi empat bagian supaya lebih mudah dalam
penataan dan pemasangannya. Rangka plafond dapat menggunakan kasau 4/6
atau 5/7 dengan ukuran rangka kayu 60 cm x 60 cm.
Keunggulan jenis plafond tripleks proses pengerjaannya lebih mudah dan dapat
dilakukan oleh tukang kayu sehingga Anda tidak kesulitan dalam pengerjaannya.
Material tripleks mudah didapatkan di pasaran dengan harga yang relatif murah
dan bahan yang ringan memudahkan pengguna dalam perbaikan apabila terjadi
kerusakan untuk menggantinya.
Kelemahan bahan tripleks tidak tahan terhadap api sehingga mudah terbakar dan
apabila sering terkena air atau rembesan maka akan mudah rusak
• Eternit atau Asbes
Dalam pasaran ukuran plafond eternit
atau asbes adalah 1.00 m x 1.00 m dan
0.50 m x 1.00 m. Cara pemasangan pun
sama dengan plafond tripleks. Anda
dapat menggunakan kasau 4/6 atau 5/7
dengan ukuran rangka kayu 60 cm x 60
cm untuk rangka plafon.
Gambar 2Plafon Asbes
Keunggulannya selain mudah didapat
dipasaran, proses pengerjaan pun mudah sehingga tidak menemui kendala.
Bahannya yang ringan memudahkan pengguna untuk dapat mengganti apabila
terjadi kerusakan.

Kelemahan bahan dari eternit atau asbes tidak tahan terhadap goncangan dan
benturan sehingga harus berhati-hati dalam proses pemasangan plafond supaya
tidak patah atau retak
• Serat (Fiber)
Keunggulan plafond GRC tahan terhadap api
dan air, lebih kuat, ringan dan luwes. Proses
pengerjaanya cukup mudah.
Kelemahan sama dengan plafond eternit atau
asbes tak tahan benturan. Material GRC di
beberapa daerah masih jarang di jumpai

Gambar 3 Serat Fiber

• Gypsum Board

Plafond gypsum salah satu jenis plafond


yang sudah banyak digunakan untuk
menutup langit-langit rumah. Ukuran untuk
plafond gypsum adalah 122 cm x 244 cm.
Untuk rangka seperti GRC Board anda
dapat menggunakan kaso maupun besi
hollow 4/4 dan 4/2.
Gambar 4 PLafon Gypsum Board
Keunggulan, pada saat terpasang plafond
gypsum memiliki permukaan yang terlihat tanpa sambungan sehingga banyak
diminati masyarakat. Proses pengerjaanya pun lebih cepat. Mudah diperoleh,
diperbaiki serta diganti.

Kelemahan, tidak tahan terhadap air sehingga mudah rusak ketika terkena air atau
rembesan air. Tidak semua tukang dapat mengerjakannya, perlu keahlian khusus
untuk mengaplikasikannya
• Akustik Board

Plafond akustik merupakan solusi bagi Anda yang merencanakan sebuah ruangan
yang dapat meredam kebisingan. Karena plafond
akustik merupakan plafond yang tahan terhadap
batas ambang kebisingan tertentu. Ukuran yang
tersedia adalah 60 cm x 60 cm dan 60 cm x 120
cm. Plafond akustik dapat dipasang dengan
rangka kayu atau bahan metal pabrikan yang
sudah jadi.

Keunggulan, dapat meredam suara sehingga


untuk kebutuhan ruangan tertentu banyak dipakai
oleh masyarakat. Bobotnya relatif ringan sehingga
Gambar 5 Akustik Board
mudah untuk perbaikan atau diganti dan proses
pengerjaannya cepat.

Kelemahan, tidak tahan air dan di daerah tertentu masih jarang dijumpai serta
harganya relatif lebih mahal.

2. Bidang Dinding
Bidang dinding karena orientasinya
yang vertikal sifatnya aktif di dalam
lingkup pandang kita yang normal,
serta memegang peranan yang
penting dalam pembentukan dan
penutupan sebuah bidang
arsitektural.
Fungsi : Elemen bidang ini
memiliki fungsi untuk membatasi
ruang yang satu dengan lainnya,
Gambar 6 Dinding memberi bentuk ruang, menyokong
struktur bagian atas, melindungi bagian dalam ruang, sebagai wadah elemen
desain bagian vertikal, dan tempat perletakan sirkulasi

Karena dinding terbentang secara vertikal dan merupakan bidang terbesar


dalam interior ruang. Pengolahan dinding haruslah tepat karena dinding
merupakan bidang dominan suatu interior ruang. Dinding dapat diaplikasikan
dengan berbagai material finishing, material pembentuk, juga pencahayaan.

Dinding dalam interior dibagi menjadi dua, yaitu dinding struktur yang berfungsi
sebagai penopang beban stuktural di atasnya dan dinding non struktur yang
biasanya berupa dinding partisi berfungsi membagi sebuah ruangan atau
sebagai pemisah.

Contoh dinding partisi (kiri) dan dinding struktur (kanan)

Material-material yang sering digunakan pada dinding :

1. Batu (Batu bata, batako, batu kali)


2. Kayu Solid (kayu jati, nangka, bengkirai)
3. Kaca (tempered safety glass)
4. Kayu lapis (teakwood, plywood, multipleks)
Pemilihan material dinding dapat memberikan kesan tertentu dalam
sebuah ruangan. material yang dipilih biasanya akan menimbulkan suasana
tertentu yang diinginkan untuk mendukung aktivitas penghuni suatu ruangan.
Misalnya, pemilihan material dinding dari batu bata yang diekspos akan
memberikan kesan alami, klasik, dan futuristik. Batu bata bahkan dapat
menciptakan suasana pedesaan dalam sebuah ruangan dan juga dapat
memberikan kesan modern jika dipadukan dengan dekorasi-dekorasi bergaya
modern.

3. Bidang Dasar

Diding dasar dapat berupa sebuah bidang lantai dasar yang berfungsi sebagai
fondasi fisik dan dasar visual bentuk bangunan ataupun bidang alas yang
membentuk permukaan penutup sebuah ruangan di bawah tempat kita
berjalan.
Fungsi : Bidang dasar sebuah ruang yang dimaksud adalah lantai
yang memiliki fungsi menunjang aktifitas dalam ruang, memberi karakter serta
memperjelas sifat ruang, sebagai isolasi suara.

Material
Material yang digunakan dalam pembuatan bidang dasar atau lantai
diantaranya yaitu:
• Keramik

Merupakan salah satu jenis


material yang lebih sering
digunakan saat ini karena
mempunyai kemudahan dalam
pemasangan, murah harganya dan
sangat mudah ditemukan di toko
bangunan disekitar tempat tinggal
Gambar 7 Keramik kita.Keramik dapat digunakan
untuk lantai dan dinding. Keramik
dapat membuat susasana rumah menjadi hangat. Keramik terdiri dari 2
macam yaitu:

✓ Keramik licin atau halus yang digunakan untuk in door dan


bersifat lantai kering
✓ Keramik bertekstur atau kasar yang digunakan untuk out door
dan bersifat lantai mudah basah, seperti; teras, kamar mandi,
tempat cuci dan garasi.
• Granite

Merupakan material lantai


yang sifat lebih eksklusif
tentu lebih mahal harga serta
mempunyai kualitas yang
lebih baik dari pada keramik.
Granite membuat suasana
menjadi dingin dan terkesan
Gambar 8 Lantai Granite
lebih kokoh. Lantai granite
terdiri dari 2 macam yaitu:

✓ Granite tile adalah granite hasil campuran bahan dengan sistem


pembakaran, mempunyai ukuran seperti halnya ukuran keramik
✓ Granite alam adalah granit yang berupa lembaran tidak beraturan
dari batu granite yang dipotong berupa lembar besar.

• Marmer
Merupakan material lantai yang
terbuat dari batu alam asli yang
dipotong berbentuk lembaran
besar, memiliki tekstur khas,
motif khas dan tentu dengan
harga yang cukup mahal. Jika
ingin gunakan sebagai lantai
marmer akan dipotong ulang
Gambar 9 Lantai Marmer
sesuai ukuran yang kita
inginkan dan setelah terpasang kemudian dilakukan proses poles agar
mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Marmer dapat membuat
suasana rumah lebih dingin dan kuat.
• Terasso

Merupakan material lantai


yang terbuat dari serbuk,
serpihan ataupun pecahan
granit, marmer, kaca atau
batu. Teraso dibuat dengan
proses pencampuran bahan,
dicetak dan dibakar kemudian
ketika dipasang butuh proses
akhir yaitu poles agar lantai
Gambar 10 Lantai Teraso
gilap. Material ini dapat
membuat kesan lebih dingin pada saat cuaca panas dan membuat
kesan hangat pada saat cuaca dingin. Material ini juga mempunyai sifat
mampu menyerap cahaya.

• Tegel/Ubin

Merupakan material lantai yang sama


dengan teraso. Material ini sering
digunakan pada bangunan lama.
Bahan dasar tegel adalah semen dan
bubuk pewarna. Material ini mudah
Gambar 11Lantai Tegel/Ubin
untuk dipasang, harganya sama
dengan keramik dan granite tile, tegel juga harus melalui tahapan di
poles agar menjadi lebih bagus. Tegel terdiri dari beberapa macam
motif, yaitu:

✓ polos tanpa motif hanya warna solid,


✓ tegel bermotif,
✓ tegel motif puzzle.
• Parket

Merupakan material lantai yang


terbuat dari kayu, serbuk kayu
ataupun bahan sintetis bermotif
kayu. Material parket dapat
membuat suasana rumah menjadi
Gambar 12 Lantai Parket
lebih hangat dan alami. Parket
teridiri dari 3 macam, yaitu:

✓ parket kayu solid terbuat dari kayu alami yang potong berdasar
ukuran ketebalan lebar panjang untuk lantai
✓ parket laminating flooring yang terbuat dari serbuk kayu
✓ parket sintetis “WPC wood plastic composite” bahan terbuat dari
biji plastik dan diproses membentuk serat serta motif kayu,
“WPC” sangat tahan air, panas, hujan dan tidak membutuhkan
perawatan khusus dibandingkan parket bahan kayu/serbuk
kayu.

• Lantai Hardener

Merupakan material lantai


yang sering disebut “epoxy
floor hardener” atau lantai
plesteran finishing epoxy.
Lantai ini sering digunakan
untuk gudang, pabrik, bengkel
ataupun garasi. Prosesnya
adalah lantai terbuat dari cor
Gambar 13 Lantai Hardener beton lalu finishing acian
dengan pelapis epoxy
dibagian atasnya. Pembuatan lantai ini menggunakan mesin khusus
“trowel” dan ada jasa khusus yang spesial mengerjakan lantai epoxy
floor hardener. Material jenis ini lebih sering digunakan untuk toko,
rumah tinggal, cafe/resto yang bergaya “industrialisme”.

• Batu Alam

Merupakan material lantai


yang digunakan untuk ruang
outdoor atau pun ruang yang
berkesan outdoor seperti
taman atau ditempel di
tembok pagar, disamping itu
lantai batu alam juga sering
digunakan untuk lantai
Gambar 14Lantai Batu Alam carport rumah tinggal.
Dalam proses
pembuatannya butuh ketelitian, seni yang cukup tinggi sehingga mampu
mendapatkan hasil susunan batu alam yang indah dan rapi. Material
batu alam dapat membuat sebuah ruang menajdi lebih natural atau
alami.

Sementara itu, elemen desain iinterior dekoratif terdiri atas:


1. Elemen Estetis
Elemen estettis merupakan aksesoris
pendukung interior. Elemen estetis
merupakan salah satu jenis elemen
yang berguna untuk memperindah
sebuah ruang yang ada di dalam
sebuah bangunan. contohnya seperti
Gambar 15Elemen Estetis
hiasan meja, hiasan dinding, dan sebagainya.
Interior harus mengandung elemen estetis yang mengacu pada prinsip
desain seperti proporsi, skala ruang,
keseimbangan, harmoni ruang,
kesatuan dan variasi ruang, irama
ruang, penekanan ruang dan hal – hal
keindahan seperti asesoris ruang.

Gambar 16 Elemen Estetis

2. Furniture
Pemilihan perabotan merupakan hal penting dalam merancang tatanan
dalam suatu ruangan, karena menentukan fungsi dari ruangan tersebut,
berikut merupakan beberapa mode perabotan pada masa-masa tertentu
Model dari furniture terbagi
berdasarkan beberapa era
sesuai dengan gaya desain yang
menjadi tren masa itu.
• 1920 Art Deco
✓ Warna yang berani dan
berpola
✓ Sudut yang tajam dan
zigzag
Gambar 17 Interior 1920 Art Deco
✓ Merah Tua, Biru Terang,
Hitam, Teal
✓ Perabotan Art Deco:
Perabotan tahun 1920-an dan 1930-an adalah lambang seksi.
Cermin glamor, kayu glossy, hasil akhir yang apik, kulit yang
rimbun, nada permata dan hiasan eksotis merupakan
ciri khas perabotan bergaya Art Deco
✓ Karakteristik furniture art deco:
1. F u r n i t u r C e r m i n

Meja kopi, meja rias


dan meja rias, meja
rias dan semua jenis
perabotan lainnya
diproduksi di luar
cermin.
Gambar 18Art DecoCredenza / oleh Ello setelah Pierre
Cardin atau Paul Evans

2. Kayu Eksotis

Ruhlmann dan
perancang perabotan
premier lainnya dari era
Art Deco
mengkhususkan diri
pada furnitur yang
terbuat dari kayu kaya
Gambar 19Macassar Ebony Sideboard
dan eksotis. Semakin
langka kayu, semakin baik. Violetwood, Ambonynaburl, kayu
ara dan mahoni Makassar adalah beberapa yang paling
diminati.
3. V e r n i s

Dan untuk menambahkan kemewahan, hutan akan


diperlakukan dengan finishing pernis yang gloss tinggi. Ini
memberi potongan

Gambar 20Tempat Tidur French Art Deco yang langka - Highgloss Black Piano Lacquer

yang sangat kaya dan ramping. Ini khas gaya Art Deco.
Kayu yang lebih murah juga digunakan - maple, oak dan abu
misalnya. Untuk memberi kayu yang kaya, apik terlihat,
beberapa lapisan pernis akan dioleskan ke atas.

4. Tatahan Kayu

Tatahan kayu adalah gaya


furnitur yang sangat populer
pada era Art Deco. Gaya ini
bisa dilihat di sofa Art Deco
klasik dan kursi berlengan.

Gambar 21 Sofa Art Deco


5. Marquetry

Marquetis Art Deco


yang khas sangat
geometris Gaya
populer lainnya
adalah marquetry,
Gambar 22Andre Leleu Art Deco Rosewood "kerajinan yang
Marquetry Sideboard
menutupi bangkai
struktural dengan potongan veneer yang membentuk pola,
desain atau gambar dekoratif." Lemari es, lemari es dan
meja makan akan dihiasi dengan jenis kerajinan ini. Pola –
misalnya zig - zag, sunburst dan chevron.

6. Logam
Tahun 1920-an sering
disebut sebagai Era
Mesin. Ini adalah saat
industri dan manufaktur
mengalami perubahan
besar. Furnitur juga memiliki
estetika 'futuristik-
mesin'. Hal ini paling mudah
Gambar 23Art Deco Chrome dan Wood Rolling
Liquor Cabinet dicapai dengan
menggunakan aksen dan
finishing logam.
7. Kulit
Untuk mempertahankan tema kemewahan dan kemewahan,
hanya kulit lunak yang
paling lembut dan
lembut yang
digunakan untuk
perabotan. Kursi, sofa,
dan bangku berlapis
kulit terbaik. Warna
khasnya hitam, coklat
Gambar 24 Kursi Swivel Leather di Tasteof Paul Dupre-
Lafon, sekitar tahun 1930 dan cokelat. Namun,
kulitnya juga akan
diwarnai dengan warna Art Deco super berani seperti jeruk
ceri merah dan jeruk Warna-warna ini mencerminkan
semangat gembira setiap saat.
• 1930-1940 Modernist
✓ Sederhana dan Bersih
✓ Kontras antara warna dan tekstur
✓ Abu-Abu, Merah, Hitam, Putih, dan Oranye
✓ Karakteristik furniture Modernis:
1. Wassily Chair

Marcel Breuer merancang


kursi ini, yang juga dikenal
sebagai "Model B3," pada
tahun 1925 di Dessau,
Jerman. Marcel Breuer
adalah seorang pembuat
kabinet, dan dia
menciptakan kursi
Gambar 25 KUrsi Wassily
revolusioner ini dengan
menggunakan bahan baru,
seperti baja tubular dan tali kulit. Kursi Wassily hampir tampak
mengambang di udara karena desain abstrak dan bentuknya yang tipis
dan simetris.
2. Kursi Barcelona

Ini diciptakan pada


tahun 1929 untuk
Pameran Barcelona,
di mana Mies van der
Rohe
menyumbangkan
karyanya ke Paviliun
Jerman. Kursi
Gambar 26 Kursi Barcelona
Barcelona sering
hadir dengan sandaran dan terbuat dari kulit, khususnya panel kulit sapi
Spinneybeckvolo. Kursi ini memenangkan penghargaan Museum of
Modern Art pada tahun 1977, memberikan status sebagai furnitur
dan seni fungsional . MiesvanderRohe dikatakan telah terinspirasi oleh
"X" - sepatu kaki berbentuk sepatu yang digunakan oleh orang Romawi
dan kursi lipat yang digunakan di Mesir saat dia menciptakan Kursi
Barcelona.
3. Meja Kopi Noguchi

Dirancang oleh
IsamuNoguchi pada tahun
1948, merupakan kombinasi
menarik dari kayu dan kaca,
yang sederhana dan
indah. Meja kopi ini
memantulkan keseimbangan
sempurna antara fungsi dan
Gambar 27 Meja Kopi Noguchi penampilan, karena itu
benar-benar terlihat seperti
sebuah karya seni tapi juga melayani tujuan yang sama dengan meja kopi
di rumah. Hal ini dianggap sebagai bahan pokok desain furnitur
modern. Noguchi dikenal karena kecintaannya pada kesederhanaan
yang elegan dan eksperimennya dengan berbagai bahan dalam
desainnya.

• 1950 Mid-Century Modern


✓ Bersih, garis minimalis
✓ Warna yang tidak terduga
✓ Biru, Hijau, Rust, dan Pastel

Gambar 28 Interior MIs Century Modern


• 1960 Minimalist
✓ Terpengaruh dengan rancangan Jepang
✓ Menekan ruang negatif
✓ Merah, Kuning, Biru, Hitam Putih

Gambar 29 Perabot Miniimalis

• 1970 Self Expression


✓ Gabungan dari teknologi dan elemen natural
✓ Pola Berani
✓ Merah Bata, Emas, Hijau Alpukat, Merah Jambu dan
Rust

Gambar 30 Perabot Self Ekspresion

• 1980 The New Modern


✓ Cetakan Bunga dan Berpola
✓ Furniture yang Empuk
✓ Burgundy, Emas, Pastel, Krem, Ungu
Muda

Gambar 31Perabot The New Modern


• 1990 Individualist
✓ Terpengaruh dari Art Deco, Minimalist dan
Modernist
✓ Aksen Logam dan Kaca
✓ Abu-abu, Krem, Hijau Gelap, Warna Persik dan
Hijau Mint

Gambar 32 Perabot Individualis

• Abad Ke-21 Eclecticism


✓ Kenyamanan fungsional namun canggih
✓ Mengkombinasikan elemen ekletik dengan tema pemersatu
✓ Navy, Biru Cerah, Coklat, Oranye, kuning Lembut, Ungu, Kuning Langsat

Gambar 33 Perabot Eclectism


Selain elemen dasar, terdapat pula elemen pelegnkap seperti:
1. Warna
Warna mempunyai peran penting dalam interior, di mana setiap pemilihan warna
akan memberikan efek psikologis bagi penghuni atau pengguna ruangan. Efek
psikologis inilah yang akan mempengaruhi nyaman atau tidaknya pengguna yang
akan beraktivitas di dalam ruangan tersebut. Warna diklsifikasikan menjadi 4 jenis,
yaitu:

• Warna Primer : warna dasar yang


tidak bisa diperoleh melalui pencampuran
warna lain (kuning, biru, merah).
• Warna Sekunder : warna yang diperoleh
melalui pencampuran warna primer.
• Warna Tersier : warna yang
Gambar 34 Roda Warna
diperoleh melalui pencampuran warna primer
dengan warna sekunder.
• Warna Netral : warna yang sering muncul sebagai
penyeimbang warna-warna kontras di alam. Warna ini diperoleh melalui
pencampuran 3 warna primer dengan perbandingan 1:1:1.
Karena pemilihan warna alam interior mempengaruhi kenyaman sang pengguna
maka ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih warna, antara
lain :

• Jangka waktu penggunaan ruangan, aktivitas yang akan dilakukan dan


suasana hati atau mood seperti apa yang kita inginkan dalam ruangan
tersebut.
• Pencahayaan alami dalam ruangan.
• Dimensi atau besarnya ruang tersebut. Hal ini akan mempengaruhi
pemilihan gelap-terang warna yang akan digunakan.

Efek psikologis beberapa warna interior:


• Warna Cokelat
Warna coklat bisa menginduksi rasa alami dan nyaman. Dalam pengaturan interior,
coklat bisa menambah kedalaman dan kehangatan.
• Warna Putih
Warna putih menciptakan tampilan yang menyegarkan dan bersih. Putih digunakan
untuk menciptakan tampilan yang luas, tenang dan bersih.
• Warna Abu-Abu
Interior abu-abu memberikan formalitas yang elegan tanpa terlalu konservatif. Efek
warna abu-abu sangat bergantung pada warna kombinasi yang akan gunakan.
Namun warna abu-abu yang indah, yang dikombinasikan dengan warna putih yang
tidak terlalu terang, bisa menciptakan tampilan yang bersih dan menyegarkan. Jika
Anda memiliki terlalu banyak daerah abu-abu akan menjadi dominan dan
menciptakan lingkungan yang membosankan.
• Warna Hitam
Warna hitam untuk menciptakan aspek elegan dan berani untuk rumah Anda.
Hitam memberi kesan elegan dan canggih pada desain interior. Jika diletakkan
pada warna latar belakang yang terang atau netral, segala sesuatu yang hitam
akan menonjol. Warna hitam sangat ideal untuk menghadirkan hal-hal tertentu di
dalam ruangan.
• Warna Kuning
Gunakan warna kuning untuk memberi kegembiraan, ketegasan, cerah dan rasa
optimis. Efek warna kuning juga bervariasi tergantung dengan nuansa kuning yang
digunakan.
• Warna Merah
Warna merah memberikan aspek resonansi dan stimulasi. Warna merah sering
menunjukkan ancaman, bisa meningkatkan detak jantung. Ruangan dengan
banyak warna merah bisa meningkatkan tingkat gairah. Seperti orange, merah
diketahui menambah nafsu makan dan karenanya banyak digunakan di dapur.
• Warna Pink
Warna pink menciptakan suasana segar dan romantis. Di sebagian besar negara,
warna pink warna dipandang sebagai warna feminin dan sering dikaitkan dengan
segala hal yang berhubungan dengan anak perempuan. Secara umum, digunakan
pada desain interior, efek psikologis warna pink memang menyejukkan dan
nyaman.
• Warna Ungu
Warna ungu menciptakan lingkungan yang mewah dan mahal. Warna ini juga
sering bermakna magis, terasa memancarkan aura spiritualitas, misterius. Dan
warna ungu juga identik dengan warna bangsawan dan kekuatan.
• Warna Biru
Warna biru bisa menciptakan tampilan yang sejuk dan jernih. Dalam desain interior,
warna biru menciptakan suasana kerja dan meditasi. Warna biru telah terbukti
menurunkan tekanan darah dan detak jantung. Hal ini digunakan untuk mendesain
ruang interior untuk memperbesar ruangan dengan warna biru yang sangat terang.
Anda bisa menggunakan biru untuk mendinginkan ruangan dengan banyak sinar
matahari dan panas. Jika digunakan di dapur, cat, furnitur atau piring, warna biru
dikatakan mengurangi nafsu makan.
• Warna Hijau
Warna hijau menciptakan suasana tenang dan santai. Efek psikologis warna hijau
warna sama dengan warna biru, hijau dianggap tenang dan jernih. Hijau sangat
menyejukkan mata dan memberi kita banyak nuansa alam. Cara terbaik untuk
menggunakan warna hijau pada desain interior adalah dengan menggabungkan
beberapa warna, atau hijau dikombinasikan dengan warna lainnya.
Dalam interior, perpaduan atau permainan warna tentu saja berpengaruh untuk
memberikan kesan atau menciptakan suatu suasana yang diinginkan oleh pengguna.
Oleh karena itu, berikut ini adalah macam-macam skema warna yang dapat membantu
dalam pemilihan warna :
• Skema monokromatik dibuat dengan menggunakan satu warna yang sama pada
roda warna dalam beberapa shades (gelap), tints (terang), atau tones akan
memberikan penampilan yang berbeda pada kombinasi warna monokromatik.
Skema monokromatik dan contoh penerapan
• Skema komplementer, semua warna yang digunakan adalah warna yang saling
berlawanan pada roda warna. Mata manusia cenderung tertarik pada sesuatu
dengan warna komplementer.

Skema komplementer dan contoh penerapan


• Skema analog menggunakan satu warna pada roda warna dengan dua warna di
sebelahnya. Skema analog menggunakan 3-5 warna yang berdekatan satu sama
lain dalam roda warna.

Skema analog dan contoh penerapan


• Skema triadic, di mana skema warna ini mengacu pada tiga warna dengan ruang
yang sama di antaranya pada roda warna.
Skema triadik dan contoh penerapan
• Skema tetradic juga sering disebut sebagai skema persegi panjang karena
bentuknya pada roda warna berfokus pada penggunaan dua pasang warna
komplementer. Dalam skema ini, suhu warna memberikan peranan penting
karena akan ada dua warna hangat dan warna dingin yang saling berkaitan.

Skema tetradik dan contoh penerapan


• Skema split komplementer yang mengambil dua warna yang mengapit warna
komplementer di seberangnya. Jadi ada dua pilihan warna yang bisa
digunakan.Dua warna ini memiliki kemampuan untuk menyeimbangkan suasana
sebuah ruangan.

Skema split komplementer dan contoh penerapan


2. Pencahayaan

Interior lighting atau penataan cahaya untuk bagian dalam ruang


adalah sangat penting. Tata cahaya atau lighting yang ditata apik
akan mencipta suasana tertentu dalam ruangan dan membangun
estetika pada ruangan. Dengan permainan tata cahaya yang
memanfaatkan perbedeaan efek cahaya, kita dapat memengaruhi
atmosfer dalam sebuah ruangan.

Untuk dalam ruang (rumah, kamar, dan ruangan lain), alat utama
yang digunakan dalam pengaturan tata cahaya ruang (interior
lighting) terbagi atas 2 yakni cahaya alami dan cahaya buatan.

A. Cahaya buatan

Secara umum, pencahayaan buatan dibedakan menjadi tiga jenis,


yaitu general lighting, task lighting, dan accent lighting.

• General Lighting

General lighting atau


pencahayaan umum
adalah sistem
pencahayaan yang
menjadi sumber
penerangan utama.
Umumnya penerangan
Gambar 35 General Lighting dilakukan dengan cara
menempatkan titik lampu pada titik tengah ruangan atau pada
beberapa titik yang dipasang secara simetris dan merata.

Tujuan menggunakan general lighting adalah menghasilkan sumber


cahaya secara terang dan menyeluruh. Lampu yang digunakan
adalah lampu TL atau downlight. Selain itu, dapat pula digunakan
pencahayaan tidak langsung (indirect lighting) dengan lampu
tersembunyi yang memanfaatkan bias cahayanya saja.

Keunggulan lampu indirect adalah dapat menghasilkan cahaya yang


merata tanpa membuat mata silau dan suasana “hangat” pun lebih
terasa dengan tampilan lampu warna kekuningan.

• Task Lighting

Task lighting merupakan


sistem pencahayaan yang
difokuskan pada suatu
area dengan tujuan
membantu aktivitas
tertentu. Task lighting juga
dapat menjadi satu cara
Gambar 36Task Lightnig
untuk menghindari
ketegangan mata ketika beraktivitas.

Contoh task lighting adalah ruang kerja yang dilengkapi dengan


lampu meja untuk membaca sehinga mata tidak cepat lelah. Contoh
lain adalah lampu di atas counter table yang memungkinkan orang
untuk membaca resep masakanketika akan memasak. Atau, lampu
gantung yang diletakkan di atas ruang makan yang mengarah pada
meja makan.

Selain diperuntukkan sebagai lampu penegas fungsi, task lighting


juga dapat berfungsi sebagai pembentuk suasana.

• Accent Lighting
Accent lighting digunakan
untuk menyorot atau
memfokuskan pada suatu
benda agar dapat lebih
terlihat. Pemasangan
accent lighting pada ruang
Gambar 37Accent Lightning dalam umumnya digunakan
untuk menyorot benda seni (artwork) atau menyorot lukisan.

Accent lighting biasanya menggunakan spotlight karena dapat


menhasilkan bias cahaya yang kuat dan menghasilkan fokus pada
objek yang dituju. Aplikasi wall lamp juga dapat digunakan untuk
pada dinding tertentu sehingga menghasilkan tampilan ruang yang
dinamis

B. Pencahayaan Alami

Memanfaatkan energi cahaya ini tidak


sesederhana menempatkan jendela
pada dinding eksterior. Interior kamar
tanpa akses ke dinding eksterior atau
ruang yang aksesnya terbatas ke
cahaya matahari merupakan masalah
umum. Berikut merupakan cara
penerapan penggunaan pencahayaan
alami pada interior:
a. Dinding

Dinding interior dibangun untuk


mengumpulkan dan menyebarkan
cahaya daripada membatasinya adalah
salah satu solusi. Dinding yang
ditampilkan di sini mengumpulkan
cahaya tidak langsung dari kamar
mandi yang penuh cahaya yang
Gambar 38 Pencahayaan Alami berdekatan dan mengkapitalisasi sifat
reflektif dari permukaan dinding kamar mandi untuk meredakan cahaya ke kamar
tidur. Kaca akan mengirimkan jumlah terbesar cahaya ke dalam ruang yang
berdekatan. Dan karena kaca di sini diposisikan di atas ketinggian mata, aktivitas
mandi tetap memiliki privasi dan kedap suara.

Dinding putih pada kamar mandi yang sama sebagai sumber cahaya tidak langsung
untuk kamar tidur di dekatnya. Cerah, warna-warna netral bekerja dengan baik
untuk strategi “borrowed-lighting” secara tidak langsung.

Paparan sinar matahari yang dipinjam oleh kamar tidur hanya melalui kaca di atas
dinding.

b. Material tembus pandang


Karena material tembus pandang
bersifat mencerminkan, menyerap
dan menghamburkan cahaya,
desainer membuat dinding besar
untuk meminjam cahaya. Tingkat
tembus akan mempengaruhi
seberapa banyak cahaya yang
tersebar. Efeknya mirip dengan
mengaburkan pandangan langsung
tapi mempertahankan bagian
cahaya matahari. Cahaya menyebar
Gambar 39 Materia Tembus Pandang dengan nyaman dan membatasi
kelelahan mata.
Cahaya tembus dapat dicapai dalam berbagai cara. Misalnya dengan
menggunakan sandblasted glass
atau acid-etched glass. Dapat juga
dengan tekstur atau dilaminasi.
Dengan kaca laminasi, interlayer
plastik meminjamkan efek tembus
mirip dengan yang dibuat oleh
Gambar 40 Dinding Kaca sandblasting tapi tanpa
karakteristik menandai.
Pengaplikasian kaca film untuk
dipertimbangkan juga.

c. Dinding Kaca
Dinding kaca yang tinggi menghasilkan suara kedap tapi tidak privasi secara visual.
Ketika ada akses terbatas ke jendela ruang eksterior, kaca ini pilihan yang tepat .

d. Langit-langit berkubah dan


ventilasi pada bagian atas diniding
e. Tangga
Jika tangga dapat diposisikan untuk
menangkap dan memantulkan cahaya
dari atas baik sepenuhnya oleh kaca
atau menggunakan langit-langit, bisa
lebih efektif.
Gambar 41 Jendela Interior f. Jendela Interior
Baik menggunakan kaca bening atau
buram, ada banyak insentif fungsional untuk meminjam cahaya menggunakan
jendela interior. Jendela tersebut membawa cahaya dari ruang tamu yang
berdekatan sambil menjaga privasi suara ruang nursery ini.
Jendela interior tidak berfungsi untuk mengatasi cuaca dan penahan insulasi
seperti jendela eksterior, jadi harganya lebih murah dan mudah pemasangannya.
Pemasangan terutama dilakukan di tangga, dimana terdapat aliran konveksi alami
paling besar, dapat juga membantu ventilasi ruang secara pasif.

g. Skylight
Karena kubah langit di atas adalah sumber cahaya terbesar, sulit untuk
menemukan cara yang lebih efisien untuk meminjam cahaya di sini daripada langit.
Pada banyak perkotaan yang padat, langit-langit dapat digunakan dalam
hubungannya dengan atrium
interior atau cahaya dengan baik
dan dikelilingi oleh dinding reflektif
untuk meningkatkan efisiensi.
Proyek ini memanfaatkan cahaya
alami dengan baik, yang
memungkinkan ruang yang lebih
rendah untuk meminjam cahaya
dari skylight atas. Lantai kedua
dibuat melayang di langit-langit
daripada diperluas lebarnya sampai
Gambar 42 Skylight
atap pelana, dan efek keseluruhan
lebih ringan dan lebih cerah.
Semakin kita membuka ruang interior, semakin mudah untuk menyebarkan cahaya
sekitar dari daerah dengan paparan sinar matahari yang baik ke daerah dengan
paparan sedikit. Cat permukaan dengan cat yang lebih terang membantu
mendistribusikan cahaya.
h. Tabung cahaya
Teknologi sederhana
saluran tabung cahaya
sangat reflektif ke tempat
yang membutuhkan,
tabung bersifat fleksibel.
Sistem ini sangat efektif
dalam ruang pribadi atau
ruang yang terlalu banyak
kaca.
Meskipun tabung pendek
digunakan dalam proyek
memanfaatkan cahaya
alami, konsepnya mirip.
Gambar 43 Tabung Cahaya Enam tabung besar
menerangi ruang gelap,
elemennya dianggap berani. Pilihan beberapa tabung surya daripada satu
memang disengaja, namun hal tersebut sangat fungsional. Pengelompokan tiga
buah biasanya awal yang baik, tapi lebih banyak lebih baik .
STUDI KASUS
REVIEW RUANG TAMU
1. BIDANG DASAR

Elemen Dasar (Lantai) menggunakan pelapis lantai dengan material Tegel/Ubin


jenis puzzle dengan warna putih yang memberikan efek sejuk pada ruangan.
2. BIDANG DINDING

Bidang dinding menggunakan pelapis material cat berwarna kuning yang


memberikan suasana cerah pada seluruh ruangan. Dinding pada ruangan hanya
terdiri dari dinding struktur yang mebatasi ruangan satu dengan ruangan lainnya.

3. BIDANG PLAFON

Plafond dengan bahan


gypsum dan warna
senada dinding memberi
kesan cerah pada
ruangan. Selain itu pada
tepi plafond
menggunakan warna
putih yang senada
dnegan lampu.
4. ELEMEN ESTETIS

Elemen Estetis berupa lukisan yang dipajang di dalam interior.


5. FURNITURE

6. WARNA
Warna dominan
yang digunakan
dalam interior
adalah warna
kunig cerah
untuk dinding,
gorden, dan
perabot/furniture. Sementara warna merah bata ditemukan dominan pada
furniture sofa.
7. PENCAHAYAAN
Pencahayaan dalam interior menggunakan pencahayaan alami dari jendela dan
juga pencahaayaan buatan dari lampu.

Anda mungkin juga menyukai