Elemen Penting Desain Interior Rumah
Elemen Penting Desain Interior Rumah
Interior
Elemen Desain Interior
Meryana a. linome
1906090001
STARS14201
ELEMEN PEMBENTUK RUANG INTERIOR
Ruangan interior dibentuk oleh beberapa bidang dua dimensi, yaitu lantai, dinding, plafon
serta bukaan pintu dan jendela. Menurut Wicaksono dan Tisnawati (2014), apabila salah
satu diantaranya tidak ada maka tidak dapat disebut sebagai interior karena ruangan
tersebut tidak dapat berfungsi dan dipergunakan dengan baik. Elemen- elemen interior
terdiri dari 2 jenis yaitu konstruktif dan dekoratif.. jenis elemen konstruktif antara lain:
Kelemahan bahan dari eternit atau asbes tidak tahan terhadap goncangan dan
benturan sehingga harus berhati-hati dalam proses pemasangan plafond supaya
tidak patah atau retak
• Serat (Fiber)
Keunggulan plafond GRC tahan terhadap api
dan air, lebih kuat, ringan dan luwes. Proses
pengerjaanya cukup mudah.
Kelemahan sama dengan plafond eternit atau
asbes tak tahan benturan. Material GRC di
beberapa daerah masih jarang di jumpai
• Gypsum Board
Kelemahan, tidak tahan terhadap air sehingga mudah rusak ketika terkena air atau
rembesan air. Tidak semua tukang dapat mengerjakannya, perlu keahlian khusus
untuk mengaplikasikannya
• Akustik Board
Plafond akustik merupakan solusi bagi Anda yang merencanakan sebuah ruangan
yang dapat meredam kebisingan. Karena plafond
akustik merupakan plafond yang tahan terhadap
batas ambang kebisingan tertentu. Ukuran yang
tersedia adalah 60 cm x 60 cm dan 60 cm x 120
cm. Plafond akustik dapat dipasang dengan
rangka kayu atau bahan metal pabrikan yang
sudah jadi.
Kelemahan, tidak tahan air dan di daerah tertentu masih jarang dijumpai serta
harganya relatif lebih mahal.
2. Bidang Dinding
Bidang dinding karena orientasinya
yang vertikal sifatnya aktif di dalam
lingkup pandang kita yang normal,
serta memegang peranan yang
penting dalam pembentukan dan
penutupan sebuah bidang
arsitektural.
Fungsi : Elemen bidang ini
memiliki fungsi untuk membatasi
ruang yang satu dengan lainnya,
Gambar 6 Dinding memberi bentuk ruang, menyokong
struktur bagian atas, melindungi bagian dalam ruang, sebagai wadah elemen
desain bagian vertikal, dan tempat perletakan sirkulasi
Dinding dalam interior dibagi menjadi dua, yaitu dinding struktur yang berfungsi
sebagai penopang beban stuktural di atasnya dan dinding non struktur yang
biasanya berupa dinding partisi berfungsi membagi sebuah ruangan atau
sebagai pemisah.
3. Bidang Dasar
Diding dasar dapat berupa sebuah bidang lantai dasar yang berfungsi sebagai
fondasi fisik dan dasar visual bentuk bangunan ataupun bidang alas yang
membentuk permukaan penutup sebuah ruangan di bawah tempat kita
berjalan.
Fungsi : Bidang dasar sebuah ruang yang dimaksud adalah lantai
yang memiliki fungsi menunjang aktifitas dalam ruang, memberi karakter serta
memperjelas sifat ruang, sebagai isolasi suara.
Material
Material yang digunakan dalam pembuatan bidang dasar atau lantai
diantaranya yaitu:
• Keramik
• Marmer
Merupakan material lantai yang
terbuat dari batu alam asli yang
dipotong berbentuk lembaran
besar, memiliki tekstur khas,
motif khas dan tentu dengan
harga yang cukup mahal. Jika
ingin gunakan sebagai lantai
marmer akan dipotong ulang
Gambar 9 Lantai Marmer
sesuai ukuran yang kita
inginkan dan setelah terpasang kemudian dilakukan proses poles agar
mendapatkan hasil yang lebih maksimal. Marmer dapat membuat
suasana rumah lebih dingin dan kuat.
• Terasso
• Tegel/Ubin
✓ parket kayu solid terbuat dari kayu alami yang potong berdasar
ukuran ketebalan lebar panjang untuk lantai
✓ parket laminating flooring yang terbuat dari serbuk kayu
✓ parket sintetis “WPC wood plastic composite” bahan terbuat dari
biji plastik dan diproses membentuk serat serta motif kayu,
“WPC” sangat tahan air, panas, hujan dan tidak membutuhkan
perawatan khusus dibandingkan parket bahan kayu/serbuk
kayu.
• Lantai Hardener
• Batu Alam
2. Furniture
Pemilihan perabotan merupakan hal penting dalam merancang tatanan
dalam suatu ruangan, karena menentukan fungsi dari ruangan tersebut,
berikut merupakan beberapa mode perabotan pada masa-masa tertentu
Model dari furniture terbagi
berdasarkan beberapa era
sesuai dengan gaya desain yang
menjadi tren masa itu.
• 1920 Art Deco
✓ Warna yang berani dan
berpola
✓ Sudut yang tajam dan
zigzag
Gambar 17 Interior 1920 Art Deco
✓ Merah Tua, Biru Terang,
Hitam, Teal
✓ Perabotan Art Deco:
Perabotan tahun 1920-an dan 1930-an adalah lambang seksi.
Cermin glamor, kayu glossy, hasil akhir yang apik, kulit yang
rimbun, nada permata dan hiasan eksotis merupakan
ciri khas perabotan bergaya Art Deco
✓ Karakteristik furniture art deco:
1. F u r n i t u r C e r m i n
2. Kayu Eksotis
Ruhlmann dan
perancang perabotan
premier lainnya dari era
Art Deco
mengkhususkan diri
pada furnitur yang
terbuat dari kayu kaya
Gambar 19Macassar Ebony Sideboard
dan eksotis. Semakin
langka kayu, semakin baik. Violetwood, Ambonynaburl, kayu
ara dan mahoni Makassar adalah beberapa yang paling
diminati.
3. V e r n i s
Gambar 20Tempat Tidur French Art Deco yang langka - Highgloss Black Piano Lacquer
yang sangat kaya dan ramping. Ini khas gaya Art Deco.
Kayu yang lebih murah juga digunakan - maple, oak dan abu
misalnya. Untuk memberi kayu yang kaya, apik terlihat,
beberapa lapisan pernis akan dioleskan ke atas.
4. Tatahan Kayu
6. Logam
Tahun 1920-an sering
disebut sebagai Era
Mesin. Ini adalah saat
industri dan manufaktur
mengalami perubahan
besar. Furnitur juga memiliki
estetika 'futuristik-
mesin'. Hal ini paling mudah
Gambar 23Art Deco Chrome dan Wood Rolling
Liquor Cabinet dicapai dengan
menggunakan aksen dan
finishing logam.
7. Kulit
Untuk mempertahankan tema kemewahan dan kemewahan,
hanya kulit lunak yang
paling lembut dan
lembut yang
digunakan untuk
perabotan. Kursi, sofa,
dan bangku berlapis
kulit terbaik. Warna
khasnya hitam, coklat
Gambar 24 Kursi Swivel Leather di Tasteof Paul Dupre-
Lafon, sekitar tahun 1930 dan cokelat. Namun,
kulitnya juga akan
diwarnai dengan warna Art Deco super berani seperti jeruk
ceri merah dan jeruk Warna-warna ini mencerminkan
semangat gembira setiap saat.
• 1930-1940 Modernist
✓ Sederhana dan Bersih
✓ Kontras antara warna dan tekstur
✓ Abu-Abu, Merah, Hitam, Putih, dan Oranye
✓ Karakteristik furniture Modernis:
1. Wassily Chair
Dirancang oleh
IsamuNoguchi pada tahun
1948, merupakan kombinasi
menarik dari kayu dan kaca,
yang sederhana dan
indah. Meja kopi ini
memantulkan keseimbangan
sempurna antara fungsi dan
Gambar 27 Meja Kopi Noguchi penampilan, karena itu
benar-benar terlihat seperti
sebuah karya seni tapi juga melayani tujuan yang sama dengan meja kopi
di rumah. Hal ini dianggap sebagai bahan pokok desain furnitur
modern. Noguchi dikenal karena kecintaannya pada kesederhanaan
yang elegan dan eksperimennya dengan berbagai bahan dalam
desainnya.
Untuk dalam ruang (rumah, kamar, dan ruangan lain), alat utama
yang digunakan dalam pengaturan tata cahaya ruang (interior
lighting) terbagi atas 2 yakni cahaya alami dan cahaya buatan.
A. Cahaya buatan
• General Lighting
• Task Lighting
• Accent Lighting
Accent lighting digunakan
untuk menyorot atau
memfokuskan pada suatu
benda agar dapat lebih
terlihat. Pemasangan
accent lighting pada ruang
Gambar 37Accent Lightning dalam umumnya digunakan
untuk menyorot benda seni (artwork) atau menyorot lukisan.
B. Pencahayaan Alami
Dinding putih pada kamar mandi yang sama sebagai sumber cahaya tidak langsung
untuk kamar tidur di dekatnya. Cerah, warna-warna netral bekerja dengan baik
untuk strategi “borrowed-lighting” secara tidak langsung.
Paparan sinar matahari yang dipinjam oleh kamar tidur hanya melalui kaca di atas
dinding.
c. Dinding Kaca
Dinding kaca yang tinggi menghasilkan suara kedap tapi tidak privasi secara visual.
Ketika ada akses terbatas ke jendela ruang eksterior, kaca ini pilihan yang tepat .
g. Skylight
Karena kubah langit di atas adalah sumber cahaya terbesar, sulit untuk
menemukan cara yang lebih efisien untuk meminjam cahaya di sini daripada langit.
Pada banyak perkotaan yang padat, langit-langit dapat digunakan dalam
hubungannya dengan atrium
interior atau cahaya dengan baik
dan dikelilingi oleh dinding reflektif
untuk meningkatkan efisiensi.
Proyek ini memanfaatkan cahaya
alami dengan baik, yang
memungkinkan ruang yang lebih
rendah untuk meminjam cahaya
dari skylight atas. Lantai kedua
dibuat melayang di langit-langit
daripada diperluas lebarnya sampai
Gambar 42 Skylight
atap pelana, dan efek keseluruhan
lebih ringan dan lebih cerah.
Semakin kita membuka ruang interior, semakin mudah untuk menyebarkan cahaya
sekitar dari daerah dengan paparan sinar matahari yang baik ke daerah dengan
paparan sedikit. Cat permukaan dengan cat yang lebih terang membantu
mendistribusikan cahaya.
h. Tabung cahaya
Teknologi sederhana
saluran tabung cahaya
sangat reflektif ke tempat
yang membutuhkan,
tabung bersifat fleksibel.
Sistem ini sangat efektif
dalam ruang pribadi atau
ruang yang terlalu banyak
kaca.
Meskipun tabung pendek
digunakan dalam proyek
memanfaatkan cahaya
alami, konsepnya mirip.
Gambar 43 Tabung Cahaya Enam tabung besar
menerangi ruang gelap,
elemennya dianggap berani. Pilihan beberapa tabung surya daripada satu
memang disengaja, namun hal tersebut sangat fungsional. Pengelompokan tiga
buah biasanya awal yang baik, tapi lebih banyak lebih baik .
STUDI KASUS
REVIEW RUANG TAMU
1. BIDANG DASAR
3. BIDANG PLAFON
6. WARNA
Warna dominan
yang digunakan
dalam interior
adalah warna
kunig cerah
untuk dinding,
gorden, dan
perabot/furniture. Sementara warna merah bata ditemukan dominan pada
furniture sofa.
7. PENCAHAYAAN
Pencahayaan dalam interior menggunakan pencahayaan alami dari jendela dan
juga pencahaayaan buatan dari lampu.