Anda di halaman 1dari 5

Parameter

Parameter adalah ukuran, kriteria, patokan, pembatasan, standar, atau tolok ukur seluruh
populasi dalam penelitian. (Eko Sujatmiko, 2014)

2.3 Parameter Tanah


Parameter tanah, adalah ukuran atau acuan untuk mengetahui atau menilai hasil suatu proses
perubahan yang terjadi dalam tanah sebagai medium pertumbuhan tanaman. Dalam menilai atau
membandingkan kualitas tanah, maka setiap parameter tanah harus diketahui, diantaranya
parameter sifat kimia, biologi, dan fisika tanah harus diketahui. Semua sifat tersebut akan
menentukan apakah tanah tersebut merupakan media tumbuh yang baik. Tanah yang berkualitas
baik adalah tanah yang mampu menyediakan hara yang dibutuhkan oleh tanaman, mampu
menyediakan air, serta bebas dari unsure pencemar yang dapat menghambat pertumbuhan serta
produksi tanaman budidaya serta memberi ruang yang leluasa bagi akar tanaman untuk
berkembang.
Sifat tanah baik itu sifat kimia, biologi dan fisika tidak dapat terpisahkan satu sama lain untuk
menilai kualitas tanah di suatu tempat. Untuk sifat fisika analisis yang dilakukan adalah tekstur
tanah, kadar lengas, dan porositas. Lalu sifat kimia yang dianlisis adalah kadar Nitrogen Total,
dan Kadar Bahan Organik. Dan yang terkahir untuk parameter sifat biologinya adalah respirasi
mikrobia tanah.

1. Parameter Fisika Tanah


a. Kadar Lengas
Kadar lengas menunjukkan kadar air yang ada didalam tanah. air memiliki berbagai fungsi bagi
tanaman. Fungsi tersebut antara lain, sebagai pembangun sel tanaman, sebagai pelarut unsure
hara, dan sebagai unsure hara. Air diserap oleh tanah melalui akar. Dengan kata lain air yang
dapat dimanfaatkan oleh tanamna adalah air yang ada di dalam tanah. Oleh karena itu kandungan
air dalam tanah (kadar lengas) memiliki peranan yang sangat penting.
Tanah yang berkualitas baik yaitu tanah yang memiliki kadar lengas yang cukup tinggi namun
tidak terlalu tinggi. Ketika kadar lengas tanah terlalu rendah maka air yang dapat diserap
tanaman juga akan sedikit. Namun jika kadar lengas terlalu tinggi, maka pori tanah akan jenuh
dengan udara sehingga menyebabkan aerasi menjadi terganggu.
b. Permeabilitas
Permeabilitas tanah adalah suatu kesatuan yang melipui infiltrasi tanah dan bermanfaat sebagai
permudahan dalam pengolahan tanah. (Dede rohmat, 2009) Menurut PP no 150 tahun 2000
tanah lahan kering yang memiliki nilai permeabilitas atau daya pelulusan air < 0,7 cm/jam dan >
8,0 cm/jam telah terletak pada ambang kritis, artinya tanah tersebut telah memiliki permeabilitas
yang buruk.
c. Porositas tanah
Porositas tanah berpengaruh pada daya simpan air tanah dan kemampuan tanah dalam
mempertukarkan udara. Hal-hal tersebut sangat penting, karena tanaman sangat membutuhkan
udara dan air. Porositas juga memberikan ruang bagi akar tanaman untuk tumbuh dan mencari
unsure hara dengan lebih leluasa. Tanah yang kualitasnya baik memiliki porositas yang tidak
terlalu sedikit dan tidak juga terlalu besar. Porositas yang kecil akan menyebabkan aerasi tanah
terganggu dan mengganggu pertumbuhan akar. Sedangkan porositas yang terlalu besar akan
menyebabkan tanah sulit mengikat air sehingga tanaman akan kekurangan air. Menurut PP No
150 tahun 2000 , porositas tanah lahan kering yang memiliki tidak kurang dari 30% dan tidak
lebih dari 70% dapat dikatakan kualitas tanah baik.
d. Berat Jenis
Bobot jenis partikel (particle density) dari suatu tanah menunjukkan kerapatan dari partikel dapat
secara keseluruhan. Hal ini ditunjukkan sebagai perbandingan massa total dari partikel padatan
dengan total volume tidak termasuk ruang pori antarpartikel. Berat jenis partikel ini penting
dalam penentuan laju sedimentasi, pergerakan partikel oleh air dan angin.
e. Berat Isi
Menurut Lembaga Penelitian Tanah (1979), definisi berat isi tanah adalah berat tanah utuh
(undisturbed) dalam keadaan kering dibagi dengan volume tanah, dinyatakan dalam g/cm3
(g/cc). Nilai berat isi tanah sangat bervariasi antara satu titik dengan titik lainnya karena
perbedaan kandungan bahan organik, tekstur tanah, kedalaman tanah,jenis fauna tanah, dan
kadar air tanah (Agus et al . 2006). Bobot isi tanah dapat digunakan untuk menunjukkan nilai
batas tanah dalam membatasi kemampuan akar untuk menembus (penetrasi) tanah, dan untuk
pertumbuhan akar tersebut (Pearson et al., 1995). Berat isi merupakan suatu sifat tanah yang
menggambarkan taraf kemampatan tanah. Tanah dengan kemampatan tinggi dapat mempersulit
perkembangan perakaran tanaman, pori makro terbatas dan penetrasi air terhambat
(Darmawijaya,1997).
Tanah lahan kering memiliki berat isi yang baik yaitu dengan nilai < 1,4 g/cm³. (PP no 150 tahun
2000)
f. Kemantapan Agregat
Kemantapan agregat adalah ketahanan rata-rata agregat tanah melawan pendispersi oleh benturan
tetes air hujan atau penggenangan air. Agregat dapat menciptakan lingkungan fisik yang baik
untuk perkembangan akar tanaman melalui pengaruhnya terhadap porositas, aerasi dan daya
menahan air. Pada tanah yang agregatnya kurang stabil bila terkena gangguan maka agregat
tanah tersebut akan mudah hancur. (Hardjowigeno,1987)
g. Tekstur
Tektur juga menentukan porositas tanah. tanah yang didominasi fraksi pasir cendrung lebih
porus datau memiliki porositas yang besar. Tanah dengan tekstur seperti ini akan sulit menahan
air. Karena jumlah pori mikro yang berfungsi menahan air sangat sedikit.namun jika tanah yang
didominasi oleh liat akan memiliki jumlah pori mikro yang bersar dan jumlah pori makro yang
sedikit. Hal ini akan menghambat aerasi tanah sehingga tidak terjadi pertukaran udara yang akan
menghambat respirasi akar dan mirobia tanah.

2. Parameter Kimia
a. Keasaman (pH)
Tanah asam dapat memengaruhi keadaan tanah dan pertumbuhan tanaman. Agar tanah yang
bereaksi asam dapat ditanami maka keasamannya perlu diperkecil, angka pH diperbesar dengan
keasaman kapur.
b. Nitrogen
Nitrogen merupakan unsur mutlak yang harus ada dalam tanah dan dibutuhkan dalam jumlah
banyak. Unsur Nitrogen mempunyai peranan merangsang pertumbuhan secara keseluruhan dan
khususnya batang, cabang dan daun, hijau daun serta berguna dalam proses fotosintesis.Tanah
dengan kandungan nitrogen rendah menyebabkan tanaman tumbuh kerempeng.
c. Bahan Organik
Tanah memiliki kandungan bahan organik tinggi artinya struktur tanahnya baik, menambah
kondisi kehidupan di dalam tanah karena organisme dalam tanah memanfaatkan bahan organik
sebagai makanan.
d. Phosfor
Phosfor berguna untuk merangsang pertumbuhan akar, khususnya akar benih dan tanaman muda.
Phosfor juga berfungsi sebagai bahan mentah untuk pembentukkan protein tertentu, membantu
asimilasi, memeprcepat bunga, pemasakan biji dan buah. Tanah yang kadar phosfor nya sedikit
akan jelek akibatnya bagi tanaman pada saat berbuah.
e. Kalium
Kalium merupakan sumber kekuatan bagi tanaman dalam menghadapi kekeringan dan penyakit.
Apabila tanah dengan kandungan unsur kalium rendah menyebabkan daun tanaman keriting,
mengerut, timbul bercak merah coklat, mengering lalu mati.
f. Kalsium
Kalsium berperan merangsang pembentukan bulu-bulu akar, mengeraskan batang dan
merangsang pembentukan biji dan apabila tanah dengan kandungan Kalsium rendah maka daun
mudah mengalami klorosis.
g. Magnesium
Tanah dengan kandungan Mg yang rendah menyebabkan daun tua mengalami klorosis dan
tampak bercak-bercak coklat. Daun yang semula hijau segar menjadi kekuningan. Daun akan
mengering dan kerap kali langsung mati.

3. Parameter Biologi
Di tanah terdapat hewan-hewan, tumbuhan, dan mikroorganisme yang peka dan ada pula yang
tahan terhadap kondisi lingkungan tertentu. Organisme yang peka akan mati karena pencemaran
dan organisme yang tahan akan tetap hidup. Planaria merupakan contoh hewan yang peka
pencemaran. Tanah yang mengandung planaria menunjukkan tanah tersebut belum mengalami
pencemaran. Sebaliknya, cacing Tubifex (cacing merah) merupakan cacing yang tahan hidup dan
bahkan berkembang baik di lingkungan yang kaya bahan organik, meskipun spesies hewan yang
lain telah mati. Ini berarti keberadaan cacing tersebut dapat dijadikan indikator adanya
pemcemaran zat organik.
Organisme yang dapat dijadikan petunjuk pencemaran dikenal sebagai indikator biologis.
Indikator biologis terkadang lebih dapat dipercaya daripada indikator kimia. Pabrik yang
membuang limbah ke sungai dan mengenai tanah dapat mengatur pembuangan limbahnya ketika
akan dikontrol oleh pihak yang berwenang. Pengukuran secara kimia pada limbah pabrik
tersebut selalu menunjukkan tidak adanya pencemaran. Tetapi tidak demikian dengan makluk
hidup yang menghuni ekosistem air dalam tanah secara terus menerus. Disitu terdapat hewan-
hewan, mikroorganisme, bentos, mikroinvertebrata, ganggang, yang dapat dijadikan indicator
biologis. Jumlah mikroba yang menandakan tanah tersebut tidak tercemar atau memiliki kualitas
yang bagus adalah >102 cfu/gr tanah.
DAFTAR PUSTAKA
Darmawijaya, M. Isa. 1997. Klasifikasi Tanah. Gadjah Mada University Press: Yogyakarta.
Rohmat, dede. 2009.Tipikal Kuantitas infiltrasi Menurut karaktereristik lahan.Bandung
Hardjowigeno, S. 1987. Dasar Ilmu Tanah .Mediyatama Sarana Perkasa : Jakarta
Nurhayati, Hakim,DKK.1986. Dasar-Dasar ilmu tanah.Lembaga Penelitian Universitas
Lampung. Lampung.
Pearson, C.J., Norman, D.W., & Dixon, J. 1995. Sustainable Dryland Cropping in Relation to
Soil
Peraturan Pemerintahan Nomor 150 Tahun 2000 . Pengendalian Kerusakan Tanah Productivity.
FAO: Rome
Sujatmiko, Eko. 2014. Kamus IPS . Aksara Sinergi Media Cetakan I halaman 225: Surakarta.
Untuk Produksi Biomassa. Jakarta
http://syekhfanismd.lecture.ub.ac.id/files/2013/10/Parameter-Sifat-Tanah.pdf
http://geograph88.blogspot.co.id/2015/02/indikator-kualitas-tanah.html?m=1
http://hend-learning.blogspot.co.id/2009/04/polusi-pencemaran-lingkungan.html?m=1