Pengantar Kongruensi Modulo dalam Matematika
Pengantar Kongruensi Modulo dalam Matematika
Definisi Biarkan m menjadi bilangan bulat positif. Jika a dan b adalah bilangan
bulat, kita mengatakan bahwa a kongruen dengan b modulo m jika m(a-b).
Contoh 4.1 kita punya 22 4 (mod 9), akibatnya 9 (22 – 4) = 18. Demikian
juga 3 -6 (mod 9) dan 200 2(mod 9). Dilain sisi 13 ≢ 5 (mod 9) sejak 9 ∤ ( 13
– 5) = 8
Teorema 4.1 jika a dan b adalah bilangan bulat, maka a b (mod m) dan hanya
jika ada bilangan bulat k sehingga a = b + km
Bukti:
jika a b (mod m), maka m ( a- b ). ini berarti bahwa ada sebuah bilangan bulat
k dengan km = a – b , sehingga a = b + km
Bukti
Pada teorema 4.2, kita melihat bahwa himpunan bilangan bulat yang dibagi
menjadi m himpunan yang berbeda disebut kelas kongruensi modulo m, masing
masing bilangan bulat tersebut satu sama lain kongruen modulo m.
Misal m adalah bilangan bulat positif, diberikan bilangan bulat a, pada divisi
algoritma kita punya a = bm + r, dimana 0 ≤ r ≤ m-1. Kita sebut a sisa tidak
negatif tekecil pada modulo m. Kita menganggap r adalah hasil mengurangi a
dari modulo m. Demikian juga kita tahu bahwa a tidak membagi m , kita sebut r
adalah sisa positif terkecil pada modulo m.
Contoh 4.5 biarkan m adalah bilangan bulat positif . maka himpunan bilangan
bulat adalah
Teorema 4.3 jika a, b, c, dan m adalah bilangan bulat dengan m0 sehingga a b
(mod m), maka
(i) a + c b + c(mod m)
(ii) a - c b – c (mod m)
(iii) ac bc (mod m ).
Bukti.
Karena a b (mod m ) , kita tahu bahwa m ( a-b) ,dari identitas (a+b) – (b+c) =
a-b , kita melihat bahwa m ((a+b) – (b+c)), sehingga
Bukti jika ac bc (mod m), kita tahu bahwa m (ac – bc) = c(a-b). Ada bilangan
bulat k dengan c(a-b) = km, dengan membagi kedua sisi d , kita punya (c /d)(a-b)
= k(m/d ). Karena (m/d , c /d ) = 1 . pada lemma 3.4 itu mengikuti m/d (a-b),
sejak a b (mod m/d )
contoh 4.8. karena 50 20(mod 15)dan ( 10 , 15) = 5, kita ketahui bahwa 50/10
20/10(mod 15/5), atau 5 2 (mod 3).
Contoh 4.9 misal 42 7(mod 5) dan (5,7) = 1, kita bisa menyimpulkan bahwa
42 /7 7 /7 (mod 5 , atau 6 1(mod 5)
Teorema 4.5 Jika a,b,c, d, dan m adalah bilangan bulat sedemikian hingga m>0, a
≡ b (mod m), dan c ≡ d (mod m), maka
(i) a + c ≡ b + d (mod m)
(ii) a – c ≡ b – d (mod m)
(iii) ac ≡ bd (mod m)
Bukti. Karena a = b (mod m) dan c ≡ d (mod m), maka kita tahu bahwa m | (a – b)
dan m | (c – d). Akibatnya, ada bilangan bulat k dan l dengan km = a – b dan lm =
c – d.
Untuk membuktikan (i), catat bahwa (a + b) – (b + d) = (a – c) + (c – d) = km +
lm = (k + l)m. Akibatnya, m | [(a + c) – (b + d)]. Maka dari itu, a + c ≡ b + d (mod
m).
Teorema 4.6 Jika r1, r2, ..., rm adalah sebuah sistem lengkap residu modulo m, dan
jika a adalah bilangan bulat positif dengan (a,m)=1, maka
Bukti. Pertama, kita menunjukkan bahwa tidak ada 2 dari bilangan bulat ar1+b,
ar2+b, ..., arm+b adalah kongruen modulo m. Untuk memeriksanya, catat bahwa
jika arj+b ≡ ark+b (mod m), maka berdasarkan Teorema 4.3 (ii), kita tahu bahwa
arj ≡ ark (mod m). Karena (a,m)=1, Corollary 4.4.1 menunjukkan bahwa rj ≡ rk
(mod m). Diberikan bahwa rj ≡ rk (mod m) jika j≡k, kita menyimpulkan bahwa j =
k. Berdasarkan Lemma 4.1, karena himpunan bilangan bulat dalam pertanyaan
mengandung m inkongruen bilangan bulat modulo m, bilangan bulat tersebut
membentuk sebuah sistem lengkap residu modulo m.
Teorema 4.7 Jika a, b, k, dan m adalah bilangan bulat sedemikian hingga k > 0, m
> 0, dan a ≡ b (mod m), maka ak ≡ bk (mod m).
ak – bk = (a – b) (ak-1 + ak-2 b + ... + abk-2 + bk-1). Kita lihat bahwa (a – b) | (ak – bk).
Maka dari itu, dari Teorema 1.8 ini menyebabkan m | (ak – bk). Akibatnya, ak ≡ bk
(mod m).
Contoh. Karena 7 ≡ 2 (mod 5), maka benar jika 73 ≡ 23 (mod 5) atau 343 ≡ 8 (mod
5).
Teorema 4.8 Jika a ≡ b (mod m1), a ≡ b (mod m2), ... , a ≡ b (mod mk), dimana a,
b, m1, m2, ... mk adalah bilangan bulat dengan m1, m2, ... mk positif, maka
a ≡ b (mod [m1, m2, ... mk ]) dimana [m1, m2, ... mk ] adalah KPK dari m1, m2, ... mk.
Bukti. Karena a ≡ b (mod m1), a ≡ b (mod m2), ... , a ≡ b (mod mk), kita tahu
bahwa m1 | (a – b), m2 | (a – b), ..., mk | (a – b). Berdasarkan pembuktian kelipatan
persekutuan terkecil (KPK), maka
[m1, m2, ... mk ] | (a – b)
Hasil berikut adalah konsekuensi langsung dan berguna dari teorema ini.
Corollary 4.8.1 Jika a ≡ b (mod m1), a ≡ b (mod m2), ... , a ≡ b (mod mk), dimana
a dan b adalah bilangan bulat dan m1, m2, ... mk adalah bilangan bulat positif
relatif berpasangan, maka
Bukti. Karena m1, m2, ... mk adalah bilangan bulat positif relatif berpasangan,
Exercise 68 dari
Pangkat Modular
2 ≡ 2 (mod 645)
22 ≡ 4 (mod 645)
24 ≡ 16 (mod 645)
Sekarang kita dapat menghitung 2644 modulo 645 dengan mengalikan sisa positif
dari pangkat dari 2 yang sesuai.
Kita baru saja mengilustrasikan sebuah prosedur umum untuk pangkat modular.
Untuk menghitung bN modulo m, dimana b,m, dan N adalah bilangan bulat positif.
Pertama kita menyatakan pangkat N dalam notasi biner, sebagai N = (akak-1...a1a0)2.
k
Kemudian kita akan mencari sisa positif dari b2, b4, ..., b 2 modulo m, dengan
menguadratkan berturut-turut dan mengurangkan modulo m. Akhirnya, kita
j
mengalikan sisa positif modulo m dari b 2 untuk j dengan aj = 1, mengurangkan
modulo m setelah masing-masing perkalian.
Dalam diskusi kita berikutnya, kita akan membutuhkan estimasi untuk jumlah
operasi yang diperlukan untuk eksponensial modular. Ini disediakan oleh proporsi
berikut.
Teorema 4.9 Misal b,m, dan N adalah bilangan bulat positif dengan b < m. Maka
sisa positif dari bN modulo m dapat dihitung menggunakan O((log2 m)2 log2 N)
operasi bit.
Invers Modular
a. Definisi
b. Soal
Penyelesaian :
ax ≡ 1 (mod m)
7x ≡ 1 (mod 31)
1+ 31k
x=
7
misalkan :
k=0
1+ 31.0
x= = x bukan bilangan bulat
7
k=1
1+ 31.1
x= = x bukan bilangan bulat
7
k=2
1+ 31.2
x= =9
7
Theorema 4.11
Bukti :
x ≡ a1 (mod m 1),
x ≡ a 2 (mod m 2),
x ≡ a r (mod m r )
x = a 1 M 1 y 1 + a 2 M 2 y 2 + ... + a r M r y r
a. Soal
x ≡ 1 (mod 3)
x ≡ 2 (mod 5)
x ≡ 3 (mod 7)
Penyelesaian :
1. m 1 = 3, m 2 = 5, m3 = 7
2. M = m1 m2 m3M = 3.5.7
M = 105
3. M 1 = M / m1 M 1 = 105 / 3
M 1 = 35
M 2 = M / m2
M 2 = 105 / 5
M 2 = 21
M 3 = M / m3
M 3 = 105 / 7
M 3 = 15
4. M 1 y 1 = 1 (mod m 1)
35 y 1 = 1 (mod 3)
1+ 3 k
y1 =
35
y 1 = 2, saat k = 23
M 2 y 2 = 1 (mod m 2)
21 y 2 = 1 (mod 5)
1+ 5 k
y2 =
21
y 2 = 1, saat k = 4
M 3 y 3 = 1 (mod m3)
15 y 3 = 1 (mod 7)
1+ 7 k
y3 =
15
y 3 = 1, saat k = 2
5. x ≡ a 1 M 1 y 1 + a 2 M 2 y 2 + a 3 M 3 y 3
x ≡ 1.35.2 + 2.21.1 + 3.15.1
x ≡ 70 + 42 + 45
x ≡ 157 ≡ 52 (mod 105)
Kita check bahwa x memenuhi sistem kongruensi dengan x ≡ 52 (mod
105) dengan catatan bahwa 52 ≡ 1 (mod 3), 52 ≡ 2 (mod 5), dan 52 ≡
3 (mod 7)
Lemma 4.2
Jika a dan b adalah bilangan bulat positif, maka sisa positif terkecil dari 2a
– 1 modulo 2b – 1 adalah 2r – 1, dimana r adalah sisa positif terkecil dari a
modulo b.
Bukti :
i. Jika f ' ( r ) ≢ 0 (mod p), maka terdapat satu bilangan bulat t, untuk 0 ≤ t< p,
sehingga f ( r+ t pk−1 ) ≡0 (mod pk ), diberikan dengan
Pada kasus (i), kita dapat melihat bahwa solusi untuk f ( x ) ≡0 (mod pk−1)
membawa pada solusi tunggal untuk f ( x ) ≡0 (mod pk ), dan pada kasus (ii) dan
(iii), solusi seperti itu akan membawa pada p incongruent (tidak sesuai) dengan
solusi modulo pk atau tidak sama sekali.
Lemma 4.6. jika f ( x ) adalah sebuah polinomial dengan pangkat n dan a dan b
adalah bilangan real, maka
Dimana untuk setiap nilai tertentu koefisien a (yaitu, 1, f ' ( a ), f ' ' ( a ) b2 / 2! , . . .,
(n ) n
f ( a ) b /n!) adalah polinomial di a dengan koefisien bilangan bulat.
j=0 j
()
Dengan Lemma 4.5, kita tahu bahwa f (mj ) ( a )=m ( m−1 ) .. .(m− j+ 1)am − j. Oleh
karena itu,
f (mj ) ( a ) ∕ j != m am− j
() j
Karena (mj ) adalah bilangan bulat untuk semua bilangan bulat m dan j sehingga
0 ≤ j ≤m, maka koefisien f (mj ) ( a ) ∕ j ! adalah bilangan bulat. Dengan ini bukti cukup.
Bukti. Jika r adalah solusi untuk f ( r ) ≡ 0 (mod pk ), maka itu juga merupakan
solusi untuk f ( r ) ≡ 0 (mod pk−1). Karenanya, itu sama dengan r +t p k−1 untuk
beberapa bilangan bulat t. Bukti berikut setelah kami menentukan kondisi pada t.
Karena r +t p k−1 adalah solusi untuk f ( r+ t pk−1 ) (mod pk ). Itu sebabnya bahwa
f ' ( r +t pk−1 ) ≡−f (r) (mod pk ).
Selain itu kita dapat membagi kongruensi ini dengan pk−1, karena f ( r ) ≡ 0
(mod pk−1). Ketika kita melakukannya dan menyusun kembali persyaratannya,
kita mendapatkan kongruensi linear pada t, yaitu,
Dimana f '´( r ) adalah invers dari f ' ( r ) modulo p. Ini pembuktian kasus (i).
r 2=r−f (r ) f ' ´( r ) .
Karena r 2 ≡r (mod p), berarti f ' (r ¿¿ 2)≡ f ' (r )≢ 0 ¿ (mod p). Menggunakan
Lemma Hensel lagi, kita tahu bahwa terdapat solusi tunggal r 3 modulo p3, yang
dapat ditunjukkan sebagai r =r −f (r ) f '´( r ) . Jika kita mengikuti cara ini, kita
3 2 2
Misalkan kita ingin mencari semua bilangan bulat x dan y sehingga keduanya
kongruen
[]
[]
[]
[]
[]
Karena 2 adalah invers dari 7 (mod 13), kita kalikan kedua sisi dengan 2.
Diperoleh
[]
[]
[]
[]
[]
Untuk menemukan y, kita kalikan kedua sisi dengan 2, yang merupakan invers 7
modulo 13. Kita dapatkan
[]
[]
[]
[]
Oleh karena itu, solusi dari sistem kongruensi pasangan ( x , y ) adalah [] (mod 13)
dan [] (mod 13).
[]
[]
[]
[]
[]
[]
[]
Selanjutnya kita kalikan kedua sisi kongruensi ini dengan [], invers dari [] modulo
m, dapat disimpulakan bahwa
[]
Dengan cara yang sama, untuk mengeliminasi x, kita kalikan kongruensi pertama
dengan c dan kongruensi kedua dengan a, didapat
[]
[]
[]
[]
Terakhir, kita kalikan kedua sisi kongruensi ini dengan [] diperoleh bahwa
[]
Dari sini dapat ditunjukkan bahwa jika ( x , y ) adalah solusi dari sistem
kongruensi, maka
[] []
[]
[]
[]
[]
[]
Dan
[]
[]
[]
[]
[]
Teorema terbukti.
Teorema 4.1.6
A dan B adalah matriks n x k dengan A≡B (mod m). C adalah matriks k x p, dan D
adalah matriks p x n. Semua entri adalah bilangan bulat, maka AC≡BC (mod m)
dan DA≡DB (mod m)
Pembuktian.
untuk 1≤ i≤ n dan 1 ≤ j≤ p . Karena A≡B (mod m), kita tahu bahwa a it ≡ bit (mod
k
m) untuk semua idan k. Karenanya, dari teorema 4.3, kita lihat bahwa ∑ ait c tj ≡
t =1
k
Contoh 4.25
3 x+ 4 y ≡5 (mod 13)
Definisi.
1 0 ⋯ 0
Dimana I =
0
⋮
0
( 1
⋮
0
⋯
⋱
⋯
0
⋮
1
dengan invers dari A modulo m.
)
adalah identitas matriks ordo n, maka Á juga disebut
Jika Á adalah suatu invers dari A dan B ≡ Á (mod m), maka B adalah juga suatu
invers dari A. Ini mengikuti bentuk Teorema 4.16, karena BA ≡ Á A ≡ I (mod m).
Sebaliknya, jika B1 dan B2 adalah kedua invers dari A , maka B1 ≡ B2 (mod m).
Menggunakan teorema 4.16 dan kongruensi B1 A ≡ B2 A ≡ I (mod m). Karena
AB 1≡ I ( mod m ) ,kita simpulkan bahwa B 1 ≡ B2 (mod m).
Contoh 4.26
Diberikan
Bukti
Untuk memeriksa bahwa matriks Á adalah suatu invers A modulo m, kita hanya
memeriksa bahwa A Á ≡ Á A ≡ I (mod m).
Catat bahwa
A Á ≡ ( ac db) ∆´ (−cd −b
a ) (
≡ ∆´
ad−bc
0
0
−bc +ad )
∆ 0 ∆´ ∆ 0 ≡ 1 0
≡ ∆´ ( 0 ∆
≡) (0 ∆´ ∆ 0 1 ) ( )
= I (mod m)
Dan
A Á ≡ ∆´ (−cd −b a b
)( ) (
a c d
≡ ∆´
ad−bc
0
0
−bc+ ad )
∆ 0 ∆´ ∆ 0 ≡ 1 0
≡ ∆´ (
0 ∆
≡ ) (
0 ∆´ ∆ 0 1 ) ( )
= I (mod m)
Dimana ∆´ adalah suatu invers dari ∆ (mod m), yang ada karena (∆ ,m) = 1
Contoh 4.27
Missal A = (32 45). Karena 2 adalah invers dari det A = 7 modulo 13, kita
memiliki
Á ≡2 5 −4 ≡ 10 −8 (mod 13)
( )( )
−2 3 −4 6
Untuk menetapkan suatu formula untuk suatu invers dari matriks n x n, dimana n
adalah suatu bilangan bulat bulat lebih dari 2, kita perlu sebuah hasil dari aljabar
linier. Ini melibatkan notasi dari adjoint dari suatu matriks, sebagaimana
didefinisikan sebagai berikut
Definisi
Adjoint dari suatu matriks A n x n adalah matriks n x n dengan entri ke(I,j)c ji,
dimana c ji adalah (−1)i+ j dikali dengan determinan dari suatu matriks diperoleh
dengan menghapus baris ke I dan kolom ke j dari A. Adjoint dari A adalah
dilambangkan dengan adj (A), atau adj A.
Teorema 4.18
Jika A adalah suatu matriks n x n dengat det A ≠ 0, maka A (adj A) = (det A)I,
dimana adj A adalah adjoint dari A.
Teorema 4.19
Jika A adalah suatu matriks n x n dengan entri-entri bilangan bulat dan m adalah
suatu bilangan bulat positif sedemikian hingga (det A,m) = 1, maka matriks Á = ∆´
(adj A) adalah suatu invers dari A modulo m, dimana ∆´ adalah invers dari ∆ = det
A modulo m.
Bukti.
Jika (det A,m) = 1, maka kita tahu bahwa det A ≠ 0. Karenanya, dari teorema
4.18, kita memiliki
A (adj A) = (det A) I = ∆I
Dan
Contoh 4.28
2 5 6
( )
Misal A = 2 0 1 . Maka det A = -5. Selanjutnya, kita memiliki (det A,7) = 1,
1 2 3
dan kita lihat bahwa 4 adalah suatu invers dari det A = -5 (mod 7). Karena itu,
kami menemukan bahwa
−2 −3 5 −8 −12 20 6 2 6
(
Á = 4(adj A) = 4 −5 0 10 = −20 0
4 1 −10 )(
40 = 1 0 5 (mod 7)
16 4 −40 2 4 2 )( )
Kita dapat menggunakan suatu invers dari A modulo m untuk menyelesaikan
sistem
AB ≡ B (mod m)
Dimana (det A,m) = 1. Berdasarkan teorema 4.16, ketika kita mengalikan kedua
sisi dari kongruensi ini dengan suatu invers Á dari A, kami memperoleh
Á ( AX ) ≡ Á B ( mod m )
( Á A ) X ≡ Á B(mod m)
X ≡ Á B(mod m)
Catat bahwa metode ini menyajikan pembuktian lain dari teorema 4.15. Untuk
( xy ) = X ≡ Á B ≡ ∆´ (−cd −b e
)( ) (
a f
= ∆´
de −bf
af ce )
(mod m).
Contoh 4.29
2 x1 +5 x2 +6 x 3 ≡ 3(mod 7)
2 x1 +❑ x3 ≡ 4( mod 7)
❑x 1 +2x 2 +3 x3 ≡1(mod 7)
2 5 6 x1 3
( 2 0 1
1 2 3 )( ) ( )
x 2 ≡ 4 (mod 7).
x3 1
6 2 6 2 5 6
( ) ( )
1 0 5 invers dari 2 0 1 (mod 7)
2 4 2 1 2 3
x1 6 2 6 3 32 4
( ) ( )( ) ( ) ( )
x2
x3
= 1 0 5 4
2 4 2 1
= 8
24
≡ 1 (mod 7)
3