Anda di halaman 1dari 16

Wal-Mart

lobbying in
india
Kelompok 8
#Quarantineday7
Kelompok 8

Aulia Andira Dixie Ambarita Emily Sakina Lara Areda


azra Paparia
01 Identification
of subject
Subjek dapat berbentuk
02 CRITERIA
SELECTION
Kriteria dan alasan
individu, produk, ataupun mengapa kriteria
kebijakan dari suatu negara tersebut relevan

03
dengan evaluasi
Criteria-based
analysis
Analisis kasus berdasarkan
kriteria yang dipilih 04 Overall
evaluation
Evaluasi keseluruhan
berdasarkan analisis
sebelumnya

05 Recommended
Actions
Resolusi jangka
pendek dan panjang
Identification
of Subject
Dengan adanya perbedaan pandangan
terhadap lobbying antara U.S. dan India, dan
adanya kasus tuduhan korupsi dalam
operasi di Meksiko, maka pemerintah India
harus menunda perizinan Wal-Mart masuk
ke industri ritel India.
Criteria
selection
● Kondisi Hukum: Mempengaruhi kebijakan negara
● Kondisi Sosial: Mempengaruhi iklim usaha dan
menentukan posisi FDI di negara tersebut
● Kondisi Politik: Mempengaruhi distribusi kekuasaan di
suatu negara, stabilitas negara, ideologi, dan kebijakan
yang dipilih
● Kondisi Ekonomi: Mempengaruhi iklim usaha dan
mendorong investasi
CRITERIA SELECTION - Hukum/Regulasi
Amerika Serikat INdiA Indonesia
● Lobbying diatur secara federal ● Tidak ada regulasi yang mengatur ● Tidak ada peraturan terkait
pada “the Lobbying mengenai praktik lobbying. India lobbying (Sumber:
Disclosure Act of 1995”. hanya mengatur praktik suap https://www.beritasatu.com/nasional/3207
06/fahri-lobi-di-as-legal-di-indonesia-pasti-
● Pelobi diharuskan untuk melalui The Prevention of ditangkap)
mendaftarkan diri dan Corruption Act, 1988. (Case hal 10, ● Regulasi perizinan dan birokrasi
melaporkan biaya lobi Regulation)
yang berbelit-belit sehingga
Mengharuskan perusahaan ● Sekitar tahun 2000, India lebih
● mengurangi keinginan untuk
untuk melaporkan: terbuka kepada FDI kecuali
berinvestasi (Sumber:
○ pengeluaran lobi terhadap industri Multi-brand retail, https://tirto.id/bank-dunia-investasi-asing-di-
○ daftar masalah E-commerce, tembakau, dll. (Case hal indonesia-masih-rendah-czHq)
3, FDI In Retail Sectors)
○ pelobi yang terlibat ● Pencanangan Omnibus Law yang
● India mengatur mengenai pihak dianggap akan mempermudah
○ pejabat publik
asing yang bekerjasama dengan investasi tapi dianggap merugikan
○ kantor yang dihubungi.
(case hal 9, par.2) pihak India dengan kepemilikan masyarakat
>50% untuk berkontribusi (Sumber:https://katadata.co.id/telaah/2020/02
terhadap kegiatan politik India /27/catatan-merah-pasal-pasal-omnibus-law
melalui The Foreign Contribution -cipta-kerja)
Regulation Act, 1976 Case hal 10,
CRITERIA SELECTION - Sosial
Amerika Serikat INdiA Indonesia
● Tenaga kerja A.S. beragam, ● Industri retail terbagi menjadi 2 ● Indeks pendidikan dan daya
terampil, dan inovatif. golongan yaitu: saing penduduk Indonesia
● Pengeluaran rumah tangga ○ Organized: grup usaha besar rendah, sehingga kemungkinan
adalah yang tertinggi di dunia, yang berjumlah kecil (5%) besar akan kalah oleh asing (Sumber:
mencakup lebih dari tetapi menjadi growing https://tirto.id/indeks-pendidikan-indonesia-r
seperempat konsumsi rumah endah-daya-saing-pun-lemah-dnvR)
component (15%-20% growth)
tangga global. dari total sektor retail. ● Merupakan peringkat ke-8 dari
(https://www.selectusa.gov/workforce-tale ○ Unorganized: toko tradisional, 10 negara dengan skor 55,9 pada
nt)
retail kelas kecil. Berjumlah nilai terbesar dalam Global Retail
● Di Amerika, perusahaan Development Index 2017 (Sumber:
menghabiskan 26.1 miliar USD sangat banyak (95%) dan https://katadata.co.id/berita/2019/10/09/survei-
setiap tahunnya untuk menggantungkan hidupnya bi-penjualan-retail-melambat-sandang-paling-l

membayar perusahaan terhadap usaha kecil tersebut. esu)


(Case hal 2, The Indian Retail ...) ● Prospek industri retail di Indonesia
lobbying. Kepentingan diprediksi lemah
perusahaan-perusahaan besar ● Keadaan ini menyebabkan adanya (Sumber:

akan lebih diutamakan pembatasan terhadap https://ekonomi.bisnis.com/read/2019111


8/12/1171528/meneropong-prospek-bisni
ketimbang entitas lain. Multi-brand retail karena akan s-ritel-modern-pada-2020)
https://medium.com/hipotesa-indonesia/da menyaingi pengusaha kecil di India
mpak-kapitalisme-1db3c36417f3
CRITERIA SELECTION - Politik
Amerika Serikat INdiA Indonesia
● Lobbying adalah hal yang ● Di India, persepsi terhadap ● Persepsi tentang lobbying di
dilegalkan dalam lobbying dianggap setara Indonesia masih negatif (Sumber:
pemerintahan Amerika dengan penyuapan dan tindak https://www.beritasatu.com/nasional/32
korupsi. Walaupun Lobbying 0706/fahri-lobi-di-as-legal-di-indonesia-
Serikat. Lobbyists kemudian
sebenarnya bukan fenomena pasti-ditangkap)
menjadi pihak yang baru di India. (case hal 9-10, Lobbying in ● Pemerintah Indonesia saat ini
berpengaruh dalam lahirnya India)
(2020) terbuka dengan FDI
keputusan di dalam Congress ● Grup Oposisi (BJP) menggunakan (Sumber:https://www.setneg.go.id/baca/index/
(http://www.infobarrel.com/The_Influence
isu Walmart dengan track perbaikan_iklim_investasi_untuk_tarik_fdi)
_Of_Lobbyists_On_Congress) record lobbying-nya, seperti: ● Pemerintahan Jokowi didukung
Wal-Mart menyumbang $ ○ Walmart di Mexico menjadi
● oleh koalisi partai pendukung
3,55 juta langsung ke isu untuk melakukan
kontra dengan anggapan sebanyak 59,83% sehingga
partai-partai politik A.S. dan persetujuan kebijakan bisa lebih
adanya tindakan
komite aksi politik pada tahun penyuapan dari pihak asing mudah
2012. terhadap pemerintah. (case (Sumber:https://tirto.id/sudah-kuasai-parlemen
hal 12, par.1) -untuk-apa-lagi-jokowi-rangkul-oposisi-ecpp)
(case hal 9, par.4)
CRITERIA SELECTION - ekonomi
Amerika Serikat INdiA Indonesia
● Penerima FDI terbesar di ● Sektor retail sangat potensial ● Pertumbuhan ekonomi
dunia. karena: Indonesia pada tahun 2020
● Untuk 2012, arus masuk FDI ○ Mencakup 23,6% GDP diperkirakan turun menjadi
mencapai $ 166 miliar. India (tahun 2012) 4,2%-4,6% (Sumber:
● Dalam subsektor ritel, ia ○ Mempekerjakan 9,8% https://katadata.co.id/berita/2020/03/19/
mempekerjakan sekitar satu bi-turunkan-proyeksi-ekonomi-indonesi
dari total angkatan kerja
a-tahun-ini-terancam-tumbuh-42)
dari lima orang Amerika. India
● Rupiah terdepresiasi nyaris
● Perdagangan grosir; ● India mendapatkan predikat
hingga Rp16,000 (Sumber:
pertambangan; perusahaan The fifth most-attractive nation https://www.liputan6.com/bisnis/read/4
induk bukan bank; keuangan for retail investment among 206291/rupiah-nyaris-16000-per-dolar-a
dan asuransi; dan perbankan emerging markets di tahun s-ini-kata-bi)
menerima saham terbesar dari 2012 dari A.T Kearney, ● Pemerintah targetkan tingkat
investasi asing. perusahaan konsultan global kemiskinan turun menjadi
(Sumber:https://obamawhitehouse.archive (Case hal 2, The Indian Retail Sectors.) 6% (Sumber:
s.gov/the-press-office/2013/10/31/new-rep https://katadata.co.id/berita/2020/02/12/r
ort-foreign-direct-investment-united-state pjmn-pemerintah-targetkan-tingkat-ke
s) miskinan-turun-jadi-6-pada-2024)
Criteria-Based Analysis
1. How had Wal-Mart landed into its current situation?
● Dengan sektor ritel India yang diperkirakan bernilai $500 miliar pada 2012 dan diproyeksikan
melebihi $1 triliun pada tahun 2020, negara itu menjadi tujuan utama bagi pengecer global.
● Wal-Mart tertarik untuk memanfaatkan kondisi tersebut untuk memperluas pangsa pasar.
● Perusahaan ini menghabiskan sebanyak $25 juta untuk melakukan lobbying dengan alasan
meningkatkan akses pasar untuk investasi di India.
● Namun di India, kata lobbying memiliki makna yang negatif dan dianggap merupakan sebuah
tindakan yang mengarah ke suap.
● Selain itu, tuduhan yang diberikan kepada Wal-Mart atas tindakan korupsi yang terjadi di Mexico,
tempat Wal-Mart mendirikan usaha pertamanya di luar AS, membuat pemerintah India harus
melakukan penyelidikan terlebih dahulu terhadap penerima uang lobbying tersebut untuk
mendapatkan keputusan apakah Wal-Mart diizinkan masuk dalam industri ritel India atau tidak.
Criteria-Based Analysis (Cont’d)
2. Were there any effective legitimate ways to engage in the Indian political process?

Hukum/Regulasi Sosial

Negatif. Tidak adanya regulasi khusus yang Negatif. Sektor ritel menyumbang 23,6% dari PDB
mengatur tentang lobbying, dan meningkatnya India, dan 95% berasal dari unorganized retailer,
keterbukaan India terhadap FDI namun tidak untuk besarnya persentase ini menyebabkan adanya
industri multi-brand retail, sedangkan Wal-Mart pembatasan terhadap multi-brand retail karena
sendiri merupakan multi-brand retail. akan menyebabkan kiranas kehilangan pangsa
pasar secara perlahan.

Ekonomi Politik

Positif. Sektor ritel mempekerjakan 9,8% dari total Negatif. Di India, lobbying dianggap sebagai tindak
angkatan kerja di India, dan mendapatkan predikat kejahatan yang mengindikasikan terjadinya suap
sebagai negara paling menarik kelima untuk atau korupsi. Dan kelompok bisnis yang melakukan
investasi ritel di antara 30 pasar negara penyuapan harus dihukum sesuai dengan UU
berkembang pada tahun 2012 oleh Kearney, Korupsi.
sebuah perusahaan konsultan global.
Criteria-Based Analysis (Cont’d)

○ Berdasarkan hasil analisis menggunakan masing-masing kriteria, kami


menyimpulkan tidak terdapat cara legal dan efektif yang dapat dilakukan
Wal-Mart untuk masuk ke industri multi-brand retail di India. Hal ini
dilatarbelakangi dengan kebijakan politik India yang tidak membuka akses
FDI untuk industri tersebut.

○ Dengan kondisi seperti ini, maka hal yang dapat dilakukan Wal-Mart adalah
melanjutkan kemitraan Joint Venture dengan Bharti Enterprises, yang
diberi nama Bharti Wal-Mart Private Limited.
3. Identify differences in political structure and lobbying
systems between India and Indonesia. As far as you know, what
are possible legitimate ways to engage in the Indonesia political
process, if any?
Criteria-Based
Analysis (Cont’d) ● Baik India maupun Indonesia, masing-masing negara
memiliki pandangan yang negatif terkait lobbying dan belum
memiliki Undang-Undang khusus akan tindakan tersebut.
● Regulasi perizinan dan birokrasi yang berbelit-belit di
Indonesia sehingga mengurangi keinginan perusahaan asing
untuk berinvestasi, sedangkan India sudah terbuka terhadap
FDI sejak tahun 2000.
● Meskipun kondisi politik di Indonesia seperti itu, salah satu
cara legal dan bisa dilakukan di Indonesia adalah dengan
melakukan advokasi non-litigasi.
OVeRALL
EVAlUATION
1. Walmart mengalami situasi tersebut karena adanya
perbedaan budaya terkait lobbying di India dan di Amerika
2. Tidak terdapat cara legal yang efektif untuk terlibat dalam
proses politik di India
3. Meski India dan Indonesia mengatur tentang lobbying,
tetapi regulasi lobbying dapat diusulkan di Indonesia
melalui advokasi non-litigasi. Terlebih, pemerintah
Indonesia lebih terbuka terhadap FDI daripada India.
RECOMMENDED ACTIONS- Walmart in india

Short
Term Terlibat pada kegiatan sosial Evaluasi kebijakan perusahaan Mencari Peluang di Negara lain
Hal ini bertujuan untuk meredakan Untuk memperbaiki citra Walmart Mencari peluang FDI di negara lain,
konflik serta memperbaiki citra yang dikenal kurang etis terutama negara dengan prospek
Wal-Mart retail yang bagus dan terbuka
dengan FDI

Long Tetap bekerjasama dengan supPLIER Lokal Mempertahankan kerja sama

Term JV antara Bharti dan Wal-Mart


memasok 90% kebutuhannya dari
Kerjasama Wal-Mart dengan Bharti
Entreprises dalam bidang Wholesale
produk lokal India
TERIMA
KASIH
CREDITS: This presentation template was created by Slidesgo,
including icons by Flaticon, and infographics & images by
Freepik.