Anda di halaman 1dari 35

Bahan

a) air bebas mineral (aquades) (aqua demineralisasi)

b) kaliumheksakloroplatinat (K2PtCl6) pa;

c) kobal klorida (CoCl2.6H2O) pa;

d) asam klorida (HCl) pa; dan

e) natrium hidroksida (NaOH) pa.

Peralatan

a) spektrofotometer;

b) kuvet dengan panjang (path length) minimal 2,5 cm;

c) labu ukur 1000 mL;

d) pipet volumetrik 1,0 mL; 2,0 mL; 3,0 mL; 4,0 mL; 5,0 mL; dan 10,0 mL;

e) gelas piala;

f) kertas saring dengan ukuran pori 0,45 µm; dan

g) timbangan analitik dengan ketelitian 0,1 mg.

1. Pembuatan larutan induk Pt-Co

Larutkan 1,246 g kaliumheksakloroplatinat K2PtCl6 dan 1,00 g kobal klorida CoCl2.6H2O dengan 100 mL HCl
pekat ke dalam labu ukur 1000 mL

Encerkan dengan air bebas mineral hingga 1000 mL. Larutan induk Pt-Co ini mempunyai nilai warna 500 unit
Pt-Co.
CATATAN Larutan induk warna 500 unit PtCo ini tersedia secara komersial

2. Pembuatan larutan kerja

a) buat deret larutan kerja dari larutan induk warna 500 Unit Pt-Co. dengan 1 (satu) blanko dan minimal 3
kadar yang berbeda secara proporsional yang berada pada rentang pengukuran;

b) lindungi larutan baku dari penguapan dan kontaminasi ketika larutan tidak dipakai;

c) simpan dalam kondisi gelap bila tidak digunakan dan penyimpanan hanya untuk 1 bulan
Bahan

a) air bebas mineral;

b) serbuk kalium nitrat (KNO3);

c) butir kadmium (Cd) dengan ukuran 20 - 100 mesh;

d) asam klorida (HCl) 6N;

Masukkan 50 mL HCl pekat ke dalam gelas piala 250 mL yang berisi 50 mL air bebas mineral.

e) larutan tembaga sulfat (CuSO4) 2 % b/v;

Larutkan 20 g CuSO 4.5H2O dalam 500 mL air bebas mineral, lalu encerkan hingga 1000 mL.

f) butir kadmium-tembaga (Cd-Cu);

Lakukan pencucian butir Cd-Cu dengan langkah sebagai berikut:

1) cuci 25 g butir kadmium (20 - 100 mesh) dengan HCl 6N lalu bilas dengan air sampai pH netral;

2) rendam butir Cd-Cu dengan 100 mL larutan CuSO4 2 % selama 5 menit sampai warna biru memucat. Buang
larutannya, dan ulangi langkah ini dengan larutan CuSO4 baru sampai terbentuk endapan coklat;

3) bilas dengan air untuk menghilangkan endapan Cu.

g) larutan pekat ammonium klorida-etilendiamin tetra asetat (NH4Cl-EDTA); Larutkan 13 g NH4Cl dan 1,7 g
dinatrium-EDTA dengan 900 mL air bebas mineral dalam gelas piala 1000 mL. Atur pH 8,5 dengan NH 4OH
pekat lalu tepatkan menjadi 1000 mL dengan air bebas mineral.

h) larutan NH4Cl-EDTA encer;

Masukkan 300 mL NH 4Cl-EDTA pekat dalam gelas piala 500 mL,encerkan dengan air bebas mineral menjadi
500 mL.

i) larutan pewarna;

Kedalam 800 mL air bebas mineral dalam gelas piala 1000 mL, tambahkan 100 mL asam fosfat (H3PO4) 85 %
dan 10 g Sulfanilamid. Setelah larut tambahkan 1 g NED, kocok sampai larut. Tepatkan menjadi 1000 mL
dengan air bebas mineral. Larutan ini stabil selama 1 bulan dengan penyimpanan dalam botol gelap pada
temperatur 4 °C ± 2 °C (refrigerator ).

Peralatan

a) spektrofotometer visible;

b) pH meter;

c) labu ukur 50 mL; 100 mL dan 1000 mL;

d) pipet volumetrik 0,5 mL; 1 mL; 2 mL; 4 mL; 8 mL dan 10 mL;

e) gelas ukur 50 mL; 100 mL dan 200 mL;

f) gelas piala 100 mL; 250 mL; 500 mL dan 1000 mL;
g) oven;

h) desikator;

i) kolom reduksi kadmium;

j) timbangan analitik dengan ketelitian 0,1 mg; dan

k) botol semprot.

1. Pengawetan contoh uji (sampel)

Bila contoh uji tidak dapat segera diuji, maka contoh uji diawetkan.

Sebelum diawetkan, ukur dan catat volume contoh uji.

Pengawetan dilakukan sesuai petunjuk di bawah ini:

Wadah : Botol plastik (polyethylene ) atau botol gelas.

Pengawet dan lama penyimpanan :

a) Untuk pengujian nitrat-nitrit, tambahkan H2SO4 sampai pH lebih kecil dari 2.


b) Lama penyimpanan 28 hari.
c) Untuk pengujian nitrit lakukan pendinginan.

Lama penyimpanan 48 jam. Kondisi Penyimpanan : 4 °C ± 2 °C.

2. Pembuatan larut an induk nitrat 100 mg NO3 -N/L

a) keringkan serbuk kalium nitrat (KNO3) dalam oven pada suhu 105°C selama 24 jam, kemudian dinginkan
dalam desikator;

b) timbang 0,722 g kalium nitrat (KNO3), kemudian larutkan dengan 100 mL air bebas mineral di dalam labu
ukur 1000 mL hingga tanda tera;

d) awetkan dengan menambahkan 2 mL CHCl3/L. CATATAN Larutan ini stabil maksimal 6 bulan.

Pembuatan larutan kerja nitrat (NO3-N)

Buat deret larutan kerja dengan 1 (satu) blanko dan minimal 3 (tiga) kadar yang berbeda dalam labu ukur
100 mL secara proporsional dan berada pada rentang pengukuran.

Larutan kerja ini dibuat setiap akan digunakan.

Bahan

a) larutan natrium hid larutan natrium hidroksida (NaOH) 0,16 %; roksida (NaOH) 0,16 %;
Timbang 1,6 g kristal NaOH dan masukkan kristal NaOH ke dalam gelas ke dalam gelas piala 1000 mL piala
1000 mL yang yang telah berisi air bebas mineral, secara perlahan-lahan sambil di aduk.

Tambahkan dengan air bebas mineral sampai 1000 mL. Pindahkan larutan ini ke dalam botol plastik bertutup.

b) indikator kalium kromat (K2CrO4)

c) larutan pe larutan perak nitrat (AgNO2) 0,0192 N;

Timbang 3,27 g AgNO3 dan masukkan ke dalam labu ukur 1000 mL yang yang telah berisi air bebas mineral,
secara perlahan-lahan sambil di aduk sampai 1000 mL.

Pindahkan larutan ini ke dalam botol plastik bertutup.

Lakukan standarisasi larutan AgNO2 ini dengan larutan standar NaCl menggunakan metoda argentometrik dengan
indikator kalium kromat (K2CrO4)

d) asam barbiturat-piridin

larutkan 15 g asam barbiturat dengan sedikit air bebas mineral dalam labu ukur 250ml

tambahkan 75 mL piridin, kemudian tambahkan 15 mL HCl pekat, kocok dan dinginkan sampai suhu ruang;

encerkan menjadi 250 mL tepatkan sampai tanda tera dengan air bebas mineral

simpan dalam botol coklat.

CATATAN 1 Pembuatan asam barbiturat piridin harus dilakukan dalam ruang asam.

CATATAN 2 Larutan ini tahan hingga 6 bulan jika disimpan dalam lemari pendingin.

Jangan digunakan bila terbentuk endapan.

e) larutan kloramin-T

Larutkan 1 g kloramin-T dalam 100 mL air bebas mineral, masukkan dalam lemari.

Larutan ini tahan selama 1 minggu dan simpan dalam lemari pendingin. pendingin.

f) bufer asetat

Larutkan 410 g natrium asetat trihidrat (NaC2H2O2. 3H2O) ke dalam air bebas mineral sampai volume 500 mL,
tambahkan asam asetat hingga pH 4,5

g) larutan kalium sianida (KCN);

h) asam klorida (HCI);

i) magnesium klorida (MgCI2.6H2O);

j) asam sulfamat (NH2SO3H)


k) larutan aseton;

l) larutan indikator p-dimethylamino benzal- rhodanin

Larutkan 20 mg  p-dimetilam benzal- rhodanin dalam 100 mL aseton.

Peralatan

a) spektrofotometer UV-Vis;

b) neraca analitik dengan ketelitian 0,1 mg

c) pipet volumetrik ukuran 1,0 mL; 2,0 mL; 5,0 mL; 10,0 mL dan 25,0 mL;

d) labu ukur 50mL; 100mL; 250mL dan 1000mL;

e) gelas piala 500 mL dan 1000 mL;

f) mikro buret buret 10mL

g) labu Erlenmeyer  250 mL;

h) labu distilasi 1000 mL;

i) kondensor Allihn;;

j) pemanas elektrik;

k) pompa vakum;

l) botol pencuci gas;

Pengawetan contoh uji (sampel)

Bila contoh uji tidak dapat segera diuji, maka contoh uji diawetkan sesuai petunjuk di bawah

Wadah: Botol plastik (polyethylene ) atau botol gelas

Pengawet : Setelah contoh air dan air limbah dimasukkan ke dalam wadah, kemudian tambahkan larutan
NaOH 1 N dalam wadah sampai pH lebih besar dari 12

Lama Penyimpanan :14 hari Kondisi Penyimpanan : dalam lemari pendingin dengan suhu 4 °C ± 2°C

CATATAN : Sampel diambil dengan sedikit mungkin aerasi (penambahan air atau oksigen).

Larutan induk sianida 1000 mg/L

Timbang sekitar 1,6 g NaOH dan 2,51 g KCN dan masukkan ke dalam labu ukur 1000 mL.

Encerkan dengan air bebas mineral sampai tanda batas.

Lakukan standarisasi terhadap 25 mL larutan induk ini dengan perak nitrat (AgNO 25 mL sebagai titran. )

Standarisasi ini dilakukan setiap akan digunakan karena konsentrasi ion sianida mudah berubah setiap

(1 mL ≈ 1000 µg CN  1—— total).


CATATAN Hati-hati bekerja dengan menggunakan KCN yang bersifat racun dan gunakan Alat
Pelindung Diri (APD) yang sesuai

Larutan baku sianida 100 mg/L

Pipet 10 mL larutan induk sianida 1000 mg/L, encerkan hingga 100 mL menggunakan larutan pengencer NaOH
0,16 % (1 mL ≈ 100  μg CN)

Larutan baku sianida 10 mg/L

Pipet 10 mL larutan baku 100 mg/L, encerkan hingga 100 mL menggunakan larutan pengencer NaOH 0,16 %

(1 mL ≈ 10  μg CN )

Larutan kerja sianida 1 mg/L

Pipet 10 mL larutan kerja larutan kerja 10 10 mg/L, encerkan mg/L, encerkan hingga 100 hingga 100 mL mL
menggunakan larutan menggunakan larutan pengencer NaOH 0,16 % (1 mL pengencer NaOH 0,16 %

(1 mL ≈≈  11 μg CN )

Pembuatan indikator K2CrO4

larutkan 5 g K2CrO4 dengan sedikit air;

tambahkan larutan AgNO3 hingga timbul endapan merah bata

biarkan minimal 12 jam, saring dan encerkan hingga 100 mL.


Bahan

a) serbuk Alkil Sulfonat Linier (LAS) atau natrium lauril sulfat (C 12H25OSO3Na);
b) larutan indikator fenolftalin 0,5%;
Larutkan 0,5 g fenolftalin dengan 50 mL alkohol 95% di dalam gelas piala 250 mL. Tambahkan 50 mL air
suling dan beberapa tetes larutan NaOH 0,02 N sampai warna merah muda
c) larutan natrium hidroksida (NaOH) 1N;
Larutkan 4,0 g NaOH dengan 50 mL air suling di dalam labu ukur 100 mL, tambahkan air suling sampai
tepat tanda tera dan dihomogenkan.
d) larutan sulfat (H2SO4) 1N;
Ambil 2,8 mL H2SO4 pekat, kemudian masukkan ke dalam labu ukur 100 mL yang berisi 50 mL air suling.
Tambahkan air suling sampai tepat tanda tera dan dihomogenkan.
e) larutan sulfat (H2SO4) 6N;
Ambil 20 mL H2SO4 pekat, kemudian masukkan ke dalam gelas piala 200 mL yang berisi 120 mL air
suling dan dihomogenkan.
f) larutan biru metilen;
Larutkan 100 mg biru metilen dengan 100 mL air suling dan dihomogenkan. Ambil 30 mL larutan tersebut
dan masukkan ke dalam labu ukur 1000 mL, tambahkan 500 mL air suling, 41 mL H2SO4 6N dan 50 g
natrium fosfat monohidrat (NaH2PO4.H2O), kocok hingga larut sempurna kemudian tambahkan air suling
hingga tepat tanda tera dan dihomogenkan.
g) kloroform (CHCl3) p.a;
h) larutan pencuci;
Ambil 41 mL H2SO4 6N dan masukkan ke dalam labu ukur 1000 mL yang berisi 500 mL air suling.
Tambahkan 50 g natrium dihidrogen fosfat monohidrat (NaH2PO4.H2O), kocok hingga larut sempurna
kemudian tambahkan air suling hingga tepat tanda tera dan dihomogenkan.
i) hidrogen peroksida (H2O2) 30%;
j) isopropil alkohol (i-C3H7OH);
k) serabut kaca (glass wool)
Peralatan

a) spektrofotometer;

b) timbangan analitik;

c) corong pemisah 250 mL (dianjurkan dengan cerat dan tutup terbuat dari teflon);

d) labu ukur 100 mL; 500 mL dan 1000 mL;

e) gelas piala 200 mL;

f) pipet volumetrik 1,0 mL; 2,0 mL; 3,0 mL dan 5,0 mL; dan g) pipet ukur 5 mL dan10 mL
Bahan

a) natrium sulfat anhidrat, Na2SO4;

b) air suling yang mempunyai daya hantar listrik (DHL) 0,5 µmhos/cm sampai dengan 2 µmhos/cm;

c) kristal kalium Iodida, KI;

d) asam klorida, HCl pekat 12 N;

e) natrium klorida, NaCl;

f) kristal fenol, C6H5OH murni 99,99%;

g) kloroform, CHCl3;
h) kalium dikromat, K2Cr2O7 0,025 N;

i) serbuk di-kalium hidrogen fosfat, K2HPO4;

j) serbuk kalium dihidrogen fosfat, KH2PO4;

k) larutan kalium ferisianida, K4Fe(CN)6;

l) larutan bromat-bromida 0,1 N:

timbang 2,784 g KBrO3 anhidrat, tambahkan 10 g kristal kalium bromida, KBr kemudian larutkan dengan air
suling sampai 100 mL;

l) indikator metil jingga 5%:

larutkan 5 g kristal metil jingga dengan air suling sampai 100 mL;

m) asam fosfat, H3PO4 1: 9:

pipet 10 mL H3PO4 85%, kemudian tambahkan 90 mL air suling dalam labu ukur 100 mL;

n) natrium thiosulfat, Na2S2O3 0,025 N:

larutkan 6,205 g Na2S2O7 dan 0,25 g NaOH dengan air suling sampai volume 1000 mL dalam labu ukur;

o) larutan indikator kanji 0,05%:

larutkan 50 mg kristal kanji dalam 100 mL air suling;

p) larutan natrium hidroksida, NaOH 2,5 N:

larutkan 10 g NaOH kristal dalam 100 mL air suling;

q) larutan ammonium hidroksida, NH4OH 0,5 N:

encerkan 35 mL NH4OH pekat dengan air suling sampai 1000 mL;

r) larutan asam sulfat, H2SO4 1 N:

encerkan 2,777 mL asam sulfat pekat dengan air suling sampai 100 mL;

s) larutan asam sulfat, H2SO4 4 N:

encerkan 11,111 mL asam sulfat pekat dengan air suling sampai 100 mL;

t) larutan penyangga fosfat:

larutkan 104,5 g K2HPO4 dan 72,3 g KH2PO4 dalam 1000 mL air suling, pH harus 6,8;

u) larutan 4 - aminoantipirin:

larutkan 2,0 g kristal 4 aminoantipirin dalam 100 mL air suling,

siapkan setiap akan melakukan analisis;

v) larutan kalium ferisianida, K4Fe(CN) 6: larutkan 8,0 g kristal kalium ferisianida dalam 100 mL air suling,
larutan ini mempunyai waktu simpan selama 1 minggu
Peralatan

a) spektrofotometer uv/vis;

b) destilator yang dilengkapi dengan labu didih 1000 mL;

c) penangas air yang dilengkapi dengan pengatur suhu;

d) buret 50 mL;

e) corong pemisah 500 mL;

f) labu ukur 100 mL dan 1000 mL;

g) gelas ukur 100 mL;

h) pipet ukur 5 mL dan 10 mL;

i) pipet volumetrik 1 mL; 2 mL; 5 mL dan 10 mL;

j) gelas piala 500 mL dan 1000 mL; dan

k) erlenmeyer 500 mL.

Pengawetan contoh uji (sampel)

Apabila contoh uji tidak dapat segera dianalisis, contoh uji dapat diawetkan dengan cara penambahan asam
sulfat, H2SO4 sampai pH lebih kecil sama dengan 2 dan simpan pada temperatur 4℃.

Waktu simpan maksimum 28 hari.

Bahan

a) Air suling bebas nitrit.

Buat air suling bebas nitrit dengan salah satu cara di bawah ini:

1) Dengan cara ozonisasi terhadap air demineralisasi.

2) Ke dalam 1000 mL air suling tambahkan sedikit kristal KMnO4 (+ 5 mg) dan Ba(OH)2 atau Ca(OH)2 (+ 5 g).
Destilasi dengan menggunakan gelas borosilikat. Buang 50 mL destilat pertama lalu tampung destilat. Destilat
harus bebas permanganat (tes dengan menambahkan larutan DPD (N,N-Dietil-p-Phenilendiamin), warna merah
menunjukkan adanya permanganat.
3) Ke dalam 1000 mL air suling tambahkan 1 mL H2SO4 p dan 0,2 mL larutan MnSO4 (36,4 g MnSO4.H2O /
100 mL air suling). Tambahkan 1-3 mL larutan KMnO4 (400 mg KMnO4 / 1000 mL air suling) Destilasi.

b) Glass wool.

c) Kertas saring bebas nitrit berukuran pori 0,45 µm.

d) Larutan sulfanilamida, H2NC6H4SO2NH2.

Larutkan 5 gram sulfanilamida dalam campuran 300 mL air suling dan 50 mL HCl pekat. Encerkan dengan air
suling sampai 500 mL

e)Larutan NED-Dihidroklorida.

Larutkan 500 mg N-(1-naphthyl)-ethylene diamine dihydrochloride (NED Dihidroklorida) dalam 500 mL air
suling. Simpan dalam botol gelap dalam refrigerator. Ganti setiap bulan atau bila berwarna coklat.

f) Larutan natrium oksalat, Na2C2O4 0,05 N.

Larutkan 3,350 g Na2C2O4 dalam air suling bebas nitrit dan tepatkan sampai 1000 mL.

g) Larutan ferro ammonium sulfat (FAS) 0,05 N.

Larutkan 19,607 g Fe(NH4)2 (SO4)2. 6H2O dalam air suling bebas nitrit, tambahkan 20 mL H2SO4 pekat dan
tepatkan sampai 1000 mL.

h) Larutan induk nitrit, 250 mg/L NO2-N.

Larutkan 1,232 gram NaNO2 dalam air suling bebas nitrit sampai 1000 mL. Awetkan dengan 1 mL CHCl3.

i) Larutan kalium permanganat, KMnO4 0,05 N.

Larutkan 1,6 g KMnO4 dalam 1000 mL air suling. Biarkan sedikitnya 1 minggu, saring dengan glass wool dan
simpan dalam botol berwarna coklat.

Peralatan

a) spektrofotometer sinar tampak dengan kuvet silica;

b) labu ukur 50 mL; 250 mL; 500 mL dan 1000 mL;

c) pipet volumetrik 1 mL; 2 mL; 5 mL; 10 mL dan 50 mL;

d) pipet ukur 5 mL;

e) gelas piala 200 mL dan 400 mL;

f) erlenmeyer 250 mL; dan

g) neraca analitik.

Persiapan contoh uji (sampel)

a) Saring air suling dengan kertas saring bebas nitrit yang berukuran pori 0,45 µm, tampung hasil saringan.
Larutan ini digunakan sebagai blanko penyaringan.

b) Saring contoh uji dengan kertas saring bebas nitrit yang berukuran pori 0,45 µm.
c) Masukkan contoh uji ke dalam botol gelas berwarna gelap bebas dari kontaminasi nitrit.

Contoh uji disimpan pada pendingin 4℃ dengan waktu simpan tidak lebih dari 48 jam.

Pembakuan larutan induk nitrit, 250 mg/L NO2-N

Bakukan larutan induk nitrit sebagai berikut:

a) Pipet 50 mL larutan KMnO4 0,05 N, masukkan kedalam erlenmeyer 250 mL


b) Tambahkan 5 mL H2SO4 pekat
c) Pipet 50 mL larutan induk nitrit, masukkan kedalam larutan KMnO4 dengan cara ujung pipet berada
dibawah permukaan larutan KMnO4
d) Homogenkan/goyangkan dan panaskan pada temperatur 70℃ sampai dengan 80℃ di atas pemanas.
e) Hilangkan warna permanganat dengan penambahan larutan natrium oksalat 0,05 N dengan penambahan
secara bertahap sebanyak 10 mL.
f) Titar kelebihan Na2C2O4 dengan larutan KMnO4 0,05 N sampai sedikit warna merah muda sebagai titik
akhir.

CATATAN Jika digunakan larutan FAS sebagai pengganti Na2C2O4, tidak perlu dilakukan pemanasan tetapi
memerlukan waktu reaksi selama 5 menit sebelum titrasi akhir dengan KMnO4.

g) Hitung kandungan NO2-N dari larutan induk dengan rumus berikut

Pembakuan larutan kalium permanganat, KMnO4 0,05 N

Bakukan larutan ini pada saat akan digunakan dengan cara sebagai berikut:

a) Timbang 100 mg sampai dengan 200 mg Na2C2O4 anhidrat, masukkan ke dalam gelas piala 400 mL.

b) Tambahkan 100 mL air suling, aduk sampai larut.

c) Tambahkan 10 mL H2SO4 1:1.

d) Panaskan sampai temperatur 90℃ sampai dengan 95℃.

e) Titrasi dengan segera dengan larutan KMnO4 sampai warna merah muda (selama titrasi temperatur dijaga
tidak kurang dari 85℃).

f) Lakukan langkah pada butir c) sampai dengan e) terhadap air suling sebagai blanko.

g) Hitung normalitas KMnO4 dengan rumus:


Pembuatan larutan intermedia nitrit, 50 mg/L NO2-N

a) Hitung volume larutan induk nitrit, NO2-N yang diperlukan untuk membuat 250 mL larutan intermedia nitrit,
50 mg/L NO2-N.

b) Persiapkan larutan intermedia setiap akan digunakan.

c) Untuk menghitung larutan intermedia adalah sebagai berikut:

( D ) x ( C ) = ( 250 ) x ( 50 )

dengan pengertian: C adalah kadar NO2-N dalam larutan induk; D adalah volume larutan induk nitrit yang
diperlukan untuk membuat 250 mL, 50 mg/L NO2-N.

Pembuatan larutan baku nitrit, 0,50 mg/L NO2-N

a) Encerkan 10 mL larutan intermedia dengan air suling sampai volume 1000 mL. b) Persiapkan setiap hari
atau setiap akan digunakan.

3.5.5 Pembuatan larutan kerja nitrit, NO2-N

a) Pipet 0,0 mL; 1,0 mL; 2,0 mL; 5,0 mL; 10,0 mL; 15,0 mL dan 20,0 mL larutan baku nitrit (0,5 mg/L )
masing-masing ke dalam labu ukur 50 mL.

b) Tambahkan air suling sampai tepat tanda tera sehingga diperoleh kadar nitrit, NO 2 -N 0,00 mg/L; 0,01
mg/L; 0,02 mg/L; 0,05 mg/L; 0,10 mg/L; 0,15 mg/L dan 0,20 mg/L.
Bahan

a) air suling dengan DHL < 1 μmhos/cm.

b) larutan baku kalium klorida, KCl 0,01 M. Larutkan 0,7456 g kalium klorida, KCl anhidrat yang sudah
dikeringkan pada suhu 110℃ selama 2 jam dengan air suling dan encerkan sampai volume 1000 mL. Larutan
ini pada suhu 25℃ mempunyai daya hantar listrik 1413 μmhos/cm.

c) larutan baku kalium klorida, KCl 0,1 M. Larutkan 7,4560 g kalium klorida, KCl anhidrat yang sudah
dikeringkan pada suhu 110℃ selama 2 jam dengan air suling dan encerkan sampai volume 1000 mL. Larutan
ini pada suhu 25℃mempunyai daya hantar listrik 12900 μmhos/cm.

d) larutan baku kalium klorida, KCl 0,5 M. Larutkan 37,2800 g kalium klorida, KCl anhidrat yang sudah
dikeringkan pada suhu 110oC selama 2 jam dengan air suling dan encerkan sampai volume 1000 mL. Larutan
ini pada suhu 25oC mempunyai daya hantar listrik 58460 μmhos/cm.

Peralatan

a) timbangan analitik;

b) konduktimeter;

c) labu ukur 1000 mL;

d) termometer; dan

e) gelas piala 100 mL .

Kalibrasi alat

a) Cuci elektroda dengan larutan KCl 0,01 M sebanyak 3 kali.

b) Atur suhu larutan KCl 0,01 M pada 25℃.

c) Celupkan elektroda ke dalam larutan KCl 0,01 M. d) Tekan tombol kalibrasi.

e) Atur sampai menunjuk angka 1413 μmhos/cm (sesuai dengan instruksi kerja alat).

CATATAN Apabila DHL contoh uji lebih besar dari 1413 μmhos/cm, lakukan tahapan pada 3.4 dengan
menggunakan larutan baku KCl 0,1 M (DHL = 12900 μmhos/cm) atau KCl 0,5 M (DHL = 58460 μmhos/cm).

Prosedur

a) Bilas elektroda dengan contoh uji sebanyak 3 kali. b) Celupkan elektroda ke dalam contoh uji sampai
konduktimeter menunjukkan pembacaan yang tetap. c) Catat hasil pembacaan skala atau angka pada tampilan
konduktimeter dan catat suhu contoh uji.