0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
64 tayangan3 halaman

Pendekatan dalam Antropologi Ekonomi

Dokumen tersebut memberikan informasi tentang nama, NIM, kelas, dan mata kuliah seorang mahasiswa bernama Risna (N1A118087, Kelas A, Mata Kuliah Antropologi Ekonomi). Dokumen selanjutnya membahas pendekatan umum dan spesifik dalam antropologi ekonomi serta jenis-jenis resiprositas dalam sistem ekonomi masyarakat.

Diunggah oleh

Santo J. Kuduse
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
64 tayangan3 halaman

Pendekatan dalam Antropologi Ekonomi

Dokumen tersebut memberikan informasi tentang nama, NIM, kelas, dan mata kuliah seorang mahasiswa bernama Risna (N1A118087, Kelas A, Mata Kuliah Antropologi Ekonomi). Dokumen selanjutnya membahas pendekatan umum dan spesifik dalam antropologi ekonomi serta jenis-jenis resiprositas dalam sistem ekonomi masyarakat.

Diunggah oleh

Santo J. Kuduse
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Nama : Risna

NIM : N1A118087
Kelas : A
Mata Kuliah : Antropologi Ekonomi

JAWAB:

1. Pendekatan Umum adalah aliran teori yang pada khasanah antropologi-umum-dan


karena minat tertentu, dioperasikan untuk membahas gejala ekonomi.
Pendekatan Spesifik adalah aliran teori yang dikembangkan khusus untuk
menyelesaikan problem-problem studi antropologi ekonomi.

2. Resiprositas Umum
1. Pertukaran barang dan jasa dari individu/kelompok ke individu/kelompok lain
tanpa memperhitungkan jumlah dan batas waktu pengembalian.
2. Mereka percaya bahwa mereka akan saling memberi dan percaya barang atau
jasa yang diberikan akan dibalas entah kapan waktunya.
3. Resiprositas umum tidak mengenal hukum yang ketat untuk mengontrol dan
mengatur seseorang untuk memberi dan mengembalikan barang atau jasa.
4. Pelanggaran akan nilai sebagai perbuatan munafik, dosa, durhaka, curang,
tidak jujur, tidak bermoral, dan sebagainya. Orang yang melanggar bisa
mendapat tekanan dari masarakat berupa umpatan, peringatan lisan, gunjingan
yang dapat menurunkan martabat dalam pergaulan, pada masarakat tertentu
dapat menggunakan hukum adat sebagai sanksi.

Resiprositas Sebanding

1. Pertukaran barang dan jasa dengan memperhitungkan nilai yang sebanding


sehingga diatur juga kapan pertukaran itu berlangsung, kapan memberikan,
menerima, dan mengembalikan.
2. Ciri resiprositas sebanding adalah adanya norma-norma, aturan-aturan, sanksi-
sanksi sosial untuk mengontrol individu dalam melakukan transaksi, dan
keputusan untuk bertransaksi ada pada setiap individu karena perasaan setia
kawan antara satu dengan yang lainnya.
3. Resiprositas ini berada ditengah-tengah antara resiprositas umum resiprositas
negatif kalau ke resiprositas umum maka hubungan sosial yang terjadi
mengarah ke hubungan kesetiakawanan dan hubungan personal. Dan jika ke
arah resiprositas negatif maka hubungan sosial yang terjadi bersifat tidak setia
kawanan, yakni masing-masing saling mendapatkan untung.
4. Resiprositas banyak digunakan petani untuk mempertukarkan tenaga kerja
pada masa pekerjaan yang memerlukan tenaga kerja banyak untuk
menyelesaiakan pekerjaan dengan cepat seperti menanam dan panen.
Resiprositas Negatif

1. Pertukaran barang dan jasa menggunakan uang sebagai alat ukur dalam
transaksi
2. Lahirnya pertukaran ini sebagai akibat dari perkembangan sistem ekonomi
yang lebih terbuka dan meluas pada perdagangan langsung dengan
menggunakan uang sebagai mekanisme pasar.
3. Pasar adalah tempat transaksi barang dan jasa yang menggunakan uang
sebagai alat pembayaran yang sah.
4. Sekarang ini semua jenis transaksi ekonomi dilakuan dengan mekanisme uang,
baik melalui perantara maupun secara langsung.

3. Sistem ekonomi pasar adalah suatu sistem ekonomi dimana seluruh kegiatan ekonomi
mulai dari produksi, distribusi dan konsumen diserahkan sepenuhnya kepada
mekanisme pasar.

4. Model Alokasi Waktu Kerja Dalam Sektor Perikanan Tangkap

Alokasi waktu kerja nelayan dalam sektor perikanan tangkap merupakan fungsi dari
umur, pendidikan formal, pengalaman melaut, jumlah tanggungan keluarga, modal
erja penangkapan dan kepemilikan asset.

Untuk mendapatkan seberapa besar kontibusi alokasi waktu kerja nelayan, maka
terlebih dahulu perlu diketahui total waktu kerja yang dicurahkan. Total alokasi waktu
kerja nelayan merupakan fungsi identitas, yang merupakan penjumlahan antara waktu
kerja dalam sektor perikanan tangkap dan di luar sektor peikanan tangkap.

5. Menjadi pemimpin global adalah hal yang menantang, bukannya tidak mungkin
dilakukan. Anda bisa meningkatkan efektifitas anda dengan belajar bagaimana
menangani isu tertentu terkait dengan pasar global.

6. Pendekatan Formalis:

 Antropologi ekonomi lahir pada awal abad ke-20 berkat dilakukannya


berbagai penelitian etnografi yang memfokuskan pada aspek ekonomi
masarakat.

 Antropologi juga menggunakan teori ilmu ekonomi neo-klasik yang sudah


berkembang lebih dahulu. Sebaliknya ahli ekonomi menaruh perhatian
terhadap penelitian etnografi yang memfokuskan perhatian pada aspek
ekonomi.

 Antropologi ekonomi berusaha mengembangkan pendekatan penelitian


dengan menggunakan teori, konsep, dan hukum-hukum ekonomi untuk
melepaskan gejala ekonomi dalam masyarakat primitif dan peasant, dan inilah
yang disebut pendekatan antropolog ekonomi formalis.
 Pendekatan antropologi formalis cenderung melihat gejala ekonomi dari
tinjauan formal, yaitu dari pengertian yang relatif bagi displin ilmu ekonomi
yang mendefinisikan ekonomi sebagai sesuatu tindakan memilih antara
tujuan-tujuan ang idak terbatas dengan sarana-sarana terbatas.

 Ilmu ekonomi mengasumsikan bahwa tindakan manusia bersifat rasional


dalam melakukan aktifitas ekonomi.

7. Pendekatan Subtantif:

 Munculnya kritikan terhadap pendekatan formalis telah melahirkan


pendekatan subtantif.

 Pendekatan suntantif lebih menaruh perhatian pada upaya untuk menghasilkan


teori-teori baru yang lebih cocok dengan masalah di lapangan, hal ini
disebabkan pendekatan ini tidak berurusan dengan ekonomi formal.

 Pendekatan ini melihat gejala ekonomi dari proses pemberian makna yang
dilakukan manusia dalam memanfaatkan sumberdaya ekonomi.

Anda mungkin juga menyukai