Anda di halaman 1dari 9

BAB V

STEROID

1.1 Latar Belakang

Steroid adalah senyawa organiklemak sterol tidak terhidrolisis yang dapat dihasil

reaksi penurunan dari terpena atau skualena. Steroid merupakan kelompok senyawa

yang penting dengan struktur dasar sterana jenuh (bahasa Inggris: saturated tetracyclic

hydrocarbon : 1,2-cyclopentanoperhydrophenanthrene) dengan 17 atom karbon dan 4

cincin. Senyawa yang termasuk turunan steroid, misalnya kolesterol, ergosterol,

progesteron, dan estrogen. Pada umunya steroid berfungsi sebagai hormon. Steroid

mempunyai struktur dasar yang terdiri dari 17 atom karbon yang membentuk tiga cincin

sikloheksana dan satu cincin siklopentana. Perbedaan jenis steroid yang satu dengan

steroid yang lain terletak pada gugus fungsional yang diikat oleh ke-empat cincin ini

dan tahap oksidasi tiap-tiap cincin.

Lemak sterol adalah bentuk khusus dari steroid dengan rumus bangun diturunkan

dari kolestana dilengkapi gugushidroksil pada atom C-3, banyak ditemukan pada

tanaman, hewan dan fungsi. Semua steroid dibuat di dalam sel dengan bahan baku

berupa lemak sterol, baik berupa lanosterol pada hewan atau fungsi, maupun berupa

sikloartenol pada tumbuhan. Kedua jenis lemak sterol di atas terbuat dari

siklisasisqualena dari triterpena. Kolesterol adalah jenis lain lemak sterol yang umum

dijumpai.

Beberapa steroid bersifat anabolik, antara lain testosteron, metandienon, nandrolon

dekanoat, 4-androstena-3 17-dion. Steroid anabolik dapat mengakibatkan sejumlah efek

samping yang berbahaya, seperti menurunkan rasio lipoprotein densitas tinggi, yang
berguna bagi jantung, menurunkan rasio lipoprotein densitas rendah, stimulasi tumor

prostat, kelainan koagulasi dan gangguan hati, kebotakan, menebalnya rambut,

tumbuhnya jerawat dan timbulnya payudara pada pria. Secara fisiologi, steroid anabolik

dapat membuat seseorang menjadi agresif

1.2    KLASIFIKASI STEROID

1.      Steroid Anabolik atau steroid andragonik anabolik

Steroid ini merupakan kelompok steroid alami atau sintetik yang berinteraksi

dengan reseptor androgen untuk mendorong pertumbuhan dan pembelahan sel yang

menghasilkan pertumbuhan berbagai macam jaringan, terutama jaringan otot dan

tulang. Ada beberapa steroid anabolik alami dan sintetik. Sebagai contoh, testosteron,

nandrolon, dan metadrostenolon.

2.      Kortikosteroid (glukokortikoid dan mineralokortikoid)

Glukokortikoid merupakan sekelompok hormon steroid yang dicirikan dengan

kemampuannya untuk berikatan dengan reseptor kortisol, dan merangsang efek yang

serupa. Glukokortikoid mengatur beberapa aspek fungsi metabolisme dan fungsi imun,

dan sering diresepkan untuk pengobatan kondisi-kondisi inflamasi, seperti asma dan

arthritis. Contohnya adalah kortisol.

3.  Steroid seks atau steroid gonad

Merupakan sub-bagian dari hormon seks (kelamin) yang berinteraksi dengan

androgen vertebrata atau reseptor estrogen untuk menghasilkan perbedaan-perbedaan

kelamin (karakter-karakter kelamin primer dan sekunder) dan mendukung reproduksi.

Steroid ini mencakup androgen, estrogen, dan progestagen. Contohnya adalah

testosteron, estradiol, dan progesteron.


4.   Fitosterol atau sterol tanaman

Merupakan steroid alkohol yang terjadi secara alami dalam tanaman. Contohnya adalah

β-sitosterol.

5. Ergosterol

Merupakan steroid yang terdapat pada fungi, dan mencakup beberapa suplemen

vitamin D. Meskipun demikian, steroid secara lebih luas dapat dikelompokkan hanya ke

dalam dua kelompok utama : hormon seks atau hormon reproduksi dan hormon

adrenokortikoid atau hormon adrenokortikal.

1. 3     STRUKTUR STEROID

          Secara struktural, suatu steroid merupakan suatu lipid yang dicirikan dengan

suatu kerangka karbon karon dengan 4 cincin yang melebur jadi satu. Semua steroid

berasal dari jalur biosintesis asetil CoA. Ribuan steroid telah diidentifikasi dari

tanaman, hewan, fungi dan kebanyakan dai steroid ini mempunyai aktivitas biologis

yang menarik. Steroid mempunyai struktur cincin yang bersifat basa, tiga cincin

sikloheksana yang bergabung bersama-sama dengan fenantren, yang dihubungkan

melalui suatu sistem cincin siklopentana, yang dikenal sebagai siklopentafenantrena.

Keempat cincin pada steroid ditandai dengan huruf A, B, C dan D, dan

penomoran atom karbon dimulai dari cincin A sebagaimana ditunjukkan dalam gonana.

Cincin-cincin yang menjadi satu ini dapat berupa cis atau trans. Dalam steroid, cincin

B, C, dan D selalu terhubung secara trans. Pada kebanyakan steroid yang terdapat

dialam, cinicin A dan B juga terhubung secara trans. Steroid-steroid yang berbeda

bervariasi dalam gugus fungsionalnya yang terikat pada cincin ini.


Semua steroid paling sedikit mempunyai 17 karbon. Beberapa steroid

mempunyai gugus metil pada posisi C-10 dan C-13. Metil-metil ini disebut dengan

metil angular. Steroid juga dapat mempunyai suatu rantai samping yang terikat pada C-

17 dan serangkaian steroid yang terkait dinamai setelah sistem cincin fundamentalnya,

yang ditunjukkan dalam struktur berikut.

Beberapa steroid mempunyai hidroksil alkoholik yang terikat pada sistem cincin,

dan dikenal sebagai sterol. Sterol yang paling umum adalah kolesterol, yang terdapat

pada kebanyakan jaringan hewan. Kolesterol merupakan prekursor hormon-hormon

steroid yang berbeda. Kolesterol juga merupakan prekursor vitamin D.

1. 4     BIOSISTESIS HORMON STEROID


Kortisol merupakan hormon steroid . Hormon ini di bentuk dari kolestrol

terutama kolestrol yang di transport dalam darah dalam bentuk lipoprotein densitas

rendah (LDL).

Kolestrol selanjutnya akan di ubah menjadi pregnenolon oleh enzim desmolase

pada mitokondria sel adrenal .setelah di lepaskan dari mitokondria ,pregnelon di

metabolism lebi lanjut dalam re halus menjadi 17- hidroksipregnolon

kemudiankprogesteron .Lanjut menjadi 11-doksikortisol.Akhirnya di ubah menjadi

kortisol .(Greenstein dan Wood.2010).

Mekanisme kerja Hormon kortisol ketika kortisol mencapai sel target .ia akan

melepas ikatannya dengan CBG.Karena bersifat lipofilik.Dengan mudah

kortisolmenembus membrane sel berikata dengan reseptornya yang berada dalam

sitoplasma.(nussey dan whitehead 2001).

1.5    TANAMAN YANG MENGANDUNG STEROID

1. Katuk (Katu) (Sauropus androgynus Merr.

a)    Kandungan : Senyawa steroid dan senyawa polifenol

b)   Efek farmakologi :

-Daun : Demam, pelancar asi, suara parau

- Akar : Demam, kencing sedikit, Lepra (obat luar)

- Antipiretik dan lagtagog

c)    Nama simplisia : Sauropi Folium : Daun katu, Sauropi Radix : Akar katu

2. Som Jawa (ginseng jawa) (Talinum paniculatum Jack. Gaertn)

a) Kandungan : Saponin, steroid, dan minyak atsiri


b)Efek farmakologi :

- Akar : tonik Pria (tonikum), digunakan pada kondisi badan lemah,

berkeringat dingin, pusing, Aphrodisiak (penguat syahwat) batuk dengan

dahak dan darah, radang paru-paru, diare, banyak kencing, haid tidak

teratur, ASI sedikit, keputihan.

- Daun : Melancarkan ASI, bengkak. Aprodisiak, anti inflamasi,

antibengkak, menguatkan paru-paru.

c) Nama simplisia : Talinum paniculati Radik; akar ginseng jawa

3. Seledri (Apium graveolens)

a) Kandungan

fitonutrien, minyak atsiri (butilftalida), flavonoid (graveobiosid A (1-2%)

dan B (0,1 - 0,7%)), asam lemak (asam petroselin (40-60%)), steroid

(stigmasterol dan sitosterol), dan mineral (kalsium, fosfor, sodium, klorin,

potasium (kalium), magnesium, asparagine apigenin, kholin, dan saporin, dan

juga senyawa sedatif (phathalide)). 

b) Efek farmakologi :

menghilangkan stress, menghancurkan radikal bebas biang penyebab

kanker, menurunkan tekanan darah, sebagai diuretik (melancarkan kencing).

Tingginya kadar sodium dalam seledri sangat berguna untuk menjaga vitalitas

tubuh. Fungsi lainnya adalah sebagai anti reumatik serta pembangkit nafsu

makan (karminativa). Umbinya memiliki khasiat yang mirip dengan daun tetapi

digunakan pula untuk memacu enzim pencernaan, dan afrodiasika (pembangkit

gairah seksual). Sedangkan buah dan bijinya sebagai pereda kejang


(antipasmodik), menurunkan kadar kolesterol darah, antirematik, diuretik,

karminatif, afrodiasika dan penenang (sedatif). Pada dunia kecantikan, selain

digunakan untuk memperindah rambut, Seledri juga baik dikonsumsi untuk

mencegah timbulnya kerutan pada wajah, melarutkan lemak dan menurunkan

berat badan, menjaga kelenturan dan kekencangan kulit dan menghilangkan bau

badan dan mulut.

1. 6   KEGUNAAN STEROID

Dalam perubatan modern, steroid anabolik seperti testosterone membantu dalam

pembinaan otot badan. Doktor akan mempreskrip ubat ini untuk merawat pesakit AIDS

yang mengalami pengecutan otot.

Berbeda dengan steroid anabolik, kortikosteroid bertindak dengan

mengurangkan pembengkakkan atau dengan kata lain sebagai agen antiradang. Ia juga

membantutkan tindakan imun badan yang terlampau aktif.

Oleh sebab sifat antiradang kortikosteroid, ia digunakan oleh pesakit asma dan

arhtritis. Kortikosteroid juga turut digunakan dalam rawatan termasuk lupus

(keradangan kronik), ekzema, psoriasis dan alergik. Kortikosteroid turut di beri kepada

pesakit yang menerima organ transplan untuk mengelakkan penolakan organ

baru oleh badan.

Empat puluh tahun yang lalu, steroid dosis tinggi mulai digunakan sebagai

bagian tata laksana sepsis atas dasar keyakinan bahwa sepsis merupakan suatu respons

inflamasi, sehingga efek anti-inflamasi yang dimiliki steroid dianggap dapat

bermanfaat. Schumer W9 di tahun 1976 pertama kali mempublikasikan bahwa terapi

deksametason (3 mg/kg) atau metilprednisolon (30 mg/kg) intravena dalam larutan salin
normal menyebabkan mortalitas yang lebih rendah (10,4% dan 9,3%) dibandingkan

dengan larutan salin normal saja (38,4%) pada 172 pasien dengan syok septik (level of

evidence: 2c, skor Cronin 6.0). Schumer pada saat yang bersamaan juga

mempublikasikan studi retrospektif pada 328 pasien, dengan mortalitas 42,5% pada

pasien dengan terapi larutan salin normal dibandingkan 14% dengan terapi tambahan

steroid. Pada penelitian tidak disebutkan definisi terapi antibiotik yang adekuat dan tata

laksana suportif.

Rangkuman

Steroid adalah senyawa organiklemak sterol tidak terhidrolisis yang dapat

dihasil reaksi penurunan dari terpena atau skualena. Steroid merupakan kelompok

senyawa yang penting dengan struktur dasar sterana jenuh (bahasa Inggris: saturated

tetracyclic hydrocarbon  : 1,2-cyclopentanoperhydrophenanthrene) dengan 17 atom

karbon dan 4 cincin.

Klasifikasi steroid adalah Steroid Anabolik atau steroid andragonik anabolik,

Kortikosteroid(glukokortikoid dan mineralokortikoid), Steroid seks atau steroid gonad,

Fitosterol atau sterol tanaman,ergosterol.

Kegunaan steroid Dalam perubatan modern, steroid anabolik seperti

testosterone membantu dalam pembinaan otot badan. Doktor akan mempreskrip ubat ini

untuk merawat pesakit AIDS yang mengalami pengecutan otot.


DAFTAR PUSTAKA

GREENSTEIN B dan Wood .2010.AT glance system Endokrin (edisi kedua)

Alih bahasa : Yasmine E dan Rachmawati AD .Jakarta :penerbit

Erlangga.

Schumer W. Steroids in the treatment of clinical septic shock. Ann Surg

1976;184:333-41.

Sherwood,lauralee(2001).fisiologi manusia:dari sel ke system .2nd ed .jakarta

:penerbit buku kedokteran EGC.