Anda di halaman 1dari 8

KISI-KISI SKB

PERMENPAN RB No. 48 tahun 2013 untuk kantor

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Dan Reformasi RI No. 48


Tahun 2013 Penyusunan Standar Sarana Dan Prasarana Kantor Perlu dilakukan karena :
 Untuk kepastian ketentuan penggunaan kantor, alat perlangkapan kantor, dan kendaraan dinas
 Keseragaman penggunaan ruangan kantor dan alat perlengkapan kantor
 Kelancara proses pekerjaan
 Kemudahan komunikasi dan hubungan kerja yang baik antar pejabat / pegawai dilingkungan
kementrian pendayagunaan Aparatur Negara dan reformasi birokrasi
 Kelancaran tugas pengawasan dan pengamanan
 Kemudahan pengamanan arsip dan dokumentasi
Standar Sarana dan Prasarana Kantor Berdasarkan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi RI No.48 Tahun 2013
 Ruang Kantor
 Ruang Penunjang
 Perlengkapan Ruang Kantor
 Perlengkapan Ruang Penunjang
 Kendaraan Dinas
PERMENKES No. 24 TAHUN 2016 untuk RS
Instalasi Pemeliharaan Sarana & Prasarana Rumah Sakit (IPSRS) adalah suatu unit fungsional
untuk melaksanakan kegiatan teknis instalasi, pemeliharaan dan perbaikan, agar fasilitas yang
menunjang pelayanan kesehatan di rumah sakit yaitu sarana, prasarana dan peralatan alat kesehatan
RS selalu berada dalam keadaan layak pakai guna menunjang pelayanan kesehatan yang paripurna
dan prima kepada pelanggan. Semua urusan teknis dan manajerial ada di IPSRS
Berdasar pada Undang – Undang No 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit pasal 40 dijelaskan
bawa dalam upaya peningkatan mutu pelayanan rumah sakit dilakukan akreditasi secara berkala
minimal tiga (3) tahun sekali.
Instalasi kerja IPSRS mempunyai tugas pokok dan fungsi sebagai berikut:
1. Membuat program kerja pemeliharaan dan perbaikan tahunan dan melaporkannya kepada
pimpinan direktur rumah sakit
2. Melakukan koordinasi dan rapat dengan instalasi terkait
3. Operator Utility, IPSRS sebagai penyedia sarana dan prasarana di rumah sakit, sumber air
bersih, sumber listrik PLN, catu daya pengganti khusus (CDPK) Genset, dan Lift Elevator
4. Maintenance, pemeliharaan dan perawatan rutin.
5. Perencanaan dan program kegiatan pemeliharaan.
6. Pengukuran dan kalibrasi.
7. Manajemen informasi dan pemeliharaan.
8. Rujukan perbaikan
9. Pengawasan fasilitas dan keselamatan kerja
Dalam menjalankan tugasnya, kepala instalasi IPSRS wajib menerapkan koordinasi, integrasi,
dan sinkronisasi, baik dalam lingkungan intern instalasi, maupun dengan instalasi-instalasi terkait,
sesuai dengan tugasnya masing-masing.
FUNGSI:
1. Melaksanakan pemeliharaan sarana, prasarana dan peralatan rumah sakit.
2. Mengadakan program pemeliharaan/perbaikan secara rutin, baik preventif maupun break
down maintenance.
3. Secara berkala mengadakan kalibrasi dan uji performa alat-alat agar berfungsi sesuai
dengan standar yang berlaku.
4. Merancang rencana kebutuhan sarana, prasarana dan peralatan yang digunakan dalam
program pelayanan kesehatan, serta kebutuhan suku cadang yang diperlukan.
5. Melaksanakan perbaikan sarana dan prasarana Rumah Sakit.
Uraian Tugas Sub Bagian IPSRS secara singkat
a. Administrasi dan Logistik
· Mencatat dan menyampaikan permintaan perbaikan dari ruangan
· Korespondensi surat masuk dan surat keluar
· Pengolahan data dan statistik, inventarisasi alat-alat/ aset rumah sakit
· Mengidentifikasi kebutuhan pendukung
· Mengurus pembelian peralatan dan sparepart
· Mengurus inventaris barang yang keluar dan masuk
b. Teknisi Elektromedis
· Pemeliharaan alat-alat kesehatan
· Uji fungsi dan uji performa alat-alat kesehatan
· Perbaikan & kalibrasi alat-alat kesehatan
· Dan tugas yang diberikan atasan/pimpinan langsung (* Surat Tugas)
c. AC & Refrigerator Pendingin
· Pengecekan & Pemeliharaan AC Split
1. AC kurang dingin
 Filter kotor = cleanning
 Freon kurang = tambah freon ( bisa jadi terjadi bocor pada pipa)
2. AC indor keluar air = karena saluran pembuangan mampet akibat filter AC kotor
3. ES pada pipa outdoor
 Pada pipa kecil trjadi karena kurangnya freon
 Pada pipa besar terjadi kareana evaporator, filter, kotor ataupun blower
tidak jalan
4.
· Pengecekan & Pemeliharaan AC Central dan Chiller
· Pengecekan & Pemeliharaan Refrigerator Pendingin
· Perbaikan AC Split, AC Central &Refrigerator Pendingin
d. Air, Plumbing & Perpipaan
· Pengecekkan dan pemeliharaan instalasi water treatment WTP dan tangki air
· Mengontrol penyediaan dan pemakaian air bersih, air dingin dan air panas
· Perbaikan instalasi air & perpipaan
· Pemeliharaan dan Perbaikan Pompa Air
· Dan tugas yang diberikan atasan/ pimpinan langsung (* Surat Tugas)
e. Telekomunikasi PABX (Private Automatic Branch Exchange)
· Pemasangan dan Instalasi Jaringan Telepon & PABX

· Pemasangan Pesawat Telepon


· Pemasangan dan Instalasi Nurse Call
· Dan tugas lain yang diberikan atasan/pimpinan langsung (* Surat Tugas)
f. Listrik / Elektrikal & Mekanikal
· Pengecekan dan pemeliharaan Instalasi Panel Listrik &Panel Grounding
· Mengontrol penyediaan dan pemakaian listrik PLN
· Mengontrol penyediaan dan pemakaian catu daya pengganti khusus (CDPK) Genset
· Pemasangan Instalasi Terminal Listrik
· Memperbaiki Saklar, Panel dan Sistem Kunci Kelistrikan
· Dan Tugas Lain yang diberikan atasan/ pimpinan langsung (* Surat Tugas)
g. Pemeliharaan Gedung Bangunan & Pertukangan
· Membersihkan dan mengatur ruangan yang akan digunakan dan telah digunakan
· Memperbaiki bagian gedung yang rusak (Handle pintu, lemari, plavon, dll)
· Memonitoring kunci tiap ruangan Rumah Sakit
· Dan tugas lain yang diberikan atasan/ pimpinan langsung (* Surat Tugas)
h. Gas Central dan Bejana Tekan
· Pengecekan dan Pemeliharaan Instalasi Gas Medis (Central Vacuum, Central Oksigen,
Central Compressed Air, Central N2O)
· Pengecekan dan Pemeliharaan Boiler/ Ketel Uap
· Mengontrol penyediaan dan pemakaian Gas Medis
· Perbaikan dan kalibrasi outlet dan terminal Gas Medis
· Dan tugas lain yang diberikan atasan/ pimpinan langsung (* Surat Tugas)
Menurut referensi :
 PEDOMAN TEKNIS SARANA DAN PRASARANA RUMAH SAKIT KELAS C
 PEDOMAN TEKNIS SARANA DAN PRASARANA RUMAH SAKIT KELAS B
 PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 24 TAHUN
2016 TENTANG PERSYARATAN TEKNIS BANGUNAN DAN PRASARANA RUMAH
SAKIT
 PERATURAN MENTERI KESEHATAN NOMOR 56 TAHUN 2014 TENTANG
KLASIFIKASI RUMAH SAKIT

MEDAN LISTRIK
benda bermuatan positif, maka garis-garis gaya listrik akan memancar keluar benda, sedang pada
benda bermuatan negatif, garis-garis gaya listrik menuju ke dalam, Garis gaya listrik berasal dari muatan
positif menuju muatan negatif. Garis gaya listrik tidak pernah berpotongan. Semakin rapat garis gaya listrik,
semakin kuat medan listriknya.
Sebuah sumber listrik memiliki kutub positif dan kutub negatif, apabila pada kutub positif dan kutub
negatif tersebut dipasang saluran penghubung maka akan terjadi perpindahan elektron dari kutub negatif
ke kutub positif

 Arah gaya Listrik (+ > -) berlawanan dengan dengan arah gaya elektron (- > +)
Sifat-sifat Arus Listrik

- menimbulkan energi panas,


- menimbulkan energi magnet,
- menimbulkan energi cahaya, dan
- menimbulkan reaksi kimia.
MUATAN LISTRIK
Q(c) = I(A) x T(s) Q = W (joule) / V (volt) Q = C(farad) x V
Q = Muatan listrik (Coulomb) W= Energi (joule)
I = Arus yang mengalir (A) V = Tegangan (v)
T = Lama waktu (s)

POTENSIAL LISTRIK
Yang menentukan seberapa besar arus yang mengalir adalah besarnya beda
potensial (dinyatakan dengan satuan volt). Jadi untuk sebuah konduktor semakin
besar beda potensial akan semakin besar pula arus yang mengalir.
KONDUKTOR
Nilai resistansi bahan konduktor harus sangat kecil, agar rugi tegangan yang
ditimbulkan menjadi sangat kecil.

R = Rho x L(m) / A(mm2)

Secara fisik, nilai resistansi suatu bahan konduktor, tergantung pada:


- panjang konduktor yang digunakan dalam (m)
- luas penampang konduktor yang digunakan dalam (m2)
- jenis bahan konduktor yang digunakan (rho)

Bahan-bahan yang dipakai untuk konduktor harus memenuhi persyaratan-persyaratan


sebagai berikut:
1. Konduktifitasnya cukup baik.
2. Kekuatan mekanisnya (kekuatan tarik) cukup tinggi.

3. Koefisien muai panjangnya kecil.


4. Modulus kenyalnya (modulus elastisitas) cukup besar
KOMPONEN LISTRIK
Elemen aktif adalah elemen yang menghasilkan energi dalam hal ini adalah
sumber tegangan dan sumber arus, mengenai sumber ini akan dijelaskan pada bab
berikutnya. Elemen lain adalah elemen pasif dimana elemen ini tidak dapat
menghasilkan energi. Elemen pasif dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu elemen
yang hanya dapat menyerap energi dan elemen yang dapat menyimpan energi.
a. Resistansi

Pengaruh Suhu terhadap nilai Resitansi adalah


- menaikkan niali resistivitas pengantar logam murni dan logam campuran
- menurunkan nilai resistivitas penghantar non logam seperti elektrolit dan
karbon serta bahan isolator seperti kertas, karet, gelas dan mika.

- R  Rt  Ro
atau
R xRo x dt
-  adalah konstanta yang disebut sebagai koefisien
suhu dt adalah besarnya kenaikan suhu (t1 – t0)
- Sehingga dapat dituliskan:

Rt  R0 (1 x dt)


b. Kapasitor
Kapasitor yang terhubung secara seri dengan beban listrik dalam suatu rangkaian
listrik, dapat merubah gelombang sinusoida dan membuat gelombang arus listrik mendahului
gelombang tegangan listrik. Kapasitor digunakan untuk meningkatkan torsi motor satu fasa,
meningkatkan efisiensi, dan perbaikan faktor kerja.
,kapasitor bersama komponen elektronika lain dapat digunakan sebagai penyaring
frekuensi dan filter gelombang, selain dapat juga sebagaikomponen pada sirkuit penyearah
arus/tegangan ac menjadi dc atau disebutdengan penghalus riak sehingga alat-alat elektronik
bisa digunakandengan tegangan bolak-balik (PLN) tanpa baterai.
C=Q/V
Di mana:

C = Kapasitas kapasitor, diukur dalam satuan farad


q = muatan yang tersimpan dalam kapasitor, diukur dalam satuan coulomb
U = beda potensial antar pelat kapasitor, diukur dalam satuan volt

Kegunaan kapasitor dalam berbagai rangkaian listrik adalah:


a. mencegah loncatan bunga api listrik pada rangkaian yang mengandung kumparan, bila
tiba-tiba arus listrik diputuskan dan dihubungkan.
b. menyimpan muatan atau energi listrik dalam rangkaian penyala elektronik
c. memilih panjang gelombang pada radio penerima

d. sebagai filter dalam rangkaian catu daya arus searah.

TRANSFORMASI STAR DELTA

R31
R
R31 R12 1

R23
R R
2 3 2
R31 = (R1.R2 + R2.R3 + R3.R1) / R2 R1 = (R31 x R12) / (R31+R12+R23)

DAYA

Daya semu (S) = V x I

Daya aktif / daya nyata (P) = V x I Cos q

Daya reaktif (VAR) = V x I x sin q

Daya 3 Phasa = 3 x daya 1 phase