Anda di halaman 1dari 5

PEMERINTAH KABUPATEN BLITAR

DINAS KESEHATAN
UPT PUSKESMAS SUTOJAYAN
Jl. Raya Utara No. 113 Kembangarum Telp ( 0342 ) 441012
Email :pkm.sutojayan03@gmail.com
SUTOJAYAN 66172

KERANGKA ACUAN KEGIATAN


PRGRAM HIV – AIDS DAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL
DI UPT PUSKESMAS SUTOJAYAN

I. Pendahuluan
Dalam rangka mengamankan jalannya pembangunan nasional, demi terciptanya
kwalitas manusia yang diharapkan, perlu peningkatan upaya penaggulangan HIV / AIDS,
yang melibatkan semua sektor pembangunan nasional melalui program yang terarah,
terpadu dan menyeluruh.
AIDS (Acuquired Immune Deficiency Sidrome) merupakan kumpulan gejala penyakit
yang disebabkan oleh virus HIV ( Human Immuno Deficiency Virus ) yang akan mudah
menular dan mematikan. Virus tersebut merusak sistem kekebalan tubuh manusia,
dengan berakibat yang bersangkutan kehilangan daya tahan tubuhnya, sehingga mudah
terinfeksi dan meninggal karena berbagai penyakit infeksi, kanker dan lain-lain.
Sampai saat ini belum ditemukan vaksin pencegahan atau obat untuk
penyembuhannya. Jangka waktu antara terkena infeksi dan munculnya gejala penyakit
pada orang dewasa memakan waktu rata-rata 5-10 tahun. Selama kurun waktu tersebut
walaupun masih tampak sehat, secara sadar maupun tidak pengidap HIV dapat
menularkan virusnya pada orang lain.

Infeksi Menular Seksual (IMS) adalah infeksi yang ditularkan melalui hubungan
seksual. Infeksi Menular Seksual akan lebih beresiko bila melakukan hubungan seksual
dengan bergonta ganti pasangan, baik melalui vagina, oral maupun anal.

II. Latar Belakang


Strategi penanggulangan HIV-AIDS ditujukan untuk mencegah dan mengurangi
risiko penularan HIV, meningkatkan kualitas hidup ODHA, serta mengurangi dampak
sosial dan ekonomi akibat HIV dan AIDS pada individu, keluarga dan masyarakat, agar
individu dan masyarakat menjadi produktif dan bermanfaat untuk pembangunan. Hal ini
memerlukan peran aktif multipihak baik pemerintah maupun masyarakat termasuk mereka
yang terinfeksi dan terdampak, sehingga keseluruhan upaya penanggulangan HIV dan
AIDS dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya, yang menyangkut area pencegahan,
pengobatan, mitigasi dampak dan pengembangan lingkungan yang kondusif.
Untuk keberhasilan program pencegahan dan pengobatan diperlukan peran aktif dari
kelompok populasi kunci yaitu : (1) Orang-orang berisiko tertular atau rawan tertular
karena perilaku seksual berisiko yang tidak terlindung, bertukar alat suntik tidak steril; (2)
Orang-orang yang rentan adalah orang yang karena pekerjaan, lingkungannya rentan
terhadap penularan HIV, seperti buruh migran, pengungsi dan kalangan muda berisiko;
dan (3) ODHA adalah orang yang sudah terinfeksi HIV.
Seperti diketahui situasi epidemi HIV dan AIDS di indonesia telah memasuki epidemi
terkonsentrasi. Berdasarkan hasil Surveilans Terpadu HIV dan Perilaku (STHP, Populasi
Kunci, 2007) menunjukkan prevalensi HIV pada populasi kunci : Wanita Pekerja Seks
(WPS) langsung 10,4%; WPS tidak langsung 4,6%; waria 24,4%; pelanggan WPS 0,8%;
lelaki seks dengan lelaki (LSL) 5,2%; pengguna napza suntik 52,4%. Di provinsi Papua
dan Papua Barat terdapat pergerakan ke arah generalized epidemic dengan prevalensi
HIV sebesar 2,4% pada penduduk 15-49 tahun (STHP, Penduduk Papua, 2007).
Dalam menghadapi epidemi HIV tersebut perlu dilakukan upaya pencegahan dan
penanggulangan HIV dan AIDS yang lebih intensif, menyeluruh, terpadu dan terkoordinasi,
untuk menghasilkan program yang cakupannya tinggi, efektif dan berkelanjutan.
Puskesmas Sutojayan sebagai Puskesmas yang ada di Kabupaten Blitar ikut serta
dalam upaya pencegahan dan penaggulangan HIV-AIDS dengan mengadakan kegiatan
berupa PITC ( PROVIDER INITIATED AND CONSELING atau TIPK ( TES HIV ATAS
INISIATIP PEMBERI PELAYANAN KESEHATAN DAN KONSELING ),dan juga
mengadakan penyuluhan tentang HIV-AIDS dan IMS ke masyarakat untuk mendukung
keberhasilan penanggulangan HIV-AIDS ini.
Dimana dalam melaksanakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat
Puskesmas Sutojayan senantiasa memperhatikan Visi, Misi dan Tata Nilai Puskesmas.
Visi Puskesmas Sutojayan adalah Menuju Kabupaten Blitar Lebih Sejahtera, Maju
dan Berdaya Saing. Sedangkan Misinya adalah 1). Mengembangkan dan meningkatkan
penyelenggaraan Upaya Kesehatan Masyarakat, 2). Mengembangkan dan meningkatkan
penyelenggaraan Upaya Kesehatan Perorangan, 3) Meningkatkan kemitraan dan jejaring
dengan Fasilitas layanan kesehatan, 4) Meningkatkan kapasitas Sumber Daya
Masyarakat dan Pengelolaan Manajerial. Tata Nilai Puskesmas Sutojayan adalah
PRADAH yaitu Profesional Dan Amanah.

III. Tujuan
Tujuan umum
Program HIV AIDS dan IMS di Puskesmas Sutojayan adalah pencegahan dan
penanggulangan HIV- AIDS dan IMS di masyarakat
Tujuan khusus
program HIV- AIDS dan IMS di Puskesmas Sutojayan adalah;
a. menemukan kasus baru penderita HIV
b. pencegahan penularan HIV dari ibu keanak
c. meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang HIV – AIDS

IV. Kegiatan Pokok Dan Rincian Kegiatan


1. Kegiatan Program HIV AIDS dan IMS pada penyelenggaran UKP:
melakukan Test HIV atas Inisiasi Petugas Kesehatan (PITC) pada ibu hamil
( ANC ),dan pada pasien yang berkunjung dengan gejala klinis ( TB,DIARE yang
terus menerus, penurunan BB yang tak dapat dijelaskan penyebabnya ) kelayanan
klinis Puskesmas Sutojayan
1. merujuk pasien keunit laboratorium untuk test HIV
2. melakukan rujukan pasien dengan HIV positive ke Rumah Sakit yang sudah di
tunjuk ( atas izin pasien )
2. Kegiatan Program HIV AIDS pada penyelenggaraan UKM:
Pelaksanaan kegiatan berupa penyuluhan kepada masyarakat tentang masalah HIV-
AIDS dan penyakit IMS.

V. Cara Melaksanakan Kegiatan


Kegiatan Program HIV AIDS dan IMS pada penyelenggaran UKP:
1. Syarat
a. Membawa dokumen administrasi yang diperlukan :
b. Pengguna layanan BPJS harus membawa kartu BPJS
c. Pengguna layanan umum harus membawa KTP
d. Setiap pasien yang berkunjung daftar di loket pembayaran
e. Bagi bumil yang akan periksa ANC menunggu di ruang tunggu KIA dan bagi
pasien dengan gejala klinis menunggu di ruang BP/ruang TB untuk di panggil
sesuai dengan urutan
2. Biaya : Gratis
3. Waktu – Lama Pelayanan
Hari : Waktu : Pelayanan :
Senin/Rabu/Sabtu :07.30 - 10.00 KITP dan KTS
Selasa dan Kamis : 07.30 – 11.00 ANC Terpadu,KITP,KTS
Jumat : 07.30 – 10.00 KITP dan KTS
Lama Pelayanan : 10 – 30 menit
4. Prosedur pelayanan
a. Membawa persyaratan dokumen administrasi
b. Melalui alur pendaftran
5. Produk / hasil pelayanan yang akan diterima pelanggan :
a. Pelayanan medis
b. Resep obat
c. Surat pengantar pemeriksaan laboratorium
d. Mengetahui hasil pemeriksaan laboratorium
e. Surat rujukan
f. Konseling pratest dan posttest
6. Kompetensi petugas
a. Dokter Umum
b. Perawat
c. Bidan
d. Petugas Laborat
7. Sarana dan Prasarana
a. ruang tunggu
b. ruang konseling
c. alat diagnostik
d. media informasi

2. Kegiatan Program HIV AIDS dan IMS pada Penyelenggaraan UKM:


Penyuluhan HIV AIDS dan IMS sesuai dengan kegiatan pada perencanaan BOK.
Penyuluhan dapat dilakukan diluar gedung maupun didalam gedung

VI. Sasaran Kegiatan


1. Pasien yang berkunjung ke Puskesmas Sutojayan yang menunjukan adanya gejala
klinis
2. Semua ibu hamil baik yang berkunjung ke Puskesmas Sutojayan maupun rujukan dari
fasilitas kesehatan lain
3. Penyuluhan HIV AIDS : sasaran ibu hamil,posyandu,siswa SMP,SMA,pengunjung
puskesmas

VII. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan

N KEGIATAN J FE MA AP ME JU JU AG SE OKT NOP DES


o A B R R I N L S P
N

1. Konseling √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
dan test

2. Merujuk √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
pasien
dengan HIV
positif
kelayanan
PDP

3. Penyuluhan V V √ v √ V v V √ v v v
HIV

4. Laporan √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √
bulanan

VIII. Peran Lintas Program Dan Lintas Sektor


Kerja sama lintas program merupakan kerjasama yang dilakukan di lingkup
puskesmas antara beberapa program dalam bidang kesehatan.
Kerjasama lintas sektor melibatkan orang-orang di luar sektor kesehatan yang
berpengaruh secara langsung dan tidak langsung terhadap pelaksanaan kegiatan
kesehatan. Kerja sama lintas program dan lintas sektor mempunyai peran penting dalam
keberhasilan program-program kesehatan yang ada di puskesmas , antara lain :
1. Pelaksana program melaporkan hasil kegiatan yang ada di puskesmas
2. Pelaksana program menginformasikan kepada masyarakat tentang pelayanan
kesehatan yang ada di puskesmas
3. Lintas sektor berperan sebagai sarana penghubung antara masyarakat dan
puskesmas di bidang kesehatan.

IX. Sumber Dana


Untuk Pelaksanaan kegiatan program HIV-AIDS dan IMS dianggarkan melalui BOK dan
JKN melalui rapat perencanaan tingkat puskesmas yang telah disepakati

X. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan Dan Pelaporan


1. Evaluasi pelaksanaanuk melihat kegiatan program akan dievaluasi 3 bulan sekali
untuk melihat kesesuaian antara kegiatan dan realisasi
2. Pelaporan dilakukan setiap satu bulan sekali dan setiap tahun sekali sebagai laporan
tahunan

Kepala UPT Puskesmas Sutojayan Pelaksana program HIV-AIDS dan IMS


UPT PUKESMAS SUTOJAYAN

dr. HADI SISWOYO PANDIE RASID


NIP. 19680728 200212 1 003 NIP.19661004198902.1002
KERANGKA ACUAN KEGIATAN
PRGRAM HIV – AIDS DAN INFEKSI MENULAR SEKSUAL
UPT PUSKESMAS SUTOJAYAN

UPT PUSKESMAS SUTOJAYAN


TAHUN 2017