Anda di halaman 1dari 5

Tuberkulosis Milier (Milliary TB)

Epidemiologi
Tuberkulosis milier termasuk salah satu bentuk TB yang berat dan merupakan 3-7 % dari seluruh kasus TB, dengan
angka kematian tinggi ( dapat mencapai 25 % pada bayi). Tuberkulosis milier merupakan penyakit limfohematogen sistemik
akibat penyebaran kuman M. Tb dari kompleks primer, yang biasanya terjadi dalam waktu 6 bulan pertama, serig pada 3 bulan
pertama setelah infeksi awal.Tuberkulosis milier sering terjadi pada anak kecil, terutama milier lebih sering terjadi pada bayi
dan anak kecil karena sistem imunnya belum berkembang sempurna.

Definisi
Tuberkulosis adalah penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberkulosis, paling sering (sekitar
80%) terjadi di paru.

TB Milier merupakan penyakit Limfo-Hematogen sistemik akibat penyebaran kuman M. tuberkulosis dari kompleks
primer yang biasanya terjadi dalam waktu 2-6 bulan pertama setelah infeksi awal.

Patofisiologi
Proses penyebaran M. Tb dapat secara limfogen dan hematogen. Penyebaran secara limfogen dapat membentuk
kompleks primer sedangkan secara hematogen dapat menyebabkan komplikasi sistemik. Penyebaran hematogen ada tiga
macam:

1. Occult hematogenic spread (penyebaran hematogenik tersamar).

2. Acute generalized hematogenic spread (penyebaran hematogenik generalisata akut).

3. Protracted hematogenik spread (penyebaran hematogenik berulang-ulang).

Tuberkulosis milier merupakan hasil dari penyebaran hematogenik generalisata akut dengan jumlah kuman yang besar.
Semua tuberkel yang dihasilkan dari proses ini akan mempunyai ukuran yang lebih kurang sama. Istilah milier berasal dari
gambaran lesi diseminata yang menyerupai butir padi-padian/jewawut (millet seed). Secara patologi anatomi lesi ini berupa
nodul kuning berukuran 1-3 mm yang tersebar merata (difus) pada paru.

Terjadinya TB milier dipengaruhi oleh 3 faktor, yaitu kuman M. tuberkulosis (jumlah dan virulensi), status imnologis
penderita (nonspesifik dan spesifik) dan faktor lingkungan (kurangnya paparan sinar matahari, perumahan yang padat, polusi
udara, merokok, penggunaan alkohol, obat bius serta sosio ekonomi). Beberapa kondisi yang menurunkan sistem imun juga
dapat menyebabkan timbulnya TB milier.

Gejala Klinis
Manifestasi klinis TB milier dapat bermacam-macam, bergantung pada banyaknya kuman dan jenis organ yang terkena.
Gejala yang sering dijumpai adalah keluhan konik yang tidak khas yaitu ;

• Demam lama (lebih dari 2 minggu) dengan penyebab tidak jelas.

• Nafsu makan tidak ada (anoreksia).

• Berat badan turun atau gagal tumbuh (dengan demam ringan atau tanpa demam).

• Pembesaran kelenjar limfe superfisialis yang tidak sakit dan biasanya multiple.

• Batuk lama lebih dari 3 minggu dan sesak napas.

TB milier dapat juga diawali dengan serangan akut berupa demam tinggi yang sering hilang timbul (remittent). Gejala
klinis biasanya timbul akibat gangguan pada paru, yaitu gejala respiratorik seperti batuk dan sesak napas disertai ronkhi atau
mengi.

Diagnosa
Diagnosis TB milier pada anak dibuat berdasarkan ;

1. Adanya riwayat kontak dengan pasien TB dewasa yang infeksius (BTA positif).
2. Gambaran radiologis yang khas.

3. Gambaran klinis.

4. Uji tuberkulin yang positif.

Uji tuberkulin tetap merupakan alat bantu diagnosis TB yang penting pada anak. Uji tuberkulin negatif belum tentu
tidak ada infeksi atau penyakit TB atau sebaliknya.

Pemeriksaan sputum atau bilasan lambung dan kultur M. tuberkulosis tetap penting dilakukan.

Pemeriksaan Penunjang
Untuk membantu mendiagnosis penyakit TB milier dapat dilakukan pemeriksaan penunjang antara lain ;

1. Uji tuberkulin.

Disebut juga Mantoux Test, dilakukan dengan cara menyuntikkan 0,1 ml PPD-RT 23 2TU, PPD-S 5 TU atau OT 1/2000
secara intrakutan. Pembacaan dilakukan 48-72 jam setelah penyuntikan dan diukur diameter melintang dari indurasi yang
terjadi. Indurasi 0-4 mm negatif, indurasi 5-9 mm masih meragukan, diameter lebih dari 10 mm jelas positif.

2. Pemeriksaan radiologis.

Gambaran radiologis TB milier sangat khas, berupa tuberkel halus (millii) yabg tersebar merta (difus) di seluruh
lapangan paru, dengan bentuk yang khas dan ukuran yang hampir seragam (1-3 mm).

3. Pemeriksaan bakteriologis.

Penemuan kuman TB memastikan diagnosis TB, tetapi tidak ditemukannya kuman TB bukan berarti tidak menderita TB.
Pemeriksaan bakteriologis terdiri dari 2 cara, yaitu pemeriksaan mikroskop hapusan langsung untuk menemukan kuman TB dan
pemeriksaan biakan kuman.

4. Pemeriksaan patologi anatomi.

Pemeriksaan patologi anatomi tidak dilakukan secara rutin.

Terapi
Pada prinsipnya sama dengan pengobatan Meningitis TB (ada di artikel laib dalam blog ini).

Prognosa
Prognosis dipengaruhi banyak faktor, yaitu ;

1. Umur anak.

2. Berapa lama telah mendapatkan infeksi.

3. Luasnya infeksi.

4. Keadaan gizi.

5. Sosio ekonomi.

6. Diagnosis dini.

7. Pengobatan adekuat.

8. Adanya infeksi lain.


E. Malaria di Indonesia

Malaria masih merupakan penyakit “rakyat” nomor satu di Indonesia, tersebar luas di seluruh kepulauan Indonesia
Menurut perkiraan kasar dr Leimena (tahun 1958) jumlah penderita malaria ada sebesar 30.000.000 setahun. Kematiannya
sebesar 12.000 setahun.

Walaupun malaria angka kematiannya rendah tapi angka morbidinnya tinggi yang dapat menyebabkan:

- Daya tahan tubuh yang rendah sehingga mudah diserang penyakit lain.

- Daya kerja menurun sehingga menurunkan kemampuan produksi bahan-bahan baik untuk konsumsi maupun untuk
export.

- Karena banyak yang sakit, negara akan banyak kehilangan jam kerja.

- Menghambat lancarnya kepariwisataan karena adanya malaria di suatu obyek wisata.

F. Usaha pencegahan dan Pemberanyasannya.

Dalam usaha pemberantasan-pembasmiannya yang dilakukan antara lain:

a. Tindakan-tindakan terhadap manusia

- Pendidikan kesehatan kepada masyarakat agar mereka dapat terhindar dari penyakit malaria dengan usahanya
sendiri, misalnya tidur berkelambu dll.

- Pengobatan semua penderita untuk penyembuhan dan meniadakan sumber penularan.

b. Tindakan-tindakan terhadap Plasmodium sp.

Dengan obat-obatan anti malaria seperti: kina, paludrine, choloroquine, primaquine, semua Plasmodium sp yang
terdapat dalam tubuh penderita dibunuh.

c. Tindakan terhadap vektor penyakitnya

- Usaha untuk membasmi larva (jentik-jentik)nya

o Mempergunakan larvacida misalnya malariol.

o Secara biologis dengan memelihara ikan pemakan jentik-jentik.

o Meniadakan air tergenang tempat bertelurnya nyamuk-nyamuk.


Biografi

Biografi adalah kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang. Sebuah biografi lebih kompleks
daripada sekedar daftar tanggal lahir atau mati dan data-data pekerjaan seseorang, biografi juga bercerita
tentang perasaan yang terlibat dalam mengalami kejadian-kejadian tersebut.

1. Definisi Biografi
Biografi yaitu uraian tentang kehidupan seseorang, baik orang itu masih hidup atau sudah meninggal.
Biografi berisi tentang perjalanan hidup tokoh tersebut, kehidupan seorang tokoh, deskripsi kegiatan dan
prestasi tokoh tersebut, ekspresi tokoh tersebut, serta pandangan tokoh tersebut. Biografi dalam bahasa
Indonesia berarti riwayat hidup seseorang.
Dalam biografi seorang tokoh biasanya banyak ditemukan suatu pelajaran yang dapat dipakai dalam
kehidupan sehari-hari, mulai dari awal hidup sampai menjelang ajal banyak yang dapat ditarik hikmahnya.

2. Hal-hal yang ditulis dalam biografi


Biasanya hal-hal yang dapat ditulis dalam Biografi itu ialah:
- Nama lengkap
- Julukan
- Tanggal lahir
- Tanah kelahiran
- Status perkawinan
- Tinggi
- Berat
- Zodiak
- Warna kesukaan
- Nama kecil
- Hobby
- Nama ayah
- Nama ibu
- Nama saudara
- Penghargaan

3. Tujuan Biografi
Tujuan menulis biografi, yaitu:
- Agar pembaca dan penulis dapat menghetahui perjalanan hidup seorang tokoh yang ia baca,
- Agar pembaca serta penulis dapat meneladani dan mengambil pelajaran dari seorang tokoh yang ia baca
untuk dipakai dalam kehidupan sehari-harinya,
- Agar dapat memberikan sesuatu yang berharga pada diri penulis dan pembaca setelah membacanya,
- Penulis dan pembaca dapat meniru cara bagaimana tokoh tersebut sukses.