Anda di halaman 1dari 3

RINGKASAN MATERI PERTEMUAN 12

Nama : Wiwik Sunarti


NIM : 1926022
Prodi : Agribisnis

d. Embun tepung padian dan rumputan

Penyebabnya adalah cendawan Erysiphe graminis DC. Cendawan ini menyerang keluarga
Graminae.

Pengendaliannya adalah dengan cara


1) menghindari menanam terlalu rapat.
2) Tanamlah varietas padi yang resisten.
3) Semprotlah dengan fungisida yang mengandung belerang.

e. Cendawan hijau atau kuning mas pada tanaman padi

Penyebabnya adalah cendawan Ustilaginoidea virens (Cke.) Takahshi. Cendawan ini


menyerang tanaman padi dan juga jagung. Disebut juga cendawan bercak hitam palsu.

Pengendaliannya adalah sebagai berikut.


1) Karena serangannya tidak begitu hebat, maka cukup bila kelihatan ada butir padi
berwarna kuning emas segera dipotong.

f. Cendawan jelaga

Penyebabnya ada tiga macam, yaitu: Meliola mangiferae Earle. Cendawan ini menyerang
tanaman yang ditempeli embun madu (cairan manis) dari serangga.

Serangga yang dapat mengeluarkan cairan manis antara lain kutu dompolan putih, kutu
dompolan hijau, wereng mangga, dan aphis. Makin banyak serangganya, makin banyak
cendawan jelaga yang datang.

Pengendaliannya:
(1) serangga penghasil embun madu disemprot dengan insektisida agar mati. Jangan
disemprot dengan fungisida, sebab fungisida hanya mematikan cendawan,
2) sementara itu serangga penghasil embun madu tetap hidup. Selama hama belum
lenyap, cendawan jelaga tetap akan ada,
(2) bila hama pembuat embun madu telah lenyap, barulah dihembus dengan tepung
belerang, agar cendawan jelaga segera hilang dari permukaan daun,
(3) buah mangga, jeruk, dan lain-lain yang sudah masak, tetapi warnanya hitam karena
cendawan jelaga, dapat dicelup dalam larutan 30 g calcium chloride dan 30 g asam
boraks dalam satu liter air selama dua menit. Selanjutnya, dibilas air bersih. Larutan
sabun dapat juga membersihkan jamur jelaga.
g. Penyakit roboh selada

Penyebabnya adalah cendawan Sclerotinia sclerotiorum (Lib) Sacc et Trott dan Sclerotinia
minor Jagger.

Pengendaliannya dengan cara:


(1) tanaman yang sakit dicabuti dan dibakar,
(2) rotasi tanaman dilakukan selama tiga tahun, karena sclerotia dapat hidup dalam tanah
selama beberapa tahun. Tanaman yang tahan terhadap penyakit ini antara lain:
jagung, padian, bawang merah, dan bit,
(3) tanah digemburkan agar permukaannya menjadi kering,
(4) disemprot dengan pestisida yang mengandung tembaga.

3.2.2.3. a. Penyakit yang disebabkan Basidiomycetes, Cendawan hitam, Ustilaginales

Cendawan ini biasanya membentuk masa spora berwarna hitam dalam basidia yang
berbentuk seperti gada. Masing-masing basidia mempunyai dua hingga empat spora yang
bertangkai pendek. Cendawan hitam (smut fungi) ini menyerang tanaman padian. Karena
yang diserang butir dan rangkaian seluruh bunga, warna padi menjadi hitam, sehingga
kualitasnya turun dan hasilnya berkurang pula.

a. Penyakit cendawan hitam pada jagung

Penyebabnya adalah cendawan Ustilago maydis (DC) CDA, sinonimnya: Ustilago zeae
(Beck) Ung.

Pengendaliannya:
(1) tanaman jagung yang terlalu subur mengakibatkan kelembaban tinggi. Biasanya
tanaman seperti itu mudah terserang penyakit ini. Oleh karenanya, jangan menanam
dengan jarak tanam terlalu rapat dan jangan menggunakan kompos atau pupuk
kandang yang mengandung bibit penyakit,
(2) tanaman yang sakit dibakar, jangan diberikan ternak atau untuk kompos,
(3) menanam varietas yang resisten,
(4) bijididisinfeksi, misalnya dengan larutan sublimate,
(5) dilakukan rotasi tanaman atau jangan terus-menerus menanam jagung di suatu
tempat.

3.2.2.3.b. Penyakit yang disebabkan oleh Basidiomycetes, Cendawan karat, Uredinales

Disebut cendawan karat karena sporanya berwarna merah seperti besi yang berkarat. Daun
yang diserang warnanya menjadi merah karat. Cendawan ini obligat parasit yang menyerang
tanaman paku-pakuan dan tanaman biji (Gymnosperma dan

Angiosperma). Ciri-ciri penting cendawan ini: miseliumnya bersekat, bercabang, intercellular,


jarang sekali yang intracellular, mengandung titik-titik minyak yang berwarna merah oranye
atau kekuningan. Ada 5 macam bentuk daur hidup spora yang berbeda (polymorphis).
Perkecambahan teliospora membentuk promiselium, atau pembentukan sporanya tidak
tergantung dari tanaman inang. Menghasilkan bentuk spora yang berbeda pada tanaman
inang yang berbeda dan tidak ada hubungannya (heteroecius).

a. Penyakit karat daun kopi

Penyebabnya adalah cendawan Hemileia vastatrix B and Br. Penyakit ini merupakan salah
satu penyakit penting di Indonesia. Cendawan ini menimbulkan bercak-bercak di sisi bawah
daun.

Pengendaliannya:
(1) penyakit ini dicegah dengan menanam jenis kopi yang resisten, misalnya “Hybride de
Timor”, S 288, S 333, dan S 795,
(2) disemprot dengan fungisida tembaga, 3 minggu sebelum hujan, kemudian disemprot
lagi setiap 3-4 minggu sekali, selama musim hujan. Obat lainnya seperti
Fentinhydroxida, Maneb, Dithianon, dan Pyracarbolid juga dapat digunakan,
(3) diusahakan pohon tetap dalam keadaan baik, pemupukan cukup, tetapi buah
diusahakan jangan terlalu banyak. Kalau buah terlalu banyak, dapat dilakukan
penjarangan,
(4) pohon diberi pelindung yang cukup, pemangkasan pada waktu permulaan musim
kemarau jangan terlalu banyak, walaupun akan mengakibatkan buah tidak banyak,
tetapi tanaman dapat tetap tahan penyakit,
(5) menanam jenis Arabica di daerah yang cukup tinggi karena di kawasan ini serangan
penyakit akan berkurang,
(6) tanaman yang telah sakit berat lebih baik dibongkar dan dibakar.