ROLE PLAY DISCHARGE PLANNING
(CLINICAL CARE MANAGER (CCM))
CCM : Eni Anggraini
Kepala Ruangan : Yurnalis
PP/PP IGD/PA/PA IGD : Suryani
Keluarga Pasien : Azriyani
Skenario : Pasien bernama Nn “A” umur 19 tahun adalah seorang pelajar.
Masuk rumah sakit Petala Bumi dalam keadaan lemah dan
kesadaran samnolen, klien di duga diare dehidrasi berdasarkan
data yang di terima dari surat rujukan puskesmas Bua. Klien
datang bersama ibunya dan datang ke ruangan IGD
menggunakan brankar dan langsung di tangani oleh perawat
primer dan perawat lainnya (perawat memindahkan klien
ketempat tidur, memasang infus, dan mengukur TTV klien yang
di lakukan oleh PA, CI, dan CCM, sementara PP mengambil data
klien)
(Perawat primer mulai membicarakan kasus pasien baru dengan
CCM ).
CCM : Saya sudah berdiskusi dengan dokter dan kepala ruangan, dokter
mendiagnosaklien diare dehidrasi, oleh sebab itu,klien sudah tepat di
ruangan interna berdasarkan data klien dan diagnosa penyakitnya,
sebaiknya segera hubungi, ruangan interna.
PP IGD : Baiklah, saya akan hubungi ruangan interna ( PP melapor ke ruangan
interna tentang PBM dan diagnosanya untuk disediakan tempat).
CCM : Sediakan persiapan klien,beritahu keluarga klien anaknya akan di
bawah ke ruangan interna ( Instruksi kepada PA dan CI ).
PA IGD : mari bu, ikut saya ke ruang rawat inap,silahkan bawa barang2 ibu.
Ibu klien : baik sus ( klien dan keluarganya segera di antar ke ruangan interna
sementara di ruangan interna menyiapkan ruangan untuk klien ).
Setelah pasien sudah diruangan PP, CCM dan CI, Serta PA ruangan saling berdiskusi.
PP : Klien bernama Ayu masuk kerumah sakit dengan diagnosa medis diare dehidrasi,
diagnosa keperawatan gangguan keseimbangan cairan dan elaktrolit adapun data yang
didapatkan :
keluarga klien mengatakan klien BAB 7x/ hari
keluarga klien mengatakan klien kadang muntah
mulut klien tampak kering.
klien merasa lemah, dan lesu.
mata klien tampak cekung.
Ttv: S : 37,5 0c
N : 120x/i
Td : 89/60 mmhg
P : 28x/i
CCM : Kaji klien lebih lanjut, CI anda bisa atur input dan output klien agar kesadaran
klien kembali normal. Nanti saya akan observasi dan evaluasi tindakaan
keperawatan yang telah kita berikan.
PP : baik bu nanti sayaakan bagi tugas untuk tindakan selanjutnya.
PP, CI, dan PA masuk di kamar klien, mengobservasi keadaan klien.
PP : Pagi bu, perkenalkan saya suster suryani dan ini teman- teman saya yang akan
merawat anak ibu, baiklah ibu kami minta tolong untuk kerja samanya dalam
penyembuhan anak ibu, kami mau tanya tentang keluhan klien ?
Ibu klien : Iya sus, silahkan.
PP : Dari keluhan-keluhantentang anak ibu saat pertama msuk kerumah sakit ini
menyatakan anak ibu BAB 7 kali, kadang muntah, dan susah untuk makan
mungkin ada keluhan lain ?
Ibu klien : Dia sulit minum sus, kadang BAB di tempat tidur ? saya kadang bingung dan
khawatir, akan menggangu pasien yang lain.
CI : Ibu tak usah khawatir, dia sudah di pasangkan infus sebagai pengganti cairan anak
ibu yang hilang saat BAB, muntah dan berkeringat, nanti kami sediakan pispot
dan cara pemakaiannya supaya ibu tidak repot, oh ya bu, ini tetesan cairannya
sengaja di percepat30 tetes / meni, di berikan tetesan seperti itu, karena anak ibu
banyak kehilangan cairan dan cairan ini satu- satunya yang mengganti cairan anak
ibu, apalagi keadaannya lemah dan tak bisa minum, nanti kami akan atur kembali
tetesan cairannya setelah keadaan anak ibu mulai membaik.
PA : Baiklah bu, kami sudah mengetahui masalah keperawatan anak ibu, saya akan
merencanakan tindakan apa yang efektif untuk penyembuhan anakibu. Oh ya bu
Mohon bantuannya, ibu kan setiap saat dengan klien, kami tidak kontrol klien
setiap 24 jam jadi ibu bisa beritahu kami, berapa kali dia muntah, BAB, dan BAK
selama satu hari, karena hal ini sangat membantu penyembuhannya.
Ibu klien : Baik sus.
Setelah dilakukan diskusi dengan tim kesehatan lainnya, Nn. A mendapat
diagnosa keperawatan mengalami “gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit”. dokter
memberikan tindakan farmakologi dengan memberikan beberapa vitamin, serta peningkat daya
tahan tubuh. Serta menetukan agar dapat memenuhi kebutuhan cairan dalam tubuh pasien.
Perawat juga mulai mengintervensikan pemberian cairan dan elektrolit yang tepat untuk
klien,PA yang dinas malam mulai overan tentang kondisi klien kepada PP dan CI