100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
562 tayangan5 halaman

Soal PS

Berikut ringkuman poin-poin penting dari dokumen tersebut dalam 3 kalimat: 1. Bahan baku farmasi harus dilakukan pengujian untuk memastikan sesuai dengan CoA sebelum digunakan dalam produksi. 2. Ekstrak phylantii herba diproduksi menjadi sirup dan termasuk golongan fitofarmaka berdasarkan uji aman pada manusia. 3. Industri farmasi baru harus mengajukan perizinan ke berbagai instansi se

Diunggah oleh

rahmatulloh -
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
562 tayangan5 halaman

Soal PS

Berikut ringkuman poin-poin penting dari dokumen tersebut dalam 3 kalimat: 1. Bahan baku farmasi harus dilakukan pengujian untuk memastikan sesuai dengan CoA sebelum digunakan dalam produksi. 2. Ekstrak phylantii herba diproduksi menjadi sirup dan termasuk golongan fitofarmaka berdasarkan uji aman pada manusia. 3. Industri farmasi baru harus mengajukan perizinan ke berbagai instansi se

Diunggah oleh

rahmatulloh -
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SOAL PS

1. Industri farmasi menerima bahan baku kloramfenikol beserta dengan CoA.


Apa yang harus dilakukan terhadap bahan baku tersebut sebelum digunakan untuk proses produksi?
a. Langsung digunakan karena sudah terdapat CoA
b. Dikembalikan ke supplier karena berkas-berkas pendukung kurang
c. Dilakukan pengujian terhadap bahan, apakah sesuai dengan CoA atau tidak
d. Diserahkan ke bagian penimbangan
e. Kangsung diberi label Lulus uji
2. Ekstrak phylantii herba secara empiris dipercaya untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh manusia.
Industri farmasi akan memproduksinya menjadi sediaan sirup. Berdasarkan hasil uji pada manusia dinyatakan
aman diberikan.
Obat tersebut termasuk ke golongan?
a. Jamu racikan
b. Obat herbal terstandar
c. Fitofarmaka
d. Jamu
e. OKB
3. Industri farmasi baru yang akan berdiri wajib menyerahkan dokumen ijin Industri Farmasi beserta
Pemenuhan CPOB dan pemenuhan administrasi.
Secara berturut-turut, kemanakah ijin tersebut diajukan?
a. Kepala BPOM, Kepala Dinkes Provinsi, Dirjen Kesehatan RI
b. Kepala Binfar, Kepala Dinkes, Kepala BPOM
c. Kepala Binfar, Kepala BPOM, Kepala Dinkes Provinsi
d. Kepala Binfar, Kepala Daerah, Kepala Dinkes Provinsi
e. Kepala Dinkes Provinsi, Kepala BPOM, Kepala Binfar
4. Industri farmasi yang memproduksi tablet Atorvastatin, melakukan uji disolusi sebagai upaya control kualitas
terhadap tablet yang dihasilkan. Hasil uji disolusi pada stage 1 (S1) ternyata tidak memenuhi persyaratan
yaitu dengan waktu 45 menit jumlah obat yang terlarut tidak kurang dari 80%. Untuk itu perlu dilakuknn
pengujian stage 2 (S2).
Berapa tablet yang ditambahkan untuk uji tersebut?
a. 3
b. 6
c. 12
d. 18
e. 24
5. Seorang apoteker di bagian produksi akan membuat tablet glimepiride, dimana berdasarkan studi literatur
bahwa glimepiride memiliki laju aliran yang buruk serta bersifat termostabil dan tahan terhadap air.
Apa metode granulasi yang digunakan?
a. Granulasi kering
b. Granulasi basah
c. Kempa langsung
d. Campur kering
e. Spray langsung
6. Sebuah perusahaan farmasi di Indonesia memproduksi salep steril yang akan dipasarkan lokal.
Berapa suhu dan kelembaban yang digunakan dalam suhu kamar untuk uji stabilitas intermediete?
a. 21O+2OC dan 45%+5% RH
b. 25O+2OC dan 50%+5% RH
c. 30O+2OC dan 35%+5% RH
d. 30O+2OC dan 70%+5% RH
e. 30O+2OC dan 65%+5% RH
7. Seorang apoteker di Industri Farmasi sedang mengembangkan obat baru dimana zat aktifnya termasuk ke
dalam BCS kelas 1.
Hal apakah yang harus diperhatikan?
a. Kelarutan
b. Permeabilitas
c. Kompatibilitas
d. Disolusi
e. Agregasi

8. Ditemukan pada batch tablet tetrasiklin terdapat parameter kekerasan yang tidak memenuhi spesifikasi,
namun parameter kerapuhan masuk spesifikasi. Produk tersebut tetap diluluskan namun harus membuat
laporan terkait temuan tersebut.
Apa yang harus dilakukan apoteker di industri tersebut ?
a. Membuat Laporan penarikan produk, bahwa produk tidak sesuai spesifikasi
b. Membuat laporan CAPA terkait produk Tidak masuk spesifikasi
c. Membuat Analisa Resiko
d. Membuat laporan penyimpangan terkait produk tidak masuk spesifikasi
e. Membuat laporan pengadaan baru untuk bahan baku pengganti yangakan datang
9. Industri farmasi akan membuat sediaan salep mata dengan karakteristik zat aktif yang termostabil, dengan
sterilisasi menggunakan autoklaf Berapa suhu dan lamanya waktu sterilisasi ?
a. A. 121 oC , 15 menit1
b. 21 C, 30 menit
c. 110 C, 15 menit
d. 110 C, 30 menit
e. 120 C, 15 menit
10. Apoteker di Badan POM akan menguji cemaran Cesium (Cs) pada sisa air hasil produksi sebuah perusahaan
kosmetika. Metode apakah yang tepat?
a. Kromatografi Cair Kinerja Tinggi
b. Infrared
c. Spektroskopi UV
d. Spektroskopi Visible
e. E. Atomic Absorption Spectroscopy
11. Sejumlah sampel asam salisilat ditimbang sebanyak 200 mg lalu dilarutkan dalam 100 ml. Diambil 1 ml lalu
diencerkan sampai 100 ml. Diambil 5 ml untuk di analisis lewat spektroskopi UV. Didapatkan persamaan y =
0,5x - 0,005 , dengan nilai absorbansi 0,025. Berapakah kadar Asam salisilat tersebut
a. 10%
b. 15%
c. 20%
d. 25%
e. 30%
12. Seorang analis di industri obat herbal bertanya kepada apoteker mengenai cara ekstraksi minyak atsiri.
Metode apakah yang tepat ?
a. Maserasi
b. Perkolasi
c. Soxlet
d. Reflux
e. Destilasi

13. Mesin pengaduk krim akan dipindahkan ke ruangan lain, karena ruangan sebelumnya akan direnovasi. Lalu
setelah ruangan selesai direnovasi, mesin cetak kembali di pindahkan ke ruangan semula. Lalu, apoteker
terkait melakukan pengecekan terhadap komponen mesin tersebut agar terkualifikasi.
Kualifikasi apakah yang dimaksud ?
A. Installation Qualification
B. Operational Qualifcation
C. Performance Qualification
D. Design Qualification
E. Trial Qualification
14. Salah satu antipiretik yang biasa digunakan oleh masyarakat adalah parasetamol. Untuk uji kuantitatif
parasetamol bisa menggunakan volumetri Metode volumetri apakah yang sesuai untuk uji kuantitatif
parasetamol?
A. Asidimetri
B. Titrasi Asam Lemah
C. Permanganometri
D. Iodometri
E. Nitrimetri

15. Seorang analis BPOM menguji minyak yang sudah digoreng berkali kali untuk melihat kandungan gugus fungsi
yang terkandung didalamnya Metode apakah yang sesuai?
A. Spektroskopi UV-Vis
B. Kromatografi Cair Kinerja Tinggi
C. Spektroskopi Infra merah
D.Kromatografi lapis tipis
E. Titrasi asam Basa

16. Industri farmasi akan mengembangkan produk injeksi baru. Produk ini memiliki kekurangan yaitu tidak tahan
terhadap panas. Namun industri tersebut mempertimbangkan faktor biaya paling efektif dalam membuat
sediaan tersebut. Metode sterilisasi apakah yang digunakan ?
A. Sterilisasi Akhir
B. Radiasi
C. Sterilisasi Gas
D. Fumigasi
E. Aseptis

17. Seorang analis BPOM akan menguji kandungan PCT dalam sampel obat dengan metode titrasi. Analis
tersebut berkonsultasi kepada Apoteker untuk memilih metode titrasi yang sesuai. Titrasi apakah yang
digunakan ?
A. Alkalimetri
B. Kompleksometri
C. Iodometri
D. Nitrimetri
E. Cerimetri
18. Seorang apoteker akan mendirikan Industri Usaha Obat Tradisional, berdasarkan peraturan yang ada di
Indonesia Berapakah jumlah minimal apoteker yang ada di industri tersebut ?
A. 1 orang
B. 2 orang
C. 3 orang
D. 4 orang
E. Tidak ditentukan

19. Industri farmasi membuat sediaan vitamin C injeksi dengan penambahan NaHCO3 ke dalam formula. Apa
fungsi penambahan zat tersebut ?
A. Dapar
B. Peningkat kelarutan
C. Suspending Agent
D. Antimikroba
E. Pengawet
20. Sebuah industri farmasi akan memproduksi suatu sediaan kapsul, salah satu persyaratan yang harus dipenuhi
adalah uji disolusi. Alat manakah yang umumnya dapat digunakan ?
A. Tipe 1
B. Tipe 2
C. Tipe 3
D. Tipe 4
E. Tipe 5
21. Industri Farmasi akan membuat sediaan lidokain suppositoria dengan konsentrasi 0,5% untuk tiap
suppositoria dengan berat 1,5 gram. Berapa jumlah suppositoria yang dihasilkan bila jumlah lidokain yang
ditimbang dalam 1 batch adalah 3000 mg ?
A. 400 buah
B. 500 buah
C. 600 buah
D. 650 buah
E. 700 buah
22. Sebuah sampel obat dianalisis dengan menggunakan HPLC. Didapatkan hasil bahwa obat tersebut
mengandung codein dan asetominofen dengan nilai waktu retensi berturut-turut sebesar 4,5 menit dan 6
menit. Berapakah nilai Resolusi dari hasil analisis tersebut, bila didapatkan hasil lebar puncak dari kedua zat
tersebut sebesar 1 dan 3 ?
A. 0.5
B. 0.75
C. 1
D. 1.25
E. 1.5

23. Seorang apoteker RnD akan mengembangkan obar baru di Indonesia. Setelah 3 tahun, semua data
pendukung sudah didapatkan dan sudah sampai pada tahap uji stabilitas. Karena produk akan dipasarkan di
Indonesia, maka perlu untuk melakukan riset terkait zone uji stabilitas. Menurut ICH, dimanakah zona uji
stabilitas Indonesia ?
A. Zona I
B. Zona II
C. Zone III
D. Zone IV
24. Zona IVB
25. CPOB dalam suatu industri adalah wajib, oleh karena itu industri harus mengadakan pelatihan terkait CPOB
kepada seluruh karyawannya. Bagian apa dari suatu industi yang bertanggung jawab atas pelatihan ?
A Risbang
B QC
C QA
D Produksi
E Marketing

26. Seorang apoteker menguji air limbah industri untuk menguji kadar cerium dengan Spektroskopi AAS. Apa
dasar pemilihan metode tersebut ?
A. Sampel merupakan senyawa logam berat
B. Sampel mudah menguap
C. Sampel memiliki gugus kromofor
D. Sampel mudah larut dalam air
E. Sampel memiliki keasaman tinggi

27. Seorang apoteker RnD akan membuat HCl 0,5 M sebanyak 200 ml dari larutan. HCl pekat 37% dengan
kerapatan 1,19 g/L. (BM HCl = 36,5). Berapa HCl pekat yang ditambahkan ?
A. 8 mL
B. 8,3 mL
C. 8,6 mL
D. 9 mL
E. 9,3 mL

28. Seorang apoteker Rnd akan membuat larutan baku asam oksalat 0,1 N dalam 100 mL (BM = 126 gr/mol).
Berapakah asam oksalat yang harus ditimbang ?
A. 630 mg
B. 63 mg
C. 6,3 mg
D. 0,63 mg
E. 6300 mg

29. Industri farmasi akan memproduksi Injeksi Duvadilan dengan penambahan BHT 0,5%. Apa fungsi
penambahan zat tersebut ?
A. Buffer
B. Antioksidan
C. Pengawet
D. Penambah kelarutan
E. Antimikroba
30. Dalam analisis senyawa menggunakan instrumen, perlu diperhatikankarakteristik dari senyawa yang akan
dianalisis. Metode apa yang dipilih bila senyawa target memiliki gugus kromofor dan lamda 775 nm ?
A. Spektroskopi UV
B. Spektroskopi Visible
C. Spektroskopi Infra merah
D. Spektroskopi Serapan Atom
E. Spektroskopi Emisi Nyala

Anda mungkin juga menyukai